Who Are You? (Chapter 1)

14639668_203135916762736_8968975054871422910_n

 

Title : Who Are You?
Author :  (Twitter: ekaaprittas,Wattpad: dearfamily)
Cast : Oh Sehun , Shin Senna (OC)
Genre : little comedy (maybe), romance (maybe)
Rating : General
Length : chapter
Note : Typo is my style! This is my imagination, the story is pure from my mind. I Hate plagiat.

Diposter memang menampilkan Yoona snsd tapi di cerita ini tidak ada cast Yoona snsd karena main cast wanitanya saya ganti dengan nama lain.

 

 

~~~~~~~~~ Selamat Membaca ~~~~~~~~~~

 

*Who Are You?

 

Seperti biasa di pagi hari, terlihat orang-orang sudah berlalu lalang di sekitar koridor Perguruan Tinggi (Sogang University) yang berlokasi di Seoul, Korea Selatan. Begitupun dengan laki-laki berkecemata sambil membawa beberapa buku dan wajah yang menunduk. Dia laki-laki jenius dengan IQ 140, terkenal dengan ‘si cupu’ karena penampilannya yang jauh dari sempurna, kecamata dan kemeja dengan kancing teratas yang selalu mengunci. Sebut saja Oh Sehun, laki-laki dengan penampilan kuno dan kabarnya dia tidak memiliki ponsel, dia juga terkenal dengan manusia beku karena kebekuan sikapnya yang tidak pernah membaur dengan orang lain.

sehun

”Yakkk, Oh Sehun kau kemana saja?” Park Chanyeol, laki-laki dengan tinggi di atas rata-rata.

“Kau, datang tak diundang pulang tak diantar.” Kali ini bukan Park Chanyeol, dia Byun Baekhyun  laki-laki manis dengan mulut yang pedas. Pasti kalian mengira, mereka teman Oh Sehun, bukan mereka bukan teman Oh Sehun melainkan dua hama penganggu hari-hari Sehun.

“Yakk, pendek! Bergeserlah sedikit!” Chanyeol yang mencoba mendorong bahu Baekhyun agar ia bisa segera duduk, tapi sialnya siapa cepat dia dapat begitulah pikir Baekhyun.

“Akhhhhhh, dasar tiang krempeng!” Baekhyun hanya bisa mengelus bokong seksinya jangan sampai ia harus oprasi plastik akibat tendangan maut Chanyeol.

“Berisik!” singkat, jelas, datar dan penuh penekanan begitulah seorang Oh Sehun ketika ia merasa terganggu.

“Yah, Panggeran kutub mulai mengeluarkan uap-uap panas.” Dasar mulu cabai tidak, dengan sekali tarikan Chanyeol membawa Baekhyun pergi sebelum gunung kutub meledak.

15 menit setelah kepergian duo hama, ruangan menjadi sepi hanya terdegar suara lembaran kertas yang dibalikan oleh Sehun, ia sangat menyukai suasana seperti ini hanya ada dia, serta udara yang bisa ia rasakan keberadaanya.

Di balik dinding pintu seorang gadis berkepang dua, berkulit putih dia bersembunyi dengan kepala yang menyumbul keluar melihat Sehun dengan serius membaca buku. Senyumnya mengembang manis ‘Ya Tuhan, begitu sempurnanya ciptaanmu. Mata tajam yang indah, hidung yang menjulang, bibir yang tipis dan wajah yang runcing perpaduan sangat sempurna’ batinya.

Dengan semangat yang tinggi dia melangkah memasuki ruangan dan… “Hai Sayang, sedang apa? sepertinya sibuk sekali.” Sehun yang merasa  rambutnya yang disentuh sesuatu akhirnya mendongkak, dahinya mengernyit bingung didepannya terlihat seorang gadis yang sedang tesenyum dan tangan dia yang menyentuh rambutnya, Sehun yang sadar akibat ketidak sopanan gadis didepannya ini segara menampik tangan halus itu.

“Siapa kau?” wajah mengisyaratkan kebingungan.

“Aku? Tentu saja, kekasihmu.” Dengan lancar bibir mungil itu mengucapkan kata-kata yang membuat seorang Oh Sehun ternganga.

“Kau, gadis gila!” dengan perasaan jengkel Sehun segera merapikan meja measukan bukunya dan pergi meninggalkan gadis itu yang masih tersenyum jahil.

Gadis itu melangkah melihat ramainya suasana kampus, beberapa kali menyapa orang-orang yang berlalu-lalang, ia merentangkan kedua tangan memutarkan tubuhnya seperti menikmati udara yang nampak sejuk.

“Oh Sehun, kekasihku.” Dia begumam semangat, dia tidak gila. Menurutnya Sehun itu tampan, sangat tampan orang-orang saja yang norak menilai kekasihnya itu cupu. Jika orang-orang merasa terganggu akan kehadiran Sehun, gadis ini malah merasa senang ketika melihat Sehun.

……….

Sehun memilih berpindah tempat, taman adalah tempat yang tepat untuk menghilangkan kekesalannya, dunia sepertinya sudah terbalik apa-apaan gadis itu bisa-bisanya mengaku sebagai kekasihnya, kenal saja tidak bertemu saja baru sekali. Lagi hanya mengendus kesal, sambil membuka bukunya lagi dan membenarkan letak kecamatnya ia mulai fokus kembali dengan apa yang tertulis di buku.

Satu jam sudah Sehun memfokuskan pikiran dan matanya pada buku, jam sudah menunjukan pukul 9 berarti kelas akan segera di mulai. Sehun memasukan bukunya dan beranjak melangkah meninggalkan taman tapi matanya melihat sosok gadis aneh tadi “Sehun, selamat belajar sayang.”dengan tangan yang melambai dan senyumnya itu ‘gadis itu gila, abaikan saja Sehun. Dia hanya orang gila’ batin Sehun untung saja tidak ada orang yang menyadari perkataan gadis bodoh itu.

Sehun yang hanya fokus pada materi yang diberikan oleh Dosen ia tidak perduli dengan kerusuhan duo hama yang sejak tadi beradu argumen, tidak penting.

“Pendek, pasti kau kan yang menggambil pulpenku? Sudahlah ngaku saja!”

“Tiang Krempeng, kau seenaknya saja menuduhku. Sejak dulu memang kau tidak pernah membawa pulpen idot!” sepertinya ucapan Bekhyung membuat Chanyeol kesal dan berpindah tempat di sebelah Suho.

“Dasar, si tiang tukang pembawa perasaan. Sehun kau liat sendiri kan? Dia sudah tidak setia kawan denganku.” Tidak ada tanda Sehun akan membalas perkataanya, dia terlihat fokus dengan materi.

“Fine, sendiri itu lebih baik!”

Kelas berakhir, duo hama sepertinya sedang tidak harmonis terlihat dengan Baekhyun yang keluar terlebih dahulu dan Chanyeol yang menyusul 5 menit setelahnya. Jam menunjukan pukul 12 itu ia harus segera pergi untuk berkerja. Saat ia menengokan kepalanya kekiri ia melihat gadis itu lagi sedang tersenyum dengan tangan yang membentuk love, sial.

………..

Lelah itulah yang Sehun rasakan, setelah kuliah ia harus berkerja di sebuah Cafe yang terletak tak jauh dari kampusnya. Tinggal berjauhan dengan Ibu dan adiknya membuat Sehun menjadi mandiri, ia tidak ingin selalu mengeluh apapun yang terjadi ia harus jalani dengan ikhlas demi masa depannya, ibu dan adiknya.

“Sehun, cepatlah antar ke meja nomer 27!”

“Sehun keraskan suaramu, jangan terlalu lembek kau ini lelaki!”

“Sehun, kau salah mengantar minuman!”

“Sehun, jangan selalu menunduk kau bisa membuat minuman terjatuh!”

“Sehun..”

“Sehun..”

“Sehun..”

Begitulah Managernya, selalu Sehun yang menjadi sasaran. Tapi bagi Sehun, ini adalah bentuk perhatian seorang Manager kepada bawahannya agar selalu berpacu untuk menjadi lebih baik.

“Sayang semangat ya, jangan mengeluh!” suara gadis itu lagi, Sehun segera mencari sumber suara itu berasal dan dapat, dia ada disana dekat meja nomer 20. Sehun mengisyaratkan agar gadis itu diam dan tidak mengacau.

“Sedang apa kau Oh Sehun? cepat sana masih banyak minuman yang harus kau antar ke meja!” tidak Managernya tidak gadis gila itu mereka berdua benar-benar menguji kesabaran seorang Oh Sehun. Mendapat teguran Sehun melayangkan tatapan membunuh ke sang pelaku yang sedang terkekeh dekat meja nomer 20.

………

Langit gelap, matahari yang berganti dengan bulan dan bintang yang gemerlapan menghiasi gelapnya langit, indah. Dengan pelu yang terlihat di dahi dan leher Sehun tetap semangat mengingat sebentar lagi ia akan tiba di rumah, mengingat indahnya berbaring di kasur dengan bantal dan guling yang menemani serta bermimpi bertemu dengan bidadari berpakaian bikini ssttt tenang ini hanya khayalan Oh Sehun.

Jalanan menuju rumah Sehun memang sepi hanya beberapa lampu yang menyala jarang sekali kendaraan berlalu-lalang ketika jam menunjukan pukul 8 malam keatas.

“Hai Sehun.” Sehun yang merasa bahunya di sentuh sesuatu, berbalik dan melihat dia lagi, gadis gila ini “Kau lagi?” yang dibalas dengan kedipan mata jahil, lagi-lagi Sehun hanya bisa mengendus kesal.

“Sudah malam lebih baik kau pulang, kau ini gadis tidak baik berkeliaran malam-malam. Sebenarnya kau ini gadis macam apa? satu hari muncul 4 kali sungguh menganggu!” tajam dan jelas sangat Oh Sehun sekali.

“Woww, perhatian sekali kekasihku ini…” gadis itu mencubit pipi sehun yang tirus “…aku hanya memastikan kekasihku yang beku ini pulang dengan selamat, apa salah?”

“Aku bukan kekasihmu, gadis gila!” sepertinya percuma dengan gadis idiot ini lihat saja Sehun sudah mengeluarkan asap kemarahannya tapi gadis ini malah terkekeh, dasar aneh.

“Baiklah, sepertinya kau baik-baik saja. Sampai bertemu lagi, sayang.” Sehun hanya memalingkan wajah tidak minat melihat gadis itu.

“Sehun, kau baru pulang nak? Kau berbicara dengan siapa sepertinya kau sangat kesal?” dia wanita paruh baya pemilik rumah yang Sehun tempati.

“Gadis ini mengikutiku terus, bu.” Sehun menunjuk gadis disampingnya yang masih terkekeh kecil.

“Kau bercanda? Aku tidak melihat siapapun disini?” dan Sehun menganga, apa katanya tidak ada siapapun.

“Disini disampingku!” Sehun yang masih menunjukan gadis itu. Wanita paruh baya itu mengernyit bingung.

“Selamat malam,bu.” Gadis itu bersuara mencoba menyapa.

“Tidak ada siapa-siapa nak, kau pasti lelah lebih baik kau beristirahat!” wanita paruh baya itu sudah berlalu pergi meninggalkan Sehun yang masih bingung. Sehun menengok ke samping ternyata gadis itu sudah tidak ada ‘gadis itu hantu?’

TBC

Terimkasih yang sudah melungkan waktu untuk membaca cerita fiksi ini.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s