[Author Tetap] Melted (Chap 2)

Cast: Kim Jongin, Ahn Yeori (OC)

Genre: Romance, action.

Rate: M

Disc: ini ff asli dari otak saya. No plagiat, copas dan please like dan comment. Comment saran kritik saya trima kok.

.

.

.

Preview*

Aku baru saja berlibur dengan pria asing, kami berakhir jatuh cinta namun dirinya benar-benar menganggapku orang asing. Kami bertemu kembali dan dirinya bersama dengan gadis lain. Gadis cantik yang terlihat sangat dekat dengannya, mungkin pacarnya? – shira

Aku bertemu seorang gadis aneh, dia mengenal nama asliku dan membuatku penasaran dengannya. Kami seperti saling kenal namun aku tidak mengingat apapun. Hingga dirinya terluka karena diriku, aku tidak perduli apa kami memang saling kenal atau tidak. Yang aku tau sekarang adalah

Aku harus menyelamatkan gadis itu..

-Kai

.

.

Kai membuka pintu hitam yang besar itu dengan cepat. Menimbulkan suara decitan yang cukup memekakan telinga. Sosok Yeori terduduk dengan luka di sudut bibirnya dan tangan terikat. Terlihat wajah Yeori yang kaget dan sedih saat menatap Kai.

“Kai..” lirih Yeori dengan mata yang hampir menangis.

“Kai! Sobat lamaku.” Teriak Chanyeol seakan menyambut Kai.

“Apa maumu? Lepaskan gadis itu!” Kai mulai mendekat namun dengan cepat Yeori berteriak.

“Jangan!” Langkah Kai terhenti saat melihat Yeori menangis histeris.

“Jangan mendekat.. kumohon..”

Kai menatap iba gadis itu lalu berlari ke arahnya. Tepat saat itu segerombol laki-laki datang dengan banyak benda tajam yang siap menikam Kai.

Kai sudah terlatih, dengan cepat ia menendang seorang pria besar yang terjatuh menabrak laki-laki lainnya.

Pisau lipat yang mengarah kepadanya ia tangkis dengan gesit. Kai mematahkan tangan laki-laki yang memegang pisau dan memukulinya.

Seorang pria dengan kayu memukul Kai namun lagi-lagi Kai bisa menghindarinya dan memukul habis beberapa pria namun seorang pria berhasil memukul Kai dengan keras hingga Kai terjatuh. Kai ditangkap oleh beberapa orang dan di keroyok habis.

Baekhyun yang baru datang langsung membawa beberapa preman bayaran untuk membantu Kai dari sana.

Saat semua sibuk bertarung, Kai dengan cepat melepaskan ikatan Yeori. Baekhyun langsung mencoba menarik Yeori keluar namun saat itu juga Yeori terdiam.

Seorang pria membawa pistol dan mengarahkannya pada Kai. Yeori yang melihat hal tersebut langsung memeluk Kai namun Kai yang juga melihat peluru itu langsung memutar tubuhnya hingga punggungnya terluka. Kai terjatuh saat itu juga. Yeori berusaha membantu Kai dan memapahnya untuk bangkit dari sana.

Baekhyun membawa mobil yang dinaiki Kai dan Yeori dengan 1 tangannya. Mereka pergi dari sana dengan cepat menuju rumah Kai namun tubuh Kai sangat lemah, ia harus di rawat.

Baekhyun memutar arah dengan susah payah menuju rumah Shira.

***

Shira menatap Kai yang babak belur dengan darah di punggungnya langsung membelalakan matanya dan membawa Kai ke kamar tamu. Kondisi Kai cukup parah namu untungnya Kai tidak sekarat seperti dulu.

Shira mulai mengobati luka Kai dan dengan hati-hati mengoperasi punggung Kai. Shira adalah dokter bedah yang cukup handal, apalagi kali ini pelurunya tidak masuk begitu dalam jadi ia bisa mengoperasinya diam-diam.

“Bagaimana keadaannya?” Tanya Baekhyun menatap Kai yang sudah tertidur pulas.

“Dia baik-baik saja. Apa yang terjadi?” Tanya Shira meminta penjelasan.

Shira, Baekhyun dan Yeori duduk di sofa ruang tamu dengan 3 gelas air di sediakan di atas meja. Yeori terus menunduk sedangkan Baekhyun mencoba berfikir bagaimana ia dapat menjelaskannya pada Shira.

Mereka terdiam sejenak hingga Shira lagi-lagi meminta penjelasan. Akhirnya Baekhyun mencoba menceritakan semuanya dengan hati-hati.

“Yeori adalah gadis yang membantu kami kemarin untuk menghapus data sebuah perusahaan gelap yang mengincar Kai. Mereka mengetahui tentang Yeori dan memancing Kai untuk membunuhnya. Kai menyelamatkan Yeori dan juga terluka karena menyelamatkannya.” Baekhyun biasanya adalah orang cerewet namun penjelasan itu sangat singkat dan tertutup.

Yeori bahkan berfikir apa ada yang salah dengan Shira hingga Baekhyun tidak menceritakan tentang Chanyeol ataupun dirinya yang bertemu dengan Kai di Florida.

Shira terlihat iba dengan Kai serta menatap Yeori yang terdiam sedari tadi.

“Bisakah aku bicara sebentar dengan Yeori?” Baekhyun terlihat ragu namun ini akan terlihat mencurigakan jika dirinya menolak. Baekhyun akhirnya mengangguk dan pergi dari sana.

“Hai, kita pernah bertemu.” Itu bukan pertanyaan namun Yeori mengangguk dengan canggung.

“Maaf mengatakan ini tapi aku ingin langsung ke intinya saja.” Yeori menatap Shira yang terlihat sulit untuk mengatakannya.

“Ada apa?”

“Bisakah kau pergi? Jangan bertemu dengan Kai lagi..” Yeori kaget mendengar hal itu keluar dari mulut Shira.

Saat itu Kai dan sekarang Shira. Mungkin memang kehadiran Yeori mengganggu ke2 sejoli itu pikir Yeori termenung.

“Aku ingin Kai hidup tenang tapi jika ia harus menjagamu lagi mungkin dia akan mati jika seperti ini. Beberapa minggu lalu keadaan Kai masih kritis karena menjaga seseorang yang aku bahkan tidak tau mengapa ia melakukannya. Ia kehilangan ingatan di Florida dan itu membuatku sangat kesal. Jadi, bisakah kau menghilang? Aku akan membiayai apapun yang kau butuhkan untuk menjauh. Ke luar kota? Luar negeri? Aku akan memberikan pekerjaan di sana.. kumohon..”

Ini berlebihan menurut Yeori. Dia baru saja bertemu dengan Kai dan semua orang ingin dirinya menjauh. Sekarang ia bahkan harus pergi keluar kota atau negeri? Tidakkah mereka berfikir bahwa Yeori memiliki kehidupan juga di sini?

“Bisakah aku menghilang begitu saja?” Tanya Yeori menatap Shira yang terdiam.

“Ya,tentu aku akan lakukan apapun agar kau bisa menghilang begitu saja.”

“Tanpa harus pergi kemana pun?” Shira terdiam, itu akan sulit.

“Aku akan mencoba untuk tidak bertemu Kai ataupun Baekhyun atau kau sekalipun.” Shira terlihat menimang hingga beberapa saat kemudian ia mengangguk ragu.

“Baiklah. Sekarang ini tergantung takdir..”

***

Kai membuka matanya dan menemukan Shira tertidur di sampingnya. Wajahnya terlihat kebingungan dan sibuk mencari seseorang.

“Kau sudah bangun?” Tanya Baekhyun yang baru saja muncul untuk membawakan sarapan bagi Shira.

“Dimana Yeori?” Baekhyun tersentak namun sebisa mungkin bersikap normal dan berjalan mendekati Kai.

“Ini seharusnya untuk Shira tapi kau makanlah dulu.” Baekhyun meletakkan nampan di atas meja dan mendudukan tubuh Kai.

“Dimana Yeori?” Tanya Kai sekali lagi dengan nada menekan.

“Dia pergi.”

“Kemana?”

“Aku tidak tau, kurasa dia kabur setelah mengetahui siapa kita.”

Kai terdiam dan menatap Shira yang mulai bangun. Shira menatap Kai dan tersenyum. “Kau sudah sadar.”

“Ya.”

“Dan aku ingat segala hal di Florida.”

***

Hari-hari tampak kosong bagi Yeori. Sekarang ia tinggal di rumah almarhum orang tuanya yang tidak pernah ia tinggali lagi. Ia juga bekerja di perusahaan lain sekarang berkat bantuan Shira.

Tidak ada Kai, Baekhyun ataupun Shira untuk 1 minggu penuh. Bahkan Sehun maupun semua teman lama termasuk Han Jimin, sahabat baiknya.

“Bisakah aku terbiasa sendirian?” Lirih Yeori menatap langit malam yang terlihat mendung karena awan dan suasana.

Langkah kakinya terus melangkah hingga berhenti di sebuah tenda kecil. Yeori masuk ke dalam dan duduk dengan nyaman memesan 1 botol soju *alkohol dan makanan ringan.

Rasanya sekarang dirinya lebih sering minum dan menghabiskan waktu dalam tidur lelap. Pekerjaan ia biarkan menumpuk agar dapat ia kerjakan dengan lebih fokus pada hari tertentu. Rasanya seperti hidup tapi mati.

Lalu matanya terlihat berbayang karena mabuk. Kepalanya pening pada botol ke 3nya. Yeori mencoba mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan uang untuk membayar namun sebuah tangan menyodorkan uang duluan untuk membayarkannya. Yeori tidak bisa melihat jelas wajah orang tersebut namun ia yakin orang itu laki-laki.

Kaki Yeori terlihat lemas dan hampir terjatuh jika saja laki-laki itu tidak menahannya. Laki-laki itu menarik Yeori keluar dari tenda dan menghirup udara. Suasana hujan mulai turun. Rintik hujan membasahi kepala Yeori hingga laki-laki itu memberikan jasnya pada Yeori.

“Kau sekarang tinggal dimana?” Yeori tidak bisa mengingat letak rumahnya. Pikirannya kacau dan kepalanya pusing. Ia memeluk laki-laki itu lalu seketika tertidur dalam pelukan laki-laki itu.

Hujan semakin turun deras dan laki-laki itu dengan cepat memangil taksi untuk mereka.

“Lagi-lagi kita bertemu.” Bisik laki-laki itu di telinga Yeori yanh masih memeluknya dengan nyaman.

“Kau mungkin akan mati sekarang.” Sejenak laki-laki itu melirik wajah Yeori yang tenang. Yeori terlihat cantik walau wajahnya terlihat lelah. Gadis itu mulai memeluk erat dirinya dan bergumam, “siapapun.. aku kesepian..”

Raut laki-laki itu terlihat bingung namun tak lekat dari wajah gadis itu.

“Tapi mungkin kau tidak akan mati.. mungkin..”

.

.

TBC..

Maaf ya lama updatenya. Author lagi sibuk karena banyak tugas dan ulangan tapi author bakal update secepat mungkin kok. Tunggu nextnya ya, jangan lupa vote dan comment 🙂

Iklan

7 thoughts on “[Author Tetap] Melted (Chap 2)

  1. Hi eonni! Aku baru komen di ff ini sekarang. Aku suka ceritanya. Itu yg dipeluk yeori siapa? Aku penasaran. Semoga cepet ya updatenya. Semangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s