STAY WITH ME (Chapter 1)

original

Cast                       : Byun Baekhyun (EXO)//Park Jaeri (OC)

Other Cast          : All member EXO, ….,…… . (menyusul)

Leght                     : Prolog // Chapter

Disclamer            : Cerita asli buatan author Byun. terinspirasi dari film,drama,novel. No copy,no paste.

“So easily, with harsh words .You put scars in my heart.Without even saying sorry

Again, I’m comforting myself.Always nervous.If you’re gonna leave me.I just want you to stay”

Black Pink Stay With Me

Stay With Me-(Prolog)

Chapter 1

Seorang pria menyeret kopernya menuju pintu utama Bandara Icheon, suara langkah kakinya berirama lantaran sepatu kulitnya beradu dengan lantai. Kaca mata yang bertengger di hidung lancipnya dilepas, memperlihatkan mata elang. Tangannya merogoh saku untuk mengambil ponsel yang sedari tadi berdering. Ada panggilan dari seseorang disana dan pria itu tak berniat mengangkat, malah yang dilakukannya adalah menonaktifkan ponsel.

“Baekhyunie!” tegur seseorang.

Pria yang merasa dipanggil itu menoleh, dan tersenyum lebar saat melihat wanita paruhbaya mendekat padanya.

“Eomma!” Serunya dengan nada bahagia. Detik selanjutnya tangannya sudah memeluk sang ibu. Pria bernama lengkap Byun Baekhyun sedang melepas rindunya.

“aigooo anakku. Akhirnya kau kembali. Eomma sangat merindukanmu.”

Baekhyun melepas pelukannya, rasanya seperti mimpi sudah kembali pulang ke negara kelahirannya.  Tinggal di Amerika selama 2 tahun membuatnya jauh dari keluarganya, jika boleh jujur Baekhyun sangat tidak betah di negara orang. Baekhyun menempuh pendidikan di Amerika  atas kemauan ibunya. Suka tidak suka ia harus melakukannya agar ibu tercintanya bahagia.

“aku juga merindukan eomma.”

“jadi sekarang putraku seorang dokter heumm?” tanya sang ibu membuat Baekhyun terkekeh. Ibunya bangga karena ia lulus dari universitas kedokteran  hanya dalam kurun waktu 2 tahun. Otakknya yang cerdas memudahkannya cepat mendapat gelar dokter. Baekhyun juga bangga pada dirinya sendiri karena telah mewujudkan keinginan ibunya.

“Benar. Anakmu ini sudah menjadi seorang dokter. Eomma senang?”

“sangat. Putraku kau sangat hebat.”

.

.

.

“apa?” pekik Baekhyun hampir menyemburkan soda yang diseruputnya. Pria itu memandang ibunya tidak percaya. Kini ia sudah berada dirumah keluarganya. Setelah sampai tadi ibunya mengajaknya makan siang juga menyampaikan sesuatu yang membuatnya hampir kehilangan separuh nyawa.

“eomma hanya ingin membantunya Baekhyunie” jelas sang ibu. Baekhyun terlihat frustasi saat ini. Ibunya memberi tau jika rumah pribadinya sedang dihuni seseorang. Rumahnya yang terletak dikhawasan Gangnam merupakan hadiah dari mendiang ayahnya. Baekhyun pernah tinggal sendirian disana saat SHS, ia tak pernah suka jika orang lain menjamah kepemilikannya tanpa ijin darinya.

“eomma kenapa kau membiarkan orang lain tinggal dirumahku?”  keluhnya dengan nada tidak terima. Sang Ibu menggenggam tangan Baekhyun , memandang putranya dengan tatapan memohon.

“sekali lagi maafkan eomma. Anak itu baru datang ke Korea dan dia belum memiliki tempat tinggal. Dia-“

“kenapa harus rumahku?” serobot Baekhyun memotong perkataan ibunya.  Sekarang kepalanya malah dihadiahi pukulan kecil, Baekhyun mengaduh dan mengelus kepalanya.

“ini salahmu karena tak memberi kabar akan kembali. Eomma hanya ingin rumahmu terasa hangat dengan ditinggali seseorang.”

“hahh tapi kan seharusnya eomma meminta persetujuanku.”

“Sudahlah. Lagipula yang tinggal dirumahmu saat ini bukanlah orang asing. Dia anak dari sahabat eomma. Jika mau kau tinggal saja dirumah ini.” cercah ibunya membuatnya semakin frustasi.

“eomma aku sangat menyukai rumahku.”

“Jaeri juga menyukai rumahmu.”

“Jaeri? Hahh ya ampun. Eomma suruh saja dia tinggal bersamamu. Ne?” mohon Baekhyun dengan sungguh-sungguh. Ibunya menyeringai dan menggeleng keras.

“kau tinggal saja bersamanya. Tak apa kan?”

“andwe. Mana bisa seperti itu.  Tidak baik seorang pria tinggal bersama gadis asing”

Ibunya menatap sang putra dengan tatapan curiga. Wanita paruh baya itu menatap dalam mata putranya.

“apa yang tidak baik?. Anggap saja dia mengontrak salah satu kamar dirumahmu. Kalian bisa berteman. Lagipula eomma yakin kau ini tak akan macam-macam.” jelasnya membuat Baekhyun semakin resah.

“tetap saja, bagaimana jika-“ ucapnya tak sampai selesai. Baekhyun mengatupkan bibirnya dan menggaruk belakang kepalanya. Ibunya menahan senyum karena sepertinya putranya sudah benar-benar dewasa. Beliau tau tidak baik jika seorang pria dan wanita yang tak terikat hubungan tinggal dalam satu rumah. Tapi mau bagaimana lagi? Ia sudah terlanjur meminjamkan rumah putranya untuk anak sahabatnya.

“jalani saja. Dia hanya tinggal sementara sampai ayahnya membelikan rumah.”

 

.

.

.

.

Baekhyun memasuki rumahnya dengan membawa dua koper. Setelah menutup pintu ia memasuki ruang tengah, matanya langsung disambut  dekorasi ruangan yang berbanding balik dengan stylenya.

“aisshhh jinjja, dia fikir siapa berani mengubah tataan ruangan.”  Cibirnya penuh kesal. Ruang tengah terpapar karpet warna merah muda dan tataan soda juga berpindah. Baekhyun ingin mengabaikannya terlebih dahulu, ia berjalan menuju tempat tujuan yaitu kamar. Pria itu masuk dan lega saat mendapati kamarnya utuh, Baekhyun fikir gadis yang tinggal dirumahnya menggunakan kamarnya. Ternyata ibunya mengerti juga.

“hah aku mendapat mimpi buruk sekarang.” Ucapnya sembari membereskan bajunya kedalam lemari.

Membutuhkan waktu cukup lama bagi pria itu untuk  membereskan barangnya. Sekitar dua jam Baekhyun baru keluar kamar untuk mengambil minum. Saat membuka kulkas ia ditajubkan oleh setumpuk makanan juga yogurd.

“ck ck apa dia menjual semua ini? Daebak, kulkasku sudah seperti toko cemilan.”

Pria itu mengambil air mineral dan menuangkannya pada gelas, saat meneguk airnya ia langsung melotot.

“ya airnya sangat dingin. Astaga apa ia menaikan suhu kulkasnya? Dasar boros.”

Baekhyun menggeleng dan menyumpahi si pelaku dalam hatinya. Pria itu kini berjalan menuju jendela untuk menutup tirai. Dari balik kaca ia melihat sosok wanita berjalan memasuki halaman rumah. Baekhyun terdiam dan entah mengapa jantungnya berdetak kencang saat ini.

“aishh ada apa denganku. Kenapa aku harus gugup?” lirihnya.Aneh karena tiba-tiba ia merasa panik.

Selama beberapa menit Baekhyun diam dihadapan jendela, tangannya masih memegang tirai dan belum menutupnya sama sekali.

Suara pintu membuatnya semakin enggan bergerak, Baekhyun masih diam menenangkan degup jantungnya. ‘ya ya sial’ dalam hatinya.

“hyaa pencuri” suara teriakan membuat Baekhyun menoleh. Pria itu langsung menepis payung yang hampir memukul kepalanya. Gadis dihadapannya sekarang terlihat takut, dengan sengaja Baekhyun mendorongnya agar tak mendapat serangan lagi.

Sejenak ia menatap mata gadis dihadapannya.

‘tidak asing’

“hei kau-.”

“KYAAA TOLONG!!! Y-ya kau. Apa yang k-kau lakukan dirumahku?”  pekik yeoja itu -Jaeri– membuat Baekhyun melongo, Jaeri mengerjap saat Baekhyun tiba-tiba menunjukan smirk.

“apa? rumahmu?”

“y-ya! kau pencuri kan?”

“Nona, kau yang seprtinya pencuri. Ini rumahku!.” Ujar Baekhyun penuh penekanan. Jaeri terdiam untuk berfikir, tiba-tiba perkataan Byun ajhuma diingatnya.

“hah… s-seolma apa kau ini….?

.

.

.

.

.

Jaeri menatap Baekhyun serius selama pria itu bercerita. Baekhyun membalas tatapan jaeri dengan tatapan tak bersahabat.

Keduanya kini diam, Jaeri meremas ujung roknya karena cukup gugup saat ini. Sebenarnya rasa cemas lah yang lebih mendominasi tapi gadis itu menutupinya. Ia juga tidak enak pada pria dihadapannya karena sikapnya tadi.

“ Kau tidak berhak mengakui ini rumahmu nona. kau hanya menumpang padaku.” Terang Baekhyun membuat Jaeri melongo.

“y-ya tapi Byun ajhuma yang memintaku tinggal di rumah ini. Mana aku tau jika kau akan kembali.”

“kau hanya menumpang. ” tegas Baekhyun. Pria itu bahkan melotot pada Jaeri. Sayangnya Jaeri tak takut dengan ekspresi galak Baekhyun.

“lalu ini harus bagaimana?” tanya Jaeri dengan polosnya. Bisa terlihat Jelas jika Baekhyun tidak suka dirinya. Gadis itu tak tau harus  bagaimana.

“kau pindah sana!.”  tutur Baekhyun yang langsung membuat Jaeri mengerjap.

“ya, aku juga barusaja kembali ke Korea dan aku tak memiliki rumah.” Protes Jaeri, gadis itu menatap Baekhyun yang malah menendikan bahu.

“well, itu deritamu. Ini rumahku dan aku berhak melakukan apapun” ucap Baekhyun . Jaeri tak bisa melawan karena menghormati baekhyun yang statusnya adalah si pemilik rumah. Ia menunduk sembari berfikir jalan keluar .

Baekhyun melirik Jaeri yang terlihat semakin resah, entah mengapa kini kata-kata ibunya melintas di otaknya.

‘biarkan dia tinggal bersamamu. Eomma sudah berjanji pada orang tuanya untuk menjaganya. Semua keluarganya di Shanghai, dia tak memiliki tempat tinggal di Korea’

Baekhyun menghela nafas panjang, sedikit menimbang akan keputusannya. Sedangkan Jaeri masih berfikir harus bagaimana. Jika Baekhyun mengusirnya ia tak tau harus tinggal dimana.

“hahh sial. Ya kau!.”

Jaeri yang tadinya menunduk kini menatap Baekhyun dengan tatapan pasrah, mungkin Baekhyun akan berteriak menyuruhnya pergi.

“ aku sangat sangat sangat terpaksa mengatakan ini.Kau boleh menumpang disini sampai kau memiliki rumah. Ingat! ini hanya keterpaksaan! Aku hanya mematuhi kata-kata eomma. ”

Jaeri membulatkan bibirnya tidak percaya, setelah mengatakan itu Baekhyun berdiri dan berlalu menuju satu ruangan.  Jaeri tak memiliki kesempatan untuk bicara, ia hanya terlalu gugup selama Baekhyun memandangnya dengan tatapan dingin.

“huhhh kukira ia akan menyeretku keluar.” Leganya. Jaeri membaringkan tubuh di sofa, memikirkan Baekhyun yang sekarang benar-benar berada dalam jangkauannya.

“aishh mengapa ajhuma tak memberitahu aku jika putranya itu kembali?” tanyanya pada angin. Jaeri bangun dan berjalan lunglai menuju kamar yang baru beberapa hari ini sah menjadi miliknya. Gadis itu tak akan keluar dari kamar selain makan dan mandi, ia hanya takut berpapasan dengan si pemilik rumah.

“aahh lebih baik aku cepat mandi.” Ujarnya . Sayang sekali kamarnya tidak dilengkapi kamar mandi. Ia jadi harus keluar jika untuk mandi.

.

.

.

.

Baekhyun membolak-balik badanya, sudah hampir 3 jam ia berusaha tidur namun sangat sulit. Otakknya terus-terusan berfikir tentang gadis yang tadi bicara dengannya.

“Park Jaeri, aku yakin dia tak asing.”

Karena penasaran Baekhyun mengirim pesan pada ibunya, bertanya Jaeri anak siapa. Pria itu cukup mengenal beberapa sahabat orang tuanya.

“hemm…”

Pria itu menunggu balasan pesan dari ibunya. Setelah lima menit ponselnya bergetar dan itu pesan balasan.

‘rahasia.’

Sangat singkat dan membuat Baekhyun penasaran. Pria itu mendengus kesal.

“ckk sudahlah. untuk apa aku penasaran begini. Lagipula gadis itu sebentar lagi pasti akan pindah. Hah…”

Baekhyun membuka aplikasi musik dalam ponselnya, memutar lagu lullaby sebagai pengantar tidurnya. Biasanya dengan cara itu ia akan cepat terlelap.

Baekhyun mulai  menguap setelah memutarnya lebih dari tiga kali, oh sepertinya ia telah mengantuk.

BAEKHYUN POV

Mataku masih terpejam saat suara ponsel berdering keras, dengan malas ku raba dimana letak ponselku. Dapat , kubuka sebelah mata untuk melihat siapa yang pagi-pagi sekali sudah memanggil.

Aku yakin pasti ia tak memiliki tujuan penting menelfoku sepagi ini. Ku pertimbangkan untuk mengangkatnya atau tidak, dengan separuh minat akhirnya ku geser icon terima.

“Mwo? Park Yoda?”

Aku mendengar seseorang berteriak disebrang sana. Park Chanyeol, salah satu sahabatku yang dengan girangnya berbicara. Aku hanya meng-iya’kan semua perkataannya. Pria yang berada dalam satu tahun lahir denganku itu mengajaku keluar untuk bertemu.

“ya ya baiklah. kkeutna.”

‘Tut’

Aku menyibak selimut dan turun dari ranjang, kakiku berlari kecil menuju kamar mandi karena panggilan alam. Aku memikirkan apa yang kukonsumsi saat makan bersama eomma kemarin hingga membuat perutku sakit begini. Benar, aku memakan bulbogi sangat banyak, aigo.

“ya kenapa ini tak berfungsi?” ujarku  karena kerana kerannya tak mengeluarkan seteter air pun. Aku keluar dan terpaksa menggunakan kamar mandi didekat dapur.

Perutku semakin tidak beres, sepertinya harus kukeluarkan semuanya.

Langkahku semakin dekat, lega saat melihat kamar madi. Tanganku terhenti diudara secara tiba-tiba. Aku hendak menarik knop pintu tapi tiba-tiba terbuka dengan sendirinya.

“huaaa/kyaaaa” teriakku dan juga gadis itu secara bersamaan. Tatapannya menggambarkan seolah aku ini pria mesum, oh no apa dia berperasangka aku akan melakukan hal aneh? Seolma. Entah karena terkejut atau apa ia langsung berlari keluar bahkan menabrak bahuku cukup keras.

“akhh YA!” aku mengelus bahuku dan dan mengaduh sakit. Aku hendak masuk tapi kakiku menginjak sesuatu. Kubulatkan mataku saat melihat apa yang tergeletak di sana. Baekhyun memungutnya dan mengamatinya dengan tatapan jijik.

“gadis gila, dia sengaja menjatuhkan bra didepan kamar mandi.”

.

.

Author POV.

Jaeri menutup pintu dengan sangat keras, dibalik sana ia mengelus dadanya. Kemunculan Baekhyun di depan pintu kamar mandi membuatnya terkejut setengah mati.

“ya ampun. Mengagetkanku saja.”

Gadis itu lega karena sudah memakai pakaian lengkapnya, jika saja ia hanya menggunakan kaus dalam apa jadinya? Pasti rasanya lebih malu lagi. Ini pagi yang paling buruk menurutnya, entah mengapa ia merasa nasibnya semakin buruk. Bagaimana untuk kedepannya jika terus seperti itu?

Jaeri berharap ayahnya cepat membelikan rumah, dengan itu ia tak perlu tinggal bersama Byun Baekhyun.

“baiklah ,lebih baik aku bersiap “ ucapnya penuh semangat. Hari ini jam kuliahnya pagi jadi ia tak boleh lamban atau akan telat nantinya.

Gadis itu tak perlu lama untuk berias, hanya perlu mengoles pelembab,bedak dan juga lipsblam tipis. Rambutnya dikucir kuda karena belakangan ini cuaca cukup panas. Ia benci berkeringat.

Setelah memakai sepatunya ia berjalan menuju pintu, membukanya dan terkejut lagi saat melihat Baekhyun bersandar ditembok.

“y-ya kau mengejutkanku.”

“benarkah? Heohh mianhae. Aku hanya ingin memberikan ini. Tergeletak di lantai tadi.” ucap baekhyun panjang lebar sembari mengangkat Bra berwarna pink padanya. Yang dilakukan Jaeri adalah melototi Baekhyun, nyawanya seperti terbang ke awam.

Gadis itu masih syokdan tersadar saat Baekhyun menjentikan jari.

“K-kau …. YA DASAR MESUM!” . Teriak Jaeri membuat telinga Baekhyun berdenging.

‘duakk’

“akkhhh appha! YAAKKK”

Sepenuh tenaga Jaeri menendang tulang kering Baekhyun. Ia masuk kedalam kamarnya dan melempar bra-nya sembarangan. Dengan sangat keras pula ia menutu pintu. Sedangkan Baekhyun saat ini adalah tertidur dilantai sembari mengelus tulang kakinya.

“Byeontae!”

Jaeri memandang Baekhyun dengan tatapan syok lalu berlari pergi.

“yaaa! Park Jaeri-ssi.!”

.

.

.

Jaeri berjalan cepat di koridor universitas , pikirannya masih mengingat kejadian dirumah. Rasanya ia ingin menagis karena terlalu malu.

“haisss apa yang harus kulakukan saat pulang nanti.” keluhnya. Rasanya Jaeri tak ingin melihat wajah Baekhyun nanti.  Jaeri berjalan tanpa fokus pada apa yang ada didepannya.

‘duk’

Jaeri berhenti karena menabrak seseorang, ia mendapati seorang pria dengan senyum lebar di hadapannya.

“selamat pagi mahasiswa pindahan.”

Jaeri memutar bola matanya, rasanya ia ingin kabur sekarang. Pria dihadapannya adalah seniornya yang gemar mengganggunya belakangan ini.Dengan sangat terpaksa ia membalas senyuman itu.

“selamat pagi Sunbae.” Balasnya. Pria yang disebut Sunbae itu terlihat sibuk merogoh saku dalam jaket.

“ponselmu”  ucapnya sembari mengoyang-goyangkan ponsel milik Jaeri.

Jaeri menampakan wajah terkejut karena ponselnya bisa ada di tangan seniornya . Ia berusaha mengambilnya tapi sayang  pria itu meninggikan tangannya nya.

“ya Sunbae-nim, kembalikan ponselku.” Pinta jaeri dengan nada memohon. Tingginya yang hanya sebatas dada si pria membuatnya kualahan.

“em em ini tidak gratis. Aku menyelamatkan ponselmu , jika tidak pasti sudah hilang di perpustakaan.”

“oh ayolah, sunbae”

Jaeri mendengus, kali ini ia tak tau apalagi yang akan dilakukan si sunbae-nya itu. Sejak hari pertamanya menginjakan kaki dikampus , satu sunbaenya itu terus mengganggunya dan  menyuruhnya ini itu. Sungguh Jaeri sangat risih.

“apa aku harus memberi imbalan dengan uang?” tanya gadis itu dengan polosnya.

“No No, emmm kau hanya perlu….  “ Sehun berhenti ditengah kalimat. Smirk muncul menghiasi wajah tampannya. “oh aku berubah fikiran untuk mengembalikan ponselmu hari ini.” sambungnya . Jaeri melongo dan kini sudah cukup frustasi.

“sunbae, aku mohon kembalikan ponselku sekarang.”

“besok saja ya.”

“sekarang saja sunbae-nim.”

Sunbae-nya itu memeletkan lidah dan berbalik pergi, Jaeri terus mengikuti dan memohon.

‘kena kau’ ucap pria itu dalam hati. Ia membiarkan jaeri tetap brisik mehohon padanya, menurutnya itulah hal yang paling menyenangkan. Mengerjai wanita cantik adalah hobiya.

Malangnya Park Jaeri, gadis itu merasa hidupnya semakin berada dalam ketidak nyamanan. Sudah ada 2  pria yang membuat paginya menjadi menyebalkan.

.

.

.

Siapa nama sunbae itu? entahlah Jaeri-pun belum mengetahui namanya. Gadis itu enggan untuk sekedar berkenalan, melihat wajahnya saja sudah membuat mood menjadi buruk.

.

TBC

Kkeut..

Holla hallo….. ketemu lagi dengan author Byun yang selalu gaje bikin cerita^^.

Chapter 1 sudah dipost, ini aku usahakan ngetik ditengah kesibukan kelas 12. Maaf ya kalo awal ceritanya masih ambigu…. hahh ide terbatas tapi nekat bikin^^ jadilah ff aneh ini.

Tapi semoga ada yang suka walau sedikit,

Nantinya mau di post satu minggu sekali.^^

Pamit dulu ya..(singkat)

Oke bye readers…. see you next chapter ya^^

-komen juseyo- ^^ (gak maksa)

5 thoughts on “STAY WITH ME (Chapter 1)

  1. Waw…..
    Keren chingu…
    Bgus crtany…
    Hbt bnget ya chingu manage wktu…bsa luangin wktu buat nulis d kls 12….
    Klas 12 kn sbuk bnget….
    Aku ngrasa gtu krna aku jga klas 12 (hahahah curhat)….
    Di tunggu klnjutannya ya….
    Smngat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s