[Author Tetap]-Finally, I Got You (6)

cover finally i got you post

ByunPelvis

Main Cast : Byun Baekhyun,Park Hyejin (OC/You)

Other Cast : Oh Sehun,Park Chanyeol,Kim Chanri (Oc),Kim Jong In and other.

Genre : Sad,Romance,Angst,Friendship.

Leght : Chapter

Rating :General

Disclaimer : This story is mine. No Copy no paste. Sorry for typo.

*

Previous :   (1)  ,  (2) ,  (3) 

(4) ,  (5)

Chapter 6

Hari minggu di kota Seoul dipadati oleh pengunjung Festival bunga sakura, atau kebanyakan warga disana menyebutnya Jinhae Gunhangje. Siapa yang tidak terpesona dengan indahnya bunga itu. Apalagi momen ini hanya berlangsung satu minggu di setiap tahunnya.

Hyejin merasa beruntung karena Chanri mengajaknya ke tempat itu.Ia bisa menikmati hiburan yang ada di sana seperti mini concert,permainan dan lukisan-lukisan cantik. Rasa lemas di tubuhnya seolah lenyap begitu saja. Hyejin benar-benar merasa mendapat suplement.

Gadis itu terus menyeret kakinya, ia berniat mencari Chanri dan yang lain. Hyejin baru sadar telah terpisah dengan mereka cukup jauh. Ponselnya mati karena low batrai, sungguh tak ada yang bisa dilakukannya lagi selain berkeliling.

“ah dimana mereka?” keluhnya setelah merasa kakinya mulai pegal. Hyejin meniup poninya karena frustasi. Tak sengaja matanya mengarah pada kerumunan orang. Dua meter dari tempatnya berdiri ada banyak orang  bermain sepatu roda. Hyejin tertarik, gadis itu mendekat untuk melihatnya.

“eh?”

Hyejin kini fokus pada satu orang yang terlihat sangat familiar untuknya. Di depan sana Baekhyun juga ikut bermain. Ia mengerjapkan matanya, berharap itu hanya bayangan semata.

Sayang sekali orang yang lihai bermain sepatu roda itu memanglah Baekhyun. Ia terus mengamatinya sampai tidak sadar telah maju di baris terdepan.

Baekhyun yang sedang fokus pada permainannya mendapati Hyejin berdiri disana. Pria itu tersenyum lebar dan melambaikan tangan. Hyejin mengangkat sebelah alisnya melihat Baekhyun yang terus menatapnya.

Merasa sangat senang, Baekhyun membawa kakinya ke hadapan Hyejin.

“mau bermain?” tawarnya sembari mengulurkan tangan. Hyejin hanya menatapnya dan langsung menggeleng.

“ini menyenangkan.” Tegas Baekhyun.

“aku tidak bisa bermain itu. Kau mengejekku?” tanya Hyejin, tentu dengan nada dinginnya. Baekhyun malah terkekeh, ia mengacak rambut Hyejin.

“Baiklah. Tetaplah di sini dan amati aku.” Ujar Baekhyun. Pria itu kembali bermain dengan sepatu rodanya. Hyejin mengumpat dan merapikan rambutnya yang berantakan karena ulah Baekhyun.

“cihh kenapa aku harus mengamatinya?” gerutunya. Hyejin  pergi dari kerumunan itu. Ia merasa panas dan entah kenapa jantungnya berdebar tak karuan.

Hyejin memilih melanjutkan niatnya untuk mencari Chanri. Banyak sekali pasangan di tempat itu, sedangkan dirinya hanya sendiri seperti orang hilang.

Menyebalkan fikirnya, kedua pasangan itu menghilang entah kemana.

“sudah kubilang tataplah mengamatiku.”

Hyejin tersenetak karena tiba-tiba Baekhyun sudah berada disisihnya. Pemuda itu cepat sekali menemukannya. Dan apakah baekhyun menyudahi bermain karena ia pergi?

Hyejin tetap diam. Untuk apa dia peduli?

Keduanya berjalan beriringan entah kemana. Baekhyun bingung hendak berkata apa. Stok kata-katanya seolah habis. Hyejin mempercepat jalannya namun Baekhyun malah lebih cepat darinya. Pria itu benar-benar penguntit.

“Ya/Ya!.”

Keduanya berucap secara bersamaan. Hyejin melirik Baekhyun begitupun sebaliknya. Baekhyun memilih diam dan membiarkan Hyejin untuk bicara terlebih dahulu.

“k-kau! Apa kau tidak bosan terus mengusikku?” tanya Hyejin. Bodoh, ia malah gugup saat ini.

“tidak.” jawab Baekhyun dengan entengnya.

“jika perlu aku akan melaporkanmu pada polisi. Kau akan di kenai sansi karena mengganggu kenyamanan orang lain.”

“kalau begitu aku juga akan melapor, jika Park Hyejin telah mencuri hati seorang pria dan tidak mau bertanggung jawab.” tandas Baekhyun. Ia mendapati Hyejin yang melotot padanya.

Hyejin menghela nafasnya, melanjutkan langkah yang tadi tertunda. Sudahlah, ia tahu tidak ada gunanya terus mengancam pria gila seperti Byun Baekhyun.

“tentang malam itu aku-“

“lupakan saja.” Serobot Hyejin memotong ucapan Baekhyun. Kini pemuda di sampingnya justru menunjukan smirk.

“memang apa yang harus kulupakan, huh?”

Hyejin mengerjap dan langsung  salah tingkah. Ia menggerutu dalam hatinya. Akan sangat malu  jika ia mengungkapkan tentang ‘ciuman’ itu.

“semuanya.”ketusnya lagi. Hyejin rasanya ingin menghilang. Berjalan beriringan dengan pria itu membuatnya risih. Melihat banyaknya mata yang menatapnya dengan berbagai asumsi. Ia akan jujur, pesona Baekhyun memanglah luar biasa.

“bolehkah aku meminta sesuatu?.” Baekhyun bertanya setelah beberapa detik saling diam.

“tidak.”

“aku ingin kita berteman. Seperti halnya kau dan Kim Jong In.”

“aku bilang tidak!”

Hyejin semakin mempercepat jalannya. Gadis itu tidak memperdulikan Baekhyun yang terus bicara di sampingnya. Kakinya terus melangkah bahkan sampai tidak sadar jika dirinya akan menyebrang jalan. Hyejin tidak menyadari ada sebuah motor  yang melaju kencang dari arah kanan.

Teriakan mengalihkan fokusnya. Dan…

Brakkkk

.

.

.

.

Chanyeol langsung ke rumahsakit setelah mendapat kabar mengejutkan.Pria itu mondar-mandir di depan sebuah ruang rawat. Ia sedang menghawatirkan seseorang yang ada di dalam sana. Sedangkan kekasihnya sedang duduk menenangkan Hyejin.

Setelah insiden kecelakaan tadi semuanya menjadi panik. Hyejin tidak bisa menyembunyikan ketakutannya sampai ia sempat menangis. Hyejin barusaja menceritakan apa yang terjadi dan Chanyeol sedikit menyesal karena selama di tempat festival meninggalkan sepupunya itu.

Pintu ruang rawat terbuka, memunculkan sosok pria ber jas putih.

“dokter, bagaimana keadaan teman kami. ?” tanya Chanyeol dengan penuh cemas. Hyejin berdiri dan berharap cemas juga.

“tenanglah anak muda. Temanmu 100% sadar. Dia mengalami patah tulang ringan dan beberapa lecet pada tubuhnya.”

Chanyeol memejamkan matanya karena lega. Untunglah Baekhyun tidak terluka parah. Ia fikir Baekhyun akan sekarat karena kecelakaan tadi.

“ah nde . Terimakasih dokter.”

Chanyeol membungkuk sopan hingga dokter berlalu. Ia langsung masuk ruang rawat untuk melihat sendiri bagaimana kondisi temannya. Chanri juga hendak masuk tapi malah mendapati Hyejin hanya terdiam.

“ada apa?”

“eum? Ah tidak. A-aku hanya…” Hyejin menggigit bibirnya. Tak tau apa lagi yang ingin diucapkannya. Kejadian saat Baekhyun menolongnya tadi sudah cukup membuatnya syok. Ia melihat sendiri Baekhyun yang terbaring kesakitan karena terserempet motor. Jika saja Baekhyun tidak mendorongnya, mungkin ia yang terluka saat ini. Perasaannya tiba-tiba menjadi lain. Ia bimbang, haruskan ia menemui Baekhyun atau pergi dari tempat itu.

“tak apa. Ayo masuk”

“E-eonni.”

Chanri  menarik tangan Hyejin dan membawanya masuk ke ruang rawat Baekhyun.

Di dalam, Baekhyun sedang merintih kesakitan karena Chanyeol menyentuh bagian yang terluka. Perhatiannya langsung teralih saat dua gadis mendekat padanya.

“Hyejin-ah. Kau baik-baik saja?” tanya Baekhyun langsung. Sorot matanya menggambarkan kekhawatiran. Sedangkan yang ditanya hanya  menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

Baekhyun turun dari ranjangnya dan sontak saja Hyejin terkejut. Pria itu mendekat membuat Hyejin mundur.

Chanyeol maupun Chanri hanya menjadi penonton. Baekhyun sepertinya akan mulai lagi.

“Kau!. Sudah kubilang berhenti menyakiti dirimu sendiri.Kau sangat ceroboh sampai hampir saja celaka.” Ujar Baekhyun dengan nada cukup tinggi. Hyejin masih menutup rapat mulutnya.Ia mengakui memang dririnya lah yang salah.

“Yak! Baek! jangan meneriakinya!” Chanyeol hendak menengahi karena takut Hyejin menangis, namun Chanri malah menyeretnya keluar.

“Ya. Mau kemana eoh?” tanya Chanyeol dengan wajah ambigu. Chanri sangat ingin memukul kepala kekasihnya itu. Chanyeol memang tidak lebih pandai darinya. Sangat tidak peka.

“biarkan Baekhyun bicara. Ini kesempatan langka. Sangat jarang kan mereka hanya berdua? Apalagi dalam situasi seperti itu.”

Chanyeol berfikir sejenak. Benar juga apa kata kekasihnya. Pria tinggi itu menunjukan cengiran, ya sepertinya lebih baik jika membiarkan Baekhyun hanya berdua dengan Hyejin. Toh ada niatan juga dalam hatinya untuk menyatukan dua orang itu.

Di dalam Hyejin masih saja diam walau Baekhyun terus mengomelinya. Pria itu masih saja menghawatirkan keselamatannya padahal Baekhyun sendiri terluka.

“ bagaimana jika aku tidak mendorongmu? Kau pasti sudah terluka parah.” Ujar Baekhyun masih dengan nada tingginya. Entah harus bagaimana lagi ia menggambarkan rasa khawatirnya. Ia bukanlah kekasih Hyejin. Baekhyun hanya seseorang yang dianggap gila oleh gadis dihadapannya itu.

“Hyejin-ha kau… membuatku takut.” lanjutnya. Hyejin mengangkat wajahnya untuk menatap mata Baekhyun. Gadis itu menemukan titik kekhawatiran dan itu mengingatkannya pada seseorang.

“maaf.” Ucap Hyejin.  Sial, sekarang ia merasa berhutang budi pada Baekhyun hanya karena sebuah insiden.

Nada bicara Hyejin cukup lirih sampai Baekhyun tidak begitu yakin saat mendengarnya.

“apa?”

“seeshh, aku bilang maaf. Maaf karena aku kau jadi terluka.” Ucapnya sangat cepat. Malah terdengar seperti gumaman. Dan lihatlah, Baekhyun isa menangkap rona pink di pipi Hyejin.

Baekhyun menahan senyumnya. Sungguh, ini pertamakalinya ia mendengar kata maaf dari Hyejin untuk dirinya. Tiba-tiba secuil ide bermekaran di otaknya.

“eum, tanganku sangat sakit. Bahkan tidak bisa di gerakan. Ini memang kesalahanmu.” Keluh Baekhyun sembari menujukan raut kesakitan.

“maaf.” Ucap Hyejin lagi. Baekhyun semakin melebarkan senyumnya.

“hanya itu? kau tidak merasa bersalah?.”

“ckk. Aku sudah minta maaf dan itu sama saja dengan perasaan bersalah pabboya! Aishh.”

“benarkah? “

“terserah. Yang penting aku sudah minta maaf. Memangnya siapa yang menyuruhmu untuk menolongku?. Minggir!”

Hyejin mendorong tubuh Baekhyun namun pria itu malah berteriak . Hyejin menutup mulutnya karena salah menyentuh tangan Baekhyun yang terluka.

“o-oh m-maaf aku-.”

“akhh ini sangat sakit. Kau jahat sekali.”

Hyejin bingung, tanpa sengaja ia melakukan kesalahan. Baekhyun mundur dan membaringkan diri di ranjang. Ia terus merintih.

“gwenchanayo?” tanyanya. Hyejin takut luka di tangan Baekhyun bertambah parah karena ia mendorongnya cukup kasar. Baekhyun yang tadinya kesakitan kini malah tersenyum saat melihat kepanikan Hyejin.

“kau khawatir padaku? Benarkan?”

Pria dihadapannya semakin melebarkan senyumnya setelah mengatakan itu. Hyejin menjauhkan wajahnya.

“YAKK!”kesal Hyejin. Gadis itu menahan diri untuk tidak memukul Baekhyun. Tanpa bicara lagi ia berbalik pergi. Chanyeol dan Chanri langsung menjauhkan telinganya dari pintu saat suara langkah kaki semakin jelas. Kedua pasangan itu tidak mau ketahuan sedang menguping. Setelah keluar, Hyejin langsung pamit pulang. Chanyeol menawarkan diri untuk mengantar, namun Hyejin memilih pulang menggunakan bus.

“Baekhyun selalu saja membuat Hyejin kesal. Dasar payah, dia tidak tau bagaimana caranya merayu seorang wanita.” ujar Chanri. Ucapannya itu langsung mendapat lirikan dari Chanyeol.

“wahh apa itu berarti aku pandai merayu. Buktinya kau sangat mencintaiku.” bangganya. Chanri berlagak ingin muntah.

“ya, kau memang tukang rayu tuan Park. Aku yakin banyak wanita yang kau goda saat aku tidak ada.”

“mana mungkin?”

“sangat mungkin.”

.

.

.

.

Terjebak di kandang harimau. Sepertinya itulah yang dialami Hyejin. Sungguh sial, sejak hari dimana Baekhyun terluka ia merasa terjerat hutang. Ini sudah dua hari berlalu, dan selama itu ia mendadak menjadi asisten seorang Byun Baekhyun.

Chanyeol sedang ijin tidak masuk kuliah karena sepupunya itu menemani Chanri selama di Busan. Ia di paksa untuk membantu Baekhyun. Chanyeol berpesan agar Hyejin bersama Baekhyun sampai tangan pria itu pulih. Tentu saja awalnya ia menolak keras. Namun, Chanyeol terus membicarakan kebaikan yang Baekhyun lakukan padanya. Ia sangat heran, begitu banyaknya teman yang Baekhyun miliki tapi kenapa harus ia yang disuruh membantu Baekhyun?. Kata Chanyeol itu karena Hyejin berhutang nyawa dan ia dituntut membalas budi. Sial, benar-benar sial.

Untung saja pria gila itu sedang mengikuti kelas, Hyejin bisa bersantai tanpa mendengar suara berisik Baekhyun. Ini baru sehari dan rasanya ia sangat tersiksa terus melihat pria yang sebenarnya sangat dihindari olehnya.

Sekarang Hyejin sedang berada di caffetaria, jam kuliahnya sudah berakhir 1 jam yang lalu. Di sana juga ada Jong In dan gadis bernama Jung Soojung. Mereka bertiga sedang asik mengobrol bersama.

“selamat ya!. Aku masih tidak percaya kalau kalian pacaran.” Ujar Hyejin pada kedua pasangan baru dihadapannya yang resmi pacaran hari ini. Ia baru tahu, apa alasan Jong In jarang terlihat belakangan ini. Ternyata sahabatnya itu sedang melakukan pendekatan dengan gadis secantik Jung Soojung.

“sebenarnya kami saling suka sejak lama. Hanya saja terlalu malu untuk mengungkapkannya. Benarkan Soo-ya?” Jong In bertanya dengan senangnya.  Soojung mengangguk malu dan itu membuat Jong In gemas.

“auhh kalian pasangan yang sangat manis.”

“terimakasih. Hyejin-ssi , aku ingin tahu semua tentang  kkamjong. Banyak yang belum ku ketahui. Maukah kau memberitahuku?” tanya Soojung. Hyejin tertawa kecil melihat dua pasangan baru itu.

“Soo-ya.!”

“aigoo apa itu? bahkan kalian sudah menggunakan panggilan sayang. Ya! Kim Jong In kau hebat juga ternyata.” Hyejin memuji dan menepuk bangga bahu sahabatnya itu cukup keras.

Mereka tertawa bersama. Soojung cukup mengasyikan. Gadis yang sangat populer di kampusnya itu tidak sombong seperti perkiraannya. Baguslah, sekarang Kim Jong In yang malang telah berbahagia.

“Hyejin-ssi. Apa benar kau itu pacarnya Baekhyun sunbae?”

Hyejin langsung tersedak minuman yang diseruputnya setelah mendengar pertanyaan Soojung yang sangat tiba-tiba.

“Apa? haha tentu saja tidak.”

“benarkah? Kelasku heboh membicarakan kalian. Mereka iri karena kau bisa dekat dengan pria populer dan tampan seperti Baekhyun sunbae.”

“ya. Semua itu tidak benar. Aku sama sekali tidak memiliki hubungan dengan pria gila itu. Kau bisa tanya sendiri pada Jong In tentang seberapa bencinya aku dengan Byun Baekhyun itu”

Soojung menyipitkan matanya, terlihat tidak percaya dengan kata-kata Hyejin.

“ya, aku juga dengar Baekhyun sunbae terluka tangannya karena menyelamatkanmu. Wah romantis sekali. Apa itu juga tidak benar?”

“apa? kenapa aku baru tahu?” kaget Jong yang juga tak tahu apa-apa.

Hyejin mendelik. Darimana Soojung tahu tentang itu?. Apa sangking populernya seorang Byun Baekhyun sampai berita sekecil apapun bisa terkuak.

“i-itu hanya ketidak sengajaan.“

“eee… Hyejin-ssi?.”

“mwo? Masih tidak percaya? ya aku berani bersumpah. Aku sudah memiliki kekasih dan dia berada di negara lain saat ini. ” Hyejin masih saja ngotot. Jong In hanya menompang dagunya mengamati dua wanita  itu. semua wanita memang sama saja cerewetnya.

“pokoknya aku tidak pernah berurusan dengan Byun Baekhyun.” jelasnya lagi. Soojung menepuk tangannya namun Hyejin malah menatap galak.Soojung sontak menunjukan cengiran dan menunjuk ke satu arah.

“waahh kalian sedang membicarakan aku ya?” suara berat itu terdengar bagai petir di telinga Hyejin. Ia menoleh dan melongo saat mendapati Baekhyun berdiri dengan senyum lebar.

“kau?” kagetnya. Baekhyun tanpa ijin langsung duduk disamping Hyejin

Sedangkan Soojung maupun Jong In menatap iba  lengan Baekhyun yang diperban dan menggunakan gendongan khusus tangan cedera.

“apa yang kau lakukan disini?”

“aku bosan di kelas. Dan juga karena aku merindukanmu.” Ujar Baekhyun. Hyemi mengeratkan pegangan pada sumpit kayunya. Mungkin setelah itu ia akan membelahnya jadi empat.Mata besarnya melirik Soojung yang menatapnya seperti seorang polisi menginterogasi tersangka.

“ah haha. Jong, ayo kita cari tempat lain.”

Soojung megkondisikan moment jadi ia menarik Jong In pergi dari sana.Dalam hati, Hyejin berteriak meminta tolong pada sahabatnya itu. Rasanya ia ingin menangis karena hanya berdua dengan makhluk menyebalkan seperti Baekhyun. Bisik-bisik mahasiswa yang ada disana terdengar jelas.

“mati saja aku” lirihnya dalam hati.

Baekhyun menjadi lapar setelah melihat menu makan siang Hyejin yang tersugu dihadapannya.  Ia belum sempat sarapan karena di apartement tidak ada yang membantunya.

Tangan kirinya yang tidak terluka berusaha memegang sumpit namun terlihat kesulitan.

Hyemi meliriknya dengan malas.

“ah ini benar-benar merepotkan. Padahal aku sangat lapar.” Ucap Baekhyun sengaja di buat menyedihkan.Lebihnya pria itu sedang mencari perhatian gadis yang duduk tepat disampingnya.

Hyejin memutar kedua bola matanya dan merebut sumpit dari tangan Baekhyun.Pemuda itu tersenyum senang saat Hyejin menyumpitkan makanan. Mulutnya sudah siap terbuka namun yang dilihatnya malah Hyejin menyuapi dirinya sendiri.

“y-ya! aku lapar.!” Ujar Baekhyun dengan penekanan. Ia kira Hyejin akan memberikan makanan itu padanya.

“lalu aku harus apa? menyuapimu? Jangan harap.”

Hyejin memeletkan lidahnya. Ia merasa puas karena Baekhyun terlihat kesal. Baiklah, Baekhyun terima kali ini. Dengan kesempatan yang ia miliki, membuat Hyejin dekat dengannya akan segera dimulainya.

.

.

Baekhyun tersenyum puas saat Hyejin benar-benar membawakan tas miliknya. Pria itu membuat ancaman yang membuat Hyejin kalah. Baekhyun bilang, jika gadis itu tidak menurut perintahnya maka ia akan mengumumkan jika Hyejin sengaja menyakitinya. Baekhyun menakut-nakuti,  jika fansnya tau tangannya terluka karena Hyejin maka gadis itu akan habis di bully.

Ternyata ancamannya itu mempan,  Hyejin takut dan menyanggupi apa yang diperintahkannya. Ini diluar janjinya pada Chanyeol, pria itu terus membuat kebohongan agar bisa berada disisi Hyejin.

“ah iya. Sepertinya semua bahan makanan di kulkasku habis. Tolong bantu aku untuk membelinya. Hyejin-ah.” pinta Baekhyun. Wajahnya sengaja dibuat imut yang malah membuat Hyejin ingin muntah.

“jangan harap. Aku memiliki kesibukan setelah ini.”

“wahh. Kau baru saja berjanji akan menuruti apa yang ku-“

“arraseo, arraseo.! haiss benar-benar menyusahkan.”

Hyejin berjalan mendahului Baekhyun. Di belakang, pria itu tersenyum bahagia.Mereka berjalan menuju halte bus karena Baekhyun tidak membawa mobil. Keadaan tangan kanannya yang cedera membuatnya tidak bisa menyetir.

Selama di bus pun hanya Baekhyun terus bicara ini itu. Hyejin menyumpali telingannya dengan earphone agar suara brisik Baekhyun tidak merasuki gendang telinganya.

.

.

Hyejin sedikit ragu saat hendak memasuki apartement Baekhyun. Dua tangannya sudah pegal memegang barang belanjaan milik pria itu yang baru di belinya.

Baekhyun yang ada dibelakang sebenarnya tidak tega, tapi mau bagaimana lagi. Itulah satu-satunya cara agar Hyejin bersamanya walau hanya sebentar. Baekhyun mendorong punggung Hyejin dan berhasil membuat gadis itu masuk apartement.

“Ya! jangan mendorongku!”

“kau bisa pulang setelah membereskan itu. Aku minta tolong lagi. Ya?”

“ya tuhan.!” Keluhnya. Hyejin menyopot sepatunya dengan kesal. Karena ingin cepat pulang ia langsung menuju dapur. Ia sempat bingung dimana tempatnya karena begitu luasnya apartement milik Baekhyun.

“Chanyeol Oppa.Kau sama saja menyiksaku. Byun baekhyun, apa dia itu benar-benar orang?” gerutunya. Baekhyun berdiri disamping kulkas, memperhatikan Hyejin yang sedang meletakan atau lebih tepatnya melempar belanjaan kedalam lemari es miliknya. Terlihat sekali jika gadis itu tidak tulus membantunya. Mendengar Hyejin mengumpat membuat perutnya geli.

Hyejin menutup pintu lemari es, dan ia langsung berhadapan dengan wajah Baekhyun. Gadis itu sempat tersentak.

‘bikin kaget saja’ ujarnya dalam hati. Hyejin bergeser namun Baekhyun mengikuti, terus seperti itu hingga beberapa kali. Ia langsung menatap baekhyun dengan tatapan tanya.

“Oh Sehun.”  Ujar Baekhyun tiba-tiba. Hyejin menahan suaranya, gadis itu menunggu apa yang akan Baekhyun katakan, bahkan ia terbilang sedang penasaran. Dadanya berdebar sangat kencang, Baekhyun semakin mendekatkan wajahnya.

Rasanya Baekhyun sangat ingin mengatakan kenyataan tentang Oh Sehun yang belum lama diketahuinya. Mulutnya terlalu gatal untuk menahannya. Tapi sekali melihat wajah Hyejin membuatnya tidak tega.

“Oh Sehun, emm… apa dia lebih tampan dariku?”ucapnya pada akhirnya. Hyejin berdecak karena pertanyaan Baekhyun dikiranya sesuatu yang serius.

“ya, dia lebih tampan darimu.” Jawab Hyejin dengan nada mengejek.

“benarkah. Bagaimana jika nantinya aku lebih tampan darinya? kau akan menyukaiku.?”

“aku mencintai seseorang bukan karena fisik. Aku mencintai seseorang karena hati.”

Baekhyun melunturkan senyumnya. Ia merubah tatapannya menjadi serius.karena hati? Bukankah Baekhyun juga seperti itu. Baekhyun menyukai Hyejin tulus tanpa syarat apapun.

“jika aku mati, apa kau akan menangis? ”

Hyejin terdiam, Baekhyun tiba-tiba menjadi lain karena mengatakan itu. Tidak pernah ia melihat sorot mata Baekhyun yang seperti sekarang.

“tidak.”

Baekhyun menjauhkan wajahnya. Tangan bebasnya mengacak rambut Hyejin. Ia memberi senyum seperti biasanya, Hyejin terlihat sangat serius menanggapi pertanyaanya tadi.

“pulanglah. Ini sudah sore dan aku tak mau kau telat sampai di rumah. Cuaca malam sangat dingin. Jangan sampai kau sakit lagi. Eum?” ujar Baekhyun.

Hyejin langsung pergi tanpa mengatakan apapun bahkan  tidak menoleh sama sekali. Padahal Baekhyun berharap, Hyejin mengucapkan satu kata.

“bodoh, selama ini aku bersaing dengan orang yang tidak akan pernah kembali.“ lirihnya.

Hyejin benar-benar sudah pergi. Baekhyun membaringkan dirinya di sofa. Kepalanya rasanya ingin pecah hanya mengurusi soal percintaannya.

“Oh Sehun! Mengapa Hyejin begitu mencintaimu?. Sial!”

.

.

Hyejin yang saat ini berada di dalam bus sedang mengamati ponselnya. Ia barusaja mengirim Sehun sebuah pesan. Rasa rindunya sudah di puncak. Mendengar Baekhyun mengungkit tentang Sehun membuat hatinya gundah.  Hyejin sampai ingin menangis. Belum ada balasan, sepertinya ia akan menjatuhkan airmatanya.

Jujur, Hyejin sangat cemas. Semua yang di takutkan terus saja menghantuinya.

Sekarang Sehun seperti mengabaikannya. Atau mungkin Sehun mulai malas menjalani hubungan jauh? Fikiran buruk itu mulai menyinggahi fikirannya.

Lebih parahnya lagi, Hyejin takut jika Sehun memiliki wanita lain disana.

“kau tidak akan melakukan itu kan? Sehun-ah?”

Sesakit apapun, Hyejin harus tetap menjaga kepercayaannya. Ia yakin suatu hari nanti Sehun kembali.

.

.

TBC

mana Sehun? mana Sehun? haduhh kaga dongol yak?

mungkin chapter 7 ^^ .

author pusing mikir ni cerita. Lagi US juga , lagi down -_-.

maapin yak kalo ngebosenin. Ngetik moodnya kadang kurang bagus^^

banyak typo juga. Author sering ketuker nama Hyejin/Hyemi. Soalnya lagi nyelesaikan 2 ff jadi ya eror he he…

Terimakasih sebelumnya yang sudah mampir baca dan ninggalin jejak.

gak bisa bales satu-persatu komentar kalian.

ok see you next chapter aja dehhh.

Iklan

27 thoughts on “[Author Tetap]-Finally, I Got You (6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s