[Author Tetap] MISS [SERIES]

Miss
Erlinapark (@erlinabatari) | 
Park Chanyeol (EXO) – Kim Minjung (OC) | Fantasi, Romance | PG 15+

selamat membaca

Sebuah ruangan yang terkesan bersih juga putih. Minjung tersadar dari komanya yang sudah berjalan hampir 2 minggu lamanya. Matanya terbuka secara pelan dan mengerjapkan matanya karena cahaya yang perlahan masuk ke matanya, dengan cepat ibunya memanggil dokter yang merawat Minjung. Minjung terkejud dengan keberadaannya saat ini, dan dirinya yang terkejut dengan selang yang ada ditangannya, juga dengan bau rumah sakit yang begitu khas.

Sesaat kemudian dokter datang bersama dengan ibunya dan mulai memeriksa keadaan Minjung. Ibu Minjung hanya berharap yang terbaik untuk keadaan Minjung kedepannya.

“Ibu tidak perlu khawatir tentang keadaan anak Anda. Dia sudah sepenuhnya sembuh dan kembali dari masa komanya.” Ucap sang dokter senang pada ibu Minjung. “Dia masih pucat besok lusa Minjung sudah boleh pulang” lanjut dokter. “Kalau begitu aku pergi dulu” saut sang dokter dengan wajah tersenyum senang dan mohon pamit untuk keluar dari ruangan Minjung.

Ibu Minjung pun menghampiri Minjung yang masih berada dikasur. “Aku bahagia kau kembali dari masa komamu. Tuhan sudah mengabulkan doaku” ucap sang ibu dengan meneteskan airmata. “Aku bahkan hampir putus asa Minjung-a. Terima kasih untuk kembali sadar” tangan lebut sang ibu menyentuh telapak tangan Minjung.

Minjung yang kala itu hanya bisa tersenyum dan berkata pendek. “Tidak usah menangis untuk ku ibu”

“Aku tidak bisa hidup jika kau tidak ada di dunia ini Minjung.”

“Aku sudah kembali jangan ibu menangis. Dan ibu tidak perlu lagi menangis, oeh”

Seuluas senyum yang ibunya berikan untuknya membuatnya senang dan merasa teduh hanya dengan senyuman yang ibunya berikan hanya untuknya.

Siang pun berubah menjadi malam yang sunyi. Rumah sakit memang terlihat sepi dan hanya ada suara tv yang sedang Minjung setel untuk menemani kesepian yang ada di kamarnya bersama dengan sang ibu.

Minjung berada dikursi roda yang tadinya didorong oleh ibunya, tapi Minjung menyuruh ibunya untuk tidur. Minjung tidak bisa tidur malam ini. Apa mungkin dia sudah tertidur selama 2 minggu lamanya? Mungkin saja.

Minjung beralih memandang kaca jendela yang ada di kamarnya. Langit malam dan cahaya bintang yang bersinar dengan terang. Minjung bahkan masih ingat dihari dimana dia bertemu dengan sosok lelaki tampan yang membuat hidupnya kembali cerah. Minjung bahkan melihat lengan kirinya yang berbekas luka. Dimana darah mengalir cukup deras kala itu dan hampir membuat darahnya habis. Tetapi Minjung malah tersenyum mengingat itu semua.

SRAK

Minjung yang kala itu tersenyum berubah menjadi terkejut dengan suara yang timbul dari arah depannya. Seluruh tubuh Minjung bahkan merinding dengan suara menyeramkan tersebut.

DRAP.

Seseorang dengan tepat melompat kearahnya. Minjung membualatkan mata dengan sosok yang tiba-tiba muncul dihadapannya tersebut. Rambut hitam legam, kulit putih pucat dan mata tajamnya yang membuat Minjung terpesona.

Lelaki tersebut juga tidak kalah terkejutnya dengan keadaan Minjung saat ini yang sudah duduk dikursiroda. Lelaki tersebut tidak bisa mengekspesikan perasaannya. Bahagia sudah melihat Minjung sadar dari komanya dan Sedih melihat kelakukan bejadnya pada beberapa hari yang lalu.

“Kau…..sudah sadar?”  suara lekaki tersebut terdengar canggung.

Sedangkan Minjung hanya terdiam dan tetap menatap sosok lelaki yang datang dari arah jendela. Tapi, sesaat kemudian dirinya sadar dan mulai bertanya. “Apa kau kemari setiap malam untuk melihatku?” tutur Minjung yang masih menatap lelaki tersebut.

Tapi lelaki tersebut hanya mengangguk sebagai jawabnya. Lelaki itu tampak binggung ingin menjawab seperti apa.

“Jadi kau mengkhawatirkan ku?”

Hanya mengangguk.

“Apa kau seperti ini karena ulahmu atau keinginmu? Bersuaralah dan jangan hanya mengangguk” tegas Minjung.

Cukup lama lelaki itu terdiam dan hanya menunduk menyesal. “Aku tidak bisa membiarkan ini semua terjadi padamu Minjung. Aku khawatir padamu dan semua ini keinginan bejadku yang aku lakukan sehingga kau seperti ini dan aku menyesal sudah melakukannya”

Dengan pelan tangan Minjung terjulur dan memegang pipi pucat milik pria tersebut. “Tidak Chan, semua ini bukan salahmu juga bukan salahku”

Pria itu memiliki nama lengkap Park Chanyeol. Minjung sudah mengetahui siapa sebenarnya pria yang dia sukai. Minjung juga sempat terkejut dengan kenyataan yang ada di dunia ini tentang dirinya. Bagaimana bisa dia menyukai bahkan mencintai seseorang yang berlatar berbeda jauh dengan dirinya.

“Jika saja aku bisa mengontrol diriku. Mungkin kau tidak akan seperti ini Minjung-a” segah Chanyeol pada Minjung yang masih optimis ini adalah kesalahannya. “Seharusnya aku menunggu ambulan untuk menangani lukamu, tapi aroma tubuhmu membuatku mengalihkan semuanya”

“Bukankah kau memang menyukai semua yang ada pada diriku” saut Minjung pelan. Melihat kearah ibunya yang masih terlelap tidur, dan Chanyeol juga menyadari itu sedari dia berada dihadapan Minjung.

“Aku bahkan sudah melihat semuanya” tunduk malu Chanyeol saat menjawab.

Minjung dengan cepat menyengir kecil. “Kau selalu bisa membuatku tersenyum”

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Chanyeol yang seharusnya dilontarkan saat pertama bertemu dengan Minjung.

“Aku sudah baik-baik saja sekarang dan lusa aku diperbolehkan pulang” balas Minjung dengan sangat senangnya. “Ini seperti baru pertama kali aku bertemu denganmu dan itu cukup membuatku sangat-sangat senang” tangannya masih menggenggam pipi pucat Chanyeol.

“Minjung?” panggil Chanyeol terdengar serius.

“Hmm?” jawab Minjung masih mengagumi wajah Chanyeol dengan memegang wajah pucat nan tampannya itu

“Maafkan aku”

“Tidak perlu kau mengucapkan kata maaf untuk kali ini. Karna aku tidak perlu permintaan maafmu-” tutur Minjung menahan ucapannya, yang mungkin membuat Chanyeol begitu terkejut dan tidak menyangka Minjung berkata seperti itu padanya. Chanyeol lantas melepaskan tangan Minjung yang menempel pada kedua pipi pucatnya. Menatap heran atas ucapan Minjung.

“Kau memang tidak perlu minta maaf. Tapi sebagai gantinya temanani aku untuk malam ini, aku begitu merindukanmu” lanjut Minjung dan itu membuat Chanyeol yang kala itu menautkan alisnya berubah menjadi tersenyum penuh dengan terpaan sinar bulan saat mendengar penuturan Minjung.

“Kau selalu tampan saat tersenyum”

.

.

.

.

END

-_

Haii, aku yakin kalian pasti gak ada yang begitu kenal sama aku. soalnya disini aku jarang banget post, udh kelas 12 juga, jadi minta izin di admin buat hiatus. tapi sekarang lagi liburan jadi ada waktu buat nulis dan sebagainya.

kalo ada yang pengan kenal sama aku, dateng aja ke wp ku, atau kenalan disini juga boleh kok, hehehee ^^

https://linabatari.wordpress.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s