[Author Tetap] Mistake [Chapter 1]

Cast: Park Chanyeol, Jun Rayeon (OC)

Genre: Romance-comedy(?)

Rate: PG-13

Disc: ini ff asli milik saya. No copas or plagiat. Don’t be silent readers guys.

.

.

.

Rayeon menatap tubuhnya yang dibalut kain ketat di kaca. Matanya menatap sayu pemandangan ini.

“Pertama dan terakhir kalinya..” gumamnya seraya mengambil tas dan jaketnya lalu pergi ke luar.

Dentuman musik mungkin memberitahu semua orang tempat macam apa ini. Rayeon memasuki tempat itu dan mulai mencari laki-laki yang akan membayarnya.

Rayeon hanya datang karena ia tidak mempunyai uang, ia merasa kotor namun ia membutuhkan uang. Matanya mencari ke sekeliling dan berhenti pada seorang laki-laki yang menghampirinya.

“Hey. Apa kau ingin melakukannya?” Tanya seorang laki-laki yang tersenyum padanya. Rayeon menatap laki-laki tampan didepannya dengan gugup.

“Berapa yang bisa kau bayar?” Tanya Rayeon mencoba bernegosiasi.

“7 juta?” Well, itu cukup bagi Rayeon namun harga dirinya tak semurah itu. Lagipula, ia benar-benar membutuhkan uang lebih untuk kuliah.

“10?” Tawar Rayeon yang diangguki laki-laki tersebut.

“Rayeon.” Ujar Rayeon memperkenalkan diri.

“Chanyeol.” Rayeon mengangguk lalu berjalan mengikuti Kai yang sebenarnya anak buah Chanyeol.

Mereka sampai didepan ruang khusus. Kai mempersilahkan Rayeon masuk dan mengunci pintunya. Rayeon yang kaget langsung mengetuk pintunya dari dalam.

“Hei, buka!” Teriak Rayeon membuat Chanyeol yang berada didalam tertawa kecil.

Berkali-kali Rayeon mengetuk pintu meneriaki bahkan memaki Kai untuk membuka pintu tanpa menyadari Chanyeol yang sedang duduk.

Chanyeol berdeham membuat Rayeon terdiam. Ia tidak menyadari Chanyeol sedari tadi.

“Aku harus bilang bahwa Kai sudah pergi.” Ujarnya lalu memperlihatkan sms dari Kai lewat handphonenya.

“Aku Chanyeol. Siapa kau?”

“Jadi.. kau Chanyeol dan dia Kai?.” Suara Rayeon sangat kecil. Sungguh, bisa dikatakan Rayeon tidak berani menatap Chanyeol karena malu.

“Ya dan Kemarilah.” Ujar Chanyeol menepuk sofa disebelahnya.

Rayeon melangkah mendekati Chanyeol dan duduk disebelahnya. Ini pertama kalinya ia melakukan ini dan dirinya sangat gugup atas Chanyeol yang tidak tahu akan melakukan apa padanya.

“Aku menginginkanmu malam ini, siapa namamu?” Bisik Chanyeol seduktif di telinga Rayeon, membuat Rayeon setengah mati gugup.

“Ra-Rayeon..” Rayeon tergagap sedangkan Chanyeol tersenyum puas.

Chanyeol mencium bibir Rayeon lembut lalu menutup matanya. Rayeon tidam membalas ciuman Chanyeol.

No one ever did this to her.

“Aku rasa aku tak bisa melakukannya.” Ujar Rayeon mendorong Chanyeol.

“I-ini terlalu.. memalukan.” Chanyeol tertawa mendengarnya.

“Apa yang kau tau atas rasa malu?” Tanya Chanyeol membuat Rayeon terdiam.

Rayeon mungkin bukan gadis baik-baik namun ia masih memiliki hati dan Chanyeol benar-benar menyakiti perasaannya. Rayeon menunduk seraya menatap mata lantai yang dingin.

“Aku memang menjijikan..” lirih Rayeon lalu menatap Chanyeol yang mengeluarkan smirk.

Chanyeol mulai nempelkan bibirnya ke bibir Rayeon lagi namun kali ini Chanyeol mengecupnya sebentar. Rayeon yang bingung semakin gugup dan malu.

“Aku tahu kau bukan seperti mereka. Ikut denganku.” Chanyeol bangkit dan membuka pintu, menatap Rayeon yang langsung bangkit dan menabrak meja.

Chanyeol tertawa kecil lalu menarik tangan Rayeon untuk menuntunnya. Sungguh, perlakuan Chanyeol membuat Rayeon sangat gugup.

“Aku bosan. Ayo kita cari udara segar.” Chanyeol mengajak Rayeon memasuki mobilnya lalu melaju.

“Ini pertama kalimu?” Tanya Chanyeol yang diangguki Rayeon kaku.

“Kau lucu, berapa usiamu? dimana kau tinggal? apa kau memiliki keluarga?” Tanya Chanyeol membuat Rayeon bingung.

“Kenapa aku harus menjawabnya?” Tanya Rayeon tak mengerti, mereka akan berpisah setelah malam ini kan?

“Agar jika aku mengajakmu pergi dari sini, aku tidak sulit mengabarkan siapapun didekatmu.” Rayeon semakin bingung dengan kalimat Chanyeol. Mereka baru saja bertemu, memangnya Chanyeol ingin mengajaknya kemana?

“Kemana kita akan pergi?!” Teriak Rayeon lalu menempelkan tubuhnya ke kaca.Chanyeol tertawa kecil lalu menggeleng.

“Hanya mencari udara. Sekarang jawab aku atau kau akan menjadi makananku.” Rayeon tidak mengerti kalimat itu dan langsung menatap ngeri Chanyeol.

“Apa aku akan dimutilasi? Astaga!! Jangan! Aku hanya ingin kuliah.. aku tidak punya siapa pun tapi aku masih ingin hidup.” Chanyeol menggeleng dan kembali tertawa untuk kesekian kalinya.

“Kau lucu. Aku tidak akan memutilasi dirimu. Aku hanya seorang mahasiswa bukan psikopat.” Rayeon mengangguk namun masih takut pada Chanyeol.

Waktu menunjukkan pukul 10 malam, ini sudah larut namun Chanyeol masih belum sampai di tempat tujuannya. Sudah 20 menit ia mengendarai kendaraan ini. Rayeon yang mengantuk mulai terlelap sangat pulas.

“Hei.” Ujar Chanyeol yang tak digubrisi oleh Rayeon yang masih terlelap.

Chanyeol menghela nafas lalu mendekatkan wajahnya pada Rayeon.

“Ini sangat manis..” Chanyeol mencium kembali bibir Rayeon, membuat Rayeon sedikit bergerak sehingga Chanyeol menghentikannya.

Mata Rayeon mulai terbuka dan menatap Chanyeol yang berada di hadapannya dan bibirnya yang basah.

“Kau menciumku?!” Teriak Rayeon lalu menutup tubuhnya dengan tas kecil miliknya.

“Ya, itu sangat manis dan membuatku kecanduan.” Ujar Chanyeol lalu tersenyum nakal dan keluar dari mobil.

“Dimana kita?” Tanya Rayeon yang baru saja keluar dari mobil.

“Mansionku.” Rayeon yang menatap sekeliling langsung terkesima saat menatap mansion dihadapannya.

“Ini sangat besar!” Rayeon masih terkesima dan masuk ke dalam tanpa menunggu Chanyeol. Membuat Chanyeol menghela nafas panjang.

“Siapa yang sangka aku harus mengurus anak kecil sepertimu?” Gumam Chanyeol lalu masuk dan mencari Rayeon.

“Kau akan tinggal disini.” Ujar Chanyeol membuat Rayeon menatapnya tak percaya.

“Tidak! Kita bahkan tidak saling mengenal, bagaimana mungkin aku tinggal disini?!” Chanyeol sungguh ingin mencium bibir Rayeon untuk menutup teriakkan gadis itu.

“Ini perintah. Aku akan membayar semua kebutuhanmu dan kau hanya perlu tinggal disini.” Rayeon tak mengerti jalan fikir Chanyeol.

“Tapi.. kenapa?”

“Kau tak menolak. Baiklah, besok aku akan mengambil seluruh barangmu dan membawanya kesini. Kau tidurlah.” Chanyeol menarik tangan Rayeon ke kamarnya.

“Ini kamarku dan kamarmu.” Rayeon terbelalak mendengar hal itu.

“APA?!” Teriakkannya bahkan lebih kencang dari tadi.

“Aku hanya bercanda astaga. Kau tidur disini.” Rayeon bernafas lega saat Chanyeol menuntunnya ke ruangan tepat disebrang kamar tadi.

“Waaaahhh! Ini sangat indah! Ruanganku sebesar ini dan aku akan tidur nyenyak.” Rayeon melempar tasnya dan langsung tidur diatas ranjang.

“Tidurlah, kau pasti lelah.” Chanyeol baru saja mau menutup pintunya saat Rayeon bangun.

“STOP! Besok! Kita bicarakan semuanya besok!” Teriak Rayeon.

“Baiklah dan berhentilah berteriak!” Ujar Chanyeol lalu menutup pintu, meninggalkan Rayeon dengan segala fikirannya.

“Kenapa?” Gumamnya lalu mengacak rambutnya frustasi dan mulai tidur.

***

“ARGGGHHHH!” Demi apapun Chanyeol ingin menutup mulut Rayeon. Ini masih pagi dan Rayeon sudah berteriak.

Chanyeol dengan sigap berlari menghampiri Rayeon yang sedang terjatuh dari tempat tidur.

“Ada apa?” Tanya Chanyeol panik.

“Kakiku tak bisa kugerakkan!!” Chanyeol membantu Rayeon bangkit dan duduk di ranjang.

“Sakit…”

“Ini hanya keram.” Chanyeol memijit pelan kaki Rayeon dengan lembut.

“Tunggu sebentar.” Chanyeol pergi dan mengambil air putih untuk Rayeon.

“Minum ini.” Rayeon menuruti Chanyeol untuk meminum air tersebut.

“Hei.. aku ingin bertanya.” Rayeon memberanikan diri bertanya.

“Apa?”

“Kenapa kau membawaku kesini? Kenapa kau sangat baik padaku? Kenapa? Kenapa? Kenapaaaa???” Chanyeol mengecup bibir Rayeon lagi.

“Diam.” Rayeon terdiam seraya menutup bibirnya.

“Aku menyukaimu..” Chanyeol tersenyum sedangkan Rayeon semakin tidak mengerti semua ini.

“Aku hanya menyukaimu, Rayeon-ah.”

.

.

.

Hai, ini ff bakal aku lanjut kalo banyak yang like dan comment. Kalo dikit ya gatau sih hehe. Banyak ff yang belom di lanjut abisnya 😦

So! Don’t forget like and comment ya! 🙂

Iklan

19 thoughts on “[Author Tetap] Mistake [Chapter 1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s