[Author Tetap] Snowy Heart (chap 3)

Cast: Kim Jongin, Ahn Yeori (OC)

Genre: Romance, action.

Rate: PG-13

Disc: ini ff asli dari otak saya. No plagiat, copas dan please like dan comment. Comment saran kritik saya trima kok.

.

.

.

Hari terakhir Yeori ia habiskan dengan bermain bersama dengan Kai di hotel Kai. Tadinya mereka akan pergi mengunjungi tempat-tempat lainnya namun dikarenakan jadwal penerbangan Yeori pada pukul 2 siang, maka mereka harus mengurungkan niat itu. Mereka hanya tidak tau bahwa mereka beruntung untuk tidak pergi karena banyak mata yang sedang mengawasi Kai dan Yeori. Entah mereka sadar ataupun tidak.

Kai menatap tubuh Yeori dari belakang. Kai tersenyum lalu menatap sendu sosok di hadapannya itu.

Seandainya aku bisa memilikimu, aku akan memilikimu. Karena percaya atau tidak, aku menyukai bagaimana diriku nyaman berada di sampingnya. Sayang, itu adalah bunuh diri bagiku.. -Kai.

     “Kau sudah selesai menatapku?” Tanya Yeori seraya membawa masuk beberapa sarapan dari pelayan dan tersenyum kepada Kai. “Ah, ini pasti enak.” Gumam Yeori dengan senyum mengembang.

Yeori meraih rambutnya dan mencoba mengikatnya. Kai yang melihatnya langsung menarik Yeori dan merapikan rambutnya. Wajah Yeori memerah karena perlakuan Kai, beruntung saat ini Kai berada di belakangnya.

“Terimakasih.”

Kai hanya tersenyum lalu mengelus rambut Yeori pelan. Yeori yang gugup langsung bangkit dan menyiapkan hidangan di atas meja. Mereka makan dengan tenang lalu duduk di ruang tengah dan menonton tv.

Merasa bosan dengan siaran tv, Kai mencoba membuka suara. “Apa pekerjaanmu?” Tanya Kai yang duduk seraya melihat Yeori. “Aku seorang ahli komputer. Aku bekerja di perusahaan sebagai peretas atau pembuat kode untuk dokumen agar sulit diretas.”

Kai terkejut namun bersikap santai dengan tersenyum sambil mengangguk-anggukan wajahnya. “Bagaimana dengan orang tuamu?” Yeori terdiam sejenak untuk melihat Kai. “Mereka sudah meninggal.”

“Tidak usah seperti itu, aku juga sudah biasa dengan keadaan sekarang. Bahkan aku ke sini karena temanku yang memberikan tiket, dia harus pergi ke rumah orang tuanya untuk natal. Ini seperti kado natal pengganti sebuah keluarga.” Yeori tersenyum seraya mengatakannya.

Walaupun begitu, Kai tau Yeori kesepian tanpa keluarga. Ia tau, karena ia juga tidak mempunyai keluarga. Selain Sehun yang sudah seperti keluarganya, ia tidak memiliki siapapun sekarang. Bahkan Sehun saja sudah meninggalkannya..

“Bagaimana denganmu?” Tanya Yeori seraya menatap Kai yang tiba-tiba terdiam dan berfikir.”Aku sebatang kara. Aku tidak memiliki pekerja khusus. Lebih tepatnya aku tidak bisa memberitahu dirimu.” Yeori berdecih lalu memukul pelan Kai dengan kesal.

Yeori menatap jam yang memperlihatkan pukul 10 pagi, ia merasa sangat bosan dan sangat ingin pergi sekarang. “Hei, aku mau pergi, ayo temani aku.” Pinta Yeori yang diangguki Kai. Mereka bersiap dan pergi keluar dari hotel.

Yeori ingin tinggal lama namun ia harus kembali. Air di pantai, pasir yang putih, bau angin laut yang khas dan suara desiran ombak sangat menenangkan kedua insan ini. Mereka sibuk dalam pikiran masing-masing.

kai pov*

Aku sudah berfikir. Jika suatu saat kami bertemu, jika suatu saat aku merindukannya dan menginginkannya. Ku akan mencarinya dan menemukannya. Aku akan mengajaknya pergi bersamaku. Walaupun ini terjadi dalam waktu singkat, kenangan ini nampak sangat indah dan berarti bagiku.

Hanya ada 1 hal yang perlu kuketahui. Apa aku benar-benar menyukai bahkan mencintainya? Apa aku benar-benar bisa menjaganya? Dan yang paling penting, setelah ia mengetahui segalanya, apakah ia mau bersama dengan diriku? Bahkan jika ia harus melepaskan nyawanya..

Langkahku terhenti lalu menatapnya menjauh, kakinya terus melaju dan melaju. Ingin rasanya aku berteriak dan memanggil namanya untuk diam di tempat dan kembali kepadaku. Kaki tak tahan dan ingin berlari mengejarnya.

“Kurasa kita akan bertemu kembali..”

Aku berlari mengejarnya dan memeluknya dari belakang. Kami terdiam beberapa saat hingga aku menenggelamkan wajahku di bahu Yeori dengan dalam. “Seandainya kita bertemu lagi dan aku mengajakmu berlari, pergi meninggalkan dunia ini.. apa kau mau?”

Yeori terdiam menelaah perkataanku, aku melepaskan pelukanku dan membalik tubuh Yeori agar menghadap diriku. Kutatap matanya dalam dan penuh harapan. “Apa kau mau pergi denganku saat waktu itu tiba?” Tanyaku sekali lagi yang masih tidak dijawab olehnya.

Beberapa waktu telah berlalu dan Yeori benar-benar tidak mengatakan apapun. Kandas sudah harapanku, ini memang akan terjadi. Seperti yang kukhawatirkan. Kulepaskan tanganku yang memegang pundaknya dengan perlahan.

“Jika..” mendengar suatu kata keluar dari bibirnya, diriku langsung menatapnya dan menahan gerakanku. “Jika kita bertemu kembali.. kurasa aku akan jatuh cinta padamu Jongin-ah..” Kurasakan jantungku berdetak kencang, darahku berdesir seperti ombak yang berdesir. Aku tersenyum dan tanpa sadar menggenggam tangannya.

“Aku akan mencarimu.. aku akan menemukanmu.. dan kita akan pergi bersama nanti.” Yeori tersenyum mendengar perkataanku. Aku lega, sangat lega hingga seorang laki-laki dibalik batu karang besar di belakang Yeori mengawasi kami dengan intens. Mungkin ini harus ditunda, kemungkinan besar ini akan gagal.. rencana happy ending kita, seperti butuh waktu lama untuk terjadi..

Author pov*

Kai menarik Yeori kedalam dekapannya dan berbalik kembali ke arah hotel. “Ayo kembali ke hotel.” Yeori yang mendengarnya hanya memberontak dan beralasan ingin melihat pantai dengan waktu yang lama namun Kai menggeleng dan menggendongnya kembali ke hotel.

Yeori yang kaget hanya bisa terdiam dan memeluk Kai agar tidak terjatuh dari genggaman Kai. “Turunkan aku!” Teriaknya saat sampai di dalam hotel. Kai menggeleng dan tersenyum, aku akan menggendongmu sampai kita berada di kamar.

Yeori tidak berani memukul Kai karena luka Kai belum sembuh total. Karena itu, ia hanya diam hingga mereka di kamar hotel Kai.

#ambigu wkwk.

Kai menurunkan Yeori di atas sofa membuat Yeori bangkit dan mengomel pada Kai. Kesal mendengarnya, Kai langsung memeluk Yeori hingga Yeori terdiam lalu menatap Yeori ke dalam matanya. “Aku sudah menahan diri tapi jika kau terus berbicara, aku mungkin akan mencium bibirmu itu, Jongin-ah.” Yeori yang tertegun hanya melepas pelukan Kai lalu duduk di sofa dengan wajah memerah.

Aigooo, uri-Yeori malu ya?” Yeori semakin memerah mendengar Kai menyebutnya dengan kata Uri-Yeori.

“Hentikan!” Ujar Yeori lalu melihat Kai duduk di sebelahnya dan memberi signal untuk duduk mendekat kepada Kai. Yeori mengikuti signal itu hingga Yeori duduk bersender dalam pelukan Kai. “Aku tau ini bodoh tapi ambillah ini.” Yeori menatap Kai dengan tanda tanya besar.

“Apa ini?”

“Hanya untuk jaga-jaga. Jika aku tidak bisa menemukanmu, kau pergilah menonton lumba-lumba dengan orang lain.” Yeori tidak tau mengapa Kai mengatakannya tapi.. itu benar. Bagaimana jika ini hanyalah hubungan sesaat? Jika mereka tidak bertemu lagi, maka tidak ada yang bisa mereka lakukan.

“Baiklah. Tapi ijinkan aku melakukan ini.” Yeori memegang pipi Kai lalu mendekatkan wajah Yeori dan menarik tengkuk Kai. Yeori mencium Kai tepat di bibirnya. Disela ciuman mereka Yeori berbisik dengan penuh perasaan.

“Aku mencintaimu.. Kim Jongin..”

Bahkan jika ini hanyalah hubungan sesaat, biarkan Yeori merasakan jatuh cinta seperti saat ini. Biarkan ia bahagia dan merasa dicintai, bahkan jika itu oleh orang asing. Bahkan jika itu hanya sesaat..

Mereka menghabiskan waktu bersama hingga jam 12.30 siang, Yeori bangun dari tidurnya. Kai masih berada di sebelahnya dengan tertidur lelap. Wajahnya sangat tampan hingga Yeori mengecup bibir Kai lalu bangkit dan merapikan diri. Ia pergi dengan meninggalkan sebuah note di jidat Kai.

Aku akan membereskan barangku. Saat kau bangun, hubungi aku dan susul aku ke bandara! See u ^^

Kai bangkit dan menatap note yang ditinggalkan Yeori dengan senyum di sudutnya. Jam menunjukkan pukul 12.45, Yeori baru saja keluar dari kamar hotel Kai, meninggalkan Kai yang sebenarnya sudah bangun sejak Yeori mengecup bibirnya.

Kai bangkit dan keluar dari hotel. Ia berencana memanggil Yeori namun Yeori sudah masuk ke taksi dan pergi. Sebuah Mobil Van hitam langsung mengikuti Yeori tanpa sadar Kai yang dengan sigap bersembunyi dibalik tembok putih. Kai masuk kedalam hotel dan mengganti bajunya.

Sebuah topi hitam dan masker sudah terpasang di wajahnya. Bajunya ia ganti dengan kaos lengan panjang dibalut sweater hangat dan spatu kets. Kai pergi menuju bandara dengan kecepatan penuh lalu dengan cepat mencari Yeori.

30 menit sebelum waktu keberangkatan, masih ada waktu bagi Kai untuk menyusul Yeori. Yeori hanya duduk tenang tanpa tau apa yang terjadi. Selain itu..

Kai berada di belakang Park Chanyeol dan anak buahnya. “Kau mencariku?” Bisik Kai tepat di telinga Chanyeol saat melewati Chanyeol. Setelah itu Kai pergi ke tempat aman untuk menghajar Chanyeol habis-habisan.

“Cih, sekarang kau sudah berani?” Tanya Chanyeol seraya memberi signal kepada anak buahnya.

Chanyeol tersenyum melihat beberapa orang mulai memukuli Kai yang tetap dengan posisi bertahan. Saat ada celah, Kai membalas pukulan mereka dengan tonjokkan di sisi kanan, kiri, atas lalu diakhir tendangan tinggi. Beberapa orang mulai menahan Kai lalu menarik Kai serta memukul perut dan rusuknya tanpa ampun dengan lutut. Wajah Kai benar-benar kacau, ia meringis kesakitan dan mencoba melepas cengkraman di ke dua tangannya dengan susah payah.

Saat ini, hanya 1 yang bisa ia harapkan. Semoga Yeori baik-baik saja sampai di Korea. Bahkan jika itu berarti ia harus mati dipukuli di sini..

Yeori menatap jam yang menunjukkan pukul 2 pas, sebuah panggilan keberangkatan membuatnya mau tidak mau harus pergi dan masuk ke dalam pesawat. Yeori sempat menoleh ke belakang sebelum masuk namun hasilnya hanya sebuah kekecewaan.

Yeori tidak menemukan Kai.. seakan ini hanyalah hubungan sementara, dirinya hanya memasuki pesawat dengan rasa kecewa.

Kai terus memberontak hingga kehabisan nafas. Wajahnya babak belur dengan beberapa tulang rusuk yang retak bahkan mungkin patah. Kai mencoba menahan diri sebisa mungkin namun dirinya tidak bisa melakukan apa-apa saat salah satu gangster itu menusuknya tepat di perutnya. Ini pertarungan 10 orang besar dengan pisau ditangan mereka lawan Kai seorang diri tanpa apapun, sebesar apa kemungkinan dirinya menang? Chanyeol mendapat telepon untuk melepaskan Kai dan kembali ke markas mereka. Membiarkan Kai tergusur di lantai dengan darah di perutnya dan keadaan setengah sadar.

Yeori menatap jendela pesawat dengan sendu saat mulai meninggalkan florida. Jika saja mereka bertukar kontak, mungkin Yeori tidak akan sesedih ini namun Kai menolak untuk bertukar kontak. Bagaimana mungkin mereka bertemu tanpa berbuhungan 1 kalipun?

Apa ini sebuah kemungkinan bahwa mereka akan bertemu?

.

.

.

TBC…

Hai guys, jangan lupa like dan comment ya. Kalo merasa actionnya kurang tolong bilang ya TT TT butuh saran bangettt,ini ff dengan kategori crime pertamaku jadi tolong dimaklumi hehehe. Makasih uda baca 🙂

Iklan

One thought on “[Author Tetap] Snowy Heart (chap 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s