Memories And Miracle (Chapter 4-End)

memories and miracle

Title                       : Memories and Miracle

Author                  : Putri Dini

Length                  : Chaptered

Genre                   : Angst, Romance, Life

Main Cast           : Bae Suzy, Oh Sehun

Other Cast          : Park Jiyeon, Park Chanyeol, etc.

Author’s Note   : ff ini adalah ff sequel dari ff author sebelumnya ‘Story Of The First Love And Endless Love’ yang couplenya Suzy-Baekhyun yang juga pernah di post disini tahun 2014 kalo gak salah. Semoga yang ingin membacanya dapat membaca dengan senang. Jika ada kesamaan kejadian hanya kebetulan semata. Thank’s.. Sorry for typo(s), Happy Reading…

 

 

–Memories and Miracle [Chapter 4-End]—

(Before Chapter 3)

Suzy tampak tak ada niat untuk menghentikan Sehun. Ia tetap duduk ketika Sehun hendak bangkit dari tempat duduknya. Namun, saat ia sudah bangkit baru selangkah ia berjalan Sehun langsung jatuh tergeletak disamping Suzy. Suzy yang melihat itu pun sontak sangat terkejut.

“Sehun-ah..” Suzy langsung bangkit dari kursi dan menggeser kursi tersebut.

“Sehun-ah.. hei, Oh Sehun.. sadarlah..” Suzy memegang kepala Sehun mencoba untuk menyadarkannya.

“tolong panggil ambulan..” ucap Suzy kepada salah satu pengunjung kafe yang berada di dekatnya.

***

Saat ambulan tiba, para pekerja medis pun terlihat sibuk.

“kata walinya, ia pasien tumor otak. Tiba-tiba pingsan..” jelas petugas ambulan kepada dokter yang sudah menunggu di rumah sakit.

Suzy pun ikut berlari memasuki UGD bersama Sehun yang dibawa bersama para dokter.

“wali, tolong tunggu disini..” seorang perawat menghentikan langkah Suzy saat di depan ruang ICU.

Pintu pun tertutup, dokter mulai bekerja, Suzy mulai dilanda panik. Saat itu pula tiba-tiba Suzy pun jatuh tergeletak di lantai. Ia pingsan.

“wali..wali…” panggil sang perawat mencoba menyadarkan Suzy.

***

Sehun mulai mengerjapkan matanya. Ia mulai sadar.

“Sehun-ah.. kau sudah sadar..” ibu Sehun ternyata yang berdiri disampingnya langsung mengelus wajah Sehun saat ia telah membuka matanya.

“ibu.. kenapa aku bisa disini?” tanya Sehun dengan sekuat tenaga karena ia terlihat sangat lemah.

“katanya kau pingsan di kafe.. sudah ibu katakan kalau pergi setidaknya ajak ibu atau ayahmu.. atau bibimu. Jangan seperti ini…” terlihat jelas nada kekhawatiran seorang ibu terhadap anaknya.

Sehun lalu mencoba merubah posisinya menjadi duduk.

“permisi..” Sehun yang ingin bertanya kepada perawat yang baru saja melifat infusnya.

ne?”

“wanita yang datang bersamaku.. dimana dia? Apa ia sudah pulang?” tanya Sehun.

“ah.. sesaat saat anda ditangani ia jatuh pingsan. Mungkin sekarang sedang berada di UGD..” jelas perawat tersebut.

Sehun yang mendengar itu langsung hendak turun dari ranjangnya.

“Sehun-ah.. kau tidak boleh seperti ini..” ucap sang ibu.

“sebentar.. benar-benar sebentar.. aku akan kembali..” ucap Sehun sembari melepas  infus yang tersangkut ditangannya.

“pasien..” panggil sang perawat namun tak digubris oleh Sehun.

***

Sehun memasuki UGD yang ramai akan manusia. Terlihat jelas para dokter sangat sibuk di UGD. Mata Sehun pun mencari sosok Suzy di setiap ranjang pasien yang ia lewati. Namun, ia kemudian mendengar sesuatu.

“pasien wanita yang pingsan di depan ICU tadi, saat sadar tolong langsung diberi makan. Ia terkena anemia dan maagnya parah. Ia terlihat tidak makan beberapa hari dan hanya meminum air. Tingkat stressnya juga tinggi nanti masukkan ke resep obatnya ya..” jelas seorang dokter.

Entah kenapa ia tahu bahwa yang dibicarakan itu adalah Suzy. Sehun kembali mencari Suzy dan akhirnya ia bisa melihat Suzy di ranjang yang berada di pojok. Sehun langsung berlari dan mendarat dengan posisi berlutut. Ia menggenggam tangan Suzy dengan posisinya yang berlutut disamping ranjang Suzy.

“Suzy-ya..” lirih Sehun sembari menatap wajah pucat Suzy.

Sehun menggenggam tangan Suzy dan wajahnya ditenggelamkan dalam genggaman tersebut. Tak lama, Suzy mulai tersadar. Ia membuka matanya dan ia bisa melihat sebuah kepala sedang menunduk sembari memegang tangannya.

“Sehun-ah..” lirih Suzy.

Suzy yang mengetahu bahwa orang itu adalah Sehun. Saat dipanggil, Sehun langsung mendongakkan kepalanya dan merubah posisinya menjadi berdiri dengan tetap menggenggam tangan Suzy.

“oh.. kau sudah sadar? Mau kupanggilkan dokter?” Sehun yang terlihat sangat khawatir.

Suzy menggelengkan kepalanya. Ia kemudian ingin merubah posisinya menjadi duduk. Melihat itu, Sehun pun membantu Suzy.

“kau tidak apa-apa?” tanya Suzy kepada Sehun.

“em..” Sehun menganggukkan kepalanya.

“wajahmu sangat pucat..” ucap Suzy.

“wajahmu lebih pucat..” balas Sehun.

Sehun yang duduk ditepi ranjang Suzy pun masih tetap menggenggam tangan Suzy. Suzy pun tak menolaknya, bahkan ia memperkuat genggaman tersebut.

“tapi, kenapa kau disini?” tanya Suzy.

“mau menagih sesuatu..”

“padaku?”

Sehun kembali menganggukkan kepalanya.

“aku tidak ingin memberika apa-apa..” ucap Suzy setelah sejenak berfikir.

“kau yakin?”

Suzy mengangguk setelah kembali berfikir.

“aku ingin makan es krim, ayo kita makan di atap..” ajak Sehun.

“baiklah..”

Suzy langsung hendak turun dari ranjang dengan bantuan Sehun.

“kalian mau kemana? Kau belum boleh pulang..” ucap sang dokter yang melihat Suzy bangkit dari ranjangnya.

“aku tidak pulang, hanya ke atap sebentar..” jelas Suzy.

“kalau begitu, jangan lama-lama..”

ne..”

Saat mereka hendak berjalan, baru dua langkah lutut Sehun menabrak ranjang disebelah ranjang Suzy tadi.

“argh..” ringis Sehun sembari memegang lututnya.

“kau tidak apa-apa?” tanya Suzy sembari mengecek lutut Sehun juga.

eo..

Suzy lalu menatap wajah Sehun. Tatapan Sehun mulai aneh. Ia seakan tidak bisa fokus untuk memandang.

“kau sudah mulai tidak bisa melihat?” tanya Suzy.

“tidak, aku tidak apa-apa..” jawab Sehun.

Suzy langsung meraih kedua bahu Sehun agar membuatnya menatap dirinya.

“ini berapa?” tanya Suzy sembari mengacungkan 3 jarinya.

Sehun mencoba melihatnya. Namun, pandangannya menjadi gelap. Hanya seberkas cahaya yang dapat ia lihat.

eo…”Sehun yang tetap berusaha untuk melihat.

“kau tidak bisa melihatnya..” Suzy seakan memberi simpulan.

Sehun hanya diam. Ia tidak bisa mengelak.

“tak apa, aku sudah katakan bahwa aku akan menjadi matamu..” Suzy terlihat menerimanya dengan santai.

Berbeda dengan Suzy, Sehun tampak takut dan khawatir.

“sini..” Suzy menarik lengan kanan Sehun.

Ia kemudian membuat tangan Sehun menggandeng lengan kiri Suzy.

“pegang dengan benar, akan kutunjukkan bagaimana cara kerja mata barumu..” ucap Suzy.

Lengan kanan Sehun lalu memegang lengan kiri Suzy juga. Terlihat jelas ia sangat takut.

“jalan lurus.. iya.. hati-hati.. pelan-pelan..” Suzy yang terlihat sangat hati-hati dan lembut dalam menuntun Sehun.

***

Mereka mampir ke minimarket dekat rumah sakit dulu untuk membeli es krim.

“duduklah..” Suzy menuntun Sehun untuk duduk disebuah bangku di depan minimarket.

“aku akan beli dulu..” ucap Suzy.

Tangan Sehun lalu memegang lengan Suzy yang sontak menghentikan langkah Suzy.

wae?”

“tak bisakah pergi bersama?” Sehun yang terlihat takut ditinggal sendiri.

Suzy melepaskan tangan Sehun dengan pelan.

“di dalam ramai, aku hanya sebentar. Jangan takut..” ucap Suzy.

Suzy kemudian pergi masuk ke minimarket tersebut.

***

Mereka sudah membeli es krim dan sekarang sedang mengantri untuk masuk lift. Karena terlalu ramai, banyak orang yang saling bersenggolan tak terkecuali dengan Sehun. Sehun terlihat sangat takut hingga ia menguatkan genggamannya pada Suzy. Suzy menatap Sehun. Ia bisa melihat Sehun sangat ketakutan.

“liftnya ramai, haruskah kita menunggu?” tanya Suzy.

“kita naik tangga darurat saja bisa tidak?”

“baiklah, ayo..” Suzy kembali menuntun Sehun.

***

Mereka kemudian sampai di atap. Suzy tetap menuntun Sehun hingga ke sebuah tempat duduk. Setelah duduk, Suzy membukakan es krim milik Sehun lalu diberikannya kepada Sehun.

“ini..” tangan Suzy menuntun tangan Sehun untuk mengambil es krim tersebut.

“tidakkan kau lelah?” tanya Sehun.

“apanya? Naik tangga?”

“bersamaku seperti ini, tidakkah kau lelah?”

“tidak, aku malah menyukainya..” Suzy yang menatap Sehun walaupun Sehun tak bisa menatapnya.

Wajah Sehun masih tampak tidak enak kepada Suzy. Melihat itu, Suzy lalu mengambil es krim yang dipegang oleh Sehun lalu diletakkannya di sampingnya. Tangan Sehun tersebut lalu diletakkannya diwajahnya.

“aku benar-benar menyukainya, peganglah. Aku sekarang sedang tersenyum..” ucap Suzy tersenyum tipis.

Sehun pun tersenyum dibuatnya. Sehun lalu menjatuhkan tangannya.

“anginnya sangat segar..” ucap Sehun semabri menutup matanya mencoba merasakan anginnya lebih dalam.

“lihatlah, saat matamu buta pun kau masih bisa merasakannya..” ucap Suzy.

Sehun terdiam dan melihat kearah Suzy walaupun ia tidak bisa menatapnya.

“jadi, kau tidak perlu takut. Aku juga ada disini..” sambungnya.

“kalau begitu, berikan sekarang..” ucap Sehun.

“apa? Sebenarnya apa yang kau inginkan?” Suzy yang masih belum mengetahui apa yang harus ia berikan.

“keajaiban, kau bilang kau akan memberikannya..” ucap Sehun lagi.

“ahh.. keajaiban.. tapi, bagaimana caraku memberikannya?” tanya Suzy yang bingung.

“entahlah.. aku belum pernah menerima hadiah sebuah keajaiban sebelumnya..” jawab Sehun yang juga bingung.

Suzy lalu menatap Sehun yang tampak berfikir. Ia lalu meraptkan posisinya dengan Sehun. Suzy mendekatkan wajahnya dengan Sehun. Ia kmudian mulai menempelkan bibirnya di bibir Sehun. Sehun sedikit terkejut merasakan sentuhan lembut di bibirnya. Namun, Sehun tak menolaknya. Ia malah menggenggam tangan Suzy yang sedari tadi di bangku. Sehun semakin kuat menggenggamnya. Suzy tetap konsistendengan posisinya. Ia seakan benar-benar memberikan keajaibannya kepada Sehun.

***

1 tahun kemudian

Suzy duduk di bangku depan rumahnya dengan tatapan kosong. Entah apa yang ia pikirkan.

“Suzy-ya” Jiyeon yang langsung duduk disampingnya.

Suzy yang tersadar dari lamunannya langsung menghadap kearah kiri menatap Jiyeon.

“sudah waktunya, ayo” ajak Jiyeon.

Suzy menatap jam tangannya.

“kau benar, kau duluan saja..” ucap Suzy.

“kita tidak pergi bersama?”

“aku harus mampir ke suatu tempat dulu..”

“kalau begitu, cepatlah.. aku duluan bersama Chanyeol..” Jiyeon yang bangkit dari tempat duduknya.

Setelah melihat Jiyeon pergi, Suzy pun bangkit dari tempat duduknya dan langsung masuk ke dalam mobilnya.

***

Suzy ternyata mampir ke sebuah toko bunga untuk mengambil pesanan bunganya.

“terima kasih..” ucap Suzysetelah menerima sebuket bunga lili putih.

Ia masuk ke dalam mobilnya dan meletakkan bunganya di jok belakang. Suzy melajukan mobilnya dan ternyata menuju ke rumah Baekhyun.

eomeonim..” panggil Suzy saat masuk ke rumah tersebut.

eo, kau sudah datang..” ibu Baekhyun keluar dari arah dapur.

“ibu terlihat cantik..” ucap Suzy semabri tersenyum tipis.

“tentu saja, peringatan kematiannya hanya setahun sekali tentu saja kita harus terlihat cantik dan bahagia..” jelas ibu Baekhyun tersenyum.

“kau benar..”

“duduklah dulu, aku akan mematikan kompor lalu kita bisa pergi..” ucap ibu Baekhyun yang langsung kembali menuju dapur.

Bukannya duduk, Suzy malah berjalan menuju ke sebuah pintu dan itu merupakan kamar Baekhyun. Suzy lalu membuka pintu tersebut. Ia lalu tersenyum melihat seseorang yang sedang duduk diatas tempat tidur sembari membuka sebuah album.

“Sehun-ah, mwohae?” tanya Suzy sembari menghampiri Sehun.

“kau datang?” ucap Sehun tersenyum.

“apa yang kau lakukan dengan itu?” tanya Suzy lagi.

“aku mau memasukkan foto ini di album foto kita..” Sehun memberikan sebuah foto kepada Suzy.

Dan ternyata, itu adalah foto Baekhyun bersama Sehun waktu kecil yang pernah ditunjukkan kepada Suzy dulu.

“sini, biar aku yang meletakkannya..” Suzy mencoba mengambil alih album yang dipegang Sehun.

Suzy lalu membuka lembar per lembar album tersebut. Itu merupakan albumnya bersama Sehun selama satu tahun terakhir. Itu seperti tanda akan kenangan yang dibuat Sehun untuk Suzy. Suzy lalu berhenti disebuah halaman. Ia tersenyum melihat foto tersebut, yaitu foto Suzy bersama Sehun saat pertama kali Sehun selesai dioperasi. Suzy pun meletakkan foto tersebut dibawah fotonya bersama Sehun.

“Suzy-ya.. ayo..” panggil ibu Baekhyun yang menghampiri kamar Baekhyun.

ne..” jawab Suzy.

“ayo..” ucap Suzy kepada Sehun.

Suzy lalu membantu Sehun berdiri. Suzy pun meraih lengan kanan Sehun dan diletakkannya di lengan kanannya. Suzy kembali menuntun Sehun dalam berjalan.

***

Sehun dan Chanyeol memberi penghormatannya di depan makam Baekhyun. Setelah itu, Suzy bersama Jiyeon dan ibu Baekhyun memberikan penghormatannya.

“setelah ini ayo kita makan, aku sudah memesan tempat..” ajak Chanyeol.

Yang lain tampak tersenyum akan ajakan Chanyeol.

“kalau begitu, aku, Chanyeol, dan bibi akan menunggu di depan. Kalian disini saja dulu..” ucap Jiyeon kepada Suzy dan juga Sehun.

Suzy mengangguk. Jiyeon pun langsung menggandeng ibu Baekhyun dan berjalan menjauh dari Suzy dan Sehun. Suzy kemudian menuntun Sehun agar berdiri disampingnya dan menghadap ke makam Baekhyun.

“tidak ada yang ingin kau katakan?” tanya Suzy kepada Sehun.

hyung.. gomawo.. terima kasih membuatku bertemu Suzy..” Sehun mengatakan apa yang ia ingin sampaikan pada Baekhyun.

“di kehidupan ini biarkan aku yang bersamanya, di kehidupan selanjutnya… kita bersaing saja untuk mendapatkan Suzy..” Sehun dengan nada candanya.

Suzy sedikit tersenyum mendengarnya.

“Baekhyun-ah.. jangan terlalu cemburu, di hatiku kau tidak akan kuhapus..” kali ini Suzy yang menyampaikan perasaannya pada Baekhyun.

“..dan.. aku tidak akan menangis lagi mulai sekarang. 5 tahun yang lalu aku lalui dengan air mata, 5 tahun kedepan akan kulali dengan senyuman kebahagian. Aku berharap kau juga ikut berbahagia melihatku dan Sehun seperti ini..” sambung Suzy.

“Baekhyun­ hyung pasti ikut berbahagia.. dia kan orang baik..” ucap Sehun.

Suzy lalu merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah flashdisk. Ia kemudian meletakkan flashdisk tersebut di tepi makam Baekhyun.

“ini aku kembalikan.. selama 5 tahun aku sudah hidup berkat bantuanmu, sekarang aku akan hidup dengan diriku sendiri..” ucap Suzy.

Sehun pun meletakkan sebuah flashdisk juga di tempat Suzy meletakkannya tadi. Suzy terlihat membantunya karena Sehun tak bisa melihat.

“aku juga mengembalikannya hyung.. aku sudah melaksanakan permintaanmu untuk melindungi Suzy, sekarang aku akan melindungi Suzy untuk diriku. Terima kasih, hyung..” Sehun tersenyum.

Sehun dan Suzy pun menatap makam Baekhyun dengan senyuman.

kajja..” ajak Suzy.

Sehun pun memegang lengan Suzy dan mulai berjalan menjauhi makam Baekhyun. Selagi berjalan mereka pun terlihat berbincang-bincang.

“Sehun-ah, apartemen kita sudah siap direnovasi kemarin. Kita bisa pindah minggu depan..” ucap Suzy.

“apa tidak apa-apa, pindah sebelum menikah?” tanya Sehun.

“apa salahnya, 3 hari setelah pindah kita juga sudah menikah..”

Sehun hanya menuruti Suzy.

“tapi, bibi ikut bersama kita kan?” Sehun yang bertanya tentang ibu Baekhyun.

“tentu saja, aku tidak bisa meninggalkannya..”

Sehun tersenyum.

“tapi, kenapa saat bersamaku kau tidak pernah membawa tongkatmu?” tanya Suzy.

“untuk apa, kau mengatakan akan menjadi mataku. Kenapa aku harus membawa tongkat jika ada mataku? Kenapa? Kau sudah menyerah menjadi mataku?”

“tidak, aku hanya penasaran..”

Sehun tersenyum mendengarnya. Suzy pun tersenyum melihat Sehun. Mereka pun terus berjalan untuk terus membuat kenangan dari sebuah keajaiban.

–The End—

Sorry for bad endings.. Thank’s for reading… please leave your comment.. biar author bisa memperbaiki ff selanjutnya.. kalo ada ide cerita commnet dibawah siapa tahu diantara ide kalian bisa memunculkan cerita di pikiran author (genre atau karakter pemainnya juga boleh..) hehehe.. makasih sekali lagi sekali lagi untuk yang udah meluangkan waktunya untuk baca ff abal-abalan ini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s