[Author Tetap]-Finally, I Got You (3)

yjui

ByunPelvis

Main Cast : Byun Baekhyun,Park Hyejin (OC/You)

Other Cast : Oh Sehun,Park Chanyeol,Kim Chanri (Oc),Kim Jong In and other.

Genre : Sad,Romance,Angst,Friendship.

Leght : Chapter

Rating :General

Disclaimer : This story is mine. No Copy no paste. Sorry for typo.

*

‘Kadang aku merasa beruntung karena dia menyukaiku.’

*

Chapter 1  ,  Chapter 2

*

Chapter 3

Teriakan para sporter menggema di koridor khusus olahraga. Sekarang pertandingan basket sedang berlangsung. Pemain yang bertanding kali ini adalah antar jurusan. Salah satu anggota basket dalam pertandingan itu adalah Baekhyun. Setelah jam kuliahnya selesai dia memutuskan untuk ikut bermain.

Cara Baekhyun merebut bola basket sungguh membuat siapapun kagum. Walau badannya tak lebih tinggi dari lawannya namun ia cukup mudah mengalahkan. Bahkan tanpa perasaan ia mendorong pemain lain.

Chanyeol berdiri di pojok lapangan, mengamati Baekhyun yang dengan emosional bermain.

“ada apa lagi dengannya? apa dia tidak bersama Hyejin pagi ini?”tanyanya pada angin. Chanyeol cukup bingung, selama di kelas tadi baekhyun hanya diam dan terlihat menyeramkan. Selama bersamanya tadi Baekhyun hanya bicara sekenanya saja. Jika seperti itu, biasanya ada masalah yang membuat Baekhyun marah. Baekhyun hanya akan bermain basket jika sedang marah atau meluapkan emosi.

“kisah cintanya memanglah rumit. Dasar pria bodoh. Masih saja mengharap Hyejin.”

“ya, sebaiknya kau sadarkan dia, oppa!”.

Chanyeol menoleh, dan tekejut saat menemukan sepupunya ada disampingnya.

“oh, Hyejin-ah. sejak kapan kau berdiri di situ?”

“sejak kau bicara sendiri.”

Chanyeol berdehem, ia sedikit malu karena di perhatikan Hyejin. Bisa-bisanya pria setampan dirinya tertangkap basah bicara sendirian. seperti tidak waras saja.

“apa tadi pagi kau membuatnya marah?” tanya Chanyeol yang langsung mendapat tatapan horor dari Hyejin.

“Oppa, justru sebaliknya. Dia yang membuatku marah. Kenapa kau selalu membelanya? Apa karena kau menumpang hidup dengannya?” tanya Hyejin dengan kesal. Dia heran, sebenarnya siapa yang berstatus  saudara Chanyeol.

“bukan begitu. sejak tadi Baekhyun diam dan terlihat menakutkan.itu tandanya mood’nya sedang buruk.”

Hyejin mengendikan bahu pertanda tidak tahu. Dalam hatinya ia senang jika Baekhyun benar-benar sedang kesal. Secara perlahan pasti pria itu membenci dirinya karena sikapnya selalu kasar.

“oh begitu, baguslah.”

“apa?”

Hyejin sengaja langsung pergi. Ia berjalan santai menuju pintu keluar. Namun sebelum ia sampai di daun pintu suara ribut membuatnya berbalik.

“Byun Baekhyun, kau sengaja mendorongku hah? bermainlah dengan santai.”

Hyejin memperhatiakan Baekhyun yang sedang ditarik kerahnya. Semua ribut dan para pemain mengerubungi Baekhyun.

“kau saja yang lemah. Ku senggol sedikit saja jatuh. Ternyata hanya badanmu saja yang besar.”

“sialan kau.!”

Buggg

‘kyaaaaaaa’

Suara teriakan langsung mendominasi setelah pria bertubuh besar yang tadi marah-marah kini memukul Baekhyun. Hyejin menutup mulutnya karena terkejut. Baekhyun bangkit dan tertawa hambar, namun setelahnya tangannya membalas tinju. Pria yang Hyejin ketahui bernama vernon itu tersungkur.

Tak lama kemudian Chanyeol mendekat dan menarik Baekhyun untuk menjauh.

Hyejin berbalik dan berjalan cepat. ‘Byun Baekhyun memang benar-benar gila’. Gadis itu menjadi tahu sisi lain dari Baekhyun. Ternyata jika sedang marah Baekhyun cukup menyeramkan.Tadinya ia ke tempat itu untuk mencari Jong In, malah menyaksikan hal seperti itu.

.

.

.

“akhh sakit.”

Baekhyun kesakitan saat perawat di ruang kesehatan mengobati memar di sudut bibirnya. Chanyeol yang berdiri di sana hanya bisa berdecak.

“tahan sedikit.” Ujar wanita paruh baya itu. Setelah mengoleskan antiseptik perawat itu mengoleskan salep luka.

“selesai. Anak muda, jangan menyelesaikan masalah dengan emosimu.” Nasihatnya membuat Baekhyun menunduk. Ia menganggu mengerti.

“sebenarnya ada apa denganmu hari ini?” tanya Chanyeol pada akhirnya. Baekhyun beralih menatap Chanyeol.

“aku hanya sedang membenci suatu hal.”

“tentang apa?”

“tadi pagi aku menanyai Kim Jong In tentang Oh Sehun. Dan dia bilang dalam waktu dekat kekasih Hyejin itu akan kembali. wuaahh ini membuatku gila.” Ujar Baekhyun dengan nada frustasi. Chanyeol menemukan kesedihan di wajah Baekhyun. Ternyata itu yang membuat temannya berbeda hari ini.

“benarkah? Apa Kim Jong In berkata seperti itu? kau percaya?”

“mungkin. Dia kan dekat dengan Hyejin.”

Chanyeol mengacak rambutnya. Terlihat sekali ingin mengatakan sesuatu tapi berat. Sedangkan Baekhyun malah membaringkan tubuhnya di ranjang. Sepertinya ia perlu mengistirahatkan tubuhnya juga hatinya.

“Yeol, baguslah jika pria bernama Oh Sehun itu kembali. aku bisa bersaing tepat dihadapannya. Akan kubuktikan kalau aku bisa merebut Hyejin darinya.” Tutur baekhyun sembari memejamkan mata.

“itu tak akan terjadi baek.”

“wae? kau mau menghalangiku?”

“kau akan tau nanti.”

.

.

.

Hyejin terus membuat panggilan namun si pemilik nomor sepertinya tak mengaktifkan ponsel. Nada frustasi terus bersuara dari bibir mungilnya. Sehun  belum mengabarinya selama berhari-hari dan ia sangat khawatir. Hyejin menyerah, ia menjatuhkan kepalanya di meja perpustakaan.  Gadis malang itu memejamkan kedua matanya. Suasana sepi di perpustakaan membuatnya larut dalam rasa kantuk.

Sekelebat bayangan tentang kenangannya bersama Sehun terus berputar-putar di otaknya. Dulu Sehun berjanji tak akan meninggalkannya, namun tiba-tiba saja hari itu Sehun pamit pergi ke China. Sehun juga berjanji  tak akan pernah telat mengabarinya namun sekarang Sehun sangat jarang memberinya kabar. Hanya seminggu sekali bahkan sebulan sekali.

Ia merasa Sehun berubah. Hyemi takut apa yang ditakutkannya terjadi.

Satu menit, dua menit, tiga menit.

Hyejin mendengkur halus, pertanda tidurnya sangat pulas.

“dia terlihat seperti bayi.” Lirih seseorang yang baru beberapa detik lalu memasuki perpustakaan. Wajahnya didekatkan untuk mengamati betapa indahnya setiap  ukiran wajah yang Tuhan ciptakan. Ia tersenyum, melihat wajah damai Hyejin membuat hatinya yang sedang tidak stabil menjadi tenang. Seperti biasa, Byun Baekhyun tak telat mengekori Hyejin. Pria itu kini duduk di samping Hyejin, lalu mengikuti posisi gadis itu. Keduanya saling berhadapan. Sangat dekat sehingga baekhyun bisa merasakan hembusan nafas Hyejin.

Ia punya ide, dan itu terbilang jahil. Ia merogoh ponselnya danmengaktifkan aplikasi camera.

“ini akan menjadi gambar terbaik yang kumiliki.”

.

.

.

“Sehun! Ya! Oh Sehun!”

“mwo? Chagiya?”

Hyejin melipat kedua tangannya di depan dada saat melihat kekasihnya sedang asik bermain bersama anjing. Sudah dua jam ia berkunjung ke rumah Sehun namun sejak tadi prianya mengabaikannya.

“kapan kau akan memanjakanku seperti vivi huh?”

“chagi, apa kau cemburu dengan anakku? Kau eommanya seharusnya maklum.” Balas Sehun dengan entengnya. Pemuda itu kini berpindah duduk disamping Hyejin, berusaha merayu kekasihnya agar tidak berangsur marah.

“aku tidak mau menjadi eomma vivi.”

“kalau begitu kau bukan istriku.” Ujar sehun sekenanya. Hyejin memukul lengan Sehun sekeras mungkin hingga si empu berteriak.

“ya aku memang bukan istrimu. Kita belum menikah bodoh!. Aku berubah fikiran, kau bukan tipeku lagi. Lebih baik hidup berdua saja dengan vivi.” Omel gadis itu tepat di samping telinga Sehun. Si pria meletakan vivi di lantai dan beralih meraih kedua pipi Hyejin. Tak perlu ragu atau izin, Sehun menempelkan bibirnya pada bibir mungil Hyejin. Hanya sebuah kecupan namun mampu membuat jantung keduanya berdebar hebat.

Sehun langsung tersenyum saat melihat wajah merah kekasihnya.

“yakin aku bukan tipemu?”

Cup

“benar kau rela aku hanya mengurus vivi?”

Cup

“yakin tak mau menikah dengan Oh Sehun yang tampan ini?”

Sehun hendak mengecup lagi bibir Hyejin namun gadis itu menutup mulutnya. Sehun menjauhkan wajahnya, dahinya berkerut lantaran Hyejin menolak kecupannya lagi.

“Oh Sehun,kau type’ku,aku tak mau kau hanya mengurusi vivi,dan aku tentu mau menikah denganmu suatu saat nanti. Tapi kau harus berjanji padaku.”ujar Hyejin hendak memberi syarat.

“apa?” tanya Sehun cukup penasaran.Pria itu menahan gemas melihat ekspresi sang kekasih.

“jangan pernah meninggalkan aku. Mati pun kita harus bersama.”

Sehun tersenyum dan mengelus puncak kepala Hyejin.

“aku janji tidak akan meninggalkanmu.”

Mendengar itu Hyejin tersenyum lebar.Gadis itu mendekatkan wajahnya, kini ialah yang mencium Sehun.

Cup.

Selama satu menit mereka hanya saling mengecup, sampai Sehun kini memulai lumatan kecil. Hyejin tertawa di tengah ciuman. Setelah lebih dari dua menit keduanya saling lepas.

“Sehun-ah. Kau semakin handal melakukannya.”

“benarkah? Ya , aku sering menonton film dewasa akhir-akhir ini. Aku belajar dari sana.”

Plukk

Bantal sofa mendarat di kepala Sehun.

“dasar byeonte. Kau melihat film yadong? Yakk!”

“chagiya.. aku sedang belajar untuk masa depan kita.”

“YAKK!”

__________________________________________________________________________________

“ughh”

Hyejin terbangun dari tidur singkatnya. Setelah tubuhnya tegak ia terlihat bingung. Matanya menyapu sekitar dan setelah itu perasaannya menjadi sedih. Tempat yang dipijakinya saat ini adalah perpustakaan, bukan rumah Sehun.

“ah hanya mimpi”. Lirihnya. Wajahnya terlihat sangat kusut.

Ya, tadi itu hanyalah mimpi. Kenangan masa lalu bersama Sehun masuk ke dalam mimpinya. Sungguh, ia menjadi semakin merindukan kekasihnya yang jauh di negri lain.

“pembohong.”

Hyejin membereskan barangnya yang masih berserakan di meja. Laptop yang tadi digunakan untuk mengetik masih menyala. Ia hendak menyimpan ulang file.

“eh?”

Hyejin mengangkat sebelah alisnya saat melihat tulisannya bertambah banyak.

“apa ini?” kagetnya. Hyejin mengusap kedua matanya karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sangat aneh, tugas yang baru dikerjakannya setengah kini sudah selesai. Catat, sudah selesai!. Tadi ia sangat kesulitan mencari ide untuk membuat rangkuman sehingga membuatnya menyerah. Sekarang tanpa usahanya, tugas sudah selesai dengan sendirinya. Aneh sekali.

“apa ini masih mimpi? Ya!”

Hyejin mencubit pipinya dan rasanya sakit. Setelahnya ia memekik, itu bukanlah mimpi.

“siapa yang menyelesaikan ini?” tanyanya. Hyejin menyapu pandangan, berharap menemukan seseorang. Tapi ayangnya hanya ia sedniri yang ada di sana.

Hyejin mengernyitkan dahinya saat menemukan note, dan disana tertulis sesuatu.

‘Sekarang kau bisa bersantai. Pulang dan beristirahatlah.’

Dari yang mencintaimu ^^.

Oh, sekarang ia tahu siapa yang mengetik rampung tugasnya. Hyejin menutup wajahnya dan berteriak. Kenapa harus pria itu? lagi-lagi Byun Baekhyun.

“haruskah aku berterimakasih padanya? Ahh sial.”

Sayang, ia mungkin akan menggunakan rangkuman itu untuk presentasinya. Tak ada waktu lagi karena besok Dosennya akan menarik semua tugas mahasiswa.

“hah terserah. Toh aku tak memintanya menyelesaikan ini. Untuk apa aku repot memikirkannya.”

.

.

.

TBC

maaf terlalu pendek ^^. author sibuk he he .

semoga gak bikin bosen..

se you nextchapter ..

Iklan

22 thoughts on “[Author Tetap]-Finally, I Got You (3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s