[Author Tetap]-Finally, I Got You (7)

cover finally i got you post

ByunPelvis

Main Cast : Byun Baekhyun,Park Hyejin (OC/You)

Other Cast : Oh Sehun,Park Chanyeol,Kim Chanri (Oc),Kim Jong In and Seulgi(Cameo).

Genre : Romance,Angst,Friendship.

Leght : Chapter

Rating :General

Disclaimer : This story is mine. No Copy no paste. Sory for typo.

(1)    (2)     (3) 

(4)     (5)     (6)

Don’t be a silent reader. ^^

♥♥♥♥♥♥♥♥

Baekhyun terbangun tengah malam. Pemuda itu terlihat gelisah setelah membuka netranya. Nafasnya naik turun seolah baru berlari jarak jauh. Jemarinya meraih ponsel yang terletak di atas meja dan dengan gemetar menghubungi seseorang.

Hanya ada suara sambungan telephone. Orang disebrang sana tidak menjawabnya.

“andwe. Jebal, Hyejin-ah.Aku mohon!” Baekhyun terus berharap Hyejin mengangkat panggilannya.

Beberapa kali terus dicobanya tapi tak juga diangkat, sampai ia tak sanggup menahan rasa frustasinya. Baekhyun  menjambak rambutnya sendiri.

Baekhyun selalu seperti itu, Ia sangat sering terbangun saat tengah malam. Dan entah apa penyebabnya, pria itu selalu merasa tertekan hingga rasanya ingin menangis.Baekhyun sempat cek up dan kata dokter kondisi fisiknya sangat baik. Hal seperti sekarang ini sudah dialaminya sejak beberapa tahun lalu. Baekhyun sendiri masih bertanya-tanya apa penyebab utamanya. Tapi yang pasti itu menyangkut psikologisnya.

“Hyejin!. Park Hyejin!.” Lirihnya. Baekhyun masih meringkuk sembari memeluk kedua kakinya. Ia sangat butuh penenang untuk meredakan ketegangannya. Mungkin jika orang lain melihat itu, ia pasti dikira pecandu obat terlarang.

Sebenarnya inilah alasan Baekhyun selalu menelfon Hyejin saat tengah malam. Baekhyun merasa tenang jika mendengar suara gadis itu. Benar, Hyejin memanglah obat penenang untuknya. Ia tidak butuh yang lain.

Baekhyun merebahkan dirinya dilantai, rasanya ia tidak sanggup untuk berpindah. Pria itu masih berada di ruang tengah karena tadi sempat ketiduran di sofa. Baekhyun memejamkan matanya seiring dengan air yang mengalir dari sudut matanya..

Batinnya tertekan, Baekhyun berada dalam puncak kesedihannya saat ini. Kenapa harus Park Hyejin yang dibutuhkannya?. Mengapa harus orang yang membenci dirinya?.

.

.

.

Matahari menyapa dunia dengan keceriaannya, burung-burung pun mulai beterbangan meninggalkan sangkarnya. Semua memulai aktivitasnya dengan semangat. Seperti halnya  gadis ini.Seperti biasa, Hyejin akan menyiram tanaman kesayangannya sebelum ia bersiap menuju kampus.

Drttttttttt drttttttt

Benda pipih yang berada di saku piyama tidurnya bergetar. Hyejin memutar bola matanya sebelum membuka isi pesan itu. Mulutnya mengucapkan sumpah serapah karena si pengganggu sudah beraksi sepagi ini.

“MWO? Aishh pria gila itu!” hebohnya setelah membaca larik pesan.

Hyejin langsung meninggalkan balkon.Kakinya melangkah untuk keluar dari kamarnya.Hyejin tak akan menghampiri jika orang itu tidak mengancam.

Ia membuka pintu dan menemukan Byun Baekhyun berdiri tegak dengan kondisi tangan masih sama. Sorot matanya tetap saja, tidak bersahabat saat bertatap muka. Baekhyun masih membisu menatap Hyejin.

Greppp

Sebelah tangan Baekhyun merengkuh tubuh Hyejin secara tiba-tiba. Sontak saja Hyejin melotot, Ia berusaha mendorong pria itu.

“a-apa yang kau lakukan? Ya! lepas!”

“biarkan seperti ini. Sebentar saja! aku mohon” nada sedih Baekhyun membuat Hyejin tak bergeming. Perasaan aneh menyelusup di hatinya.

Baekhyun melepas pelukan itu setelah beberapa detik. Sekarang ia merasa tenang karena sudah melihat obatnya.

“jangan sembarangan memelukku. Kau sangat lancang Baekhyun-ssi.” marah Hyejin. Baekhyun memajukan wajahnya. Menatapi Hyejin dengan detailnya.

“lalu apakah aku harus meminta ijin dulu?”

“tidak! kau tidak boleh melakukan skinsip dengan kekasih orang. Apa kau tak punya malu?”

Hati Baekhyun seperti tersayat mendengar perkataan itu. Walau berat, ia akan tetap mencoba menguatkan hatinya yang tengah rapuh.

“apa menu sarapan pagimu?” tanya pria itu seraya mengganti topik pembicaraan. Baekhyun menyelinguk kedalam apartement Hyejin, bahkan kakinya mulai melangkah melewati gadis itu.

“ya! ya!”

Baekhyun masuk apartement Hyejin tanpa ragu. Si pemilik tempat merentangkan tangannya untuk mencegah Baekhyun semakin dalam memasuki apartementnya.

“jangan sembarangan masuk rumah orang. Astaga kau memang kurang etika.” Hyejin menilai perilaku Baekhyun lagi. Tapi hal itu dianggap angin lalu bagi Baekhyun . Ia dengan santainya duduk di sofa.

“kita bukan orang asing kan? lagipula Chanyeol mengijinkan aku untuk kemari.” Tuturnya.

“ini apartementku. Mengapa kau meminta ijin pada Chanyeol Oppa. Tidak singkron sekali.”

“sudah. Bersiap sana.”

“ya kau!”

Baekhyun membaringkan tubuhnya seolah di rumahnya sendiri. Hyejin rasanya ingin menyeret pria itu keluar namun mengingat tentangkebaikan Baekhyun membuatnya sedikit tidak tega.

“diam disitu sampai aku selesai.! “ ucapnya terdengar mengancam. Baekhyun tersenyum senang karena Hyejin tidak benar-benar mengusirnya.

“eumm. Baiklah.”

Baekhyun mengamati ruang tengah. Hyejin pasti tipikal gadis rajin karena tataan benda-benda di ruangan itu sangat rapi. Bahkan Baekhyun hampir tak menemukan debu.

‘Dia memang  istri idaman’ ujarnya dalam hati. Baekhyun berkeliling, matanya menangkap satu bingkai foto berisikan gambar seorang pria. Baekhyun menyipitkan matanya untuk melihat detail wajah yang ada di foto itu

“ah, jadi ini Oh Sehun itu?”

Pria itu meletakan foto di tempat semula. Disamping foto tadi masih ada foto lainnya. Kali ini Baekhyun merasakan percikan api dalam hatinya saat melihat gambar Hyejin juga Oh Sehun saling berpelukan. Senyum keduanya mampu menghunus hatinya di titik paling dalam.

Senyum indah itu, tak pernah Hyejin berikan untuknya. Dihadapannya, Hyejin selalu terlihat tidak nyaman. Baekhyun sudah cukup bersabar selama lebih dari satu tahun ini.

Tunggu sebentar lagi, Baekhyun pasti akan menggantikan posisi Oh Sehun.

.

.

.

Setelah selesai bersiap juga mengisi perut dengan sendwict Hyejin langsung pergi. Kedua orang itu berada di dalam bus. Baekhyun sangat berisik dan mengintilinya sama persis seperti itik.

Tempat duduk di dalam bus itu telah dipenuhi penumpang. Dan terpaksa sekali keduanya harus berdiri. Baekhyun melirik tidak suka pada tiga pelajar SHS yang menatapi Hyejin dengan pandangan kagum. Tubuhnya semakin didekatkan hingga seperti memeluk gadis itu. Hyejin mendongak dan jarak wajahnya sangat dekat dengan Baekhyun.

Mereka saling tatap untuk beberapa detik, hingga sama-sama tersadar saat tubuh keduanya saling menempel lantaran penumpang lain  berdesak-desakan.

Hyejin memalingkan wajah saat jaraknya hidungnya dengan Baekhyun hanya beberapa inci. Melihat ke samping, bola matanya langsung melebar.

Gila, di dalam bus yang cukup ramai itu sempat-sempatnya ada pasangan yang sedang berciuman panas. Melihat ekspresi Hyejin membuat Baekhyun ikut menoleh. Pria itu sontak menarik dagu Hyejin dengan tangan bebasnya.

Yang dilihat Hyejin wajah Baekhyun lagi. Ia tahu, niat Baekhyun hanya untuk membuatnya menghindari pemandangan memalukan itu.

“jangan memperhatikan mereka atau kau akan tergiur.”

“a-apa? mana mungkin.”

Baekhyun tersenyum nakal. Wajah Hyejin tiba-tiba merona, membuatnya gemas ingin sekali mencubit pipi gadis kesayangannya.

Hyejin mengumpat dalam hati. Ia berharap bus ini cepat sampai di tempat pemberhentiannya.

Setelah cukup lama, akhirnya kendaraan itu hendak mencapai halte dekat universitas. Hyejin mengulurkan tangannya untuk menekan bel tanda berhenti. Namu belum sempat mencapai  benda itu, Baekhyun menghalangi.

Sebenarnya tanpa menekan bel itu bus juga akan berhenti di setiap halte. Hyejin hendak turun namun lagi-lagi Baekhyun mencegahnya.

“ah Waeyo? Ya! kita harus turun di halte ini.” ujarnya yang malah mendapat kekehan dari  Bekhyun.

“kita bolos jam kuliah saja.”

“Mwo? Kau gila?”

.

.

.

Di sana lah sekarang Hyejin dan juga Baekhyun berada. Mereka berada di Namsan.Hyejin menatap kesal Baekhyun yang sedang asik melihat pemandangan kota Seoul dari kereta gantung yang sedang mereka tumpangi. Entah apa niat pemuda itu sebenarnya. Tadi Hyejin sudah terus mengomel, malah  menolak untuk mengikuti Baekhyun. Pria itu menariknya kesana kemari , lebih tepatnya memaksanya. Jadilah jam kuliahnya yang paling berharga terlewatkan begitu saja.

Hyejin tidak mau bicara ataupun mendengarkan perkataan Baekhyun. Matanya hanya fokus pada keindahan kota.

Baekhyun mengalihkan wajahnya untuk menatap Hyejin yang terlihat badmood. Pemuda itu tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya.

Hyejin tersentak saat sesuatu menyelusup kelubang telinganya. Suara musik langsung menyeruak ke pendengarannya. Ia menatap Baekhyun yang tersenyum senang memasangkan earphone ke dua telinganya.

“aku tau kau bosan. Dengarkan dengan baik. itu adalah lagu yang ku buat bersama Chanyeol.”

Hyejin hanya mengerjap. Benarkah suara yang mengalun merdu itu adalah milik pria dihadapannya. Heol, ia hampir saja mengatakan ‘suka’.

Baekhyun meletakan mp3 player ke talapak tangan Hyejin.

“kau puas telah mencuri jam kuliahku? Bagaimana jika prestasiku menjadi buruk?”

“jangan terlalu serius. Apa kau tidak bosan 3 kali seminggu bertemu dosen killer?. Kau itu terlalu rajin Hyejin-ah.”

“aku membayar kuliah untuk itu.!”

“aku tidak peduli.” Bisik Baekhyun. Pria itu menarik Hyejin keluar dari kereta gantung setelah berhenti. Ada tujuan mengapa Baekhyun mengajak Hyejin ke Namsan towr. Itu karena kata Chanyeol tempat itu masuk dalam list kesukaan Hyejin. Ia masih sangat ingat malam dimana dirinya menemukan Hyejin hujan-hujanan karena menunggu seseorang yang tidak pasti. Malam itu sangat menegangkan dan ia akan membuat kali ini berbeda.

“kau mau ice cream?” tanya baekhyun bermaksud menawari. Hyejin melirik dengan sinisnya.

“cihh aku bukan anak tk.” Tolak Hyejin. Sesungguhnya gadis itu sangat menyukai sesuatu yang manis seperti ice cream. Namun saat bersama Baekhyun ia mendadak menyembunyikan kesukaannya.

“benar tidak mau? Atau kau-“

“tidak,tidak,tidak. Jangan bertanya terus!”

Baekhyun mengatupkan bibirnya karena Hyejin menyerobot kata-katanya. Ia melanjutkan langkahnya namun tanpa sengaja benubruk seseorang.

Hyejin terkejut karena yang ditabraknya adalah seorang gadis kecil. Anak itu tersungkur dan setelahnya menangis cukup keras. Melihat itu Baekhyun langsung membantu membangunkannya. Pria itu berjongkok untuk melihat kondisi bocah kecil dihadapannya.

Tidak ada yang terluka, mungkin anak itu menangis karena terkejut.

“aigo, lihatlah wajah cantik ini!.” Ucap Baekhyun yeng terlihat sangat lembut.

“hei, berhenti menangis heum?. Maafkan eonni ini karena menabrakmu.” Baekhyun memeluknya. Hyejin diam memperhatikan bukannya meminta maaf. Gadis kecil itu langsung tersenyum saat Baekhyun mencium pipinya. Hyejin mengerjap, pemandangan macam apa itu?. Apa benar pria dihadapannya adalah Byun Baekhyun?.

“Oppa. tanganmu?” anak kecil itu menunjuk tangan kanan Baekhyun yang dililit kasa. Baekhyun membuat ekspresi kesakitan.

“Ini luka yang disebabkan oleh eonni itu.”

“eonni. Kau harus minta maaf. Kau sangat buruk karena melukai oppa tampan.”  Ucap gadis berumur sekitar 5 tahun itu. Belum sempat Hyejin membuka bibirnya namun anak itu sudah berlari pergi. Baekhyun melambai dan terkekeh.

Hyejin yang kesal langsung berlalu. Tak tahu mengapa melihat anak kecil tadi menghakiminya membuatnya jengkel.

“luka karena aku? cihh.” Ujarnya sangat lirih. Langkah kakinya langsung terhenti saat sampai di tempat paling favorit Sehun. Hyejin melihat ribuan gembok terkait di pagar besi. Hyejin mencari satu tempat dimana ia pernah memasang gembok cinta bersama Sehun. Matanya teliti melihat setiap nama.

“ah ini dia.” Pekiknya dengan senyum mengembang. Gembok merah muda itu sudah cukup kusam. Itu karena usianya sudah dua tahun. Ya, Sehun memasangnya dua tahun yang lalu bersama dirinya.

Seperti biasa, Hyejin memotretnya lalu mengirim ke nomor Sehun. Ia mengetik caption kapan Sehun bisa pulang dan ke Namsan bersamanya lagi.

‘ckriikk’

Suara camera membuatnya menoleh.

“cantik sekali.”

Baekhyun memeletkan lidah saat Hyejin meliriknya. Kali ini gadis itu tak mau ribut. Biarkan saja Baekhyun melakukan apa yang diinginkan.

Dengan tiba-tiba Baekhyun memasang gembok yang serupa. Hyejin mendesisi Yang membuatnya  kesal adalah karena Baekhyun memasangkannya diatas gembok Sehun. Apalagi disana tertulis namanya dan nama Baekhyun.

Kali ini ia tak bisa diam. Hyejin berusaha merebut kunci gembok di tangan kiri Baekhyun. Tahu akan apa yang Hyejin lakukan kini Baekhyun berlari menuju kotak kunci. Dengan cepat ia memasukannya.

Beres, sekarang Hyejin tak bisa membuka gemboknya.

“terlihat lebih bagus bukan?”

“bagaimana caramu menulis itu? bukankah tanganmu sakit.”

“eum itu aku meminta tolong pada paman penjual.”

Hyejin memutar bola matanya. Tersersah saja, toh yang namanya Hyejin bukan hanya dirinya saja.

“aku mau pulang.” Pamit Hyejin. Baekhyun mencegah dengan menahan lengan Hyejin.

“pulang nanti saja. aku masih ingin menghabiskan hari bersamamu. Ne?”

“ckk jangan harap. Aku-“

“KYAAA! Benar kan kau itu Baekhyun Oppa?” tiba-tiba saja seorang gadis manis berteriak disampingnya. Hyejin tubuhnya tergeser lantaran didorong. Baekhyun terkejut saat tiba-tiba seseorang memeluknya sangat erat.

“Kau?”

“aku merindukanmu! Sangat merindukanmu.”

Cup

Hyejin kali ini membulatkan matanya saat gadis tadi mencium pipi Baekhyun. Pertanyaan kecil beterbangan diotaknya.

Baekhyun melepas pelukan itu dan langsung melihat siapa yang lancang memeluknya.

“oh, Kang Seulgi?” kali ini Baekhyun berucap girang. Hyejin mengamati dua orang dihadapannya saling sapa rindu.

“ya , kemana saja kau? Mengapa muncul tiba-tiba?.” Tanya Baekhyun diiringi dengan pukulan kecil yang sukses mendarat di puncak kepala gadis bernama Seulgi itu.

“Baekhyun Oppa, siapa gadis cantik ini? ya! kau selingkuh?”

Hyejin memandang gadis yang sedang heboh itu penuh tanya. ‘Kehilatannya mereka begitu dekat dan apa katanya tadi? selingkuh? Ya ampun, jangan-jangan gadis itu kekasih Byun Baekhyun.’ ucapnya dalam hati. Ia berbalik dan langsung pergi. Walau sebenarnya penasaran ia mencoba untuk tidak ingin tahu. Hyejin hanya waspada saja, siapa tahu ia nanti di hajar habis karena dikira selingkuhan Baekhyun.

.

.

.

Chanri dan Chanyeol dalam perjalanan pulang menuju Seoul. Saat asyik mengobrol ponsel Chanyeol bergetar. Chanyeol menyuruh kekasihnya untuk membaca pesan karena dirinya fokus pada kemudi.

“pesan dari hyejin.” Ujar Chanri.

“pasti pesan untuk Sehun.” timpal Chanyeol .

Chanri melihat isi pesan dan setelahnya terlihat sedih. Hyejin mengirim pesan gambar.

“lagi-lagi dia ke Namsan.”

“apa?”

Chanri menunjukan pada Chanyeol gambar gembok yang dikirimkan oleh Hyejin untuk Sehun.

“balas saja pesan itu.” perintah Chanyeol. Kekasihnya langsung melirik tidak suka.

“Biarkan saja. jangan di balas.”

“Chagi-ya.!”

“wae? kau mau membohonginya. Cukup Yeol-ah. Jangan mengirim atau membalas pesan sebagai Oh Sehun. Kau itu Chanyeol, sepupu Hyemi. Tidak seharusnya kau-“

Chanyeol menepikan mobilnya dan langsung merebut ponsel miliknya dari tangan Chanri.

“ya!”

“biar aku saja yang membalasnya.” Chanyeol mengetikan sesuatu namun Chanri memukul kepalanya.

“aku bilang jangan.”

“aku hanya ingin Hyejin senang karena mendapat balasan.”

“saudara macam apa kau tega membohongi sepupu sendiri? Kau  berpura-pura menjadi oh Sehun untuk membuat Hyejin senang. Kau bangga sudah menipunya?” tanya Hyejin.  Sebenarnya ia tak ingin marah namun Chanyeol membuatnya melepas emosi.

“sudah kukatakan, aku hanya ingin Hyejin senang. Dia terlihat sedih karena tidak mendapat kabar dari kekasihnya. Aku hanya-, hanya ingin melihatnya bahagia.”

Keduanya sama-sama berbicara keras. Sungguh, Chanri tak tahu dengan pemikiran kekasihnya. Chanyeol memejamkan matanya sejenak, kemuadian ia menatap kekasihnya dengan pandangan lembut. Mencoba menahan hatinya yang mulai berapi.

“Park Chanyeol kau..”

“aku tidak mau kita bertengkar hanya karena ini.”

Chanyeol menjalankan lagi mobilnya. Suasana dalam mobil yang tadinya penuh canda kini hening. Chanri sedang memikirkan betapa malangnya Hyejin. Sepupu Chanyeol itu sudah seperti adiknya sendiri dan ia menyayanginya. Chanri hanya tidak mau nantinya semua kebohongan yang kekasihnya lakukan akan berdampak buruk.Apalagi kebohongan yang chanyeol lakukan itu menyangkut perasaan seseorang.

.

.

.

Hyejin berjalan sendiri menelusuri jalanan Seoul. Ia merasa waktunya hari ini terbuang sia-sia. Akan lebih baik jika sekarang ia ke perpustakaan kota. Ia mengirim pesan pada Jong In untuk menyusul. Hyejin baru sadar, telinganya masih tersumpal earphone milik Bakhyun. Gadis itu melepasnya dan melihat daftar musik pada mp3 player biru itu. Kebanyakan lagu disana terdengar asing. Sudahlah, lebih baik ia menyimpannya.

Karena tak fokus, ia menjadi tidak memperhatikan jalan. Hyejin telah jauh melewati gang yang seharusnya dilewati untuk menuju perpustakaan. Ia berbalik, mencari jalan tersingkat yang akan membawanya ke tempat  tujuannya.

Ia terus melangkah, dua meter di hadapannya ada segerombolan  gengster sedang menggoda wanita sexy. Oh tidak, bahkan orang-orang itu sedang bercumbu. Hyejin melongo saat melihat si wanita sexy itu hanya memakai bra.Hyejin meneguk ludahnya karena merasa takut. Bahaya, jika kehadirannya disadari mungkin ia akan habis. Hyejin berbalik namun kakinya menendang kardus bekas.

Brakk

“ow ow… berhenti di sana!”

Langkah Hyejin terpaksa di hentikan.

“sial.” Lirihnya. Hyejin menoleh ke belakang, segerombolan gengster itu berjalan ke arahnya. Serasa masih ada kesempatan untuk kabur ia melakukannya. Hyejin mulai mengambil langkah cepat dan lari.

Duakk

“akhh”

Tiba-tiba kakinya terasa terhantam sesuatu. Hyejin tersungkur dan melihat tongkat di hadapannya. Kakinya terasa sakit karena di hantam benda itu. Ternyata tadi gengster itu melempar kakinya dengan tongkat base ball.

“lihatlah gadis cantik ini.” ujar salah satu anggota gengster dengan muka sangar. Hyejin mundur dengan posisi duduknya. Ponselnya berdering dan dengan tangan gemetar ia merogoh ponselnya. Hyejin menggeser icon terima, namun sebelum berbicara tiba-tiba tangannya di tendang hingga ponselnya terpental.

“senang sudah menonton kami?” tanyanya dengan nada menyebalkan.

“jangan mendekat!” gertak Hyejin dengan nada takutnya.

Ucapan Hyejin  malah membuat lima orang di hadapannya tertawa. Hyejin berusaha mengambil ponselnya tapi lagi-lagi terhalang oleh orang-orang itu.

“apa kau mau bergabung? Kebetulan kami kekurangan seseorang untuk bermain.?”

“tidak sudi.  A-aku mohon pergilah!”

“uuu tidak semudah itu.Kau sudah memasuki khawasan kami. Itu tidak gratis.”

Jantung Hyejin berdebar sangat kencang karena takut. Walau kakinya sangat sakit ia mencoba berdiri.

“ambil saja uangku. Tapi biarkan aku pergi.” Pintanya. Kini tangannya malah di cekal oleh dua orang. Hyejin berteriak untuk meminta bantuan. Ia di dorong kasar ke tembok dan jaketnya dilepas paksa.

“wuu kau sexy juga. Ayo kita bermain.”

“tidaaak. Lepaskan aku-“

“Ya! ya! ya! apa yang sedang kalian lakukan huh?”

Semua menoleh saat suara lain menggema di gang kecil itu. Hyejin yang wajahnya sudah mulai memerah karena menahan menangis merasa lega. Di sana ada Baekhyun yang dengan santainya bersandar di tiang listrik.

Satu orang yang sepertinya boss gengster itu membuang permen karet dan berjalan menghampiri Baekhyun.

“wae? kau juga mau bergabung dengan kami?”

“dasar brengsek. Dia gadisku! Waah kau membuatku sangat marah.”

Baekhyun berjalan mendekat dan langsung menendang kaki gengster itu. Apa yang Baekhyun lakukan membuat semua gengster itu marah. Mereka maju untuk menghajar Baekhyun.

Hyejin terpaku di tempat melihat Baekhyun menghajar gengster itu dengan kaki dan satu tangan. Namun gadis itu berteriak saat melihat satu orang akan memukul kepala Baekhyun dengan tongkat base ball tadi.

Tapi tak terduga, Baekyun bisa menangkis dengan tangannya.

Hyejin sempat cemas karena tangan yang di gunakan Baekhyun adalah sebelah kanan. Tentu saja itu tangan yang cedera.

“Hyejin-ah ayo lari.”

Baekhyun menarik tangannya, keduanya lari meninggalkan tempat itu. Hyejin melihat ke belakang dan mendapati gengster itu mengejar mereka.

Bagaimana ini? lagi-lagi ia membuat masalah.

“masuk ke toko itu.”

Baekhyun mengambil arah kanan dan mereka masuk ke sebuah toko. Setelah merasa aman Baekhyun menghembuskan nafas lega. Ia terduduk bersandar pada dinding. Hyejin melihat banyak orang yang memperhatikan keduanya. Jujur, ia sangat malu saat ini.

Dilihatnya Baekhyun yang masih mengatur nafas, begitupun dirinya.

“kau… baik-baik saja?” tanya Hyejin tanpa sadar. Baekhyun langsung menatap Hyejin, cukup senang melihat gadis di hadapannya peduli.

“ah aku baik baik saja ha ha ha…” Baekhyun terlihat senang dan merentangkan kedua tangannya seolah sedang pemanasan.

“ tangan kananmu?” Hyejin mengernyit karena tangan Baekhyun yang masih di perban bisa leluasa di gerakan.

Baekhyun menoleh ke tangannya dan sontak saja melotot. Oh tidak..

“ee ini….”

“ya! apa benar kau patah tulang? Mengapa…” sekarang Hyejin malah bertanya dengan wajah kagetnya.

Baekhyun melihat keadaan luar yang sudah aman. Pria itu langsung menarik hyejin keluar dari toko. Memalukan jika mereka terlihat berdiri tidak jelas di dalam sana.

“Byun Baekhyun-ssi apa kau pura-pura? Tanganmu sebenarnya tidak sakit kan?”

Baekhyun menggaruk kepalanya. Wajahnya pasrah karena satu kebohongannya sudah terungkap.

“emm sebenarnya ini hanya terkilir dan..”

“terimakasih sudah membantuku.!” Hyejin berkata sangat cepat dan langsung berlalu. Baekhyun tahu pasti gadis itu sedang marah. Ia membodohi dirinya karena lupa sedang bersandiwara tentang patah tulang. Baekhyun menoleh pada Hyejin dan mengejarnya setelah melihat jalan Hyejin pincang.

“tunggu!” Cegah pria itu menahan tangan Hyejin.

“biarkan aku pulang sendiri!”

“kakimu kenapa?”

“tidak apa-apa!”

Baekhyun menghela nafasnya. Tidak mau tahu, pokoknya suka tidak suka ia akan tetap melakukannya. Baekhyun membungkuk di hadapan Hyejin dan menggendong gadis itu di punggunggnya.

“YAAA!!!”

Baekhyun tetap saja jalan walau Hyejin berteriak dan memukuli punggungnya.

“tenanglah. Kakimu pasti sangat sakit. Aigo sampai memar begitu.”

“aku bukan gadis lemah! Turunkan aku Byun Baekhyun!”

Baekhyun malah tersenyum dan melanjutkan jalannya tanpa beban.

“diam atau aku akan menciummu di tengah trotoar.” Ancam baekhyun yang langsung membuat teriakan Hyejin terhenti.

“j-jangan gila!”

“kalau begitu diamlah!”

Baekhyun hanya mendengar sisa umpatan Hyejin. Pria itu menyetop taxi dan akan mengantar sampai ke apartement gadis itu.

.

.

.

Jong In sedang bercanda bersama Soojung setelah pulang berkencan. Kali ini pemuda berkulit tan itu mengajak kekasihnya ke daerah namsan. Keduanya dengan polosnya tertawa sepanjang jalan.

“benarkah? Haha aku tidak percaya.” Soojung memegangi perutnya karena tawanya tak kunjung berhenti.

“ya. Baekhyun sunbae pernah terpeleset saat terburu-buru mengejar Hyejin .”

Ketahuan, ternyata dua pasangan itu sedang membicarakan orang. Sangat asik menurut Soojung saat Jong In bercerita tentang gilanya seorang Byun Baekhyun hanya untuk mendapat perhatian dari Hyejin.

“mengapa mereka tidak bersama saja? mereka sangat cocok.”

“ya kau fikir semudah itu? Hyejin sudah memiliki kekasih yang saat ini sedang di China.”

“iya aku sudah tahu. Wahh dia gadis yang sangat setia.”

“eumm. Hyejin menolak Baekhyun sunbae karena dia sangat mencintai Oh Sehun”

“ah begi- eohh bukanlah itu Baekhyun Sunbae?” .

Arah mata Soojung berubah ke satu titik. Di depan sana terlihat Baekhyun menggendong seseorang.

“ommo ommo dan bukankah itu Hyejin?” kini Jong In yang kaget. Mereka akan mendekat namun sanyang Baekhyun dan hyejin sudah memasuki taxi.

“ya! daebak! Apa aku salah lihat? benar tadi itu Hyejin dan Baekhyun subae?”

“entahlah. Ya ampun, masa iya?”

“ya. kau ini sahabatnya. Masa tidak mengenalinya.”

“anhiya. Aku hanya tidak menyangka Hyejin mau di gendong Baekhyun sunbae seperti itu.”

“ya jangan-jangan mereka..”

.

.

.

“Hyejin-ah. Maaf.”

Baekhyun terus menatap Hyejin penuh harap. Keduanya sudah di dalam taxi dan sejak tadi Hyejin hanya membisukan suaranya.

“untuk apa?”

“karena membohongimu. Aku terpaksa melakukannya karena-“

Baekhyun menggantungkan ucapannya, membuat Hyejin melirik. Pria itu merasa  takut untuk melanjutkan ucapannya.

“untuk mendekatiku? “

“eum? Eeh… ya untuk mendekatimu.” Lirih Baekhyun. Sekarang pria itu memajukan bibir bawahnya, persisi seperti bocah kecil.Baekhyun hanya sedang merasa bersalah.

Diam-diam Hyejin menahan senyum. Pemuda di sampingnya benar-benar terlihat seperti bocah umur lima tahun.

“karena kau sudah membantuku, aku akan melupakannya.” Ujar gadis itu tanpa menatap Baekhyun. Jika matanya terus memperhatikan wajah Baekhyun bisa-bisa ia terbahak.

“benarkah? Benar kau memaafkanku?”

“emm.”

Baekhyun menunju udara untuk menunjukan kesenangannya. Sopir taxi yang melihatnya dari sipion bahkan sampai menggeleng heran. Anak muda jaman sekarang memag aneh pikirnya.

“kau… bagaimana bisa tahu jika aku di sana?” tanya Hyejin yang sebenarnya agak ragu.

“aku ini seperti jin. Sekali kau memikirkanku , maka aku akan muncul di hadapanmu.”

“siapa yang memikirkanmu? Aku? tidak pernah!”

“aku bercanda. Aku melacak GPS ponselmu.”

“lagi?”

“ya. Hanya itu yang bisa kulakukan.”

Hyejin menggeleng heran. Sedang memerhatikan jalan tiba-tiba Hyejin merasakan sesuatu menutupi bahunya. Ia menoleh dan mendapati Baekhyun sedang menyampirkan jaket ke tubuhnya.

“bajumu terlalu tipis. Aku tidak suka orang lain meliahatnya.”

Hyejin hanya mengerjap. Ah iya, tadi jaketnya di lepas oleh gengster itu dan ia hanya memakai kaus oblong yang cukup ketat.

Ia hendak melepas jaket itu namun Baekhyun mengeratkannya. Oh, terserah saja. Hyejin akan diam kali ini daripada Baekhyun berisik nantinya.

Jantung Hyejin tiba-tiba berdebar tak karuan saat mencium wangi dari jaket Baekhyun. Ia tak bisa mengontrolnya hingga pipinya terasa panas.

“debaran apa ini? mengapa aku seperti pernah merasakan ini sebelumnya?”

.

.

.

TBC

Preview

.

.

“Baek, apa yang harus aku lakukan? Hyejin ke China untuk menemui Sehun.”

.

.

“kau yakin ingin menemui Sehun? Kalau begitu beriaslah. Kau harus terlihat cantik jika ingin bertemu dengannya.”

.

.

“Kenapa kau tega melakukan ini padaku Sehun-ah?”

.

.

“Kau dimana Hyejin-ah. Aku mohon jangan lakukan hal bodoh.”

hallo reader kesayangan author ^^.

wuaduhh ngaret bgt ya chapter in? tadinya mau di bagi 2 Chapter tapi melihat alurnya aneh kalo di potong tengah-tengah. akhirnya panjang bgt dah Chapter 7 ini.

dan mungkin chapter 8 masuk konfliknya… author lagi nyiapin ceritanya.

semoga tetep betah yethh baca cerita jeyekkk author he he..

terimakasih yang sudah mampir komentar .^^

Iklan

25 thoughts on “[Author Tetap]-Finally, I Got You (7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s