[Author Tetap] Finally, I Got You (5)

yjui

ByunPelvis

Main Cast : Byun Baekhyun,Park Hyejin (OC/You)

Other Cast : Oh Sehun,Park Chanyeol,Kim Chanri (Oc),Kim Jong In and other.

Genre : Sad,Romance,Angst,Friendship.

Leght : Chapter

Rating :General

Disclaimer : This story is mine. No Copy no paste. Sorry for typo.

*

“Aku bersumpah akan membuatmu bahagia tanpa dirinya.”

(1)  (2)  (3)  (4)

Chapter 5

Seorang pemuda melangkahkan kakinya di Icheon Airport. Tenpo kakinya sangat cepat menandakan jika Ia sedang terburu-buru. Pria itu –Byun Baekhyun  langsung menaiki taxi setelah menghadangnya. Entah kenapa rasanya ia ingin cepat sampai di apartement. Mungkin karena tubuhnya lelah seteah menempuh perjalanan dari Jepang ke negaranya. Dan satu hal, Baekhyun ingin malam ini cepat berlalu agar dia bisa bertemu wanita kesayangannya besok pagi.

.

.

Chanyeol dan kekasihnya memasuki apartement mewah milik Baekhyun. Pria tinggi itu membatalkan rencananya untuk menginap di rumah Hyejin. Pasalnya ia harus bertemu kekasihnya malam ini dan mungkin gadis bernama Chanri itu  akan ke luar kota lagi. Benar-benar mengesalkan untuk Chanyeol, kekasihnya harus bolak-balik Seoul-Busan untuk urusan pembukaan cabang toko.

“tidak bisakah kau bersamaku semalaman ini?” tanya Chanyeol dengan nada memohon. Sang kekasih menghembuskan nafasnya melihat Chanyeol merajuk.

“tidak bisa. Hei jangan sedih begitu! kita bisa puas bersama setelah pekerjaanku selesai.” Terang Chanri membuat Chanyeol semakin memanyunkan bibir.

“lalu bagaimana dengan kuliahmu? Kau mau ijin terus?”

“aku sudah minta cuti pada paman Byun.”

“aigo. Aku seperti rumput kering tanpamu chagiya.” Rengek Chenyeol sembari memeluk kekasihnya. Chanri tersenyum mendapati kekasihnya sangat manja.

“ya bagaimana kalau besok kita ke festival.?”

“eum ide bagus”

Romansa keduanya mendadak terganggu karena ponsel Chanyeol berdering keras. Sial fikirnya, siapa yang berani mengganggunya.

Pada layar ponselnya tertera nama Hyejin. Chanyeol menghela nafasnya dan menatap Chanri seperti meminta bantuan. Chanri mengangkat sebelah alisnya karena reaksi Chanyeol, gadis itu merebut ponsel dari tangan kekasihnya dan melihat banyaknya panggilan masuk juga pesan dari Hyejin.

“Kau masih terus melakukannya?”

Chanri langsung menatap prianya dengan tatapan kecewa. Chanyeol menunduk, hanya anggukan yang ditunjukannya. Chanri mengusap wajahnya, ia langsung menarik Chanyeol untuk duduk di sofa ruang itu.

“Yeol-ah. Sampai kapan kau akan berpura-pura menjadi Oh Sehun? Kapan kau akan jujur pada Hyejin tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan kekasihnya.?” Marah Chanri.

Chanyeol terlihat sedih, pria itu mendak menggenggam tangan kekasihnya namun di tepis.

“maafkan aku, aku tidak bisa melihat Hyejin terpuruk jika tahu yang sebenarnya.” Lirih pria itu. Chanri berdecak, ia sungguh tidak suka kekasihnya terus membohongi Hyejin. Chanri  merasa kasihan dengan Hyejin yang selama ini hanya di beri harapan palsu.

“aku tidak mau tahu. Kau harus jujur pada Hyejin. Katakan padanya jika Oh Sehun-“

“apa maksud semua itu? ada apa dengan pria bernama Oh Sehun itu?” suara lain membuat ucapan Chanri teputus. Dua pasangan itu langsung membulatkan mata saat melihat Baekhyun sudah berdiri di sana.

“o-oh Baekhyun-ah? sejak kapan kau-“

“aku tanya apa maksud pembicaraan kalian?” tandas Baekhyun. Pria itu baru saja sampai dan tanpa sengaja langsung mendengar percakapan Chanyeol dan Chanri. Baekhyun malah hanya melihat kedua pasangan di hadapannya hanya diam.

“Yeol-ah. Aku yang akan menceritakannya pada Baekhyun.” ujar Chanri. Chanyeol hanya bisa pasrah. Tak ada gunanya menghalangi kekasihnya. Setelah ini baekhyun akan tahu, dan Chanyeol menjadi takut semua kebohongan tentang Sehun akan terbongkar.

.

.

.

.

Baekhyun menutup pintu apartement sekeras mungkin. Pria itu mengabaikan panggilan Chanyeol juga Chanri. Ia  tak peduli, setelah mendengar apa yang di ceritakan oleh Chanri hatinya menjadi perih. Baekhyun seolah merasakan apa yang akan Hyejin rasakan jika tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“aku bersumpah akan membuatmu bahagia tanpa Oh Sehun. Maafkan aku, Hyejin-ah.”

Baekhyun berlari menuju parkiran. Ia langsung masuk mobil dan mengendarainya secepat mungkin. Ia masih tidak percaya jika Oh Sehun yang selama ini mengirim pesan pada Hyejin, sebenarnya adalah Chanyeol. Chanyeol berpura-pura menjadi Sehun dan membuat kebohongan besar. Ini gila, fikirnya.

Sekarang Baekhyun hendak menghampiri Hyejin. Pemuda itu menghentikan mobilnya setelah sampai ,ia menuju apartement Hyejin namun tak mendapati gadis itu. Pada akhirnya Baekhyun menggunakan GPS untuk melacak di mana posisi Hyejin. Dan ponselnya menunjukan daerah Namsan. Baekhyun ingat, tadi Chanyeol sempat berkata jika hari ini adalah anyversary hubungan Hyejin dan Sehun. Dan gadis itu sedang keluar.

“bodoh, bahkan dia melakukan hal yang  tidak berguna.”

Baekhyun kembali menjalankan mobilnya dan menuju tepat dimana Hyejin berada.

Selama perjalanan pikirannya hanya Hyejin, ia merasa gadis itu penuh kemalangan. Baekhyun tidak siap jika nantinya Hyejin terpukul mendengar kenyataan.

Baekhyun sampai di Namsan, gerimis langsung menyambutnya. Ia mengambil payung dan menggunakannya untuk melindungi dirinya dari hujan. Yang ingin Baekhyun lakukan adalah memeluk Hyejin. Memeluk gadis itu hingga rasa rindunya meleleh.

Dari jauh ia bisa melihat seorang gadis berlari menerobos hujan. Baekhyun juga langsung berlari menghampiri. Baekhyun melihat Hyejin sempat berhenti , beberapa detik setelahnya gadis itu menyadari kehadirannya. Baekhyun terengah-engah, Ia hendak memeluknya namun melihat tali sepatu Hyejin terlepas.

“k-kau..”

“ah pegang ini terlebih dahulu.” Baekhyun meraih tangan Hyejin dan menyerahkan payungnya. Hyejin anehnya menurut. Pria itu berjongkok dan mengaitkan tali sepatunya. Hyejin masih diam mendapat perlakuan tiba-tiba dari Baekhyun.

“cha. Lain kali kaitkan tali sepatumu dengan erat. Aku khawatir kau terjatuh karena menginjaknya.”  Pria itu tersenyum setelah selesai mengaitkan tali sepatu Hyejin.

Baekhyun mengacak pelan rambut basah Hyejin.  Hyejin hanya diam sampai ia memberikan kembali payung kepada pemiliknya.

“bagaimana bisa kau disini?” tanyanya ketus.

“aku melacak GPS ponselmu.”

Mendengar itu Hyejin mendelik. Ia membodohi dirinya karena lupa mematikan GPS di ponselnya.

“sial,minggirlah ! aku harus pulang”. Hyejin menepis tangan yang menghalanginya namun Baekhyun malah menarik Hyejin hingga gadis itu terhuyung menabrak dadanya.

“Ya! lepas!” gertak Hyejin sembari berusaha menghentakan tangan, namun tangan besar baekhyun membuatnya kualahan.

“berhenti menyiksa dirimu.” Lirih Baekhyun dengan nada terdengar perih.

“apa maksudmu? Aku tidak menyiksa diriku.”

“berhenti menunggu Oh Sehun-mu itu dalam ketidak pastian.”

“tahu apa kau tentang kekasihku?” marah Hyejin. Ia berhasil mendorong tubuh Baekhyun. Matanya mulai memerah menahan tangis. Hyejin paling benci seseorang menilai buruk kekasihnya.

“dia tak akan kembali. Tidak akan pernah!.”

Hujan semakin deras mengguyur kota Seoul. Sudah tak ada lagi orang berlari untuk menghindari hujan. Namun dua manusia masih berdiam di bawah payung hitam. Pria itu-Byun Baekhyun dan gadis itu-Park Hyejin saling melemparkan tatapan tajam.

“Sehun akan kembali!. Dia akan menghampiriku!. Kami akan bersama. Dan kau! Kau tak akan bisa mendekatiku lagi. Kau hanya seorang pengganggu Byun baekhyun-ssi. Kau lebih buruk dari sampah. Aku membencimu yang terus muncul dihadapanku. Jangan membuang waktumu untuk mengejarku. Aku tidak akan menyukaimu, tidak ak-“

Cup

Ucapan Hyejin spontan terhenti setelah bibir hangat Baekhyun membekap bibirnya. Matanya membulat, tangannya berusaha mendorong tubuh Baekhyun namun sayang kondisinya yang lemas membuatnya tak bertenaga. Baekhyun sedang berada dalam puncak emosi, ia marah saat Hyejin berkata benci padanya. Baekhyun tidak mau, ia tidak ingin gadis yang benar-benar dicintainya menyuruhnya menjauh.

“mpptt..”

Setelah satu menit,Baekhyun sadar dengan apa yang telah di lakukannya. Awalnya ia tercengang, namun setelah merasakan begitu hangatnya bibir Hyejin, ia menjadi enggan untuk melepas tautan itu.

Hingga sebuah isakan terdengar menyayat hatinya. Baekhyun menjauhkan wajahnya dan mendapati Hyejin menangis tersedu-sedu.

“Hy-hyejin!” kagetnya. Hyejin menatap Baekhyun dengan tatapan marah.

Plakkk..

Tamparan keras mendarat tepat di pipi kiri Baekhyun. Pria itu hanya bisa mematung, menyadari jika ia bersalah karena lancang mencium Hyejin.

“brengsek! Aku membencimu! Berhenti mengganggu hidupku! PERGI DARIKU!”

Hyejin pergi dengan kemarahan besarnya. Baekhyun semakin menggeratkan pegangan tangannya pada gagang payung. Mendengar kata benci yang lagi-lagi keluar keluar langsung dari bibir  Hyejin sangat menyakitkan.

Baekhyun rela dikatai cengeng karena ia sedang menangis saat ini. Satu tahun mencintai Hyejin dan satu tahun di abaikan oleh Hyejin membuat hatinya rapuh. Bahu Baekhyun bergetar hebat. Tangannya menutupi mulutnya, menghalang isakan keluar darisana.

Brukkk..

Suara itu. Baekhyun sontak menoleh. Payung yang dipegangnya jatuh.

“Hyejin-ah”

.

.

.

Hanya alkohol yang bisa membuat seseorang lupa dan membuat fikiran menjadi lebih tenang. Baekhyunsudah menenggak lebih dari dua botol. Matanya masih mengeluarkan cairan bening, bahkan ia merintih seperti merasakan sebuah sakit. Chanyeol yang melihatnya hanya bisa menggeleng. Percuma saja ia menghentikan Baekhyun, bisa-bisa temannya itu menghancurkan dapur.

Chanyeol mematikan kompor setelah bubur buatannya matang. Ia langsung menuangkan bubur kedalam mangkuk. Tanpa memikirkan celmek yang masih dipakainya, Chanyeol berjalan menuju sebuah kamar.

Di dalam tengah terbaring seorang gadis. Kompres terpasang rapi di kening dan selimut tebal tertutup hingga leher gadis itu. Chanyeol duduk di sisi ranjang dan mengamati sepupunya yang masih betah memejamkan mata.

“HyeJin-ah. hei bangunlah.!”

Chanyeol menepuk pelan pipi Hyejin. Gadis itu berkeringat dingin dan nafasnya sangat cepat. Sebagai sosok kakak , Chanyeol sangat cemas. Saat melihat Hyejin dibopong oleh Baekhyun perasaanya sangat takut. Gadis itu basah kuyub dengan kondisi tubuh sedang demam. Chanyeol tau hal seperti itu akan terjadi.

“eungg.. Se-..hun.” .

Suara Chanyeol tertahan. Rasa sedih menguasainya, ia tak tau harus melakukan apa. Pasti Hyejin sedang memimpikan sang kekasih.

“Hyejin-ah. bangunlah! Kau harus mengisi perutmu.”

Mata Hyejin perlahan terbuka, orang yang pertama dilihatnya adalah Chanyeol dan dirinya sedikit lega.

“Oppa.”

“eum ini aku. Chanyeol Oppa-mu.”

Hyejin malam menangis, ia berusaha bangkit dan langsung memeluk kakak sepupunya itu. kejadia tantang beberapa jam yang lalu membuatnya tak bisa menahan emosi.

“Oppa . hatiku sangat sakit. Dia jahat sekali. Aku membencinya.”

“nugu eoh?”

Hyejin tak menjawab dan membenamkan wajahnya di bahu Chanyeol. Tangan Chanyeol mengusap punggung Hyejin, berharap tangis sepupunya cepat reda.

“ceitakan padaku. Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa pingsan? Aku yakin jika paman dan bibi tahu hal ini mereka pasti  sangat khawatir.”

Hyejin menggeleng, meminta Chanyeol untuk tidak memberitahu kedua orang tuanya jika dirinya sedang kurang baik.

“aku hanya kelelahan.”

“apa yang Baekhyun lakukan padamu?”

Mendengar nama Baekhyun membuat Hyejin tersentak. Ia menggeleng dan menutup telinganya seketika.

“tidak! jangan menyebut namanya! Dia pria brengsek. Aku benci!”

“arraseo. maafkan Oppa eum. Sekarang makanlah. Kau harus mengisi perut kosongmu.”

.

.

.

Tengah malam Baekhyun terbagun. Ia tak sadar telah tertidur di pantri dapur. Rasa pusing masih dirasakannya. Dilihatnya empat botol soju yang ada di meja itu. ini gila, tidak biasanya baekhyun menghabiskan soju sebanyak itu.

”akhhh pabboya.”

Baekhyun samar-samar mengingat, tadi  Chanyeol memarahinya habis-habisan. Untung saja Chanyeol memberinya minuman penawar mabuk. Kesadarannya cepat pulih .

Baekhyun langsung beranjak dan berlari menuju kamarnya. Tangannya terburu-buru membuka knop pintu. Pria itu menghembuskan nafas lega setelah melihat Hyejin masih tertidur di kasurnya.

Ia berjalan mendekati ranjang, lalu duduk bersimpuh tepat disamping wajah Hyejin. Tangannya terulur menelusuri wajah Hyejin. Baekhyun tak peduli jika Hyejin bangun dan meneriakinya.

“maafkan aku.” bisiknya .

Baekhyun memutar otaknya, mengingat saat dirinya mencium Hyejin dengan sangat kasar.

Dirasanya kompres yang ada di kening Hyejin sudah tak dingin. Baekhyun menggantinya dengan handuk kecil yang lain.

“kau harus sembuh. Kau harus menghajar pria brengsek sepertiku. Eum?”

.

.

.

Pagi ini sangat cerah dan menyejukkan setelah malamnya di guyur hujan lebat. Kicauan burung terdengar bagaikan alarm yang mampu membuat tidur nyenyak seseorang menjadi terganggu. Sinar matahari mulai merambah masuk memalui celah ventilasi udara dari sebuah kamar.

Hyejin mengerjapkan mata saat dirasanya cahaya menyengat kelopak matanya. Setelah membuka penuh kelopak matanya ia langsung terduduk.

Pukk

Handuk kecil jatuh tepat ditangannya.

“eh? Jadi tadi malam itu bukan mimpi?” bingungnya. Ia menyibak selimut dan berdiri melihat jendela.

Tempat itu terlihat asing. Setelah membuka tirai Hyejin baru sadar jika ruangan itu bukanlah kamarnya. Hyejin menyapukan pandangannya ke seluruh kamar bernuansa putih abu-abu itu. Bau mint yang identik dengan seorang pria membuatnya bertanya.

‘Mungkinkah?’ fikirnya. Hyejin berjalan menuju pintu namun satu hal membuat langkahnya sempat terhenti. Hyejin tercengang saat mendapati lukisan besar bergambarkan dirinya terpampang di tembok. Di bawahnya ada banyak foto dirinya yang sepertinya diambil secara diam-diam. Hyejin melihat satu foto. Dimana saat ia tertidur di perpustakaan. Dan dalam foto itu terdapat seorang pria yang sedang memandang wajahnya.

Pria dalam foto itu terlalu familiar.Hyejin memnutup mulutnya dengan telapak tangan.

“seolma. Mungkinkah ini kamar-..”

.

.

.

Baekhyun sedang membuat susu selama ia menunggu roti panggangya matang. Sedangkan Chanyeol menyiapkan piring. Dua orang itu lebih terlihat seperti dua saudara bahkan suami sitri. Memang sudah menjadi kebiasaan keduanya saling membagi tugas. Chanyeol yang statusnya menumpang tempat tinggal tentu tidak enak jika hanya bersantai.

Langkah kaki terburu-buru terdengar yang langsung membuat keduanya menoleh. Gadis berpenampilan kacau dengan piyama kebesaran itu terlihat kebingungan.

“Hyejin-ah” Chanyeol memanggil dan langsung menghampiri sepupunya. Hyejin sempat terkejut karena teguran Chanyeol tadi sampai ia memegang dadanya.Pria tinggi itu langsung mengecek suhu tubuh Hyejin.

“ah syukurlah demammu sudah turun.” Lega Chanyeol.

“Oppa, cepat antar aku pulang!” pinta Hyejin sembari menarik lengan Chanyeol. Di dapur masih ada Baekhyun, pria itu hanya diam karena merasa tak memiliki keberanian untuk mendekati Hyejin. Ia takut gadis tercintanya itu malah meneriakinya.

“iya. Oppa akan mengantarmu. Tapi nanti.”

“tidak mau. Aku mohon sekarang!” ujar Hyejin tetap memaksa. Wajahnya terlihat tertekan, mungkin karena ia tahu jika itu adalah tempat tinggal Byun Baekhyun.

Chanyeol mengusap rambut Hyejin lalu menariknya ke ruang makan. Awalnya Hyejin menolak karena telah melihat Baekhyun di tempat itu. Chanyeol memaksanya duduk dan menyodorkan segelas susu.

“Oppa akan mengantarmu setelah kau menghabiskan sarapanmu. Oke?”

Hyemi tidak mendengarkan apa yang Chanyeol katakan. Matanya masih was-was mengamati gerik Baekhyun yang sedang memunggunginya.

Suara pintu depan terdengar dari ruang makan. Seseorang masuk dengan teriakan memekakan telinga.

“Hei pria-pria malas cepatlah bersiap!”

Chanyeol yang tadinya duduk di samping Hyejin langsung terlihat girang dan berlari menuju si empu suara.

“huaaa Chanri kau datang.” Chanyeol langsung memeluk wanitanya. Sedangkan yang dipeluk merasakan sesak luar biasa.

“ya lepaskan aku park Chanyeol. Baek, tolong aku!”

Baekhyun tertawa melihat dua pasangan yang sedang lovey dovy itu. Dua pasangan itu memang tak pernah benar-benar romantis.

Dalam diam Hyejin mengamati .Baekhyun terlihat lain saat tertawa, entah apa yang menyangkut di dadanya. Rasanya sedikit nyaman.

Hyejin menggeleng , bisa-bisanya ia berfikir seperti itu terhadap pria yang dibencinya. Hyejin tak boleh memikirkan pria seperti Baekhyun. Ia sudah cukup kesal karena kejadian tadi malam.

“ah kukira kau tidak jadi datang. Tidurku tidak nyenyak karena memikirkanmu.” Ujar Chanyeol sembari merangkul lengan kekasihnya. Chanri memutar bola matanya, Chanyeol selalu saja bersikap manja seperti anak kecil. pandangan chanri terarah pada hyejin, lantas ia melepaskan diri dari Chanyeol.

“Hyejin-ah kau sudah bangun?”

Hyejin menoleh saat namanya dipanggil.

“eonni?” Hyejin tersenyum setelah tahu jika gadis yang dipeluk Chanyeol adalah Chanri. Ia cukup mengenalnya karena dulu Chanyeol sering mengajak Chanri main ke apartementnya.

“apa demammu sudah turun? Kau sduah merasa baikan?”

Hyejin mengangguk. Syukurlah ada Chanri di tempat itu. Setidaknya ia memiliki teman wanita sampai pulang nanti.

“hei , semalam kau membuat kami semua cemas. Kenapa kau sampai  pingsan? Apa yang Baekhyun lakukan padamu? Katakan saja eonni akan menghajarnya.” Ujar Chanri  dengan tegasnya.

“Ya! Ya! kau berani menghajarku?” tanya Baekhyun.

“cihh. Kau tadi malam seperti orang gila. Kau berteriak dan menagis sebari menggendong Hyejin. Aduh dramatis sekali eoh.”

“Yak! a-aku-“ Baekhyun tergagap . Ia membalikan badan dan kembali mengurusi roti panggangya. Untuk menatap Hyejin lagi=lagi ia tak berani.

“eonni, kau ada di sini semalam?”

“eum. Dan akulah yang mengganti pakaianmu. Kau basah kuyub dan suhu tubuhmu luar biasa panas.”

“eum. Benarkah? Terimakasih .”

Chanri tersenyum, ia mengeluarkan beberapa kantung makanan dari tas yang dibawanya.

“kau suka sendwict kan? sengaja kubuatkan untukmu.”

Hyejin merasa tidak enak karena merasa telah merepotkan banyak orang. Pada akhirnya ia menerima makanan yang dibuat oleh kekasih sepupunya.

Baekhyun ingin sekali bertanya apa yang Hyejin rasakan saat ini. Namun, lagi-lagi setelah mengingat kejadian di mana ia mencium Hyejin membuat nyalinya menciut. Baekhyun hanya bisa memandangi gadis itu. Berharap jika gadis kesayangannya benar-benar pulih.

Semuanya sudah selesai menyiapkan makanan. Dan mereka sarapan bersama. Chanyeol dan Chanri berusaha menghidupkan suasana  dengan candaan karena Hyejin dan Baekhyun terus membisu.

“Hyejin-ah!. Apa hari ini kau sibuk?”  tanya chanri membuat yang di panggil mengangkat wajahnya.

“ne? eum aku sedang free.”

“benarkah? Bagaimana kalau kau ikut kami ke festival bunga sakura?.”

“Kau tidak bisa mengajak Hyejin. Demamnya baru saja turun.” Timpal Baekhyun. Pria itu hanya khawatir jika nanti Hyejin kembali sakit karena kelelahan. Chanri memanyunkan bibirnya karena ucapan Baekhyun yang terdengar dingin.

“aku suka festival bunga sakura. Aku ikut , eonni.”

“tapi kau baru saja sakit.“ timpal Baekhyun lagi. Tatapan matanya berubah cemas.

“Gwenchana. Aku bisa menjaga diriku. Aku bukanlah gadis lemah” yakin Hyejin. Baekhyun mengatupkan bibirnya. Rasanya apa yang dikatakan olehnya selalu tidak berguna.

“terserah”

Baekhyun menghembuskan nafasnya. Ia beranjak dan berlalu  meninggalkan ruang makan.

“ada apa dengannya?” tanya Chanyeol. Ia tak tahu mengapa Baekhyun pergi begitu saja. Sedangkan Hyejin melanjutkan obrolannya dengan Chanri. Walau dalam hatinya juga bertanya mengapa Baekhyun terlihat kesal.

.

.

Hyejin baru selesai membersihkan dirinya dan ia mengenakan pakaian yang di bawa oleh Chanri. Dress soft blue melekat sempurna di badannya, terlihat sangat manis bahkan saat Hyejin belum mengenakan riasan apapun.

“wuah kau terlihat sempurna.” Kagum Chanri. Pantas saja Baekhyun tergila-gila karena Hyejin terlihat cantik natural tanpa make up.

“Eonni, menapa kau memberiku pakaian sebagus ini.?” tanya Hyejin dengan polosnya. Chanri mendekat dan menyuruh Hyejin duduk. Mereka masih berada di kamar Baekhyun. Mau bagaimana lagi, Hyejin sudah puluhan kali meminta untuk diantar pulang. Namun semua yang ada disana tak membiarkannya pergi.

“kita akan bersenang-senang hari ini.  Bukankah besok kalian akan disibukan dengan tugas kuliah eoh? Dan  jika kau masih kurang enak badan, hanya cukup duduk diam”

Hyejin mengangguk, ia membiarkan Chanri merias dirinya. Hyejin hanya ingin berterimakasih, makadaritu ia menerima ajakan Chanri.Mungkin hari ini ia memang harus senang-senang. Karena mingu depan ia akan melakukan hal lain.

.

.

Baekhyun dan Chanyeol sudah menunggu di parkiran. Chanri menggandeng Hyejin, mereka berjalan bersama sembari bercerita. Baekhyun menoleh dan sempat kagum dengan penampilan Hyejin. Selama ini ia hanya melihat Hyejin yang selalu memakai t-sirt dan celana jeans. Tapi sekarang, gadis itu terlihat anggun dengan mini dress.

Mereka semua menaiki mobil yang Baekhyun kendarai. Chanyeol duduk di depan sedangkan Chanri dan Hyejin di belakang. Mereka mengobrola satu sama lain.Chanyeol maunpun baekhyun memang tipikal orang yang tidak bisa diam.

“ Hyejin-ah aku yakin hari ini akan menyenangkan. Kau pasti suka. Bukankah kita jarang jalan-jalan bersama?” .

“eum.”

Diam-diam Baekhyun melirik Hyejin dari sipion.Ia masih khawatir dengan kondisi Hyejin. Chanyeol memaksanya tadi dengan alasan ia harus menjaga Hyejin.

Bagaimana ia bisa menjaga gadis itu jika saat berada disisihnya saja Hyejin selalu menghindar.

.

.

Mobil silver milik Baekhyun terparkir rapi. Hyejin melihat ramainya tempat yang dipijakinya sekarang. Benar ini adalah sebuah festival bunga sakura. Sejak kecil, Hyejin sangat menyukainya. Tanpa sadar kakinya melangkah menelusuri tempat itu. Chanri dan Chanyeol juga langsung pergi. Keduanya memberi kode agar Baekhyun mengikuti  Hyejin.

Baekhyun pura-pura bodoh. Ia malah hanya menatap kepergian Hyejin.

“cantiknya.” Ucap Hyejin sembari menadah kelopak bunga sakura yang berjatuhan. Disaat moment seperti itu ia malah merindukan Sehun.

Ia memiliki ide, tangannya merogoh tas untuk mengambil ponsel.

“Sehun-ah. aku melihat festival bunga sakura hari ini. Ini sangat indah. Kau cepatlah pulang dan berkunjung kemari bersamaku. Arraseo?”

Hyemi mengirim pesan suara pada Sehun. Hyejin berputar-putar layaknya anak kecil. Dari jauh Baekhyun mengamati, bahkan memotret gadis itu.

“membuatmu bahagia sangatlah mudah.” Gumamnya. Baekhyun akan tetap berada di sisi Hyejin walau dalam jarak jauh. Ia akan mengawasi gadis kesayangannya. Hyejin tidak boleh terluka, sedikitpun.

.

.

.

TBC

anyeongg….^^

wuuu tambah berantakan aja ini cerita.

merasa buruk -_- .

lagi sibuk dan sempetin lanjut. dengan ide terbatas jadinya kek gitu. kurang puas .

tapi daripada lama ntar idenya ngilang. mian ya kalau alurnya bikin bosen. Semoga kedepannya lebih baik lagi ^^

btw sehun belum muncul juga. mungkin dia akan muncul di flashback aja.

terimakasih yang sudah mampir baca dan komentar. tidak bisa membalas komen kalian satu persatu. author sibuk he he..

dan maaf kalau typo bertebaran.

ok. see you next chapter.

 

Iklan

26 thoughts on “[Author Tetap] Finally, I Got You (5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s