You’re not only my model (Chapter 2)

You’re not only my model 2

Tittle               : You’re not only my model 2

Author            : Kyskey

Genre             : sad, AU

Length            : chaptered

Rate                : NC-21

Main cast        : Jongin, Sehun, Carly Lee a.ka. Lee Chaerin(You), Angel Wu

Other cast       : find out by your self

 

Annyeonghaseyo chingudeul!!

Gimana-gimana, udah baca chapter 1 kah? Kalo belom baca duluu nanti ga nyambung lagi hahaha. Oke kali ini author bakalan cerita lagi nihh. Sorry banget ya kalo alur ceritanya agak kusut. Gue harap ini ff dapat menghibur kalian semua. JANGAN LUPA tebar opini kalian di kolom komentar dan NO PLAGIARISM okee.. WARNING! Ranjau typo bertebaran.

 

Disclaimer :

jika aku tidak bisa memilikimu, maka oranglain pun tidak boleh memilikimu. Aku akan membuat kau menjadi miliku meskipun aku harus mengurungmu.”

 

CARLY POV

Sinar matahari menembus tirai kamarku, membuat aku terbangun dari dunia mimpi. Oh tuhan tidak bisakah aku tinggal di dunia mimpi saja? Aku melihat sekeliling kamarku yang berantakan, bajuku, pakaian dalamku, semua berserakan dan tidak perlu menjadi cenayang untuk mengetahui apa yang membuat kamarku berantakan, jelas namja gila itu yang membuat kamarku dan diriku menjadi berantakan.

Aku berjalan perlahan menuju kamar mandi, aku merasakan sakit di selangkanganku, selalu seperti ini setiap habis melayaninya tubuhku seperti remuk,

Aku mengalirkan air ke bathtub dan merendam tubuhku disitu, ku pejamkan mataku pikiranku melayang jauh saat dimana semua masih berjalan normal, saat aku menjadi gadis yang hidup, aku melayangkan pikiranku saat dimana namja itu menghampiriku secara tiba-tiba di perpustakaan dan memintaku untuk menjadi kekasihnya. Siapa yang tidak kenal dengan Kim Jong In? dialah putra tunggal pemilik sekolah yang aku tempati dulu, aku memang berasal dari keluarga yang tidak terlalu kaya namun cukup untuk memenuhi semua kebutuhanku, dan siapa yang menolak pesona Kim Jong In? si kapten basket itu dipuja banyak yeoja, termasuk yeoja kutu buku sepertiku. Dia, namja gila itu pernah menjadi priroritas utama dalam hidupku, namun kebahagiaanku tidak berlangsung lama sampai aku mendengar fakta bahwa dia hanya menjadikanku barang taruhan dengan temanya

ya! Bagaimana aku mencintainya? Tubuhnya tidak menarik! Rata di segala sisi hahahhaa….”

“nah kalian lihat aku bisa menaklukan si kutu buku itu lebih cepat dari yang kalian perkirakan, jadi aku memenangkan taruhannya”

Saat aku mendengar kenyataan itu, aku memutuskan untuk pergi dari kehidupannya. Aku memutuskan untuk ikut orangtuaku ke New York melanjutkan sekolahku dan mewujudkan impianku untuk menjadi model disana.

Tidak ku sangka profesi yang aku impikan semenjak aku kecil kini telah membawaku ke neraka yang sangat mengerikan, mungkin di luaran sana orang-orang menganggap Kim Jong In seorang fotograger handal, berbakat, kaya raya dan tampan. Namun dimataku dia hanyalah namja brengsek yang telah menghancurkan hidupku

CARLY POV END

 

JONGIN POV

Aku pergi pagi-pagi sekali saat aku melewati kamar gadisku aku berhenti sejenak, untuk melihatnya di pagi hari, memastikan bahwa gadisku tetap baik-baik saja. Aku membuka pintu kamarnya pelan. Aku mengintip dari celah pintu, dia sedang membereskan kamarnya, entahlah setiap aku melihatnya di pagi hari aku lebih bersemangat untuk bekerja dan melakukan segala aktivitasku. Namun aku menganggap perasaan itu hanyalah perasaan lega karena dia masih hidup hingga hari ini.

Ketika aku menuruni tangga, aku menghampiri Song ahjuma, satu-satunya ahjuma yang paling aku percayai karena ia menjaga rahasia keberadaan Carly di rumahku.

“tuan anda ingin pergi sepagi ini?”

“nde, dan ahjuma tolong jaga Carly, berikan apapun yang dia inginkan tetapi jika ia meminta pergi dari rumah ini kau tau bukan apa yang harus kau lakukan?”

“ne tuan. Saya akan segera melaporkannya pada anda.”

“bagus, oh ya ahjuma aku akan pulang lebih malam dari biasanya jadi tolong jaga Carly baik-baik singkirkan semua benda yang bisa mencelakainya”

“baik tuan”

Aku langsung menuju Ferrari Enzo kesayanganku untuk menuju lokasi pemotretan hari ini.

JONGIN POV END

 

CARLY POV

Aku menuruni anak tangga dengan perlahan, sungguh rasanya sakit sekali dasar namja sialan. Tidak bisakah dia mengecilkan ukuran kejantanannya itu? Oh? Apa yang kubilang tadi astaga sepertinya aku mulai tidak waras.

“nona sudah bangun.. saya telah menyiapkan sarapan untuk anda”

“ne.. gomawo ahjuma”

Aku memakan sarapanku, aneh biasanya namja brengsek itu sarapan bersamaku.. aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling rumah, namun tidak ada tanda-tanda dari namja itu.

“apakah.. nona sedang mencari tuan muda?”

“ne.. Kai oppa eodiseo?”

“tuan muda sudah berangkat pagi-pagi sekali nona, dia berpesan untuk menjagamu”

Apa tadi? Menjagaku? Yang benar saja.. aku merasakan tangan kiriku menghangat ahjumma menggenggam tanganku dengan lembut.

“nona, maaf jika saya lancang pada anda, namun saya berharap nona tidak meninggalkan tuan muda, terlepas dari segala hal yang telah tuan muda perbuat pada nona. Saya harap nona selalu di samping tuan muda apapun yang terjadi”

“ahjuma mengetahui apa yang dia lakukan padaku?” ahjuma mengangguk dengan pasrah

“ne, saya tau nona. Mungkin jika saya berada di posisi nona saya akan melakukan hal yang sama. Tapii saya mengenal tuan muda lebih lama dari nona”

Entah angin apa yang membuatku ingin mengetahui tentang namja itu, aku ingin tahu mengapa dia setega ini padaku.

“ahjuma.. ceritakan tentang Kai oppa”

*

Setelah sarapan aku melangkah gontai menuju halaman belakang, aku duduk termenung disana, merenungkan apa yang dikatakan oleh ajuma.

“saya mengurus tuan muda sedari kecil, dia dibesarkan di lingkungan chaebol, memang jika oranglain melihat tuan muda adalah anak yang beruntung namun didalamnya, tuan muda tetaplah namja yang lugu dan tidak tau bagaimana cara mengungkapkan apa yang dia rasakan, tidak jarang apa yang tuan ungkapkan selalu diartikan berbeda oleh oranglain. Jadi saya meminta pada nona untuk tetap disisi tuan muda, karena saya tahu tuan muda mencintai nona dengan tulus hanya saja ia belum tahu bagaimana cara mengungkapkannya hingga ia membawa nona kesini malam itu….”

Aku tak kuasa menahan air mataku, dasar namja bodoh, gila, brengsek, kau membuat perasaanku yang telah lama aku kubur kembali menguar. Jadi apa yang harus aku lakukan, tetap disini? Di penjara istananya? Atau pergi jauh darinya?

“nona…” panggilan ahjuma menyadarkanku dari lamunanku

“ne.. ada apa ahjumma?”

“saya harus pergi karena anakku sedang sakit dan aku diminta menjemputnya ke sekolah”

“oh…ne pergilah ahjuma. Aku tidak akan kemanapun”

CARLY POV END

 

AUTHOR POV

Pagi berganti siang, siang perlahan beranjak sore, matahari pun perlahan kembali ke peraduanya perlahan digantikan sang rembulan yang bersiap menerangi gelapnya malam.

Carly sedang berada di perpustakaan, sejak sore hari yeoja manis itu diam di perpustakaan sepeninggal Haenam ahjumma, membaca banyak buku yang dia anggap menarik, hingga ia menemukan sebuah pintu di dalam perpustakaan yang menarik perhatian Carly untuk segera membukanya.

Ketika Carly membuka pintu tersebut dan menyalakan lampunya, ternyata ruangan tersebut adalah galeri tersembunyi yang khsusus dibuat oleh sang pemilik rumah. Carly menyusuri satu demi satu foto yang terpampang di dinding itu, hingga saat Carly melihat sebuah wajah dalam foto itu yang sangat familiar baginya.

“ini fotoku…” Carly menyentuh foto itu, ini fotonya. Foto dimana ia tengah dianugerahi sebagai Best American Model dari salah satu majalah terkenal di Amerika. Carly menyusuri lagi satu demi satu foto berikutnya hingga ia menyadari bahwa di galeri ini didominasi oleh fotonya, foto dirinya sejak masa SMA hingga saat ia menapaki puncak tertinggi dunia model.

“kenapa dia memajang fotoku sebanyak ini?”

Pandangan Carly terkunci pada sebuah bingkai foto yang memajang foto dirinya bersama namja yang dulu pernah menjadi prioritas utama dalam hidupnya. Foto itu adalah foto sewaktu dia dan namjanya berkencan sebagai kekasih untuk pertama kalinya.

Carly tampak bingung mengapa namja ini memajang banyak foto dirinya, dan banyak diantara foto-foto itu diambil secara sembunyi-sembunyi, menampakan wajah cantik alami Carly saat lelah, tertawa, tersenyum bahkan foto dirinya ketika membaca buku di perpustakaan.

Carly tenggelam dalam lamunanya hingga ia mendengar pintu rumah dibuka paksa

Brak..

Terdengar suara pintu yang dibuka paksa oleh sang pemilik rumah yang kini tengah fokus menikmati bibir yeoja, Kim Haneul. Model yang hari ini menjadi objek fotonya, suara decapan panas memenuhi ruang tamu malam itu, keduanya seolah tidak ada waktu untuk bermain perlahan, sang wanita yang kini tengah berada di kungkungan pria itu terlihat pasrah tubuhnya dijamah oleh namja yang hari ini menjadi fotografernya.

“ku bilang apa.. kau bisa digoda oppa… oohhh..” Haneul melenguh saat payudaranya diremas oleh Jongin

“kau benar dan sepertinya kau sudah siap sayang.. menungginglah untuku…” sahut Jongin sambil mengocok kemaluan Haneul, dan sang wanita pun menuruti keinginan prianya untuk menungging, menunjukan kemaluanya yang telah siap..

Jongin menggesekan kejantananya di bokong Haneul “katakan apa yang kau inginkan sayang…”

“ohh.. oppa… bercintalah denganku.. sial bercintalah dengan kasar oppa…” Haneul meracau menikmati sentuhan kejantanan Jongin di bokongnya

Plak..plak…Jongin menampar bokong Haneul hingga memerah dan dengan sekali hentakan Jongin memasukan kejantananya ke lubang hangat milik Haneul.

“ohhh bergeraklah sayaang…”

“as your wish bitch…” jongin menggerakan kejantananya dengan brutal/? Menambah gairah malam itu

“ooohhh akkhh yeah.. baby fuck this bitch with your super cock”

Permainan mereka berlangsung sangar panas/? Hingga mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang menatap mereka.

AUTHOR POV END

 

CARLY POV

Brak…

Suara gebrakan itu membangunkanku, astaga hari sudah gelap, dan suara apa itu tadi? Apakah perampok yang akan merampok rumah ini? Jika iya maka aku dalam bahaya karena hanya aku sendiri yang ada dirumah ini.

Aku berjalan mengendap dengan stik baseball di tangan kananku, namun yang ku lihat bukanlah sekawanan perampok yang ingin menggasak harta benda dirumah ini, melainkan sepasang manusia yang sibuk melampiaskan nafsu sex mereka di ruang tamu rumah ini…

Aku termenung cukup lama melihat kedua insan menjijikan itu saling memuaskan hasrat mereka masing-masing, hingga aku tersadar sekali namja brengsek tetaplah brengsek dan aku berlari ke kamarku dengan sengaja membanting pintu dengan keras agar mereka berdua tau bahwa perbuatan nista mereka menggangguku.

CARLY POV END

 

JONGIN POV

Setelah aku mengantarkan Haneul pulang, aku segera membersihkan tubuhku membersihkan jejak-jejak wanita jalang itu di tubuhku.

Sebenarnya aku tahu saat aku bercinta dengan Haneul dia melihatnya, Carlyku melihatku bercinta dengan yeoja lain di depan matanya, entah sudah berapa kali aku menyakiti wanitaku itu.

Dia wanitaku, Carly lee adalah cheryku, miliku yang tidak akan pernah ku lepas lagi. Aku menahan hasratku untuk bercinta denganya setelah aku melihat ia tertidur dengan jejak air mata di pipinya, rasanya seperti sesak melihat dia seperti itu dan itu semua karena aku. Aku tidak bisa mengendalikan nafsuku ketika bersamanya, aku terlalu bahagia ketika melihat cheryku kembali pada hari itu, hari dimana aku bisa mengabadikan setiap ekspresi wajahnya tidak dengan cara sembunyi-sembunyi seperti saat sekolah dulu.

Dia wanita yang menarik, meskipun ia cantik tetapi ia tidak pernah memamerkan kecantikanya secara berlebihan, tidak perlu polesan make up tebal untuk membuat ia cantik, dia hanya perlu tersenyum dan kecantikanya memancar dengan sempurna. Sejak pertama aku melihatnya di meja baca perpustakaan aku mulai mencari semua tentangnya, apa yang dia sukai, apa buku favoritnya dan siapa namja yang dia sukai, aku terkejut karena namja yang ia sukai adalah aku. Namun ia memilih memendamnya karena ia tidak sepopuler diriku dulu.

JONGIN’S FLASHBACK

Aku tengah duduk di taman sekolah sambil melihat beberapa hasil fotoku, lebih tepatnya melihat fotonya, Chaerinku.

Aku mulai membidikan kamera ku lagi sampai lensaku menangkap wajahnya yang tersenyum tengah menikmati angin musim semi.

Cekrek.. “cantik. Chaerinku sangat cantik” entah sejak kapan aku mengklaim dirinya sebagai miliku, aku tidak tau perasaan macam apa yang menghinggapi ku sehingga aku menyatakan bahwa Lee Chaerin adalah miliku.

“ya! Sedang apa kau disini Kai semua anggota tim basket menunggumu untuk bermain ayolaahh simpan kamera kesayanganmu itu, memang kau sedang memotret apa”

Kris hyung mencoba merebut kameraku untuk mengetahui apa yang sedang aku foto, aku harus tetap menjaga kerahasiaan foto ini. Reputasi ku bisa hancur, ayolah kapten basket yang terkenal seantero sekolah berpacaran dengan kutu buku? Yang benar saja.

“tidak.. aku tidak sedang memotret apapun hyung”

“oke I believe it. Hey bagaimana jika kita bertaruh..”

“apa taruhanmu?”

“aku akan menyewakanmu wanita yang paling seksi di klub malam langganan kita bagaimana?”

“hmmm.. menarik apa yang akan kita lakukan?”

“lebih tepatnya kau, kau harus bisa mendapatkan si kutu buku itu dalam seminggu, jika kau berhasil aku akan memberikan hadiahku itu dan jika kau gagal kau harus mau memberikan Ferrari kesayanganmu itu padaku..”

“DEAL”

Setelah aku menyepakati taruhan itu aku mulai mencoba mendekati Lee Chaerin, tidak perlu berlama-lama untuk pendekatan. Keesokan harinya aku menghampirinya di meja paling ujung perpustakaan sekolah. Aku duduk disampingnya, menatap wajahnya yang polos tanpa polesan make up sedikitpun, bibirnya merah seperti buah cherry.

“Lee Chaerin”

“ne Kim Jong In-ssi ada apa?”

“jadilah kekasihku”

Aku pikir dia akan pergi dan menolaku, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Lee Chaerin menganggukan kepalanya tanda ia mau untuk menjadi kekasihku.

Setelah aku menyatakan perasaanku padanya, kami menjalani hari selayaknya seorang kekasih. Tapi hal tersebut hanya di luar sekolah, aku tidak ingin satu orang pun di sekolah yang tahu bahwa sesungguhnya aku telah terjatuh dalam pesona Lee Chaerin.

“ya! Kim Jong In.. apa yang terjadi padamu hah? Apakah kau telah mengalami penurunan selera dalam memilih kekasih?” ucapan Lay persis di telingaku

“ani.. ada apa tiba-tiba kau menanyakan hal yang tidak penting di pagi hari seperti ini”

“apakah kau berpacaran dengan Lee Chaerin? Si kutu buku itu?”

“apakah kau mencintainya?” Tanya Xiumin persis di telinga kiriku

“ya! Bagaimana aku mencintainya? Tubuhnya tidak menarik! Rata di segala sisi hahahhaa….”aku berbohong karena sesungguhnya Chaerinku itu sangat sexy namun ia menutupi keseksianya dengan sempurna.

Aku mengatakan pada kedua orang yang merepotkan ini bahwa aku bertaruh dengan Kris hyung untuk mendapatkan yeoja itu.

“nah kalian lihat aku bisa menaklukan si kutu buku itu lebih cepat dari yang kalian perkirakan, jadi aku memenangkan taruhannya”

JONGIN’S FLASHBACK END

Setelah perkataanku itu, aku tidak pernah melihat Chaerin disekolah, dan nomor ponselnya pun tidak bisa dihubungi, saat itu aku tidak memikirkan kenapa Chaerin menghilang bak ditelan bumi. Aku terlalu bahagia karena aku bisa bercinta dengan Kim Haneul model sekaligus wanita jalang yang dijadikan hadiah karena aku dapat menaklukan Chaerin.

Aku menyelesaikan kegiatan mandiku dan segera mengganti pakaianku dengan kaos v neck dan celana training, aku segera menuju kamar Carly untuk melihatnya terlelap sebelum aku tidur, ini seperti menjadi kebiasaanku semenjak aku menculiknya dan mengurungnya dirumahku, hanya pada saat ia tidurlah aku tidak perlu menutupi perasaanku padanya.

Aku perlahan mendekat, ikut berbaring disampingnya menyelipkan tangan kiriku untuk menggantikan bantalnya, dan mendekatkan tubuhnya padaku untuk kupeluk.

“Carly..” aku mengelus pipinya perlahan, ada jejak air mata lagi dan berarti aku telah membuatnya menangis lagi.

“bisakah aku menyimpanmu hanya untuku? Aku ingin kau tetap berada disampingku, hanya memandangku dan mencintaiku seperti dulu sayang. Maafkan aku karena dulu aku mempermainkanmu, menyakitimu dan mencampakanmu. Carly sayang.. kau miliku tidak ada seorangpun yang boleh mengambilmu dariku, aku mencintaimu” kupeluk dirinya dengan erat “tidurlah Cheryku..”

Kali ini aku tidak peduli jika saat ia terbangun nanti ia akan memukuliku karena berani memeluknya, yang aku inginkan saat ini adalah tidur dengan memeluknya.

JONGIN POV END

 

CARLY POV

Aku menjatuhkan tubuhku di ranjang dan menangis sejadinya, kenapa dia tega sekali melakukanya dengan yeoja lain? Apakah dia telah bosan denganku? Jika dia bosan seharusnya dia membuangku atau mengusirku dari sini, bukan mengurungku. Aku menangis hingga aku tidur terlelap sampai aku merasakan ada tangan yang melingkar di perutku, aku tau siapa lagi yang berani seperti ini padaku selain namja gila itu.

“Carly..” dia mengusap pipiku, membersihkan sisa air mataku. Aku tidak ingin melihatnya jadi aku berpura-pura jika aku tertidur.

“bisakah aku menyimpanmu hanya untuku? Aku ingin kau tetap berada disampingku, hanya memandangku dan mencintaiku seperti dulu sayang. Maafkan aku karena dulu aku mempermainkanmu, menyakitimu dan mencampakanmu. Carly sayang.. kau miliku tidak ada seorangpun yang boleh mengambilmu dariku, aku mencintaimu”

Aku termenung dalam tidur pura-puraku, egois sekali dia dan apa tadi dia baru saja menyatakan perasaanya padaku? Apa benar dia mencintaiku? Jika dia mencintaiku lalu mengapa dia bercinta dengan yeoja lain didepanku?

Dia memeluku dan mencium puncak kepalaku, entah bagaiamana tapi aku merasakan adanya kasih sayang dan kerinduan yang mendalam dari ciumanya itu aku lelah dengan semua kenyataan yang datang tiba-tiba hari ini, mulai dari dia yang tidak bisa mengekspresikan perasaanya, galeri yang dipernuhi dengan fotoku, percintaanya dengan wanita jalang itu dan terakhir dia mengatakan jika dia mencintaiku. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, meninggalkanya atau tetap bersamanya hingga aku pun ikut terlelap dalam dekapannya.

CARLY POV END

 

TO BE CONTINUE

 

 

 

 

YAHAAA….. GIMANA GUYS? Gaje kah? Nyesek kah? Pengen gebukin kai kah? Jangan digebukin dong kalo Kai digebukin author mesti ngebiasin siapalagi doong hahaa. Next chapter author bakalan ngeluarin Sehun sama Angel Wu siapakah mereka? Hehe tunggu aja ya keep reading and PLEASE I NEED YOUR RESPOND, ketikin pendapatmu di kolom komentar oke? Nanti komentar kalian bakalan dijadiin acuan author buat bikin ff selanjutnya.

GOMAWO CHINGUDEUL

 

Iklan

22 thoughts on “You’re not only my model (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s