[Author Tetap] Mistake (chap 6)

Cast: Park Chanyeol, Jun Rayeon, Jun Ahra (OC)

Genre: Romance, comedy(?)

Rate: PG-15

Disc: INI FF ASLI MILIK SAYA. No copas or plagiat and don’t be silent readers guys!

.

Seandainya kau tau, aku telah mengingat segalanya..

.

Mata mereka bertemu begitu juga jantung mereka yang berdegup kencang. Rayeon menatap Chanyeol dengan bingung. Chanyeol berkata bahwa ia akan menikahi adiknya? Chanyeol tau.

“Aku tau segalanya.”

“Apa maksudmu?”

“Kau, kau Rayeonku. Ya kan?” Chanyeol tersenyum dan memberikan smirk andalannya.

“Kau tidak seharusnya tau.” Rayeon membuang wajahnya lalu menutup matanya. “Kau tidak seharusnya mengetahui segalanya. Apalagi mengingat semuanya.”

“Apa maksudmu?!” Tanya Chanyeol yang menahan wajah Rayeon untuk menatapnya.

“Kau harus menikah dengan Ahra. Harus..” Chanyeol tidak mengerti. Bukankah Rayeon menyukainya? Tapi kenapa? Kenapa ia selalu mementingkan Ahra dibandingkan dirinya sendiri?

“Aku pergi.” Rayeon berusaha pergi namun Chanyeol terus menahan dirinya. Chanyeol menggenggam tangannya hingga Rayeon kehabisan tenaga untuk memberontak.

“APA MAUMU?!” Teriak Rayeon membuat Chanyeol terdiam. Mereka saling menatap dengan dalam dan sendu. Mereka tau hati mereka untuk siapa. Mereka saling menyukai tapi kenapa? Kenapa keadaan ini menjadi rumit?

“Aku mohon.. lepaskan aku..”

Flashback*

18 tahun lalu.

Chanyeol kecil berlari menggandeng tangan Rayeon dengan erat lalu tersenyum. “Aku tidak sabar!!” Ujarnya gembira yang ditertawakan oleh Rayeon.

“Aku juga! Aku akan bermain banyak permainan di sana! Aku akan bermain hingga puas!” Chanyeol mengelus kepala Rayeon lalu mencium bibir Rayeon sebentar. “Dasar bawel!”

Rayeon mendengus lalu melepas genggaman mereka dan memukul Chanyeol yang meminta ampun.

Tuan dan Nyonya Jun hanya tertawa melihat Rayeon yang memukul Chanyeol kecil.

“Rayeon ah, jika Chanyeol menciummu kau harusnya memukulnya.” Ujar Ahra lalu memukul Chanyeol yang langsung membuat Tuan dan Nyonya Jun kembali tertawa.

“Sudah, kasian Chanyeol.” Nyonya Jun melerai namun mereka masih sangat ribut di belakang.

Ponsel berdering membuat Nyonya Jun sibuk mencari handphonenya lalu mengangkat teleponnya.

“Halo.”

“Ah, halo Park Jinhee.”

“Bagaimana keadaan di sana? Sepertinya ribut sekali, berhati-hatilah.” Nyonya Jun tertawa lalu mengangguk dan tersenyum.

“Mereka akan kami jaga.”

“Ya, terimakasih.”

“Aku harus pergi, selamat bersenang-senang.” Nyonya Jun tersenyum lalu menutup ponselnya.i

Suara bising tiba-tiba membuat Tuan Jun membuka matanya lebar-lebar. Tangan Nyonya Jun sudah melepas seat-belt dan menutupi anak-anak. Tuan Jun mencoba menghindar namun terlambat.

***

Berita kecelakaan telah menyebar. 2 orang tewas dan anak-anak selamat. Ahra sangat tertekan hingga selama 6 bulan dirawat di rumah sakit serta menjalani psikiater. Chanyeol hilang ingatan tentang Ahra dan Rayeon. Sedangkan Rayeon, ia tidak mengalami apa-apa selain trauma dan menangisi segalanya.

Sejak saat itu semuanya berubah. Rayeon dan Ahra di asuh oleh panti asuhan dan menghilang dari keluarga Chanyeol. Rayeon juga menjadi sangat memperdulikan Ahra dari siapapun. Ia takut jika akan melepaskan Ahra, ia selalu memperhatikan Ahra, ia selalu berkorban demi Ahra. Itu hanya karena 1 hal. Ia merasa bersalah bahwa Ahra terbaring selama 6 bulan lebih sedangkan dirinya hanya duduk dan beraktivitas layaknya orang normal.

Ahra bahkan hampir cacat karena kecelakaan itu tapi ia selamat dan sembuh sedangkan Rayeon tidak mengalami luka berat. Rayeon merasa bersalah. Maka dari itu.. Rayeon harus bisa merelakan miliknya untuk Ahra. Karena dengan begitu, Rayeon bisa senang saat Ahra senang.

Maka dari itu, saat ia melihat keluarga Park dan menyadari Chanyeol adalah Chanyeol miliknya.. ia tidak bisa melihat ini semua lebih dalam lagi. Ia ingin pergi, ia tidak bisa melepas Chanyeol namun juga tidak bisa membiarkan Ahra dengan cintanya pada Chanyeol.

Flashback off*

Aku mohon.. lepaskan aku..” Rayeon menitihkan air mata. Bukankah ia seharusnya senang?

Chanyeol mencium bibir Rayeon dengan lembut. Cium dan lumat lalu Chanyeol melepaskannya. “Kau selalu berisik..”

Mengingat kembali kejadian itu, Rayeon langsung memeluk Chanyeol dan menitihkan segala kesedihan dan kekesalan yang ia pendam selama ini.

“Kenapa kau tidak mengingatku dulu?! Kenapa?” Chanyeol terdiam. Ia butuh waktu sangat lama untuk mengingat segalanya.

Ayahnya mengatakan bahwa ia harus memilih. Siapapun itu, Tuan Park ingin Chanyeol memilih yang ia cintai. Maka dari itu Chanyeol datang ke hipnoterapi. Ia ingin menggali masa lalunya tapi…

Kenangan buruk itu perlahan muncul.. Chanyeol sekarang tau.. megapa Rayeon ingin pergi, memberontak dan tidak ingin bersamanya bukan karena tudak menyukainya.

Rayeon telah jatuh hati pada seorang Park Chanyeol. Rayeon merasa bersalah pada Chanyeol dan Ahra yang menerima luka berat saat kecelakaan. Rayeon terlalu khawatir.. hingga ia lupa bahwa dirinya juga terluka.

Bukan luka yang terlihat jelas. Tapi cukup berat bagi seorang anak berumur 5 tahun.. tekanan batin yang tidak ia sadari, semua itu masih berbekas dengan jelas..

“Aku ada di sini sekarang. Aku akan mengingatmu, aku akan menjagamu, aku akan terus melakukannya bahkan jika kau menyuruhku untuk memilih Ahra. Aku mencintaimu Rayeon ah, sejak awal aku sudah mengatakannya. Aku hanya menyukaimu..”

Rayeon terus menangis membasahi tubuh Chanyeol yang masih belum memakai baju. Rayeon dan Chanyeol, mereka mengingat jelas kejadian itu.

Mereka saling menyukai dan mencintai. Namun ada sebuah perkataan yang mungkin benar dan juga tidak, yaitu cinta pertama tidak bisa bersama. Cinta pertama hanyalah kenangan.. jika itu memang benar, bisakah Rayeon dan Chanyeol menjadi pengecualian?

***

Pagi membuar kedua sejoli itu bangun dengan keadaan saling memeluk erat. Rayeon menggerang kecil lalu memeluk tubuh Chanyeol dengan erat lalu menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Chanyeol.

Bau badan Chanyeol yang harus vanila melekat dan membuat Rayeon semakin menenggelamkan wajahnya dan mengendus tubuh Chanyeol. Bibirnya bahkan mengenai leher Chanyeol saat Rayeon mengendus harumnya.

Chanyeol yang merasa kegelian langsung bangun dan membuka matanya. Wajah Rayeon sangat dekat dan tubuh Rayeon menggeliat untuk memeluk Cihanyeol lebih erat. Chanyeol berniat membangunkannya namun tidak tega.

Bibir Rayeon sedikit terbuka membuat Chanyeol tersenyum dan mencium pelan bibir Rayeon. “Manis..” bisiknya tepat di depan bibir Rayeon lalu mengecupnya bahkan mengemutnya lagi. Chanyeol seakan gila dengan bibir manis Rayeon.

“Mmhhh.” Rayeon masih tidak sadar dengan perlakuan Chanyeol, Rayeon hanya menggerang dan merangkul leher Chanyeol dan mendekatkannya.

“Mhh.. hmmm.. mphhhh!!” Rayeon membuka matanya saat dirinya tidak bisa bernafas. Matanya langsung melihat Chanyeol yang masih dengan tubuh half-naked sedang menciumnya dengan brutal dan tangan Chanyeol yang sudah mulai meraba perut Rayeon.

Rayeon melepas pelukannya dan menampar Chanyeol. “YAK! DASAR CABUL!!” Teriaknya lalu menjauh dari Chanyeol. Bukannya merasa bersalah, Chanyeol malah tersenyum canggung dan terkekeh. “Ayolah, aku mau lagi..”

Rayeon memberikan death glare kepada Chanyeol yang hanya diberikan senyuman manis.

Rayeon bangkit dan keluar dari kamar Chanyeol yang diikuti Chanyeol dari belakang. “Rayeon ah! Maaf, kau mau kemana?!” Teriak Chanyeol dari dalam kamar. “Kembali ke kamar!”

Ahra kembali melihat segalanya. Lagi dan lagi, Chanyeol selalu bersama Rayeon. Apa Chanyeol begitu menyukai Rayeon? Fikir Ahra dengan tatapan sendu pada kedua sejoli itu.

“Haruskah aku melepasmu lagi? Aku tidak bisa..” lirih Ahra sedih.

.

.

.

Chanyeol, Ahra dan Rayeon sedang sarapan bersama. Ahra dan Chanyeol berbicara dengan seru. Rayeon hanya makan dengan tenang dan sesekali menimbrung dalam pembicaraan mereka.

“Chanyeol ah, setelah ini.. aku mau kita bersama. Bisa kan?” Tanya Ahra dengan wajah memelas. Sebenarnya Chanyeol tidak mempunyai rencana apapun dengan Rayeon namun entah mengapa ia merasa tidak enak dengan Rayeon. Chanyeol menatap sekilas Rayeon yang membalas tatapannya dengan tatapan “jawab iya!”

Chanyeol yang merinding melihat tatapan Rayeon langsung mengangguk dan tersenyum pada Ahra.

Rayeon tersenyum lalu berdiri. “Bersenang-senanglah, aku akan pergi.” Rayeon mengelus kepala Ahra lalu pergi meninggalkan Chanyeol yang menatap punggung Rayeon dan Ahra yang melihat tatapan Chanyeol pada Rayeon.

“Ayo kita pergi.” Ahra menarik Chanyeol lalu pergi dengan menyewa mobil.

“Kemana kita akan pergi?” Ahra terdiam berfikir sejenak lalu tersenyum.

“Kita lihat Rainbow falls.” Chanyeol mengangguk dan menuju ke tempat indah tersebut.

“Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?” Tanya Ahra membuat Chanyeol bingung.

“Kita akan menikah dan tidakkah kau ingin mengatakan kau mencintaiku bahkan jika sekali?” Chanyeol terdiam, Ahra benar. Dirinya sudah mengatakan dia menyukai dan mencintai Rayeon 2 kali bahkan lebih dalam hatinya namun tidak pada Ahra.

Chanyeol menghentikan mobilnya lalu menatap Ahra yang sudah menatapnya dengan harapan.

“Ahra ah, sebenarnya..” Chanyeol terdiam, dirinya tidak bisa mengatakan bahwa dia tidak menyukai Ahra. Jika itu terjadi.. Rayeon akan marah padanya.

“Aku ingin mengatakannya nanti.” Ujar Chanyeol dingin membuat senyum Ahra menghilang lalu dirinya turun dari mobil. Chanyeol yang kaget langsung turun dan mengejar Ahra.

“Ahra!” Teriaknya lalu menahan Ahra yang tidak memperlihatkan wajahnya kepada Chanyeol.

Diam dan hening, Ahra tidak mengatakan sepatah katapun sehingga Chanyeol mencoba membuka pembicaraan.

“Ahra ah, ada apa denganmu?” Tak ada jawaban.

“Ahra ah, kau kenapa? Apa kau sakit?”

“Ahra ah, jawab aku.” Ujar Chanyeol menarik Ahra hingga memperlihatkan wajah Ahra yang tengah menangis. Matanya masih menitihkan air mata membuat Chanyeol terdiam.

“Tidak bisakah kau memilihku dari pada Rayeon?” Tanya Ahra membuat Chanyeol semakin terdiam.

“Aku menyukaimu bahkan sejak dulu.. kau cinta pertamaku.. bahkan saat dulu, aku selalu mencintaimu.. saat itu dan saat ini.. aku tidak pernah melupakanmu.” Chanyeol benar-benar kaget. Ia bukan hanya tidak tau ingin berbicara apa tapi ia juga tidak dapat melakukan apapun..

“Jadi, kali ini.. tidak bisakah kau menjadi milikku?”

Tidak.. aku tidak bisa. Bahkan setelah aku hilang ingatan, aku tetap kembali jatuh hati pada Rayeon..

-Park Chanyeol.

.

.

TBC..

.

Hai, aku mau kalian semua ud agak paham sama ceritanya. Ini ud mulai klimaks cerita dan aku harap kalian paham kenapa Rayeon kmaren kabur dan pingsan, kenapa Chanyeol ga inget Ahra ama Rayeon, kenapa Chanyeol bisa inget dan kenapa Rayeon berkorban buat Ahra. Kalo emang ada yang ga ngerti, kalian bisa tanya lewat comment ^^.

Kalian juga jangan siders ya, like aja ud cukup loh. Tinggal klik bintang kok. Baca juga ya Snowy Heart, castnya Kai. Like dan comment juga hehehe 🙂

See u..

Iklan

5 thoughts on “[Author Tetap] Mistake (chap 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s