[Author Tetap] Mistake (Chapter 8)

Cast: Park Chanyeol, Jun Ahra (oc), Jun Rayeon (oc)

Genre: Romance, sad

Rate: PG-13

Disc: Ff ini ASLI milik saya! No Copas, Plagiat. Like dan comment setelah baca ya πŸ™‚

.

.

.

Bahkan jika kau memilih dirinya dan melupakan perasaanmu padaku, tolong ingat bahwa aku tidak pernah berhenti mencintaimu..

.

.

Rayeon menatap jam di dinding yang terus berputar dan mengeluarkan suara detak yang menggema di kamarnya yang sunyi. Ini sudah beberapa hari sejak kepulangan mereka dari hawaii. Tak ada yang berubah. Chanyeol yang dingin dan Ahra yang mulai senang atas Chanyeol yang memilihnya.

Langit dan dinding kosong berwarna putih. Ranjang besar yang hampa dengan seprai menyelimutinya. Kaca di pojok kamar membuat Rayeon lebih sadar bahwa ruangan itu memang miliknya.

Ruangan kosong dengan kaca dan ranjang besar. Simpel dan sederhana namun kosong seperti dirinya. Rayeon sadar kamar mencerminkan kepribadiannya dengan baik.

Kosong dan hampa. Namun tetap ada refleksi diri.

“Rayeon ah, ayo turun dan makan.” Teriak Ahra dari luar kamar Rayeon.

Ahra dan Rayeon sudah lebih baik sekarang. Mereka lebih berkomunikasi walaupun Ahra terlihat menjaga jarak antara dirinya dengan Rayeon dan menjaga Rayeon jauh dari Chanyeol.

Rayeon turun dan menatap meja makan yang ramai dengan canda tawa. Mereka terlihat bahagia, fikir Rayeon lalu tersenyum sendu.

“Eoh? Rayeon ah.” Nyonya Park membuat semuanya berhenti tertawa dan menatap Rayeon yang tersenyum kikuk.

“Ayo makan.” Ajak Nyonya Park duduk di depan Chanyeol.

Tuan Park tersenyum hangat saat Rayeon duduk namun Chanyeol terlihat membuang muka dan tatapan sinis Ahra terlihat sekilas.

Mereka makan dengan baik walaupun tidak ada canda tawa seperti saat sebelum Rayeon datang. Hingga semuanya selesai makan dan Ahra serta Chanyeol langsung pergi tanpa berbicara pada Rayeon.

“Ada apa dengan mereka? Apa kalian bertengkar?” Tanya Tuan Park yang dijawab gelengan oleh Rayeon.

“Mereka hanya ingin menikmati waktu bersama.” Ujar Rayeon membuat Nyonya dan Tuan Park tersenyum.

“Aku senang mereka bersama.” Lirih Rayeon lalu menatap piring kotornya.

“Ada yang ingin kukatakan pada kalian tapi tolong rahasiakan hal ini.” Tuan dan Nyonya Park menatap Rayeon bertanya-tanya.

“Ada apa sayang?” Tanya Nyonya Park seraya mengelus rambut Rayeon lembut.

“Aku mau kuliah.”

“Di luar negeri..”

Tuan dan Nyonya Park menatap Rayeon seakan bertanya “kenapa?” Dan “Dimana?”.

“Aku ingin keluar negeri untuk belajar. Maaf tapi tempatnya akan kurahasiakan. Tapi aku akan kembali saat Ahra dan Chanyeol.. menikah..” Rayeon mengambil jeda sejenak lalu tersenyum. “Kalian tidak perlu khawatir. Tabunganku sudah cukup untuk 1 semester di luar negeri. Aku akan belajar dengan giat dan mencari uang biaya kuliah di sana.”

Tuan Park menggeleng dan berkata, “untuk biaya kami akan menanggungnya. Kau hanya perlu belajar dengan giat. Karena ini permintaan yang baik dan mengejutkan, sebaiknya kau memberi tau Ahra dan Chanyeol.”

“Tidak! Jangan beritau mereka. Bilang saja aku pergi dan akan kembali nanti. Katakan pada Ahra untuk tidak perlu cemas. Lalu, bilang pada Chanyeol.. bahwa aku.. aku akan kembali dan saat itu, ia harus terus menjaga Ahra.”

Tuan dan Nyonya Park ingin protes namun Rayeon tetap kukuh. Pada akhirnya mereka setuju.

***

Pagi ini tidak ada yang berubah. Mungkin ini pagi yang suram namun Rayeon akan merindukan ruangan kosong ini. Ia berharap suatu saat ia memiliki waktu untuk menghias ruangan ini.

Rayeon bangkit dan bersiap-siap dengan rapi dan turun mencari Ahra dan Chanyeol.

“Kau mencari siapa?” Tanya Chanyeol di belakangnya saat Rayeon hendak mencari Ahra di kamarnya.

“Aku.. mencari Ahra dan dirimu.” Chanyeol terlihat bingung saat Rayeon mengatakannya.

“Ahra di taman belakang.”

Chanyeol dan Rayeon pergi menemui Ahra yang sedang duduk di ayunan.

“Ahra ah, ayo kita pergi ke mall.” Ahra kaget mendengar ajakan Rayeon.

“Kenapa?” Tanya Ahra bingung.

“Aku mau menghabiskan waktu dengan kalian.” Jawab Rayeon seraya tersenyum.

Ahra terlihat menimang lalu setuju untuk pergi dengan Rayeon dengan Chanyeol yang harus ikut.

Mereka pergi ke mall terdekat. Ahra menggandeng tangan Chanyeol erat selama mereka berjalan-jalan di mall. Rayeon berada di belakang mereka dan menatap mereka dengan raut sedih.

“Ini yang terbaik..” gumam Rayeon lalu menunduk. Chanyeol mendengar hal itu dan menatap wajah lesu Rayeon.

Seandainya Ahra tidak ada mungkin Chanyeol akan memeluk Rayeon saat ini juga. Sayangnya gadis itu menyuruh Chanyeol melepaskannya.

Mereka terus berjalan di mall. Mereka makan dan masuk ke dalam beberapa toko. Kadang hal ini mengingatkan Ahra tentang pertemuan mereka di mall.

Rayeon membeli beberapa barang saat Chanyeol dan Ahra menikmati jalan-jalan mereka. Ia membeli sebuah jepitan untuk Ahra dan Jaket untuk Chanyeol.

“Terimakasih eonni! Ini sangat cantik!” Ahra tanpa sadar memeluk Rayeon saat itu. Ia bahkan memanggilnya eonni.

“Aku senang kau kembali.” Bisik Rayeon saat Ahra memeluknya. Ahra terlihat malu dan melepas pelukan itu.

“Terimakasih.” Ujar Chanyeol terlihat senang namun tidak dapat ia tunjukan seperti Ahra. Mereka tersenyum lalu kembali pulang.

Hari itu mereka menghabiskan waktu bersama bukan sebagai musuh atau saingan. Tidak ada patah hati dalam pertemanan mereka saat itu dan itu mengingatkan Rayeon akan masa kecil mereka yang bahagia.

“Aku senang untuk hari ini.” Ahra tersenyum lalu masuk ke dalam kamarnya begitu juga Rayeon.

***

Keesokan harinya Rayeon tidak muncul untuk sarapan. Mereka memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu karena Rayeon mungkin masih tidur.

Saat itu tidak ada yang janggal hingga Ahra dan Chanyeol sadar bahwa Rayeon belum keluar kamar sejak pagi. Ahra mencoba mengetuk pintu kamar Rayeon namun tidak ada suara.

Tuan dan Nyonya Park berasumsi hal itu akan terjadi dan kenyataannya itu memang terjadi. Rayeon tidak ada di kamar. Barang-barangnya sudah hilang. Hanya sepucuk surat di atas ranjang.

Surat singkat yang membuat Ahra terlihat sedih saat membacanya.

Jangan Khawatir, aku akan kembali nanti. Semoga berbahagia.

Saat itu Ahra tau Rayeon meninggalkannya. Rayeon mrninggalkan segalanya demi Ahra..

Chanyeol yang terlambat masuk langsung menatap surat itu lalu keluar dari kamar berniat pergi ke bandara berharap masih ada harapan untuk melihat Rayeon namun tepat saat ia masuk ke dalam mobil ada beberapa bunga dengan sepucuk surat.

Bunga Akasia kuning, Tulip putih dan Anyelir pink.

Bunga ini menggambarkan segala yang ingin ku katakan padamu. Akasia kuning berarti cinta rahasiaku, tulip putih adalah permohonan maafku dan anyelir pink yang berarti aku tidak akan melupakanmu..

Bukalah kotak di laci kamarmu. πŸ™‚ 

-your dear, Rayeon.

Chanyeol kembali ke kamarnya dan membuka laci kamarnya. Sebuah kotak hitam berisi sepatu.

Nb: di Korea memberikan sepatu berarti meninggalkan.

Chanyeol menunduk dan menatap bunga itu. Ia ingin berteriak saat itu juga. Jika ia tau ini akan terjadi, Chanyeol tidak akan menghabiskan waktunya dengan Ahra beberapa hari terakhir. Namun terlambat sudah, segalanya hanya butuh waktu..

.

.

.

TBC..

Maaf ya agak pendek hehehe, author lagi banyak ujian. jangan lupa like dan comment ya πŸ™‚


Iklan

21 thoughts on “[Author Tetap] Mistake (Chapter 8)

  1. Yuhuuu akhirnya eonni cantik update. Wah aku menanti ff ini lama bgt loh rasanya. Tapi aku senang akhirnya penantianku berbuah manis /lebay/ pokoknya ffnya seru dan makin penasaran. Oh ya eonni smp kls 3 ya? Semangat ya ujiannya eoni semoga sukses dan cepet selesai, biar cepet updatenya ne. Semangat. Fighting! Himnae!

  2. Yeay akhirnya update juga, sedih bacanya waktu rayeon pergi ninggallin chanyeol???sekarang chanyeol nyeselkan!!!apa yang nanti bakal diperbuat chanyeol…
    Next chap ditunggu thor semangat!!

  3. Makasih udah di update, Kaaaaak.. Keren dah alurnya, ngena bgt lagi. ^_^
    Gimana sama penyakit Rayeon? Ah.. Kasian beuut..
    Kenapa juga di ‘cast’ nya, ‘Rayeon’ jadi sesudah ‘Ahra’? Seakan ganti peran utama, Kaak.. Jangan, yaa ^_^
    Semangat next, nyaa πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡.

  4. Setiap baca ff ini emosi aku sedikit meningkat ka, apalagi sama chanyeol dan ahra. Semoga ahra cepet sadar dari keegoisan dia
    Buat kakak penulis, semangat buat ujuan+nulis chapter selanjutnya ya πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

  5. Yaampun ksihan bgt si Rayeon,, salut deh ama Rayeon dia mengorbankan kebahagiaannya demi adiknya seorang.. Part ini bkin nyesek ihh walaupun kependekan sih tapi feelnya bner2 dapet ching oke next hwaiting

  6. Hahaha… Mari tertawa untuk Chanyeol yang merasakan kekecewaan /jahatnya diriku, wkwk/
    Kerennnn….. Semangat nulisnya kakak ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s