[Author Tetap] Snowy Heart (chapter 2)

Cast: Kim Jongin, Ahn Yeori (OC)

Genre: Romance, action.

Rate: PG-13

Disc: ini ff asli dari otak saya. No plagiat, copas dan please like dan comment. Comment saran kritik saya trima kok.

.

.

.

Malam semakin larut, Yeori benar-benar telah hilang akal. Dirinya tidak bisa tidur walaupun jam menunjukkan pukul 11.23 malam. Otaknya melayang mengingat kejadian tadi sore.

     ‘Apa yang sedang Jongin lakukan?’

     ‘Bagaimana keadaannya?’

     ‘Apa dia terluka? Aku jelas melihat darah bercecer di bahu kanannya..’

     Pikirannya terus melayang kepada 1 nama, Jongin. Yeori tidak tahan lagi, “arghhh, aku bisa gila!” Sebenarnya ia tidak tahan untuk pergi menemui Jongin tapi dirinya sangat takut melihat Jongin.

Bagaimana tidak? Banyak laki-laki jahat mencari Kai hingga ingin membunuhnya tapi itu juga yang membuat Yeori mengkhawatirkan Kai.

“Persetanan dengan gangster!” Teriaknya lalu berdiri dan keluar untuk menemui Kai. Yeori mengetuk pintu kamar Kai tapi tidak ada jawaban.

“Jongin!” Teriak Yeori panik mengingat kondisi Kai tadi sore. Kai yang mendengar teriakan Yeori langsung keluar karena takut sesuatu terjadi pada Yeori. “Apa yang kau lakukan di sini?”

“Apa kau baik-baik saja? Maaf, tapi aku tidak tahan lagi.” Yeori mengecek lengan kanan Kai yang dibalut perban namun masih terlihat berdarah.

“Kau gila? Ini bisa infeksi!” Yeori masuk ke dalam tanpa dipersilahkan. Ia langsung mencari ke sekitar namun tak menemukan hal yang dicarinya.

“Apa yang kau lakukan?”

“Dimana kotak p3k?”

Mereka saling bertanya dan menatap 1 sama lain. Mata Kai terlihat tidak main-main terlihat berbeda dengan Kai yang tadi sore bersama dengannya.

“Aku.. hanya ingin mengobati lukamu.” Jawab Yeori lirih yang di balas Kai dingin. “Urus urusanmu sendiri. Sekarang, pergilah.” Yeori sangat kaget dengan perkataan Kai. Matanya mulai berkaca-kaca serta tangannya yang terkepal menahan marah.

“Kau tau? Aku hanya mengkhawatirkanmu! Aku berterimakasih bahwa kau telah menyelamatkanku walaupun kau adalah penyebab hampir matinya diriku!” Teriak Yeori lalu berjalan dengan dan tanpa sengaja mengenai lengan kanan Kai hingga ia mengerang kesakitan.

“Maafkan aku, aku sangat tidak sengaja..” Kai menatap Yeori dengan tatapan curiga. “Kau bahkan terlihat semakin menyebalkan sekarang.” Yeori yang geram langsung memukul kepala Kai dengan keras.

“Sudah, cepat katakan dimana kotak obatnya?” Kai terlihat kesal namun menunjuk 1 lemari yang berisi kotak obat tersebut. Yeori mengambil kotak obat itu dan mengobati luka Kai perlahan. Walau tetap saja, Kai mengerang dan meringis kesakitan.

“Selesai!” Ujar Yeori senang hingga tanpa sadar jarak mereka sangat dekat. Mata mereka bertemu dan Kai semakin mendekatkan dirinya pada Yeori.

“Kau harus pergi, di sini berbahaya. Anggap saja.. oh bukan, kita memang orang asing! Kau dan aku tidak ada apa-apa dan kau tak mengenalku. Camkan itu atau kau akan mati.” Ancam Kai dengan tatapan tajam membuat Yeori takut namun sedih di saat yang bersamaan.

Yeori Pov*

     “Kau harus pergi, di sini berbahaya. Anggap saja.. oh tidak! kita memang orang asing. Kau dan aku tidak ada apa-apa dan kau tidak mengenalku. Camkan itu atau kau akan mati.”

Dadaku sesak mendengar apa yang Jongin katakan padaku. ‘Bukan siapa-siapa?’ ‘Orang asing?’ ‘Tidak ada apa-apa?’ Mungkin ini terdengar lucu namun bagiku Jongin sudah seperti teman dekatku. Walaupun kami baru mengenal dan dia dikejar oleh penjahat, Jongin sudah menyelamatkanku dan membantuku.

“Apa kau gila? Kau sakit?” Aku mencoba mengecek suhu tubuhnya untuk mengalihkan pembicaraan namun tanganku ditepis olehnya.

“Kau tau? Aku mempunyai hari yang menyenangkan hari ini.” Ujarku menyela Jongin yang baru akan bersuara. “Aku sangat menikmati hari ini. Semoga kau mimpi indah.” Senyumku terulas seraya diriku bangkit untuk pergi.

“Aku juga..” langkahku terhenti di depan pintu yang terbuka, kutatap wajah Jongin yang terlihat melembut menatapku. “Aku juga menikmati hari ini tapi.. aku benar-benar serius. Kau gadis baik. Jika kau bersamaku atau mengenalku, aku takut dirimu terluka.” Ujar Jongin menatapku dengan tatapan sendu yang menyaktkan. Kenapa aku merasa akan kehilangan?

“Aku tidak akan terluka. Kau akan berada di sampingku dan melindungiku. Aku berjanji akan hal itu.” Aku tersenyum lalu keluar dari kamar itu.

Pov end*

***

Pagi itu sudah terdengar ketukan pintu dan teriakan Yeori di depan kamar Kai. Yeori terlihat bersemangat dengan pakaian rapinya. “Jongin! Bukalah!” Teriak Yeori membuat Kai yang baru bangun langsung dengan enggan membuka pintu.

“Ayo pergi. Aku tidak bisa berkomunikasi, bagaimana jika kau menjadi tour guideku?” Kai menggeleng dan mencoba menutup pintu namun di tahan oleh kaki Yeori.

“Ayolah.. Jongin, temani aku..” Yeori merengek seraya memelas menatap Kai yang terdiam lalu menghela nafas berat. “Kali ini saja!” Lalu pintu terbuka dan ia mempersilahkan Yeori masuk.

“Tunggu di sini, aku akan bersiap. Mau minum apa?” Tanya Kai yang diacuhkan Yeori yang sibuk melihat pajangan Kai. “Kau hanya menginapkan? Kenapa barangmu seakan kau pindah atau menetap?” Kai mendecih lalu mengabaikan pertanyaan Yeori dan bersiap.

“Kemana kita akan pergi?” Tanya Kai menatap Yeori yang sibuk dengan hpnya sendiri. “Sini.” Jawab Yeori memperlihatkan layar handphonenya yang memperlihatkan area Duval Street, salah satu highlight terkenal di florida.

Tempat itu sangat ramai dan banyak toko, restoran serta bangunan tua yang memberi daya tarik tersendiri.

“Kita benar-benar akan ke duval street?” Tanya Kai seakan tidak menyetujui rencana itu.

“Ya.”

“Tapi ini masih jam 7.30 pagi, sebaiknya pergi ke tempat lain dulu baru ke sana.” Yeori tidak mengerti namun Kai cukup mengenal tempat itu. Yeori membuka jendela mobil Kai yang di naikinya lalu tersenyum mendapat udara segar yang dingin menerpa tangannya.

“Kita akan melihat lumba-lumba.” Kai menatap Yeori sekilas lalu tersenyum saat melihat wajah Yeori yang berseri-seri di bawah cahaya mentari pagi. Kai yang menyadari bahwa dirinya tersenyum lalu menggeleng dan menutup jendela, membuat Yeori menatapnya dan mendengus.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Yeori masih dengan raut kesal. Kai yang masih fokus ke depan menjawab, “Dingin.” Yeori tak mengerti Kai dari awal mereka berpapasan. Kai selalu seperti ini namun lucunya Yeori seakan terbiasa dengan sikap Kai.

Perjalanan membutuhkan beberapa waktu hingga mereka turun dan naik ke kapal yang akan menuju ke tempat dimana banyak lumba-lumba berada. Yeori kagum dan membawa kameranya untuk memotret pemandangan indah di hadapannya.

“Jongin-ah, berdirilah di sana, aku mau memotretmu!” Kai menggeleng dan menolak namun Yeori memaksa hingga Kai menyetujuinya.”Lihat? Hasilnya sangat bagus!” Yeori memberikan kamera itu pada Kai dan pergi ke sisi kapal untuk melihat air jernih di lautan.

“Ini lebih indah.” Gumam Kai melihat hasil fotonya di kamera Yeori lalu tertawa kecil dengan ekspresi kekanakan namun cantik yang ditunjukan Yeori.

Semua orang mulai mencari penampakan lumba-lumba namun tidak ada yang muncul. 1 jam sudah berlalu namun tetap tak ada yang muncul. Beberapa orang sangat kecewa dan kami memutuskan untuk kembali ke daratan.

“Maaf tapi lumba-lumbanya mungkin akan muncul nanti. Ini adalah kupon untuk pergi lagi. Jika kalian ingin, kalian bisa mengambilnya dan menontonnya nanti.” Kai menatap Yeori yang sedih karena tidak melihat lumba-lumba. “Kapan kau akan pulang?” Tanya Kai yang dijawab, “Aku akan pulang besok..”

Kai mengambil 2 tiket itu dan bertanya dalam bahasa inggris, “Bisakah kami pakai kupon ini nanti? Misalnya beberapa bulan lagi?” Yeori yang tidak mengerti hanya diam.

“Ya, kalian bisa datang nanti tapi jangan lebih dari 1 tahun. Itu batas berlakunya kupon.” Kai mengangguk dan memberikan kupon itu dengan senyum ke Yeori.

“Nanti, jika kita bertemu lagi, pastikan kau menyimpannya. Kita akan kembali ke sini.” Yeori terkejut dan senang atas ajakan Kai lalu memeluk Kai erat.

“Benarkah? Aku akan kembali. Kau harus menemaniku oke? Tapi.. kapan?” Kai melihat jam dan tanggal yang tertera di jam tangannya. “Hari ini tanggal 27 desember. Ayo kita bertemu tanggal 24 desember dan menghabiskan natal bersama.” Yeori sedikit menimang lalu tersenyum mengangguk.

“Sekarang kita mau kemana?” Tanya Yeori menatap Kai yang sedang menyalakan mobil. Mereka ber2 terdiam sejenak memikirkan tempat selanjutnya.

“Aku menemukan tempat selanjutnya.” Kai mengeluarkan smirknya saat melihat jalan untuk pergi ke West Martello Tower.

Suasana sangat sepi walaupun ada beberapa orang berlalu lalang di sana. Kai dan Yeori masuk dan disungguhkan pemandangan indah. Jika tadi mereka melihat laut, sekarang rasanya seakan melihat hutan! Yeori berdecak kagum melihat banyaknya pohon dan suasana sejuk di sekitarnya.

Banyak pohon besar seperti Palm tree, Banyan tree dan jenis-jenis pohon lainnya. “Lihat! Astaga Jongin! Aku tak pernah melihat yang seperti itu!” Yeori melihat sekeliling dan bahkan kaget karena terdapat hewan kecil di sana. Ada juga pemandangan indah saat melihat ke arah laut, membuat mereka merasa tenang dan damai.

Setelah lelah, Yeori dan Kai duduk di sebuah bangku dan tanpa sadar Yeori tertidur di bahu Kai yang tertidur dengan pulas. Jam terus berputar hingga Kai bangun dan melihat kondisi mereka yang tertidur.

Jam 4 sore, sebentar lagi tempat ini akan di tutup dan tentu saja mereka harus pergi. “Yeori-ah, bangunlah.” Kai mencoba membangunkan Yeori hingga akhirnya Yeori bangun.

“Astaga! Aku ketiduran, jam berapa sekarang?” Tanya Yeori panik dan kaget melihat langit yang mulai sore.

“Jam 4. Ayo kita pergi, kau pasti lapar kan?” Yeori mengangguk dan tersenyum bersemangat. Kai tersenyum lalu tanpa sadar menggenggam tangan Yeori hingga mereka terkejut dan melepaskan tautan mereka.

“Itu.. aku tidak sengaja.” Ujar Kai malu lalu berjalan mendahului Yeori yang tertawa melihat tingkah Kai.

“Saatnya sunset sebentar lagi, kita harus menemukan tempat yang pas! Ayo cepat ke restoran ***set p**r!” Kai mengangguk dan mengendarakan mobil ke arah duval street tempat restoran tersebut berada.

Mereka berada di restoran dengan pemandangan pas untuk melihat sunset. Yeori dengan cepat mencari tempat duduk yang kosong dan pas. Tempat sangat ramai, mungkin karena terkenal akan tempat melihat sunsetnya.

“Excuse me, can i take your order?” (Bisakah aku mencatat pesananmu?) Kai melihat ke menu dan memberi Yeori petunjuk makanan yang enak.

“Fish tacos, coconut shrimp, coleslaw and the mexican corn.” Ujar Yeori memesan dengan bahasa inggris yang terdengar lucu di telinga Kai. “Wah, kau hebat.” Puji Kai membuat yeori tertawa.

“And the drink?” Tanya Pelayan.

“Virgin colada and Daiquiri.” Pelayan mencatat pesanan teesebut dan mengulang pesanan setelah itu pergi meninggalkan mereka berdua.

“Kau tau, aku sangatttt bersenang-senang hari ini! Mengunjungi tempat indah di sini membuatku enggan kembali.” Yeori tersenyum mengingat hal yang dialaminya hari ini. Walau ada beberapa tempat yang terlihat biasa dan kadang tidak terpenuhi tujuannya namun Keywest adalah tempat yang indah.

“Aku berfikir bahwa ini hari terakhir kita berkomunikasi tapi sepertinya tidak. Besok, aku akan mengajakmu pergi ke suatu tempat.” Yeori kaget dengan perkataan Kai. “Jadi kau benar-benar tidak akan berkomunikasi lagi dengaku?!” Tanya Yeori lalu menggeleng dan bergumam kata ‘parah’.

“Aku sudah bilang padamu tadi pagi.” Yeori mempoutkan bibirnya lalu berkata, “Aku tidak mau mendengarnya!”

Kai dan Yeori saling terdiam dan menatap sesaat. “Aku rasa aku tidak ingin kau pergi..” lirih Yeori membuat Kai merasa berdebar dan gugup.

“Kurasa.. aku telah nyaman dengan sikapmu yang hangat walaupun terlihat dingin dari luar.” Kai tersenyum lalu mengelus rambut Yeori.

“Kapan kau akan kembali ke korea? Kita mungkin bisa bertemu nanti.” Seketika senyum Kai menghilang. “Aku tidak tau tapi kurasa jika kita bertemu di korea, kau tidaka akan mengetahuinya. Kita adalah orang asing. Ingat?”

Yeori tak menjawab atau menatap Kai, lagi lagi itu! Yeori benci saat Kai merusak suasana dengan berbicara seperti itu. Tidak lama kemudian makanan mulai datang dan mereka dengan nikmat makan sambil menikmati sunset dan berbincang.

Jam menunjukkan pukul 6.30. Mereka memutuskan untuk berjalan di Duval Street dan melihat bangunan tua, mereka juga memasuki beberapa toko dan membeli suvernir, baju dan lainnya. Mereka juga memakan Bialy, makanan khas Newyork yang terkenal di Florida.

“Ayo kita berpesta!” Teriak Kai yang menarik Yeori untuk masuk ke salah satu bar dan memesan minum.

Semua terlihat baik-baik saja. Kai dan Yeori semakin lama semakin bersenang-senang, mereka minum dan berdansa menikmati waktu bersama.

Meanwhile

     “Lihat itu, bukankah itu Kai?” Tanya seorang laki-laki dengan postur tinggi dan gagah menunjuk ke arah Kai. Lelaki pendek 1 lagi terlihat menyipitkan mata dan melihat Kai. “Siapa gadis yang bersamanya?” Tanyanya lalu menatap ke arah laki-laki bertubuh paling tinggi.

“Tangkap perempuan itu dan bawa dia ke rumahku saat Kai lengah.” Titah laki-laki itu kepada anak buah di belakangnya dengan smirk yang membuat wajah tampannya terlihat lebih tampan.

.

.

.

Hai, makasih banyak sama yang ud baca, like dan comment. Makasih sama responnya yang lumayan bagus dan siders tolong kasih comment atau cukup like aja ud bikin aku seneng loh, hehehe. 

See u next chap!

Iklan

2 thoughts on “[Author Tetap] Snowy Heart (chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s