[Author Tetap] Snowy Heart (Chap 1)

Cast: Kim Jongin, Ahn Yeori (OC)

Genre: Romance, action.

Rate: PG-13

Disc: ini ff asli dari otak saya. No plagiat, copas dan please like dan comment. Comment saran kritik saya trima kok.

.

.

.

Pernahkah kalian membayangkan pergi ke suatu tempat yang indah dengan gratis? Well, bagi Yeori ini semua adalah keajaiban. Ia baru saja mendapatkan tiket untuk pergi ke Amerika Serikat untuk berlibur. Ini seperti memenangkan sebuah lotre baginya!

Han Jimin, teman baik Yeori baru mendapat tiket gratis ke AS dan sayangnya ia harus pergi ke rumah orang tuanya untuk menghabiskan natal bersama. Maka dari itu, Jimin memberikan tiket berlibur untuk 1 minggu ke AS kepada Yeori. Bahkan Yeori tidak perlu membayar karena tiket dan fasilitas diberikan gratis oleh perusahaan tempat Jimin bekerja! Bukankah ini keajaiban?

Yeori mengambil kopernya dan berjalan meninggalkan bandara menuju hotel yang akan ditinggali olehnya. “Hotel ****.” Jujur saja, Yeori tidak terlalu lancar dalam berbahasa inggris, bahkan lebih tepatnya tidak bisa. Walau begitu dirinya tetap mencoba berinteraksi, mungkin sulit namun jika ia membawa kamus ini bisa terselesaikan.

“Thanks.” Ujar Yeori lalu memberikan uang kepada supir tersebut dan keluar dari taksi. Tangannya menarik koper besar masuk ke dalam hotel tersebut.

“Hello, can i help you?” Yeori tak mengerti bahasa inggris, bagus ia melupakan hal itu. Bagaimana bisa ia mencari apa yang diucapkan orang dihadapannya jika dia tidak membawa kamus inggris-korea? Ini gila. “Permisi, apa ada yang bisa berbahasa korea?” Tanya Yeori dengan Bahasa Korea yang tentu saja tak dimengerti perempuan di depannya.

Yeori hampir frustasi menatap perempuan di depannya yang tidak mengerti apapun. “Aku tidak bisa bahasa inggris.. Bahasa Korea! Tolong, siapapun. Arghh!” Jelas saja dirinya tidak membuat kemajuan apapun bahkan setelah mencari kata per kata di kamus yang tebal.

“I am Kai, i own the 503 room.”

“Please wait a minute, here is your key. Have a nice day.”

Kai mengambil kunci tersebut dan tersenyum. Baru saja ia akan melangkahkan kakinya meninggalkan lobby sebelum matanya menangkap gadis di sampingnya yang frustasi. Bagus, orang Korea yang akan mengacaukan liburannya. “Aishh! Ini gila!” Racau Yeori frustasi.

“Apa? Kau mau apa?” Tanya Kai yang ditatap Yeori sebagai harapan besar. “Bisakah kau berbicara bahasa inggris?” Tanya Yeori dengan mata berbinar yang diangguki Kai tanpa melepas kacamatanya.

“Aku ingin tinggal di hotel ini, kamar 504.” Kai mendengus lalu men-translate kalimat Yeori ke pegawai di depannya. “Okay, this is the key.” Yeori tersenyum manis menatap Kai lalu berterimakasih, “terimakasih.”

Langkah Yeori berhenti di depan lift, menunggu lift terbuka dan masuk ke dalam. Pintu hampir tertutup jika saja Kai tidak menahan pintu lift dan masuk ke dalam bersama Yeori. Matanya sesekali menatap sosok Yeori yang terlihat sangat senang dengan kunci dan koper yang digenggam erat.

Kai turun di lantai yang sama dengan Yeori, membuat prasangka buruk terlintas difikiran Yeori seketika. Tangannya menggenggam erat kopernya dan menariknya cepat menuju kamar 504. Lorong sempit membuat Yeori semakin gugup ditambah Kai yang terus mengikutinya.

‘Apa ini? Apa dia mengikutiku? Apa dia penguntit? Ini aneh! Apa yang dirinya mau?’ Batin Yeori mencoba melihat Kai yang berada di belakangnya.

Yeori berhenti dan berbalik, menatap Kai dengan curiga lalu bertanya, “Apa yang kau inginkan? Kenapa mengikutiku?” Kai terlihat kaget melihat tingkah Yeori yang aneh, menurutnya.

Kai mendekat dan melewati tubuh Yeori, membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam kamarnya yang terletak disebelah kanan lorong. Itu hanya 1 kamar sebelum kamar Yeori yang berada di sebelah kiri lorong. Kejadian itu sungguh membuat Yeori malu.

Oh ini bagus, mungkin ini awal hari buruk Yeori.

***

Yeori membuka tirai dan melihat keindahan dari salah satu negara bagian Amerika, florida. Tempat yang sangat indah dan unik. Yeori tidak sabar untuk menjelajahi pantai dihadapannya.

South Beach, terletak di key west. Kota atau pulau tempat Yeori menetap saat ini. Ia sangat senang melihat keindahan pantai tersebut. Banyak orang berlalu lalang, bermain pasir dan berseluncur.

Yeori mengganti pakaiannya dengan baju hangat serta jaket yang menutupi tubuhnya hingga selutut. Pantai itu sangat indah namun sayangnya ini musim dingin. Yeori tidak mungkin berenang di musim dingin, dia tidak ingin mati beku.

Pintu terbuka bersamaan dengan pintu 503 yang juga terbuka. Mata mereka saling bertemu membuat Yeori kembali memikirkan hal memalukan tadi. “Ehmm..” Yeori baru akan memanggilnya jika pria itu tidak pergi mengacuhkannya.

Ini sangat menjengkelkan bagi Kai. Melihat gadis itu mengikutinya dari belakang membuatnya kesal. “Maaf!” Teriak Yeori membuat Kai berhenti dan menatapnya. “Apa?” Yeori hampir saja menabrak Kai jika saja refleksnya tidak bagus.

“Maaf, aku berfikir aneh tadi saat kau mengikutiku makanya-” Kai berbalik dan berjalan menekan tombol lift tanpa memperdulikan Yeori yang mendengus kesal. “Menyebalkan.” Gerutu Yeori pelan namun terdengar oleh Kai.

“Apa? Siapa yang kau sebut menyebalkan?” Tanya Kai geram, kaca matanya ia lepas dan memperlihatkan matanya yang menatap dingin Yeori. Wajahnya mendekati wajah Yeori yang membuang muka dari tatapannya.

“Aku kan sudah bilang maaf.” Jelas Yeori masih dengan wajah kesalnya. “Lalu?” Kai menyilangkan kedua tangannya didada. “Apa lagi maumu?” Tanya Yeori kesal dan seketika ingin menampar wajahnya itu.

Jika saja Yeori tidak berbuat salah dengan menuduhnya tadi, maka ia rasa tangannya sudah melayang dan mencolok ke 2 mata Kai yang memandangnya rendah.

Kai menatap Yeori dari atas hingga bawah lalu berkata, “hmmm.. bagaimana jika kau menemaniku jalan-jalan hari ini?” Yeori menatap Kai seakan berkata ‘hanya itu?’ Lalu masuk ke dalam lift yang terbuka. Kai tersenyum dan mesuk ke dalam lift bersama Yeori.

“Jadi, kemana tujuan kita?” Tanya Yeori pada akhirnya setuju dengan syarat Kai. Kai menatap jam dan tersenyum sejenak.

“South Beach.”

***

Awalnya memang sangat dingin. Pantai indah dengan pasir putih dan laut biru yang didominasi langit cerah serta angin yang sedikit kencang. Suasana sangat hening, mungkin karena cuacah yang dingin membuat orang-orang malas untuk keluar.

Yeori berlari kecil ke arah air dengan ombak yang tidak besar. Matanya menangkap sosok Kai yang berdiri dengan tangan disaku jaket serta mata yang menatap laut dengan bibir tersenyum. Mengingatkannya akan dunia yang berbeda seketika.

“Hei!” Kai menatap Yeori yang memanggilnya dengan senyuman. Dengan malas kakinya melangkah mendekati Yeori. “Apa?” Tanyanya melihat Yeori yang terlihat cantik dengan angin menghembuskan rambutnya.

Yeori menatap Kai lalu melihat indahnya laut didepannya, “Kau suka pantai?” Mendengar itu, Kai langsung melihat laut. Ia tak langsung menjawab pertanyaan itu namun raut wajahnya memperlihatkan jawaban.
“Ini tempat yang indah.” Balas Kai seraya tersenyum. Pantai ini sangat indah, sangat indah bagi Kai, apalagi dengan kenangan pada hari itu.

Kenangan sebelum semuanya hancur.

“Kau tau, tadinya aku berfikir kau akan menghancurkan hari pertamaku disini dengan menemanimu berjalan-jalan tapi kurasa aku salah. Aku lebih menikmati berjalan-jalan denganmu dari pada sendirian, lagi pula pemandangan ini akan membuatku menyedihkan.” Kai tertawa kecil mendengar hal tersebut lalu menatap Yeori, “Itu karena kau tidak memiliki pasangan!” Jelas Kai membuat Yeori menatapnya tajam. “Kau juga bodoh!”

“Siapa namamu?” Tanya Kai yang sedikit tertarik pada Yeori. “Yeori. Kau?” Balas Yeori bertanya.

“Jongin, Kim Jongin.”

Mata mereka saling bertemu, saling menatap satu sama lain dengan senyuman. Matahari mulai tenggelam membuat pemandangan semakin indah. “Woahh!” Reaksi Yeori yang kagum pada keindahan alam membuat Kai tersenyum menatapnya. “Kau lucu.” Gumam Kai tanpa suara lalu menikmati pemandangan dihadapannya.

Perut Yeori berbunyi, tidak kencang namun bisa didengar olehnya. “Kau tidak lapar?” Tanya Yeori menatap Kai yang masih berjalan di pantai dengan kaki telanjang bersama Yeori.

“Aku lapar, ayo makan.” Rengek Yeori membuat Kai menghela nafas lalu memakai sepatunya. “Hmm, ayo kita makan disana.” Yeora tersenyum dan berjalan cepat meninggalkan Kai yang masih memakai sepatunya. “Hei! Tunggu!” Ujar Kai berteriak namun dibalas teriakan lain, “Yang sampai terakhir traktir!”

Kai mendengus lalu dengan cepat menyusul Yeori. Matanya tidak menangkap sosok Yeori dimanapun hingga tangan Yeori melambai dan wajah tersenyumnya tertangkap oleh mata Kai.

“Ini tidak adil! Kau lari duluan, itu curang!” Gerutu Kai sesampainya ditempat duduk.

“Ayolah, aku lapar dan kau laki-laki! Laki-laki harus membayar saat makan bersama.” Kai mendengus mendengar alasan Yeori yang memang ada benarnya namun, “kita kan tidak berkencan atau semacamnya!” Yeori menatap Kai dengan wajah cemberut yang kentara lalu menatap ke arah lain.

Kai yang melihat hanya terdiam, mereka baru bertemu sekali dan kenapa Kai merasa begitu nyaman? Dia bahkan bertengkar karena alasan konyol ini. Ini lucu menurut Kai, apalagi melihat wajah Yeori yang cemberut membuatnya ingin tertawa. “Oh baiklah! Aku akan membayarnya malam ini.” Yeora kembali tersenyum membuat Kai tertawa kecil menyadari mood Yeori yang cepat berganti.

“Wellcome, can i help you?” Tanya pelayan dengan pen dan buku note kecil ditangannya. Yeori yang tidak mengerti hanya diam dan menatap Kai seakan bertanya ‘apa?’

“2 tendeloin steak and wine.”

Yeori memang tak mengerti tapi makanan yang Kai pesan membuatnya tau dan jika ia tidak salah dengar, Kai memesan 2 steak dan wine? Bukankah itu terlalu romantis?

“Apa yang kau pesan? Aku ingin makan nasi goreng seafood.” Kai menatap Yeori lalu mengganti pesanannya. “Kukira kau tidak bisa bahasa inggris.” Ujar Kai membuat Yeori mengangguk.

Yeori meminum air putih yang disediakan lalu menatap Kai, “aku memang tak mengerti tapi aku tau apa itu steak dan wine.” Kai yang mendengar hanya tertawa kecil. “Baiklah.”

“Ngomong-ngomong tentang bahasa inggris, apa yang akan kau lakukan besok?” Kai menatap Yeori bingung. “Kau tau? Bahasa inggris dan apa yang akan kulakukan tak ada hubungannya.”

Yeori menghela nafas panjang lalu berusaha berbicara namun terhenti. “Besok aku free. Aku kesini untuk.. berlibur? Ya berlibur.” Wajah Kai tidak meyakinkan namun Yeori tidak akan mempermasalahkannya.

1 nasi goreng seafood dan 1 steak dengan 2 gelas wine serta 1 botol wine di tengah mereka. Lengkap sudah pesanan yang dipesan. Yeori melahap makanannya dengan cepat sedangkan Kai terlihat santai sambil sesekali menatap Yeori yang terlihat sangat kelaparan. “Pelan-pelan!” Tegur Kai melihat Yeori tersedak.

Yeori meminum habis wine dihadapannya lalu merasakan sensasi aneh di mulutnya.

“Bisakah aku minta air putih?” Mendengar itu Kai langsung memanggil pelayan dan memberi gelas yang telah dituang air kepada Yeori. Yeori meminum habis air tersebut lalu tersenyum, “terimakasih.”

Mata Kai menangkap seorang laki-laki dengan jubah hitam di belakang Yeori sedang menatap mereka namun berpura-pura membaca koran. Yeori yang tidak mengerti apa-apa bertingkah baik-baik saja namun berbeda dengan Kai. Mereka mengincarnya.

“Yeo, jika aku bilang menunduk kau harus menunduk,oke?” Yeori sedikit bingung namun ia mengangguk. “Menunduk!” Teriak Kai lalu terdengar suara tembakan yang menggema di telinga Yeori.

Seharusnya Yeori menunduk namun dirinya terlalu kaget hingga terdiam tak mengerti lalu Kai yang berdiri dan menarik kepalanya untuk menunduk. Semua orang menjerit.

Jantung Yeori berpacu cepat melihat Kai yang terlihat kesakitan karena terluka. Yeori hampir menoleh ke belakang namun ditahan oleh Kai yang tiba-tiba memeluknya.

Darah berceceran di bahu kanan Yeori, darah Kai yang masih segar. Yeori bergetar hebat dalam pelukan Kai. Yeori tau Kai meringis kesakitan sekarang namun tangannya tidak dapat bergerak. Ia terlalu kaget sedangkan Kai menahan sakit seraya menatap laki-laki itu kabur. Orang-orang mengumpul dan mencoba membantu Kai yang terluka namun Kai menahan mereka.

“Apa yang terjadi?!”

“Sekarang sudah tidak apa-apa..”

.

.

.

TBC..

Hai guys, makasih respon di prologuenya bagus. Jangan lupa respon di chap 1 ini ya! Thx..

Iklan

4 thoughts on “[Author Tetap] Snowy Heart (Chap 1)

  1. what what.. what the.. *yaelah inggris gue juga ngga bagus kok yeo wkwk..
    tapi itu kbangetan bgt ngga bisanya haha.. tpi itu yg buat dia imuttt n bikin greged *maybe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s