Saranghae (Chapter 1)

14359215_630116080502485_1167665170961550754_n

Saranghae
 
Author : sonyeo Kim a.k.a lingga putri utami
Main cast :

* Oh Sehun ( Exo )

* Oh Hyerin ( OC )

* all others

Gendre : sad , romance , school life

Leght : chaptered

Note author : typo hinggap di mana mana . Di larang kelas plagiat , oke ?

Summer :
Saat pertama kali jantungku berdetak up normal. Membuatku dengan jelas merasakan setiap detakannya. Ya, saat itu adalah saat menatap matamu. Deg..Deg..Deg..Deg.., apakah kau mendengarnya? Coba rasakan lebih dalam, pasti jantungmu juga merasakan hal yang Sama. Tapi, apakah perasaan semacam ini benar? Kau kakakku dan aku adikmu. Lantas apakah ini salah? Lalu jika memang begitu, untuk apa di ciptakan perasaan semacam ini?

Chapter 1 : Love You My Handsome brother.

– prolog-

Aku tak tau apakah perasaan semacam ini benar. Perasaan dimana jantungku selalu berdetak dengan kencang saat menatap mata seseorang yang nyatanya adalah kakaku sendiri. Meskipun kami tidak kandung, tetapi apakah rasa ini tetap salah?
.

.

=>
Mentari pagi tersenyum lembut di atas langit kota Seoul. Membawa kehangatan musim semi di setiap paginya. Meskipun waktu sudah berubah, sang surya akan tetap berusaha menghangatkan. Bahkan sampai musim dingin sekalipun, sinarnya akan tetap berusaha mencairkan segala yang membeku.
Seorang gadis dengan rambut coklat bergelombangnya berhias senyum di wajah cantiknya, menuruni anak tangga menuju meja makan dimana para anggota keluarga lain telah menunggunya.

” annyeong…, appa..! Eomma…!” sapa gadis itu ramah di selingi lambaian tangannya.

” annyeong sayang. Hyerin cepat bergabung. Kau ingin makan apa kesayangan eomma? Eomma sudah membuatkan omelet telur kesukaanmu, kau harus mencobanya” ucap wanita paruh baya dengan wajah cantiknya yang tidak lain adalah eomma gadis bernama hyerin.

” gomawo eomma.., oh ya dimana oppa? Aku tidak melihatnya?” tanya hyerin berusaha mencari keberadaan kakak laki-laki sematawayangnya dan benar saja tak lama berselang orang yang ia caripun menampakan dirinya. Seorang namja tampan dengan kulit seputih susunya yang mempesona.

” sehun, cepat kemari. eomma sudah membuatkan kimchi dengan ekstrak udang kesukaanmu” ucap eomma dengan lembut tetapi sepertinya pria bernama lengkap oh sehun ini tidak mendengarkan perkataan eommanya, bahkan ia terlihat acuh pada eomma.

” berhenti !” ucap tuan oh dengan tegas yang berhasil membuat sehun menghentikan langkahnya.

“oppa, ayo kita sarapan. Lihat eomma sudah membuatkan sarapan untuk kita” ajak hyerin seraya mengenggam pergelangan tangan sehun.

” cih.., eomma katamu? Lepaskan tanganmmu dariku! Sarapan ? Bahkan aku tak ingin melihat makanan itu” ucap sehun dengan senyum miringnya.

” oh sehun ! ” ucap tuan oh yang tak lain adalah ayah dari sehun dengan suara tinggi.

” cih.., jadi kau membelanya? Mengesankan, kau selalu membela mereka. Siapa yang anakmu di sini? Aku atau gadis ini? Bagus sekali tuan oh, kau adalah ayah yang begitu buruk. Bahkan aku malu memiliki ayah sepertimu”

-PLAKKK-

” yeoppo.., cukup ! Jangan sakiti sehun. Dia bahkan tak mengerti akan apa yang baru saja ia ucapkan” bela nyonya oh, berusaha memenangkan suaminya. Sebuah tamparan mendarat di wajah kanan sehun, membuat putra tunggal keluarga ini menatap appanya dengan penuh kebencian. Senyum menyamping terlihat dari wajahnya. Ya, tepat sebelum sehun pergi meninggalkan rumah itu. Bahkan sehun seolah tak ingin menerima kenyataan yang begitu menyakitkan baginya. Kenyataan dimana seseorang yang nyatanya adalah apannya tak lebih dari seorang penghianat. Ini begitu menyakitkan baginya, semuanya tersimpan di balik wajah tampannya yang dingin, yang bahkan ia kadang tak mengerti kenapa ia sendiri harus di takdirkan seperti ini.

****

Angin terasa bebas melewati setiap sendi bangunan yang menjulang tinggi. Aroma sejuk begitu terasa terutama kala angin berhembus dengan kencang. Seorang namja mendudukan dirinya di tepi roof top, menatap pemandangan sekelilingnya acuh. Wajah tampannya kini menampakan aura kesedihan yang selama ini selalu ia sembunyikan bahkan perlahan sepasang matanya mulai di penuhi oleh titik-titik air.

” eomma…, aku tidak salahkan? Wanita itu bukan ibuku. Aku tau ini bukan salahnya, tapi aku tetap saja tak bisa menerimanya dan gadis itu” gumam sehun seraya menatap sebuah foto keluarga miliknya. Semua di dalam keluarga itu tersenyum bahagia, berbeda dengan saat ini. Ia merasa sendiri, namja ini merasa tak memiliki siapapun di dunia ini. Perlahan foto yang terlihat kusam itu di penuhi oleh titik titik air. Kertas foto itu bahkan sudah tak terlihat utuh lagi, tepat di bagian ujungnya telah sobek, menyisakan tiga anggota keluarga lain. Tentu saja yang tersobek itu foto appanya dan itu tentu saja akibat perbuatan sehun sendiri. Apa gunanya menyimpan foto pria yang bahkan sehun anggap tidak ada, sungguh ia benar benar tak menginginkan hidup yang seperti ini. Tapi, ayahnya yang menyebabkan semuanya. Andai saja tuan oh tak melakukannya, pasti semua ini takkan terjadi.

Seorang gadis dengan pita berbentuk telinga kelinci dengan motif poladot putih menghiasi rambut panjang bergelombangnya yang di biarkan tergerai dengan indah, gadis ini tengah sibuk dengan buku tebal di tangannya. Bahkan sepasang mata dengan manik kecoklatan itu sampai tak memperhatikan jalannya. Kaki gadis ini terus saja melangkah ke salah satu meja tempatnya tadi sempat mendudukan diri dengan tumpukkan buku-buku fisika yang begitu tebal dan menjulang.ini semua berkat guru super kiler yang memberinya tugas bertumpuk, dan tentu saja ini semua harus selesai hari ini juga,atau tidak hidupnya tidak akan pernah aman terutama saat jam pelajaran guru yang benar-benar menyeramkan.

 

-BRUKKK-

 

Tubuh mungil gadis itu hampir saja terhempas ke lantai. Ya, jika saja tubuh pria kekar nan tampan itu tak menahannya. Mereka saling bertukar manik untuk beberapa saat. Entah kenapa detakan kencang menghujam jantung pria yang nyatanya adalah sang killer teacher. Pria ini memang masih begitu muda dan tampan. Tubuhnya yang tinggi dengan dada bidangnya menjadikan tubuh tubuh itu terlihat begitu proposional. Sayangnya ia adalah guru yang begitu sangat menyeramkan. Jarumjam akan seolah berhenti bergerak saat jam pelajarannya tiba. Waktu seolah berjalan sangat lama dan jantungmu akan seolah akan terlepas dari tempatnya. Untung saja namja ini mempunyai kadar ketampanan  di atas rata-rata,sehingga tidak terlalu membosankan jika harus berlama-lama dengannya.

 

“ maafkan aku Mr.Park” ucap hyerin seraya membungkuk hormat sebagi tanda permintaan maafnya.gadis ini tidak ingin mencari masalah dengan siapun terutama dengan guru pelajaran kejurusannya yang terkenal akan kekillerannya ini. Semoga saja Mr.Prak tidak mempermasalahkan hal ini.

 

“ya,lupakan saja. Kau boleh pergi” ucap pria yang bernama lengkap Park chanyeol ini. Usianya masih terbilang muda. Ia hanya baru menginjak 23 tahun, dan nyatanya ia adalah seorang guru dengan imajes (?) yang buruk.

 

“ ne, permisi “ ucap Hyerin perlahan meninggalkan Mr.Park dengan buku buku tebalnya.

 

“ Hyerin !” panggil Mr. Park. Berhasil membuat Hyerin terpaku di tempatnya. Ada apa ini? Apa sekarang Mr.Park akan memarahinya? Atau ada kesalahan lain yang ia lakukan?

 

“ne,Mr? “ tanya hyerin membalikan tubuhnya.

 

“ berhati-hatilah lain kali”

 

****

 

Rembulan malam kembali menyapa, dengan udara dingin yang begitu menusuk kulit. Seorang pria dengan rambut coklatnya yang begitu kontraks dengan wajahnya yang terlihat begitu manis tengah terpaku pada sebuah buku bergambar minion sebagi covernya. Buku ini jelas bukan milik pria benama chanyeol itu karna,tertera jelas nama Oh Hyerin  sebagai pemiliknya.

 

-FLASH BACK         –

 

“ maafkan aku Mr.Park” ucap hyerin seraya membungkuk hormat sebagi tanda permintaan maafnya.gadis ini tidak ingin mencari masalah dengan siapun terutama dengan guru pelajaran kejurusannya yang terkenal akan kekillerannya ini. Semoga saja Mr.Prak tidak mempermasalahkan hal ini.

 

“ya,lupakan saja. Kau boleh pergi” ucap pria yang bernama lengkap Park chanyeol ini. Usianya masih terbilang muda. Ia hanya baru menginjak 23 tahun, dan nyatanya ia adalah seorang guru dengan imajes (?) yang buruk.

 

“ ne, permisi “ ucap Hyerin perlahan meninggalkan Mr.Park dengan buku buku tebalnya.

 

“ Hyerin !” panggil Mr. Park. Berhasil membuat Hyerin terpaku di tempatnya. Ada apa ini? Apa sekarang Mr.Park akan memarahinya? Atau ada kesalahan lain yang ia lakukan?

 

“ne,Mr? “ tanya hyerin membalikan tubuhnya.

 

“ berhati-hatilah lain kali”

 

Chanyeol menatap punggung hyerin yang menjauh dengan wajah datarnya yang terkadang terlihat begitu hangat manik matanya menatap benda milik Hyerin yang tertinggal buku minion berwarna kuning. Hyerin sudah pergi,lebih baik ia mengembalikannya besok saat jam pelajaran.

 

-flash back end-

 

Sepasang tangan besar itu mulai membuka setiaplembar bukumilik gadis manis ini.isinya di penuhi dengan gambar gambar sketsa yang begitu indah dengan ungkapan ungpan kata di sana.seperti lukisan minion ini “ makhluk kecil yang menggemaskan. Andai saja mereka benar benar ada, aku akan memelihara satu seperti bob yang pendek untuk di kamarku” chanyeol tersenyum kecil. Bagaimana mungkin gadis seusianya masih menyukai hal-hal seperti ini. Lembar kedua,ketiga ,keempat dan seterusnya. Tapi, tunggu! Bukankah ini chanyeol? Chanyeol yang tengah tersenyum? Bagaimana mungkin hyerin dapat menggambar dirinya yang tengah tersenyum sementara ia tak pernah menampakannya disekolah” dia tampan, tertuma jika tersenyum tapi, dia menyeramkan , menyebalkan, dan dingin. Andai saja ia sedikit lebih baik dan tersenyum walau hanya sekali saja mungkin aku akan berubah pikiram. Tapi,itu mustahil.PCY killer teacher” chanyeol berdecik. Entah kenapa ia jadi memikirkan gadis itu. Gadis yang paling ceroboh yang pernah ia temui. Bahkan saat pertama kali mereka bertemu, hyerin menabraknya dan menumpahkanice ceram tepat di baju chanyeol. Kesan yang buruk memang, tetapi entah kenapa begitu terasa lucu baginya.

 

****

 

“ kapan kau akan pandai jika terus seperti ini-eoh? Pantas saja so jin lebih pandai dari pada kau pabo! Kau seharusnya lebih giat” ucap baekhyun pada hyerin yang mulai frustasi akan tugas Mr.Park. Baekhyun itu adalah kakak keras hyerin. Dia adalh namja yang cukup pintar di kelas, tak banyak yeoja yang bisa dekat dengannya bahkan mereka ingin. Tapi lihat nyatanya namja bermarga Byun ini denkat dengan hyerin.bahkan,baekhyun sering membantu hyerin mengerjakan tugas sekolahnya. Baekhyun itu sudah seperti kakak bagi hyerin karna sehun bahkan tak pernah bersikaplayaknya seorang kakak padanya dan hyerin mencoba mengerti akan hal itu.

 

“ oppa, bisakah kau berhenti membandingkan kami? Kami berbeda, aku tau aku tak sepintar dia, untuk itu aku berusaha. Jangan membuatku merasa tak berguna” keluh hyerin manja seraya mepoutkan bibirnya. Jika sudah begitu baekhyun akan merasa tidak tega dan akan benar-benar merasa gemas pada gadis ini.

 

“ mianhaeo. Aku hanya ingin menyemangatimu,sekedar memotivasi ”

 

“ tapi oppa, kami berbeda”

 

“ne,maafkan aku” ucap baekhyun dan nyatanya gadis ini justru mengabaikannya.

 

“mianhaeo,jeongmal Bagaimana jika sebagi tanda permintaan maaf aku menteraktirmu ice cream?”

 

“ jinja? Baiklah kalau begitu kau ku maafkan”

 

Hyerin menikmati sebuah ioce ceram rasa coklat pemberian baekhyun.rasanya menyegarkan sekali menyantap ice cream di tengah cuaca sore yang sedikit panas. Bahkan jika cuaca dinginpun hyerin tidak akan menolak makanan yang satu ini.

 

“ oppa?”

 

“ ne?” tanya baekhyun menatap herin seraya menjilati ice cramnya

 

“ kenapa kau selalu membandingkan dengannya?”

 

“eoh?”

 

“so jin”

 

“hmm…., karna aku menyukainya. Dia gadis yang pintar dan juga manis” ucap baekhyun dan tentu saat itu bohong. Oh tidak! Itu benar, tapi itu dulu tepat sebelum mengenal so jin. Ya,  baginya so jin adalah gadis yang manis namun baginya hyerin lebih manis.

 

Hyerin adalah gadis yang begitu ceria, takmudah menyerah dan putus asa. Awalnya baekhyun merasa biasa saja, namun entah mengapa perasaan itu tumbuh. Perasaan yang seharusnya tidak terjadi. Bahkan kau tau, awalnya hyerin ingin mendekatklan baekhyun dengan sahabatnya eun ji. Karna eun ji begitu menyukai namja ini. Namun, justru bekhyun dan hyerinlah yang semakin dekat. Ini tidak munafik!percayalah eun ji mengetahui semua ini.ia percaya bahwa sahabatnya tak memiliki perasaan apapun pada baekhyun. Ini hanya sebatas pertemanan bagi bherin.

 

“ kalau pegitu perjuangkan dia,perjuangkan cintamu” ucap hyerin.

 

“ apa kau lupa apa yang pernah ku katakan pabo?” tanya bakehyun.

 

“ baiklah kau tidak ingin memiliki kekasih dulu untuk saat ini sampai sekolahmu selesai”

 

Mungkin ini terdengar aneh tapi nyatanya itulah yang pernah baekhyun katakan.

 

“ tapi, tidakkah itu terdengar konyol. Aku berkali kali mendengarnya dan semuanya bohong”

 

“ aku tak berbohong ini memang benar tapi aku rasa aku berubah pikiran. Aku rasa aku ingin memilikiseorang seorang kekasih”

 

“ dan gadis itu adalah kau hyerin,andai aku dapat mengatakannya” batin baekhyun.

 

****

 

Seorang gadis dengan balutan seragam SOPA high school seperti tengah mencari sesuatu.ya, mungkin ada yang sempat terjjatuh di perpustakaan yang membosankan ini.

 

“ dimana benda itu? Akhh…,bagaimana mungkin bisa hilang? Kenapa kau begitu bodoh sekali Oh Hyerin? ” keluh hyerin

 

“ apakah kau mencari ini?”

 

TBC

 

Gomawoyang udah nyempetin baca. Ditunggu ya next chapternya 😀

Iklan

One thought on “Saranghae (Chapter 1)

  1. wahh sepertinya baekhyun dan chanyeol suka sama hyerin.. ahhh otthokhe kalo sampe sehun juga sanpe suka sama hyerin apakah bakalan jadi cinta segi empat?? hahaha kisah cinta yg rumit banget kayanya..
    lanjutannya jangan lama” yah thor… aku suka ff ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s