[Author Tetap] Regrets (3) : Bella’s Punishment

0cee9324928520171ae1a05f8454be45

Previous :

Till it HurtsJust Let Him Go

Belum bisa melepaskan Kai ?

Jawabanya iya. Entah apa yang membuat Bella sangat mencintai pria berkulit tan yang sama sekali tidak menghiraukan perasaan Bella itu. Padahal Kai sering melukai Bella disaat sadar maupun tak sadar, padahal Kai selalu kasar pada Bella. Namun entah kenapa, Bella tak bisa melepaskan pria bermarga Kim itu. Bella sudah terperangkap, dan dia tidak bisa keluar.

Sakit rasanya beberapa kali melihat Kai membawa gadis yang berbeda-beda ke rumah mereka. Tanpa menghiraukan perasaan Bella, Kai bahkan bercumbu dengan gadis-gadis itu di depan Bella. Tapi rasa sakit itu tidak berarti apapun dibandingkan harus kehilangan Kai.

Ada Baekhyun. Pria itu jauh lebih baik dibandingkan Kai, walaupun Baekhyun tak sesukses Kai, tapi pria itu selalu berhasil membuat Bella melupakan seluruh masalah hidup yang mengganjal di otak, walau hanya sementara.

Baekhyun hanya pemilik Cafe kecil yang mulai bercabang di kota-kota Korea selatan, tak seperti Kai yang notabenya adalah CEO muda cemerlang yang berhasil menggaet perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia. Cabang perusahaan Kai sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia di saat usianya masih terbilang muda.

Bahkan namanya sekarang sudah masuk dalam Sepuluh Pengusaha Muda Paling Sukses di Dunia milik majalah ternama, Forbes. Sejenak Bella terkeasan dengan pria itu, Bella menyayangkan bagaimana jika orang-orang nanti tahu bahwa Kai bukanlah pria yang baik jikalau berhubungan dengan wanita. He needs to fixed all.

Suara ketikan password yang melayang di udara dan berhasil masuk ke pendengaran Bella. Ia pun menutup majalah yang sedari tadi ia baca. Itu pasti Kai. Oleh karenanya Bella pun berdiri dan mengambil tongkat yang biasanya digunakan Kai untuk memukul Bella jika ia berbuat kesalahan.

Bella sadar kesalahanya hari ini sangat besar, karena membuat harga diri Kai jatuh di depan karyawan-karyawanya tadi. So, she should got a punishment, seperti biasa. Bella sudah siap dengan hukuman yang akan diterimanya. Ia menarik nafas dalam sebelum wajah rupawan Kai menyembul dari balik pintu.

“What are you doing ?” Tanya si pria tan sambil memandangi Bella dari atas sampai Bawah. Bella mengangkat satu alisnya.

“Aku harus mendapat hukuman” Ucapnya sambil memberikan tongkat yang biaaanya digunakan Kai untuk memukul Bella. Kai lantas mengambil tongkat itu, dan bersiap melambungkan satu pukulan pada Bella. Bella menutup rapat matanya, bersiap merasakan rasa sakit yang akan dia terima karena tongkat itu.

Tapi nyatanya tidak.

Kai malah melempar tongkat itu ke sembarang arah. Ia menyerahkan tas yang sedari tadi ia bawa. Bella dilanda rasa penasaran, sulit untuknya meloloskan satu pertanyaan, tapi akhirnya Bella melakukanya.

“Apa ini ?”

Kai tak merespon dan langsung berjalan meninggalkan Bella. Ia menanggalkan jas hitamnya dan berlalu menuju ruang kerjanya. Tanpa memperdulikan Bella yang masih berdiri disana menunggu jawaban darinya. Bella tahu bertanya pada Kai tak ada gunanya.

Bella melihat isi dari tas itu, dahinya mengerut. Gaun merah dan High hells yang juga berwarna merah. Disana ia masih bisa melihat kertas harga yang masih menggantung sempurna. Terkejut, tentu saja. Harga kedua barang itu melebihi gaji Bella selama dua bulan, saat ia masih bekerja—saat Kai belum masuk dalam hidupnya dan menghancurkan segalanya.

“Kau harus pakai itu besok.”

Entah dari mana datangnya, Kai tiba-tiba sudah duduk di sofa sambil menyeruput bir favoritenya. Bella tentu saja tersentak.

“Pertemuan pengusaha-pengusaha dan client ku dari seluruh Korea. Jangan hancurkan segalanya dan ikuti saja apa kataku.” Ucap Kai lalu berdiri memutari tubuh Bella. Gadis itu mengangguk walau ragu.

Kai masih berjalan memutari tubuh Bella sambil sesekali memainkan surai Bella yang tergulai bebas. “You know ?” Kai melafalkan katanya tepat di depan telinga Bella. Membuat gadis itu bergetar saat bibir Kai tak sengaja menyentuh telinganya.

“Kau melupakan hukumanmu. Right ?

to be continued.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s