Miracles In December (Chapter 1)

62beabedgw1exnloqtsl5j20m80cw0up

Title                       : Miracles In December (Chapter 1)

Author                  : Kim Hazzel

Length                  : Chapter

Genre                   : Romance, Friendship, Brothership, Sad.

Rating                   : Teen

Main Cast            :

  • Oh Sehun
  • Xi Luhan
  • Choi Ah Ri (OC)
  • Lee Stella (OC)

Additional Cast :

  • Member EXO
  • Taeyeon (SNSD)
  • Ji Yoon Hee (OC)

Summary             :

Aku sangat membencimu. Karena kau telah meinggalkanku sendiri. Dan juga meninggalkan kenangan itu.

Desclaimer          : Hello readers semua. Ini ff buatan author sendiri. Hasil karya author 100%. FF ini juga author publish di facebook exo fanfiction Indonesia.

^^Hello guys. Ini lanjutin ff author yang sebelumnya. Semoga bias sesuai selera readers semuanya. Typo bertebaran. Don’t bash. Don’t be silent readers. Tinggalkan jejak setelah membaca. Terima Kasih^^

SELAMAT MEMBACA ^^

[Chapter 1]

California, Amerika
2010

Seorang laki-laki sedang mengamati seorang gadis yang sedang merenung sambil duduk di kursi rodanya. Gadis yang dikenalnya baru-baru ini. Gadis yang ternyata adalah seorang anak dari pemilik, tempat dimana beberapa hari lagi ia akan mulai trainingnya sebagai penyanyi. Entah kenapa sejak pertama kali melihat gadis itu, ia merasa ingin selalu berada disampingnya. Apakah ini sebuah kebetulan, ataukah sebuah takdir?

          “Memikirkanku?”

          “Kau lagi? bukankah sudah ku bilang jangan merasa kau dekat denganku!” kata gadis itu sambil meninggalkan laki-laki itu.

          “Biar aku yang mendorong kursi rodamu,” kata laki-laki itu sambil mendorong kursi roda gadis itu.

          “Hya… jangan berlagak seperti kau mengenalku.” bukannya berhenti, tapi laki-laki itu terus mendorong kursi rodanya sambil tersenyum. Dari kejauhan tampak dua orang laki-laki memperhatikan mereka sambil tersenyum.

          “Apakah tak apa jika kita membiarkannya bersama Luhan?” kata seorang laki-laki yang masih muda kepada orang disampingnya, “Aku mempercayainya dan ini juga demi kesehatan adikmu.” kata laki-laki yang sudah paruh baya.

***

Seoul, Korea Selatan.
2016

“Andweeee………….!!!” teriak Sehun membangunkan Suho yang tidur disampingnya.

”Kau tak apa?” tanya leader EXO itu dan langsung mengambil gelas disampingnya dan menyerahkannya kepada Sehun. Sambil terus mengelus pundak adiknya tersebut.

“Gomawo hyung,” Suho menerima kembali gelas sambil terus menatap adiknya itu. “hyung..” tambahnya sambil melihat kearah hyungnya.

“Wae?” tanya Suho sambil menatap adiknya. Ia mengerti apa yang dialami oleh Sehun. 3 tahun saling mengenal, dan berkerja sama telah membuatnya mengerti apa yang terjadi dengannya saat ini.

Sehun menghembuskan nafasnya perlahan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Suho hanya mengelus pundaknya, seakan membiarkan Sehun menenangkan pikirannya. “Kenapa aku tak bisa melupakannya hyung? Apa yang harus kulakukan?”

“Sehun-ah… kau boleh menangis didepanku. Aku berjanji tak akan memberi tahu yang lain. Kau boleh menangis didepan hyungmu ini. Ho?” Setelah Suho berkata seperti itu, tumpahlah semua yang dirasakan oleh Sehun. Kesedihan, Kemarahan. Semuanya.

15 menit pun berlalu…
Setelah dirasa, Sehun sudah tenang dan tidur. Suho pelan-pelan bangun dari tempat tidur dan perlahan keluar dari kamarnya. Namun, saat ia keluar. Ia melihat semua member berkumpul di ruang tengah sambil menatapnya. “Wah…. apakah ini sudah pagi?” tanyanya sambil melirik jam dinding dan melihat bahwa saat ini masih jam 3 pagi.

“Kenapa kalian bangun sepagi ini?” tanya Suho sambil mengambil minum.

“Sehunnie… Apakah dia mimpi lagi?” Tanya Xiumin. Member yang paling tua. Bukannya menjawab, Suho hanya memainkan gelas ditangannya.

“Hyung.. Apakah dia akan baik-baik saja?” kali ini giliran D.O yang bertanya.

“Dia akan baik-baik saja. Selama ada kita, dia akan baik-baik saja. Tenang saja, dia adalah orang yang kuat.” kata Suho akhirnya, padahal jauh didalam hatinya ia juga merasa khawatir dengan adik bungsunya itu. Tapi, tentu saja sebagai leader ia tidak bisa menunjukkan itu pada member lainnya.

“Ini semua karena aku,” sontak semua mata langsung mengarah kepada Kai.

“Hya, apa yang kau katakan?” jawab Chanyeol sambil melihat Kai, “Kau tak ada sangkut pautnya dengan kejadian itu.” tambahnya.

“Tapi, hyung.. jika bukan…”

Chanyeol yang mendengar Kai terus menyalahkan dirinya, mengacak-acak rambutnya karena frustasi. “Jika kau terus menyalahkan dirimu seperti ini. Apa keadaan sekarang akan berubah? tidak! hya, Kim Jong In. Ini bukan salahmu.” katanya sambil memegang pundak Kai, “Jika Sehun sampai mendengar ini, dia tak akan pernah memaafkanmu. Kau tau?”

“Maafkan aku hyung,” kata Kai akhirnya.

Member lain yang tahu apa yang sebenarnya terjadi hanya diam saja. Seakan mengerti bahwa keadaan saat ini sangat canggung, Baekhyun langsung berbicara, “Hya.. bagaimana kalau setelah konser kita pergi ke rumah kakek Chanyeol?”

“Oke.. Cua.. aku juga ingin kesana. Aku sangat merindukan gadis Incheon.” kata Lay sambil mengerlingkan matanya pada Chanyeol.

“Hya hyung… dia milikku.” kata Chanyeol yang disambut gelak tawa dari yang lainnya.

“Hya Hya.. sebaiknya kalian kembali tidur. Karena besok, kita berangkat jam 8 pagi.” kata Suho mengomando yang lainnya.

“Ne.” jawab mereka serempak.

***

“Yoon Hee-ah… Yoon Hee-ah… cepat turun dan sarapan.”

Gadis itu baru saja menggeliat karena suara menggelegar dari ibunya, “Ah… dasar ahjumma..”

“Yoon Hee-ah… Jika kau tak bangun sekarang juga kamarmu akan aku sewakan!!”

“Ne.. ne..” jawabnya tak kalah menggelegarnya. Ia pun segera turun untuk sarapan dengan ibu dan adiknya, Gwang Soo.

“Hari ini kau kembali membersihkan rumah kakek Chan. Besok akan ada yang tinggal disana.”

“Eomma… bagaimana kau bisa tega padaku?” katanya sambil menatap ibunya, “Mungkinkah… aku bukan anak kandungmu?” tanyanya.

Mendengar hal itu, ibunya langsung memukul kepala putrinya dengan sendok. “Aww.. Eomma.” teriak Ji Yoon Hee, sambil mengelus kepalanya.

“Jangan bicara yang bukan-bukan. Kerjakan saja tugasmu.”

“Aish… ne ne.” jawabnya akhirnya. Ia pun melanjutkan sarapannya. Oh.. bagaimana jika Chan yang besok akan tinggal di rumah kakek Chan? Ah.. itu berarti… tak disangkanya, Yoon Hee tersenyum sendiri.

“Hya, apa yang kau pikirkan?” tanya Ibunya.

“Aku tidak memikirkan apa-apa.”

“Kau kira aku buta? lihat. Mukamu memerah lagi.”

Langsung saja, ia menutup kedua pipinya. “Dasar mesum,” ledek adiknya.

***

Semua member EXO melangkahkan kakinya keluar dari SM Entertainment. Mereka sudah mendapat ijin untuk berlibur selama 2 minggu di rumah kakek Chan.

“Akhirnya, aku bisa bertemu dengan gadis Incheon,” lagi-lagi Lay yang berusaha menggoda Chanyeol.

“Hya hyung…” balas Chanyeol yang langsung dengan death glarenya.

“Apa? kau marah?” tanya Lay.

“Dia milikku hyung.” Semua member tertawa mendengar jawaban dari Chanyeol, bagaimana tidak? dia mengklaim bahwa Yoon Hee adalah miliknya? mengungkapkan perasaannya sendiri saja ia tak bisa.

“Kalau kau begitu marah kalau Lay merayunya, kenapa kau tidak menyatakan perasaanmu padanya?” kata Chen.

“Ah.. itu.. aku.. hanya menunggu waktu yang tepat saja,” elaknya.

“Dasar bodoh.” ejek Sehun, “Ayo cepat. Aku sudah rindu dengan kopi buatan Gwang Soo.” tambahnya. Ia pun berjalan mendahului hyung-hyungnya.

(bunyi suara piano)

Mendengar suara itu. Sehun spontan langsung menghentikan langkahnya. “Sehun-ah.. kau kenapa?” tanya Xiumin. Bukannya menjawab, Sehun hanya memejamkan matanya lalu merasakan bahwa jantungnya berdebar kencang. Apa ini??

“Sehun-ah.. kau baik-baik saja?” tanya Kai. Semua member melihat Sehun khawatir. Tidak mengerti ada apa lagi dengan adiknya itu.

“Dia disini…” katanya yang membuat semua member bingung. “Aku yakin hyung. Ini dia…” tambahnya. Ia langsung berlari mengikuti arah suara piano yang saat ini masih didengarnya.

“Sehun-ah….” panggil Suho namun, tak direspon olehnya. Semua member pun mengikuti Sehun dibelakangnya.

Sehun terus berlari mengikuti arah suara piano yang sangat dikenalnya. Jantungnya terus berdebar, ia serasa ingin jatuh. Tidak. Ia harus melihatnya. Ia sangat yakin, kalau dia adalah orang itu. Tidak salah lagi.

Tiba-tiba saja, suara piano yang tadi mengalun indah sekarang sudah hilang. Tidak. Ini tidak boleh terjadi. Ia harus menemukannya. Ia semakin mempercepat laju larinya dan akhirnya ia sampai di studio vokal. Ia berdiri tepat didepan pintunya.

“Sehun-ah… kau tak apa? Kenapa kau lari kesini?” tanya D.O yang tiba-tiba datang dengan member lainnya sambil terengah-engah. Lay hendak bertanya, namun ketika melihat Sehun sedang memejamkan matanya dengan keringat yang terus menetes. Ia hanya memilih diam. Begitu juga dengan member lainnya.

Setelah dirasa ia cukup tenang, ia membuka matanya dan mengehembuskan napas secara perlahan. Ia pun membuka pintu studio vokal itu. “Oh.. Taeyeon Noona..” kata Baekhyun yang melihat Taeyeon, gadis yang merupakan mantan pacarnya sekaligus sunbaenya diruang vokal.

“Eh.. Baekhyun-ah..” sapa Taeyeon sambil berdiri lalu melihat semua member EXO, “Kenapa kalian semua ada disini?”

Semua member menujukan matanya pada Sehun, laki-laki itu seakan memendam semua kekecewaannya. “Noona… apakah.. apakah tadi noona yang memainkan pianonya?” tanya Sehun sambil mengepalkan kedua tangannya.

“Piano??” tanya Taeyeon sambil memiringkan kepalanya. Sedangkan Sehun menunggu jawabannya dengan gemuruh yang sangat hebat dihatinya, “Tidak.” tambah Taeyeon yang langsung membuat Sehun menghembuskan napas yang tadi ditahannya. Kekecewaan jelas terlihat diwajahnya. Ia akhirnya, membungkukkan badannya dan segera keluar dari sana.

“Eh.. tapi, kurasa itu berasal dari ruang CEO David Lee,” kata Taeyeon tiba-tiba yang langsung membuat Sehun berhenti. Ia kembali memejamkan matanya. Ia mencoba menetralkan wajahnya, lalu membalikkan tubuhnya menatap Taeyeon.

“Ah.. ne noona. Terimakasih,” jawabnya sambil tersenyum. Ia pun lalu meninggalkan ruangan itu. Sadarkan dirimu Oh Sehun, kau tak akan pernah melihatnya. Dia sudah meninggalkanmu. Sadarkan dirimu!! batinnya.

“Apa kau melihatnya tadi?” tanya Chen kepada member lainnya yang hanya dijawab dengan anggukan kepala. “Noona, kami pergi dulu.” tambahnya sambil membungkukkan badan lalu diikuti member lainnya. Mereka pun segera meninggalkan ruangan vokal menyusul Sehun.

“Baekhyun-ah…” Baekhyun langsung berhenti karena mendengar namanya dipanggil. Ia pun membalikkan tubuhnya dan menatap sunbaenya itu. “Bagaimana konser kalian?”

“Baik,”

Taeyeon memutar-mutar cincin dijarinya, kebiasaanya waktu nerveous. Baekhyun yang melihat itu, hanya bisa menahan senyumnya, kau tidak berubah noona. batinnya.

“Emm.. Apakah kau mau makan malam denganku?” ajak Taeyeon yang langsung membuat Baekhyun speechless. Melihat wajah Baekhyun yang diam seperti itu membuatnya menundukkan wajahnya pasrah, “Em.. kalau.. kalau kau tidak…”

“Aku mau,” jawabnya singkat. Mendengar hal itu, Taeyeon langsung speechless. Baekhyun hanya tersenyum sambil memegang pundak Taeyeon, “Noona saja yang menentukan waktu dan tempatnya,” katanya lalu menyusul teman-temannya.

Taeyeon masih saja belum sadar apa yang terjadi. Saat Baekhyun sudah hilang dari pandangannya, ia baru menyadari apa yang sedang terjadi. Ia pun langsung teriak dan tertawa dengan sendirinya. Baekhyun yang masih bersembunyi diluar hanya tersenyum. Ia pun melanjutkan jalannya untuk menyusul temannya.

“Hya,, kau kemana saja? kenapa lama sekali?” kata Sehun sambil menggunakan bahasa informal. Hal itu, langsung membuat semua member menatapnya. Namun, Baekhyun hanya tersenyum. “Maafkan aku,” katanya yang juga membuat semua member sukses melongo, “Ayo berangkat.” tambahnya lalu menuju ke van mereka.

“Apa hanya aku yang menyadari keanehan Baekhyun?” tanya Chanyeol pada member lainnya yang dijawab gelengan kepala oleh yang lain.

“Mungkin terjadi sesuatu antara dia dan Taeyeon noona tadi,” jawab Sehun simpel sambil menuju van mereka.

“Baekhyun-ah… Cepat ceritakan apa yang terjadi denganmu dan noona.” teriak Kai yang langsung disusul teriakan lainnya dari semua member.  Dan perjalanan ke rumah Kakek Chanyeol, sangat-sangat berisik karena investigasi dadakan.

***

TBC.

Tunggu chapter kedua ya. Jangan lupa komen kalian. Itu akan menjadi semangat author untuk ngelanjutin ff ini. Sekali lagi, Terima Kasih.

One thought on “Miracles In December (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s