[Author Tetap] Melted (Chap 1)

Cast: Kim Jongin, Ahn Yeori (OC)

Genre: Romance, action.

Rate: M

Disc: ini ff asli dari otak saya. No plagiat, copas dan please like dan comment. Comment saran kritik saya trima kok.

.

.

.

Jika kalian ingin tau, aku baru saja berlibur dengan pria asing.

Aku Yeori adalah gadis biasa. Musim dingin 2016 mempertemukan diriku dengannya, Kim Jongin.

Ia adalah laki-laki penuh rahasia dan mistis. Laki-laki dengan segala keunikan antara penyayang dan cuek. Sikapnya membuatku luluh bahkan dalam 3 hari.

Aku tidak tau tepatnya mengapa aku menyukainya. Yang aku tau, ia hanya mempermainkan diriku. Jika aku bertemu dengannya lagi, aku mungkin akan membencinya walaupun aku yakin aku tak akan mampu.

“Yeori-ah, kau bisa pulang sekarang.” Seperti biasa aku meletakan kertas yang ku selesaikan di meja kerja boss-ku lalu pulang ke rumah. Jalanan ke rumahku agak sepi karena ini sudah pukul 9 malam.

Akhir-akhir ini aku selalu pulang lebih lama walaupun entah sejak kapan, aku menyadari bahwa seseorang telah mengawasiku. Aku tidak tau kenapa ia mengikutiku tapi kuharap orang tersebut akan berhenti. Seperti saat ini dimana aku merasa diikuti.

Langkahku semakin cepat saat orang di belakangku mulai mendekat dan mendekat. Aku berlari namun tangan laki-laki itu menggenggamku. Tangan yang besar dan kasar.

Aku menoleh dan berteriak dengan mata tertutup. Ia menutup mulutku sehingga aku membuka mata. “Diam.”

Aku menatap laki-laki putih dan tampan di hadapanku dengan diam.

“Seseorang mengikutimu. Aku akan membantu.” Bisiknya lalu melepaskan mulutku. Aku melihat ke sekitar dan keadaan memang gelap dan sepi itu membuatku agak takut.

“Ayo ikut aku.” Laki-laki itu menarik-ku dan pergi dari sana.

***

Sehun pov*

Aku menarik gadis yang ketakutan itu ke sebuah cafe. Gadis ini terlihat malu dan masih kaget. Mata kami bertemu membuat diriku tersenyum tanpa sadar.

“Ayo makan dulu, aku lapar.” Ujarku memulai pembicaraan dan memesan beberapa makanan dan minuman.

Pelayan datang dan mencatat pesanan kami lalu pergi, membuat keadaan kembali canggung.

“Aku Oh Sehun. Kau?” Tanyaku memulai perbincangan.

“Aku Ahn Yeori.”

“Terimakasih telah menolongku.” Lanjutnya yang kubalas senyuman.

“Siapa orang-orang itu? Mengapa mereka mengikutimu?” Yeori menggeleng acuh lalu tersenyum kecil.

“Mungkin itu hanya orang aneh.” Aku mengangguk lalu tersenyum.

Makanan telah datang, membuat diriku memakan hidangan tersebut sambil mengobrol. Yeori terlihat lahap saat memakan hingga tanpa sadar aku tersenyum.

“Jadi, apa kau sudah punya pacar?” Tanyaku yang mungkin terdengar aneh.

“Jangan berfikiran aneh, aku hanya ingin tau jika ada yang menjagamu atau tidak.” Lanjutku membuatnya terlihat lega.

“Entahlah. Dia tidak pernah mengabariku sejak aku kembali ke sini.”

“Siapa?”

“Dia seorang laki-laki menyebalkan yang kutemui di Florida. Kufikir kami sudah berpacaran tapi itu mungkin hanya hubungan sesaat.” Yeori tertawa lalu kembali memakan makanannya.

Aku mengangguk “Aku juga mengenal laki-laki menyebalkan,” ujarku lalu menghabiskan makananku. Kami terlihat lebih nyaman dari sebelumnya. Kami bercanda dan berbagi nomor lalu aku mengantarnya pulang.

Ia tersenyum lalu melambai padaku dan masuk ke dalam.

“Jadi kau pacar si brengsek itu? Kau lucu dan baik, sebaiknya kau pergi dari hidup Kai jika tidak ingin mati.” Aku tersenyum melihat tempat tinggalnya lalu pergi dari sana.

***

Author pov*

Yeori baru saja berjalan ke taman di dekat rumahnya saat matanya menangkap sosok yang ia kenal. Yeori sangat mengenalnya tapi ia merasa aneh. Orang tersebut seakan tidak mengenalinya sama sekali.

Langkah Yeori terhenti saat orang tersebut hanya melewati dirinya begitu saja. Rasanya sakit seakan Yeori tidak pernah muncul di hidup laki-laki itu.

“Jongin!” Teriak Yeori hingga banyak orang menatap ke arahnya, begitu juga orang yang ia panggil.

Mata mereka bertemu namun laki-laki itu tidak melakukan apapun. Ia hanya terdiam dan menatap Yeori seakan bertanya ‘kau barusan memanggilku?’. Beberapa saat kemudian orang-orang kembali kepada aktivitasnya masing-masing terkecuali kai.

“Bagaimana bisa kau tidak menyapaku?!” Tanya Yeori yang menghampiri Kai. Yeori merasa kesal namun juga sangat merindukan Jonginnya.

“Kau.. mengenaliku? Nama asliku? Bagaimana kau tau?” Tanya Kai menatap Yeori bingung dan terlihat was-was.

“Aku.. kau Jongin kan?”

“Bagaimana kau tau namaku?!” Tanya Kai membuat Yeori terdiam.

“Aku Kai. Bukan Jongin.” Lanjut Kai setelah hening sejenak. Yeori menatap Kai dengan sedih dan perasaan lainnya yang bercampur aduk.

‘Dia.. tidak mengenaliku?’ Bantin Yeori menatap Kai yang sedang berdiri dihadapannya.

laki-laki yang memperkenalkan dirinya sebagai Jongin, dan sekarang berkata bahwa dia adalah Kai. Rasanya seperti mimpi buruk.

Suara bunyi dering terdengar memecah keheningan antara kami. Jongin mengangkat teleponnya lalu menatapku sejenak.

“Ya.”

“Aku akan segera kesana.”

“Hapus semua data dan kunci datanya lalu hack saja orang itu. Kita harus menemukan mereka.”

“Apa?!”

“Siapa yang bisa mencari data itu? Kau kira gampang mencari hacker?!”

Yeori terdiam mendengarnya. Yah, mungkin Kai sedang beruntung tapi Yeori kan seorang hacker andal. Dia telah menghack dan membuat perlindungan bagi data perusahaan.

“Kau mencari hacker?” Tanya Yeori memberanikan diri.

“Sebentar.” Kai menjauhkan teleponnya lalu menatap Yeori sejenak. “Aku bisa menolongmu.” Ujar Yeori membuat Kai mengerenyit lalu menyambungkan teleponnya lagi. “Aku akan ke sana.”

***

Kai mungkin sudah gila karena telah mengajak seorang gadis ke rumahnya. Jika Yeori tau bahwa yang ia lakukan adalah hal ilegal, mungkin Yeori akan dalam bahaya. Oh tidak, sebelum Yeori taupun ia sudah dalam keadaan genting.

“Kau yakin kau bisa melakukannya?” Yeori tersenyum lalu mengangguk, “aku telah melakukannya selama 5 tahun ini.”

Kai terkejut mendengar ucapan gadis itu. Lucu saja bahwa Kai merasa nyaman dengan gadis itu. Bahkan saat mereka bertemu di jalan tadi, Kai merasa ada yang aneh dengan gadis ini. Ia memanggil Kai dengan nama aslinya hingga membuat Kai kaget dan bingung.

“Amankan data itu lalu cari data dari perusahaan ini dan berikan virus kepada data tersebut.” Yeori mengangguk lalu melakukan hal tersebut. Memang agak sulit namun ia terlihat mahir saat melakukannya.

Kai menatap Yeori yang terlihat serius dengan tenang. Wajah Yeori telihat manis saat sedang serius. Bahkan Kai seakan terpana melihatnya. Jarang ada perempuan yang ahli melakukan pekerjaan seperti ini.

“Siapa namamu?” Tanya Kai membuka perbincangan saat Yeori tengah menunggu unduhan data.

“Kau benar-benar tak mengingatku?” Tanya Yeori terlihat sedih dan kecewa.

“Memangnya aku mengenalmu?”

“Kau tidak ingat? Ini aku, Yeori.” Kai terdiam, sungguh nama itu terdengar tidak asing namun Kai tidak mengenalinya. Kepalanya berdenyut dan sakit saat beberapa bayangan seperti seseorang memanggil nama itu muncul.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Yeori yang melihat Kai terlihat pucat seketika.

“Tidak. Aku harus mengambil minum.” Kai pergi ke dapur meninggalkan Yeori yang duduk dan menyelesaikan pekerjaannya.

“Eoh?!” Teriak laki-laki yang baru masuk dengan sekantung belanjaan.

“Siapa kau?!” Teriaknya histeris lalu melangkah mundur.

“A-aku..”

“Dia Yeori. Dia akan membantu kita.” Yeori tersenyum dan memberi salam. Seketika itu juga laki-laki itu mendekatinya dan menatapnya.

“Sepertinya aku mengenalmu.” Bisiknya lalu tersenyum penuh arti pada Yeori.

“Dia Baekhyun, ahli komputer yang harusnya melakukan pekerjaanmu saat ini. Tangan kanannya terluka.” Baekhyun memperlihatkan perban di tangannya lalu tersenyum dan berkata, “tidak apa, aku akan sembuh sebentar lagi.”

Yeori mengangguk mengerti lalu menatap Kai yang masih meminum air dengan tampang masa bodonya.

“Aku akan keluar sebentar. Kau pergilah setelah makan. Yak Baekhyun, beri dia makanan.” Ujar Kai yang bersiap-siap pergi.

“Kau akan menemui Shira lagi?” Tanya Baekhyun membuat Yeori kaget mendengar Kai akan menemui seorang perempuan.

“Ya, aku pergi.” Baekhyun dan Yeori mengangguk menatap Kai yang keluar dari rumah.

“Siapa itu Shira?” Tanya Yeori dengan cepat.

“Gadis cantik. Tunggu, kenapa kau bertanya?” Yeori memalingkan wajah berusaha menyibukan diri dengan makanan.

“Kau menyukai Kai?” Wajah Yeori memerah seketika lalu menatap Baekhyun.

“Aku benar! Hahaha. 1 hal yang akan kukatakan.” Ujar Baek terdengar serius.

“Menjauhlah dari kami setelah ini. Kau akan berada dalam bahaya jika kau mengenal Kai lebih dalam lagi.” Wajah Baekhyun sangat serius, membuat Yeori terdiam beberapa saat.

“Aku sudah mengenal Kai tapi dengan nama berbeda. Namanya Jongin kan?” Wajah Baekhyun menegang mendengar nama itu.

“Bagaimana kau tau nama itu?!” Tanya Baekhyun cepat.

“Kami bertemu di Florida 1 bulan lalu tapi dia tidak mengingatnya.”

Baekhyun mengangguk dan berfikir sejenak lalu tertawa kecil. “Tidak mungkin.” Lalu tertawa lagi.

“Apa?” Tanya Yeori bingung.

“Kai mengalami kecelakaan di Florida. Ia bahkan tidak mengingat 1 pun memori di Florida. Mungkin beberapa ada tapi dia masih belum bisa mengingat total.” Baekhyun menghela nafas lalu meminum 1 kaleng bir.

“Waktu itu dia hanya ingin bersenang-senang di sana tapi keadaan berubah. Beberapa orang yang kau tidak perlu tau memukulinya hingga hampir sekarat.” Yeori terdiam dengan mata berkaca-kaca mendengar penjelasan Baekhyun.

“Kuharap kau memanggilnya Kai mulai sekarang. Itu adalah nama samaran yang ia pakai. Jika ada yang bertanya apa kau mengenalnya bilang tidak. Kau bisa berada dalam bahaya.”

Bagaimana bisa Kai menjadi seperti itu? Jonginnya, bagaimana bisa Jongin yang ia kenal, tidak dapat mengingatnya? Apa dia, harus melupakannya sekarang?

“Tapi, kau mengenalnya di sana kan? Bisa kau menceritakan apa yang terjadi?” Yeori mulai memutar ingatannya.

“Aku.. kami.. kami berkenalan saat di hotel. Aku tidak bisa bahasa Inggris dan dia menolongku. Jongi, maksudku Kai, dia sangat meyebalkan namun baik padaku. Dia menolongku berkeliling dan kami seperti berkencan disana.” Yeori tersenyum mengingat masa indah itu.

“Kami bahkan berjanji untuk bertemu saat aku di bandara tapi.. dia tidak datang.”

Baekhyun mengerti kenapa Yeori terlihat sedih sekarang. Baekhyun tau bahwa Kai juga tersiksa. Bahkan saat Kai bangun saat itu, Kai terus berteriak ‘jangan sentuh dia.’ Sayang, setelah bangun Kai tidak mengingat apapun.

“Lalu? Apa ada hal aneh?” Yeori menatap Baekhyun bingung lalu mengingat saat itu.

“Ya, aku hampir mati ditembak jika saja Kai tidak menyuruhku menunduk.” Baekhyun terkejut bukan main. Matanya terbelalak mendengar hal itu.

“Tapi tenang saja, Kai sudah kurawat saat itu.” Baekhyun benar-benar tidak habis fikir, apa Yeori tidak takut?

“Kau tidak takut?” Yeori mengangguk “tentu saja aku takut!”

“Tapi.. melihat Kai saat itu, bahkan jika Kai bukan orang baik, ia tetaplah orang yang membuat diriku tetap hidup sekarang.”

Baekhyun dan Yeori saling terdiam beberapa saat. Mereka mulai makan dengan tenang lalu Baekhyun mengantarnya pulang. Baekhyun sempat menatap kaca spionnya saat Yeori sudah masuk ke rumahnya.

“Ternyata kau memang sudah dalam bahaya.. ini gawat.” Ujar Baekhyun menatap bayangan hitam di sekitar gang rumah Yeori.

***

Ke-esokan harinya Yeori menjalani hari seperti biasa. Ia pergi kerja dan pulang pukul 9 malam. Hari ini, Yeori memutuskan untuk makan di pinggir jalan. Ia kembali bertemu dengan Kai di jalan.

“Jong.. Kai!” Ujarnya lalu menghampiri Kai yang ternyata sedang berjalan bersama dengan gadis cantik.

Keadaan menjadi canggung seketika, seharusnya Yeori tidak memanggil Kai..

“Kau mau apa?” Tanya Kai dingin, membuat Yeori terdiam menggeleng.

“A-aku dalam perjalanan pulang. Hanya ingin menyapa.”

“Jangan pernah sapa aku lagi.” Seperti ditusuk tombak, Yeori terdiam tak bisa berkata-kata.

“Kau baru pulang jam segini?” Tanya gadis di sebelah Kai.

“Ya, aku memang pulang larut belakangan ini.”

“Kau harus berhati-hati. Aku Shira.” Shira mengulurkan tangannya yang disambut Yeori.

“Aku Yeori.”

“Ehmm.. aku harus pergi sekarang. Ini sudah larut.” Pamit Yeori lalu pergi dari sana.

Entah kenapa rasanya ia kehilangan napsu makannya. Yeori berjalan pulang namun dirinya kembali bertemu dengan orang yang tidak terduga. Sehun berada di hadapannya sambil tersenyum.

“Eoh?”

“Kita bertemu lagi.” Ujar Sehun tersenyum dan mengelus puncak kepala Yeori.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Sehun dan Yeori bersamaan yang membuat mereka tertawa.

Keadaan sedikit ramai dan seperti keajaiban, Yeori bertemu 2 pria yang dia kenal malam ini. Entah keberuntungan atau malah kebalikannya.

“Kau sudah makan?” Tanya Sehun membuat Yeori menggeleng lesu.

“Tadinya aku ingin makan tapi entah kenapa napsu makanku hilang.”

Sehun terlihat berfikir lalu menarik Yeori ke sebuah cafe kecil.

“Ayo makan di sini. Sepertinya kau sedang sedih, makan yang manis itu adalah obat saat sedih.” Yeori tersenyum melihat Sehun yang memanggil pelayan.

“Kami pesan ice cream wafel 2, 1  Bubble tea dan 1 milk shake.” Pelayan mengangguk dan pergi dengan pesanan.

“Kau sering ke sini?” Tanya Yeori yang diangguki Sehun.

“Aku suka Bubble tea di sini.” Yeori mengangguk mengerti.

Mereka berbincang dan makan dengan santai. Tanpa sadar Kai saat itu melihat mereka ber2 dan merasa kesal. Kenapa harus Sehun? Dari sekian pria yan Yeori kenal, kenapa harus Sehun?

Sehun kembali mengantar Yeori pulang. Mereka saling berbincang selama perjalanan pulang. Dari hobi sampai makanan kesukaan, semua menjadi topik pembicaraan mereka.

“Sudah sampai.” Tidak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Yeori.

“Terima kasih.” Ujar Yeori tersenyum lalu turun dari mobil Sehun.

“Kau kerja dimana?” Tanya Sehun membuat Yeori menahan langkahnya.

“Perusahaan ***, kenapa?” Sehun menggeleng lalu tersenyum dan melambai. Yeori menutup pintu dan masih kebingungan atas pertanyaan Sehun yang terakhir namun ia memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.

***

Ini sudah beberapa hari sejak ia tidak bertemu Kai ataupun Sehun dan hari ini ia pulang pukul 9 dan berjalan menuju rumahnya. Namun hari ini berbeda, tepat di depan rumahnya terdapat beberapa orang besar dan menyeramkan.

“Kau, Yeori kan?” Yeori tidak menjawab, ia hanya mundur selangkah demi selangkah lalu berlari kencang entah kemana.

Tangannya ditarik dan dirinya tertangkap oleh orang-orang yang ia tidak kenal itu. “Apa yang kau lakukan?! Pergi!!” Yeori memberontak namun mulutnya disekap dan seketika ia tidak sadarkan diri.

*flashback

Sehun menatap Kai dan Shira berjalan bersama dan itu membuatnya kesal. Kai belum berubah, ia masih sangat menyebalkan dan saat itu juga Yeori muncul di hadapannya. Niatnya untuk mengikuti Kai berubah menjadi bersama Yeori.

Sesungguhnya Sehun tertarik pada Yeori hanya saja, Yeori bukan perempuan yang bisa ia incar begitu saja. Yeori harus membuktikan dirinya bahwa ia bisa membuat Kai terluka.

Sedangkan Kai, ia benar-benar tidak ingin mencari Yeori atau melihat Yeori setelah melihatnya bersama Sehun. Itu mungkin perangkap, fikirnya.

Beberapa hari setelah itu

7.00 P.M KST, 

Kai bertemu dengan Sehun tanpa sengaja saat ini. Mereka sedang berada di jalanan ramai dan saling bertatapan.

“Apa yang kau inginkan?” Tanya Kai menatap Sehun sinis.

“Aku ingin tau apa reaksimu jika orang yang kau sukai kusakiti.” Kai mendecih lalu melewati Sehun begitu saja.

“Percayalah, kau akan menyesal.”

Sehun mengangkat teleponnya dan menyambungkannya kepada Chanyeol.

“Tangkap gadis itu dan musnahkan Kai.” Chanyeol pertamanya kaget mendengar perintah itu datang dengan cepat dari Sehun.

“Kenapa?” Tanya Chanyeol bingung.

“Aku hanya ingin memastikan gadis itu benar-benar berguna.”

***

Sorotan lampu diarahkan pada gadis yang duduk dengan mata tertutup.

“Lepaskan aku!” Teriak gadis itu setelah beberapa saat sadar.

“Kau sudah sadar? Hahaha. Ini akan menyenangkan.” Chanyeol menelpon seseorang dengan senyuman saat orang tersebut mengangkatnya.

“Hei, Kai..” Yeori terdiam mendengar nama Kai.

“Aku mendapatkan seorang gadis. Ia..” Chanyeol melepas penutup mata Yeori dan melihat wajahnya dengan seksama.

“Sangat cantik. Ia mengenalmu dan ingin mengatakan sesuatu.” Chanyeol mengarahkan ponselnya ke telinga Yeori. Yeori tetap bungkam, ia khawatir bahwa Kai akan meolongnya.

“Berbicaralah. Kalian terlihat mesra saat di Florida. Kau seharusnya melihat pengorbanan Kai agar kau bisa pulang ke Korea dengan selamat.” Yeori menatap geram gadis itu lalu berkata, “Bajingan!”

Chanyeol menampar Yeori hingga darah mengalir di sudut bibir Yeori. “Kau fikir, Kai-mu itu bukan bajingan?! Ia menghancurkan segalanya dasar jalang!”

Kai mendengar segalanya. Suara parau seorang gadis membuatnya terdiam. Kai masih berfikir siapa gadis itu hingga Yeori berkata. “Bahkan jika kami bertemu lagi di Korea, kami adalah orang asing.”

Suara itu terasa pernah dirinya ucapkan. Suasana saat ia mengucapkan itu, di pantai, silau matahari, hidangan. Semua seakan terulang seperti dejavu.

Kai mencari Baekhyun dan melacak tempat nomor ponsel itu lalu dengan cepat berlari menuju gadis itu. Entah mengapa ia melakukannya, yang ia tau hanya 1.

“Aku akan menyelamatkanmu.. Ahn Yeori”

.

.

.

TBC

like dan comment ya! Ini aku buat jadi chapter 1 lagi. Anggep aja kek season 2😂 kalo emang mau baca gimana date mereka, baca aja Snowy Heart ini lanjutannya kok.

Iklan

3 thoughts on “[Author Tetap] Melted (Chap 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s