[Author Tetap] Finally, I Got You (4)

 

yjui

ByunPelvis

Main Cast : Byun Baekhyun,Park Hyejin (OC/You)

Other Cast : Oh Sehun,Park Chanyeol,Kim Chanri (Oc),Kim Jong In and other.

Genre : Sad,Romance,Angst,Friendship.

Leght : Chapter

Rating :General

Disclaimer : This story is mine. No Copy no paste. Sorry for typo.

*

‘Aku mulai takut. Takut kehilangannya.’

Chapter 4

Sabtu pagi yang cukup cerah. Semua orang mengawali harinya dengan senyum dan semangat. Seperti halnya Hyejin yang sedang bermain riang dengan tanaman bunga di balkon apartementnya. Hidungnya mengendus wangi mawar biru yang sudah mekar sempurna.

Ia merasa udara pagi ini sangat segar, walau di bawah sana kendaraan mulai membuang asap. Tadi malam hujan turun sangat lebat, membuat permukaan bumi menjadi basah. Ya, sekarang musim hujan sudah memasuki jadwalnya. Hyejin harus ekstra menjaga kesehatannya lantaran ia mudah sakit di setiap pergantian cuaca.

“pasti Sehun akan sangat senang jika melihat ini.” celotet  gadis itu sembari menyemprotkan air ke bunga mawarnya. Hyejin merasa puas setelah menyelesaikan tugasnya mengurus bunga. Sekarang ia harus bersiap dan berangkat ke kampus.

Sebelum menuju kamar mandi ia mengecek ponsel. Tak ada pesan dari Jong In maupun Sehun. Ia menghela nafasnya  terdengar berat. Yang ada di sana adalah daftar panggilan tak terjawab dan juga puluhan pesan dari Baekhyun. Hyejin sengaja membiarkannya karena ia yakin Baekhyun hanya berniat mengganggunya.

.

.

Hyejin selesai bersiap setelah satu jam lebih. Kini ia sedang berada di dalam bus. Terpaksa sekali ia menaiki kendaraan itu karena pagi ini Jong In tak menjemputnya. Entah kemana sahabatnya itu, Jong In memang sering menghilang tanpa kabar. Kemarin saja ia tak menemukannya saat pulang.

Mata indahnya mengamati jalanan yang sudah ramai. Terus seperti itu sampai ia berhenti di halte dekat universitas. Hyejin berjalan santai hingga memasuki khawasan kampusnya.

“eoh? Chanyeol Oppa! Ya!!” teriak Hyejin setelah melihat kakak sepupunya berjalan di koridor hanya sendiri. Pemuda tinggi itu menyipitkan pandangannya saat melihat seseorang berlari mendekat.

“oh, tumben sekali kau menyapaku?” heran chanyeol.

“itu karena kau hanya berjalan sendirian, Oppa.”  balas Hyejin. Gadis itu menggandeng lengan Chanyeol layaknya seorang kekasih. Chanyeol menggunukan telunjuknya untuk menoyor kening adik sepupunya itu.

“ckk dasar.Kau mau ke kelasmu?” tanya Chanyeol.

“eum. Tentu saja.”

“baiklah akan ku antar”

Hyejin mengangguk setuju, sangat jarang ia hanya berdua bersama Chanyeol semenjak kuliah. Dulu, saat  SHS, dua saudara sepupu yang hanya terpaut umur dua tahun itu selalu bersama layaknya kakak/adik. Saat kecil, Chanyeol sangat ingin memiliki adik tapi sayang ibunya tidak memberikannya. Maka dari itu Hyejin sudah dianggap seperti adik kandungnya.

.

.

.

Hyejin keluar dari kelasnya setelah jam 11. Setelah menyelesaikan urusan perut di Caffetaria ia langsung ke perpustakaan. Sudah terhitung dua jam gadis itu membaca. Matanya fokus pada buku namun fikirannya sedikit kabur. Hyejin merasa ada sesuatu yang kurang hari ini.

Ia belum melihat Baekhyun.

Oh ayolah, ada apa dengan dirinya?

Bagus lah jika pengganggu itu tak muncul hari ini. Atau mungkin Baekhyun masuk rumah sakit karena dipukul keras oleh Vernon kemarin. Hyejin hanya mencerminkan kepribadian orang kaya yang jika sakit sedikit langsung berobat.

Drrttt

Ponselnya bergetar. Hyejin merogohnya dan langsung melihat siapa yang mengirimnya pesan.

Wajahnya langsung berubah bahagia. Hyejin bahkan sampai berteriak senang. Orang-orang yang ada di perpustakaan itu sampai menatapnya tidak suka, Hyejin menunduk untuk minta maaf.

Seseorang yang mengirimi pesan itu adalah Oh Sehun. Kekasihnya menanyakan bagaimana kabarnya. Terlalu semangat, Hyejin kini malah menelfon Sehun.

“eh?” Hyejin mengernyit. Belum ada dua detik tersambung tapi orang disebrang sana sudah me reject panggilannya. Hyemi sedikit manyun, Sehun selalu seperti itu. Tak pernah mau mengangkat panggilannya. Tapi demi kebaikan, Hyemi akan memahami kesibukan kekasihnya.

Hyejin membalas pesan Sehun. Siapapun yang melihat Hyejin akan tahu jika gadis itu sedang bahagia.

Dari belakang rak buku ada Chanyeol yang terlihat mengamati Hyejin . Ia tersenyum saat sepupunya terlihat senang. Tapi sedetik kemudian Chanyeol justru merasa bersalah pada Hyejin. Ia merasa jahat telah melakukan sesuatu yang nantinya berdampak menyakitkan untuk gadis itu.

‘maaf telah melakukan ini, Hyejin-ah’

.

.

.

Hari cepat sekali berlalu dan waktu yang di tunggu tiba, Hyejin sedang mempresentasikan tugasnya di depan mahasiswa lainnya. Ia cukup lega karena tugas yang dianggapnya paling berat sudah selesai. Semua bertepuk tangan setelah dirinya menutup salam. Dosennya bahkan sampai memujinya.

Gadis itu langsung berniat pulang setelah Jong In  menyelesaikan presentasi. Keduanya bercanda selama melewati koridor. Jong In sedang banyak waktu, maka ia akan pulang bersama sahabatnya itu.

“ya, kau terlihat ceria sejak kemarin.”

“benarkah? He he karena aku sempat mendapat pesan dari Sehun, dan kau tahu? Pria gila itu tak menggangguku sejak tiga hari ini.” Ujar Hyejin dengan senangnya.

Jong In juga terlihat senang dengan ucapan Hyejin.

“baguslah.” Hanya itu yang Jong In ucapkan. Dalam hati pemuda itu bertanya, mungkinkah Baekhyun tak mengganggu Hyejin karena ucapannya kemarin saat di mobil? Entahlah, Jong In tak mau peduli. Ia malah merasa bersyukur Byun Baekhyun tak mengganggu sahabatnya lagi.

Padahal sebelumnya ia hanya berbohong tentang Oh Sehun yang akan kembali dalam waktu dekat.

“Hyejin-ah.”

Saat Hyejin hendak menuju parkiran seseorang memanggilnya. Pria yang sedang berjalan kearahnya itu adalah Chanyeol. Hyejin memutar bola matanya malas, takut-takut kalau Baekhyun juga muncul bersama kakak sepupunya.

“Oppa, waeyo?” tanyanya. Chanyeol melirik sebentar Jong In yang sedang berdiri memperhatikan.

“aku ingin kita pulang bersama. Aku mau keapartementmu.”

“hah? untuk apa?”

“ayolah.” Chanyeol langsung menarik Hyejin tanpa menjawab pertanyaan gadis itu. Jong In membiarkannya karena Chanyeol itu adalah saudara Hyejin.Mungkin ada urusan pribadi dan Jong In tak perlu menengahi. Jadilah ia hanya pulang sendirian. Tapi Jong In tiba-tiba saja mempunyai rencana. Pria itu tersenyum lebar dan malah kembali ke sebuah tempat. Ia akan mengurus percintaannya dengan Jung Soo Jung, si model sekolah.

.

.

.

Chanyeol langsung berbaring di sofa setelah memasuki apartement Hyejin. Pria itu memperhatikan sepupunya yang sedang sibuk mengeluarkan makanan dari kantung plastik.

“Oppa , tumben sekali kau ingin menginap di apartementku.?”

“ya, itu karena aku hanya sendirian di apartement Baekhyun. Aku kesepian, kekasihku juga sedang di luar kota hari ini. dan pastinya akrena aku merindukan sepupuku yang cantik ini. ha ha ” terang Chanyeol sembari menyuapkan ttaepoki yang tadi sempat dibelinya . Hyejin sedikit tertarik  dengan perkataan Chanyeol.

“kau hanya sendirian? memang kemana namja gila itu?” tanya Hyejin sedikit penasaran. Chanyeol hampir saja tersedak saat hyejin bertannya. Matanya sengaja di sipitkan.

“maksudmu Baekhyun? hei kenapa tiba-tiba kau penasaran?.”

Chanyeol malah balas bertanya yang sontak membuat Hyejin melotot.

“”p-penasaran? siapa yang penasaran?”

“kau yang penasaran.”

“hah… aku tidak penasaran oppa. aku hanya nyaman saja karena dia tidak menggangguku selama beberapa hari ini.”

Chanyeol berdecak, masih saja sepupunya itu mengelak. Padahal dengan tatapan mata, Chanyeol bisa tahu jika Hyejin sedang penasaran.

“Baekhyun sedang membantu Hyung nya mengurus perusahaan. Dia sedang berada di Jepang. Pria itu otaknya memang luar biasa, disaat tugas kuliah menumpuk masih sempat-sempatnya ia memikirkan perkembangan saham perusahaan. Daebak.” Terang Chanyeol lagi. Hyejin langsung mengendikan kedua bahunya.

“aku tidak peduli.”  Ujarnya yang langsung berlalu. Tapi tadi ia sempat mengatakan dalam hatinya ‘jadi karena itu Baekhyun tidak terlihat’. Hyejin masuk kedalam kamarnya dan langsung berbalik. Tiba-tiba saja perasaannya menjadi lain. Seperti ia sedang menginginkan sesuatu.

Gadis itu mengecek ponselnya, disana  tak ada satupun panggilan atau pesan. Biasanya Baekhyun akan mengirimnya pesan minimal 3 kali sehari atau menelfonnya lebih dari sepuluh kali.

“Bodoh, kenapa aku malah memikirkan pria gila itu. auhh sadarlah!”

Kini lebih baik ia mengirim Sehun sebuah pesan. Tapi sebelumnya ia mengingat suatu hal.

“ah , iya. Apa aku harus berterimakasih pada pria itu? dia kan menyelesaikan setengah tugasku.” Ujarnya. Hyejin mengetikan sesuatu, namun belum selesai ia menghapusnya. Gadis itu mengetik lagi, namun setelahnya di hapus lagi. Terus seperti itu hingga berkali-kali. Pada akhirnya ia hanya menulis kata ‘terimakasih sudah menyelesaikan tugasku’.  Hyejin mengirimnya, namun setelahnya terselip rasa menyesal.

“ah bagaimana jika dia besar kepala? Ah bodoh,bodohhh!”

Percuma saja Hyejin menyesalinya, pesan itu sudah sukses terkirim dan pasti sudah masuk ke nomor Baekhyun. Ia yakin, Baekhyun akan heboh.

.

.

Baekhyun merapikan tuxedo yang ia kenakan setelah keluar dari ruang meeting perusahaan keluarganya. Ia baru saja menyelesaikan rapat pertemuan dengan klien Jepang. Pria itu merasa lega karena program kerjasamanya bisa di mulai. Kakak laki-lakinya yang juga ada di sana menepuk bahunya karena bangga , adik satu-satunya itu memang sangat pandai memikat hati investor.

Baekhyun langsung memasuki mobil dan akan menuju hotel untuk menemui Ibunya yang baru saja sampai dari Korea.

“Benar kau akan kembali sore ini?” tanya pria yang umurnya 7 tahun lebih tua darinya, ia juga ada di mobil itu. Keduanya duduk di kursi belakang karena selama di Jepang Baekhyun lebih nyaman menggunakan supir.

“Nde, Hyung. Aku akan kembali ke Korea sore ini.”

“Baiklah. Kau sudah bekerja sangat hebat. Apa aku perlu memberimu hadiah?” tanya kakaknya bermaksud mengejeknya, Baekhyun menggeleng ringan.

“tidak perlu Hyung,  Yakk! aku bukan anak kecil lagi.” Balasnya dengan tegas.

“Aigoo, adikku yang manja memang sudah dewasa eoh?” Pria bernama Byun Baekboom itu terkekeh dan mengacak ramput rapi Baekhyun. Memang benar Baekhyun telah dewasa, rasanya baru kemarin Baekboom melihat adik kecilnya melepas seragam Senior Hight School.

Kakak dan anak itu banyak mengobrol selama perjalanan, hingga kini mereka telah sampai dan berjalan mencari kamar hotel yang di pesan oleh Ibunya.

Baekhyun terlihat semangat saat sudah menemukannya, pria itu langsung masuk dan di sambut oleh sang Ibu.

“Eomma!!”

Karena sangat rindu, Baekhyun langsung memeluk wanita yang paling di cintainya itu. Dirinya terbilang jarang bertemu dengan Ibunya walau sama-sama di Korea.

“aigoo, uri adeul. Astaga benarkah pria tampan ini adalah anakku huh?”

“eum. Ini Byun Baekhyun putramu yang paling tampan.”

“yakk! Aku juga putra eomma, pabboya!” canda Baekboom pura-pura marah.

Keduanya tertawa, sungguh tidak ada yang menduga pria sedewasa Baekhyun masih sangat manja. Satu keluarga itu makan malam bersama dan berbincang bersama setelahnya. Sayang sanga ayah tidak bisa hadir lantaran beliau sibuk mengajar di universitas. Semua tugas di perusahaan memang di tugaskan untuk Baekboom, sebagai seorang adik Baekhyun juga tak jarang membantu. Obrolan mereka berlangsung lama.Baekhyun menjatuhkan kepalanya di bahu ibunya karena sedikit mengantuk.

“benar kau akan kembali ke Korea hari ini?”

“Ya, eomma.”

“Hyunie, kapan kau akan mengenalkan eomma dengan gadis yang katanya sangat kau sukai itu heum?” tanya Ibunya tiba-tiba. Baekhyun lengsung duduk tegak dan terlihat semangat.

“eum, suatu hari nanti jika aku sudah mendapatkannya.” Balasnya.

“Cepatlah sayang, kau selalu menceritakan tentangnya dan eomma sungguh penasaran.”

Baekhyun terkekeh. Benar juga, kapan ia bisa mengenalkan Hyejin pada ibunya? Untuk mendekati gadis yang di cintainya saja sangat sulit.

“tunggu saja eomma. Sebentar lagi dia akan jadi milikku.”

“jangan hanya bicara. Bawa dia dan jadikan sebagai adik iparku. Kita harus berlomba membuatkan eomma dan appa cucu. Setuju?” tanya Baekboom yang langsung di lempar bantal sofa oleh Baekhyun.

“kau memang terlahir gila, Hyung!”

.

.

.

.

Chanyeol bersiap pergi setelah menghabiskan waktu bersantai setengah hari di apartement Hyejin. Tiba-tiba saja pria tinggi itu mendapat pesan jika kekasihnya berada di depan apartement Baekhyun.

“Ya! Kau mau kemana?” tanya Chanyeol setelah melihat Hyejin juga terlihat seperti mau pergi.

“aku mau ke Namsan Towr Oppa. Bodohnya aku karena baru mengingat kalau hari ini adalah Anyversary hubunganku dengan Sehun.” Terang Hyejin sembari sibuk memakai sepatu.

“Untuk apa kau ke sana? Apa Sehun datang?”

“tidak.”

Chanyeol menghela nafas, heran denga Hyejin yang atunsias pergi walau Sehun tidak datang.

“Di rumah saja. Kau tidak perlu membuat dirimu lelah. Kanapa harus ke Namsan towr jika kau hanya merayakannya sendirian?” tanya Chanyeol sedikit kesal. Hyejin menatap sepupunya tidak suka. Mendengar sepupunya bicara seperti itu membuatnya kesal.

“dulu aku dan Sehun selalu merayakannya di sana. Aku hanya merindukan saat-saat itu. Biarkan aku melakukan apa yang ku mau.” Ujar Hyejin yang langsung keluar.Chanyeol terus berteriak namun Hyejin tetap saja pergi.

“gadis itu. haisshh dasar keras kepala.”

Entahlah apa yang harus di lakukannya lagi. Chanyeol merasa semakin takut jika Hyejin akan menyesal jika tahu hal yang sebenarnya menyangkut Sehun. Chanyeol ingin sekali mengatakan rahasia yang telah disimpannya selama lebih dari satu tahun ini. Namun ia juga khawatir akan Hyejin nantinya.

“ini membuatku gila. Apa yang harus ku lakukan Oh Sehun?”

.

.

.

Tiga jam berlalu, Hyejin mengigit jari kukunya dengan rasa cemas. Ia sedang menunggu telfon dari kekasihnya. Bahkan Hyejin berdandan seolah Sehun akan datang, pada kenyataanya kekasihnya yang sedang berada di China tak akan datang. Tidak akan mungkin.

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, entah mengapa gadis itu masih saja betah di sana. Walau Sehun tidak ada di sampingnya, tapi ia merasa cukup senang karena setidaknya kenangan satu tahun yang lalu masih diingatnya.

Hampir satu hari Sehun belum mengirimnya pesan. Hyejin sedikit kecewa, fikirnya mungkin Sehun lupa hari spesial mereka. ‘apa ia sesibuk itu’ lirihnya dalam hati.

Drttt..

Ponselnya bergetar. Hyejin langsung meniliknya. Ada satu pesan dari Sehun di sana.

From : baby hunie

Chagiya,,,, apa kau menunggu panggilan dariku?

Maaf aku sibuk, aku sedang ada di sebuah acara.

Hey, Happy anyversary. Aku sangat mencintaimu.

Aku ingin ke Seoul menemuimu tapi tugasku disini sangat menumpuk.

Kau janji kan akan bersabar?

Tunggu aku ok?

Ajaklah temanmu atau Chanyeol hyung untuk merayakannya.

Anggap saja sebagai pesta kecil kita, walau aku tidak berada di sana.

Aku sungguh minta maaf. Chagiya, aku sangat merindukanmu.

Sungguh aku ingin berada di sisihmu saat ini, merayakan hari spesial kita.

Sekali lagi maafkan aku.

Sudah dulu ya. Aku masih sibuk. Bersenang-senanglah.

Saranghae Hyejin-ah.

Hyejin menitihkan airmatanya. Hatinya sangat sesak karena Sehun hanya mengirimnya pesan. Ia berusaha menelfon Sehun, masa bodoh jika kekasihnya itu sedang sibuk. Tapi sialan, hanya ada suara operator disebrang sana. Sehun selalu tidak mengangkat jika ia yang menelfonnya. Atau ponsel Sehun selalu tidak aktif. Aneh sekali, Hyejin jadi berfikiran yang tidak-tidak. Seketika kata-kata Baekhyun melintas di oataknya. Dimana Baekhyun mengatakan jika mungkin Sehun memiliki wanita lain di sana. Tidak , Sehun yang dikenalnya tak akan pernah melakukan itu.

Hyejin ingin sekali memahami keadaan Sehun. Ia sudah berjanji akan menunggu Sehun kembali. Entah kapan.

“ah sudahlah. Mungkin Sehun memang sedang sibuk.”

Hyejin memandang suasana kota Seoul dari atas menara Namsan Towr. Airmata yang membasahi pipi tirusnya diusap. Jangan sampai orang lain melihatnya menangis.

Sudahlah, yang penting perasaanya sudah puas telah berada di tempat itu.

Tiba-tiba saja Hyejin merasa badannya tidak enak, nafasnya juga terasa panas.

“Oh kumohon jangan.” Ucapnya. Hyejin harus pulang dan meminum vitaminnya sebelum ia terlanjur sakit. Ia baru ingat jika hari ini perutnya belum terisi nasi. Tubuhnya juga terlalu lelah karena mengurusi tugas kuliah.

Saat keluar dari Namsan Towr hujan menyambutnya. Tubuhnya  terguyur hujan, rasanya percuma untuk berteduh.

Hyemi menyambung langkah yang tadi tertunda. Rasa dingin mulai menusuk tulangnya, ia terlihat mengigil dan mengeratkan cardingan tipis yang dikenakannya.

“akhh ya ampun.”

Hyejin menginjak tali sepatunya sendiri. Ia hendak menunduk tapi suara seseorang yang sedang berlari membuatnya menoleh. Gemercik air terdengar jelas, dan nafas terengah-engah membuatnya semakin memperhatikan sesorang itu.

“Hyejin-ah. kau baik-baik saja kan? heii kenapa kau hujan-hujanan?”

Hyejin hanya diam. Ia cukup terkejut karena Byun Baekhyun berada di hadapannya saat ini, bahkan pria itu memayunginya. Kata Chanyeol pria itu ada di jepang, kenapa sekarang malah berada di sini?

“k-kau..”

“ Pegang ini terlebih dahulu.” Baekhyun meraih tangan Hyejin dan menyerahkan payungnya. Hyejin anehnya menurut. Pria itu berjongkok dan mengaitkan tali sepatunya. Hyejin masih diam mendapat perlakuan mendadak dari Baekhyun.

“Cha! selesai. Lain kali kaitkan tali sepatumu dengan erat. Aku khawatir kau terjatuh karena menginjaknya.”

Baekhyun mengacak pelan rambut basah Hyejin.  Tiba-tiba ada setitik rasa hangat menjala di gadis itu. Tapi dengan cepat hyejin menepisnya.  Hyejin memberikan lagi payung yang dipegangnya pada Baekhyun dengan kasar. Sekarang Park Hyejin yang bersikap dingin pada Baekhyun telah kembali.

“bagaimana bisa kau disini?”

“aku melacak GPS ponselmu.” Jawab baekhyun. Mendengar itu Hyejin mendelik. Ia membodohi dirinya karena lupa mematikan GPS di ponselnya.

“Ya. Ampun kenapa aku bisa seceroboh ini? hei pulang saja sana. Aku juga mau pergi!” perintah Hyejin. Baekhyun memblokir jalan Hyejin dengan merentangkan tangan.

“hujannya lebat. Kau pasti butuh tumpangan.”

“aku bersama Jong In.”

“bohong!” Baekhyun tidak percaya. Jelas-jelas Hyejin hanya seorang diri di tempat itu.

“minggirlah ! aku harus pulang”

Hyejin menepis tangan yang menghalanginya namun Baekhyun malah menarik Hyejin hingga gadis itu terhuyung menabrak dadanya.

“Ya! lepas!” gertak Hyejin sembari berusaha menghentakan tangan, namun tangan besar baekhyun membuatnya kualahan.

“berhenti menyiksa dirimu.” Lirih Baekhyun dengan nada terdengar perih.

“apa maksudmu? Aku tidak menyiksa diriku.”

“berhenti menunggu Oh Sehun-mu itu dalam ketidak pastian.”

“tahu apa kau tentang kekasihku?” marah Hyejin. Ia berhasil mendorong tubuh Baekhyun. Matanya mulai memerah menahan tangis. Hyejin paling benci seseorang menilai buruk kekasihnya.

“dia tak akan kembali. Tidak akan pernah!.”

.

.

TBC

Iklan

27 thoughts on “[Author Tetap] Finally, I Got You (4)

  1. Jgn kaget ya author aku ceper bgt komennya. Kan aku udh blg di part 1, kalo aku nyimpen offline cerita ini sampe part 10. Jd baca dulu baru komen hehehe

    Si hyejin segitunya ya sampe annive ttp ke Namsan tower walau tanpa sehun. Bkyn juga lagi. Knp lu harus manis bgt disiniiiiiii😛😜 Dan knp kekeuh ngejar Hyejin bgtsih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s