[Author Tetap] Mistake (Chap 9)

Cast: Park Chanyeol, Jun Rayeon (oc), Oh Sehun, Jun Ahra (oc).

Genre: Romance, sad.

Rate: PG-13.

Disc: Ff ini ASLI milik saya! No Copas, Plagiat. Like dan comment setelah baca ya 🙂

.

.

.

Pilihanku tidak pernah berubah. Dulu, sekarang ataupun nanti, aku hanya memilih dirimu. Jadi kumohon, ini menyiksa diriku..

.

.

Chanyeol tersenyum menatap Ahra yang berjalan ke arahnya. Dirinya sudah mulai menerima Ahra sekarang. Ahra juga adalah orang yang baik dan pengertian namun ini semua tidak lebih dari kakak dan adik. Chanyeol tidak bisa menerima Ahra sebagai pasangannya. Tidak bisa.

Bahkan setelah 3 tahun lamanya Rayeon meninggalkan mereka. Chanyeol masih, setiap harinya, dan setiap malamnya merindukan Rayeon. Mungkin ini bodoh namun setiap ia merindukan Rayeon, ia hanya akan melihat Ahra agar dapat membodohi dirinya bahwa Rayeon masih ada di sini. Masih bersamanya.

Walaupun ia tau, Ahra bukanlah Rayeon.

Bukan yang ia cintai dan sayangi, bukan wanita yang ia ingin nikahi, bukan..

“Oppa, ada apa?” Tanya Ahra yang melihat Chanyeol menatapnya termenung. Chanyeol menggeleng dan tersenyum, “ayo.” Ujarnya lalu berjalan masuk ke dalam toko kue.

“Aku suka kue di sini. Cheese cake mereka sangat lezat!” Chanyeol tersenyum dan mengangguk.

“Ayo memesan kue di sini lalu kita pergi ke mall. Kau mau membeli sepatu baru kan?” Ahra mengangguk dan merangkul Chanyeol ke kasir.

“Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?”

“Aku mau membeli Cheese cake.” Ujar Ahra tersenyum, “untuk acara pertunangan kami.”

Chanyeol hanya tersenyum tipis saat teleponnya berbunyi. Rangkulan Ahra ia lepas dengan cepat dan pergi menerima telepon itu.”Aku akan kembali, Ahra-ah.”

“Halo?” Ujar suara manis di sebrang telepon itu. Chanyeol tidak menjawab, ia tau persis siapa yang meneleponnya dari suara manis orang tersebut.

Orang yang sangat ia rindukan, Jun Rayeon.

“Chanyeol? Chan?” Beberapa kali Rayeon memanggil namun tidak ada reaksi. Rayeon menatap ponselnya yang masih tersambung lalu mendekatkannya ke telinga.

Hening sejenak membuat kata-kata yang keluar dari mulut Chanyeol saat ini sangat menyakitkan.

“Aku merindukanmu.”

Suara lirih yang sangat menyedihkan tersebut membuat Rayeon terdiam. Mereka ber2 hanya terdiam dan terdiam tanpa berbicara apapun.

“Oppa, kau sudah selesai?” Suara Ahra yang terdengar di telepon membuat Rayeon sadar. Chanyeol milik Ahra.

Rayeon tersenyum dan berkata, “aku juga, maafkan aku..” lalu menutup teleponnya.

Chanyeol menatap telepon genggamnya dan tersenyum penuh arti. Mereka saling merindukan namun tak bisa saling menatap, adakah hal lebih menyakitkan dari itu?

Tentu saja, mereka saling mencintai namun tidak dapat bersama.

“Ada apa? Telepon dari siapa?” Tanya Ahra yang disambut gelengan.

“Hanya dari kantor.” Bohong Chanyeol. Ahra mengangguk dan tersenyum.

“Ayo, kita harus membeli sepatu.” Chanyeol kembali terdiam dan merenung. Baru saja ia tersenyum penuh arti karena Rayeon dan lupa bahwa ia akan bertunangan dengan Ahra.

Dunia memang kejam, bukan?

Chanyeol dan Ahra berjalan menuju mall terdekat. Mereka menatap baju-baju di dalam toko dan membeli sepatu baru untuk Ahra.

“Apa ini bagus?” Tanya Ahra menatap Chanyeol yang terlihat bingung.

“Entahlah, aku tidak tau.” Ahra menghela nafas lelah lalu menatap Chanyeol. “Apa kau tau, aku selama ini berterima kasih padamu. Terimakasih, untuk selalu berada di sisiku dan menjagaku seperti yang Rayeon inginkan. Jadi bisakah kali ini kau memilihkan sepatu yang cantik untukku?” Chanyeol menatap Ahra lalu menghela nafas dan berjalan ke rak sepatu.

“Aku suka yang ini.” Chanyeol menunjuk sepasang sepatu hak yang tidak terlalu tinggi. Sepatu yang terlihat cantik bahkan hanya untuk dipandang.

“Aku suka yang ini.” Ahra mengambil sepatu dan membelinya tanpa mencobanya. Chanyeol menatap bingung Ahra yang langsung membelinya.

“Kau tidak akan mencobanya?” Tanya Chanyeol yang dibalas gelengan oleh Ahra.

“Tidak, ini untuk hari yang spesial.” Chanyeol tidak memusingkan itu dan hanya mengangguk mengerti.

“Apa yang akan kita lakukan sekarang?” Tanya Chanyeol lalu menatap Ahra yang tersenyum sambil memegang perutnya.

“Aigoo, baiklah ayo kita makan.” Ahra tersenyum dan membiarkan Chanyeol berjalan duluan seperti biasanya.

Ia tau, Chanyeol tidak mencintainya. Cukup 1 detik untuk tau bahwa Chanyeol tidak bisa mencintainya.

flashback*

1 bulan setelah kepergian Rayeon.

Chanyeol duduk di halaman belakang rumah. Ia menatap kosong rumput dan terlihat linglung. Matanya lalu menangkap sebuah kaki yang mendekat.

Chanyeol mulai menatap wajah orang tersebut dan tersenyum namun sedetik kemudian ia tersadar.

“Ahra-ah.” Ahra tersenyum lalu duduk di sebelah Chanyeol.

“Ada apa?” Tanya Ahra yang sebenarnya sudah tau masalahnya.

“Kau merindukannya?” Tanya Ahra yanh diangguki Chanyeol.

“Aku sangatttt merindukannya.” Ahra terdiam lalu bertanya lagi, “kau mencintainya?” Chanyeol tersenyum dan mengangguk.

“Kenapa, kenapa Rayeon harus pergi? Kau sangat mirip dengannya, aku sangat merindukannya. Rasanya seperti aku akan meledak karena kesal dan sedih.” Chanyeol bangkit dari tempat duduknya dengan sempoyongan.

Hari masih cerah namun semua terlihat memusingkan bagi Chanyeol dan semua itu karena Ahra. Seharusnya yang pergi adalah Ahra.

“Hei, kau tau, kau sangat egois. Bagaimana bisa kau membuat Rayeon pergi begitu saja? Ia sudah cukup merelakan waktunya demi dirimu. Ia bahkan tidak kuliah karenamu. Bahkan ia rela membiarkan aku bersamamu. Seberapa besar cinta yang kau terima dari Rayeon?” Ahra diam tidak bisa berkata-kata.

Chanyeol mabuk, bahkan di siang hari. Ini membuat segalanya jelas, Ahra-lah penghalangnya. Harusnya Ahra tidak bersama Chanyeol. Harusnya Rayeon yang bersama Chanyeol.

“Aku, hanya ingin dicintai..” bisik Ahra yang membuat Chanyeol tertawa lalu berjalan dengan susah payah ke arahnya.

“Kau fikir, Rayeon tidak butuh kasih sayang?!” Tanya Chanyeol yang hanya berjarak 5 cm di depan Ahra.

Suara, tatapan hingga perkataan Chanyeol membuat Ahra marah dan kesal. Ia sangat membenci bagaimana Chanyeol mengatakannya. Karena semua itu benar. Rayeon telah memberikan segala kasih sayangnya untuk Ahra. Namun kali ini, Ahra menginginkan Chanyeol. Ia ingin bersama Chanyeol.

Walaupun Chanyeol membencinya, ia hanya ingin untuk berada di dekat Chanyeol. Jadi, tidak bisakah dirinya bersama Chanyeol dengan kasih sayang Chanyeol?

Flashback off*

Chanyeol menatap Ahra yang sedari tadi menatapnya dengan senyuman. Anehnya, senyum itu terlihat menyedihkan dan memilukan.

“Ada apa dengan senyuman itu?” Tanya Chanyeol yang risih.

“Tidak. Aku hanya tersenyum. Aku memang selalu tersenyum. Terimakasih Chanyeol-ah.” Sekarang Chanyeol semakin bingung.

“Terimakasih untuk?”

“Karena telah menyayangiku seperti janjimu pada Rayeon, karena menemaniku setiap hari dan karena selalu bersamaku saat aku menginginkan seseorang.”

“Tentu, itu tugasku.” Ujar Chanyeol lalu kembali memakan makanannya.

Ahra hanya tersenyum miris mendengar kata ‘tugas’ dan menatap setengah piring makanannya dengan tidak nafsu.

“Aku mau pulang.”

“Aku mau ke toilet.” Ujar Chanyeol lalu bangkit.

Ahra mengangguk dan duduk diam seraya memainkan ponselnya. Lalu tiba-tiba panggilan masuk tertera di layarnya. Nomor baru yang tidak ia kenal.

Ahra mengangkatnya. “Ahra-ah.”

Jantung Ahra berdegub kencang. Ia tau ini akan terjadi setelah mereka merencanakan pertunangan.

“Eoh? Ah, Rayeon-ah.”

“Apa kabar?”

“Baik.”

Hening sejenak. Ahra maupun Rayeon menjadi canggung sekarang. Mungkin karena lama tidak bertemu atau karena hati mereka yang tau bahwa tidak ada yang telah merelakan perasaannya untuk Chanyeol, setidaknya belum.

“Aku hanya ingin..,” telepon dimatikan oleh Ahra.

Ahra bangkit dan memasukan teleponnya ke dalam tasnya saat melihat Chanyeol sudah mendekatinya.

“Oppa, ayo pulang.” Chanyeol mengangguk dan berjalan dengan Ahra merangkulnya.

Ahra tidak mengatakan apa pun selama di mobil namun Ahra terlihat ketakutan.

“Ada apa?” Tanya Chanyeol mengalihkan tatapannya pada Ahra sekilas.

“Apa?” Tanya Ahra terlihat tersentak.

“Kau kenapa?” Ahra terdiam. Lidahnya kelu saat itu.

“Tidak. Aku hanya kelelahan. Mungkin.” Chanyeol tau ada yang tidak beres dan melihat Ahra yang menyembunyikannya, Rayeon, dialah salah satu yang dapat menjadi penyebab.

Mereka sampai di rumah dengan selamat. Ahra dan Chanyeol turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.

Semua terlihat sepi dan gelap. Chanyeol dan Ahra berjalan ke meja makan yang terdengar tawa ayah dan ibunya.

“Jadi bagaimana kalian bertemu?” Terdengar suara hangat ibunya secara dekat.

Semakin dekat dan semakin dekat Chanyeol dan Ahra melangkah, semakin jelas pembicaraan mereka.

Hingga titik dimana ia dapat mendengar suara gadis itu, langkahnya terhenti. Jantungnya berdegup dan suaranya tercekat. Seakan ada kupu-kupu di perutnya, ia sadar sebesar apa cintanya pada gadis itu dan itu belum pudar, bahkan sedikitpun.

Mata mereka bertemu. Rayeon, gadis itu duduk di meja makan bersama ayah, ibu dan seorang laki-laki di sana. Chanyeol tidak mengerti, siapa laki-laki itu? Mengapa mereka terlihat akrab?

Ahra yang menatap mereka juga terdiam. Ahra tau, Chanyeol pasti masih menyukai Rayeon. Ia tau dengan jelas bagaimana Chanyeol selama ini masih mencintai Rayeon.

“Chanyeol, Ahra-ah, ayo, kita kedatangan tamu istimewa.” Ujar Tuan Park memanggil mereka untuk duduk di meja makan.

Rayeon terlihat canggung namun berusaha tersenyum kepada mereka. Rayeon terlihat lebih cantik sekarang.

“Ingat kan siapa dia? Itu Rayeon dan laki-laki itu adalah Sehun, pacarnya.” Chanyeol dan Ahra menatap Nyonya Park dengan kaget.

“Apa?!” Tanya Ahra kaget. Bagaikan ditimpa keajaiban, Ahra terlihat senang dan tidak percaya. Terbalik dengan Chanyeol. Dunia yang ia inginkan seaka hancur dan hilang.

Kenapa? Setelah aku menunggumu, kau tidak memberiku kesempatan..

.

.

.

TBC.

Hai, maaf ya kalo lama updatenya. Tenang, ujianku ud selesai kok jadi bisa update terus hehe. Jangan lupa like dan comment ya, abis silent readersnya banyak banget.. kritik dan saran ku terima kok. Jadi kalo bisa jangan jadi silent readers ya.

Thx for reading ^^.

Iklan

21 thoughts on “[Author Tetap] Mistake (Chap 9)

  1. What? Ini apa2an nih? Masa ku dah nunggu sekian lama gk taunya kyk gini? *canda jgn marah ne.
    Tp bener deh eon ini bener2 diluar ekspetasi(?)ku lho. Gk mikir aj gt bakal kek gini. Apalg tuh pas sehun muncul, entah knp kok ku malah ngakak ya? Kocak gt lah, aplg di disini jd pacarnya rayeon kan? Disitu ku ngakak bgt. Kukira rayeon balik krn apa gt, eh ternyata…
    Gk bisa ra, chanyeol tuh punya kakakmu. Gk boleh nikung gt. Chanyeol cm cinta ma kakakmu. Jgn ngarep.
    Hhh yodah lah eon, cpt update ya nextnya. Kutunggu..

    • Wkwkwk ku seneng liat commentnya😂 ceritanya biar seru harus ada mind blowing dulu donk hehe. Chapter selanjutnya diusahakan update sebelum akhir bulan ya.

  2. Aku bingung ka mau komen apa -__- terlalu menyakitkan dan geregetan abissss 😭😭😭 teruntuk ahra yang tidak kunjung sadar dan serakah, kau sangat menyebalkan 🙅🙅🙅🙅 satu kata untuk rayeon, chanyeol dan kakak penulis, SEMANGATTTTTT 🙆🙆🙆🙆😘😘😘😘😘😘 ditunggu chapter berikutnya kaaa 💪💪💪💪💪💪💪

  3. Kenapa rayeon sama chanyeol gak bisa bersatu sih ? Jadi kesel, lh tiba-tiba ada sehun aja pliss deh thor buat mereka bersatu ya ? Aku gak suka sama ahra dia terlalu egois sudah tau chanyeol gak suka sama dia tapi masih teyap bertahan aja. Maaf baru komen thor

  4. Omo? 😲😲😲 Sehun muncul? 😮. Wuuuuh, nyesek lagi Chanyeol nya, kan 😭😭😭😭…
    Sehun cuman buat pengaihan perasaan Rayeon aja, kan? Dia gak masih cinta Chanyeol, kan? Kakak, jgn buat Aku sakit hati… 😰😰😭…
    Baper tuh, kan 😂👍👍👍. Sayangnya, Aku telat update bacanyaaa….
    BTW, ditunggu next nya, Kaaak.. Dipercepat, yaaa.. Fighthing 😊😊😉😘😚.

  5. Yakin rayein udah ngelupain perasaannya ke chanyeol, tambah lagi ni penderitaan cinta mereka. Beri chanyeol kesempatan ….jd baper kan???next chap ditunggu thor

  6. Gw suka… suka banget! Baca marathon dari chap 1 sampa chap ini… Suka! disini Chanyeol oppa sesuai, gak merubah image aslinya~ omona~~~ fighting thor, gw menantikan kelanjutannya~!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s