[Author Tetap] Melted (Chap 3)

Cast: Kim Jongin, Ahn Yeori (OC)

Genre: Romance, action.

Rate: M

Disc: ini ff asli dari otak saya. No plagiat, copas dan please like dan comment. Comment saran kritik saya trima kok.

.

.

.

Review*

“Bisakah kau menghilang? Aku akan melakukan apapun agar kau menghilang.” Mata Shira penuh keyakinan, ia sangat ingin gadis ini menghilang.

“Bisakah aku menghilang?”

Mata Kai terbuka dan kata pertama yang ia katakan adalah Yeori.

“Dimana Yeori?”

“Dia pergi.”

“Aku telah mengingat segalanya di Florida.”

Yeori menatap langit yang gelap dan suram seperti hidupnya sekarang. “Bisakah aku terbiasa dengan kesendirian?”

“Lagi-lagi kita bertemu.”

“Kau mungkin akan mati sekarang. Tapi mungkin juga tidak.”

.

.

Yeori membuka matanya. Kepalanya pusing dan sakit. Langit-langit kamar terlihat berwarna biru gelap. Ranjang yang ia tiduri terasa sangat besar.

Yeori menggerang dan menatap sekitar. “Ini bukan kamarku.”

Kakinya mulai melangkah dan menatap ke sekeliling. Ruangan ini sangat besar dan indah. “Apa aku masih bermimpi?”

Yeori terus menatap sekeliling hingga tanpa sadar terjatuh. Bunyinya cukup kencang hingga Yeori meringis.

“Kau tidak apa-apa?” Sepasang kaki berdiri di hadapannya. Sebuah tangan terulur membuat Yeori menatap orang tersebut.

“Sehun?”

Yeori bangkit dan menatap Sehun dengan bingung. Ia berfikir apa ini adalah rumahnya? Bagaimana ia di sini dan mengapa ia di sini?

Sehun mengajaknya keluar dan sarapan dengannya. Sehun menjelaskan bahwa Yeori mabuk dan tidak sengaja bertemu Sehun. Sehun tidak tau rumahnya karena itu ia membawa Yeori ke rumahnya.

“Jadi ini rumahmu?” Tanya Yeori terperangah dengan rumah Sehun yang besar. Sehun hanya mengangguk dan tersenyum melihat ekspresi gadis itu.

“Ayo, makanlah.” Yeori tersenyum dan mulai memakan sup penghilang mabuk dari Sehun.

“Ini sangat enak!” Sehun tersenyum dan bangkit, “kau mau kemana?” Tanya Yeori terlihat sedih.

“Aku akan membersihkan diri.” Yeori menggeleng dan menatap Sehun, “kumohon duduklah, aku benci makan sendirian..”

Sehun duduk dan menatap Yeori yang terlihat sedih. “Baiklah.”

“Aku akan mengantarmu pulang.” Yeori menggeleng dan menghabiskan makanannya.

“Aku tidak akan pulang.”

“Aku mau pergi sebentar nanti. Tenanglah, kau tidak harus mengantarku pulang.” Yeori tersenyum dan meminum air putihnya.

***

Yeori menatap sekeliling. Matanya memilah apa yang harus ia beli dan tidak. Kakinya terus melangkah menyusuri koridor berisi makanan.

Yeori mengambil beberapa bahan makanan lalu pergi membayarnya. Wajahnya terlihat tegang saat akan pergi ke luar dari supermarket tersebut.

Seorang laki-laki dan perempuan berjalan mesra menuju ke supermarket. Yeori mengambil belanjaannya dan lagsung pergi bersembunyi.

“Kenapa aku melihatmu lagi? Ini gila.”

Kai dan Shira melangkah masuk dan Yeori dengan cepat keluar dari supermarket tersebut. Kai sempat melihat ke belakang namun yang ia lihat hanya bayangan seorang gadis berlari.

Yeori merasa lega telah keluar dari sana. Ia memanggil taksi dan pulang dengan cepat.

Yeori melihat ke arah jendela dan memikirkan pemandangan tadi. Ia tersenyum sekilas dan menghela nafas. “Aku senang kau baik-baik saja.”

***

Sudah 3 minggu Kai tidak melihat Yeori. Ia terus menyuruh Baekhyun melacak keberadaan Yeori namun tidak ada yang dapat dilacak. Kai sempat khawatir akan keberadaan Yeori.

Ia mengingat gadis itu. Gadis yang membuat sebuah kenangan indah dengan dirinya di Florida.

“Kenapa kau begitu ingin melihatnya?” Tanya Baekhyun menatap layar komputernya yang masih mencari data tentang Yeori lebih dalam.

“Aku mempunyai firasat buruk. Bagaimana jika mereka lebih dahulu bertemu Yeori?” Memikirkannya saja membuat Kai sakit kepala.

“Tidak. Bukan hanya itu yang kau cemaskan. Ada hal lainnya bukan?” Kai tidak menjawab hal itu. Mereka hanya terdiam hingga Shira datang.

“Aku membawakan makanan. Bagaimana?” Baekhyun tersenyum dan bangkit dari kursinya untuk pergi ke meja makan sedangkan Kai terdiam.

Ia menatap layar komputer yang memperlihatkan wajah Yeori.

“Aku tidak ingin ia pergi lagi.”

Mengatakan itu Kai bangkit dan pergi menuju meja makan.

“Oppa, aku membelikanmu jajjangmyeon.” Ujar Shira lalu memberikannya pada Kai yang dibalas senyuman.

“Apa kau tidak tau dimana Yeori?” Tanya Kai menatap Shira yang seketika terdiam.

“Aku tidak tau.” Ujarnya dingin lalu melahap makanannya.

“Aku takut ia dalam bahaya.” Mendengar perkataan Baekhyun, Shira semakin terdiam dan menunduk saat Kai menatapnya.

Kai tau, Shira pasti melakukan sesuatu. Setiap ia membicarakan Yeori, Shira selalu diam dan mencari topik lain. Ia tidak menyukai Yeori.

Dan itu buruk.

Kai menghabiskan makanannnya lalu bangkit dan mengambil jaket.

“Kau mau kemana?” Tanya Baekhyun dan Shira hampir bersamaan.

“Aku ingin pergi ke tempat Sehun.” Shira berdiri dan menatap Kai dingin.

“Kau gila?! Apa yang mau kau lakukan di sana? Kau hampir mati karenanya! Dia gila Kai-ah.” Mata Kai menatap Shira tajam.

“Aku akan melihat apa ia mengetahui keberadaan Yeori atau tidak!” Saat itu Shira tau ia tidak bisa mengatakan hal lain.

“Dan Shira, kau tau, laki-laki gila itu adalah sahabatku sebelum kau merusak segalanya.” Shira terduduk lemas dan menatap Kai yang pergi.

“Itu kelewatan!” Teriak Baekhyun lalu melihat keadaan Shira.

“Kau tidak apa-apa?”

Shira menatap pintu lalu menunduk menahan tangis.

“Aku hanya mencintaimu Kai..”

***

Kai melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia semakin yakin ada yang tidak beres. Shira dan Yeori, apa yang mereka perbuat?

Mobil Kai berhenti di sebuah gedung besar di Gangnam. Wajahnya terlihat yakin bahwa Sehun ada di dalam. Kai turun dari mobil dan masuk ke dalam gedung tersebut.

Chanyeol yang baru saja masuk ke dalam gedung dan melihat Kai langsung menghampiri Kai.

“Apa yang kau lakukan di sini? Mau bunuh diri ya?” Kai berhenti dan menatap Chanyeol.

“Dimana Sehun?” Tanyanya dengan cepat dan terdengar sinis.

“Apa yang ingin kau lakukan padanya?” Bagus,sekarang pertanyaan dibalas pertanyaan.

“Jawab aku, dimana Sehun?!” Teriak Kai membuat beberapa orang menatap mereka. Chanyeol mengeluarkan smirk nya dan menatap Kai.

“Aku–”

“Aku di sini.” Potong Sehun membuat Kai membalikan badannya.

“Kau, dimana Yeori?!” Tanya Kai tanpa basa basi. Sehun tertawa mengejek dan menatap Kai dengan senyuman.

“Entahlah, kau tidak tau dimana ia berada? Kenapa? Ia pergi darimu?” Kai ingin menonjok wajah Sehun jika saja mereka sendirian. Sayangnya ini adalah kantor Sehun, cari mati jika bertengkar dengannya di sini.

“Aku akan membunuhmu jika kau melakukan hal buruk padanya!” Teriak Kai lalu pergi dari sana. Sehun mengeluarkan smirk nya melihat Kai yang begitu mengkhawatirkan Yeori.

“Coba saja dan gadis itu akan mati duluan.” Ujar Sehun hingga Kai berbalik dan menonjoknya. Persetanan dengan kantor Sehun.

Sehun berdiri dan menatap Kai masih dengan senyuman.

“Pergilah sebelum kau mati.” Ujar Sehun membuat Kai ingin menojoknya lagi. Sayang, body guard Sehun telah stand by dimana-mana.

“Kau akan mati jika melakukan hal bodoh. Camkan itu!” Ujar Kai lalu pergi dari sana.

.

.

.

Tbc.

Jangan lupa like dan comment ya! 🙂

Iklan

8 thoughts on “[Author Tetap] Melted (Chap 3)

  1. Ah akhirnya di up juga,agak lupa sih sama alur nya jadi agk bingung pas baca😆apa yang bakal sehun lakuin ? Loh jadi ! Masalalu kai sama sehun itu gimana ? Aku tebak ya😆mungkin kah sehun dulu suka sama shira tapi shira suka sama kai tapi kai gk suka,dan mungkin ini yang buat sehun kegini😕😆 *plak so tau* 😂 kependekan thor gk kerasa udah tbc ajha😆😂

  2. Hai eonni cantik. Awalnya aku agak lupa ama jalan ceritanya karena dah lama bgt rasanya.ehe. Oh jd dulu sehun ma kai sahabatan, trus ama chanyeol gmn? Shira sebenernya siapa? Maksud kehadiran dia tuh apa? Sehun mo niat jahat ya ke yeori? Kutunggu lanjutanya ya eon! Jgn pendek2 dong. Eheh

  3. Aduh pendek bgt chap nya,, oooh jdi mereka dulunya temenan tp karena shira mereka jd musuhan? Tp sehun bls dendamnya gt bgt ampe mau ngebunuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s