Happiness #1 (Pregnant)

cover baek

Special Baekhyun’s Birthday

Cast : Byun Baekhyun & Park Hyejin (OC)

other cast : Park Chanyeol, Oh Sehun, Lee Sunhee (OC) and other.

Genre : Romance , fluft , Family, sad?.

Leght : Series

Rating : 17+

Disclaimer : This story is made by me. No plagiarism. No copy no paste. 

Hallo guys, author bawain cerita series. Padahal masih nyelesaikan ff yang Finally, I Go You. Ini bikin untuk special Birthday uri Baekhyun (bias author) .^^ niatnya mau series gitu. Semoga banyak yang minat baca.

dan yang nunggu Finally, I Got You…. sabar ya? Masih dalam pengetikan.

Ok… Happy reading……

*

You will be the light of my life forever.


Pernikahan bahagia adalah mimpi setiap pasangan didunia ini. Kehidupan harmonis,anak-anak dan kesuksesan memimpin keluarga adalah kehidupan sempurna yang diinginkan semua orang.

Sepasang kekasih sedang mengawalinya, mereka memilih untuk mengikat hubungan dengan janji suci diatas altar. Saling mencintai dan saling menjaga satu sama lain. Keduanya berjanji akan membangun kehidupan yang bahagia sampai tua nanti.

*

*

Seperti seorang pangeran, yang datang dari jauh hanya untuk menemui sang tuan putri. Pria gagah itu rela menerobos derasnya hujan hanya untuk kekasih tercinta. Setelah sampai di Istana tuan putri, pangeran tampan itu dengan sangat terburu-buru mengetuk pintu.

Cklekk.

Pintu terbuka, memunculkan sosok wanita berparas dewi. Matanya membulat saat melihat pria yang tak lain adalah kekasihnya berdiri dengan kondisi  basah kuyub.

“Baekhyun?” kagetnya. Pria bernama lengkap Byun Baekhyun itu  menunduk, menunjukan wajah bersalah.

“maafkan aku, Hyejin-ah. Akhir-akhir ini aku sibuk dan tidak sempat menemuimu.” Sesal Baekhyun dengan nada menyesal. Park hyejin, sang kekasih melipat tangan di depan dada. Tubuhnya di sandarkan pada daun pintu.

“bermain game di rumah, apa itu yang namanya sibuk?” tandas Hyejin membuat Baekhyun mengerjap. Kekasihnya itu tau betul apa kegiatannya seminggu ini , padahal Baekhyun melakukannya secara diam-diam.

“iya.” Dengan polosnya Baekhyun menjawab. Hyejin membulatkan mulutnya dan melotot pada prianya.

“bagus. Menyibukan diri dengan game jelek itu dan mengabaikanku. Untuk apa kemari?  Mau mengajakku untuk menjadi lawanmu bermain playstation?”  cerocosnya dengan nada super keras. Baekhyun meneguk ludahnya, ia merasa sedang beradapan dengan singa betina. Jika ia balas berteriak, pasti Hyejin akan melempar bom yang ledakannya menggema sampai negara tetangga.

“aku kemari untuk-“

“pulang saja sana!” potong Hyejin, bahkan sangking kesalnya ia menyeret tangan Baekhyun.

“Aku kemari mau melamarmu Park Hyejin. Aku sengaja tidak menemuimu karena menyiapkan mentalku.” ujar Baekhyun yang spontan membuat Hyejin bagai tersambar petir. Gadis itu mematung menatap kekasihnya yang saat ini sedang menjatuhkan rahang. Baekhyun tersenyum melihat wajah terkejut Hyejin.

Pemuda itu merogoh sesuatu dalam saku celananya dan berlutut di hadapan Hyejin. Sepasang cincin berlian tersugu di hadapan Hyejin.

“ekmmm… Park Hyejin. Maukah kau menerima pria tampan ini untuk menjadi suamimu?”

Suara petir langsung menggelegar bagai pendukung aksi Baekhyun saat ini. Hyejin mengerjap melihat prianya bersimpuh sembari menyodorkan kotak berisikan benda bulat.

“a-apa?”

“Sayang, maukah kau menikah denganku?” lantang Baekhyun. Semakin jelas, namun Hyejin masih syok dengan apa yang didapatinya saat ini. Dilihatnya mata berbinar milik baekhyun, gadis itu mencoba mencari kebohongan disana. Bisa saja Baekhyun sedang bermain lelucon lantaran kekasihnya itu sangat hobi bercanda.

“Baek? kau serius?”

Kaki Hyejin sedikit bergetar, benih-benih bahagia mulai tersebar luas dihadinya. Baekhyun kini berdiri dan menggenggam kedua tangannya.

“Dimana orang tuamu? Aku harus menemui calon mertuaku.”

.

.

.

Hyejin menahan tawa saat ingatan enam bulan yang lalu melintas di otaknya. Ingatan saat suaminya datang ke rumah untung melamarnya. Sangat sederhana dan romantis, Hyejin tak bisa melupakan moment terindah yang di ciptakan oleh suaminya. Ya, keduanya telah menjadi pengantin  dan kini usia pernikahan mereka  sudah berjalan setengah tahun. Terbilang masih sangat muda, namun keduanya sama-sama menikmati waktu bersama di setiap harinnya. Satu hari sangat berharga untuk Baekhyun maupun Hyejin.

Jemari mungilnya bermain nakal di wajah Baekhyun. Ia sangat mencintai pria yang tidur satu ranjang dengannya itu. Sesekali bibirnya maju untuk mengecup  bibir Baekhyun. Gadis 24 tahun itu membuka layar ponselnya, melihat tulisan angka yang menunjukan penghitung jam.

“3,2,1” Hyejin melakukan hitung mundur sampai jarung jam tepat berada di angka 12 malam.

“HAPPY BIRTHDAY!!!” gadis itu berteriak hebat. Bertepuk tangan sangat keras sembari membunyikan terompet kecil. Sontak saja yang tertidur disampingnya tersentak, bahkan cicak yang berada di dinding hampir saja terjatuh karena terlalu kaget.

Baekhyun, yang tadinya tertidur sangat nyanyak jadi melotot. Pemuda itu sampai terduduk memegangi dadanya.

“ya ya ya. Kenapa kau teriak seperti itu?” kesal Baekhyun. Ia menatap istrinya dengan tatapan cukup kesal. Bagaimana tidak? Jantungnya serasa melompat keluar karena Hyejin berteriak tepat di daun telinganya.

Sedangkan Hyejin hanya terkekeh mendapati suaminya melotot. Ia berbalik sebentar untuk melakukan sesuatu.

Baekhyun  yang masih mengantuk menguap kecil sembari mengusap kedua matanya. Saat menurunkan tangannya, tiba-tiba Hyejin sudah memegang birthday cake lengkap dengan lilin berangka 26. Gadis itu menyanyikan lagu selamat ulang tahun tak kalah kerasnya saat berteriak tadi. Baekhyun mendapati itu terkejut sekaligus terharu. Ia baru ingat sekarang sudah memasuki tanggal 6, dan itu artinya hari ini adalah ulang tahunnya. Oh, ia bahkan hampir lupa tentang perayaan kelahirannya sendiri.

“Selamat ulang tahun Byun Baekhyun. All, the best for you my lovely husband.”

Cup

Baekhyun merubah ekspresinya, bibirnya yang tadi mengerucut kini tersenyum bahagia.

“Kau memang sangat istimewa, sayang.” Setelah mengatakan itu Baekhyun memejamkan matanya. Terlihat khusyuk memanjatkan doa dan setelah selesai ia meniup lilin angka itu. Baekhyun menarik tubuh istrinya ke dalam dekapan, membawa Hyejin bersandar pada dada bidangnya.

“terimkasih, Hyejin-ah. Kau tau? aku sangaaaaat bahagia. Kau orang pertama yang mengucapkan selamat untukku”

“eum. Ini hanya kejutan kecil. Masih ada yang lain.”

“Apa aku mendapat hadiah?” tanya Baekhyun atunsias. Bahkan sekarang wajahnya terlihat seperti anak anjing yang sedang meminta makanan.Hyejin melepas pelukan Baekhyun dan menggeleng keras.

“Aku tidak menyiapkan hadiah apapun. Kau bukan anak kecil Baek.” jujur Hyejin terdengar lucu.

Baekhyun terkekeh dan mengacak surai hitam wanitanya. Keduanya berpelukan lagi, sama-sama menciptakan sebuah kehangatan. Taukah apa yang paling membuat Baekhyun bersyukur?

Jawabannya adalah berada di sisi Hyejin. Setiap malam pria itu selalu berterimakasih pada Tuhan. Ia merasa menjadi pria paling beruntung memiliki seorang Park Hyejin.

.

.

.

Pagi datang sangat cepat, semua orang sibuk dengan kegiatannya begitu pula Hyejin. Setelah selesai membuat sarapan ia membantu suaminya bersiap. Hyejin sibuk memilih dasi yang pas untuk Baekhyun kenakan hari ini. Wanita itu tersenyum puas setelah menemukan yang cocok dengan kemeja Baekhyun.

Cup

Sedang asik memasangkan dasi, dengan nakalnya Baekhyun mencium bibir Hyejin.

“Ya!”

“morning kiss.” Ujar Baekhyun membuat Hyejin memutar bola matanya. Morning kiss katanya?

Pagi ini Baekhyun sudah menciumnya sebanyak tujuh kali. Dan rasanya bibirnya sedikit benkak.

“Finish. Kita sarapan lalu berangkat kerja.” Hyejin berlalu setelah meraih tas suaminya untuk di bawa ke ruang makan. Baekhyun memang sangat cerdas, namun pria itu sangat pelupa. Jika Hyejin tak mengingatkan, bisa-bisa benda penting itu tertinggal.

Keduanya sarapan bersama. Baekhyun memaksa Hyejin untuk duduk di pangkuannya. Tentu saja Hyejin tidak menolak karena ini hari sangat spesial.

“Hyejin-ah. Aku ingin bermain di ranjang malam ini. Sudah lama kita tidak melakukannya. ya sayang?”

Hyejin menyuapkan sendok nasi goreng terakhir ke dalam mulut Baekhyun. Ia hanya diam, tak berniat menjawab pertanyaan suaminya itu.

“sayang? Ayo lakukan malam ini.Aku rindu sentuhan mautmu itu.” ulangnya lagi. Baekhyun sedang merajuk dengan jurus aegyo. Terlihat menggelikan mengingat statusnya sebagai  direktur perusahaan.

“shhhh, tidak. Kau melakukannya dengan ganas satu bulan yang lalu. Aku sampai tidak bisa berjalan.” Ucap Hyejin beralasan.

“ayolah. Akan kugendong  jika kau tak bisa berjalan. Bagaimana?” Baekhyun terus memaksa, kali ini menunjukan senyum termanisnya. Hyejin berdecak kesal dan beranjak.

“aku ada kelas pagi. Sebentar lagi muridku akan melaksanakan ujian akhir semester dan aku harus fokus mengajar. Masa iya aku cuti hanya karena korbanmu.”

Baekhyun tertawa karena membayangkan istrinya berjalan kesusahan saat mengajar.

“baiklah-baiklah. kita lakukan akhir pekan saja, Ok?”

Hyejin tersenyum sebagai jawaban. Saat berbalik barulah ia mengumpat. Suaminya sangat prevert kalau urusan ‘itu’. Baru sekali melakukan, ia sudah kapok. Tapi sejujurnya Hyejin menikmatinya juga, sangat.

“ah apa yang kufikirkan.”

Hyejin memukul kepalanya yang sudah berfikiran mesum sepagi ini.

.

.

.

Sepatu kulit beradu keras dengan lantai, menciptakan bunyi senada. Dengan langkah gagaghnya, Baekhyun memasuki ruang kerja. Baru beberapa detik duduk di kursi jabatannya, seseorang yang tak lain adalah sekertarisnya masuk tanpa mengetuk pintu. Sangat tidak sopan tapi Baekhyun sudah biasa akan hal itu.

“Selamat pagi, Park Chanyeol.” sapa Baekhyun. Yang di sapa hanya menunjukan wajah suram.

“eum. Baek, ayolah beri aku waktu libur untuk hari ini.” ujar Chanyeol tiba-tiba memohon. Baekhyun berdecak dan menggeleng keras.

“kita sudah membicarakannya tadi malam Park Chanyeol. Tidak ada cuti atau apapun itu. Kita sangat sibuk hari ini.” tegas Baekhyun. Chanyeol mendesah kesal dan semakin mendekati Baekhyun.

“Hyung, aku mohon. Untuk hari ini saja.”

Baekhyun mendorong bahu Chanyeol yang saat ini sedang melendot padanya. Apa-apaan pria tinggi itu? tingkahnya mirip seperti Hyejin yang sedang manja padanya. Dan apa tadi? ‘Hyung?’ , Baekhyun ingin tertawa.

“Jangan, merendahkan dirimu dengan aegyo, Yeol. Menggelikan.”

“ckkk pelit. Jika kau tak memberiku ijin, aku akan bilang pada Hyejin jika kau mempekerjakan sekertaris wanita. Kau pasti-“

“apa?apa?apa?”

Karena kesal, Baekhyun memotong pembicaraan Chanyeol. Jika sudah menyangkut Hyejin, urusannya bisa bahaya. Park Chanyeol berusaha  menjadi kambing hitam dalam urusan rumah tangganya saat ini. menjengkelkan sekali.

“ah lupakan. Baek, ijinkan aku keluar eoh?. Bagaimana jika aku kembali saat istirahat? Ne? aku harus menemani Sunhee ke suatu tempat. Ne? Ne?”

Baekhyun memikirkan sejenak permintaan Chanyeol. Sebenarnya ia sangat sibuk namun mengingat Chanyeol itu kakak ipar istrinya ia akan mengijinkan.

“baiklah. Tapi tepat jam 12 nanti kau sudah harus ada di ruanganku. Arraso?”

Chanyeol tersenyum senang dan menepuk bahu Baekhyun. Sahabatnya itu memang pengartian.

“Ok. Terimakasih Baek. kau memang yang terbaik. Ah iya, Semalat ulang tahun, kau semakin tua saja Baek. ha ha ..” Setelah mengatakan itu Chanyeol langsung berlalu.

Baekhyun menggeleng heran.Pemuda gagah itu mulai membuka dokumen yang tersaji dihadapannya. Banyak sekali file yang harus di tandatangani olehnya. Sial, di hari spesialnya saja ia di sibukan dengan tugas. Padahal rencananya ia akan mengajak istrinya jalan-jalan.

Matanya melirik foto pernikahannya dengan Hyejin yang ada di sudut meja kerjanya. Senyum simpul terukir di bibir mungilnya.

“bagaimana ini? aku sudah merindukanmu, Hyejin-ah.”

.

.

.

Hyejin baru saja selesai mengajar, namun wanita itu langsung terburu-buru ke toilet. Perutnya mual lagi, ia berusaha memuntahkan isi perutnya namun tidak ada cairan yang keluar. Selalu seperti itu sejak beberapa minggu ini. Ia ingat kata-kata dokter yang baru kemarin di kunjunginya. Sebenarnya dirinya hanya perlu istirahat.

“eo? Sehun-ssi?” baru keluar dari toilet, Hyejin menemukan rekan kerjanya melintas.  Yang di panggil hanya menoleh tanpa menjawab sapaannya, terus berjalan lurus.

Hyejin mengumpat karena diabaikan. Oh Sehun memang selalu cuek padanya.Pria dengan status guru fisika itu sangat pendiam. Diantara banyaknya guru, pria itulah yang belum pernah mengobrol panjang dengannya.

“aiisshh,  lihatlah aura dinginnya. Pria aneh.” Hyejin melanjutkan jalannya. Lebih baik ia cepat bersiap-siap untuk pulang.

Sedangkan pria bernama Oh Sehun tadi menghentikan langkah saat Hyejin berjalan melewatinya. Nafasnya terhembus kasar. Perlahan tangannya menyentuh dada kirinya. Lagi-lagi jantungnya berdebar sangat hebat. Sehun faham apa arti debaran itu.Ia selalu menyadarkan dirinya seniri untuk tidak terjerumus dalam perasaan aneh. Sehun sangat tahu jika wanita tadi telah memiliki seorang suami.

Entah sampai kapan Sehun harus bersikap tak acuh. Sebenarnya ia pun ingin dekat dengan gadis bernama Park Hyejin itu. Namun sayang, kegugupan mengalahkan mentalnya.

“hah”

Sehun melanjutkan langkahnya. Berjalan di belakang Hyejin dengan sangat hati-hati.

.

.

.

Bakhyun barusaja memakirkan audi silver-nya di bagasi. Ia memijit lehernya yang di rasa sangat pegal. Kakinya rasanya mau copot, padahal pintu rumahnya tinggal beberapa langkah lagi.

Berdiri dan menjelaskan sebuah presentasi selama berjam-jam sungguh membuatnya lelah. Ia bakhan menyiapkan apapun sendiri karena Park Chanyeol tidak sepenuhnya membantu. Menyebalkan sekali, ternyata janji Chanyeol untuk kembali bekerja saat jam istirahat itu bohong. Sekertarisnya itu kabur untuk pacaran.

“aku pulang” teriaknya. Bau masakan langsung menyambutnya. Baekhyun tersenyum senang dan berlari kecil menuju dapur. Tiba-tiba saja rasa lelahnya lenyap.

“Sayang, kau-….  eoh?”

Bakhyun tak menemukan Hyejin di pantri dapur. Padahal makanan sudah tersaji rapi di sana, lantas kemana istrinya itu?.  Tidak biasanya Hyejin meninggalkan makanan terbuka seperti itu.

Baekhyun menyeret kakinya menuju kamar. Mungkin Hyejin berada di dalam. Dan benar saja, ia melihat istrinya meringkuk di kasur setelah membuka pintu.

“sayang, kau tidak mendengarku datang heum?” tanya Baekhyun. Ia duduk di sisi ranjang untuk mengamati Hyejin. Tangannya  mengusap surai istrinya.

“tidak”

Baekhyun mengernyit saat Hyejin menjawabnya dengan nada ketus. Mungkin istrinya itu sedang  lelah, fikirnya.

“Kau baru menyiapkan makan malam kan? ayo, aku sudah sangat lapar.” Ajak Baekhyun. Hyejin membuka matanya dan menatap Baekhyun super dingin.

“Aku tidak mau makan denganmu.”  tolaknya. Kali ini Baekhyun benar-benar heran.

“hey, apa kau sedang kesal. Ada apa heum? Tumben sekali.”

Hyejin mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap suaminya penuh selidik.

“Baek, kau mau mengganti sekertarismu kan? wanita? cihh.”

“apa?”

“menyebalkan. Aku kan sudah pernah bilang. Jangan pernah mempekerjakan sekertaris wanita.”

Baekhyun malah bingung. Ia tak mengerti mengapa istrinya tiba-tiba bicara seperti itu. Kemarin, hari ini dan besok, sekertarisnya tetaplah Park Chanyeol. Tidak berubah.

“aku tidak mengganti sekertarisku. Kau dapat kabar darimana?” tanya Baekhyun. Yang di tanya memalingkan wajah, membuat Baekhyun frustasi. Jika Hyejin sudah marah seperti itu, ia akan kualahan.

“oh, jangan-jangan Chanyeol yang mengatakannya padamu?”

“jika ia memang kenapa?”

‘kurangajar kau park Chanyeol. Dasar kambing hitam’ lantang Baekhyun dalam hatinya.

“jangan percaya. Dia hanya mengerjaimu. Sayang, aku tidak ada rencana untuk mengganti sekertarisku. Percayalah!.”

Baekhyun terus membuat istrinya percaya padanya. Hyejin mengendikan bahu dan berbaring  lagi, ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Mengabaikan Baekhyun di sampingnya.

.

.

.

Baekhyun menghela nafasnya. Hyejin benar-benar kesal karena suatu hal yang tidak benar. Ia akan membiarkannya dulu. Dirinya terlalu lemas untuk berdebat.

Yang ada di otaknya hanyalah nama Chanyeol. Siapa lagi jika bukan sahabatnya itu. Baekhyun masih ingat ancaman Chanyeol tadi pagi. Pasti pria itu berkata yang tidak-tidak pada istrinya.

“awas kau Park Chanyeol.”

Ia berjalan lemas menuju kursi makan. Makanan di sana masih hagat, pertanda Hyejin belum lama membuatnya.

Ini aneh. Biasanya jika Hyejin marah, wanita itu tak mau mengerjakan hal apapun. Tapi lihatlah banyaknya makanan diatas meja. Sepertinya istrinya spesial membuatkan untuknya.

Baekhyun duduk di kursi kesayangannya. Saat membalikan mangkuk, lipatan kertas terjatuh ke lantai.

Baekhyun langsung mengambilnya, karena sangat penasaran jadi ia membukanya. Yang pertama di lihatnya adalah nama Park Hyejin serta  logo Seoul Hospital di sudut kertas itu. Baekhyun membaca dengan sangat serius dan seketika matanya langsung membulat.

“i-ini?”

Baekhyun masih mencernanya, ia sedang meyakinkan diri sendiri jika apa yang di bacanya itu adalah surat kehamilan dari dokter. Benarkan itu milik istrinya?

Baekhyun rasanya ingin berteriak sekarang.

“Baekhyun-ah, apa kau senang?”

Tangan lembut tiba-tiba memeluknya dari belakang. Baekhyun menoleh dan menemukan Hyejin tersenyum padanya.

“apa kau fikir aku benar-benar kesal padamu? Tidak,tidak. Tadi itu hanya trikku,Baek.” lanjut Hyejin karena Baekhyun masih saja diam.

Baekhyun melepas tangan Hyejin yang melingkar di lehernya. Ia berdiri menghadap istrinya.

“Sayang, kau hamil?” Baekhyun bertanya dengan mimik sangat serius. Hyejin menimpalinya dengan anggukan.

“sudah berapa lama?”

“emmm dua minggu.”

Baekhyun mengerjap. Ia sedang mengumpulkan nyawanya yang tadi sempat elayang.

“Benarkah? KYAAAA… aku akan menjadi ayah?”  teriak pria itu tak percaya. Hyejin melihat lagi wajah behagia Baekhyun, sama seperti saat mereka mendapat restu menikah. Baekhyun sudah menunggu kehamilan itu sejak lama. Katakan saja, itu adalah salah satu mimpinya.

“eum. Kau akan menjadi seorang ayah, Baek. Dan ini hadiah ulang tahunmu dariku.”

Baekhyun tak memikirkan apapun lagi. Ia hanya terlalu bahagia dengan ‘hadiah’ yang di berikan oleh istrinya itu.

“Aku mencintaimu, Hyejin-ah. I love you so much.”

Hyejin membalas saat suaminya memeluk erat tubuhnya. Ia menjadi ingin menangis karena sangking senangnya, Baekhyun tak lama lagi akan menjadi sosok pemimpin keluarga.

“jadi kau hanya pura-pura kesal padaku tadi?” tanya Baekhyun.

“iya. Aku mendapat ide itu dari Chanyeol Oppa. He he. ”

Baekhyun menggeleng heran. Hyejin maupun Chanyeol memang sama-sama suka membuat lelucon menyebalkan.

“Baek, berjanjilah untuk membahagiakan kami!.”

“Pasti.”

Hyejin terkekeh geli mendengar jawaban lantang Baekhyun. Pelukan itu di lepaskannya dan dalam dua detik Baekhyun sudah menyerangnya. Hyejin merasakan betapa lembutnya bibir Baekhyun, hasratnya menjadi besar. Tak kalah brutal, ia juga melumat bibir tipis suaminya.

Keduanya tertawa di sela ciuman. Baekhyun mengangkat tubuh istrinya dan mendudukannya di meja makan. Keduanya melanjutkan tautan itu lagi dengan tempo lebih cepat. Saat ini, dunia seolah hanya milik mereka berdua.

“bolehkah?” tanya Baekhyun. Ia mengkode setelah meraba bra Hyejin.

“ingat junior kita Baek.”

“tak apa. Aku pernah membaca. Jika kita melakukannya, itu malah memperkuat kandungan. Bagaimana?”

Hyejin meikirkannya sejenak. Perkataan suaminya itu ngawur atau benar?. Dilihatnya binar mata Baekhyun, ia akan merasa bersalah jika menolaknya.

“Baiklah. Tapi lakukan dengan hati-hati.” Pinta Hyejin. Sang suami mengangguk dan langsung membong tubuhnya.

“Hey tapi kau belum makan malam. Kau tak akan bertenaga nanti.”

“rasa bahagia sudah membuatku kenyang,sayang.”

Baekhyun tak bisa menahannya lagi. Ia tak peduli dengan lapar yang sebenarnya dirasakannya. Salahkan saja Hyejin sudah membangunkan nafsunya terlebih dahulu.

‘Saat paling bahagia adalah saat mengetahui jika kau hamil.Aku akan setia menemani perjuanganmu hingga sembilan bulan mendatang.Aku tidak sabar, menunggu sosok kecil hadir di sisi kita. Hyejin-ah, aku akan menjaga kalian.’

Fin / TBC ?

 

Adakah yang minat untuk lanjut baca…?

 

 

Iklan

9 thoughts on “Happiness #1 (Pregnant)

  1. HALO KAKAK!! Woah! bbh ultah ya hari ini? Selamat Ulang Tahun buat pacar, tunangan, ato suaminya ya? Eheh.
    Ffnya keren, lucu. Serulah ceritanya! Baekhyun disini pervert bgt ya? Ahah.

  2. Eonniii.. Aku baru baca iniii… Waah, ngerasa ini epilog dari Finally i got you 😂😂✌..
    Baekki nya tetep sweet 😍😊.
    Pengen lanjut baca dong, Kaaaak.. Alurnya buat Aku penasaraan, keren bgt…
    Itu, Aku penasaran juga sama Se Hun, ada ceritakah dibaliknya, nanti?
    Harus dilanjut, yaaaa… Aku tunggu next nya, Eon. Fighthing! 😊.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s