Fate- During Concert (Chapter Prologue)

seulkais-page-fate-prologue-during-concert

Fate – [Prologue] During Concert

Author: Gabrielle Kim

Length: Multi chapter

Genre: Romance

Rating: PG-15

Main Cast: Kim Jong In (Kai) EXO, Lee Seul Na

Other Cast: EXO K member, Changmin TVXQ, Cho Kyuhyun SuJu, Choi Minho SHINee (Kyu Line)

P.S: Halo. Ini fanfiction pertamaku yang kubuat pada tahun 2013 tapi ragu untuk mempublishnya. Maaf  bila settingan waktunya sedikit berbeda. Semoga kalian menyukainya J Kata-kata bercetak miring/italic menandakan pemikiran dari cast.

###

May 20th 2012
Honda center, Anaheim,United States

Seorang gadis cantik keturunan darah asia tampak mengumpat sambil berjalan tertatih-tatih di atas trotoar negri tempat artis-artis Hollywood favoritenya tinggal. Nafasnya serasa satu dua mengikuti kudua temannya yang terlihat begitu antusias, berjalan cepat tanpa menghiraukan umpatan kesalnya.

“ah palli! Lambat sekali. Konsernya akan dimulai sejam lagi, kita masih harus membeli minum” jerit seorang yeoja yang berada didepan dengan kesal, membuat beberapa orang pemilik iris biru dan hijau yang didekat mereka menoleh kearahnya.

Kedua temannya sontak tersenyum kikuk dan sesekali menggumamkan permintamaafan sambil membungkuk kecil.

“neo mweoya?! Aish Jung Hyomin! Jangan bikin malu! Iya iya aku akan berjalan lebih cepat” tukas yeoja yang tadinya mengumpat kesal dibelakang.

Empat hari yang lalu orangtua Jung Hyomin beserta orangtua gadis yang tadi secara tidak langsung dikatai lamban tersebut secara mendadak memberikan 3 lembar tiket SMTOWN World tour III di Anaheim beserta dengan tiket penerbangannya.

Ketiganya dilanda kebingungan yang sangat. Bagaiamana tidak, korea termasuk dalam salah satu list venue SMTOWN World tour III dan memang ketiganya telah berencana untuk menonton, meski tidak jadi karena kehabisan tiket.

Tapi siapa sangka tiba-tiba mereka dipaksa untuk pergi menonton konser yang ada di negara asing. Meski sebenarnya mereka telah pasrah saat ticket konser SMTOWN di Seoul sudah habis terjual.

Jung Mirae yang notabane adalah anak dari pengurus rumah gadis lamban itu juga disuruh Nyonya Lee untuk bersenang-senang di US bersama dua temannya. Mirae sangat disayangi oleh Nyonya Lee karena ibunya telah bekerja dan tinggal di kediaman Lee sejak dia masih berumur 5 tahun.
Well, tidak ada satupun dari mereka yang menolak. Hey, tidak ada hal yang lebih
menyenangkan dari pergi berjalan-jalan bersama dengan teman wanita bukan?

###

Beberapa orang tampak berbisik-bisik melihat tiga yeoja di barisan terdepan yang terlihat begitu mencolok.

Mulai dari tinggi tubuh, warna iris mata yang gelap, bentuk wajah, warna rambut sampai bahasa yang mereka katakan jelas berbeda dan tentu saja orang sekitar mengenali bahasa yang mereka katakan.

Salah seorang dari ketiga yeoja itu melirik jam tangan Cartier rose gold pemberian appanya beberapa pekan yang lalu, saat appanya sedang mengurus cabang perusahaannya di Milan.

Waktu masih menunjukkan jam 18.30 dan mereka sudah duduk manis di seat mereka masing-masing. Hei, itu salah satu alasan mengapa orangtua yeoja-yeoja korea itu rela mengorek kantung mereka untuk membeli ticket VIP.

Mereka tentu tidak rela membiarkan anak-anaknya berdesak-desakan beberapa jam
hanya untuk mengantri dideretan panjang bukan? Khusus penonton VIP mempunyai fast-entrance untuk mereka sendiri.

Sekitar 20 menit kemudian, terdengar teriakan riuh diseluruh venue stadium Honda Centre yang kini dipadati oleh 100.000 penonton lainnya yang terlihat begitu semangat menanti konser SMTOWN yang berhasil menarik perhatian masyarakat disana. Begitu juga dengan tiga gadis korea yang tampak reflex ikut berteriak heboh dan menggoyang-goyangkan light stick fanbase mereka masing-masing.

###

Beberapa orang lelaki tampak sibuk mondar-mandir di waiting room mereka, mempersiapkan diri mereka yang sebentar lagi akan naik ke panggung impian mereka sejak bertahun-tahun lamanya, SMTOWN.

Tak ayal beberapa diantaranya berkali-kali saling bertubrukan, mengingat ruangan yang tidak terlalu besar namun berisi banyak orang didalamnya.
Group rookie yang memiliki inti 11 personil gabungan dari cina dan korea. Dibagi atas EXO-K, group yang beranggotakan 6 orang dan bertugas menyanyikan lagu di Korea. Dan juga EXO-M yang di tugaskan di China untuk beberapa saat ini.

Ini adalah pertama kalinya mereka akan berada di satu panggung dengan sunbae-sunbae mereka yang merupakan group-group yang sudah sukses dibelahan dunia manapun dengan tema SMTOWN World Tour III.

Berkat alasan kuat itulah kesebelas pasang kaki sibuk mondar-mandir tanpa henti disertai dengan hati yang gelisah.

Salah satu diantaranya, Kim JongIn. Visual yang memiliki warna kulit sedikit gelap itu tampak sibuk mengobrak-abrik meja rias dihadapannya, mencari cincin EXOnya yang merupakan must wear accecoriesnya di setiap show.

“EXO 5min!” sebuah teriakan diluar ruang tunggu EXO membuat sebelas lelaki didalamnya
semakin merasa tegang, begitu pula dengan Kyungsoo yang hendak memberikan cincin Jongin –roommate sekaligus best matenya– yang ditemukannya di meja rias dipojok ruangan.

“kai, ini cincinmu, cepat!” seru kyungsoo disertai dengan tepukan pelan yang mendarat di pundak lebar jongin. Jongin tidak menjawab dan langsung mengambil cincin ditangan kyungsoo dan memakainya tergesa-gesa.

“Kajja” teriakan Suho, leader dari group EXO menyadarkan lamunannya. Mereka segera beranjak, berkumpul membentuk lingkaran dan meneriakkan motto mereka “EXO WE ARE ONE FIGHTING” kemudian bergegas naik ke panggung dan bersiap.

EXO-K sebagai pembukaan lagu MAMA, single dari album pertama mereka, sudah berdiri membelakangi penonton di posisi masing-masing, choreography awal dari lagu yang berhasil membawa EXO menjadi best new male artist of the year.

Intro lagu mulai diputar, penonton yang mengenali awal lagu yang terdengar familiar bagi mereka mulai meneriakkan nama idola mereka masing-masing dengan histeris, menggemparkan seisi stadium.

Lampu dipanggung menyala begitu juga dengan EXO-K yang mulai menyanyikan lagu mereka. Jongin berhasil menguasai perasaannya setelah berdiri dipanggung selama kurang lebih 20detik.

Pandangannya menelusuri seisi stadium dengan pandangan kagum, tidak sedikit penonton yang menggenggam lightstick EXO.

Membuatnya sedikit tersenyum simpul diakhir partnya dan menghasilkan teriakan histeris dari para fansnya karena sedikit terkejut terhadap senyum jongin yang tidak biasanya dengan konsep MAMA. Pandangannya tetap menelusuri seisi stadium.

Hingga pandangannya terhenti pada seorang gadis yang terlihat berbeda dari semua gadis yang pernah ditemuinya. Bukan karena fisik gadis itu yang terlihat berbeda dari kerumunan orang dihadapannya.

Entahlah, dia hanya merasa–– berbeda. Sejenak jongin merasakan sengatan listrik pendek sampai diujung kakinya saat pandangannya bertemu dengan mata bulat gadis itu.

Jongin memusatkan perhatian penuh kearah gadis itu selama dia berdiri diatas panggung. Membuat orang disekitar gadis itu berteriak heboh akibat salah persepsi bahwa jongin sedang memandangi mereka.

Jantungnya berdebar dengan kencang, bukan karena gugup akibat berada diatas panggung. Jongin juga binggung atas apa yang membuatnya seperti ini, yang pasti. Sekarang dia akan mengunci gadis itu dalam pandangannya dalam-dalam.

Begitu juga dengan gadis yang secara tidak sengaja menarik jongin dalam pesonanya. Dia sedari tadi hanya memandang pria yang berkulit sedikit lebih gelap dari lima namja lainnya yang diam-diam berhasil menarik perhatiannya.

Badannya juga tadi serasa disengat listrik berkekuatan kecil, hingga sempat membuat kedua lututnya seakan melemas mendapat tatapan tajam dari lelaki itu.
Dia sampai lupa bagaimana caranya fangirling, lightstick yang sudah disiapkannya jauh-jauh dari korea tergeletak begitu saja di pahanya. Perhatiannya benar-benar terserap kedalam mata seorang Kim Jong In sekarang. Padahal yang disukainya dari exo adalah chanyeol dan kyungsoo, entahlah. Pikirannya serasa kacau saat ini.

Entah mengapa bibir tebalnya membuatnya terlihat menggoda. Dan lagi keringat yang membasahi lengan atletis serta wajah jongin, membuatnya terlihat mengkilap dan–– sexy? Mengapa sebelumnya ia tak pernah tertarik dengan Jongin saat melihat MV ataupun fotonya?

Entahlah, dia hanya merasa tertarik dengan lelaki itu. Tanpa mereka sadari, pertemuan mereka yang dianggap kebetulan ini sudah jauh-jauh hari disiapkan dengan baik.

###

“Miss, this is from one of SM’s artist. Sorry for interrupting and please enjoy the show”, seorang wanita yang memakai seragam SMTOWN –tampaknya salah satu staff SM– berkata dengan bahasa inggris dengan suara agak besar, berusaha agar membuat yeoja didepannya mengalihkan pandangannya sebentar kearahnya.

Gadis itu terkejut begitu mendapati seorang staff SM yang tiba-tiba berdiri didepan bagian kursi VIP dengan memegang sebuket mawar merah.

Dia tampak senang menerima buket dari salah satu artis SM –well, setidaknya itulah yang tadi dikatakan oleh staff SM–Otaknya berpikir keras menerka-nerka siapa yang mungkin saja memberinya buket misterius itu. Mungkin saja Kyuhyun? Atau changmin? Atau minho? Atau member Suju lainnya?

Keningnya berkerut, tidak ada lagi yang dekat dengannya selain member Kyu-line dan Suju. Mungkin memang salah satu dari mereka yang memberinya bunga kesukaannya.

Belum sempat menemukan jawabannya, gadis itu kembali didatangi oleh staff SM, bedanya kali ini ada 3 staff sekaligus yang datang menemuinya.
Perasaan tidak enak mulai menyelimuti gadis itu, kali ini mereka meminta gadis itu untuk ikut bersama mereka. Entahlah, tidak ada alasan jelas yang diterimanya karena tiga orang dihadapannya tampak buru-buru.

Ketiganya terus menarik-narik tangan gadis itu tidak sabaran dengan kata-kata seperti “tidak punya waktu lagi”

Gadis itu menoleh kearah kedua temannya, bermaksud meminta izin kedua temannya yang tadi datang bersamanya. Oh ayolah, tidak sopan sekali kalau meninggalkan temannya begitu saja bukan?

“Kami menunggumu disini!” salah satu temannya memotong perkataannya cepat, bahkan sebelum gadis itu sempat mengeluarkan kata-kata apapun.

Gadis itu balas mengangguk dan berdiri dari tempatnya, mengikuti beberapa orang itu yang akan membawanya entah kemana.

Gadis itu hanya mengikuti dibelakang dalam diam merapikan ujung rambut panjangnya yang mengeluarkan aroma peach. Melewati beberapa penonton yang tampak binggung dengan seorang gadis asia berbaju casual yang tampak dikawal oleh beberapa staff SM.

Sampai di tempat tujuan, yeoja itu sadar betul siapa yang telah mengganggu acara menontonnya dan memanggilnya sampai kesana.

Tiga orang namja familiar yang tampak bersandar pada tembok dibelakangnya sontak menatapnya dengan ekspresi bahagia yang tidak dapat disembunyikan.

“Oh ayolah oppa. This is not a joke. Why did you guys dragged me all the way here?” gadis itu menyimpan tangannya didepan dadanya dengan menunjukkan ekspresi berlawanan dengan ketiga namja tampan dihadapannya.

“so why on earth are you here? Oh cham! We need your help baby” kyuhyun merespon gadis dihadapannya dengan rangkulan mesra, membuat beberapa orang yang berlalu lalang
disekitar backstage memperhatikan mereka dengan seksama. Begitu juga dengan seorang namja yang beberapa saat lalu diam-diam mengirimi gadis itu dengan buket merah.

Ekspresinya tiba-tiba berubah, wajahnya memerah menahan amarah dan tangannya terkepal kuat dalam saku celananya akibat mendengar sebutan yang diberikan kyuhyun terhadapnya, juga akibat tangan kyuhyun yang bertengger manis di pundaknya.

“kajjaa~” belum sempat gadis itu menjernihkan pikirannya atas apa yang terjadi saat itu. Tanggannya telah ditarik paksa oleh kyuhyun dan changmin untuk naik ke sebuah tangga mini yang diprediksi gadis itu bahwa itu adalah jalan menuju panggung. Sayup-sayup terdengar teriakan minho yang memberikan mereka semangat.

Tangan munggilnya kini semakin mengeratkan genggamannya pada kyuhyun dan changmin, dia takut kegelapan. Lagipula tidak lucu bukan kalau sampai tersandung sesuatu yang tidak diinginkannya di atas panggung yang gelap gulita seperti ini?

Baik kyuhyun ataupun changmin yang menyadarinya diam-diam mengulum senyum geli menyadari ketakutan gadis itu mengenai gelap kembali muncul.

Kaki jenjang gadis itu tiba-tiba menubruk sesuatu didepannya, changmin yang menyadarinya sontak membantu gadis itu untuk duduk di kursi dihadapannya.

Gadis itu hanya menurut patuh, sampai tiba-tiba genggaman tangannya dengan changmin dan kyuhyun masing-masing terputus.

Dia yang binggung tidak ambil pusing dengan apa yang terjadi. Badannya krasak krusuk, mencari posisi yang nyaman ditempat duduknya tepat saat panggung berubah terang benderang.

Penonton tampak histeris saat menyadari sebuah lampu sorot tepat menyoroti seorang gadis di tengah panggung yang mereka tidak tahu siapa. Tentu, sebab posisi gadis itu duduk
membelakangi penonton.

Sedang gadis itu hanya menatap lurus layar super besar didepannya yang menunjukkan bagian belakang tubuhnya yang mungil.

Sebuah suara tinggi membuat perhatian penonton beralih kearah kiri panggung. Seorang lelaki dengan setelan berwarna navy blue berdiri dengan gagahnya, suara penonton terdengar makin riuh menyambutnya.

Disusul dengan seorang lelaki dengan setelan rapi yang sama persis berwarna hijau muncul dari sisi kanan panggung.

Kedua lelaki itu menyanyikan lantunan popular dari Bruno Mars, Just the way you are sambil berjalan mendekat ke tengah panggung dengan menyebarkan senyum maut andalan mereka masing-masing.

Tapi tetap saja pandangan keduanya terkunci pada punggung mungil seorang gadis yang sangat berarti bagi mereka di tengah-tengah kilasan lampu yang mengarah kepadanya.
Tepat saat ketiganya bertemu ditengah, kyuhyun memutar sandaran kursi gadis itu perlahan. Menunjukkan wajah cantik gadis yang dibanggakannya kearah penonton.

Gadis itu hanya tersenyum simpul, tanpa sedikitpun merasa histeris atau apapun yang menunjukkan dia begitu tertarik dengan posisi si ‘gadis beruntung’.

Tepat saat gadis itu menoleh kearah kyuhyun, sebelah lutut kaki lelaki itu menyentuh tanah.

Tangan kirinya yang bebas beralih menggenggam tangan mungil gadis itu sambil menyanyikan partnya.

Stadium terdengar ramai dengan teriakan-teriakan tidak rela maupun terkejut.

Changmin tidak mau kalah melihat pergerakan kyuhyun, sebelah tangannya memegang pipi gadis itu, membuat gadis itu menoleh kearahnya. Dengan sigap changmin menempelkan bibirnya di puncak kepala gadis itu selama beberapa detik. Membuat stadium makin penuh dengan sorak sorai penonton.

Kyuhyun melirik changmin sengit, saat gadis itu masih menatap changmin tidak percaya. Wajah kyuhyun maju dengan cepat dan lalu mengecup pipi tembem gadis itu. Gadis itu semakin terkejut, matanya membulat sempurna. Badannya serasa panas, bukan akibat siraman lampu-lampu yang kerap menyinarinya. Namun ini karena kegelisahannya atas apa yang akan terjadi nanti.

Ia masih bisa mentoleransi kalau hal ini dilakukan keduanya maupun minho saat dirumah. Tapi ini? Apa mereka sudah gila sampai berani mengecup seorang gadis di hadapan 100.000 audience disini?

Kyuhyun menahan tawanya yang hampir lolos dari bibirnya saat melihat gadis yang amat disayanginya terduduk kaku dengan menunjukkan ekspresi se lebay ini.

Ditariknya pergelangan gadis itu sedikit kuat, sehingga membuatnya berdiri mensejajarkan badannya dengan kyuhyun dan juga changmin.
Dengan gerakan cepat dia memeluk gadis itu dan menyembunyikan wajahnya diantara rambut panjang gadis itu, begitu pula dengan changmin.

Lampu panggung lalu meredup bersamaan dengan teriakan kuat dari bangku penonton. Membuat gadis itu akhirnya dapat bernafas lega, ya setidaknya untuk saat ini.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s