[Author Tetap] Mistake (chapter 5)

Cast: Park Chanyeol, Jun Rayeon, Jun Ahra (OC)

Genre: Romance, comedy(?)

Rate: PG-13

Disc: INI FF ASLI MILIK SAYA. No copas or plagiat and don’t be silent readers guys!

.

.

.

“Jadi, mulai sekarang kalian bisa tinggal di sini. Barang-barang kalian akan dipindahkan besok, sebaiknya kalian istirahat.” Ujar Tuan Park membuat Rayeon kebingungan sedangkan Ahra senang hingga tidak bisa mempercayainya.

“Tunggu, Aku tidak bisa.” Rayeon bangkit dengan cepat, “kenapa?” Tanya Nyonya Park lembut.

“Aku.. aku harus bekerja dan dari sini tempat kerjaku akan menjadi sangat jauh. Lagipula, aku tidak ingin merepotkan kalian. Sebaiknya Ahra di sini saja agar bisa lebih dekat dengan Chanyeol.” Ini semuanya hanyalah alasan.

“Tapi, aku mau kau juga di sini.. kau kan saudaraku..” ujar Ahra sambil mengenggam tangan Rayeon.

“Ya, kau sebaiknya tinggal di sini.” Timpa Chanyeol.

“Tidak.” Tolak Rayeon cepat.

Cukup sampai di sini Chanyeol-ah, jika ini berlanjut, hatiku mungkin tidak bisa menahannya.-batin Rayeon.

“Kau tidak perlu bekerja, kami akan menyiapkan segalanya di sini.” Rayeon menggeleng dan tersenyum. Perutnya sakit bukan main sekarang dan kepalanya pusing. Semua terlihat tidak jelas dan berbayang. “Aku harus pergi, maaf.”

Rayeon terburu-buru keluar dari rumah mencoba mencari udara dan menahan rasa sakit di perutnya. Chanyeol berusaha bangkit dan mengejarnya namun Ahra menahan Chanyeol.

“Chan, sepertinya Rayeon butuh waktu. Kurasa dia masih kebingungan, Rayeon tidak pernah seperti itu.” Gumamnya seraya menahan Chanyeol.

“Justru karna itu! Bukankah sebagai kakak kau harusnya mengkhawatirkannya?!” Chanyeol membentak Ahra lalu melepas tangan Ahra yang terdiam kaget.

“Rayeon!” Langkah kaki Rayeon terhenti seraya dirinya menoleh. “Apa yang kau lakukan?” Tanya Rayeon menatap Chanyeol dengan susah payah.

“Ada apa denganmu?” Chanyeol menarik Rayeon kedekapannya.

“Maaf, aku tidak enak badan. Kepalaku sakit..” Chanyeol mengecek suhu Rayeon dengan telapak tangannya, panas.

“RAYEON!” Teriak Chanyeol kaget dan panik lalu menggendong Rayeon ke dalam rumah. Beruntung Chanyeol mengejarnya jika tidak, entah apa yang akan terjadi pada Rayeon.

Pintu terbuka dengan kencang seraya Chanyeol membawa masuk Rayeon yang pingsan. “Panggilkan dokter dan bawa handuk serta baskom dengan air hangat!” Titah Chanyeol yang dikerjakan oleh para pelayan dengan cepat.

Chanyeol membawa masuk Rayeon ke dalam kamar di lantai 2 disertai Ahra yang kaget dan berlari menghampiri Rayeon.

“Eo.. Rayeon ah! Oppa, apa yang terjadi pada Rayeon?” Ahra menggenggam tangan Rayeon. Badan Rayeon sangat panas. Chanyeol dan Ahra panik bukan main sehingga Tuan dan Nyonya Park menenangkan mereka.

Beberapa saat kemudian dokter datang dan memeriksa Rayeon dengan cepat.

“Berikan dia infus.” Suster melakukan perintah dokter dengan cepat.

“Apa yang terjadi?” Tanya Nyonya Park kepada dokter. “Tidak apa-apa, dia hanya kelelahan dan maag yang kambuh. Biarkan dia istirahat dan makan dengan teratur serta jangan membuatnya stress.”

Chanyeol menatap wajah Rayeon yang terbaring dengan lemah. 

Ahra menggenggam tangan Rayeon lalu menunduk. Mungkin ini salah tapi Rayeon tetaplah kakaknya, saudaranya. Walaupun ia menginginkan Chanyeol tapi ia tidak ingin membebankan Rayeon.

“Maafkan aku..” lirih Ahra.

Tuan dan Nyonya Park lega mendengar penjelasan dokter dan mengantar dokter keluar.

“Bisakah aku ber2 sebentar dengan Rayeon?” Chanyeol dan orang tuanya mengangguk dan keluar dari kamar yang seharusnya memang ditempati Rayeon itu.

“Chan, appa ingin berbicara sebentar.” Chanyeol mengangguk dan mempersilahkan Tuan Park berbicara.

“Appa yakin kau dulu bermain dengan Rayeon dan setau appa Rayeonlah yang lebih tua. Mungkin ingatan appa bercampur aduk.” Chanyeol menatap ayahnya tidak mengerti, “jadi?”

“Jadi, entahlah, coba kau ingat ingat siapa yang dulu kau sukai.”

Eo.. Rayeon ah! Oppa, apa yang terjadi pada Rayeon?” Seketika Chanyeol mengingat kejadian itu.

Eo? Eon? Eonni?? Apa aku salah dengar? -batin Chanyeol

Chanyeol menghela nafas dan menatap ayahnya lalu tersenyum. “Tenanglah, aku tidak tau apa aku bisa mengingat tapi.. ingatanku tak seburuk itu.”
Tuan Park tersenyum dan mengangguk lega.

“Ingatlah, aku hanya ingin kau tidak salah memilih. Siapa yang kau cintai itu yang kau pilih.” Ujar Tuan Park sebelum pergi meninggalkan Chanyeol.

***

3 hari sudah berlalu sejak Rayeon sakit dan selama itu Chanyeol telah menyelidiki banyak hal tentang sifat serta sikap Ahra. Banyak hal.

Semua berkumpul di ruang tamu, beberapa saat lalu Tuan Park menyuruh semuanya untuk berkemas untuk pergi. Walaupun Rayeon menolak pada awalnya, tetap saja ia berakhir dengan ikut.

“Aku sudah memutuskan, sebaiknya kita berlibur untuk beberapa hari. Ini baik bagi kita untuk bersantai, saling mendekatkan diri dan yang terpenting adalah membuatmu rileks Rayeon ah, dokter menyarankan agar kau tidak stress.” Ujar Nyonya Park dari belakang dengan senyumnya.

“Tapi aku sudah sembuh dan aku baik-baik saja.” Tolak Rayeon halus yang digeleng oleh Nyonya Park. “Kita semua harus berlibur, kau pasti kaget atas semua ini. Kau harus berlibur!” Rayeon tidak bisa menolak Nyonya Park yang menggenggam erat tangannya sekarang.

“Semuanya bersiap-siap!” Chanyeol tersenyum dan mengacak rambut Rayeon gemas. “Kau seharusnya menurut seperti itu padaku juga.” Rayeon berdecak lalu kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.

Semua telah siap dengan barang-barang mereka, Ahra bahkan telah membawa sunblock dan beberapa baju renang di kopernya. “Kenapa kau membawa baju renang?” Tanya Rayeon dari pintu kamar Ahra.

“Kita akan ke Hawai kan? Kita akan berenang dan di sana aku akan membuat Chanyeol terpesona!” Rayeon tersenyum melihat adiknya bersemangat seperti itu.

Chanyeol memasuki ruangan dan tersenyum melihat saudara kembar itu sedang berbincang. “Semua sudah siap? Ayo!” Rayeon dan Ahra mengangguk dan keluar dari kamar Ahra.

“Tunggu!” Rayeon masuk ke dalam kamarnya dan mengambil sebuah baju renang yang cantik.

“Rayeon!” Teriak Ahra membuat Rayeon tersenyum dan memasukkan baju renang tersebut cepat. “Aku datang!”

***

Udara sejuk membuat Ahra menghirup dan menghembuskan nafas dengan sangat lega. “Chanyeol oppa!” Panggil Ahra membuat Chanyeol menghampirinya.

“Ini sangat sejuk dan indah! Kuharap kita bisa menghabiskan waktu bersama.” Chanyeol tersenyum lalu mengangguk. “Ayo kita ke hotel dulu.” Ujar Chanyeol berjalan ke dalam hotel.

Rayeon berjalan dengan santai sambil menikmati pemandangan indah berupa pantai. Pasir putih membuat Rayeon tersenyum senang. “Indahnya..”

Chanyeol dan Ahra memasuki pintu lobby dengan tawa membuat Rayeon melihat pemandangan dimana Ahra dan Chanyeol terlihat sangat dekat.

“Aku harap kalian berbahagia..” lirihnya seraya memasuki lobby dan mengambil kunci kamar serta barang-barangnya yang dibawa ke kamarnya.

Rayeon menatap ruang kamarnya dengan senyum lebar. Ia berlari dan menatap jendela besar dihadapannya yang menampilkan pemandangan pantai. Chanyeol yang baru saja keluar kamar langsung berjalan ke arah kamar Rayeon yang tidak terkunci.

“Sebegitu senangnya hingga tidak mengunci pintu kamar?” Rayeon menoleh dan mendapatkan Chanyeol yang berada di belakangnya dengan senyum manis. “Seharusnya kau beruntung aku yang masuk bukan orang asing.” Lanjut Chanyeol seraya mengacak lembut rambut Rayeon.

“Aku mau pergi sekarang, keluarlah.” Rayeon mendorong Chanyeol keluar dan mengunci pintu kamarnya. “Kau mau kemana?” Tanya Chanyeol mengikuti Rayeon. “Pantai.”  Jawab Rayeon ketus.

“Aku temani.”

Chanyeol dan Rayeon berjalan mengikuti pasir yang menyapu kaki mereka. Seandainya Chanyeol tau, jantung Rayeon berdegup kencang sekarang. Sayangnya Rayeon harus menutupi hal itu.

“Jika saja kau tau.. apa yang akan kau lakukan?” Gumam Rayeon lalu menghentikan langkah kakinya seraya menunduk dan berjongkok.

Chanyeol menatap Rayeon dan ikut berjongkok, “apa yang kau lakukan?” Tanya Chanyeol melihat tulisan di pasir.

selamat berbahagia..

Rayeon menatap Chanyeol lalu tersenyum, senyum yang dipaksakan. Chanyeol menatap Rayeon lalu menuliskan sesuatu di pasir.

Bohong.

Chanyeol bangkit lalu meninggalkan Rayeon yang kebingungan dengan tulisan Chanyeol.

“Bohong? Apa maksudmu?” Chanyeol berlari membuat Rayeon mengejarnya dengan susah payah.

Sadar atau tidak, hal tersebut membuat keduanya bahagia dan mereka menikmatinya. Berlari di atas pasir memang bukan hal asing tapi rasanya, apapun yang mereka lakukan bersama, itu adalah sesuatu yang indah.

“Aku lelah..” Rayeon menetralkan nafasnya dan terduduk di pasir.

“Aku juga.” Chanyeol yang melihat Rayeon kelelahan langsung duduk disebelahnya. “Apa-apaan.. kau.. tidak terlihat lelah!” Chanyeol tertawa lalu menatap langit biru.

“Aku tak mungkin lelah jika bersamamu.”

Seketika jantung Rayeon yang sudah normal kembali berpacu dengan cepat.

Ahra yang melihat mereka langsung menghampiri Chanyeol dan Rayeon membuat Rayeon tidak bisa bertanya maksud dari perkataannya. Mata Ahra menangkap semuanya, ia tidak suka pemandangan itu. Sangat tidak suka.

“Oppa! Rayeon!” Chanyeol dan Rayeon menatap Ahra yang mendekati mereka dengan senyum. “Ayo, kita akan makan malam bersama.” Chanyeol dan Rayeon mengangguk dan berdiri lalu mengikuti Ahra ke restoran di sekitar sana.

Makan malam bersama berjalan dengan baik. Semua menikmati hidangan tersebut sambil berbincang sedikit. Setelah makan mereka kembali ke kamar masing-masing.

Rayeon merebakan dirinya di atas kasur seraya melihat langit-langit kamarnya. Jantung berdetak kencang mengingat memori indah yang ia dan Chanyeol lakukan hari ini.

“Aku harus memberikannya ini..”

Rayeon berjalan dan mengetuk pintu kamar Chanyeol. “Chan! Ini aku, bukalah!” Chanyeol tertawa kecil mendengar suara Rayeon lalu membukakan pintunya. “Kenapa? Kau sudah merindukanku?”

Rayeon berdecak lalu masuk ke dalam tanpa seijin Chanyeol. Ahra yang baru akan menemui Chanyeol mengurung niatnya dan melihat kejadian itu langsung kembali ke kamarnya.

“Aku mau mandi. Kau tunggu saja di sini.” Rayeon mengangguk dan merebakan diri di kasur milik Chanyeol sambil menunggunya.

Butuh waktu 15 menit sebelum Chanyeol membuka pintu dan waktu itu Rayeon gunakan untuk melihat pemandangan lewat jendela.

“Sebegitu indahnya pemandangan malam itu?” Rayeon menoleh dan terbelalak melihat Chanyeol yang half naked dihadapannya.

“Apa yang kau lakukan?!” Teriak Rayeon menutup wajahnya yang memerah.

Rayeon mengedipkan matanya menatap Chanyeol yang half naked sedang berdiri dihadapannya. Ia tidak bisa mengontrol detak jantungnya sekarang. Sungguh, Rayeon berharap bisa menutup matanya tapi tangan Chanyeol menggenggam erat tangannya. Wajah Chanyeol begitu dekat hingga wajah Rayeon benar-benar memerah.

“Cha-Chanyeol!” Teriak Rayeon tergagap sambil menutup matanya.

“Buka matamu.” Rayeon membuka matanya dan menatap Chanyeol yang mulai melepaskannya dan tertawa.

“Kau lucu, kau sangat lucu bahkan saat kita pertama kali bertemu. Sayang, adikmu yang akan menikah denganku.”

***

TBC..

Hai all, makasih yang ud like dan comment di chap 4. Semoga kalian suka Chap 5 ini ya, hehehe. Jangan lupa like dan comment juga! 🙂

Iklan

6 thoughts on “[Author Tetap] Mistake (chapter 5)

  1. Wahhh bagus bangett ceritanya
    Ahra jahat banget ya.. semoga chanyeol menikah sana Rayeon aja. Tapi maksud dari perkataan Chanyeol terakhir apa ya ?
    Chanyrol bukanya udah tau kok tetep mau sih nikah sama Ahra..
    Hmm pokoknya ditunggu kelanjutanya
    Fighting

  2. Ahra ampun dah, padahal chanyeol kan udah tau. Masih aja ngaku jadi kakak. Semangat rayeon. Gemesin deh. Lanjut kaaa 💪💪💪💪💪

  3. Ah udah ketahuan ya ?

    Ckck…. Chanyeol kmu coba manas²in rayeon kan ? Gk beneran mau nikah sama ahra kan ?! 😲😲😲😲

    Cant wait… #penasaran akut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s