Hyemi’s Tale Sweet of War (Chapter 10-End)

sweet-of-war-3

FF “Sweet Of War” ( Chapter 10 / 10)

Author   : Park Sae Young

Main Cast    : Jung Hye Mi | Wu Yi Fan / Kris and others

Genre   : Romance , Hurt    

Rating   : PG-14

Length         : Chaptered

 

“Aku ingin menikahi Hye Mi secepatnya , eomma”

Suara Siwon yang terdengar begitu tegas , memenuhi ruangan keluarga mewah milik keluarga Choi. Lelaki itu menatap sang ibu yang hanya terdiam didepannya sembari mengambil secangkir teh hijau miliknya kemudian menyesapnya perlahan.

“Apa kau sudah memikirkannya matang matang ?” Tanya nya dengan nada tidak bisa ditebak.

“Tentu saja” Siwon menjawabnya dengan tegas dan juga lantang.

Dari raut wajahnya sekarang ini ia benar benar yakin dengan keputusannya untuk menikahi Hye Mi secepat mungkin. Menjadikan gadis itu miliknya, seperti yang ia impikan selama ini. Nyonya Choi menghela nafasnya halus. Diletakkan cangkir teh itu diatas meja dan mulai menatap lekat sang anak yang sedang duduk didepannya. Umur Nyonya Choi memang sudah tidak muda lagi. Hampir setengah abad, tapi harus diakui garis wajahnya yang keibuan tidak pernah mengatakan demikian.

“Kau yakin ?” Lagi Nyonya Choi bertanya dengan tenangnya.

Bukannya dia tidak suka bila Hye Mi menjadi menantunya. Hanya saja, ia tidak yakin bila keputusan yang Siwon ambil itu benar. Hati kecilnya merasa ada yang tidak beres disini. Beberapa hari sebelumnya saat Hye Mi tinggal dirumahnya, ia bisa melihat dari mata keibuannya kalau gadis itu tersiksa dengan semua ini. Hye Mi tampak tidak bahagia berada disamping putranya, Choi Siwon.

“Tidakkah ini terlalu cepat ? Kau tahu kalau Hye Mi ingin menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu sebelum melepas status lajangnya bukan ?” Siwon menggeleng kuat

“Tidak eomma. Aku sudah membicarakan semuanya dengan Hye Mi dan dia setuju dengan semua itu. Lagipula setelah kita menikah bukan berarti dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya bukan ?” Mendengar ucapan Siwon membuat Nyonya Choi berpikir sejenak. Tampak menimang nimang statement Siwon yang baru saja diutarakannya. Tidak. Seandainya saja Nyonya Choi tahu apa alasan Siwon ingin segera menikahi Hye Mi secepat mungkin.

Jawabannya mudah, pria itu ingin menjadikan Hye Mi miliknya seorang. Tidak peduli gadis itu mau atau tidak yang jelas dia harus jadi milik Choi Siwon. Pria itu ingin segera mengikat Hye Mi di sebuah pernikahan agar ia tidak terlepas lagi ke pelukan pria lain seperti Kris. Tidak peduli ia harus berbohong atau membual bak tokoh antagonis di film film. Semuanya, harus berjalan sesuai dengan keinginannya. Bahkan Siwon sendiri tidak peduli, apakah yang diperbuatnya benar atau tidak.

“Tapi yang eomma lihat Hye Mi belum siap dengan keputusanmu” Lagi Nyonya Choi tidak menyetujui apa yang Siwon inginkan.

Wanita paruh baya itu tersenyum lalu berdiri dari dudukannya secara anggun .

“Dengarkan aku Siwonnie, menikah bukanlah hal yang mudah . Banyak yang harus dipersiapkan terutama hati kalian. Aku setuju kalau Hye Mi menjadi menantuku , bahkan aku sangat berharap gadis itu menjadi pendampingmu seumur hidup. Tapi aku tidak setuju jika harapanku tidak membuat kebahagiaan baginya. Jadi , pikirkanlah dan rundingkan baik baik bersamanya” dengan sebuah tepukan pelan di pundak wanita itu meninggalkan siwon yang sudah sibuk dengan pikiranya sendiri.

*

Hyemi kembali memasuki rumah megah keluarga choi dengan perasaan berat hati. Ia seperti tahanan yang harus kembali ke dalam sel nya. Ya karena ny choi sudah kembali mau tidak mau gadis itu juga harus kembali ke rumah itu. Kembali bersikap sebagai ‘tunangan’ seorang choi siwon. Kembali berakting seolah semuanya baik baik saja. Gadis itu menghela nafasnya berat dan mulai melangkah memasuki rumah itu.

“Hyemi kau sudah pulang?” Tanya siwon ketika mereka berpapasan di ruang tamu.

Gadis itu hanya menoleh dan melanjutkan langkahnya tanpa mengeluarkan satu katapun. Sedangakan namja itu harus kembali menghela nafasnya kecewa. Sampai kapan gadisnya itu akan bersikap dingin padanya. Pria itu benar benar merindukan sikap hangat dari hyemi.

*

Jung hyemi memandangi taman belakang rumah keluarga choi. Di tempat inilah ia bisa sedikit menenangkan dirinya dari semua gangguan choi siwon. Semua kejadian belakangan ini membuat seluruh energinya terkuras. Tapi ia bersyukur sahabatnya aebi tidak harus mengalamii apa yang ia rasakan, kehilangan orang yang paling dicintai. Cukup hanya dirinya yang harus mengalami kenyataan pahit itu.

“Hyemi-a” Choi siwon memanggil hyemi dan duduk tepat di sebelah gadis itu.

Ini mungkin sudah usahanya yang kesekian kali untuk membuat gadisnya itu kembali bersikap hangat seperti dulu. Atau paling tidak gadis itu mau berbicara lagi denganya. Tapi sampai detik ini usaha choi siwon itu belum menunjukan hasil. Ia justru membuat hyemi semakin menjauh darinya.

“Apa salahku” kata kata itu keluar dari bibir hyemi.

Gadis itu masih terus menatap taman di depanya. Choi siwon cukup takjub mendengar hyemi bicara tidak dengan nada dingin atau marah yang biasanya digunakan gadis ini ketika bicara denganya. Nada sedih dan frustasi lah yang terdengar di telinga siwon saat ini.

“Apa salahku padamu oppa? Kenapa kau tidak bisa membiarkanku bahagia?” Hyemi menoleh kearah siwon.

Gadis itu menatap namja yang pernah dicintainya setengah mati itu. Mencoba mencari sesuatu yang hilang dari sosok yang ada di depanya ini. Ia sudah lelah bersikap dingin pada siwon. Karena nyatanya namja itu tidak gentar menghadapi sikap dingin hyemi. Hati siwon perlahan menghangat mendengar hyemi kembali memanggilnya dengan panggilan kesayanganya itu. Tapi rasa bersalah lebih mendominasi hati siwon saat ini. Apa yang baru saja gadis itu katakan? Siwon tidak membiarkan dirinya bahagia? Sejahat itukah dia di mata hyemi?.

“Aku hanya ingin memperbaiki semua kesalahanku di masa lalu padamu. Aku mencintaimu hyemi-a dan aku ingin kita bahagia bersama” siwon balas menatap wajah hyemi. Ia melihat kesedihan,keputus asaan disana. Di wajah cantik gadisnya. Dimana keceriaan yang selama ini selalu menjadi penyemangat hidupnya itu?.

Gadis itu tersenyum pahit tidak mengerti jalan pikiran siwon sekarang ini.

“kebahagiaan itu tidak akan pernah ada oppa , Hanya akan ada keterpaksaan disini. Kau harus tahu dihatiku sudah ada namja lain yang menggantikan tempatmu. Dan aku sangat mencintainya.” Ucapan hyemi membuat wajah tampan siwon merah padam menahan marah. Ia tahu pasti siapa yang dimaksud hyemi. Siapa lagi kalau bukan kris. Kenapa selalu namja itu yang disebut hyemi? Apakah namanya benar benar sudah terhapus dari hati gadisnya itu?

“Tapi aku bisa memastikan kalau aku lebih mencintaimu dibanding dia. Dan aku jauh lebih baik mengenalmu dari siapapun” ucap siwon tidak terima.

Hyemi adalah separuh hidupnya. Ia tahu apa saja mengenai gadis itu. Hal hal apa saja yang disukai ataupun tidak disukai gadis, kebiasan-kebiasan, bahkan hal-hal kecil mengenai hyemi diingat siwon di luar kepalanya.

” Benarkah kau mengenalku?” Hyemi mempertanyakan kata kata siwon. Namja itu diam memikirkan apa maksud pertanyaan gadisnya itu.

“Jika kau benar benar mengenalku. Kau harusnya tahu aku tidak akan bisa bahagia jika terus berada di sampingmu. Karena kebahagianku sekarang hanya jika aku bersama pria yang aku cintai. Dan itu bukan lagi kau oppa”

Dalam hati, siwon membenarkan apa yang diucapkan oleh hyemi. Gadisnya itu sekarang memang tidak bahagia berada di sisinya.

“Tapi aku yakin dan berjanji bisa membuatmu bahagia di sampingku hyemi-a” Ucap siwon tidak mau kalah. Ia yakin punya segala hal yang dapat membuat hyemi bahagia.

Lagi lagi hyemi harus menghela nafasnya. Ia tidak akan bisa percaya lagi dengan janji yang diucapkan choi siwon. Sudah berapa banyak janji mereka yang diingkari pria itu.

“Aku merindukan sosokmu yang tidak pernah egois dan selalu memperhatikan perasaan orang orang di sekelilingmu itu oppa. Itulah yang membuatku dulu mencintaimu setengah mati. Tapi sosok itu tidak bisa aku lihat dari choi siwon yang sedang duduk di sampingku. Aku….. kehilanganmu” Hyemi langsung bangkit dan berjalan menjauh, meninggalkan siwon sendiri.

Meninggalkan siwon yang masih saja memikirkan kata kata hyemi barusan. Ini adalah percakapan mereka yang paling panjang sejak mereka bertemu kembali dan Gadis itu kembali memanggilnya oppa tapi entah mengapa siwon bisa merasakan kesakitan saat mendengar hyemi memanggilnya seperti itu. Terlalu egoiskah dia?

*

Gadis itu menatap langit langit kamarnya menerawang. Ia tidak bisa tidur. Ini memang kamar dimana ia tumbuh besar, tapi kamar ini terasa seperti kerangkeng emas dimatanya. Gadis itu merindukan suasana apartmentnya dan tentu saja juga merindukan sahabatnya yoo aebi dan yang pasti ia merindukan kris. Drrrtt Drtttt. Ponsel gadis itu bergetar dan menujukan sederet nama yang tertera di layar ponselnya. Hyemi tersenyum melihat siapa yang sedang berusaha menghubunginya itu.

“Yoboseyo” Tanpa pikir panjang hyemi langsung menerima panggilan itu.

“Kau belum tidur?” Tanya suara diseberang sana. Suara yang sangat ia rindukan.

“Belum, Kau juga ge~?” Tanya hyemi balik pada kris.

Ya namja itulah yang sekarang sedang berada di sebrang telpon.

“Aku tidak bisa tidur, aku terlalu merindukanmu” Ucapan kris membuat hyemi tersenyum. Hatinya senang sekaligus sedih mendengarnya.

“aku juga merindkukanmu ge~. lebih baik kau istirahat sekarang, kau pasti lelah jangan sampai kau jatuh sakit lagi” Hyemi mencoba memperingatkan namja tampan di sebrang telepon itu.

Gadis itu tidak mau sampai kris jatuh sakit lagi. Membayangkan kris yang terbaring tidak berdaya seperti beberapa hari yang lalu membuat hyemi sangat sedih. Dan jika itu terjadi lagi ia tidak bisa menjamin dirinya bisa mendampingi kris sampai sembuh

“Arraseo aku hanya ingin memastikan keadaanmu. Kau juga istirahatlah. Saranghae hyemi-a” Kris menutup sambungan telponya dengan hyemi. Gadis itu masih terus menempelkan ponselnya di telinga walaupun sambungan telpon itu sudah terputus.

“Nado saranghae yifan ge~” Ingin sekali gadis itu membalas kata kata kris tadi.

Tanpa hyemi sadari ada sesorang yang sedari tadi berada di depan pintu kamarnya dan mendengar semua percakapanya dengan kris. ia tersenyum pahit. Tidak ada lagi kah namanya di hati gadis itu. Apa tidak bisa gadis itu mencintainya seperti dulu?

“Maafkan oppa hyemi-a tapi oppa tidak bisa melepaskanmu. Oppa tidak mau kehilanganmu lagi” ucap namja itu pelan lalu melangakah menjauhi kamar hyemi. Ia sadar keegoisanya sudah melewati batas. Tapi namja itu seakan tidak mau tahu. Ia hanya ingin bersama gadis yang sangat dicintainya itu.

*

Aebi sedang duduk dan memandangi apartemenya. Ada yang hilang saat hyemi memutuskan pergi dari sini. Ruangan yang biasanya penuh dengan teriakan teriakan mereka berdua itu kini sunyi. Aebi sangat ingin memberitahu ibu siwon mengenai apa yang terjadi sebenarnya. Tapi sahabatnya yang keras kepala itu sudah pasti melarangnya. Ia juga ingin melihat hyemi bahagia dengan pria yang dicintainya. Pria yang saat ini juga merasakan sakit yang sama dengan yang apa hyemi rasakan. Ia harus memikirkan cara untuk membantu hyemi. Apapun itu ia harus menemukanya.

*

Han river.

Sudah hampir dua jam hyemi duduk dan memandangi aliran sungai han yang ada di depanya. Mencoba memikirkan semua yang sedang terjadi padanya. Haruskah ia menyerah dan melepaskan semua kebahagianya? Melepaskan namja yang dicintainya dan kembali ke pelukan oppa nya. Tapi itu semua akan sangat sulit baginya. Hatinya sudah benar benar milik kris. Tidak ada ruang lagi untuk seorang choi siwon. Kris. Mengingat namja itu membuatnya semakin merasa bersalah. Ia sudah terlalu banyak menyakiti kris. Ia merasa tidak pantas untuk di cintai namja sebaik kris.

“Bisakah kau tidak membuatku cemas nona jung? aku mencoba menghubungi ponselmu tapi tidak kau angkat angkat” Namja itu. Namja yang sedang ada di pikiran hyemi sekarang sudah ada di depan gadis itu. Memandang hyemi dengan pandangan khawatir.

“Lebih baik kau tidak menghubungi aku lagi ge~” Ucapan hyemi membuat kris tersentak. Apa maksud gadis di depanya ini?

“Hyemi-a kenapa kau bicara seperti itu?” Kris tetap mencoba tersenyum menyingkirkan segala fikiran negatif yang sudah mulai muncul di kepalanya. Gadis itu tersenyum pahit.

Ia tidak ingin membuat kris lebih tersakiti lagi. Sudah tidak ada lagi harapan mereka bisa bersama dan membuat kris menjauhinya adalah jalan satu satunya.

“Ini semua sudah berakhir. Tidak akan ada jalan untuk kita. Jadi lebih baik kau melupakanku. Ada lebih banyak gadis yang jauh lebih baik dariku di luar sana” ucap hyemi lemah.

Sebisa mungkin ia menahan air mata nya. Ia tidak ingin lagi menangis di depan kris.

“Kau menyerah? Pasti akan ada jalan untuk kita hyemi-a. Jalan agar kita bisa bersatu” Kris tidak bisa menerima apa yang dikatakan gadis yang sampai detik ini masih sangat dicintainya. Satu satunya gadis yang memenuhi ruang hatinya.

“Lalu aku bisa apa lagi? Cepat atau lambat aku harus menikah dengan choi siwon. Dan jika semua itu terjadi tidak akan ada lagi kesempatan kita untuk bersama!!!” Gadis itu merasakan sesak yang luar biasa.

Ia tidak ingin itu sampai terjadi. Tapi ia harus menghadapi realita yang ada. Hyemi harus mulai belajar menerima statusnya sebagai tunangan choi siwon.

“Aku tidak peduli kau tunangan choi siwon! Bahkan jika kau istrinya sekalipun aku tidak peduli! Aku mencintaimu dan aku yakin kau juga memiliki perasaan yang sama. Yang terpenting kita bisa bahagia. Statusmu itu tidak akan bisa menghalangi rasa cintaku ini jung hyemi!” Kris.

Namja itu juga merasakan sesak yang sama seperti hyemi. Ia ingin sekali membawa hyemi pergi dan menjauh dari choi siwon. Membawanya pergi jauh dari negri ini membawa gadis yang sangat dicintainya itu lari dari semua kenyataan ini.

“Jangan gila wuyifan! Apa yang akan orang orang bilang jika kita terus bersama? Aku tidak mau kau di cap buruk karena mengencani tunangan seniormu!!! Fansmu pasti akan kecewa mendengarnya” Hyemi mencoba mengingatkan kris.

Statusnya sebagai idol tidak bisa membuat kris bertindak semaunya. Ada akibat yang harus di tanggungnya jika ia bertindak gegabah. Mungkin bukan hanya berdampak pada dirinya. Tapi juga member yang lainya.

“Lalu.. aku harus bagaimana hyemi-a? aku harus bagaimana?” Namja itu berlutut di depan hyemi mengerang frustasi. Kepalanya hampir pecah memikirkan semua masalah ini.

“Yang harus kau lakukan hanyalah melupakanku. Kita tidak di takdirkan untuk bersama” Hyemi bangkit dari duduknya dan meninggalkan kris yang yang masih tetap pada posisinya. Ia terus berjalan menjauih.

Meninggalkan namja yang ia cintai.

“Jung Hyemi!!! sampai kapanpun aku akan mencintaimu!!!” Teriakan kris membuat langkah gadis itu terhenti. Ingin sekali ia berbalik dan berlari kepelukan kris dan mengatakan hal yang sama pada namja itu.

Tapi yang dipilih hyemi adalah melanjutkan langkahnya dan mengahdapi kenyataan yang ada. Air mata yang sudah sejak tadi mengalir di pipi hyemi semakin deras menghiasi wajah cantik gadis itu. Hati hyemi serasa remuk. Ia sebenarnya tidak ingin mengambil keputusan ini. Tapi ia sudah tidak bisa lagi melihat jalan keluar dari semua masalahnya itu. Ia sudah siap dibenci oleh kris dan mungkin member exo bahkan aebi sekalipun akan membencinya karena mengambil keputusan ini.

*

Aebi berjalan pelan menyusuri halaman rumah megah di depanya. Ia tidak tahu apakah cara ini akan berhasil mengubah keadaan yang kacau saat ini. Yang terpenting dia sudah mencoba.

“Ada apa kau kemari?” tanya siwon kaget saat mendapat aebi berada d ruang tamu rumahnya.

“hyemi sedang tidak ada dirumah” tambah pria itu seperti mengisyaratkan ketidaksukaanya pada aebi.

Sedangkan gadis yang ada di depanya itu tersenyum kecil sebelum menjawab pertanyaan siwon.

“aku ingin bertemu denganmu choi siwon-ssi” ucap aebi berusaha tenang walaupun rasanya ia ingin sekali menendang pria tampan yang ada di depanya ini jauh-jauh dari hidup hyemi.

“Sepertinya kita tidak mempunyai masalah yang harus dibicarakan” balas siwon cukup terkejut mengetahui aebi ingin bertemu denganya.

“aku hanya ingin berbagi cerita dengamu, cerita tentang sahabatku, tentang wanita yang kau cintai itu” ucapan aebi membuat siwon langsung mendudukan dirinya dihadapan gadis itu.

“apa maksudmu? Apa yang ingin kau ceritakan?” tanya siwon sambil menatap tajam aebi.

“aku hanya ingin menceritakan semua hal tentang hyemi yang kau lewatkan. Semua hal yang tidak bisa kau lihat saat kau sedang sibuk merangkai popularitasmu itu” aebi membalas tatapan tajam siwon dengan senyum meremehkan.

“tidak kah kau ingin mendengarnya?” tanya aebi walaupun ia sudah yakin apa jawaban dari siwon.

Pria itu pasti ingin tahu segala sesuatu tentang hyemi. Apapun itu.

“Baiklah baiklah aku akan mendegarkanmu” suara pria itu melunak. Bagaimanapun apa yang ingin diceritakan aebi sangatlah membuatnya penasaran. Ini tentang gadisnya. Tentang hyemi nya.

Aebi tersenyum penuh kemenangan ia memang ingin sekali membuka mata choi siwon tentang apa saja yang sudah dilakukanya berdampak besar pada hidup hyemi.

“aku mengenal hyemi saat keadaanya sangat buruk. Ia tidak mempunyai teman karena semua teman-temanya menganggap hyemi sebagai pembual besar. Dan kau tau apa yang menyebabkan hyemqi di cap seperti itu?” aebi menghela nafasnya sejenak. Mencoba mengendalikan emosinya yang mulai muncul.

“itu semua karena ia selalu menyebut dirimu sebagai calon suaminya. Hyemi selalu bilang kalau seorang choi siwon sudah terikat janji denganya.” aebi kembali mengingat bagaimana keadaan hyemi dulu yang tidak mempunyai teman.

Selalu sendirian kemanapun. Hanya karena ia mengatakan apa yang memang menjadi kenyataan. Tapi siapa yang bisa percaya dengan seorang gadis biasa yang selalu bilang bahwa seorang superstar seperti choi siwon adalah calon suaminya.

“Hyemi terlalu polos mengatakan semua janji kalian akan benar benar terwujud. Mungkin tindakanya tidak bisa dibilang benar karena itu pasti akan merusak karirmu yang sedang naik daun. Tapi itu hanya karena hyemi terlalu polos dan sangat mempercayai janji kalian”.

Siwon sangat tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Hyeminya harus menanggung penderitaan seperti itu hanya karena janji yang mereka buat. Janji yang akhirnya diingkari oleh siwon sendiri.

“itu belum seberapa choi siwon” lanjut aebi seperti belum cukup melihat ekspresi terpukul siwon.

“kau harus tahu bagaimana hancurnya hyemi saat kau mengusirnya dari depan apartemenmu tepat dihari ulang tahunya yang ke 17. Saat ia ingin berpamitan denganmu. Saat ia ingin keluar dari rumahmu dan menjadi gadis mandiri yang bisa disandingkan dengan seorang bintang sepertimu. Tapi kau malah mengusirnya seakan akan hyemi hanya lalat penganggu”.

Ya siwon ingat hari itu. Hari dimana terakhir kali ia bertemu dengan hyemi sebelum gadis itu menghilang dari hidupnya. Hari itu ia memang sedang benar benar lelah karena sedang banyak sekali masalah yang dihadapinya. Dan hal yang sangat bodoh yang ia lakukan adalah ia menumpahkan semua kekesalanya itu pada hyemi. Ya ia memang sangat bodoh.

“Belum cukup sampai disitu. Setelah kau usir hyemi seperti sampah ia harus dirawat dirumah sakit karena tidak mau makan. Ia terus menerus memanggil namamu choi siwon. Ia hanya ingin kau selalu ada di sampingnya seperti janjimu itu” aebi semakin sulit mengendalikan emosinya.

“Dan kau kini mengambil kembali semua kebahagian nya. Semua usaha hyemi untuk kembali mendapatkan hidupnya kini kau hancurkan. Tidak kah kau terlalu egois choi siwon?” Tanya aebi sengit. Harusnya pria di depanya itu sudah sadar seberapa besar peranya dalam menghancurkan hidup hyemi.

“jika kau terus menjalankan semua rencanamu. Aku bisa jamin kau akan melihat dengan mata kepalamu sendiri bagaimana hancurnya hyemi kehilangan kebahagian yang lagi lagi karena dirimu!!!” aebi langsung beranjak dari duduknya. Sudah cukup ia menceritakan penderitaan yang harus dialami hyemi. Ia sendiri tidak sanggup menceritakan lebih dari ini. Karena ia akan sangat emosi jika harus menceritakanya pada choi siwon.

“aku permisi” ucap aebi lalu meninggalkam choi siwon sendirian. Pria itu hanya bisa menundukan kepalanya menyesali semua yang telah ia lakukan

*

Hyemi memandang rumah di depanya dengan pandangan hampa. Disinilah semuanya akan berakhir. Ia telah memilih untuk tidak kembali ke apartementnya dan kembali ke rumah keluarga choi untuk selamanya, seperti apa yang diminta ny choi. Gadis itu baru saja masuk kedalam rumah ketika paman yeon datang menghampirinya dengan wajah yang sangat khawatir.

“Nona muda kau harus kerumah sakit sekarang Nyonya terkena serangan jantung” Ucapan paman yeon yang sudah di kenalnya sejak kecil itu bagai petir yang menyambar hyemi.

Tanpa pikir panjang ia langsung berlari menuju rumah sakit. Tempat di mana sosok yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri itu sedang terbaring.

*

“Apa yang terjadi pada eomoni? ” Tanya hyemi panik saat sudah sampai di depan kamar ibu siwon di rawat. Di sana sudah ada siwon dan juga ayahnya. Hyemi cukup kaget melihat orang yang sudah tidak lama ia lihat itu ada disana. Ayah siwon sudah ia anggap seperti ayahnya sendiri. Tapi karena ia punya kesibukan yang luar biasa, hyemi jarang sekali bisa bertemu dengan pria itu bahkan sejak dulu.

“Anyeonghaseyo aboji” Hyemi memberikan salam hormatnya pada ayah siwon.

“Anyeong hyemi-a tidak aku sangka kita akan bertemu di keadaan seperti ini. Maaf tidak bisa hadir di acara pertunangan kalian” Balas ayah siwon.

Terlihat sekali wajah pria itu sangat lelah. Ia pasti sedang sangat sibuk dan sekarang ia harus menjaga istrinya yang sakit. Hyemi kembali mengarahkan pandanganya ke siwon. Mencoba mencari tahu jawaban pertanyaanya tadi.

“eomma kelelahan, masuklah kedalam ia ingin bertemu denganmu” ucap siwon mengerti apa maksud tatapan hyemi. Gadis itu langsung masuk menuju ruang perawatan ny choi.

“eomoni!” panggil hyemi saat ia sudah berada di samping tempat tidur wanita yang sangat disayanginya itu.

Sementara ny.choi membalas panggilan hyemi dengan senyuman lemah. Di tatapnya wajah hyemi yang penuh dengan ke khawatiran itu.

“Gwenchana hyemi-a, aku baik baik saja” ucap ny.choi lemah.

“Kenapa eomoni bisa sampai seperti ini?” Tanya hyemi sambil memandang sedih ny.choi . Yang ia tahu ibu choi siwon ini cukup sehat walaupun di usia yang tidak muda lagi. Seperti siwon Ia selalu menjaga pola hidup sehat dan olahraga.

“aku hanya terlalu banyak berfikir sayang” ucap ny choi masih dengan senyum di wajahnya.

“apa yang eomoni pikirkan? Jangan memikirkan hal hal aneh aku mohon” ucap hyemi memelas. Kesehatan ny.choi adalah segalanya. Ia belum siap jika haris kehilangan pengganti ibunya itu.

“Aku hanya berpikir apakah kau bahagia? Bahagia bersama siwon? Bahagia menjadi calon istrinya?” pertanyaan itu langsung membuat hyemi membeku. Ia ingin sekali melihat hyemi bersanding dengan putranya. Menjadi ibu dari pewaris keluarga choi. Tapi jiwa keibuanya tidak bisa di bohongi. Ia merasakan ada sesuatu yang ditutupi oleh gadis yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri ini.

“Tentu saja eomoni. Siapa yang tidak bahagia menjadi calon menantu keluarga choi” hyemi memaksakan sebuah senyuman di bibirnya. Bagaimana bisa ia berkata jujur dalam kondisi seperti ini.

“Jujurlah padaku sayang, kebahagianmu adalah kebahagianku juga” tangan ny.choi membelai pipi hyemi. Mencoba mencari kebenaran dari kata kata yang diucapkanya.

“Ne eomoni. Jangan berpikir yang tidak tidak. Cukup pikirkan kesehatanmu. Aku harus pergi dulu” pamit hyemi. Ia takut semakin lama mereka membahas masalah ini ia semakin tidak bisa berbohong dihadapan ibu choi siwon.

*

“Jung Hyemi!” Panggilan itu menghentikan langkah hyemi yang baru saja ingin memasuki mobilnya. Tak jauh dari tempatnya berdiri, choi siwon memandangnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Ada apa?” Tanya hyemi jengah. Saat ini ia sedang tidak ingin di gamggu. Apalagi harus berurusan dengan namja tampan satu ini.

Choi siwon langsung mengambil langkah besar menghampiri hyemi. Sepertinya ada sesuatu yang harus mereka bicarakan.

“Aku mau kau menikah denganku secepatnya!” Ucap siwon tegas yang langsung membuat hyemi memandangnya tidak percaya. Apa yang baru saja diucapkan pria tampan itu? Menikah?.

“Choi siwon dengar, aku sedang tidak ingin berdebat dengamu. Dan jangan membicarakan hal hal yang aneh” ucap hyemi lelah. Ia sedang tidak ingin membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan pria yang ada di depanya ini.

“Aku sedang tidak bercanda Jung Hyemi!!! Kau harus segera menikah denganku. Dan yang terpenting adalah kau harus terlihat bahagia di depan semua orang tanpa terkecuali!” Choi siwon mulai menaikan nada bicaranya.

Ia memang sedang tidak bercanda dengan apa yang ia bicarakan. Jika ia tidak bisa membuat hyemi mau menikah denganya secara suka rela. Maka ia akan membuat hyemi menikah denganya apapun caranya. Lagipula ia tahu kekhawatiran ibunya pada hyemi lah yang membuat kondisi ny.choi menurun. Dan hanya hyemi yang bisa memperbaiki kondisi ini. Yang ada di kepalanya saat ini hanyalah bagaimana cara membuat hyemi tidak akan bisa lagi lepas darinya sekaligus memperbaiki kondisi kesehatan eomanya.

“kau tidak punya hak apapun untuk mengatur hidupku Choi Siwon!!” teriak hyemi jengah.

Sebenarnya apa yang dipikirkan pria tampan yang ada di depanya ini.

“aku memang tidak punya hak untuk mengatur hidupmu hyemi sayang tapi aku bisa membuatmu melakukan apapun yang aku inginkan” ucap Choi siwon tersenyum misterius.

“apa maksudmu?” tanya hyemi penasaran. Sosok di depanya kini sudah jauh sekali dari sosok pria yang pernah dicintainya setengah mati.

” Jika kau tidak mau menuruti apa yang aku katakan. Kau akan melihat pria yang kau cintai itu menderita. Atau jika aku ingin dia bisa kehilangan nyawanya” sebuah senyuman licik terukir di wajah choi siwon.

Siapa sangka seorang choi siwon bisa memilih tindakan ekstrim untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

” Kau tidak akan berani menyakiti siapapun Choi siwon-ssi, aku mengenalmu! Dan kau tidak akan melakukan perbuatan itu!” ucap hyemi sambil memandang siwon tidak percaya.

Bagaimanapun ia mengenal sosok Choi siwon yang lembut dan baik hati. Ia tidak akan tega melakukan perbuatan yang sampai mencelakai orang lain.

“Kau pasti akan menikah denganku Hyemi sayang” Choi siwon lalu meninggalkan hyemi yang masih saja tidak percaya dengan kejadian yang baru saja dialami nya.

Apa benar tadi ia sedang bicara dengan Choi Siwon? Oppanya? Pria yang pernah ia cintai setengah mati?

Kenapa ia merasa berbicara dengan orang asing. Ia sama sekali tidak bisa merasakan sosok choi siwon yang sangat ia cintai dulu.

*

Hyemi masih saja terngiang-ngiang apa yang dikatakan choi siwon semalam. Apakah benar choi siwon akan mencelakai kris? Sejauh itukah ia akan bertindak demi mendapatkan hyemi kembali?

Lamunan hyemi di sadarkan oleh getaran ponselnya yang sudah entah keberapa kalinya berdering.

“Kau harus segera ke rumah sakit. Kris kecelakaan” tanpa sempat mengucapkan “halo” suara aebi langsung menyambutnya.

Tanpa pikir panjang gadis itu langsung mengambil kunci mobilnya. Apa yang sedang terjadi saat ini? Kris kecelakaan? Bagaimana bisa?

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit gadis itu tidak henti hentinya menangis. Apakah ini semua perbuatan siwon atau hanya kebetulan belaka? Jika memang ini semua perbuatan siwon berarti pria itu benar benar serius dengan ucapanya. Baru saja siwon mengancamnya dan kris sudah mengalami kecelakaan.

” apa yang terjadi?” tanya hyemi sambil mengatur nafasnya , pasalnya gadis itu langsung berlari ketika tiba di rumah sakit. Ia ingin tahu bagaimana keadaan kris

“Rem mobil kris tidak berfungsi” ucapan luhan yang juga berada disana langsung membuat hyemi lemas.

Ia tahu kris bukanlah pria ceroboh yang bisa membiarkan keadaan rem mobilnya tidak berfungsi dengan baik. Kecuali memang ada yang ingin mencelakai kris.

“Lalu bagaimana keadaanya sekarang?” tanya hyemi khawatir.

“Bagaiamana keadaanya??!!” Teriak hyemi frustasi karena tidak ada yang menjawab pertanyaanya.

” tenanglah hyemi-a kau harus tenang ini dirumah sakit.” aebi mencoba menenangkan sahabatnya itu.

Ia tahu bagaimana khawatirnya hyemi. Tapi mereka semua memang belum tahu keadaan kris sekarang karena dokter masih memeriksanya.

Hyemi terus menangis memikirkan keadaan kris. Bagaimana jika pria kesayanganya itu tidak bisa di selamatkan? Bagaimana jika hyemi tidak bisa lagi melihat kris?

Siapa yang tega membuat kris seperti ini?

Choi siwon.

Mungkinkah ini benar benar perbuatan Choi Siwon? Benarkah oppanya itu berani melukai orang lain hanya demi mendapatkan apa yang ia inginkan?

Ia harus segera menemui oppanya itu. Jika memamng benar Choi siwon yang melakukanya pria itu harus bertanggung jawab dengan apa yang dilakukanya.

“Bi tolong kabari aku jika kalian sudah tau kondisi yifan. Aku harus mengurus sesuatu” ucap hyemi lalu meninggalkan rumah sakit dengan penuh kemarahan. Kemarahan yang sudah ia pendam sekian lama.

*

“Choi Siwon!!!” hyemi memasuki kamar siwon tanpa mengetuk pintu. Ia sama sekali tidak peduli dengan sopan santun. Apalagi harus bersopan santun dengan pria brengsek yang ada di depanya itu.

Choi siwon tidak terkejut melihat hyemi masuk ke kamarnya dengan emosi meledak ledak. Ia sudah memprediksi ini akan terjadi.

“Ada apa hyemi sayang? Kau sangat merindukanku hingga mendatangiku langsung ke kamar?” Ucap siwon semakin memancing emosi hyemi.

“Kau! Kau memang benar-benar brengsek Choi Siwon!!!”

‘PLAK’

Sebuah tamparan mendarat di pipi Choi siwon.

Tapi namja itu hanya tersenyum meremehkan.

“Ada lagi yang ingin kau lakukan padaku sayang?” Tanya siwon merendahkan.

“Apapun yang kau lakukan padaku tidak akan bisa merubah apapun hyemi sayang. Itu tidak akan merubah keadaan pria yang kau cintai itu. Mungkin sebentar lagi kau akan melihatnya untuk terakhir kali” Ucap siwon lagi.

“KAU!! Kau tidak berhak mengambil hidup seseorang!!! Apa yang membuatmu bersikap seperti Iblis!!!” Amarah hyemi benar benar tidak bisa terbendung

“Kau. Kau yang merubahku menjadi seorang Iblis Jung Hyemi!” Ucap siwon dingin.

“karena kau tidak bisa kembali kepelukanku dengan cara baik baik. Maka aku akan menggunakan cara apapun untuk membuatmu kembali.” siwon menatap tajam hyemi yang sudah mengeluarkan air mata di depanya. Ingin sekali ia memeluk hyemi dan menghapus air mata yang mengalir di pipi gadis kesayanganya itu. Tapi ia sudah bertekad untuk bersikap keras pada hyemi sampai gadis itu kembali kepelukanya.

“Jadi lebih baik kau temani pria kesayanganmua itu di hari-hari terakhirnya. Atau… Kau ingin bersenang senang denganku disini? ” ucap choi siwon sambil menaikan alisnya sebelah.

“Itu tidak akan pernah terjadi!!!” Seru hyemi marah. Ia benar benar tidak lagi bisa mengenali pria yang ada di depanya ini.

Baru saja hyemi ingin melangkahkan kakinya keluar, Choi siwon mendorongnya ke tembok.

“Dengarkan aku hyemi sayang, kau sudah ditakdirkan untuk menjadi istriku. Kau akan selalu menjadi miliku” Ucap siwon tepat di depan wajah hyemi.

“Lepaskan aku Choi Siwon!!!” desis hyemi sambil menatap marah choi siwon. Tenaganya yang tidak sebanding dengan siwon membuat usahanya melepaskan diri dari pria itu sia sia.

“Lebih baik kau bersenang senang denganku disini. Tidak ada gunanya menunggui pria itu. Toh sebentar lagi dia akan mati” siwon balas menatap mata hyemi dengan senyum liciknya.

” itu tidak akan pernah terjadi!!” teriak hyemi marah.

“Lepaskan aku choi siwon!!!” hyemi sudah ingin menangis diperlakukan siwon seperti ini.

“Baiklah aku akan melepaskanmu kali ini. Tapi yang harus selalu kau ingat adalah kau sudah ditakdirkan untuk menjadi milikku dan kau tidak akan bisa lari dari kenyataan itu!” Siwon merasa sudah cukup mempermainkan perasaan hyemi saat ini.

Dengan langkah cepat hyemi langsung meninggalkan kamar siwon. Ia sangat terkejut dengan semua perubahan sikap siwon ini. Oppanya yang lemah lembut itu kini bersikap bagaikan iblis yang sangat kejam.

*

Sudah hampir dua hari hyemi menunggui kris yang belum sadar. Keadaan pria itu kritis dan hyemi sama sekali tidak beranjak dari sisi pria itu walaupun hanya sebentar. Ia ingin memastikan bahwa kris bisa kembali membuka matanya. Dan ia ingin saat pria itu membuka matanya hyemi ada di sampingnya.

“kau juga harus memikirkan kesehatan mu hyemi. Kau bahkan belum makan sejak entah kapan. Kau akan ikut sakit jika terus seperti ini” aebi kembali mengingatkan sahabatnya itu. Mau tak mau aebi juga menemani kris disini bersama luhan dan beberapa member exo yang lain secara bergantian.

“aebi benar hyemi, jika kau seperti ini kris juga pasti akan sedih jika dia melihatmu. Kau perlu makan dan istirahat” luhan ikut membenarkan kata kata kekasihnya. Ia tidak tega jika melihat hyemi seperti ini. Matanya sembab karena terlalu banyak menangis dan tampilanya sudah sangat kacau.

Sementara itu hyemi hanya menggeleng lemah. Ini semua salahnya. Apa yang terjadi pada kris karena kesalahanya. Harusnya pria itu tidak mencintainya jika harus mempertaruhkan nyawanya seperti ini. Hyemi terus memperhatikan wajah kris. Wajah pria yang sangat dicintainya itu.

Sanggupkah ia jika harus meninggalkanya? Sanggupkah ia mengecewakan pria yang sudah membantunya bangun dari keterpurukan. Tapi jika ia terus di samping pria ini pasti keselamatanya yang akan menjadi taruhanya. Choi siwon mungkin akan mencoba melukai kris lagi dan hyemi tidak mau itu sampai terjadi.

Dan dalam hati kecilnya ia merasa ikut bertanggung jawab atas perubahan sikap siwon yang tadinya bagaikan malaikat dan sekarang berubah menjadi iblis yang sangat kejam. Apa yang harus dilakukanya untuk memperbaiki keadaan yang sudah sangat kacau ini.

*

Keadaan kris belum juga membaik, luka dikepalanya cukup parah dan membuat pria tampan itu masih belum sadarkan dari tidur panjangnya. Sedangkan hyemi, gadis itu kini sedang duduk memandangi han river yang terbentang di depanya.

Bukanya ia tidak mau menemani kris sampai pria itu membuka matanya, tetapi ia perlu berfikir secara jernih untuk mengatasi masalah ini, ia harus membuat keputusan yang tidak akan membahayakan bagi orang lain walaupun itu akan menyakiti dirinya sendiri.

Bagaimana mungkin ia bisa menghadapi masalah ini sendirian, seandainya saja kris ada disini, pria tampan itu akan membantunya menemukan solusi dari permasalahan yang sudah sangat memuakkan ini.

*

Choi Siwon memandang gadis yang ada di depanya dengan senyum kemenangan. Ya Jung Hyemi baru saja mengatakan bahwa ia akan kembali kepelukan siwon dan akan mengikuti semua perintah dari pria itu. Dan itu membuat senyum puas tidak bisa hilang dari wajah tampan Choi Siwon.

“tapi kau harus berjanji tidak akan pernah menyentuh yifan lagi!” peringat hyemi pada namja yang ada di depanya itu.

“Tenang saja hyemi sayang, aku tidak akan menyentuh pria kesayangan mu itu lagi. Tapi hal pertama yang harus kau lakukan adalah panggil aku oppa kembali dan jangan pernah kau berbicara dengan nada seolah-olah kau membenciku seperti itu!” perintah siwon sambil menatap hyemi.

Kini ia bisa mengatur gadis kesayanganya ini lagi, ia akan mendapatkan hyemi nya lagi.

“ne” jawab hyemi pelan, bagaimana bisa ia memanggil siwon dengan panggilan kesayanganya itu tanpa kebencian? Sedangkan perasaan benci itu kini semakin besar di dalam hatinya.

“Aku tidak dengar kau bicara apa hyemi!” ucap siwon sedikit kesal. Kenapa sulit sekali mendengar hyemi memanggilnya seperti dulu.

“ne,,o,,oppa” ucap hyemi akhirnya. Mau tidak mau ia harus mengikuti semua permainan siwon daripada harus membahayakan orang lain, terutama kris.

Mendengar itu siwon lalu langsung memeluk hyemi. Ia sangat merindukan panggilan itu dan ia ingin hyemi selalu memanggilnya seperti itu. Pelukan siwon semakin erat dan tanpa sadar pria itu meneteskan air matanya. Air mata yang tulus dari seorang pria seperti choi siwon. Hyemi langsung membeku mengetahui siwon menangis. Ini kedua kalinya pria itu menangis di hadapanya.

“kau tidak boleh pergi dari hidupku apapun yang terjadi” ucap siwon pelan sambil terus memeluk erat hyemi.

*

Getaran ponsel hyemi mau tidak mau membuat siwon harus melepaskan pelukanya.

“angkatlah” perintah siwon sambil menatap hyemi tidak rela.

Hyemi langsung mengambil ponselnya dan melihat nama yang terpampang di ponselnya. Aebi.

” ada apa bi?” tanya hyemi tidak sabar. Ia berharap aebi membawa kabar baik tentang keadaan kris. Dan sepertinya doa hyemi dikabulkan oleh Tuhan.

” kris sudah sadar. Kau harus cepat kesini ia terus mencarimu hyemi-a” ucapan aebi di sebrang sana langsung membuat senyum hyemi mau tak mau merekah. Kris sudah sadar, oh Tuhan terima kasih kau masih menyelamtkan pria kesayanganya itu.

” ne aku akan segera kesana” hyemi langsung menutup sambungan teleponya. Namun ia langsung segera menyadari sesuatu. Di hadapanya kini ada Choi Siwon. Dan namja itu pasti tidak akan mengizinkan hyemi untuk hanya sekedar melihat keadaan kris.

” pria itu sadar?” tanya siwon menebak apa yang terjadi. Dari raut wajahnya jelas terpancar ketidaksukaan mendengar kabar baik itu.

“dan kau pasti ingin melihat keadaanya kan?” tanya siwon yang mengetahui isi kepala hyemi.

Mau tidak mau hyemi mengangguk menjawab pertanyaan choi siwon. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan kris dan ingin melihat keadaanya dengan mata nya sendiri.

” kau pasti tahu kan aku tidak akan mengizinkanmu untuk kesana?” ucap siwon dingin.

“kecuali kau mau melakukan sesuatu” tambah siwon sambil tersenyum licik seperti menyimpan sebuah rencana.

*

” dimana hyemi?” pertanyaan itu sudah hampir diucapkan kris 5 menit sekali kepada teman-temanya.

” ya! Bisakah kau fokus pada keadaanmu dulu yifan!” ucap luhan kesal karena sepertinya kris sama sekali tidak peduli dengan keadaan dirinya. Pria itu hanya menanyakan hyemi sejak tadi.

“luhan hyung benar, kau harus fokus pada kesehatanmu dulu” suho ikut menambahkan, ia khawatir dengan keadaan kris yang jauh dari kata baik-baik saja.

” Bi, kau pasti tahu hyemi ada dimana kan? Dia ada dimana?” kini kris mengalihkan pandanganya pada aebi. Ia yakin gadis itu tahu dimana hyeminya.

“nanti dia pasti akan kesini oppa, kau tenang saja” aebi mencoba menenangkan pria itu. Masalahnya aebi juga tidak tahu dimana keberadaan hyemi sekarang.

” aku disini” suara itu membuat semua orang yang ada dalam ruangan itu langsung menoleh kearh pintu.

Disana hyemi sudah berdiri memandang kris.

“bisakah aku berbicara berdua dengan yifan?” pinta hyemi kepada yang lain.

“tentu saja hyemi-a” ucap yang lain mengiyakan permintaan hyemi

“Gomawo” ucap hyemi sambil tersenyum lemah.

Satu persatu para member exo meninggalkan ruangan itu.

“kau tidak apa apa?” tanya aebi memastikan. Wajah sahabatnya terlihat sangat lelah sekali.

“Gwenchana bi” hyemi memaksakan sebuah senyuman di wajahnya.

*

Aebi harus menahan nafasnya ketika melihat siapa yang berada di depan ruang perawatan kris. Choi Siwon. Apa yang di lakukan pria itu disini?

“ya! Apa yang kau lakukan disini?” Tanya aebi tidak bisa menahan emosinya. Luhan sampai harus menahan kekasihnya tersebut.

Choi siwon hanya tersenyum dan mengangkat bahunya.

” aku hanya menenemani calon istriku” jawab siwon ringan.

Tapi jawaban siwon itu cukup membuat semua orang yang ada di situ terdiam.

*

“hyemi-a” panggil kris sambil memandang hyemi yang masih berada di depan pintu.

” Kenapa kau baru datang? Kau baik baik saja kan” tanya kris yang justru khawatir dengan keadaan hyemi.

Sedangkan gadis itu hanya bisa memandang kris dengan perasaan bersalah. Ialah yang menyebabkan semua ini. Pertengkaran kris dengan siwon, sampai kecelakaan ini adalah salahnya.

” Ge~ aku minta maaf. Tapi…” hyemi menggantung kata-katanya dan memandang kris tepat di kedua matanya. Gadis itu tidak akan sanggup mengatakanya tapi ini semua demi kris.

” Aku akan menikah dengan siwon oppa bulan depan” ucap hyemi dengan satu kali tarikan nafas.

Hening.

Suasana kamar itu langsung hening. Kris masih mencoba mencerna apa yang baru saja di katakan hyemi.

” dan aku harap kau tidak mencegah atau melakukan apapun yang bisa membatalkan pernikahanku” tegas hyemi. Ia harus tega mengatakanya.

” kau dan aku sudah berakhir ge~. Biarkan aku bahagia dengan pria lain” hyemi terus menahan agar ia tidak menangis di depan kris walaupun pertahananya sudah hampir runtuh.

” aku harap kau bisa menemukan wanita lain yang lebih baik dari aku. Lupakan aku dan berbahagialah yifan” hyemi langsung berbalik dan menarik nafasnya dalam-dalam. Berakhir sudah.

Tapi pelukan yang tiba-tiba dirasakanya hampir membuat hyemi jatuh lemas. Kris kini memeluknya dari belakang. Pria itu tidak menghiraukan darah segar yang menetes dari tanganya karena ia mencabut selang infusnya dengan paksa.

” kau tahu aku tidak akan bisa melupakanmu hyemi-a, kau tahu kau adalah wanita pertama yang bisa membuatku jatuh cinta, dan sampai kapanpun tempatmu tidak akan bisa di gantikan oleh siapapun” ucap kris sambil terus memeluk erat hyemi.

” aku tahu kau selalu punya alasan dibalik semua keputusanmu. Dan aku akan selalu menghormati keputusan itu. Tapi kau harus selalu ingat, kau akan selalu ada di hatiku, dan kapanpun kau ingin kembali, tempat itu akan selalu ada untukmu” semua perkataan kris semakin membuat hyemi tidak bisa menahan tangisanya. Tapi ia sudah bertekad tidak akan menangis lagi di depan kris.

” Mianhae yifan~ge” ucap hyemi lalu melepaskan pelukan kris dan pergi dari ruangan itu.

*

Tatapan dari aebi dan para member exo lainya yang berada di luar ruang perawatan kris tidak lagi dihiraukan hyemi. Ia hanya ingin segera menumpahkan air matanya. Tapi tidak disini.

” kau sudah selesai sayang?” tanya siwon yang melihat hyemi.

” aku ingin pulang” ucap hyemi lemah dan siwon dengan senang hati langsung menggandeng tangan hyemi dan membawanya pergi dari tempat itu.

Dengan langkah berat dan diiringi tatapan tidak mengerti aebi dan yang lainya hyemi pergi meninggalkan tempat itu, meninggalkan kris, meninggalkan semua rasa cintanya pada kris.

*

Di dalam mobil hyemi hanya diam saja. Siwon tahu gadisnya itu sedang menahan air matanya. Dan itu juga membuat hati choi siwon sakit. Ia lalu mengarahkan mobilnya ke suatu tempat. Tempat dimana hyemi bisa mengeluarkan airmatanya.

“Kenapa kau membawaku kesini?” tanya hyemi saat mereka sudah berada di pinggir han river. Ya choi siwon membawanya kembali ke tempat yang penuh kenangan itu.

“kau boleh menangisi pria itu sepuasnya hari ini, menangislah” ucap siwon pelan.

Dan air mata itu langsung turun begitu saja dari mata hyemi. Semua kenanganya bersama kris terputar kembali seperti semua itu baru saja terjadi.

Siwon langsung memeluk hyemi. Ia tidak sanggup melihat hyemi harus menangisi pria lain.

” aku sangat mencintainya oppa” ucap hyemi sambil terus menangis di pelukan siwon

” kau hanya boleh menangisinya hari ini hyemi, kau tidak boleh menangisinya lagi karena aku berjanji akan membuatmu bahagia dan mencintaiku seperti dulu” siwon terus memeluk hyemi dengan erat dan kata-kata itu adalah janji yang akan terus di pegangnya. Ia akan membuat hyemi bahagia dan kembali mencintainya.

*

Pernikahan itu digelar dengan cara keluarga Choi, mewah megah dan meriah. Seluruh kolega bisnis Tn.Choi ada disana tidak lupa seluruh artist yang di kenal Choi Siwon. Pernikahan yang banyak diimpikan fans siwon di luar sana.

“Hyemi” aebi langsung memberikan pelukan pada pengantin wanita itu. Entah apa yang sudah di lakukan sahabatnya tapi hari ini hyemi sudah resmi menjadi istri sah Choi siwon.

” aku tidak tahu apa yang sedang kau lakukan, tapi ku harap ini yang terbaik dan kau bisa bahagia” ucap aebi pada sahabatnya itu.

“selamat choi siwon-ssi, aku harap kau tidak membuat kesalahan lagi” aebi memandang choi siwon dengan pandangan dingin. Sementara siwon hanya membalasnya dengan senyuman.

Aebi langsung berlalu dari hadapan siwon dan hyemi. Ia tidak mampu melihat keduanya lebih lama lagi karena ia tahu siapa pria yang masih ada di hati hyemi.

” Selamat hyung, walaupun aku tahu cara yang kau gunakan tidak benar. Tapi aku harap kau tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang kau buat di masa lalu” Kyuhyun memandang hyungnya itu dengan pandangan yang tidak bisa di tebak. Kecewa tentu saja karena ia tahu hyungnya itu sudah merusak kebahagian orang lain. Tapi ia ikut senang siwon bisa menemukan kembali kebahagianya setelah semua hal sulit yang harus dialaminya.

” aku berharap kau bisa membuat nya bahagia siwon-ssi” suara itu langsung membuat hyemi mengangkat kepalanya. Kris. Pria itu sudah ada di hadapanya dan tersenyum. Betapa hyemi merindukan senyuman itu.

“dan kau hyemi, kau harus berjanji akan selalu bahagia” pria itu mengalihkan pandanganya ke arah hyemi.

” tentu saja aku akan membahagiakanya kris-ssi” janji siwon.

*

Epilog

1 year later

Sudah setahun hyemi menjalani kehidupan rumah tangganya dengan siwon. Dan seperti janjinya siwon bersikap sangat baik bahkan terlalu baik menurut hyemi pria itu berlebihan. Siwon selalu berusaha membuat hyemi tersenyum walaupun sulit pada awalnya. Tapi hyemi akhirnya sadar mungkin memang Tuhan tidak menakdirkan kris dan dirinya bersatu. Dan menjadi istri yang baik adalah cita-cita hyemi sejak kecil.

Satu hal yang tidak di lakukan hyemi adalah menginjakan kakinya di gedung SM ataupun konser-konser yang mempertemukan grup suaminya dan grup kris.

Sejak hari pernikahanya ia sengaja menghindari kemungkinan-kemungkinan bertemu pria itu. Perasaan bersalah selalu menghantuinya jika mengingat pria itu. Bagaimana dengan kejamnya hyemi menghancurkan pria baik seperti kris.

*

Hyemi sedang menonton televisi ketika sebuah acara membahas sebuah skandal percintaan seorang member grup ternama. Dan itu menarik perhatian hyemi karena dikabarkan pria itu berasal dari perusahaan yang sama tempat suaminya bernaung.

Dan hyemi harus menahan nafas melihat pria yang sedang dibahas di acara itu. Kris. Pria itu tertangkap kamera sedang berkencan dengan seorang gadis di han river.

Sebagian hatinya ikut bahagia melihat kris sudah bisa tersenyum seperti dulu, seperti tidak ada beban. Tapi sebagian hatinya merasa kecewa karena sudah ada wanita lain di hatinya.

Dering ponsel hyemi membuat gadis itu menghentikan lamunannya. Donghae? Untuk apa pria itu menelfonya? Sejak menikah dengan siwon memang hyemi lebih dekat dengan para member grup suaminya itu.

“Yoboseyo?” sapa hyemi.

“Ah sayang kau dirumah?” itu suara siwon.

” N-ne oppa, wae? Kenapa kau memakai ponsel donghae oppa?” tanya hyemi heran.

” itulah sayang ponselku tertinggal di kamar. Bisa kau antarkan ke sini? Aku sedang latihan bersama yang lainya. Aku mohon ne?” pinta siwon sedikit merajuk.

“Ne nanti aku akan antarkan oppa” ucap hyemi pelan. Bagaimana jika nanti disana ia bertemu dengan kris?

” Gomawo chagi, Saranghae” ucap siwon lalu menutup teleponya

*

Hyemi berjalan perlahan menyusuri lorong gedung tempat siwon berlatih, ia berharap kris sedang tidak berada di dalam gedung ini juga karena ia msih belum bisa berhadapan langsung denganya.

“Jung Hyemi!” sepertinya doa hyemi hari ini sedang tidak dikabulkan karena hyemi tahu persis pemilik suara yang baru saja memanggilnya itu.

Hyemi langsung membalikan badanya dan mendapati kris sudah berada tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. Pria itu sedang memandangnya dengan tidak percaya.

“astaga Jung Hyemi ini benar kau?” tanya kris tidak bisa menahan kegembiraan dalam suaranya.

“N-ne anyeong Kris-ssi” hyemi berusaha mengatur suaranya agar terdengar normal. Tapi sepertinya ia gagal.

” Sejak kapan kau memanggilku seperti itu hyemi-a?” tanya kris tidak suka mendengar panggilan hyemi.

“bisakah kita bicara sebentar? Aku janji ini tidak akan lama” pinta kris dengan memelas. Ia memang harus berbicara dengan gadis yang hampir setahun ini seperti menghilang di telan bumi, walaupun ia tahu hyemi selalu ada di rumahnya bersama suaminya choi siwon tentunya.

“tapi aku harus menemui siwon oppa” ucap hyemi, ia takut apapun yang nanti ia bicarakan dengan kris akan membuat semuanya kembali rumit

” apa aku perlu meminta izin langsung dari suami mu itu?” tanya kris seperti menantang.

“tidak-tidak mari kita bicara saja” tolak hyemi cepat, ini akan semakin rumit jika siwon mengetahuinya.

*

Mereka berdua kini sudah berada di atap gedung. Hening. Belum ada yang membuka pembicaraan. Keduanya masih saling menikmati kebersamaan mereka.

“Kau pasti sudah mendengar tentang skandal itu kan?” kris memulai pembicaraan mereka.

“Ya semua pemberitaan itu benar. Dia kekasihku” lanjut kris tanpa menunggu jawaban hyemi.

Perkataan kris membuat hyemi tidak tahu harus berkata apa. Ia senang jika kris sudah bisa menemukan kebahagianya. Tapi ia juga sedih, berarti sudah tidak ada lagi dirinya di hati kris.

“Tapi seperti janjiku, kau akan selalu memiliki tempat tersendiri yang tidak akan tergantikan oleh siapapun” ucap kris sambil memandang hyemi.

“Tidak. Kau harus membiarkanya menggantikan tempatku” ucap hyemi balas memandang kris.

” Gadis itu harus bisa menggantikan tempatku. Ia pantas di cintai dengan sepenuh hati oleh mu. Kau harus bisa menemukan kebahagianmu sendiri kris. Dan aku harapkan kebahagianmu ada bersama gadis ini. Kau dan aku, semua yang terjadi di antara kita adalah hal yang paling indah dalam hidupku, namun aku yakin Tuhan selalu punya tujuan memisahkan kita. Kau harus bahagia. Jangan bersedih hanya karena aku” hyemi mengeluarkan semua hal yang selama ini belum bisa ia katakan pada kris.

” aku harus menemui suamiku sekarang, ia sedang menungguku. Selamat tinggal kris” pamit hyemi lalu meninggalkan kris yang hanya bisa memandangi kepergian hyemi.

“Bagaimanapun kau tidak tergantikan hyemi-a” ucap kris pelan.

-END-

Terima kasih buat yang udah mau baca.Mianhae kalo ending nya mengecewakan. part ini gak sebagus part sebelumnya karena editor ku tersayang lagi kehabisan inspirasi. See you in another story.

Love

JHM

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s