WARM (Ficlet)

warm

Tittle   : WARM

Author            :  Saviorr_

Twitter           : @jhynxoxo48

Main Casts     :

  • Oh Sehun
  • OC

Other Casts    :

  • None

Length            : Ficlet

Genre : Romance?

Rating             : PG+17

Disclaimer      : All Plot Is Mine.

A/N     : *nocomment

Summary : “Aku Priamu, Hyun”

Dalam Kekalutan yang masih terasa, Dengan Gemetar tubuh tersebut, Ketakutan yang tak kunjung Padam, Rasa Kasih yang mendalam, Rasa Sayang yang terlampau, Kisah Cinta yang Berhasil tertoreh Mengikis secara Perlahan Ulu hati terdalam. Memaksa Tubuhnya untuk bertahan Lebih Lama, Menyiksa Jiwa untuk lebih lama Lagi, Takut, Ingin Pergi namun Tak Rela, Ingin Mundur namun Langkah tetap Melaju, Mencoba mengatakan Aku Membencimu! Namun, Tetap Dia yang Terlanjur Jatuh dalam dekapan Pria tersebut. Ingin Pergi, Menutup rapat-rapat kelopaknya dan Menghilang, Berharap dapat Berpaling. Tapi, Bisakah Ia, Jika Dekapan tersebut serasa Tepat dengan tubuhnya? Terlelap dalam Dekapan hangat Pria disampingnya, Tertidur sangat Pulas Dengan sentuhan Pria disampingnya. Memandang Sosoknya dari bawah, Terlukis Senyum, Sungguh, Dia tidak bisa meninggalkan Pria Ini, Raganya berhasil Terjerat Olehnya, Pergi? Ia Tak Kuasa. Rasa Sayang dalam tubuhnya mengalahkan Semuanya, Meruntuhkan Tangis pilu yang terlanjur Ia basahkan Selama Ini. Pria tersebut, Mendekapnya Terlalu Hangat.

 

Ia mengerjap Beberapa kali, Silauan dimatanya, Membuat sedikit Usikkan ditidurnya, Ia mencoba bergerak-gerak, Merasakan Bagian Bawah tubuhnya Terasa begitu Ngilu, Seluruh tubuhnya seakan Berakhir saat Itu juga dalam gerakan kesekian, Aroma Maskulin juga Tubuh hangat disampingnya terasa menghilang Sejak Pagi petang, Dan Tubuhnya tetap Membeku dengan Sakit Luar biasa disekujur Tubuh Berbalut selimut Tersebut, Ia menggigit Bibir bawahnya, Menahan Perih di Sekitar bawah Tubuhnya, Mencoba bergerak, Dengan perlahan.

 

20 Menit” Diambang Pintu, Dengan lemparan Manik Tajam Khas miliknya, Menatap Fokus pada Objek Diatas tempat Tidur Mereka, Dengan Melipat kedua tangan didepan Dada, Juga Rahangnya yang Tegas.

 

She’s Fine, It’s Enough.

 

Sial ! Mengumpat, Objek tersebut Hanya mengumpat, Ia menatap Mata Tajam tersebut, Kemudian Menunduk, Pria tersebut hanya Melihatnya, Memastikan bahwa Gadis ini baik-baik saja, Memastikan bahwa Gadisnya Tersebut masih mampu Terbangun. Ia menarik Nafas dalam “Pergi”

 

Tiada Balasaan berarti, Hanya Sosoknya yang Menghilang disana, Tanpa Suara sedikitpun. Objek tersebut, Gadis tersebut, Menghembuskan Nafas, Lelah, Sakit, Seluruh Tubuhnya! Brengsek! Lagi-lagi Mengumpat, Dengan ketahanan penuh, Ia mencoba Bangkit, Membersihkan Tubuhnya, Sebersih Mungkin

 

 

-0-

 

Ia Menunduk. Pandangan itu tertuju pada ujung jari Kakinya, Dirinya Tiada berani menatap Sepasang Manik Elang dihadapan Tubuhnya saat Ini. Seseorang dengan Kemarahan yang siap meledak Kapanpun, Seseorang dengan Rasa Tidak Mau kehilangannya yang Malah Menyakiti Perasaannya Luar dalam, Seseorang yang Ia Cintai dengan Bodoh! Bodoh Ia Memilih Pria Ini, Iya Bodoh?
Hanya Umpatan-umpatan kecil yang berani Ia utarakan, Yang Berani Ia teriakkan dalam Hati kecil Tersebut. Saling beradu Argumen disana, Hendak Melawan atau Memilih Diam, Toh, Hasilnya tidak Berbeda, Dia yang Diam Atau Dia yang Melawan. Pria tersebut, Tidak akan membedakan Sekecil Apapun perlakuan Gadis Ini Padanya. Pria ini hanya akan membuatnya Kembali pada satu Pilihan menyudutkan, Akan kembali membuat Jiwa raganya Terperosok lebih Dalam, Menorehkan lebih banyak lagi Kisah Pilu menyayat Hati didalam Gadis Ini, Pria tersebut, Monster dimatanya, Namun berubah, Tatkala Hati kecil Miliknya bertindak Bak Putri Khayalan dengan Pangeran Kuda Putih Kesayangannya, Gadis ini Akan Memerankan Peran Manis nan Hina tersebut dengan Senang Hati Bukan? Cinta Buta? Bukan, Ini Cinta Gila. Gadis Ini sudah tidak Waras. Iya! Aku tidak Waras.

Tarikkan Nafas dalam dan Panjangnya tersebut, Awal untuknya memulai Pembelaan, Ia mendongak, Menatap Pria didepannya, Sendu, Tatapannya, Terlihat Lelah, Kesal, Ingin Berhenti, Dan Ketidakmampuan. “Ponselku Mati, Maaf untuk Itu, Aku Mencoba mengabarimu, Tapi Nomormu Tidak dapat kuhubungi, Aku sudah menelfon Rumah, Kau juga sedang Diluar” Ia berhenti Sejenak, “Ma-Maaf, Karna Dia mengantarku Pulang, Ak-“ Pernyataan Klarifikasi tersebut terhenti, Tertelan dengan Hisapan kasar Dari Lawan bicaranya, Memaksa Gadis ini Untuk melakukan Lebih, Membuat Tubuhnya terdorong kebelakang. Gadis tersebut merintih Kecil saat Punggung belakangnya terasa Sedikit Ngilu Karna terhantam Dinding pembatas, Menenggelamkan Gadis ini dalam dekapan Penuh Gairahnya, Tangan-tangannya yang Bebas mencoba Bergerilya, Memaksa masuk dalam Pertahanan Gadisnya, Membuatnya kembali Terperosok dan bersedia Melakukan Lebih, Mendorong Lebih Kuat hingga Punggung belakangnya terasa Remuk, Hancur. Begitu Perih dibibirnya, Sesak, Marah, Ia Ingin Lepas, Pergi, Atau Bahkan Melawan, Tidak! Pria Ini benar-benar menorehkan Luka pada Tubuhnya, Darah Segar meluncur Begitu bebasnya dari Sudut Bibir Gadis Ini, Rintihan pilu yang Ia keluarkan, Sungguh! Tidak membuat Pria Ini berhenti, Barang Sedetikpun! Entah, Terlintas atau tidak dibenaknya, Akankah Gadisku Ini Baik-baik Saja?

 

Oksigen. Dia Butuh Lebih Oksigen, Pria tersebut, Telah mengambil Alih seluruh Pasokan Oksigen di Rongga dadanya, Ia Sesak. Krystal Liquid yang tak sadar Terjatuh, Tak sengaja Dirasa Oleh Pria tersebut. Membuat gerakkannya Bak diperintah Lebih Cepat Lagi, Menyiksa Gadis Ini lebih Banyak Lagi. Dorongan yang Tiada arti, Pukulan didadanya yang Tiada Rasa, Hanya Mampu diberikan Oleh Gadis ini, Tenaganya Tak sanggup bila harus Melepas Dekapan Pria Ini. Lumatan kasar Yang didapatnya dari Pria Ini cukup Membuai, Bahkan Sangat! Tapi Bukan Ini, Tidak, Gadis malang Ini tidak butuh Perlakuan Macam Budak Seperti ini. Dibalik Gigitan-gigitan penuh Gairah dari Pria tersebut Hanya ada Tuntutan Lebih, Hanya ada Kewajiban Lebih lagi yang Harus gadis Ini lakukan, Amarah. Pria tersebut hanya tersulut Emosi, Api didadanya berkobar saat Melihat Gadis Miliknya Ini pulang dengan Pria Selain Dirinya, Senyum, Tubuh, Suara, Semuanya! Dia Putri yang Khusus Tuhannya kirim Untuknya Seorang! Tak Sudi Ia jika harus Berbagi barang Secuilpun. Gadis didekapannya, Sepenuhnya, MILIKNYA.

 

Hanya Aku, Laki-laki yang Kau Punya, Hyun.

 

Kumohon” Dengan Nafas tertinggal, Ia mencoba berbicara, “Kumohon” Isak yang Terlanjur Menguar seiring dengan Berhentinya Kegiatan Pria Tersebut, Ia mencengkram Kuat-kuat Dada Pria tersebut, Membuat pakaian yang dikenakannya terlihat Kusut. Dengan Gerakkan Perlahan, Dekapan Pria tersebut berhasil Membuatnya tenang, Berbeda. Kali Ini, Pria ini Mendekap Tubuh gemetar Gadis ini dengan Penuh Kelembutan, Mencoba membalas Perbuatannya beberapa Detik lalu. Mengecup Puncak kepala Gadis ini, Juga membisikkan Permohonan Maaf ditelinga Gadis Tersebut. Pria tersebut semakin Mendekapnya sangat Erat saat dirasa Gadis dalam Dekapannya Membalas perlakuan Manisnya, Isakkan Kecil yang masih samar terdengar, Membuatnya lebih Memperdalam Tautan Tubuh tersebut. Sehun, Pria tersebut Berusaha mengatakan Maaf, Aku menyesal, Dalam Dekapan Hangatnya, Bermaksud Menjelaskan kembali Bahwa Gadis Ini sepenuhnya, Miliknya.

OFFICIALY ENDEED

Sincerly, Author

 

 

 

2 thoughts on “WARM (Ficlet)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s