[Author Tetap] Mistake (chap 3)

Cast: Park Chanyeol, Jun Rayeon (OC)

Genre: Romance, comedy(?)

Rate: PG-13

Disc: INI FF ASLI MILIK SAYA. No copas or plagiat and don’t be silent readers guys!

Hai guys, semoga kalian suka ff ini ya. Chapter 2 dan 1 beda banget reaksinya.. tapi gapapa, aku tetep lanjut kok.. wkwk.

.

.

.

“Sebenarnya apa yang terjadi?!” Batin Rayeon menjerit.

Pagi membuat Rayeon dan Chanyeol membuka mata dan turun. Rayeon tidak tau apa yang akan terjadi hari ini, ia tidak dapat menebak fikiran Chanyeol.

“Ra, aku harus pergi hari ini. Tunggu aku dan kita akan pergi makan malam bersama.” Rayeon tersenyum dan mengangguk.

“Apa aku boleh pergi?” Tanya Rayeon ragu seraya duduk dihadapan Chanyeol.

Chanyeol baru ingin menyantap makanan namun terhenti dan menatap Rayeon seakan berfikir.

“Janjilah kepadaku, kau akan kembali.” Ujar Chanyeol serius membuat Rayeon mengangguk pasrah.

“Bisakah aku bertanya?”

“Bukankah itu juga pertanyaan.” Chanyeol tersenyum menatap Rayeon yang gugup.

“Kenapa aku disini? Siapa kau? Apa yang ayahmu inginkan dariku? Apa yang telah terjadi?” Rayeon menatap Chanyeol dengan memohon.

Ini sudah ke 3 kalinya ia bertanya dan jujur, selama Rayeon bersama Chanyeol, ia merasa nyaman namun ketakutan. Ia tidak tau apa yang telah terjadi, dirinya bukanlah seorang cinderella.

“Aku akan jelaskan nanti malam. Sekarang, kau harus makan.” Jawaban Chanyeol benar-benar membuat Rayeon frustasi namun dirinya tidak dapat melakukan apapun selain menunggu.

“Kumohon.. tolong jawab aku hari ini..” Chanyeol menghela nafas lalu menghentikan makanannya. Ia menatap jam yang menunjukan pukul 8.00 AM-kst.

“Aku harus pergi, nikmatilah harimu. Oh, aku juga sudah mengisi kartu ini. Kau harus membeli beberapa pakaian nanti. Aku pergi.” Pamit Chanyeol setelah memberikan kartu kredit ke Rayeon bersama dengan seorang supir.

“Hati-hati.” Lirih Rayeon kecil membuat Chanyeol kembali dan mengecup keningnya.

“Bukankah kita seperti pengantin baru?” Bisik Chanyeol membuat wajah Rayeon memerah karena malu.

Chanyeol meninggalkan pintu dengan senyum puas terukir dibibir sedangkan Rayeon membeku dengan wajah merah.

Oh, ini terlalu pagi Park Chanyeol..

.

.

.

Rayeon pov*

Aku memandang langit-langit kasur dengan bosan. Pesan masuk membuat handphoneku berbunyi.

Bangkit dari kasur, aku menatap pesan masuk tersebut.

Line

P.Chanyeol: Apa kabar manis? Sudah bosan? Gunakan kartu itu dan bersenang-senanglah. Aku akan pulang cepat.

Baiklah, pesan itu memang membuatku tersenyum. Bagaimana bisa Chanyeol melakukan hal ini padaku? Dan mengapa aku sangat bodoh?

“Aku harus pergi dari sini..”

Kakiku melangkah menuju lemari dan mengambil baju bergaris hitam putih dan celana panjang. Kuambil tas kecilku dan memakai sepatu serta topi milik Chanyeol yang tergeletak diatas meja.

“Anda mau kemana nyonya?” Tanya seorang pelayan wanita yang berumur 50/60-an.

“A-aku ingin berjalan-jalan.” Aku tersenyum gugup yang dibalas senyuman manis olehnya.

“Akan kupanggilkan supir Kang untuk mengantarmu.” Aku menggeleng dan mencegahnya namun pelayan itu tetap memanggil supir Kang.

“Aku bisa pergi sendiri..”

“Tapi tuan Chanyeol berkata bahwa kau tidak boleh keluar rumah jika bukan diantar supir Kang.” Oh, Chanyeol! Menyebalkan.

“Baiklah.” Pasrahku lalu keluar dan memasuki mobil Chanyeol yang terparkir didepan pintu masuk.

Supir Kang telah siap dan menatapku dari kaca spion.

“Kemana kita akan pergi?”

“Mall, mana saja yang terdekat.” Jawabku asal lalu mengetik pesan pada Chanyeol.

Line

Rayeon: Bagaimana kau tau kontakku?

Rayeon: dan kau menyebalkan! Kenapa kau menyuruh supir Kang mengantarku jika aku ingin pergi? Aku kira kita punya deal.

P.Chanyeol: Aku bisa mengetahui apapun tentangmu dan aku tidak mempunyai jaminan bahwa kau tidak akan pergi meninggalkanku.

P.Chanyeol: Bersenang-senanglah.

Kubaca pesan itu lalu turun dari mobil dan masuk ke dalam mall. Banyak orang berlalu lalang dan aku tidak terbiasa berjalan sendirian.

Astaga, aku pasti gila untuk pergi ke sini sendirian. Kubuka daftar kontak dan menelpon Haerin, sahabatku.

“Haerin ah, bisakah kau datang kesini? Ini di mall KSC. Aku sendirian, kumohon temani dan bantu aku.”

“Ini sangat mendadak Rayeon ah, tunggu aku butuh ijin Jongin.”

Jongin lagi, dia bahkan bukan orang tuanya tapi Jongin sangat mengekang sahabatnya itu.

“Aku akan sampai sekitar jam 12, berjalan-jalanlah.” Senyumku mengembang dan mengucapkan terimakasih.

Kulihat kesekeliling dan menatap 1 toko baju.

“Kau harus membeli beberapa pakaian nanti.” 

Ah, kurasa aku perlu membeli beberapa baju. Akan ku kembalikan uangnya nanti.

Beberapa baju menarik perhatianku, harganya juga tak main-main. Aku bahkan ragu untuk membelinya namun aku harus membeli beberapa baju sebelum makan malam nanti.

Kubeli beberapa pakaian dalam dan baju serta terusan. Walau harganya mahal, lebih baik dari pada harus telanjang bukan?

I love you

I love you dangerously~~

Haerin, dia pasti sudah sampai.

“Hallo, Haerin ah.” Sapaku terlebih dahulu.

“Rayeon ah, aku sudah sampai. Ayo bertemu di foodcourt. Sekalian kita makan disana.”

“Baiklah.”

Telepon tertutup, aku menatap barang belanjaanku dan membawanya pergi ke tempat kami bertemu.

“Ra!” Teriak Haerin membuatku menatapnya dan tersenyum.

Kulangkahkan kakiku dan duduk dihadapannya.

“Maaf aku membuatmu pergi sejauh ini.” Ujarku memulai pembicaraan.

“Tidak apa. Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Haerin menatapku bingung. Ya, tentu saja dirinya bingung. Terakhir kali aku bertemunya, kondisiku sangat parah dan tidak punya uang.

“Aku disini karena seseorang. Ia membantuku dan membuatku tinggal disini beberapa hari. Aku tak tau apa yang diinginkannya namun kurasa dia bukanlah orang yang jahat.” Aku tersenyum meyakinkan dirinya.

“Apa kau melakukannya?” Aku mengerti apa yang ia katakan, kurasa semua orang akan penasaran jika mengetahui kondisiku, kurasa..

“Tidak, aku hampir saja melakukan hal bodoh itu. Dia adalah orang yang membantuku meyakinkan bahwa itu pilihan terbodoh. Dia juga sangat baik dan hangat.” Aku tersenyum seperti orang idiot hanya karena memikirkannya, ini sangat aneh.

“Dia ini, dia itu. Ayolah, siapa dia? Ceritakan dan perkenalkan!” Haerin selalu seperti ini, terlalu penasaran.

“Aku tidak bisa menceritakan siapa dia, akupun tidak mengenalnya. Yang kutau, namanya Chanyeol.” Haerin memukul bahu Rayeon membuatnya meringis.

“Kau hanya mengetahui nama dan kau percaya padanya?! Apa kau gila?”

“Ya, aku rasa aku gila. Entahlah. Aku tidak tau lagi.” Haerin menatapku serius sekarang.

“Kau harus berhati-hati.” Aku tersenyum menatapnya.

“Tentu.”

Kami memesan makanan masing-masing dan makan sesekali bercanda ria. Haerin dan diriku adalah teman akrab, kami saling kenal sejak SMP dan bisa dibilang hanya dirinya teman yang masih sangat dekat denganku.

“Kau membeli baju sebanyak ini?” Tanya Haerin menatap beberapa tas belanjaanku.

“Aku tidak memiliki baju sehelaipun.” Ujarku lalu merapikan barang bawaanku.

Haerin mengangguk dan tersenyum.

“Aku akan mengajakmu berkeliling. Kau sudah belanja, aku belum. Kau harus menemaniku.” Aku mengangguk.

Kami bangkit dan berjalan memasuki beberapa tempat. Haerin membeli beberapa dress mini dan beberapa baju.

“Kurasa ini cukup.” Ujarnya lalu tersenyum puas.

“Tentu! Kau sudah hampir membeli baju yang cukup untuk tahun baru.” Kami tertawa kecil. Bagi Haerin, ini semua bukan masalah karena orang tuanya yang kaya.

“Aku bahkan harus berfikir 2 kali sebelum menggosokkan kartu.”

“Kau bisa meminjamku. Asalkan ayahku tak tau ini tak masalah.” Aku tersenyum kecut. Ayah Haerin membenciku, ia tidak menyukai status keluargaku yang berantakan dan miskin. Berbeda dengan Haerin yang baik dan selalu menolongku.

“Aku tidak ingin merepotkanmu.” Kami berjalan menuju air mancur di halaman mall.

Orang-orang berlalu lalang dan banyak anak kecil bermain. Air mancur yang indah menjadikan tempat ini tempat berkencan. Salah satunya mungkin Chanyeol.

Kutatap Chanyeol yang berdiri disana. Matanya berbinar menatap seorang gadis dihadapannya. Dirinya memeluk gadis itu dengan erat.

“Kurasa aku harus pulang.” Wajahku tidak terkontrol.

Raut wajahku menjadi dingin dan entah mengapa aku sangat kesal melihat Chanyeol. Dirinya seakan.. mempermainkanku..

“Benarkah? Ini sudah jam 5, kurasa aku juga harus pulang. Akan memakan waktu lama untukku kembali.” Aku memaksakan senyum dan mengangguk.

“Ayo.” Ajakku, kami berpisah di depan lobby.

Aku menghela nafas panjang lalu menelpon Chanyeol.

“Rayeon? Ada apa?”

“Dimana kau?” Aku tidak ingin basa basi sekarang. Moodku sangat tidak stabil.

“Aku baru akan pulang. Kenapa?”

“Dimana kau?” Tanyaku sekali lagi.

Rayeon pov end*

Author pov*

Rayeon menanyakan hal yang sudah jelas. Chanyeol menyipitkan matanya saat melihat gadis ditelepon sedang terlihat datar dan dingin.

“Aku di belakangmu.” Dengan sigap Rayeon menatap sekitar dan menemukan Chanyeol.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Chanyeol namun terhenti saat melihat belanjaan Rayeon.

“Ah, akan kubawa.” Chanyeol menarik belanjaan dari tangan Rayeon lalu menuntunnya ke mobil.

“Ada apa? Kenapa kau diam?” Tanya Chanyeol membuat Rayeon berpura pura tidur.

Chanyeol menghela nafas berat melihat Rayeon yang menghindarinya.

“Turunlah, kita akan makan malam.” Ujar Chanyeol yang diangguki Rayeon.

Chanyeol dan Rayeon saling menatap kembali di meja makan. Mereka tidak berbicara namun menikmati makan malam masing-masing.

“Kenapa? Apa yang terjadi? Ini sangat awkward!” Chanyeol melepasnya sekarang. Wajahnya menatap Rayeon bingung.

“Siapa kau? Apa yang kau mau? Kenapa aku disini?” Tanya Rayeon untuk kesekian kalinya. Chanyeol menghela nafas berat lalu menatap ponselnya yang berdering dan mengangkatnya.

“Hallo, Ahra? Kau dimana? Sekarang? Baiklah.”

“Kau bukan Jun Ahra calon tunanganku. Maaf, aku harus pergi.” Ujar Chanyeol meninggalkan Rayeon yang diam dengan segala kebingungan dihatinya.

Ya benar, hari itu perasaan Rayeon sangat kacau. Ia seakan dipermainkan.

Dalam 3 hari? Mungkinkah Rayeon telah jatuh cinta pada Chanyeol? Tidak mungkin! Itu terlalu gila. Mereka tak saling mengenal, bahkan Chanyeol mengatakannya. Rayeon bukanlah yang dirinya cari..

“Ini sungguh bodoh..”
TBC..

.

.

.

hai guys, jangan lupa like dan comment ya! 🙂 makasih ud baca. Tunggu kelanjutannya ya.. kalo aku sempet dan like serta commentnya banyak wkwk.

Iklan

6 thoughts on “[Author Tetap] Mistake (chap 3)

  1. aku tak mengerti ini semua terlalu rumit. bahkan ini terlalu rumit untuk dipercaya
    #edisi#alay#sok#drama
    tapi aku beneran gak ngerti kenapa chanyeol tiba2 ninggalin rayeon gitu aja.
    terus pas chanyeol bilang “Kau bukan Jun Ahra calon tunanganku. Maaf, aku harus pergi.” itu maksudnya dia ngomong ke rayeon? kalo emang ke rayeon, buat apa dia nanya begitu jelas2 namanya rayeon bukan ahra. ff ini bener bikin aku bingung tapi bikin aku penasaran juga.
    ya pokoknya buat author tetep semangat lanjutin ff nya

    • Maaf itu harusnya Jung Ahra, typo😂 btw iya dia ngomong ke Rayeon. Makasih ud baca dan comment, chap 4 lagi aku bikin wkwk nanti ku post pas akhir bulan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s