PETRICHOR [6]

6398e9_eb75fb1a9caa4a25b43e47ddadab0de1~mv2

Beberapa menit Hyerim mencoba menyembunyikan wajahnya dari pandangan Dyo yang berdiri cukup dekat dengannya, dia ingin sekali segera pergi dari sanaa. Dyo masih tidak menyadari disampingnya ada Hyerim, dia terlihat seseorang menelepon seseorang saat itu.

“Hyung, bisakah kau membawakan payung untukku?”pinta Dyo pada seseorang yang sedang dia hubungi

“Kau dimana?” 
“Aku ada di depan toko seragam dekat stasiun kota, aku harus ke suatu tempat dan aku tidak tahu tiba-tiba turun hujan”kata Dyo sambil menyingkap lengannya yang sedikit basah

“Baiklah, tunggu disana. 5 menit lagi aku akan sampai”

“Gomawo hyung” Dyo menutup teleponnya.

Dyo sedikit menggigil karena hawanya benar-benar sangat dingin dengan hujan deras di malam hari. Sebelum seseorang datang menghampiri Dyo, Hyerim ingin segera pergi meski hujan masih deras. Dan dia benar-benar melakukannya, dia menutupi wajahnya dari pandangan Dyo dan pergi menjauh. Tapi karena tidak memperhatikan jalan, dia justru malah menabrak Suho yang datang lebih cepat, jaraknya pun tidak jauh dari tempat Dyo berdiri. Tabrakannya terlalu keras, Hyerim sempat jatuh tersungkur dan basah kuyub. Suho sebenarnya ingin menolongnya tapi kedua tangannya memegang payung.
Agassi~ kau baik-baik saja?” tanya Suho khawatir
Hyerim dia tidak menjawab, hanya menunduk dan menggelengkan kepala.
Suho merasa sedikit aneh dengan gadis yang dia baru temui ini, Suho berusaha membantunya tapi Hyerim pergi begitu saja, sampai Dyo tiba-tiba berlari kearah Suho dan mengambil satu payung dari tangan Suho. Dyo bermaksud memberikan payungnya pada Hyerim yang sudah lebih dulu memempercepat langkahnya menerjang hujan deras malam itu. Suho yang kebingungan berusaha memanggil Dyo, tapi dia tidak mendengar.
Dyo langsung meraih tangan Hyerim dari belakang dan memberikan payung yang dia buka sebelumnya. Hyerim terkejut bukan main saat itu, apa lagi sekarang Dyo sudah berdiri di depannya. Hyerim masih tertunduk dan tidak berani melihat mata Dyo. Hyerim tidak ingin mengatakan apa-apa dan ingin segera pergi tapi Dyo menghalanginya.

“Song Hye Rim” suara Dyo sedikit terbata-bata

Ternyata Dyo sebelumnya sudah tahu gadis yang berteduh di depan toko itu adalah Hyerim, itulah kenapa dia juga berteduh disana. Saat itu Dyo hanya menunggu Hyerim akan mengatakan sesuatu saat mengetahui dia ada di samping Hyerim. Tapi Hyerim selalu kabur.

Dyo ha~ kau mengenalnya?” tanya Suho

Hyung, mianhae… aku akan kembali” Dyo langsung menarik lengan Hyerim dan mengajaknya menjauh dari Suho

“Dyo ah~ jangan pulang terlalu malam, di luar sangat dingin, berhati-hatilah” teriak Suho heran melihat sikap Dyo dan Hyerim.

Di Dorm EXO

“Aku pulang…” sapa Suho pada semua member yang saat itu sedang bersantai di ruang tengah.

Kebetulan sekali mereka semua berkumpul, tentunya tanpa Dyo dan Lay yang sedang memainkan alat musiknya di kamar.

“Hyung, kau sendirian?” pandangan Sehun tidak beralih dari ponselnya

“Iya, aku hanya mengantar payung untuk Dyo” jawab Suho yang masih sibuk melepas mantelnya

“Dia pergi kemana?” tanya Kai yang sedang bermain ponsel dengan Sehun

“Entahlah, tapi dia pergi dengan seorang gadis” jawabnya santai

“Mwo???” secara bersamaan mereka terkejut mendengar jawaban sang leader

Hyung, kenapa kau membiarkannya?” Tao bahkan tidak jadi memakan roti isinya

Yya~ bagaimana jika ada yang melihat mereka?” Kris angkat bicara dengan bahasa Koreanya yang terbata-bata

“Jika kau membiarkannya, kau pasti mengenal gadis itu” Baekhyun berasumsi

“Kalian tenanglah, aku rasa mereka akan baik-baik saja. Aku memang tidak mengenal gadis itu, tapi aku dengar saat Dyo memanggil namanya Song…Song Hye Rim. Iya namanya Song Hye Rim” Suho tidak membuat semua orang panik

Baekhyun langsung tersedak minuman soda dan Chen yang sedang membereskan barang diatas lemari tidak sengaja menjatuhkannya.

“Hyung, dimana mereka sekarang?” tanya Chen mulai penasaran

“Kalian mengenalnya?” Suho melihat reaksi berbeda yang ditunjukkan Chen dan Baekhyun

Sehun ah~ bukankah yang kita temui di toko kaset beberapa hari lalu namanya Song Hyerim?” Luhan mencoba memastikannya

“Siapa sebenarnya yang kalian bicarakan?” Chanyeol mulai penasaran

“Ah~ benar… hyung, aku rasa Dyo hyung sudah menjalin hubungan baik dengan Hyerim” Sehun mulai mengingat kejadian di toko musik beberapa waktu lalu

“Hyerim… dia tetangga dekatku dan Chen, kalian pernah melihatnya saat acara pembukaan toko di pusat kota kan? Dulu kami sering bermain bersama. Hyerim juga yang mengenalkanku dengan Dyo saat masih sekolah. Aku rasa sejak dulu hubungan mereka tidak baik” Baekhyun mencoba menjelaskannya lagi meski sebelumnya dia sudah bercerita sedikit pada mereka

“Bukan, kau tidak tahu bagaimana Hyerim sangat menyukai Dyo. Hanya saja Dyo tidak punya keberanian untuk mengatakannya pada Hyerim” Chen cukup dekat dengan Dyo selama trainee

“Apa maksudmu? Dyo bukan tipikal orang seperti itu” Baekhyun seolah memahami kepribadian Dyo

“Kai…bukankah kau dekat dengan Dyo? Apa dia tidak pernah cerita padamu tentang Hyerim” Chen membuat obrolan saat itu menjadi sangat serius

“Hmmm…tidak tapi aku pernah melihat dia menyimpan sebuah foto di dalam ipadnya, aku rasa itu foto mereka berdua saat masih sekolah” sahut Kai

“Baguslah, itu berarti mereka akan segera baikan” Chanyeol juga mengingat kejadian di toko musik

“Apa yang kau katakan pada Dyo saat kembali ke Dorm waktu itu?” pertanyaan Luhan membuat semua orang melihat ke arahnya, menantikan apa yang akan dikatakan Chanyeol. Sejenak pandangan Chanyeol melihat ke arah mereka.

“Hmmm… tidak ada!” Chanyeol tiba-tiba lalu tertawa lepas

Kris langsung menghampiri Chanyeol berusaha memukulnya dengan bantal disusul Tao, Baekhyun, Chen.

Di Trotoar

Dyo menggandeng tangan Hyerim yang dingin, Hyerim yang sudah basah lebih dulu merasa sangat kedinginan karena jaket yang dia pakai juga basah karena terjatuh tadi.

“Hyerim ah~ mianhae” Dyo membuka pembicaraan

“Kyungsoo ah, aku ingin pulang sekarang. Aku tidak ingin ada yang melihat kita”
Dyo menghentikan langkahnya, dia lalu melepas jaketnya dan memakaikannya pada Hyerim. Dia juga menutup kepala Hyerim dengan topi jaketnya. Sedang Dyo memasang syal tebalnya sampai menutup mulut dan hidungnya.

“Aku akan mengantarmu pulang” Dyo kembali meraih tangan Hyerim

Ani~” Hyerim melepas pegangan Dyo

Sejenak Dyo terdiam dan menatap wajah Hyerim lekat, tapi Hyerim terus menunduk dan tidak mau memandang Dyo di depannya “Ada apa?” tanya Dyo kemudian

“Aku mohon kembalilah” sekarang tutur bicara Hyerim pada Dyo sedikit gugup

“Tidak, aku akan mengantarmu pulang” Dyo meraih tangan Hyerim lagi dan Hyerim melepaskannya lagi

“Dyo ah~ kau bukan lagi bagian dari hidupku. Bisakah kau tinggalkan aku? Aku benar-benar tidak ingin bertemu denganmu lagi” Hyerim berusaha menahan air matanya

Dyo tertegun mendengar ucapan Hyerim.

“Apa sekarang kau merasa bersalah karena mengabaikanku selama ini? Maafkan aku Dyo, tapi lebih baik jika aku tidak melihatmu lagi” lanjut Hyerim terus menahan air matanya selama berhadapan dengan Dyo, dia tidak ingin menangis di depan Dyo. Perlahan dia memutar langkahnya untuk pergi meninggalkan Dyo.

“Tapi bagaimana jika aku tidak ingin meninggalkanmu? Bagaimana jika aku masih menganggapmu lebih dari teman? Dan bagaimana jika aku masih ingin menjadi cinta pertamamu? Jika kau tidak bisa mengatakan jawabannya, aku akan anggap bahwa kau masih menyukaiku” ucapan Dyo membuat suasana hati Hyerim semakin keruh

Hyerim menghentikan langkahnya, dia masih membelakangi Dyo. Dia bahkan mulai sesenggukan mendengar ucapan Dyo. Hyerim lalu berbalik…

“Selama ini aku berusaha melupakanmu untuk mimpiku sebagai seorang penyanyi, sekarang aku berhasil dan aku ingin menunjukkannya padamu. Tapi aku tidak bisa begitu saja melupakanmu, selama ini aku hanya tidak siap mengatakannya padamu. Aku terlalu takut kehilanganmu saat aku berhasil mendapatkan mimpiku…” itulah kenapa Dyo memilih menjauhi Hyerim, karena dia tahu untuk menjadi seorang idol dia harus fokus dan dia tidak ingin Hyerim lebih menyukainya lagi. Dyo diam sejenak mengambil nafas, dia lalu menyanyikan sebuah lagu berjudul ‘Open Arm’.

Lying beside you
Here in the dark
Feeling your heartbeat
With mine
Softly you whisper
You’re so sincere
How could our love
Be so blind

We sailed on together
We drifted apart
And here you are by my side

(Chorus)
So now I come to you
With open arms
Nothing to hide
Believe what I say
So here I am
With open arms
Hoping you’ll see
What your love means to me
Open arms

Perlahan Dyo menghampiri Hyerim sambil terus menyanyi. Hyerim terus tertunduk sambil menangis. Hujan malam itu bahkan tak membuat mereka merasakan dingin lagi, Dyo melanjutkan lagunya sampai selesai sembari memandang wajah Hyerim yang sudah kemerahan karena menangis.

Living without you
Living alone
This empty house seems so cold
Wanting to hold you
Wanting you near
How much I wanted you home

And now that you’ve come back
Turned night into day
I need you to stay

Gomawoo Hyerim ah~ terima kasih karena kau masih mencintaiku, maafkan aku karena harus meninggalkanmu selama ini. Song Hye Rim… aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu” Dyo meraih kepala Hyerim dengan kedua tangannya, menghapus air mata Hyerim dan mencium keningnya dengan lembut.

Continue…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s