[Author Tetap] Mistake (Chap 4)

Cast: Park Chanyeol, Jun Rayeon, Jun Ahra (OC)

Genre: Romance, comedy(?)

Rate: PG-13

Disc: INI FF ASLI MILIK SAYA. No copas or plagiat and don’t be silent readers guys!

.

.

.

Rayeon tidak tau apa yang harus ia lakukan. Ahra bukanlah nama asing, dia sangat mengenali Ahra. Mereka sangat tau 1 sama lain. Tentu, mereka adalah saudara kembar. Mungkin itu yang membuat Chanyeol salah mengenali Ahra sebagai Rayeon.

Tapi..

“Kau bukan Ahra tunanganku.” Hati Rayeon seakan teriris. Ini semua hanya kesalah pahaman. Tidak mungkin Chanyeol menyukainya dan Rayeon tau itu. Tapi, keadaan sekarang adalah apa yang tidak ia fikirkan. Ia menyukai Chanyeol. Baru saja ia menyukainya dan Chanyeol berkata ini kesalahan? Tidak, ini bukan salah Chanyeol. Ini salahnya untuk menyukai Chanyeol dan sebelum ini menjadi lebih jauh, lebih baik jika ia menutup rapat-rapat hatinya.

“Yeol!” Ahra tersenyum menatap Chanyeol yang datang ke arahnya dengan senyum kecil.

“Apa yang kau lakukan disini? Hari ini sangat dingin.” Chanyeol menggenggam tangan Ahra dan memasukkan tangan mereka ke dalam saku jaket Chanyeol.

Awalnya Chanyeol tidak mengetahui Ahra adalah salah satu anak tuan Jun juga. Mereka adalah kembar dan Chanyeol baru saja mengenali Rayeon dan Ahra ternyata adalah kembar.

*flashback*

Park Jaejong, ayah Chanyeol memanggilnya untuk duduk berkumpul di ruang tamu. Chanyeol, ayahnya dan ibunya, Park Yana duduk saling menghadap.

“Chan, appa akan pergi untuk berbisnis ke luar negri dan kau akan disini. Saat kami kembali, kau akan bertemu dengan anak dari Tuan Jun. Tuan Jun adalah teman ayah yang sudah meninggal beberapa tahun lalu dan kami mengetahui bahwa anak mereka masih berada di Korea dan sedang kesulitan.” Chanyeol tidak mengerti apa yang ayahnya maksud namun semakin ia mendengar semakin perasaannya tidak enak.

“Jadi?” Tanya Chanyeol dengan raut bingung dan sebenarnya tidak perduli.

“Kau akan menjaganya. Kalian sudah kami jodohkan sewaktu kecil. Kau mungkin tidak ingat tapi kalian sering bermain dulu.” Chanyeol mencoba mengingat namun itu adalah hal yang sulit. Itu sudah belasan tahun dan Chanyeol tidak pernah bertemu dengan gadis itu.

“Kalian akan bertemu setelah kami pulang tapi coba ingat-ingat dan carilah dia. Dulu kau sangat menyukainya dan aku sangat senang kau memilih gadis itu tapi waktu berlalu Jun Kaeru meninggal membuatku kehilangan kontak. Sekarang aku sudah menemukannya dan kau pasti akan menyukainya karena aku juga menyukainya.” Chanyeol berfikir sejenak lalu menatap ayahnya. Tipenya? Yang ayah suka? Feminim? Lucu? Manis?

Hingga ia tau, Tuan Jun memiliki anak bernama Jun Rayeon. Disaat itu Chanyeol fikir Rayeon adalah orang yang akan ia jodohkan. Chanyeol mencoba mengenal Rayeon dan ia sangat menyukai bagaimana Rayeon membuatnya tertawa hingga ia bertemu Ahra.

Mereka bertemu di mall dan Ahra sangat mirip dengan Rayeon. Awalnya Chanyeol mengira Ahra adalah Rayeon dan setelah mengetahui mereka adalah kembar Chanyeol bingung dengan siapa yang akan dijodohkan dengannya. Lalu secara kebetulan bertemu dengan Rayeon saat pulang.

Ia hampir gila namun mereka ber2 adalah sosok yang berbeda. Jika Rayeon adalah gadis lucu dan lugu yang terlihat tidak mengenal takut, Ahra adalah gadis feminim yang harus dilindungi.

Dari situ ia putuskan. Ia memilih Ahra untuk menjadi tunangannya. Menurutnya Ahra adalah tipe gadis yang dijodohkan oleh ayahnya mengingat Ahra adalah gadis feminim.

*flashback off*

“Chanyeol! Itu terlihat enak, bisakah kita makan itu dulu?” Chanyeol mengangguk lalu membeli sebuah gulali untuk Ahra.

“Kau tidak makan?” Chanyeol menggeleng lalu tersenyum.

Mereka berada di sebuah festival malam. Ahra mengajaknya dan Chanyeol menyetujuinya untuk mencari tau tentang Ahra maupun Rayeon. Ahra terlihat seperti akan mengatakan segalanya, berbeda dengan Rayeon yang penuh pertanyaan dan terlihat tertutup.

“Jadi? Apa kau mengenal Rayeon?” Tanya chanyeol memulai percakapan.

“Ya, Rayeon sangatlah baik, dia saudaraku dan selalu memberikanku banyak hal. Membiayayi kehidupan dan kuliahku. Semua ditanggung olehnya.” Chanyeol terkejut mendengarnya, Ahra seorang mahasiswi dan Rayeon kemarin mencari uang. Apa untuk Ahra? Pikir Chanyeol. Hingga melakukan pekerjaan itu?

“Apa pekerjaanmu?” Tanya Chanyeol seraya mereka berjalan menelusuri jembatan. “Aku tidak bekerja.Rayeon yang bekerja.” Chanyeol mengangguk dan berhenti untuk menikmati pemandangan sungai kecil dari atas jembatan.

“Jadi, mengapa kau mencari kami?” Tanya ahra seraya menghabiskan gulalinya.

“Ayahku mencari kalian.” Ahra mengangguk lalu tersenyum. “Apa ayahmu mengenal keluarga kami?”

“Ya, ayah kita berteman.” Ahra kembali tersenyum lebar lalu membiarkan Chanyeol mengelap tangannya dengan tisyu basah. Menurut Ahra Chanyeol adalah sosok yang sangat baik, sama seperti kakaknya, Rayeon.

“Chan, malam ini aku ingin pergi melihat bintang.” Chanyeol menatap Ahra bingung. “Tapi ini Seoul, Ahra-ya.” Ahra mempoutkan bibirnya membuat Chanyeol tersenyum dan mencubit gemas pipi Ahra.

“Kurasa kau sangat baik padaku jadi aku ingin melihat bintang. Bagiku bintang itu indah sama sepertimu.” Ahra mendongak dan melihat beberapa bintang namun hanya sedikit yang bertebaran karna tertutup awan.

“Ayo.” Chanyeol menarik Ahra dengan cepat, “kemana?”

“Melihat bintang.”

***

Chanyeol dan Ahra berada di puncak Namsan Tower tapi mereka tidak bisa melihat bintang seperti yang mereka inginkan dan Ahra merasa sedikit sedih karenanya.

“Bagaimana?” Chanyeol menatap Ahra yang tidak mengerti lalu tersenyum mengelus puncak kepalanya.

“Tapi kita tidak bisa melihat bintang dengan jelas dari sini..” Ahra terus mendongak melihat ke langit membuat Chanyeol menggeleng dan menunjuk kaca didepannya.

“Kau lihat, kita bisa melihat bintang dari puncak kota. Jika kau fikir bintang tidak terlihat di Seoul maka kau salah. Buktinya aku melihat banyak bintang bertaburan. Lihat, kota Seoul sendiri terlihat seperti bintang. Cahaya di kota ini terlihat indah jika dilihat dari atas langit. Bukankah ini sama seperti kita yang melihat bintang di langit dari bawah?” Ahra mengerti sekarang. Ia hanya perlu melihat dan mengerti, pemandangan cahaya kota Seoul sendiri mirip seperti bintang.

Banyaknya lampu yang berkerlip membuat kota Seoul seakan dipenuhi bintang dan itu sangat indah. Ahra bahkan tidak percaya dengan apa yang ia lihat setelah mendengar perkataan Chanyeol. Ia tak harus melihat ke atas untuk menemukan bintang karna bintang juga bisa berada di bawah.

Ahra tersenyum menatap Chanyeol yang masih melihat pemandangan kota Seoul di depannya. “Aku rasa aku menyukaimu..”

Chanyeol menatap Ahra yang sepertinya telah mengatakan sesuatu namun dirinya yang terlalu fokus pada pemandangan membuatnya tak mendengar. “Maaf, apa yang kau katakan?” Ahra menggeleng dan tersenyum. Lega bahwa Chanyeol tidak mendengarnya.

“Malam ini bintang sangat indah..” Chanyeol mengangguk setuju lalu tersenyum.

***

Chanyeol pulang dan mendapati Rayeon yang masih berada dimeja makan. Duduk dengan tatapan kosong.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Chanyeol mendekati Rayeon. “Aku.. aku butuh penjelasan.”

Chanyeol menghela nafas lalu duduk menatap Rayeon yang diam tanpa menatapnya.

“Rayeon, aku telah mengikutimu beberapa hari ini. Dari dimana kau bekerja, jam berapa serta rumahmu. Kau tinggal sendiri dan bekerja banyak patuh waktu. Kau anak dari tuan Jun,sahabat ayahku. Aku baru saja tau kau memiliki sauadara dan kalian sangat mirip, itu membuatku bingung. Ahra tidak tinggal denganmu karena itu aku baru tau setelH bertemu dengannya di mall. Kami menghabiskan waktu disana dan ayahku mungkin saja mencari Ahra bukan dirimu. Ayahku adalah tipe orang yang menyukai gadis feminim dan itu mungkin Ahra.” Baiklah, Rayeon menatap Chanyeol bingung sekarang.

“Apa ayahmu pedofil? Itu aneh bagaimana kau menjelaskannya.” Chanyeol menatap gemas Rayeon yang terlihat lucu lalu tersenyum.

“Ayahku ingin bertemu salah satu dari kalian dan.. sebaiknya kalian ber2 bertemu dengannya agar lebih jelas. Besok ayahku akan pulang, kau tidurlah dan kita minta penjelasan pada ayahku.”

Chanyeol berdiri lalu menepuk kepala Rayeon pelan dan tersenyum. Chanyeol merasa Rayeon sosok yang lucu dan itu membuatnya nyaman bersamanya walau ini baru 3 hari. Mungkin Chanyeol memang menyukai Rayeon seperti yang ia katakan kemarin.

“Tidurlah yang nyenyak.” Rayeon tersenyum namun tatapannya menyatakan ia tidak mungkin bisa tidur nyenyak malam ini. Tidak setelah semuanya..

***

Rayeon dan Ahra saling menyapa lalu tersenyum. Chanyeol dan Rayeon pergi menghampiri Ahra untuk menjemputnya dan Ahra sangat senang bertemu dengan Rayeon. Ahra bagaikan anak kecil bagi Chanyeol maupun Rayeon. Ahra sangat ceria dan terbuka atas perasaannya, berbeda dengan Rayeon yang menyembunyikan perasaannya.

“Ra, kau kemana saja? Aku mencarimu tapi kau tidak ada di rumah.” Chanyeol dan Rayeon saling bertatapan lalu dengan cepat Rayeon menggeleng dan berkata, “hey, aku mendapat pekerjaan baru dan gajinya besar. Jadi beberapa hari ini aku terus bekerja dengan giat.”

Ahra tersenyum lalu kembali memeluk Rayeon. “Jangan bekerja terlalu keras.” Ujarnya lalu merangkul tangan Chanyeol dan menuju mobil. Ahra tau kemana mereka akan pergi.

Chanyeol membuka pintu depan lalu membiarkan salah satu dari mereka masuk dan Ahra dengan cepat masuk ke dalam mobil lalu tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Chanyeol yang tersenyum canggung menatap Rayeon yang membuka pintu belakang dan duduk disana. Dari jendela Chanyeol tau, Rayeon tidak marah atau kesal. Ia hanya.. terlihat sedikit sedih tapi Chanyeol tidak tau apa artinya.

“Ahra ah, kau sudah tau kemana kita akan pergi?” Ahra mengangguk dan menatap Chanyeol. “Ya, Chanyeol memberitauku semuanya.”

“Tentu aku memberitaumu.” Chanyeol melirik Ahra sekilas lalu mengelus puncak kepala Ahra lembut sebelum berkonsentrasi lagi untuk menyetir.

Rayeon hanya bisa tersenyum kecil menatap mereka. Ia tidak boleh merasakan apapun, ia mengenal Ahra jelas dan sekilaspun ia tau, Ahra menyukainya..

Ahra menyukai Chanyeol dan itu adalah alasan jelas mengapa ia harus menutup pintu hatinya.

Perjalanan memakan waktu 20 menit sebelum mereka akhirnya sampai di rumah besar keluarga Chanyeol. Chanyeol keluar mobil dan mempersilahkan Ahra keluar layaknya tuan putri namun Rayeon membuka pintunya sendiri. Jujur saja, Rayeon gadis yang mandiri. Dia tidak memerlukan perlakuan konyol seperti itu.

“Selamat datang tuan muda.” Sambutan hangat diberikan saat Chanyeol memasuki ruangan dengan menggandeng tangan Ahra.

“Selamat siang Tuan dan nyonya Park.” Sapa Rayeon lalu tersenyum sopan lalu di ikuti Ahra. Chanyeol tersenyum dan menyapa orang tuanya seraya duduk di ruang tamu.

Rayeon dan Ahra saling memandang dan duduk lalu tersenyum kepada orang tua Chanyeol.

“Jadi yang mana Ahra dan yang mana Rayeon?” Rayeon memperkenalkan diri dan memberitau Ahra disebelahnya.

“Aku mengingat nama kalian dan aku ingat Chanyeol dulu sangat senang bermain dengan salah satu dari kalian. Kalau tidak salah Chanyeol suka bermain dengan Rayeon kan?” Rayeon menatap tak mengerti. Mereka dulu bermain bersama?

“Ya, Rayeon yang lebih tua kan?” Ahra dengan cepat menggeleng dan mengatakan bahwa dia adalah kakaknya namun faktanya, Rayeon lebih tua darinya.

“Rayeon ah, bisakah kita bicara sebentar?” Chanyeol menatap bingung Rayeon yang tidak percaya dengan perkataan Ahra.

Rayeon dan Ahra saling meminta ijin untuk pergi ke belakang dan berbicara sebentar.

“Eonni, aku menyukai Chanyeol dan Chanyeol pernah bilang bahwa ia akan dijodohkan dengan salah satu dari kita. Dia bilang dia akan dijodohkan dengan yang lebih tua.” Bisik Ahra dengan wajah memelas. Ahra sangat menyukai Chanyeol, itu seperti.. cinta pada pandangan pertama baginya.

“Ayolah.. kumohon..” Rayeon menghela nafas berat lalu menatap Ahra dan tersenyum. “Ya, baiklah.”

Ahra dan Rayeon kembali duduk dengan tenang lalu tersenyum. Bedanya senyum Ahra mengembang dan senyum Rayeon terlihat dipaksa.

“Jadi, Ahra yang lebih tua?” Tanya Tuan Park sekali lagi.

“Ya.” Jawab Ahra bersemangat dengan senyum cerah. Rayeon mengangguk lalu tersenyum kecil.

“Benarkah?” Tanya Chanyeol menatap Rayeon tidak percaya.

Rayeon tak menjawab namun tersenyum.

Senyum yang dipaksakan.
TBC..

.

.

.

Hai guys, makasih yang ud like dan comment ya! 🙂 author tau ini bikin bingung tapi yasudah ini sudah lebih jelas hehe. Jangan lupa like dan commentnya ya. 🙂

Iklan

10 thoughts on “[Author Tetap] Mistake (Chap 4)

  1. Rayeon pasti nyesek banget -___- ahra ko jahat banget sih -__- rayeon udah bela-belain engga kuliah buat dia, masih engga mau ngalah juga -__- greget deh bacanya. Ditunggu kelanjutannya ya kaa 💪💪💪💪💪💪💪💪

  2. sudah kuliah dibiayai rayeon, apa2 pakek uang rayeon. masa iya tentang chanyeol ahra gak bisa ngalah. emang susah jadi rayeon yg gak bisa ungkapin secara langsung apa yg dia rasain, beda sama ahra yg lebih ngeliatkan. kadang orang kek ahra jadi lebih sering mikirin perasaannya sendiri. jarang mikirin perasaan orang. dan percayalah chanyeol itu suka sama rayeon. ya aku harap sih gitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s