Dont Forget Me, I Need You !

aa

Title    : Don’t Forget Me, I Need You !
Author : Me ^^ @andistarlaazali / LALA
Genre  : Romance, Friendship, School Life
Length: Oneshoot
Rating : PG
Cast    : Do Kyungsoo (D.O) , Lee Ji Eun (IU), Baek Suzy (Suzy) and etc (K-POP)

 

(IU Pov)
“Hahh..haahh..hahh..” Pagi ini adalah hari yang melelahkan, seorang yeoja berambut pirang dengan seragam sekolah yang membalut tubuhnya berlari dengan cepat menuju sebuah sekolah ternama di Seoul itu. “ Aish.., ini semua gara-gara drama yang kutonton semalam.” Gerutu gadis mungil itu sambil terus berlari.
“KYUNGSOOO OPPAA!!”
“DIO, SEHUN SARANGHEO!!”
“KYAAA SEHUNN !!”
“Haahh…haahh… apa aku terlambat? We? Ada apa ini?” Aku bertanya-tanya sambil mulai mengatur nafas yang agak sesak ini. Baru saja tiba di sekolah, sudah disambut teriakan para yeoja yang tak kuketahui apa sebabnya.
“Kau belum tau? D.O dan Sehun member EXO itu mereka akan bersekolah disini?” bisik seorang murid yang tepat berada disampingku itu.
“MWO,  Jeongmal? Yak sulli peduli apa aku dengan mereka.”
“Aigoo, IU mereka itu adalah idol, semua yeoja di bagian bumi manapun akan langsung terpesona melihat mereka, ayo kita mendekat kesana, kajja!”
“Geuraeyo? Ini sudah melelahkan kupingku. Sudah aku akan pergi ke kelas.” Jawabku dengan kesal. Benar-benar menyebalkan, untuk apa mereka bersekolah disini? Hari-hari ku yang tenang akan terusik dengan teriakan orang-orang itu. Aku memang menyimpang dengan anak lain, yang kuketahui hanyalah dunia film, fotografi dan ups kenapa jadi curcol ya?
Kringg..kringg jam pertama akan segera dimulai, harap semua siswa segera memasuki ruang kelas
Bel sudah dibunyikan, tapi ada yang aneh disini. Seorang namja yang baru kulihat tadi pagi berjalan menuju kelasku diikuti segrumbulan orang. Dan Aigo! Dia masuk ruang kelas ku ini, semoga apa yang aku fikirkan tidak terjadi.
“Annyong hasimnika, hari ini ada siswa baru disekolah kita.” Ucap Kim Saem selaku wali kelasku kepada murid-murid di kelas.
“Ne, Anyong hasimnika, Joneun Do Kyungsoo imnida.”
“KYAAA, SARANGHEO OPPA!” teriak Sulli diikuti siswi-siswi lainnya yang membuat kupingku bergetar.

“Babo! Ngapain harus perkenalan diri, dasar artis!” gerutuku sambil membuka-buka buku pelajaran.
D.O segera menempati kursinya, tak sengaja aku melihatnya berjalan dan aku juga sempat menatap mata bulatnya. Eits, dia juga menatapku 1..2..3 Deg… aku langsung membuang pandanganku ke arah jendela. Dia terus berjalan dan akhirnya duduk dibangku yang terletak pas disamping bangku ku. Entah firasat apa ini, jantungku berdetak tak karuan.
Kring..kring…waktunya istirahat, seluruh siswa boleh meninggalkan ruang kelas
Eh..Eh D.O ke kantin tuh. IU, Sulli ayo kekantin.” Ajak Crystal sambil merebut kamera yang sedang ku pegang.
“YA! Kau ini cerewet sekali, pergi saja sendiri.” Bentak ku karena terkejut akan ulah fangirl bawel ini.
“Bilang saja kau sedang tidak memiliki uang,😄.” Ejek Sulli.
“Aish jincha, kalian ini benar-benar menyebalkan. Kajja, aku yang traktir.” jawabku karena sudah marah maksimal terhadap sahabat-sahabat bawel ku ini.
à kantin
Kami mulai duduk di kursi terdekat dari tempat D.O dan Sehun berada. Pandanganku jadi kacau, dulu aku memang suka dengan boy band dan girl band Korea tapi semenjak hari itu…
“Kalian pesan apa?” Tanya Sulli yang sudah membubarkan lamunanku.
“Ne, aku Hot tea.” Jawabku cepat tanpa berfikir, bahwa udara sedang panas-panasnya.
“Aku Ice Tea.” Jawab Cristal.
Preett..preett tiba-tiba terdengar suara jepretan kamera.
“Cris, apa yang kau lakukan dengan..” belum sempat kulanjutkan ucapanku Cristal sudah memotongnya.
“Stttt.. diam, aku sedang berkonsentrasi mencari fokus yang tepat.”
“Setelah ini, kau harus memindahkan foto-foto itu dari kameraku. Arraseo?”
Aku melanjutkan memandangi D.O yang sedang… siapa? Suzy? Mengapa dia bisa bercengkrama dengan D.O? apa hubungan mereka berdua? Kulihat Suzy yang juga murid di sekolah ini dan juga sebaya denganku sedang memegangi tangan namja imut itu.
5 menit kemudian Sulli datang dengan membawa Ice Tea, Hot tea, dan Cupcake ditangannya.
“Huft..Aku jadi tidak selera.” Kataku kesal.
“Ada apa dengan mu IU?” Tanya kedua sahabatku itu.
“Bagaimana aku bisa minum dengan tenang jika terus memandangi si bullet itu, ayo pindah tempat saja.” Aku langsung berdiri, sambil membawa hot tea ku itu.
“Maksudmu D.O?”
“Ya, ayo sebelum…” Brugg.. “WAH!! PANAS..PANAS…PANAS!” secangkir teh panas yang kupegang tadi tumpah mengenai badanku, seorang fangirl tanpa sengaja menyenggolku saat berlari mengikuti D.O dan Sehun yang akan pergi ke kelas.
“IU-sshhi apa kau tidak apa-apa?” Cristal menghampiriku sambil memegangi tanganku yang melepuh.
“Aduh, aduh ya tidak apa-apa hanya sedikit melepuh.” Ini bukan sedikit melepuh, tapi memang hampir semua bagian tanganku terkena teh itu.
“Apa kau baik-baik saja?” suara ini tak asing bagiku, aku masih menundukkan kepala tak berani menatap kearah suara itu berasal.
“D.O oppa tu?” bisik cristal yang membuat jantungku semakin berdetak tak karuan.
“Annnya, a- aku baik-baik saja. A-aduh perih.” Jawabku gugup.
Tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan menyentuh tanganku selain tangan Kristal tentunya.
“Kajja, aku antar ke UKS.” Kata namja dihadapanku ini, aku pun mengikuti apa yang ia mau. Ini seperti mimpi, dan kenapa jantungku tak karuan seperti ini? Molla.
Ia mulai mengobati tanganku dengan hati-hati, ada kecanggungan diantara kami. Banyak fangirl yang mencibirku tak karuan, tapi aku tak menggubrisnya karena masih tak percaya akan perilakunya kepadaku.
“A-Aduh, perih.” Aku merintih kesakitan.
“Tenang, sedikit lagi selesai. Ini memang sedikit sakit.” Jawab D.O dengan ramahnya.
“Tapi mengapa kau membantuku?”
“Kau seperti ini karenaku bukan, jadi aku harus bertanggung jawab.”
“Anyyaa, ini ketidak sengajaan dari salah seorang fangirl mu, kau tak salah.” Jawabku sedikit merendah. Dia hanya membalas ucapanku dengan senyuman manis dibibirnya, yang membuatku semakin nge-fly.
###
…..àRumah IU (IU Pov)
Aku mulai terbaring di kasur setelah berganti pakaian. Bagaimana bisa dia sebaik itu padaku? Padahal aku sangat membencinya, tapi apa yang kulakukan? Hati ini tak pernah berdusta, jantungku selalu sesak jika berada didekatnya. Aiigooo! IU lupakan dan fikirkanlah yang lain. Aku menghela nafas panjang dan mengambil kamera yang ada di tasku. Kulihat beberapa foto D.O yang sempat difoto oleh Kristal dikantin tadi. Senyumanya, matanya, bibirnya memang indah. Aduh apa-apaan aku ini! Entahlah, ku banting kameraku ke kasur dan mulai memejamkan mataku untuk tidur. “Have a nice dream D.O”
…..-> Rumah D.O (D.O pov)
“Bagaimana hari pertama masuk sekolah?” Tanya Kris Hyung kepada ku.
“Seperti biasa Hyung, aku masih lelah.” Jawabku dengan nada datar.
“Apakah orang yang menolongmu 5 tahun yang lalu ada? Apa dia masih mengenalimu?”
“Aku tadi bertemu dengannya, hanya saja dia tak mengenaliku, aku juga sempat menyentuh tangnya, halus dan lembut sama seperti 5 tahun lalu.” Jawabku sambil menyendokkan sesuap nasi. (disini yang dimaksud bisa IU dan Suzy??//Omoo)
…->sekolah (author pov)
2 minggu kemudian…
Hari ini sama dengan hari-hari biasanya, masih terdengar teriakan-teriakan seperti hari kemarin. D.O dan Sehun juga sudah mulai beradaptasi, ulangan semester sudah dimulai hari ini.
1 Minggu kemudian… (IU Pov)
“IU, selamat ya kamu di peringkat 2!” teriak sulli dari depan perpustakaan.
“Apa? We?” aku masih belum mendengar dengan jelas. Ada apa ini? Mengapa peringkatku turun? Kumulai melangkahkan kaki ku menuju dinding pengumuman itu.
“Yang benar saja, baru masuk sudah menempati peringkat 1. Memang jenius.”
“D.O maksudmu? Aku dikalahkan olehnya? Daebak!” Guming ku yang sedikit kesal.
“Kau ini, harusnya bangga dengan nilai itu! dasar bocah ambisius.” Ucap sulli sambil menjitak kepalaku.
“Aish kau ini, iya-iya aku menerimannya.” Jawabku lesu. Hari ini melelahkan, sepulang sekolah aku masih ada tugas untuk memotret tim basket untuk diterbitkan di majalah sekolah.
…..-> lapangan basket (IU pov)
“Hei IU.” Sapa Suzy dari kejauhan, aku lupa bahwa aku dan dia akan menjalankan tugas dari Jang Saem bersama. Suzy memang mengikuti kelas footografer bersamaku, anak ini memang pintar aku kagum terhadap teman sebaya ku ini.
“Ya Suzy.”
“Kau sudah menyiapkan kameramu bukan?”
“Oh..” jawabku sembari mengutak-ngatik kameraku ini.
Segrumbulan anak yang memakai pakaian basket pun datang, ya siapa lagi kalau bukan tim basket, mereka memang kompak.
“Yak, itu mereka! Daebak lihatlah namja mungil itu, ia ikut tim basket rupanya.” Kata Suzy yang membuatku berfikir lama tuk memahami ucapannya. Aku menoleh dan memandangi sekumpulan anak itu. kulihat satu-persatu dan..
“Apa itu D.O?”
“Oh… ayo kita mulai.” Jawab Suzy sambil memulai aksinya memotret anak-anak itu. Aku juga mulai memotret.
Tapi tiba-tiba, fokusku tertuju pada namja itu. ku turunkan kameraku dan berfikir sejenak. Tak kusangka, dia berbeda dengan biasannya. Do yang kulihat selalu berpenampilan seadanya, kini dia berubah menjadi seseorang yang bisa melelehkan hati setiap yeoja yang melihatnya.
“Hari ini benar-benar menyenangkan, mwo!! Lihat, bagaimana yang ini? Bagus bukan?” kata Suzy sambil memperlihatkanku sebuah foto.
“Lumayan, Aishh perutku tiba-tiba sakit. Bentar mau ke toilet dulu. Chakkaman ne?
(IU Pov)
Aduh, lega juga. Makan apa ya kemaren? (sambil menutup pintu toilet) Mungkin hanya sakit perut… tiba-tiba omongan ku terhenti saat melihat seorang berdiri tepat didepanku.
“Hai, IU.” Sapa seseorang, yang suaranya sangat familiar di telingaku.
“Do, ada apa k—kau k—e—sini?” Babo! Jantungku berdebar kencang.
“Aku hanya ingin menanyakan sesuatu hal padamu.”
“Mwo? Ne, ada apa?” Aish, mengapa situasi disini semakin canggung.
“A..apa kau…” (terdengar suara berisik anak basket).
 
à Rumah IU (IU Pov)
Aku mulai duduk di teras rumahku, sambil memainkan sebuah lagu dengan gitar akustik ku ini. Apa yang dikatakannya di toilet tadi? Aku tak sempat mendengarkannya, terlalu berisik disana tadi. Yakk! Aku semakin penasaran. Tadi aku sempat melihat gerakan bibirnya, tapi ah sudahlah nggak penting.
###
 
 
“Omaaa, Apppa.. yakkk.” Teriakku dari atas tempat tidur.
“Ada apa IU?” teriak orangtuaku, yang terdengar samar-samar ditelingaku.
“Perut ku…” suaraku melirih, aku tak sanggup teriak lagi..dan…
“Apa??”
“Peruttkuu…..”
 
à Rumah sakit
Neo gwaenchana?” Tanya seseorang berbaju putih sambil meletakkan telapak tangannya dikeningku.
Nan gwaenchana.” Jawabku sambil sedikit bingung dan pusing.
“IU kamu mengalami maag akut, dan harus dirawat beberapa hari disini.”
“Tapi, apa aku akan baik-baik saja dok?”
“Tentu, jika kamu istirahat dengan cukup dan makan dengan teratur.”
“Baiklah dok, Kamsa hamnida.”
Ne, cheonmaneyo.” Jawab dokter itu seraya meninggalkanku sendiri di ruangan luas tersebut.
Aku tak menyadari jika sakit perutku kemarin itu merupakan gejala dari penyakit ini. Yahh, pasti akan bosan jika dirumah sakit terus. Apalagi orang tuaku sedang ada bisnis di Singapure.
 
àSekolah
“Hari ini IU tidak masuk, Omooo otoke?” rengekan Sulli sambil mendobrak meja di depannya.
“Apa penyakitnya kambuh lagi? Yakk anak itu, tidak bisa menjaga diri.” Saut Crystal yang membuat rengekan Sulli semakin kencang.
“Hmm, apa yang terjadi?” Tanya Sehun kepada kedua gadis itu.
“IU tidak masuk sekolah hari ini, maag nya kambuh dan yang ini semakin parah, sehingga harus dirawat dirumah sakit.” Jawab Crystal panjang singkat.
“Aku ingin menjenguknya, apa kau mau ikut Sehun?” Tanya Sulli yang nampaknya menjadi semangat.
“Umm, nanti aku ada jadwal pemotretan. Mungkin Do bisa menggantikanku untuk menjenguknya, bukan begitu Do?”
“hmm Oh? Apa?” jawab Do yang sedikit bingung.
“Tuh dia mau, sampaikan salamku untuk IU ya.” Kata Sehun sambil pergi meninggalkan ruang kelas.  
 
à Rumah Sakit (IU pov)
Ku anggap ini sebagai liburanku yang menyenangkan, tak melihat wajah bulet itu beberapa hari ini merupakan suatu kebanggaan bagiku.
Tokk…tok..tok.. (pintu terbuka)
“IU.. kami datang!” Sulli & Krystal.
“Yakk!!, kalian ini mengaggetkanku.”
“Aigoo, kau ini. Bagaimana keadaanmu?” Sulli
“Tak kusangka kau bisa jatuh sakit juga.” Krystal meledek.
“Aishh, aku juga manusia😛. kalian hanya berdua?”
 
Hening sesat…
“Um..” seorang berguming daaann…
“Do…Do Kyungsoo?”
“Hai IU.” Do masuk sambil meletakkan beberapa parcel buah di meja.
“Baboo, mengapa dia datang bersama kalian?” bisikku kepada kedua sahabatku ini.
“Oh, hmm..entahlah.. Oh ya kami ada les.” Kata Krystal
Palliwa, ini sudah dimulai. Oke Bye bye IU.” Sahut Sulli, dan mereka bergegas pergi meninggalkan ruangan itu. (sepertinya mereka takut dimarahi IU XD)
 
“Umm, kapan kau keluar dari rumah sakit?” Tanya Do yang telah menghapus kemarahanku.
“Molla, aku masih harus menjalani beberapa pemeriksaan.”
“Apakah separah itu?” Tanya Do lagi sambil berjalan menuju sebuah jendela ruangan itu.
“Oh..”
“Lekaslah sembuh, Lee Ji Eun..” Do menghampiriku dan mengusap rambutku, kemudian pergi begitu saja.
Deg..deg..deg dia memberiku semangat. Apa ini? ataukah ini hanya kebetulan belaka? Rasanya aku pernah mengenalnya, dia tak asing bagiku.. Apa ini yang namanya cinta? A-Aku belum tau apa itu cinta. Dia..dia..
###
 
Tugg..tug..tug.. suara sepatuku mengisi kekosongan yang ada di lorong sekolah ini, ya ini adalah hari pertamaku masuk sekolah setelah 1 minggu terbaring di rumah sakit. Banyak anak yang memelukku, menannyaiku, menertawakanku, membicarakanku aku senang dengan semua itu. Tapi masih ada yang mengganjal dibenakku, sesosok orang yang sama tapi berbeda. Siapa dia?
 
“Tangkap ini!” sebuah bola basket melayang diudara, yang membuat lamunanku buyar.
Hap.. kutengok kanan-kiri orang yang melempariku dengan bola ini sudah tidak ada.
“Apa kau mencariku?” Suara yang sangat halus terdengar jelas ditelingaku, suaranya dari arah belakangku.
“Sehunn..”
“Oh Sehun, kau mengaggetiku saja.”
“Hahaha, bagaimana apa lemparanku tadi bagus?”
“Yakk! Bagus kau bilang? Itu hampir mengenai wajahku tau.” Jawabku kesal.
“Myane, aku hanya ingin menguji ketangkasanmu saja.” Jawabnya sambil tertawa.
“Yayaya, tapi apa kau ingin aku jatuh sakit lagi? Ohh ternyata.”
“Hei, bukan itu maksudku. Aku hanya bercanda.” Jawab Sehun sambil berjalan mendahuluiku.
“Arrasoo, ada apa? Sepertinya ada sesuatu yang ingin kau sampaikan.”
“Kau ini masih saja menebak perilaku orang.”
“Haha, aku tau kau dari dulu sampai sekarang. Tidak ada yang berubah, Kyeopta.”
 
(oh ya, aku dan Sehun sudah kenal sejak kecil. Orang tua kami sangat akrab dalam pekerjaan mereka.)
“hmm, aku akan mengikuti turnamen basket.”
“Hanya itu?”
“Apa kau tak ingin melihatnya?”
“Tidak.”
“Aish, kau ini…”
Uljjima, cup cup.. aku akan datang, dan memberimu teriakan paling keras.” Jawabku meledek.
“Kau ini sulit ditebak IU, Sarangheo. Hehehe” (sesama teman) teriak Sehun sambil berlari pergi meninggalkanku.
“Hahaha, anak itu Nado saranghaeyo..” (hanya sebatas teman juga)
###
 
(IU Pov)
Do..Do..Do..Do
Sehun..Sehun..Senhun..
Teriakan itu menyambut kedatanganku di sebuah gedung basket yang besar dan megah itu. Aku mulai menempati sebuah kursi kosong yang ada dan menyiapkan Kamera.
“IU.” Teriak salah seorang yeoja yang ku kenal sambil berjalan kearah tempat dudukku.
“Suzy? Kau juga menonton pertandingan ini?” Tanyaku
“Tentu, sepupuku akan bertanding, mana mungkin aku tak datang.”
“Mwo? Sepupu kau bilang?”
“Maksudku Do Kyungso.”
“Mwo, jeongmal?!!”
“Jangan kaget, hanya kau yang tau tentang ini.”
“Oh.. Benarkah?”
“Lihat, pertandingan akan segera dimulai.”
Suzy menghentikan pembicaraan, pandanganku pun beralih kearah lapangan. kulihat DO yang sedang berbincang dengan Sehun. Sesaat setelah itu dia menatapku, dan memberikan senyumannya kepadaku. Aku juga tersenyum “Hwaiting!” kataku sambil mengangkat kepalan tangan kananku..
 Dalam hatiku rasanya masih ragu akan fakta yang dibicarakan Suzy tadi. Tak kusangka, selama ini mereka bersama hanya sebatas saudara saja.
 
(DO Pov) 5 menit sebelum pertandingan
 
“Apa dia ada disini?” Tanya sehun.
Moreugaesseoyo, mungkin dia tidak akan datang.” Jawabku lesu.
“Dia pasti datang, percayalah padaku.” Kata Sehun meyakinkan.
“..hmm..itu dia.” Aku melihatnya dan memberikan senyumanku padanya. Senyuman paling tulus yang pernah kumiliki.
“Kajja, pertandingan akan segera dimulai !” teriak Chanyeol yang sudah mengalihkan pandanganku.
 
…….
(IU Pov)
Pertandingan selesai dengan skor 70-69 yang dimenangkan oleh SMA A.
 
#Flashback
 
“Daebakk!! DO kau memang HEBATT!!” Teriak Suzy yang membuat kupingku gemetar. Ingin rasanya aku berteriak, tapi suara ini serasa tak mau keluar dari sarangnya.
“DO, kau memang juara. Aku mengaggumimu.” Kataku pelan, sambil memandangi Do yang sedang bertanding.
“IU? Kau menyukai DO?” Tanya Suzy.
“…..”
“ketahuilah.”
“Apa?”
“Ummm…” Suzy mulai membuatku penasaran.
“Cepatlah, apa yang akan kau katakan?”
“sttt…dia juga menyukaimu.”
“Tidak mungkin.” Jawabku singkat.
“Dia yang bercerita langsung kepadaku.” Jawab Suzy yang membuatku sedikit gila mendengarnya. Aku tak percaya atas apa yang dikatakan Suzy.
“Hajima!! Jangan bercanda Suzy!!” aku marah dan langsung meninggalkannya.
 
###
 
à Sekolah (IU Pov)
Ku duduk di sebuah kursi kosong yang ada di kantin, dengan secangkir kopi panas yang mulai dingin. Pikiranku masih tertuju pada perkataan Suzy kemarin. Yak, bagaimana hasil pertandingannya ya?
“IU..” teriak salah seorang temanku dari jauh, dan berlari ke arahku.
“Sulli?”
Hahh..hah..hah..”
Apa yang kau lakukan? Apa yang terjadi?”
“ini, ada surat untukmu.” Jawab Sulli sambil memberikanku secarik kertas.
“Apa maksudnya?” aku masih bingung atas perilaku Sulli.
“sudah baca saja, aku masih ada kerjaan lain. Bye IU.”
 
~Aku ingin bertemu denganmu sepulang sekolah, kutunggu di taman belakang bukit.~
 
…..Bel sudah berbunyi, aku bergegas pergi ke taman. Aku tak yakin akan hal ini. Pasti hanya anak iseng yang mencoba tuk mengerjaiku. Tapi aku tak bisa menghentikan rasa penasaranku ini.
 
Angin berhembus, membuat mataku berair. Langit hari ini lebih biru dari biasanya.
“Akhirnya kau datang..” Suara yang sering ku dengar.
“D- Do?” Aku tak habis fikir kalau surat itu ternyata dari Kyungsoo.
“Cuacanya cerah ya?” Katanya sambil duduk di rerumputan yang ada.
“Oh, kita bisa melihat seluruh kota dari sini.”
“Sebenarnya…”
 
Hening sesaat..
Sebenarnya apa?” Tanyaku sambil menghampirinya dan duduk disebelahnya.
“Sebenarnya aku menyukaimu IU..”
Angin berhembus kian kencang, yang membuat mataku semakin berair, dan tak kusadari air mata ini menetes di pipiku.
“Aku sudah tau DO.”
“Maaf, karena kau tau ini dari orang lain. Suzy sudah bercerita kepadaku.”
“Sejak kapan kau menyukaiku?”
“….”
“Mengapa kau diam saja?”
“..Sejak 5 tahun yang lalu IU, aku menyukaimu sejak pertama kita bertemu.”
 
Apa yang terjadi? Aku masih mengingat-ingat semua kejadian 5 tahun yang lalu, hingga aku  menemukan ingatanku itu.
 
“Apa kau tak ingat?” tanyanya lagi, dan aku masih terdiam.
“A-Apa kau anak i-itu?”
“Ya, aku adalah anak yang kau selamatkan dari kecelakaan maut itu.”
Sebelumnya aku pernah bilang kalau aku sudah tidak menyukai dunia K-Pop lagi, ini diawali dari 5 tahun yang lalu..
 
-Flashback- … 5 tahun yang lalu.
“IU, apa kau juga ingin membeli album boy band itu?”
“Ya, aku bersusah payah menabung sampai hari ini, untuk album itu.”
“Kau ini benar-benar…MWO! Lihatlah anak itu!! Aish! Untuk apa dia berdiri di tengah jalan seperti itu?”
“HEI KAU CEPAT PERGI!!” Teriak ku dari pinggir jalan.
“Anak itu sudah gila, sudah biarkan saja.” Ajak temanku sambil menggandeng tanganku.
“LEPASKAN, DIA AKAN MATI!! LIHATLAH MOBIL ITU AKAN MENABRAKNYA!”
Aku berlari menghampiri anak yang sebaya denganku itu, dan menariknya kepinggir jalan, hingga kepalaku ini terbentur ke jalanan. Kepalaku mengalami kebocoran karena benturan yang sangat keras itu, hingga harus dibawa ke rumah sakit.
Mulai hari itu, aku tidak lagi seorang k-popers. Dan tidak lagi membuang-buang uang untuk hal yang tak berguna. Anak itu juga menghilang, padahal aku ingin memakinya setengah mati.
 
-Now-
“Maafkan aku yang telah membuatmu terluka saat itu.” kata Do
“Aku sudah melupakan kejadian itu.”
“Hari itu adalah hari dimana kedua orang tuaku bercerai, aku tak tau harus berbuat apa lagi. Mengakhiri hidup adalah jalan satu-satunya saat itu, tapi kau datang. Dan itu membuat segala pedih yang kurasakan saat itu lenyap dengan ketulusan hatimu IU.”
“Aku turut menyesal.”
“Saat kau terluka aku sebenarnya lebih terluka, aku takut tak bisa mengucapkan kata terima kasih untuk yang pertama dan yang terakhir kalinya.”
“Hari dimana aku tersadar dari koma. Saat itu, kau pergi kemana?”
“Aku ada di sana melihatmu, tapi aku takut jika kau tidak ingin bertemu denganku.”
“………”
“Ini.” (memberikan sebuah kotak)
“Apa ini?”
“Jangan dibuka, sampai kau tiba dirumah. Selamat menjalani hidupmu IU” Katanya singkat sambil meninggalkanku. Aku merasakan hawa yang berbeda, rasanya ada yang aneh dengan ucapannya tadi.. molla.
 
~~
 
à Rumah IU (IU Pov)
 
Aku mulai membuka kotak tersebut, kutemukan ada secarik surat disana.
 
Maafkan aku yang telah membuatmu terluka, aku benar- benar berterima kasih padamu. Aku tak bisa membalas apa-apa IU, hanya penyesalan dan keterpurukan yang selalu ada di dalam hatiku. Tapi setelah aku bertemu denganmu dunia ku berubah, kau telah merubahnya. Aku mengidap kanker otak stadium akhir, senang rasanya bisa bertemu denganmu setelah 5 tahun ini. Walau hanya sesaat, tapi hari-hari ini bagaikan ribuan tahun bagiku.
Jika kita bertemu lagi akan kupastikan aku akan mengenalimu lebih dahulu dan aku akan mencintaimu lebih dari siapa pun. Karena aku sangat menyukaimu LEE JI EUN. Malaikat penyelamatku. Aku merindukanmu, dan aku juga membutuhkanmu untuk menjalani hari-hari singkat ini…
 
~DON’T FORGET ME, I NEED YOU~
 
Kau memang kejam DO, mengapa kau baru memberitahuku sekarang? Setelah semua ini? Kenapa? Disaat aku mulai menyukaimu? Mengapa?
 
Sehari setelah pertemuan terakhir kami, Do menghembuskan nafas terakhir di rumahnya. Tak ada yang tau jika DO akan pergi meninggalkan kita secepat itu. memang, sudah tidak ada harapan lagi atas penyakitnya itu.
tapi di akhir hayatnya, dia masih saja memikirkanku. Orang pertama yang telah mengajarkanku banyak hal, itu kau DO, iya kau DO KYUNGSOO. Terima kasih, atas apa yang kau lakukan selama ini. Sebenarnya aku juga mencintaimu, mencintaimu dan mencintaimu lebih dari yang kau tau.  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s