Unexpected

UNEXPECTED

A story by Aerinim

*

Aku & Jongin (and his new girlfriend yang namanya nggak disebutin but it’s Soojung.)  // 449 words

*

Hari itu adalah Minggu sore ketika aku dan teman-teman pergi ke pusat perbelanjaan di Seoul. Kita memutuskan untuk berpisah dan bertemu satu setengah jam lagi di lobby.

Saat itu aku sedang berjalan untuk melihat-lihat baju dan tiba-tiba aku melihat seseorang yang tidak kusangka.

Jongin.

Saat aku menatapnya, ia juga menatapku.

Aku sangat terkejut; ingin menangis. Terlebih lagi, disini adalah bagian pakaian wanita. Dan itu berarti ia sedang bersama wanita lain. Aku membalikkan badan agar ia tidak bisa melihat wajahku yang sudah memerah karena menahan air mata.

Namun, semua lampu tiba-tiba mati. Orang-orang panik dan berteriak. Sedangkan aku, yang takut dengan gelap, malah menintikkan air mata dan hampir terjatuh sebelum seseorang menahanku.

“Berpeganganlah denganku. Aku akan membantumu.”

Itu suara Jongin.

Bukannya semakin menangis, aku malah terdiam. Tidak menyangka bahwa Jongin membantuku. Tidak menyangka ia masih ingat dengan kelamahanku. Ia menggenggam erat tanganku dan mulai berjalan pelan, menuntunku ke arah tembok agar aku bisa bersandar.

Aku menyandarkan tubuhku pada tembok. Ia masih menggenggam tanganku, seperti anak kecil yang berpegangan pada ibunya karena takut tersasar. Aku tidak ingin melepasnya. Aku sangat senang, berharap kejadian ini akan berlangsung selamanya.

Kami tidak berbicara selama beberapa detik. Yang terdengar hanyalah orang-orang lain berteriak ketakutan dan beberapa karyawan berbicara dengan keras untuk menenangkan para pengunjung.

Namun, aku merasa Jongin semakin dekat denganku. Nafasnya terdengar jelas di telingaku.

“Aku merindukanmu.”

Itulah yang ia ucapkan. Dengan nada pelan. Dan aku tahu betul ia sedang menahan tangisannya. Tanpa sadar, air mataku terjatuh, dan semakin deras.

Sepertinya ia menyadari akan hal itu dan memelukku. Aku semakin menangis di pelukannya.

Lampu pun menyala, merusak semua suasana menyedihkan sekaligus menyenangkan bagiku. Aku pun langsung melepas pelukan dan menutupi wajahku dengan tangan.

Namun Jongin tidak setuju akan hal itu.

Ia menggenggam tanganku lagi.

Aku menatapnya dan melihat matanya merah, terlihat dengan jelas bahwa ia telah menangis.

Rasanya ingin memeluknya lagi dan mengatakan bahwa aku juga merindukannya dan sangat menyayanginya. Namun aku tahu hal itu sangat mustahil.

“Jongin?”

Terdengar suara gadis dari kejauhan memanggilnya. Aku pun langsung melepas genggamannya dan berlari. Aku bersembunyi dibalik tiang besar, menyaksikan semua kejadian yang seharusnya tidak kulihat.

“Jongin? Ya ampun, kau ternyata disana! Aku mencarimu daritadi! Aku sangat takut dan pasti kau juga.”

Gadis itu benar-benar cantik dan terlihat sangat baik. Aku bisa mengerti kenapa Jongin memilih gadis itu.

Jongin hanya tersenyum kecil kepada gadis di depannya.

“Kau menangis? Apa kau begitu ketakutan tanpaku tadi?” tanya gadis itu sambil tertawa. Ia pun melingkarkan lengannya di pinggang Jongin dan mulai berbicara padanya sambil berjalan.

Sedangkan Jongin, ia menoleh ke arahku dengan tatapan sedih dan seperti ingin menangis lagi. Ia pasti tahu aku berada disini, namun tidak bisa melakukan apapun. Dan aku, hanya bisa menangis setelah melihat pemandangan di depanku.

 

 

the end.

*

author’s note:

This story is based on my dream last year beberapa hari setelah berita kaistal confirmed pacaran.

Bangun-bangun rasanya nyesek banget mimpiin kayak begini (bukan karena kaistal lho tapi gara-gara ceritanya), pengen nangis rasanya :”)

Iklan

8 thoughts on “Unexpected

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s