Fake (Chapter 1)

chapter-1

FAKE

 

Title : Fake

Author : Showhen karl (Twitter : @showhenk)

Cast : luhan, owen (oc), park chanyeol

Other cast : oh sehun,  byun baekun, byun sera (oc).

Genre : romance, family, friendship,hurt.

Rating : general

Length : chapter

Disclaimer : all story is mine

Chapter 1

Happy reading………

Tubuh ini bukanlah tubuhku, wajah ini bukanlah wajah ku. Tapi kenapa akulah yang bernafas ditubuh ini. Tuhan, kenapa jadi seperti ini. apa yang telah dilakukannya pada ku. Apa yang telah aku lakuakan hingga aku dijadikan seperti  ini.

“owen, berhentilah mengurung dirimu dikamar”

“biasakan keadaan ini mulai sekarang”

Aku sungguh benci suara ini. Aku sangat benci perlakuan orang ini dan ingin sekali aku kembali memakinya agar mengemballikan aku seperti sedia kala. Tangan nya selelau memeluk ku seakan itu akan mengurangi kebencian yang aku rasakan padanya. Tidak kah dia mengerti jika aku tersiksa seperti ini. Kenapa ia lakukan ini pada ku. Kenapa aku menjadi adik nya. kenapa harus aku yang harus menggantikan adiknya yang sudah lama meninggal itu. Kenapa harus aku.

Aku hanya bisa diam saat dia kembali  memeluk ku. Bahkan untuk menangis saja aku sudah tak sanggup lagi. Rasanya airmataku sudah mengering.  Hatiku sungguh sangat lelah memikirkan nasib buruk ku ini. Dan yang aku lakukan hanya membisu dalam pelukan nya.

“owen… berhentilah bersikap seperti ini”

ia mulai melonggarkan dekapannya dan kini menangkup kedua pipi ku. Mengusap bekas air mata yang sudah mengering dari semalam. dia merapikan rambutku yang sangat berantakan karna  tak pernah bertemu dengan sisir semenjak aku bangun tiga hari lalu.

Ya, hidupku berubah semenjak tiga hari lalu saat aku membuka mata ini. Hidupku berubah saat aku terbangun dari kamar yang bukan kamar ku. Terkejut setengah mati saat pantulan di cermin didepan ku bukanlah aku yang biasanya. Tapi seorang gadis yang sangat cantik. Ku pikir aku sedang melihat seorang bidadari. Namun aku sungguh yakin wanita cantik itu adalah pantulan diri kusendiri. Seketika pemikiran buruk itu  menghinggapi pikiran ku.

 

~Luhan~

Aku membuka pintu kamar itu. Kamar yang selalu ku kunjungi selama dua tahun ini tanpa pernah menemukan sosok pemilik nya. Tapi sudah tiga hari ini kamar itu sudah ditempati oleh pemilik nya lagi. Walaupun ia bukanlah pemilik asli kamar itu. Namun dia akan menjadi pemilik nya mulai tiga hari lalu.

Ya. Itu adalah kamar adik kesayangan ku yang sudah meninggal dua tahun lalu. Orang yang sangat aku sayangi. Seorang gadis cantik yang merupakan putri satu satunya keluarga xi. Seorang gadis cantik yang teramat disayangi di keluarga ku. bahkan aku rela menukar nyawaku untuk kebahagiaan nya. aku bahkan tidak menangis sedikitpuun saat kedua orang tua ku meninggal secara tragis akibat kecelaaan pesawat saat kunjungann bisnis mereka ke luar negri.

Tapi saat aku mendapati adik cantik ku tergantung kaku di kamarnya ini dua tahun silam membuat hidupku berantakan.  Aku sungguh tidak mengerti kesedihan nya hingga ia memilih jalan bunuh diri. Aku sungguh tidak mengerti kenapa dia meninggalkan aku sendiri. Tidak ada petunjuk apapun yang bisa menjelaskan tindakan nya itu. Aku sungguh gila memikirkan nya. dan aku sungguh merasa sangat bersalah karena sebagai seorang kakak yang sangat menyayanginya tidak tau penyebab ia melalukan tindakan nya itu. Hingga aku menyembunyikan kematian nya hingga detik ini.

Hingga sebulan yang lalu aku bertemu gadis ini bekerja disebuah café di suatu Negara yang baru aku kunjungi. Seorang gadis yang memiliki nama depan yang sama dengan adik ku. sifat yang sangat mirip dengan adik cantik ku. hanya saja rupa mereka yang berbeda. hingga aku menculiknya dan membawaya kerumah mewah ku. bahkan aku melakukan operasi besar besaran untuk merubah rupanya persis seperti rupa adik kandung ku.

Namun saat ia terbangun tiga hari lalu dan mendapati dirinya berubah, gadis ini berteriak histeris agar aku mengembalikan nya seperti semula. ia berteriak dan terus menangis semenjak itu. Ia bahkan menanyakan kenapa aku melakukan tindakan gila ini padanya. Aku sudah menjelaskan nya, namun ia sungguh tak bisa menerima penjelasan ku. ia bahkan menangis seperti adik ku dulu agar aku mengembalikan nya seperti semula. Isak tangisnya sungguh membuat hati ku sakit. Tapi aku tidak akan melepaskan adik ku lagi. Karna mulai dari sekarang dia adalah owen xi, putri satu satunya keluarga xi. Adik satu satunya seorang luhan xi.

Aku mendekati nya yang meringkuk di sudut kamar yang luas ini. Tepat didepan jendela kaca yang menyuguhkan pemandangan keindahan pantai yang indah dengan melipat lututnya ke dada, dengan pandagan kosong dan wajah yang sangat pucat. Karena semenjak ia bangun tiga hari lalu  ia belum makan apapun bahkan belum minum sedikitpun. Kondisinya sangat menyayat hati ku.

“owen, berhentilah mengurung dirimu dikamar”

“biasakan keadaan ini mulai sekarang”

Perlahan aku memeluk nya. aku memeluknya sangat erat agar ia mengerti  jika semuanya akan baik-baik saja. agar ia mengerti dengan keadan ini, hingga ia bisa menerima semua ini. Aku bahkan sudah berjanji untuk memenuhi semua keinginan nya kecuali satu. Yaitu keinginan untuk kembali menjadi dirinya semula. Namun ia masih tetap menagis di kamar ini tanpa mau melakukan apapun.

“owen… berhentilah bersikap seperti ini”

Aku melonggarkan pelukan ku. dan mengusap rambutnya yang berantakan. Wajahnya sangat memprihatinkan sekarang. Sangat pucat.

“berhentilah untuk meminta hal yang tidak akan aku lakukan.kau adalah owen xi sekarang. Kau adalah adik ku sekarang. Kau bisa melakukan semuanya kecuali kembali pada dirimu sebelum ini”

Aku menangkup kedua pipinya dan meyakinkan dia bahwa dia akan baik-baik saja mulai sekarang. Namun yang kulihat dia mulai kehilangan kesadaran nya. hingga terkulai lemas di pangkuan ku. hal ini sungguh membuat ku gila. Aku sungguh panik. Berteriak pada semua pelayan agar memanggilkan dokter yang memang sudah siaga di rumah ku untuk memantau kondisi owen.

~owen~

Aku kembali terbangun dikamar ini. Dan orang itu masih tetap disamping ku, bahkan tangan nya menggemgam erat tangan ku. sesayang itukah ia pada adiknya itu hingga tega melakukan hal gila ini pada ku.

Apa yang akan aku lakukan sekarang. Berdebat dengan nya akan sangat sia sia. Apakah aku harus merima keadaan ini. Jika aku kembali apakah ibu dipanti akan percaya bahwa aku adalah owen yang dulu. Apakah anak-anak dipanti akan percaya jika aku adalah owen yang mereka kenal. Tuhan, apakah memang ini takdir yang kau berikan pada ku. air mata ini kembali meleleh dari mataku.

Aku menarik tangan ku dari genggaman lelaki itu. Hingga membuatnya terbangun dan menegakkan duduknya. Ia Nampak panik  melihat aku kembali menagis.

“owen…apa ada yang sakit?”

“tidak..” aku menjawab dengan suara yang serak.

“lalu kenapa kau menangis?”ia bertanya sangat kawatir. hal itu terlihat dari sorot matanya. Sesayang inikah pria tampan didepan ku ini pada adik  nya. aku sungguh iri dengan gadis yang bernama sama dengan ku ini.

Lalu kenapa dia bunuh diri, jika ia memiliki semuanya. Kenapa ia membuat orang – orang yang menyayanginya ini menjadi gila karenanya. Bahkan aku saja tidak memiliki orang yang peduli pada ku. ibu dipanti asuhan tetap membiarkan aku tinggal dipanti karna aku memberikan semua gaji hasil bekerja ku semuanya pada pihak panti.

Hidup sungguh sangat miris bagi ku. apakah ini jalan terbaik untuk ku. apakah ini jalan yang memang sudah diatur oleh tuhan untuk ku. dan semua pikiran ku buyar saat pria ini menyuapi aku sesendok bubur.

“makanlah bubur ini sedikit. Kau belum makan dari tiga hari lalu”

Aku mengankat lemah tangan ku yang di infus ini “aku dapat asupan dari ini”

“tidak. Itu tidaklah cukup. Kau harus makan ini.” Ia memaksa bubur ini agar aku makan.

“bisakah kau tidak memaksaku mulai sekarang” aku tidak suka bubur!!”

Dia  meletakan kembali bubur itu dinakas samping ranjang tempat aku terbaring. Lalu menatap padaku kembali menggemgam tangan ku.

“lalu apa yang kau suka? Apa yang ingin kau makan?”

“ jika aku menjadi owen xi, aku tidak harus merubah sifat ku. boleh kah itu kulakukan?’

Dia kembali memeluk ku sangat erat, dan aku merasakan pundakku basah. Apakah pria ini menangis. Aku sungguh tidak mengerti dengan pria ini. Kadang aku merasa sangat takut dan kasihan padanya secara bersamaan. Namun juga sangat benci.

“kau boleh melakukan apa yang kau mau”kau tau, kau tak perlu merubah sifatmu agar menjadi seperti dia. Karna sifat kalian sudah sangat mirip”

“benarkah?”

“ya. Tapi adik ku tidak sekeras dirimu. Haya itu yang agak beda dari kalian”ok, sekarang apa yang ingin kau makan?”

“tidak ada. Aku hanya ingin sendiri.!!bisakah kau tinggalkan aku sendiri”

“baiklah. Tapi satu jam lagi aku akan kembali” ia berdiri dan mulai meninggalkan kamar ku sambil menyunggingkan senyuman yang sangat tulus.

 

~~~TBC~~~~~

Iklan

One thought on “Fake (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s