Finally, I Got You (1)

yjui

ByunPelvis

Main Cast : Byun Baekhyun,Park Hyejin (OC/You)

Other Cast : Oh Sehun,Park Chanyeol,Kim Chanri (Oc),Kim Jong In and other.

Genre : Sad,Romance,Angst,Friendship.

Leght : Chapter

Rating :General

Disclaimer : This story is mine. No Copy no paste. Sorry for typo.

*

*

‘Bagaimana jika seseorang menyukaimu secara berlebihan? .
Dia terus mengekorimu setiap hari, juga tidak telat mengganggumu. Kau sudah menunjukan sisi terserammu tapi dia malah semakin gencar mendekatimu. Bagaimana?
Ada banyak cara membuatnya menjauh, namun tak sekalipun ia jengah. Pada akhirnya kau akan lelah sendiri dan membiarkannya tetap menjadi hama dalam hidupmu. Perlahan kau akan terbiasa dengan kehadirannya, dan kau akan merasa hampa jika dia menghilang sebentar saja.
Kau akan bertanya-tanya mengapa. Dan mungkin kau akan mencarinya.
Seseorang pernah barkata bahwa cinta berawal dari kebencian. Hati-hatilah pada seseorang yang tidak kau sukai!.’.

.

.

Musim baru saja berganti. Dinginnya cuaca malam membuat kebanyakan orang lebih betah tinggal di rumah. Tapi tak sedikit juga orang mengisi sisa hari di tengah keramaian kota. Suasana ramai di Seoul center membuat kehangatan  sedikit tercipta. Orang-orang sibuk berlalu lalang dengan urusan masing-masing.Mesin berjalan tak pernah lepas dari jalan aspal. Semua kendaraan melaju cepat, membuat beberapa pejalan yang hendak menyebrang rela menunggu lampu rambu berubah merah. Kota itu akan terus ramai bahkan hingga tengah malam sekalipun.

Seseorang masih betah melihat keramaian itu dari balkon apartementnya dengan ditemani secangkir latte yang asapnya masih mengepul. Ia lega karena tugas kuliahnya selesai sore tadi. Gadis itu rela menghabiskan waktunya di perpustakaan, sungguh melelahkan. Tapi untungnya dia bisa bersantai saat malam.

Drrtttt …

Getaran hebat ponsel di atas meja membuatnya tersentak. Perlahan dering lagu terdengar memekakan telinga. Gadis itu, Park Hyejin masuk dan sedikit berlari mengambil ponsel miliknya. Senyum yang tadinya terpatri  kini dengan sendirinya pudar setelah melihat nama si penelfon.

“sial, lagi-lagi pria gila itu.” ocehnya. Hyejin meletakan kembali ponselnya dan berbalik. Namun baru dua langkah kaki ponselnya kembali berdering. Hyejin mengacak rambutnya, bingung dengan apa yang harus dilakukannya.

Dengan malas ia mengambil ponselnya.Sangat terpaksa Hyejin akan mengangkatnya. Jika tidak, orang yang menelfonnya itu akan nekat menghampiri tempat tinggalnya. Hyejin sudah pernah mengalami itu dan sungguh, ia tak mau kejadian itu terulang lagi.

“Berhenti menggangguku!. Dasar gila, kau mengganggu orang di tengah malam seperti ini.” hardiknya langsung dengan nada super keras. Mungkin seseorang di sebrang sana sedang menjauhkan ponsel dari telinga. Ya, menurutnya pria yang menelfonnya gila. Hyejin sudah memasukan si penelfon ke dalam black list hidupnya.

Hanya kekehan yang didengar oleh Hyejin. Ia memutar bola matanya karena malas dengan respon si penelfon.

“ada urusan apa? tidak puas sudah menggangguku di perpustakaan hari ini?” tanya Hyejin berusaha dengan nada tenangnya.

“aku menelfon karena merindukanmu, Hyejin-ah!” balas pria itu.

“aku malas mendengar suaramu, Byun Baekhyun.” balas Hyejin dengan penekanan di setiap kata. Lagi, orang disebrang sana kembali terkekeh.

“cepat katakan apa maumu dan akhiri panggilan ini.! Aku sudah mengantuk dan harus memejamkan mataku. Jangan menggangguku terus.” lanjut Hyejin. Setelah beberapa detik hanya suara nafas yang terdengar. Hyejin mengangkat sebelah alisnya. ‘Apa dia mati?’  fikirnya.

“Ha ha baiklah. kau pasti lelah. aku hanya ingin mengucapkan good night. Mimpikan aku Hyejin.”

“Kenapa aku harus memimpikanmu? Labih baik aku memimpikan singa. Sudah ya! jangan telfon aku lagi, pria gila.” Perintah Hyejin.

“Aku  menyayangimu, Park Hyejin.”. Malah itu jawaban yang Hyejin dapat. Mengapa di antara banyak wanita harus dia yang menjadi gadis incaran pria bernama  Byun Baekhyun? ia akui dirinya memang cantik. Tapi ia tak mengira jikasatu pria sampai terobsesi padanya.

“stop it!” hardik Hyejin.

“anyeong!”

Tut…tut…

Tukang rayu,pengganggu,dan gila. Itulah yang salalu keluar dari bibir Hyejin jika mengumpat pria itu. sekeras apapun sikapnya,sekasar apapun ia tetap saja Byun Baekhyun mendekatinya.

Stalker, mungkin itulah yang lebih cocok untuk Baekhyun.Pria menyeebalkan itu selalu mengusik kenyamanan hidupnya. Dan itu sudah terhitung satu tahun. Hyejin tak tau lagi bagaimana cara membuat Baekhyun menjauh darinya.

“hahhh” . Moodnya jadi buruk, latte yang tadinya terlihat nikmat kini tak membuatnya berselera. Ia memilih menutup pintu balkon dan membaringkan tubuh di kasur kesayangannya.

“kapan kau kembali? Kau pasti sangat sibuk.Aku sangat merindukanmu.” Lirihnya terdengar menyedihkan. Tiba-tiba saja Hyejin ingin menangis karena merindukan seseorang.

.

.

.

Gulungan kertas terbang kesana-kemari membuat kelas menjadi penuh sampah. Hyejin menggeleng heran melihat teman kuliahnya bersikap seperti anak tk. Pagi ini ia sengaja berangkat kesiangan. Lagipula gadis itu sempat mendapat info jika dosennya berhalangan masuk. Hyejin hanya akan mengambil materi dari asisten Dosen .

“Hyejin-ah!”

Hyejin menoleh saat mendengar nama nya dipanggil. Senyum semanis lolipop langsung ditunjukannya .

“kau terlalu serius melamun. Sampai-sampai mengabaikan sahabatmu ini. Payah!” omel seseorang. Hyejin menggaruk kepalanya dan berganti menujukan cengiran.

“hehe… maafkan aku Jong In-ah.” Ucap Hyejin dengan nada bersalah. Jong In mendaratkan pantatnya tepat di samping sahabatnya.

“kau telat tadi? Aigoo kau pasti kurang tidur. Apa semalam pria itu terus mengganggumu? Bilang saja!. Akan kuberi dia pelajaran.“

“ya, Byun Baekhyu terus menelfonku. dan aku memarahinya. Akhirnya dia diam.” Ujar Hyejin.

“waah dia benar-benar penggemar beratmu. Sasaeng fans.” Cicit jong In dengan wajah prihatin. Ia kasihan dengan Hyejin.

“mungkin. Aku heran mengapa Byun Baekhyun tidak berhenti. Padahal aku sudah bilang padanya jika aku sudah memiliki kekasih.”

Kai mengetukkan jari ke dagunya, berfikir apa penyebab Baekhyun bisa tertarik dengan sahabatnya. Hyejin yang dikenalnya ialah gadis emosional juga ceroboh. Jong In bahkan tidak berani mencari masalah walau sekecil kotoran semut pada gadis itu. Aneh fikirnya pria tampan dan kaya seperti seniornya menyukai Hyejin. Seperti tak ada gadis cantik lain saja.

“apa aku perlu menunjukan foto mesraku dengan Sehun? Saat ciuman mungkin” ucapnya tiba-tiba.

Dukk

Kepalan tangan  Jong In mendarat di kepala Hyejin, yang pasti membuat si empu kesakitan mengelus kepalanya.

“Jangan memperlihatkan hal seperti itu. cihh kau malah terlihat seperti gadis bar-bar nantinya.”

“Ya! Kim Jong In!”

.

.

.

Seorang pria  menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh. Bibirnya terus menggerutu tidak jelas entah mengumpat apa.

“Ya, Baek!. Kau mau kita mati muda huh?” Seseorang yang duduk di sampingnya berbicara keras namun tidak juga di gubris oleh sang pemilik mobil.  Memang gila seorang pengendara ngebut di pagi hari. Untung saja tak ada polisi yang sedang patroli.

“Ya Byun Baekhyun!”

“Mwo?. Kita sudah telat! Bisa-bisa aku tidak melihat Hyejin pagi ini.” balas Baekhyun. kakinya semakin dalam menginjak gas mobil.

“akkkkkkhhhh… aku belum mau mati!”

“jangan berteriak di mobilku , Park Chanyeol. Atau kau akan kuturunkan dari mobil ini.” Ancam baekhyun membuat temannya memincingkan mata.

“Dan aku tidak akan membiarkanmu memiliki Hyejin.” Balas Chanyeol diselingi smirk. Mendengar itu Baekhyun langsung mengurangi kecepatan, dan Chanyeol terlihat lega.

Sial, Baekhyun lupa kenyataan jika Park Chanyeol itu adalah sepupu Hyemi.

“aku akan berusaha mendapatkan adikmu itu Park Chanyeol.” Baekhyun menyumpah. Chanyeol hanya bisa pasrah menghadapi psyco macam temannya.

“terserah saja. Asal kau tidak menyakitinya.”. ujar Chanyeol yang kini tengah memejamkan matanya. Pada akhirnya ia bisa merasa tenang karena Baekhyun mengendarai mobil dengan kecepatan normal.

“tentu saja tidak. Kau bisa membunuhku jika aku menyakitinya.”

“eum.. aku akan membunuhmu.”

.

.

.

Mobil audi silver itu sudah teparkir rapi. Baekhyun dan Chanyeol berjalan di koridor universitas dengan langkah lebar. Bisikan-bisikan kagum memasuki gendang telinganya namun Baekhyun tetap mengabaikan. Berbeda dengan Chanyeol yang terus tersenyum menyapa setiap mahasiswa.

Keduanya bak pangeran yang sedang berjalan diatas altar. Ketampanan mereka bagaikan sinar yang menerangi koridor remang itu. Semua orang luluh dan memberi jalan. Siapa yang tidak mengenal keduanya. Apalagi status Baekhyun adalah anak dari dosen di universitas itu.Membuat kebanyakan gadis berusaha mendekatinya.

“Baek ayo ke kelas. Dosen kita akan masuk sebentar lagi!” ucap Chanyeol. namja itu bahkan menarik lengan jaket Baekhyun.

“aku harus melihat Hyejin terlebih dahulu. Aku sangat merindukannya.”

“yakk! Kau mengganggunya seharian penuh kemarin. Apa kurang puas?” tanya chanyeol dengan herannya. Baekhyun menggeleng cepat.

“masa bodoh. Yang penting aku harus melihat wajah Hyejin terlebih dahulu. Tanpanya aku tak bisa menjalani hariku.”

Lagi-lagi Chanyeol hanya bisa pasrah. Kemauan Baekhyun selalu terpaksa  dipenuhinya, jika tidak ia tak akan mendapat traktiran atau tumpangan. Tidak modal memang , tapi begitulah Park Chanyeol. Ia merasa baekhyun seperti sumber kelangsungan hidupnya. Ia akui walau baekhyun kadang bertindak gila, namun temannya itu sangatlah baik dan perhatian. Chanyeol sudah lama mengenal Baekhyun. ia tau bagaimana sikap Baekhyun yang sebenarnya.

Sesuatu membuat Baekhyun menghentikan langkah  hingga Chanyeol hampir saja tersandung kakinya sendiri. Ia hendak mengomel, tapi setelah melihat wajah amarah Baekhyun membuatnya mengatupkan bibirnya.

Chanyeol mengikuti arah pandang Baekhyun. Matanya langsung membulat saat melihat Hyejin dan Jong In saling merangkul bahu.

‘bisa gawat ini’ fikirnya.

“Sial, tidak seharusnya dia memeluk Hyejin seperti itu. aishh.” Ucap Baekhyun dengan nada kesalnya. Tangannya terkepal erat, ingin sekali menghajar Jong In.

“ya ya ya! mereka hanya sebatas sahabat . Maklumi saja kedekatannya. Kau- Yak! Byun Baekhyun!” Chanyeol panik seketika saat Baekhyun berlari menghampiri Hyejin dan Jong In.

Hyejin masih tertawa dengan lelucon konyol yang Jong In lontarkan. Tiba-tiba ekspresi wajahnya terlihat datar saat melihat baekhyun menghalangi jalannya. Tubuhnya bergeser untuk mengambil jalan tapi sayang Baekhyun mencengkram lengannya. Melihat itu Jong In langsung meneriaki Baekhyun.

Baekhyun yang tadinya menahan rasa cemburu kini berusaha tersenyum. Akan sangat gawat jika Hyejin mendapatinya marah-marah. Bisa-bisa Hyeji tambah tidak menyukai sikapnya. Cukup saja ia di cap sebagai stalker atau sesaeng oleh gadis itu.

“selamat pagi , Park Hyejin.” Ucap Baekhyun dengan nada sehangat sinar mentari pagi itu.

“Jong In-ah. Aku lapar , ayo ke cafetaria.” Hyejin sengaja mengabaikan ucapan Baekhyun . Ia menarik Jong In tapi sebelah tangannya kembali di cengkram Baekhyun. spontan saja Hyejin melotot pada pria itu.

“bersamaku saja. kau bisa makan apapun yang kau mau. Heumm?”

“terimakasih Byun Baekhyun-ssi. Tapi aku tidak akan berselera jika makan bersamamu. Kau ajak saja gadis lain.”

Jong In menantap Hyejin dan Baekhyun secara bergantian lalu mendesah. Hyejin memberi isyarat padanya untuk melakukan sesuatu. Jong In hanya omong kosong tentang akan menghajar Baekhyun. Mana berani ia berurusan dengan mahasiswa berpengaruh disana. Apalagi baekhyun anak dari dosen ternama. Sungguh Jong In tak bisa membayangkan jika ia mendapat hal buruk nantinya.

“bagaimana ya? aku tidak tertarik dengan gadis lain selain dirimu.” Baekhyun berucap dengan nada kasihan.

“maaf. Aku sudah memiliki kekasih yang kucintai.”

“kekasih? Hah apa orang yang jauh dan tidak pernah mengabarimu kau sebut sebagai kekasih?” tanya Baekhyun dengan senyum mengejek. Hyemi mengigit bibirnya karena  kesal. Seenaknya Baekhyun menilai kekasihnya.

“jangan sok tau.”

“aku tau semuanya. Kekasihmu yang namanya Oh Sehun itu  berada di negara lain. apa kau tidak curiga dia memiliki wanita simpanan? sehingga kau di abaikan olehnya.”

“YA!! Diamlah!” bentak Hyejin. Ia tak sadar suaranya menggema di koridor itu. Chanyeol tersentak dan langsung menghampiri. Pria tinggi itu menarik Baekhyun menjauh dari Hyejin.  Sedangkan Jong In menarik Hyejin. Jong In berbisik menenangkan sahabatnya.

“hei hei mengapa harus bertengkar sepagi ini. ayolah Baek, kau sudah berjanji tak akan membuat masalah.”

“aku hanya memberinya kenyataan saja. memang benar kan kalau kekasihnya itu pergi dan tak kembali.”

Chanyeol khawatir saat melihat mata Hyejin tergenang cairan bening. Sepertinya sepupunya itu akan menangis karena Baekhyun. Ia memberi isyarat, menyuruh Jong In untuk membawa Hyejin pergi dari tempat itu. Baekhyun hendak mengejar namun Chanyeol manghalanginya.

“sudah! Berhentilah Baek!”

Baekhyun mengendurkan bahunya. Tiba-tiba rasa bersalah menyelip di hatinya. Baekhyun juga menyaksikan ekspresi sedih Hyejin tadi. Ia membodohi dirinya sendiri karena mulutnya tak bisa diatur.

“Aku akan minta maaf nanti.” lirihnya. Chanyeol melongo saat Baekhyun berlalu. Baekhyun gemar membuat Hyejin kesal namun pada akhirnya pria itu akan menyesalinya.

Oh Sehun, nama itu tentu tak asing untuk Chanyeol. Bahkan ia terbilang akrab dengan pria yang statusnya kekasih Hyejin. Chanyeol mendadak kasihan pada sepupunya. Entah apa yang terjadi jika Hyejin tau kebenaran tentang Sehun. Chanyeol harus menjaga sebuah rahasia yang sangat menyakitkan untuk di dengar.

.

.

.

Hyejin malah meminta pulang setelah kejadian tadi. Jong In mengantar gadis itu sampai kedalam apartement. Mood Hyejin sedang buruk dan gadis itu menjadi malas untuk melakukan segala hal, termasuk mengerjakan tugasnya.

“ya, kau lapar kan? ayo masak sesuatu.” Kata Jong In berusaha mengembalikan mood sahabatnya. Hyejin menggeleng dan malah berbaring di sofa.

“ya jangan sedih begitu. Kau percaya dengan ucapan pria psyco itu?” ujar Jong in lagi. Seketika sorot mata Hyejin membuatnya menciut.

“tidak. mana mungkin Sehun seperti apa yang baekhyun katakan. Aku mengenal sehun melebihi apapun. dia tak akan pernah menduakanku.” Protes Hyejin. Ia mengubah posisinya menjadi duduk dan membiarkan Jong In duduk di sampingnya. Jong In menyodorkan kaleng soda padanya, entah kapan pria itu mengambil dari lemari es.

“kau mau membuat perutku sakit ya? dasar pabbo, perutku kosong.!”

“ya sudah jika tidak mau. Aku kan-“

Ting tong.

Ucapan Jong In terpotong karena suara bel apartement berbunyi. Hyejin beranjak untuk membuka pintu, tapi sebelummnya ia melihat intercom. Ada seseorang berseragam pelayan di luar.

“anyeonghasseyo. Subway delyvery . Silahkan terima pesanan anda.”

Hyejin mengangkat sebelah alisnnya karena tiba-tiba ada petugas delyvery makanan memberinya pesanan.

“eh? Maaf tapi aku tidak memesan. Ah pasti kau salah apartement.”

Petugas delyvery itu memeriksa kertas dan nomor apartement Hyejin.

“tapi benar ini alamatnya. Anda nona Park Hyejin?” tanya petugas itu membuat Hyejin terkejut. Rasanya ia tak memesan sama sekali.

“ya aku Park Hyejin.”

Drtttt

Ponsel Hyemi berdering. ia merogoh dan melihat si pengirim pesan.

From : makhluk  gila.

Aku tau kau pulang. Maaf membuatmu sedih.

Nikmati sarapannya. Aku memesan sendwict tuna untukmu.

Jangan membuangnya! Arraso!

Chanyeol bilang kau menyukainya. ^^

Saranghae.

Hyejin menghembuskan nafas kasar. Jika tidak sedang di depan apartement ia pasti sudah berteriak kesal.

“nona, tolong terima ini.”

“baiklah. terimakasih.”

Hyejin masuk dan langsung melempar kantong makanan pada Jong In.

“oh? Ige mwoya?”

Jong In melihat isi kantong makanan dan langsung girang.

“wuahh kau baik sekali Park Hyejin.” Ujar Jong In.

“makan saja. aku tidak mau keracunan jika memakan itu.”

“apa? Ya apa ini beracun?”

Hyejin berdecak, sangat malas menjelaskan jika makanan itu dari Baekhyun.

“tidakkkkk.asihh sudahlah makan saja. perutku tiba-tiba saja terasa kenyang”

“mwo? Bagaimana bisa begitu?” tanya Jong In dengan mulut penuh sendwict, bahkan sampai isinya menyembur keluar.

“ya telan lebih dulu. dasar jorok.”

.

.

.

Tangan lentik namun kekar itu terus memegang ponsel, mata sipitnya hampir tak berkedip memperhatikan layar.Pria itu-Byun baekhyun sedang menunggu balasan pesan dari Hyejin. Mustahil memang tapi ia berharap ada keajaiban. Walau hanya satu kata saja ia akan bahagia.

Chanyeol yang sedang duduk memainkan gitarnya terlihat risih, bagaimana tidak? sejak tadi baekhyun mondar-mandir tidak jelas.

“Baek, kau terlihat seperti setrika milik ibuku. Ya! duduklah.”

Baekhyun berdehem dan menuruti perintah Chanyeol. Ia tiba-tiba tertawa hambar.

“Yeol, apa Hyejin membenciku? Bagaimana ini? aku sangat menyayanginya, ah tida maksudku aku mencintainya.” Tutur baekhyun memberitahu.

“kau sudah mengatakan itu ribuan kali. Aku tau kau mencintai Hyejin. Tapi bisakah kau bersikap biasa saja? Hyejin bercerita padaku akhir-akhir ini. Dia semakin terganggu karena kau terus mengganggunya.”

Baekhyun mengusap kasar wajahnya. Sungguh pemuda itu tak sadar telah membuat Hyejin tak nyaman. Yang di fikirkannya hanyalah ia bisa memiliki gadis itu.

“tidak bisa. Aku akan terus bersikap seperti ini. Aku ingin dia terbiasa dengan kehadiranku. Aku ingin Hyejin membutuhkanku walau itu hal kecil sekalipun.”. Tegasnya. Chanyeol mengusap dadanya, untung saja kesabarannya masih tebal. Memang sangat susah mengatur orang keras kepala seperti Byun Baekhyun.

Andai saja dulu Chanyeol tidak memperkenalkan Hyejin pada Baekhyun. Andai saja saat itu ia tak meminta Baekhyun menemani sepupunya itu. Pasti tak akan ada kata ‘teribsesi’ dalam diri Baekhyun.

Ya andai saja.

TBC

comeback…

setelah berbulan-bulan hiatus bisa sedikit2 nulis dan post di sini.

menyempatkan waktu sibuk untuk membuat cerita. wahh padahal cerita author yang lain belum kelar . eh udah ganti ff ^^.

ha ha cerita yang lain mogok idenya. jadi lebih baik ganti yang baru…

.

.

gimana? aneh ya ceritanya? chapter 1 tapi udah panjang banget euy . ha ha takutnya ngebosenin. ^^ semoga reader suka deh. dan maaf kalo banya typo nama dan kata@. haha kadang author kurang teliti.

ok see you next chapter yahhh.^^

 

 

Iklan

30 thoughts on “Finally, I Got You (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s