[Author Tetap] Mistake (Chapter 2)

Cast: Park Chanyeol, Jun Rayeon (OC)

Genre: Romance, comedy(?)

Rate: PG-13

Disc: INI FF ASLI MILIK SAYA. No copas or plagiat and don’t be silent readers guys!

Sebelumnya aku mau bilang terimakasih yang banyak buat kalian semua, ud like dan comment. Itu bener-bener bikin aku pengen lanjut lagi.

Semoga like dan comment ga semakin sedikit biar aku lebih semangat hehe.

Now, enjoy🙂

.

.

.

“Kenapa kau membawaku kesini? Kenapa kau sangat baik padaku? Kenapa? Kenapa? Kenapaaaa???” Chanyeol mengecup bibir Rayeon lagi.

“Diam.” Rayeon terdiam seraya menutup bibirnya.

“Aku menyukaimu..” Chanyeol tersenyum sedangkan Rayeon semakin tidak mengerti semua ini.

“Aku hanya menyukaimu, Rayeon-ah.”

“Apa apaan kau?! Jangan anggap aku wanita murahan karena aku berada di club kemarin!” Teriak Rayeon marah. Wajahnya memerah menatap Chanyeol yang tersenyum kecil.

“Baiklah, aku akan mengatakannya. Sebenarnya aku membutuhkanmu. Oh, bukan, ayahku yang membutuhkanmu.” Ujar Chanyeol lalu menatap Rayeon yang kebingungan.

“Apa? Ayahmu… pedo…fil?” Tanya Rayeon ragu yang dibalas jitakan dari Chanyeol.

“Tentu saja tidak! Aku juga tidak tau oke? Yang pasti ayahku memintaku untuk mengawasi dan menjagamu hingga ia kembali dari London 3 hari lagi.” Jelas Chanyeol menggerutu.

“Oh.. maaf.” Chanyeol mendecih lalu berjalan keluar dari kamar.

“Aku tunggu kau dibawah! 15 menit!” Teriak Chanyeol membuat Rayeon bangkit dan membasuh diri dengan cepat.

Rayeon keluar hanya dengan jubah mandi, ia benar-benar lupa bahwa dirinya tidak membawa baju sehelaipun. Mengingat kondisinya sekarang, ia sibuk mencari baju di dalam lemari yang cocok untuknya.

Kaos lengan panjang dan celana jins melekat pas pada tubuhnya. Bukan kebetulan bahwa Chanyeol ternganga melihat penampilan rapi gadis tersebut.

“Chan??” Seketika Chanyeol sadar dari lamunannya dan menggeleng cepat.

“Ada apa? Kau sakit?” Tanya Rayeon bingung dengan sikap Chanyeol.

“Tidak. Sudahlah, ayo cepat makan.” Ujar Chanyeol dingin.

Rayeon tak mengerti, sehari kemarin sikap Chanyeol sungguh manis dan membuatnya berdegup kencang. Sekarang, semuanya berubah 180 derajat!

“Apa dia masih marah soal tadi?” Batin Rayeon.

Chanyeol dan Rayeon duduk berhadapan dan makan dengan tenang. Entah karena tata krama atau Chanyeol yang masih marah, keadaan sangat canggung dan dingin.
“Chan..” lirih Rayeon yang sudah selesai makan.

Chanyeol menatapnya sejenak namun kembali melahap makanannya.

“Apa kau marah karena tadi?” Tanya Rayeon hati-hati.

Chanyeol menghentikan makannya.

“Ya! Dan kau harus bertanggung jawab.” Tatapan Chanyeol tak main-main dan jujur saja Rayeon takut melihat mata Chanyeol yang membara saat ini.

“Ehmm, baiklah. Apa yang kau mau?” Sebenarnya Rayeon enggan namun ia merasa tidak enak dengan Chanyeol yang seperti ini.

“Temani aku berjalan-jalan.” Chanyeol mulai tersenyum kecil melihat anggukan ragu dari Rayeon.

***

“Kemana kita akan pergi?” Tanya Rayeon menatap Chanyeol yang melajukan mobilnya ke jalan gangnam.

“Ini kan..”

“Figure Museum W.” Ujar Chanyeol cepat.

“Apa yang kita lakukan disini?” Tanya Rayeon menatap sekeliling.

“Aku ingin kesini, sudah sangat lama aku ingin kesini namun tidak bisa. Ini terlihat kekanak-kanakan dan aku tidak mau orang melihatku seperti masa kecil kurang bahagia.” Rayeon terkekeh mendengar penjelasan Chanyeol.

Tanpa sadar Rayeon menggandeng tangan Chanyeol dan masuk ke dalam. Wajahnya berseri melihat banyaknya pameran.

Mereka pergi dari hall 1 ke hall 3. Melihat banyaknya pameran tentang mainan yang sangat unik membuat keduanya tertawa kecil.

“Lihat! Itu Iron Man!” Teriak Chanyeol menghampiri action figure yang satu itu.

“Ini harus di foto!” Teriak Chanyeol memberikan ponselnya pada Rayeon lalu berpose seperti anak kecil disebelah Iron Man.

Rayeon tertawa kecil dan memotret Chanyeol. Chanyeol yang puas juga bergantian memotret Rayeon secara diam-diam saat Rayeon berada disamping action figure lainnya. Mereka menghabiskan waktu untuk melihat seluruh action  figure dari lantai 3 hingga 6.

Mereka duduk di sebuah cafe di lantai 1 untuk beristirahat.

“Terimakasih.” Ujar Chanyeol tersenyum dan menatap Rayeon dengan tulus.

“Kurasa ini kencan pertama kita.” Wajah Rayeon bersemu merah mendengarnya.

“Se-sejak kapan ini kencan?!” Rayeon seperti orang panik yang ketauan merampok. Chanyeol tertawa kecil melihat tingkahnya lalu menggenggam tangannya.

“Percayalah, kau menikmati kencan pertama kita.” Lagi dan lagi Chanyeol berubah manis, membuat dirinya berdegup kencang dan salah tingkah.

“Oh astaga. Hentikan, kau benar-benar menyebalkan!” Chanyeol kembali tertawa melihat Rayeon yang salah tingkah.

Chanyeol memanggil pelayan lalu memesan.

“Apa yang kau mau?” Tanya Chanyeol membuat Rayeon yang sudah tenang menatapnya bingung.

“Kau mau pesan apa?” Tanya Chanyeol memperjelas.

“Ah.. 1 es lemon tea sudah cukup.” Chanyeol mengangguk dan tersenyum.

“1 ice lemon tea dan 1 cappuccino.” 

“Baiklah, tunggu sebentar pesanan kalian akan kami antar.” Ujar pelayan tersebut lalu pergi meninggalkan mereka ber2.

“Setelah ini aku akan mengajakmu pergi ke sebuah temlat untuk makan jadi jangan terlalu kenyang disini.” Chanyeol mengangguk dan bingung atas perkataan Rayeon.

“Ada apa?” Tanya Chanyeol melihat Rayeon menjadi diam setelahnya.

“Aku terlalu banyak merepotkanmu. Aku tidak mungkin bisa membalas apapun untukmu.” Chanyeol menggeleng lalu menatap Rayeon dalam.

“Aku tidak butuh apapun darimu. Aku menganggapmu seperti kita sudah sangat dekat dan terimakasih untuk hari ini.” Rayeon tersenyum dan menggeleng.

“Aku yang berterimakasih.”

Pesanan datang dan mereka menghabiskan hari dipinggir Sungai Han sebelum pergi ke tempat yang Rayeon ajak.

Bukannya pergi ke restoran untuk makan, Rayeon hanya berjalan-jalan hingga matahari terbenam membuat Chanyeol bingung.

“Sebenarnya kemana kita akan pergi?” Tanya Chanyeol tak kuat lagi menahan lapar.

“Tunggulah sebentar.” Ujar Rayeon lalu berjalan lagi menyusuri jalan di kawasan Gangnam tersebut.

Mereka berjalan hingga Rayeon berhenti di kedai kecil. Kedai tersebut kecil dan menjual makanan seperti fish cake, teokkbeoki dan berbagai makanan lainnya.

Rayeon memesan 2 fishcake  dan 2 porsi teokkbeoki.

“Kau mengajakku berjalan untuk makan ini?” Tanya Chanyeol menghela nafas berat.

“Maaf tapi ya.” Rayeon terkekeh melihat raut Chanyeol yang letih dan kesal.

Mereka berjala hampir 1 jam dan kesini untuk makan makanan yang banyak di jual di pasar tradisional. Bagaimana mungkin Chanyeol tidak kesal?

“Aku minta maaf Chanyeol ah, hanya ini yang bisa kulakukan..” lirih Rayeon membuat Chanyeol terdiam bersama emosinya yang larut.

“Aku tidak marah. Aku hanya.. kecewa? Aku tidak mengharapkan apapun. Kau tak perlu melakukan ini, aku sudah cukup denganmu bersamaku.” Chanyeol tersenyum lalu mengelus puncak kepala Rayeon lembut seraya memesan 1 porsi teokkbeoki.

“Nikmatilah.” Ujar ibu pemilik sekaligus penjual kedai tersebut.

Waktu berlalu cepat saat mereka menghabiskan waktu untuk mengisi perut dengan percakapan kecil. Setelah mereka menghabiskan makanan tersebut, mereka langsung berjalan dipinggir Sungai Han.

“Aku tak tau Sungai Han seindah ini.” Ujar Rayeon tersenyum dan menghirup udara segar.

“Tunggu sebentar.” Chanyeol berlari menghampiri sebuah penjual balon lalu membeli semua balon tersebut.

“Hadiah kecil.” Chanyeol mengulurkan balon tersebut pada Rayeon.

Rayeon mencoba mengambilnya namun dengan cepat Chanyeol menarik ulurannya dan terkekeh.

“Bukan tangan yang ini. Tapi yang ini.” Chanyeol mengulurkan tangan kirinya yang kosong.
Rayeon menepis tanga tersebut dan membuah wajah kesal namun Chanyeol kembali tertawa dan menautkan jari mereka.

Rayeon tau dirinya bodoh dengan membiarkan perlakuan Chanyeol sekarang namun biarlah, selama ini semua tidak kelewatan mungkin tak apa.

mungkin…

“Ayo kesana, disana ada musisi!” Rayeon menarik Chanyeol yang dengan cepat menyamakan langkah mereka.

Musisi itu bernyanyi dengan riang dan indah membuat banyak orang tersenyum dan memberi tepuk tangan meriah, salah satunya Rayeon yang kegirangan.

Chanyeol melihatnya lalu memberikan sebuah balon pada Rayeon dan meminta ijin kepada musisi untuk meminjam gitar.

Rayeon tak mengerti, ia bingung atas gerak gerik Chanyeol. Rayeon tak menyangka bahwa Chanyeol akan melepas semua balon ditangannya dan mulai memainkan gitar tersebut dengan indahnya. Rayeon bahkan tak menyangka Chanyeol akan menyanyi dengan suara berat miliknya.

Girl, perhaps you are trying to hide

Your wings and many charms that I don’t know of behind your small shoulders

Girl, I don’t know since when

I keeps smiling more without knowing

And thoughts of you fill my mind

When I open my eyes every day rather than (thinking of) breakfast

I think of your face and the smile spreads across my face

I spend all day working hard daily to make money again

Why don’t I feel sick of it, I’m only enjoying it

It’s fascinating how a girl like you

Entered my heart and refused to leave

I want to keep the door to my heart wide open

I made this song when I thought of you so listen

I hum lalalalala every day

Your pretty pictures keep filling up my album one by one, baby.

When I open or close my eyes I always think of you, babe.

There’s nothing as beautiful as you anywhere

You are (I just want to tell you today

You are (I want to hold your hand uh)

You are (Even when I pretend that’s not it)

Actually I only think of you

You are (I just want to tell you today)

You are (I want to hold your hand uh)

You are (even when I pretend that’s not it)

Actually I only think of you, You are.

– Chanyeol you are.

Rayeon terpukau dengan suara merdu Chanyeol namun ia bingung dengan liriknya. Mereka baru bertemu kemarin malam dan lirik itu sangatlah tidak benar bagi mereka.

“Apa kau tau, aku bahkan menulis lagu ini dalam beberapa hari terakhir. Aku memikirkanmu dan aku senang bahwa kau berada disini bersamaku sekarang.” Rayeon tak mengerti, beberapa hari terakhir?

“Baiklah Chanyeol ini tidak lucu.” Chanyeol bangkit dan berjala kearahnya. Ia mengecup kening Rayeon membuat banyak orang yang melihat bersorak dan bertepuk tangan.

“Terimakasih. Semoga hari kalian lancar.” Ujar Chanyeol pada musisi itu sebelum menarik Rayeon yang membeku.

“Apa maksudmu? Beberapa hari terakhir? Sebenarnya apa maumu?” Rayeon tak main-main, ia kebingungan.

“Akupun tak main-main, kurasa aku akan benar-benar jatuh cinta padamu.” Bisik Chanyeol ditelinga Rayeon membuat Rayeon merinding seketika.

“Terimakasih karna tidak melepas balon itu. Karena sebenarnya, aku mempunya makna tersendiri dari balon tersebut.” Rayeon memberikan tatapan menerawang.

“Dan apa itu?” Tanyanya sekali lagi.

“Kau, 1 dari banyaknya orang yang kukenal namun hanya seseorang yang membuatku penasaran dan ingin mengenalmu lebih.”

“Kau 1 dari sekian orang yang kugenggam erat saat puluhan lainnya ku lepaskan.”

“Rayeon, kau hanya sangat berarti.” Senyum Chanyeol mengembang seraya memegang balon yang digenggam erat oleh Rayeon.

“Semua akan jelas pada saatnya, bersabarlah.” Ujar Chanyeol membuat Rayeon semakin bingung.

“Sebenarnya apa yang terjadi?!” Jerit Rayeon dalam hati.

Tbc…

.

.

.

Hai! Wkwk kepanjangan ya? Hehe aku lagi dapet ide tiba tiba gtu. Makasih yang udah like dan comment. Jangan lupa like dan comment di chap ini juga. Kalo emang banyak yang minat dan penasaran ff ini bakal aku lanjut dan minimal 1-2 chap dalam 1 bulan tapi tergantung ya karna aku lagi UAS minggu ini dan minggu depan.

So, like and comment🙂

4 thoughts on “[Author Tetap] Mistake (Chapter 2)

  1. aduh chanyeol romantis banget bikin iri. semoga langeng wkwkwk ditunggu ya ka chapter selanjutnya ❤❤❤❤❤👏👏👏💪💪💪
    updatenya jabgan kelamaan ya ka hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s