Unlogical Time #9

PhotoGrid_1453032335183

 

Unlogical Time #9 (END)

Author : Blue Sky

Rating : PG-15

Length : Multichapter

Cast : Oh Sehun & Song Daera (and Other cast)

Genre : Fantasy, Married Life

 

Unlogical Time?

~*~

“jangan memanggilku tuan, itu terasa canggung bagiku. Panggil saja aku Sehun”

Daera awalnya terkejut, namun senyum ramah yang terlihat dari lelaki itu membuatnya setuju “Baiklah Sehun-ssi”

“oh yaa.. Namaku..” belum sempat menyelesaikan perkataannya, Sehun telah bersuara lebih dulu “Daera.. Song Daera.. Nama yang bagus”

Kemudian Sehun tersenyum lagi yang membuat perasaan Daera teduh. Siapa kira dia sangat ramah? Padahal dia adalah seorang direktur muda yang mungkin sudah terbiasa dengan kemewahan, namun tak ada sedikit pun sifat arogan dalam dirinya.

“Kamsahamnida Sehun-ssi”

“kau bisa mengabulkan satu permintaanku?” lelaki itu memberikan pertanyaan aneh kepada Daera yang hanya bisa di jawab cengir oleh gadis mungil itu “Ya”

“bisakah kau tidak berbicara denganku memakai bahasa formal ? Kita kan seumuran”

Daera seketika terkejut, dari mana lelaki itu mengetahui umurnya? Apa dia peramal atau semacamnya?.. Daera segera menepis pemikirannya hingga kembali terfokus pada lelaki jangkung nan tampan itu “Baiklah, Sehun-ah”

~*~

05:10 AM

 

Terdengar suara deringan ponsel di pagi buta, membuat Daera berdecak kesal dan berusaha meraba meraih ponsel dengan matanya yang masih tertutup, tanpa pikir panjang atau melihat sang penelepon ia langsung menjawab “Yeoboseyo?” suaranya yang serak terdengar jelas

 

“Daera? Apa kau baru bangun?” terdengar suara lembut seorang lelaki di ujung sana hingga mata Daera terbelalak “Maafkan aku, hari ini kita ke paris. Aku hampir lupa”

Lelaki yang bernama Sehun Itu terkekeh “Aku tahu kau pasti akan terlambat bangun lagi, cepatlah.. Kita akan berangkat 1 jam lagi”

“Baiklah Sehun-ssi”

“Apa??”

Plak!! Daera memukul jidatnya “Maaf, maksudku Sehun-ah”

Daera segera menutup teleponnya dan meloncat bagaikan kanguru menuju toilet.

06:00 AM

“Sial, sisa 10 menit lagi”

Daera menarik kopernya dan berlari tergesa-gesa, tak memperdulikan penampilannya yang acakan hingga diperhatikan beberapa orang yang berlalu lalang.

“Daeraa!!” Seketika gadis mungil itu berbalik dan tersenyum lega kemudian berlari kencang menghampiri Sehun “Aku serasa akan mati” ia menghela nafasnya yang tak beraturan dan membuat Sehun terkekeh “Itu karena kau melarangku menjemputmu”

“Aku tidak mau merepotkanmu Sehun-ssi”

“Apa?! Aku tidak salah dengar?”

Daera kembali memukul jidatnya, ia sangat bodoh melupakan perjanjiannya dengan Sehun untuk tidak memakai bahasa formal “Maafkan aku sekali lagi Sehun-ah”

 

“Sehun? Ayolah cepat! Pesawatnya akan berangkat” terlihat seorang gadis mungil dengan rambut panjangnya yang tergerai indah serta kedua bola matanya yang bening dan bulat membuat siapa saja yang melihatnya akan berucap kata cantik untuk dirinya

“Oh? Baiklah” Sehun meraih pergelangan tangan Daera yang membuat Daera terkejut seketika, “Ayo kita akan berangkat”

Daera yang awalnya terlihat kaku kemudian mengangguk

~*~

Ruangan VIP di pesawat dari seoul menuju paris prancis sangatlah mewah, bagi gadis seperti Daera yang baru pertama kali melihatnya sangat terlihat takjub hingga Mata beningnya berbinar-binar. Sehun, Daera dan juga Gadis yang terlihat glamour dan cantik itu sedang duduk bersama di mana di hadapan mereka ada secangkir White Coffe hangat

 

“Minri, kau belum mengenalnya kan?” Sehun terlihat membuka pembicaraan

 

Gadis yang bernama Minri itu mengangguk kecil “hmm” jawabnya singkat

“Dia Song Daera, dia di utus oleh nyonya Jung sebagai pendamping dalam perusahaan kita”

 

Minri seketika berhenti menyeruput White coffe nya, Daera sangat terlihat tegang. Hingga Minri tersenyum dan menatap Gadis mungil itu “oh jadi anda yang bernama Daera itu? Senang berkenalan denganmu Daera-ssi. Aku Minri” Minri mengacungkan tangannya hendak berjabat tangan “Ya.. Senang berkenalan dengan anda juga Minri-ssi” jawabnya dan membalas jabatan tangan Minri dengan mantap

 

“Dia asistenku di perusahaan sekaligus sahabat terbaikku” lanjut Sehun

“wahh.. Pantas saja..”

“Pantas saja?” Minri terlihat bingung

“Pantas saja anda terlihat cantik” Daera tersenyum kaku yang membuatnya terlihat seperti orang bodoh, namun Sehun terlihat tertawa kecil memperhatikan tingkah Gadis mungil itu yang menurutnya kocak.

 

Minri hanya bisa tersenyum kecil dan selanjutnya ia terdiam tak memperdulikan gurauan Daera atau hal disekitarnya “Sehun..”

“Hmm?” Sehun yang sedang menyesap secangkir White coffe seketika terhenti.

“jika kita telah tiba di paris, aku ingin kita dinner di restoran”

Lelaki bertubuh tegap itu mengangkat kedua alisnya namun sedetik kemudian ia tersenyum hangat “tentu saja”

Mendengar jawaban lelaki itu, Minri akhirnya bernafas lega dan perasaannya telah berada di puncak kebahagiaan.

“Daera.. Apa kau mau ikut Dinner bersama kami?” Ajak Sehun

“Ne?”

 

Minri sangat terkejut mendengar perkataan Sehun, bukannya rencana Minri Dinner hanya berdua dengan Sehun?

“Aku akan mengajakmu Dinner di restoran terbaik di paris”

“Tapi…” Daera terlihat buingung dan canggung

“Ku anggap kau setuju” Sehun memaksa gadis itu Tanpa mendengar jawaban pasti darinya

~*~

 

Mereka tengah berada di dalam sebuah mobil mewah milik Sehun. Daera membuka kaca mobil hingga rambut pendeknya mengalun “Wahhh.. Apa ini yang namanya menara eifel?”

Sehun mengangguk “Bagaimana menurutmu?”

“Sangat keren Sehun-ah, aku tak menyangka bisa melihatnya hanya beberapa jengkal” ujar Daera dengan mata berbinarnya. “Bukankah ini tempat yang sangat romantis? Seperti kebanyakan yang kulihat di film” Sehun hanya bisa terkekeh melihat ekspresi lucu yang terpampang jelas dari wajah gadis itu. “Jangan tertawa..” gerutu Daera.

 

“Apa kau tidak kedinginan?”

Daera berbalik “Hmm?” hingga tangan Sehun memperbaiki letak syal Daera yang terlilit di lehernya “Kau harus memakainya dengan baik, kau bisa terkena flu”

Pipi Daera merona tipis, jantungnya berdegup tak beraturan ketika ia melihat sepasang mata tajam Sehun.

“Oh iya? Di mana Minri-ssi?”

“dia berangkat ke perusahaan lebih dulu, dia harus mengatur pertemuanku dengan direktur Chris”

“oh begitu”

Suasana hening untuk beberapa saat

“Daera..” tegur Sehun

“Ne?”

“Kau sangat lucu” kemudian lelaki itu tersenyum, Daera hanya bisa terdiam. Senyuman lelaki itu membuat hatinya teduh dan tak bisa berkata apapun.

~*~

Mereka bertiga tengah berada di sebuah restoran mewah, gaya modis restoran termewah diparis itu membuat seorang Song Daera yang baru saja menginjakkan kaki di tempat itu terlihat takjub, kagum serta terkejut. “Kau mau memesan apa?” Tanya Sehun yang kini tengah duduk tepat dihadapannya, Lelaki bertubuh tegap itu menyerahkan sebuah menu untuk dipilih oleh Daera.

Daera segera membuka menu tersebut, seketika ia terbelalak melihati menu makanan restoran tersebut. Bukan masalah nikmatnya tetapi harganya yang bisa dibilang selangit membuat Daera harus menelan salivanya dengan kasar.

“Mm.. Sehun-ah”

“ada apa? Apa kau sudah memilih?” Tanya lelaki itu. Namun bukannya menjawab, Daera memperlihatkan senyuman bodohnya “Kurasa aku tak bisa makan di sini”

Kening Sehun berkerut samar “Kenapa? Apa kau tidak suka dengan makanannya?”

Daera menggeleng kecil “Bukan.. Tapi, harganya..”

Sehun seketika tersenyum tipis “Tenang saja, kau bisa makan sepuasnya. Karena aku yang akan membayar semua”

Gadis itu tak percaya apa yang di dengarnya, “Sehun yang memiliki restoran ini” lanjut Minri.

“Benarkah?”

“Ya..” Sedetik kemudian Daera tertawa pelan dan berterima kasih atas kebaikan Sehun.

 

“Oh ya, Daera-ssi” Tegur Minri

“Sehabis makan, apa kita bisa berbicara sebentar?” Daera tersenyum gembira “Tentu saja”

“Wah.. sepertinya kalian mulai akrab” Sehun menambahkan, sedangkan Minri hanya tersenyum tipis sambil melirik ke arah Daera yang sedang mantap menyeruput segelas Wine.

 

Minri mengajak Daera ke balkon lantai 3 Restoran, dari balkon tersebut terlihat indahnya gemerlap cahaya kota Paris dan juga menara eifel yang terlihat jelas sehingga menambah kesan takjub dalam diri Daera.

“Bagimu, Sehun seperti apa?” Minri membuka pembicaraan.

Daera berbalik, Ia mencoba mencerna pertanyaan Minri dan mulai bersuara “Seseorang yang sangat baik, mungkin saja Teman?”

 

Gadis cantik nan glamour itu tersenyum tipis “Sehun adalah segalanya bagiku” mendengar itu, Daera melirik Minri yang terus saja tersenyum “Dia selalu membantuku, entah kenapa tapi kebaikannya tak dapat terbayarkan oleh apapun”

“Kau beruntung bisa mengenalnya” ujar Daera

“Tentu saja, karena dia adalah Sahabat, keluarga, dan juga.. orang yang kucintai”

Mendengar itu mata Daera terbelalak, ia terdiam sesaat dan tak tahu harus bersikap apa “Apa kalian berpacaran?”

Minri kembali tersenyum “Aku berharap seperti itu, tapi sepertinya dia menyukai seseorang”

 

“tapi, apa kau mendukungku jika bersama Sehun?”

Daera terdiam, hingga ia akan membuka pembicaraan “Kau tidak akan bisa mengetahui Sehun akan bersama siapa kelak, tapi mungkin jika kau lebih berusaha kau akan mendapatkannya”

 

Terdengar Suara berat Sehun yang memotong pembicaraan antara Minri dan Daera “Apa yang kalian lakukan di sini?” Lelaki itu menghampiri Minri dan juga Daera.

“Tidak ada, hanya berbincang saja” jawab Minri singkat.

 

“kita harus pergi sekarang, aku ada urusan penting” Tanpa berpikir panjang Sehun menarik pergelangan tangan Daera, sontak gadis itu terkejut “Ayo kita pergi, kau bisa kedinginan di sini” Sehun melangkahkan kaki perlahan yang di susul oleh Daera.

 

Minri hanya bisa terdiam dan tak percaya apa yang dilihatinya, Tangannya mengepal dengan erat. Hingga suara Sehun membuyarkan pemikirannya “Minri, apa yang kau lakukan? Ayo kita pergi”

“eo”

~*~

 

“Se Na…”

“Oh Se Na…” teriak wanita paruh baya itu hingga menjalari seluruh penjuru ruangan

“Ya?” seorang anak perempuan yang berumur sekitar 13 tahun berlari dengan cepat menuruni setiap anak tangga.

Ia berlari menuju ruang makan hingga sesampainya di sana ia tertawa sumbringa memamerkan baris giginya yang rapih “Kau ini!! Ingatlah kau bisa terlambat! Kau selalu tidur dan tidur saja”

 

Gadis itu hanya bisa cengir “Minhae Ibu”

“Kau mau aku terlambat? Dasar!!”

“kau tidak akan terlambat Oppa, aku janji!!”

 

Seorang lelaki paruh baya yang memakai sepasang kaca mata serta rambutnya yang mulai terlihat putih menghela nafasnya “Duduklah, ini masih pagi.. Kalian hanya bisa gaduh”

“baiklah Ayah” Anak gadis itu memberi hormat layaknya latihan militer dan menuruti perkataan ayahnya.

“Kau memang gila” Ujar Lelaki berambut hitam pekat yang berumur sekitar 18 tahun.

“Apa?! Gila?!” Erang Se Na

“Lihatlah pakaianmu dasar bebek! Kau memakai celana training bukannya rok?! Memangnya kau pelatih basket?!”

 

Se Na melirik ke bawah, hingga sepasang mata beningnya terbelalak. Tanpa satu katapun ia berlalri dalam sedetik meninggalkan Sehun, Daera dan juga Daehun.

“Anak itu! Kenapa dia bisa menjadi seperti anak lelaki”

“Itu karena gen darimu” Balas Sehun

 

Seketika Daera memicingkan sepasang matanya, yang membuat Sehun seketika mengerjap dan menelan salivanya dengan kasar “aku hanya bercanda” cengirnya.

“Aku mau pergi sekarang! Aku bisa terlambat” Daehun hendak berdiri “Tunggu aku oppaa!!” Se Na berlari dengan cepat, menyambar selembar roti serta menunduk kepada ibu dan ayahnya “Aku pergi dulu, saranghaeyo Ibu, Ayah. Anyyeong”

Daehun seketika mengerjap Hingga Se Na menyambar lengan Daehun “Oppa.. Ayo kita pergi”

Daera tertawa memandangi punggung Daehun dan Se Na yang semakin menjauh serta suara celotehan mereka yang tidak pernah berhenti.

 

“Aku juga akan pergi” Ujar Sehun

Daera tersenyum dan mengecup bibir Sehun “eo, hati-hatilah di jalan” dan melambaikan tangannya. Sehun seketika tersenyum dan segera pergi berlalu. Perlahan punggung lelaki itu menjauh, tubuhnya yang masih terlihat tegap namun rambutnya yang mulai memutih akibat di makannya usia, Daera tersenyun tipis “Terima kasih Tuhan telah memberikan hadiah terbaik untukku” gumamnya.

 

-Kadang kau harus melangkah dan tak memperdulikan masa lalu, kenanglah hal yang baik dan jadikan hal buruk sebagai pelajaran bagimu. Karena masa depan yang indah telah menunggumu-

 

~ Unlogical Time END~

 

 

2 thoughts on “Unlogical Time #9

  1. Akhirnyaaaaa di post juga nih ff.
    Tapi maaf ya aku kurang suka sama endingnya, mnurut aku ini masih bisa di pnjangin lagii.
    Tapii bagaimnpun aku suka bangett sama nih ff. Kereen ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s