I’m Yours (Chapter 1)

picsart_1469969015277

Author: Baekychu♥

Length: Multichapter

Genre: Romance, School life.

Rating: PG-15

Main Cast: Byun Baekhyun, Jung Eunji, Park Chanyeol, Lee Chan / Dino (SVT), Byun JiByung (OC).

Note: Mian jika typo bertebarannn~ Ini ff murni idekuu, terinspirasi dari kehidupan nyata+salah satu buku novel British hihi. Mian kalo jalan ceritanya agak mirip/gimanaa.. Don’t be sider, No plagiarism(!) and Happy Reading guyss!!^^♥

*****

“YAAAA! BAEKHYUN! KEMBALIKAN PONSELKU!”

Eunji berlari menelusuri lorong sekolah dengan seluruh tenaganya. Beberapa meter di depannya, Baekhyun berlari sambil tertawa dengan ponsel milik Eunji yang berada digenggamannya. Sekolah masih sepi pagi itu, bayangkan saja itu masih sekitar jam 6 pagi sedangkan sekolah mulai pada jam 8.

Seharusnya mereka menyelesaikan hukuman yang mereka terima dari Kepala sekolah karena telah membuat onar di kantin kemarin. Tetapi Baekhyun bukanlah Baekhyun jika ia hanya diam dan menyelesaikan hukuman dengan tenang. Eunji berhenti untuk mengatur nafasnya. Baekhyun yang merasa tak di ikuti lagi pun ikut berhenti dan menengok temannya itu.

“Hanya seperti itu, Ji? Kau tidak mau mengejarku lagi atau bagaimana? Dasar lemah..” katanya.

Eunji pun meliriknya “Aku tidak lemah, Baek. Aku hanya lelah.. Kau ini bodoh atau bagaimana?”

“Kenapa aku yang bodoh?” Baekhyun melipat tangannya didepan dada.

“Karena kau memang bodoh dalam segala hal..”

“YA! Kau Eunji-” belum selesai ia berkata, benda yang berada ditangannya itu bergetar “Oh?! Sejak kapan kau saling mengirim pesan satu sama lain dengan Yoda?”

“Yoda?” Eunji mencoba memahami “Ah~ Chanyeol? Tidak tau. Aku lupa, kenapa? Apa ia mengirimkan pesan Baek??”

Baekhyun menganggukan kepala lalu membuka ponsel milik Eunji, tetapi sebelum ia melihat isinya si pemilik lebih dulu merebut benda tersebut. Ia tersenyum setelah melihat pesan yang dikirimkan dari Chanyeol untuknya itu. Baekhyun pun melirik pesan itu, tetapi setelah itu ia justru keheranan.

“Chanyeol akan menyusul?” ia bertanya dan di jawab dengan anggukan.

“Untuk apa?” ia bertanya lagi.

“Menemaniku, apa lagi?” Eunji melihatnya dengan tatapan datar.

“Lalu aku? Memangnya kehadiranku tidak cukup? Kau benar benar Jung..” Baekhyun menunjukan ekspresi tidak percayanya kepada Eunji, membuat gadis didepannya itu bedecak.

“Sudahlah, kau ini terlalu berlebihan.. Kita semua berteman bukan? Lalu kenapa? Kau dan Chanyeol kan bersahabat sejak kecil.. Apa salahnya..” Eunji tersenyum dan menepuk bahu Baekhyun “Ayo lanjutkan hukuman kita sebelum sekolah dimulai”

 

 

Baekhyun bedecak kesal dan melempar sapunya ke lantai, membuat Eunji dan Chanyeol melihatnya kaget. Baekhyun berjalan menuju wastafel dan mencuci wajahnya, lalu ia duduk disana melihat ke arah Chanyeol dan Eunji. Ia pun memasang wajah datarnya. “Apa?”

“Ada apa denganmu? Lapar?” tanya Chanyeol.

“Tidak” katanya.

“Lalu?”

“Hanya bosan. Bisakah kita selesaikan ini dengan cepat? Aku mulai mengantuk..”

“Kau mulai bertingkah seperti bayi, Byun” Eunji menggelengkan kepalanya.

“Dan kau berteman dengan bayi ini, Jung” balasnya.

Baekhyun memeletkan lidahnya pada Eunji hingga Eunji ingin sekali menonjok wajahnya. Chanyeol di tempatnya hanya tertawa. Setelah setengah jam, semua tugas pun selesai. Eunji dan Baekhyun berterima kasih pada Chanyeol yang datang dan membantu mereka menyelesaikan hukuman. Dan saat sampai dikelas, hal yang pertama Baekhyun lakukan adalah tidur. Baekhyun berkata “karena 1 jam adalah waktu yang cukup berharga untuk tidur sampai bel berbunyi”. Dan setelah itu Chanyeol dan Eunji tak mau mengganggu tidurnya.

 

*****

 

“Baik sampai disini saja untuk hari ini, selamat berweekend semuanya!”

Bel berbunyi tepat disaat Yong ssaem menyudahi pelajaran yang ia pimpin itu. Betapa gembiranya seluruh siswa disaat mereka pulang lebih awal, tetapi tidak dengan Baekhyun. Ia terlihat hanya berdiam disaat anak yang lain bersorak gembira. JongDae yang sedang berbincang dengan Eunji pun menyadari hal itu dan memberi kode pada lawan bicaranya. Eunji yang awalnya tak mengerti hal itupun menjadi penasaran saat Baekhyun meransel tasnya dan mulai berjalan ke arah pintu dengan wajah tanpa ekspresi.

“Baekhyun-ahh” panggilnya, ia pun berlari kearah lelaki itu.

“Apa?” jawab Baek datar. Eunji menaikan alisnya.

“Tidak mau main dulu? Ayo kerumahku! Eomma akan memasak ttaebokki!” Ajak Eunji girang.

Baekhyun menatap Eunji sesaat “Ahh, tidak terimakasih.. Aku tidak lapar” lalu berjalan kluar kelasnya.

“Baekhyun-ah, ada apa denganmu? Tidak seperti biasanya kau tau?” Eunji menghalangi jalannya, membuat Baekhyun menghela nafas.

“Eunji, eommaku sedang pergi.. Aku berjanji untuk menjaga JiByung hari ini. Setidaknya, sampai Dino datang..”

Eunji mengernyitkan dahinya “Dino? Siapa dia?”

Baekhyun terdiam, lalu menarik tangan Eunji untuk mengikuti langkahnya. Mereka berhenti di aula olahraga, tepatnya disamping lapangan bola basket. Matanya seperti sibuk mencari, dan itu membuat Eunji cukup bingung. Tiba tiba Baek menunjuk seseorang.

“Itu Dino. Lee Chan, Aks-2 kau tau?” ucap Baekhyun yang membuat Eunji terpelongo.

“Apa kau bilang? Maksudku, dia anak Aks? Yang benar saja.. Memangnya anak percepatan boleh mengikuti ekskul?” tanyanya.

Baekhyun melirik gadis disampingnya itu “Kau ini bodoh atau apa? Mereka bayar untuk sekolah, kenapa bisa tidak boleh? Ada ada saja..”

Mereka memperhatikan atau bisa dibilang malah menonton pertandingan basket yang sedang berlangsung. Hingga pada saat pluit tanda break berbunyi, Baekhyun baru menyadari suatu hal. Seharusnya ia tidak disini untuk menonton! Baek menepuk keningnya yang membuat Eunji melirik.

Setelah menanyakan apa yang terjadi, Baekhyun pun berniat untuk pergi. Dan Eunji juga ingin ikut berkunjung kerumah milik temannya itu. Sudah cukup lama sejak ia terakhir bertemu dengan JiByung yang kala itu masih terbaring lemas di atas ranjang putih rumah sakit, pasca kecelakaan yang menimpanya dan Baekhyun.

“Hyungg!!” Baekhyun yang merasa terpanggil karna rasa percaya dirinya yang tinggi itupun menoleh kearah suara.

Setelah melihat orang itu, Baekhyun tersenyum- “Yo broo!!” -dan mengajaknya bersalaman ala pemain basket (Jika kalian belum tau, Baekhyun mantan kapten tim basket saat dia kelas XI)

“Hey noonaa” Dino pun menyapa Eunji saat ia melihatnya, lalu kembali lagi pada Baek “Hyung, kau membawa tas? Apakah sudah waktunya pulang? Atau kau izin?”

“Pulang, seluruh guru pengajar angkatan kami akan mengadakan rapat” jawab Baekhyun “Oh ya! Kau membawa motor bukan? Nanti, belikanlah JiByung sesuatu.. Sesuatu yang dia suka seperti-”

“Tidak usah disebutkan hyung.. Aku mengerti, ini sudah tugasku membuatnya kembali tersenyum” Dino pun tersenyum tulus..

“Baiklah kalau begitu, sampai bertemu kawan!” seru Baekhyun sambil berjalan dan menarik Eunji.

“Adik ipar, hyungg!!” teriaknya.

“Yaaa terserah apa katamu sajaaaa!!” teriak Baekhyun kembali, membuat Eunji terkekeh.

******

 

“Unnie..”

“hmm?”

“Aku bosannnnnn…” ia memanyunkan bibirnya “Aku mau jalan jalan ke taman hehe” tambahnya.

Eunji melirik gadis disampingnya dengan tatapan tidak percaya. Yang benar saja, dia tidak sadar dengan keadaannya sekarang atau bagaimana?? Eunji baru saja akan membuka mulutnya untu “k menimpali, tetapi ia kalah cepat dengan gadis itu.

“Tidak usah mengomel, kau fikir aku tidak sadar dengan keadaanku? Tidak perlu diberitahu juga aku sadar..”

“Jibyung-ah..” ucap Eunji sedikit merasa tidak enak.

“Tidak apa apa ,unnie. Aku hanya berbicaraa..” timpalnya lagi.

Untuk beberapa saat suasana diantara mereka terasa sedikit canggung. Eunji pun bingung harus berkata apa, begitu juga dengan JiByung yang merasa aneh dengan dirinya sendiri. Rasa canggung itu akhirnya terpecahkan setelah datangnya seseorang dengan ekspresinya yang memanyunkan bibirnya.

“Eunji-ya!” pangginya sambil menghentakkan kaki. “Bantu aku dengan tugas kelompok itu.. Aku bosan mengerjakannya sendirian”

“Baekhyun-ahh.. kau kan pintar, untuk apalagi meminta bantuanku” ucap Eunji datar.

“Seenaknya saja kalau berbicara. Kau pikir ini tugas punyaku saja??”

“Ah dasar teman pelit” Eunji pun berkemas untuk pindah ruangan. Lalu ia membalikkan badannya untuk melihat JiByung “kau tidak apa apa kan menunggunya sendiri?”

“Tenang saja unnie, aku sudah terbiasa dirumah sendirian..” jawabnya lalu tersenyum.

“Baiklah kalau begitu.. Aku ke kamar bocah itu dulu ya” dengan itu Eunji melambaikan tangannya, begitu juga JiByung.

Sudah lebih dari setengah jam JiByung menunggu kehadiran Dino, dan lelaki itu juga tak kunjung datang. Ia melihat kearah jam tangannya lagi. Demi apapun, ini sudah pukul 5 lewat.. Kemana dia sebenarnya? JiByung menghela nafasnya kembali dan kali ini ia ingin mencari suatu kesibukan. Ia memutar  roda kursi roda miliknya menuju kearah meja riasnya yang berada dipojok kamar.

Ada pantulan wajahnya di cermin itu. Ia hanya diam dan memandanginya selama 10 menit, bahkan lebih. Ia menyandarkan punggungnya, apa yang ia pikirkan selama ini benar benar membuatnya cukup tertekan. Ia sudah bosan diam dirumah selama hampir setengah tahun, ia bosan dengan rutinitasnya yang selama ini ia jalani. Bahkan ia juga bosan mendengar jawaban kedua orang tuanya setiap kali ia meyakinkan mereka bahwa dirinya masih mampu pergi kesekolah dan bersekolah di sekolah tempat Baekhyun menimba ilmu saat ini.

Tapi apa daya, membujuk adalah hal yang percuma untuk dilakukan menurutnya. Karena sejak kejadian kala itu, kedua orang tuanya lebih memilih homeschooling daripada sekolah keluar rumah. JiByung terbangun dari lamunannya ketika seseorang mengecupnya dari samping. Dengan spontan, ia menoleh.

“Ah! Channie!” ia memejamkan mata sejenak lalu memukul lelaki itu “Kau mengagetkanku”

“Jinjja? Mianhae..” Dino dengan senyumnya yang masih merekat diwajahnya, mengacak rambut JiByung pelan.

“Ini sudah jam berapaa, huh? Kau telat-“ ia melihat jam tangannya dan memanyunkan bibirnya, lagi. “1 jam lewat, kapten”

“Selama itu? Tidak mungkin!” timpalnya tak percaya.

“Apanya yang tidak mungkin? Ini sudah setengah 6 lewat” ucap JiByung lagi tak mau kalah.

“Kalau begitu, maafkan aku nyonya kapten” lalu ia bersedeku didepannya “Aku ada kelas tambahan dan tidak diperbolehkan izin. Kau kan tau aku kelas percepatan”

“Iyaaaa aku tau..”

Beberapa saat mereka hanya saling menatap lalu tersenyum. Lalu terlintas sebuah pertanyaan dipikiran Dino.

“Byungie-ah..” panggilnya lalu menarik tangan gadis dihadapannya. Digenggamlah tangan itu.

“Jika suatu saat aku sibuk dengan kegiatanku, maukah kau tetap setia menungguku?” tanyanya dengan ekspresi serius.

“Kalian sedang apa, huh?”

Dengan bersamaan keduanya menengok kearah pintu. Baekhyun, berdiri dengan punggung yang menyandar pintu dan tangan yang dilipat didepan dada. Matanya menerawang dan penuh tanda tanya. JiByung yang menyadari hal itu langsung meliriknya dengan malas.

“Menurutmu kami sedang apa Oppa?” tanya JiByung malas.

“Yang pasti bukan makan” oh ayolah aku ingin bergurau “benarkan?”

“Oppa!”

“Aku hanya sedang menanyakan sesuatu, hyung” ujar Dino tanpa melepas tangannya yang menggenggam tangan JiByung.

Baekhyun mengangguk lalu melirik tangan mereka “Lalu mereka sedang apa?”

Dino dan JiByung melempar pandangan satu sama lain dan dengan terpaksa melepas genggaman mereka. Hyung benar benar.. Dino menghela nafas lalu kembali menatap Baekhyun.

“Sudahkan, hyung?” tanyanya.

Baekhyun tersenyum jahil lalu mengangguk puas. Setelah itu JiByung dan Dino menatap dan menunggu Baekhyun untuk pergi meninggalkan mereka akan tetapi yang Baekhyun lakukan justru diam dan balik menatap mereka. Baekhyun menyuruh Dino untuk tetap melajutkan pembicaraan mereka, akan tetapi..

“Hyung, aku tau kau iri dengan kami. Tapi biarkanlah aku berbicara dengan Byungie secara 4 mata..” ucap Dino dan tertawa jahil. Begitu juga dengan JiByung.

Rasanya Baekhyun ingin menangis, apa apaan ini! Aku direndahkan anak kecil! “Kau menyindirku ya? Kalian itu hanya tau aku dari luar, bukan dari dalam. Kalian saja yang kurang peka lingkungan, huh..”

“Memangnya oppa punya pacar?” tanya JiByung penasaran dan sekaligus menahan tawanya.

“Tentu saja tidak..” jawabnya percaya diri, lalu sedetik kemudian dikoreksi “maksudku belum, bukan tidak hehe. Ah sudahlah apa yang aku bicarakan.. Ayo kita makan!”

Baekhyun langsung membalikkan badannya dan keluar kamar terlebih dahulu sebelum menutup wajahnya menahan malu. Sedangkan JiByung dan Dino tertawa kecil dibelakangnya. Sudah cukup aku dipermalukan adikku sendiri!

 

To Be Continue~~~~

 

ANNYEONGHASEYO YEOROBUN.. … ..

Ohyeahh!! Chapter 1 akhirnyaa bisa aku luncurkan huhuy! Btw, “I’m Yours” adalah FF aku yang pertama kali di publish. Sebenernya aku banyak nulis, folder aku juga banyak banget.. tapi entah kenapa selama ini belum punya nyali buat kirim huhu. Karena sesungguhnya –asikkan uhuyy- aku takut sama yang namanya komentar negative, hehe. Tapi aku belajar, justru dari situ kita bisa bangkit dan tau mana yang salah dan yang bener kan?

Kenapa aku put mereka sebagai main cast aku? CAUSE I LOVE THEM SO MUCH♥ Entah kenapa, aku suka banget sama EXO SVT APINK ughh jinjja! Aku suka semuanya ihhhh… But Baeky, Cahyo, DinDin sama Eunji caught my attention dari pertama kali mereka debut.. Sebenernya Boodiva sama naegahosh jugaa>< (mian aku jadi curcol hehe)..

Okay balik lagi sama FF ini, pokoknya aku berharap kalian suka dan aku berterimakasih banget sama kalian yang baca + komen.. Trus aku juga terima masukan/saran gitu buat chap selanjutnya.. Kalo kalian mau kirim saran kirim ke sini yaa → exopink1818@gmail.com (itu juga kalo kalian minat dan suka FF ini huhu)

Terimakasiii~ Jangan lupa comment guys! Don’t be silent readers! SEE YOU NEXT CHAP♥

One thought on “I’m Yours (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s