[Author Tetap] Mistake (Chapter 7)

Cast: Park Chanyeol, Jun Rayeon, Jun Ahra (OC)

Genre: Romance, comedy(?)

Rate: PG-15

Disc: INI FF ASLI MILIK SAYA. No copas or plagiat and don’t be silent readers guys!

.

.

.

Chanyeol menatap jamnya dengan bingung. Baru saja tadi sore ia mendapat telepon dari Rayeon untuk bertemu dengannya di dekat pantai tapi dirinya belum muncul juga. Apa yang terjadi pada Rayeon?

Disisi lain

Rayeon menatap punggung Ahra yang naik turun sedang menangis di belakang hotel mereka. Punggung itu terlihat sangat sedih dengan suara tangis Ahra yang masih menggema.

“Ahra ah..”

Ahra kaget dan menghapus air matanya dengan cepat lalu menatap Rayeon yang berjalan dan duduk di sebelahnya.

“Ada apa? Apa yang Chanyeol lakukan?”

Ahra terdiam, tak ada suara selama beberapa menit hingga Ahra bangkit dan membuat Rayeon kaget.

“Ada apa?” Tanyanya lembut yang ditatap sinis oleh Ahra.

“Tidak-kah kau sudah cukup egois? Orang tua, Chanyeol, bahkan kejadian saat itu. Kau mendapat segalanya! Semua! Orang tua kita selalu lebih menyayangimu, mereka lebih memilih melindungimu saat kecelakaan itu terjadi! Begitu juga Chanyeol … bahkan setelah dirinya kehilangan ingatan, ia tetap lebih mencintaimu! Kenapa semua hal baik selalu terjadi padamu?”  Teriak Ahra mengeluarkan segala kebencian dan kekesalannya.

Air mata jatuh meluncur di pipinya, mengalir membasahi wajahnya. Ahra menghapus air mata itu dengan kasar lalu pergi meninggalkan Rayeon yang mematung dengan tatapan sendu.

Sesaat kemudian ia kembali terduduk dan menatap kosong taman bermain anak-anak di depannya.

“Seharusnya aku mati saja saat itu.” Suara parau Rayeon meluncur begitu saja. Air mata turun dari pelupuk matanya namun ia hanya menghapusnya dan tersenyum kecil. “Benar, aku seharusnya mati saat itu.” Bisiknya pada diri sendiri.

Ia menatap jam yang menunjukan pukul 5, saat dimana ia seharusnya bertemu dengan Chanyeol sekarang. Rayeon mengatur nafasnya lalu membuka tangannya yang menggenggam sebuah kalung dengan simbol lampion.

“Kurasa ini waktunya.”

***

Langkah Rayeon terus berjalan hingga sosok yang ia lihat menatapnya dan menemukan dirinya yang berjalan mendekat. Chanyeol tersenyum dan menghampiri Rayeon dengan cepat seakan ia benar-benar merindukan Rayeon.

“Rayeon ah, kenapa lama sekali? Aku menunggu dari tadi.” Rayeon menggeleng dan memberikan senyuman kecil. Ia sebenarnya masih terpukul atas perkataan Ahra namun bagaimanapun, ia yakin bahwa Ahra benar. Rayeon terlalu beruntung.. bahkan sekarangpun, berada di hadapan Chanyeol, ia seperti gadis paling beruntung di dunia.

“Chanyeol ah, apa yang kau katakan pada Ahra?” Suara lembut Rayeon mengalun tenang dan datar, membuat Chanyeol terdiam seketika.

“Ada apa?” Tanya Chanyeol Seraya mencoba menggenggam tangan Rayeon.

“Apa … yang kau katakan pada Ahra?” Rayeon yang menunduk langsung menatap Chanyeol tajam.

“Aku.. ini hanya..”

*flashback*

“Tidak bisakah kau memilihku dari pada Rayeon?” Tanya Ahra membuat Chanyeol terdiam.

“Aku menyukaimu bahkan sejak dulu.. kau cinta pertamaku. Bahkan sejak dulu, aku selalu mencintaimu. saat itu dan saat ini.. aku tidak pernah melupakanmu.” Chanyeol benar-benar kaget. Ia bukan hanya tidak tau ingin berbicara apa tapi ia juga tidak dapat melakukan apapun.

“Jadi, kali ini.. tidak bisakah kau menjadi milikku?”

Chanyeol dan Ahra terdiam sangat lama. Chanyeol tidak dapat menjawabnya namun Ahra terus menunggu sebuah jawaban hingga akhirnya Chanyeol membuka suara.

“Ahra-ah.. kau tau, aku baru mengingat masa lalu kita akhir-akhir ini.” Perkataan itu membuat Ahra tegang seketika. Ia tau jelas bahwa Rayeon adalah kakaknya dan bila Chanyeol tau..

“Aku tau dan ingat segalanya pada hari kita mengalami kecelakaan. Aku tau aku mencintai siapa dan kau.. kau tau jelas siapa orang itu.”

“Aku mencintai Rayeon, kakakmu.” Ahra menatap Chanyeol dengan mata berkaca-kaca. Saat Chanyeol mengatakan itu, itu adalah game over bagi Ahra.

Ahra membisu dan menunduk menahan tangis.

“Kau sudah tau. Maaf, aku hanya.. sangat menyukaimu.” Ahra berbalik dan masuk ke dalam mobil diikuti Chanyeol yang mengejarnya.

“Maafkan aku Ahra ah.” Lirih Chanyeol melihat Ahra yang menatap kaca dengan mata tertutup.

*flashback off*

Chanyeol menceritakan segalanya dengan baik hingga Rayeon terdiam menunduk kembali. Rasanya Rayeon ingin meledak dalam tangis dan pergi untuk selamanya dari sini.

Ini semua kesalahan, bahkan dari awal. Seharusnya Rayeon tidak bertemu Chanyeol lebih awal. Ia seharusnya tau bahwa Chanyeol adalah Park Chanyeolnya. Seharusnya Chanyeol tidak menyukainya. Seharusnya orang tua Rayeon melindungi Ahra dari pada Rayeon waktu itu. Seharusnya itu yang terjadi..

Karena jujur saja, saat ini.. kehidupan Rayeon menjadi lebih menyulitkan dan menyedihkan.

“Kau. seharusnya. tidak. mengatakan itu.” Rayeon mengatakannya dengan penuh penekanan dan mata yang menahan tangis.

“Aku mencintaimu Rayeon ah. Aku sungguh mencintaimu. Berhentilah memikirkan perasaan Ahra sebelum dirimu.”

“Kau pasti mengerti. Aku dan Ahra, kami berbeda. Dirinya sangat lebih berhak mendapatkan kasih sayang yang lucunya malah selalu kudapatkan. Aku berusaha menyayanginya seperti bagaimana orang-orang menyayangiku tapi Ahra masih terluka dan sedih. Kau hanya memperburuk keadaan.”

Sungguh jika saja Chanyeol bersama Ahra, mungkin Rayeon bisa melepaskan Chanyeol dan semua ini tidak akan terjadi. Liburan ini, sebuah kekacauan yang memberatkan Rayeon lebih dari yang ia inginkan.

Rayeon mencoba menenangkan dirinya lalu menatap Chanyeol yang menunduk merasa bersalah. Rayeon tidak seharusnya marah pada Chanyeol, itu hanya pendapat Chanyeol atas perasaannya. Ia berhak mengatakan ia mencintai Rayeon.

“Chan.. maafkan aku, aku hanya sedang stress akhir-akhir ini.” Rayeon menepuk bahu Chanyeol dan menatap manik mata Chanyeol yang terlihat bingung, sedih dan kecewa.

“Aku mau kembali ke hotel.” Chanyeol berjalan diikuti Rayeon dari belakang.

Rayeon dan Chanyeol tiba di hotel dan berencana untuk kembali ke kamar masing-masing saat Chanyeol memeluk Rayeon dan masuk bersama Rayeon ke kamar Rayeon.

“Biarkan aku memelukmu seperti ini.” Chanyeol memeluk Rayeon dari belakang dan menutup pintu kamar dengan kakinya. Wajah Chanyeol tenggelam di bahu Rayeon.

“Chan, bagaimana kau mengingat segalanya?” Tanya Rayeon tiba tiba.

Chanyeol mengangkat kepalanya dan melepaskan pelukannya. “Aku mengalami hari yang berat demi mengingat hal mengerikan dalam hidupku.” Ujar Chanyeol yang berjalan menuju ranjang Rayeon.

“Bagaimana bisa?” Tanya Rayeon bingung. Jika ia ingat-ingat, itu hanya 3 hari saat ia sakit.

“Aku tidak mengerti bagaimana seseorang bisa mengingat secepat itu. Apa kau tidak pernah lupa?” Chanyeol tertawa mendengar pertanyaan Rayeon.

Chanyeol memanggil Rayeon untuk duduk di atas ranjang lalu tersenyum kepadanya.

“Aku hanya mengunjungi dokter hipnotis. Ia memperingatkanku bahwa ini akan membawa trauma tapi aku tidak perduli. Selama 3 hari saat kau sakit, aku menjalani berkali kali hipnotis yang mengingatkanku atas kecelakaan itu.” Rayeon mengerti sekarang. Chanyeol pasti merasa kesulitan untuk menerima kecelakaan itu. Beruntung Chanyeol tidak menjadi stress atau apapun itu.

Chanyeol kembali memeluk Rayeon, mereka tidur di atas tempat tidur dan terdiam dalam keheningan.

“Kau harus kembali ke kamarmu.” Ujar Rayeon mengingatkan saat melihat matahari terbenam.

“Biarkan 1 hari ini saja. Besok kita akan kembali ke Korea dan aku janji, semua ini akan terasa seperti hanya sebuah mimpi..”

Mereka terlarut dalam pelukan 1 sama lain dan hari itu, hari dimana mereka berfikir egois. Untuk 1 hari saja, Chanyeol merasa ia menginginkan Rayeon berada di pelukannya. Hanya berpelukan dan menghabiskan waktu bersama. Bukan terakhir kali namun juga terasa seperti itu pelukan terakhir mereka.

***

Pagi membuat Rayeon terbangun dan menatap wajah Chanyeol yang masih tertidur. Wajah yang masih terlelap dan terlihat tenang. Rayeon menatap wajah itu, meyakinkan dirinya bahwa ini semua akan baik-baik saja lalu bangkit dan pergi setelah mengecup kening Chanyeol.

Sesaat kemudian Chanyeol terbangun, tanpa Rayeon di sisinya, tanpa Rayeon yang berada di sampingnya. Chanyeol mengacak rambutnya dan menatap langit-langit.

“Akan kulakukan jika itu yang kau inginkan.” Gumam Chanyeol lalu bangkit dari ranjang dan mempersiapkan diri.

Semua berkumpul di pantai. Nyonya dan Tuan Park duduk di bangku santai dan menikmati panorama indah di hadapan mereka. Pantai bersih dan beberapa orang yang berlalu lalang dan bermain air. Ahra datang dengan pakaian renang yang memperlihatkan punggungnya dengan cantik.

Ahra tersenyum dan melambai ke Nyonta dan Tuan Park lalu duduk yang berjarak beberapa meter dari tempat duduk Nyonya dan Tuan Park.

Beberapa saat kemudian Rayeon juga datang dengan memakai bikini dress berwarna hitam. Ia juga menyapa Nyonya dan Tuan Park lalu memakai sunblock di tangan dan kakinya.

“Ahra kemarilah, aku akan membantumu memakai sunblock.” Ahra menggeleng dan menatap layar ponselnya membuat Rayeon merasa sedih.

Chanyeol datang dengan celana pendek santainya dan menuju Ahra. “Kau sudah memakai sunblock?” Tanya Chanyeol  yang membuat Ahra kaget.

“Apa perdulimu?” Tanya Ahra berpura-pura kesal.

“Mau kupakaikan?” Tanya Chanyeol yang membuat Ahra terdiam dan bingung. Chanyeol mengambil sunblock dan memakaikannya di punggung Ahra.

“Kau tau, aku tidak tau perasaanku sekarang. Ini bercampur aduk jadi kumohon beri aku waktu.” Bisik Chanyeol yang membuat Ahra diam-diam tersenyum dan menoleh ke belakang. Ia melihat Chanyeol dan mengelus pipi Chanyeol.

“Aku akan menunggu jika kau memang belum mengerti perasaanmu.”

Rayeon mendengar dan entah kenapa merasa lega serta sedih. Entah ini yang dirinya inginkan atau ini yang seharusnya terjadi. Melihat itu membuatnya tersenyum kecut dan berjalan menjauhi pantai yang ramai.

Rayeon berjalan terus menjauh hingga tidak tau arah dan menatap pantai. Ini terasa tenang dan damai.

Rayeon pov*

Pantai terlihat tenang dengan guliran ombak yang membuatku merasa seakan segalanya tidak penting sekarang.

Chanyeol sudah bersama Ahra. Mereka akan bahagia suatu saat nanti bukan? Itu pasti terjadi. Hanya menunggu waktu saat Chanyeol jatuh cinta kepada Ahra seperti di dalam FF atau drama.

Bagaimana rasanya saat orang yang kau sayangi dan cintai bersama? Bukankah seharusnya kau bahagia? Tapi kenapa, kenapa aku merasa seakan hidupku sudah selesai. Seakan aku hidup hanya untuk mempersatukan mereka? Apa hidupku sudah tidak berarti?

Kududukan diriku di atas pasir lembut dan menatap ombak yang bergulir semakin besar. Siang itu aku berfikir keras. Mengapa aku hidup dan apa yang akan kulakukan setelah ini.

Lalu aku tersadar bahwa waktu terus berjalan. Hari mulai sore dan aku mungkin sudah duduk terlalu lama. Kuputuskan untuk berdiri dan berjalan mendekati air.

Berjalan mendekati ombak semakin dalam dan semakin dalam hingga tubuhku berada di dalam air. Ingin aku melangkah lebih namun itu akan terasa bodoh. Kutolehkan tubuhku ke belakang dan melihat Chanyeol di sana. Ia berdiri menatapku dan tidak bereaksi namun matanya mengatakan segalanya.

Dia bilang ‘aku mencintaimu’ namun tubuhnya berkata lain. Ia akan melepaskanku karena ia meninggalkanku..

Setelah itu air mata turun membasahi wajahku. Bersatu dengan air asin pantai dan semakin deras hingga aku merasa diriku hancur. Sekarang Chanyeol akan meninggalkanku dan diriku akan seperti dahulu. Tidak berarti dan sendirian..

Rayeon pov end*

***

Rayeon kembali ke dalam kamar dengan basah kuyup dan mulai membilas diri. Waktu menunjukkan pukul 3 sore sehingga Rayeon bergegas dan pergi ke restoran terdekat untuk mencari makan. Lagipula liburan ini untuk bersantai, mungkin Rayeon memang harus melakukannya, bersantai.

Chanyeol dan Ahra menikmati hari mereka di pantai. Mereka tertawa dan bercanda serta bermain air bersama lalu pergi makan di sebuah restoran.

Mereka terus tertawa dan memakan makanan mereka dengan lahap hingga Rayeon datang dan mata Chanyeol menangkap sosok gadis itu. Rayeon duduk beberapa meja di belakang Ahra dan terlihat pucat.

Rayeon memutuskan untuk memesan makanan dan memakannya dengan lahap namun perutnya terasa penuh dan dirinya merasa tidak mood untuk makan. Pada akhirnya Rayeon menatap Chanyeol yang sedang memperhatikannya.

Chanyeol tersenyum sekilas lalu berbincang dengan Ahra. Saat itu Rayeon hanya duduk dan memakan makanannya lalu pergi dari sana. Wajah Rayeon terlihat letih dan pucat. Rayeon mrmutuskan untuk berdiam diri di kamar hotel dan menikmati pemandangan hingga terlelap.

Chanyeol dan Ahra juga makan dengan lahap lalu pergi dan berdiam di kamar hotel Ahra. Mereka menonton tv dan bermain game. Chanyeol hanya mengikuti apa yang Ahra inginkan lalu keluar dan kembali ke kamarnya.

“Ini baru satu hari.. bagaimana bisa aku melakukan ini setiap hari?” Tanya Chanyeol menatap langit-langit kamar.

“Kurasa aku harus pergi setelah kembali.” Lirih Rayeon menatap pemandangan malam yang indah.

.

.

.

TBC..

Hai, maaf ya updatenya lama..

Author lagi UAS dan berhubung lagi banyak ulangan FFnya jadi agak ketunda. Tapi gpp, Author bakal tetep update walaupun gatau kapan😂

Tetep baca dan tunggu nextnya ya.

Jangan lupa like dan comment!

Iklan

18 thoughts on “[Author Tetap] Mistake (Chapter 7)

  1. Kasihan jadi rayeon, dia ngorbanin perasaan nya demi ahra. Ahra juga egois mau nya yang ada pada rayeon harus ahra miliki tanpa tau perasaan rayeon yang sebenarnya.

  2. Iiihhb gemes banget kaaaa😱😱😱😱😱Ampun daahhhh rayeon😩😩😩😩. Semoga dia diberi kesabaran yang banyakπŸ˜žπŸ˜žπŸ˜žπŸ˜žπŸ˜žπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™
    Btw aku jadi terbawa emosi loh, aku kasih jempol banyakbuat ff ini πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

  3. Hai author yg ngebias chanyeol! Eh kepanjangan aku panggil eonni aja ya. Aku masih kecil soalnya hehe. Wah eonni cinta mati ya sama chan oppa. Aku baru komen di ff eonni yg ini. Aku dah baca chap2 sblmnya. Seru bgt. Eoni yg cantik aku tunggu next chapnya ya. Semangat!

  4. Anyeong, Kak author… Maaf Aku sider dari chap awal… Aku baru baca ini dan… keren bgt bgt bgt… Ditunggu next nya, ya… For all kereeen bgt ^_^ (y) (y) (y)

  5. Kasihan rayeon ngorbanin orang yang dicintainya demi ahra?? Apa chanyeol bisa melupakan rayeon terus dia menjalin hubungan dengan ahra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s