[Author Tetap] Finally, I Got You (11)

Untitled

ByunPelvis

Main Cast : Byun Baekhyun,Park Hyejin (OC/You)

Other Cast : Oh Sehun,Park Chanyeol,Kim Chanri (Oc),Kim Jong In and Seulgi(Cameo).

Genre : Romance,Angst,Friendship.

Leght : Chapter

Rating :General

Disclaimer : This story is mine. No Copy no paste. Sory for typo.

And Don’t be a silent readers. ^^

aku tidak baik-baik saja
aku masih mendapatimu di sudut hatiku
tidak ada cara agar aku bisa bahagia
tidak ada jalan bagiku untuk baik-baik saja-Park Hyejin.

(I’m Not Okay-Chen)


 

Seseorang termenung di suatu tempat. Tempat yang sangat sepi karena hanya ada dirinya. Park Hyejin masih betah duduk bersandar pada nisan hitam yang terukir nama kekasihnya sejak dua jam yang lalu. Tak ada lagi airmata, mata bengkak itu seolah sudah kehabisan cairan di dalamnya.

Ia seperti orang gila karena berbicara dengan nisan sejak tadi. Hyejin mengumpat,memohon dan menyumpahi orang yang bahkan tak akan hadir di hadapannya lagi.

“kau memang pengingkar janji, Oh Sehun.” ujarnya dengan senyum miris

Hyejin menyesal karena dulu membiarkan Sehun pergi meninggalkannya. Satu kenyataan yang membuatnya lebih sakit, Chanyeol bilang Sehun meninggal karena bunuh diri.

Hayoung berkata padanya jika Sehun meninggal karena gagal saat melakukan operasi. Awalnya Hyejin hanya percaya pada kakak perempuan Sehun itu. Namun saat Chanyeol menunjukan padanya pesan video terakhir Sehun, ia sungguh syok.Kekasihnya memang meninggal karena bunuh diri.

Hyejin tidak menyangka, Oh Sehun yang di kenalnya berpendirian teguh juga selalu berfikir positif malah nekat melakukan hal  seperti itu.

“kenapa aku harus mencintai pria bodoh sepertimu? Huh?”

Hyejin memejamkan matanya, merasakan semilir angin sejuk yang membawanya ke dalam kedamaian.

“astaga Hyejin! ternyata kau di sini?”

Suara bass sedikit membuatnya tersentak, Hyejin menoleh dan menemukan Chanyeol berdiri di belakangnya. Ekspresi mukanya berubah datar, bahkan ia memalingkan pandangannya karena tak mau melihat si pemilik wajah.

“kita harus kembali ke Seoul sore ini. Tak seharusnya kau diam disini.” ujar Chanyeol. Pria itu menyentuh bahu Hyejin namun dengan cepat tangannya di tepis.

Chanyeol tahu, Hyejin masih sangat marah padanya. Mungkin saja, sepupunya itu tak mau memaafkannya sampai kapanpun. Tapi sekarang, ia sudah tidak tahan terus-terusan melihat Hyejin terpuruk. Hyejin mogok bicara,mogok makan,dan tak mau merespon siapapun sejak kemarin.

“Park Hyejin, bangunlah sebelum aku menyeretmu pulang.” Ancamnya. Masa bodoh, Hyejin masih saja terdiam.

Chanyeol menghela nafasnya, dengan kasar ia menarik lengan Hyejin. Yang di tariknya meronta dan mendorong tubuh sepupunya hingga hampir limbung.

Hyejin berlari pergi meninggalkan pemakaman. Setelah sampai di halaman utama tempat itu, Hyejin melihat Hayoung berdiri di samping mobil. Wanita bermarga Oh itu menatapnya dengan raut khawatir. Hyejin mendekat, berjalan semakin cepat dan memeluk Hayoung.

“Hyejin-ah. Benar kau di sini. Kami semua mencarimu. Kenapa kau pergi kemari tanpa pamit eoh?Kau membuat kami semua khawatir.” Ucap Hayoung selembut mungkin. Takut jika ia berkata keras, hati Hyejin semakin terluka.

Chanyeol berlari mendekati keduanya. Saat hendak membuka suara, Hayoung menyuruhya untuk diam saja.

“kita pulang. Eum?”

Hyejin mengangguk. Hayoung melepas pelukannya dan menuntun Hyejin memasuki mobil.

“Chanyeol-ah. Aku akan membujuknya.”

.

.

.

Baekhyun hanya memainkan butir nasi dengan sumpit yang di pegangnya.  Sesekali pra itu mendesah, seolah sedang memiliki masalah yang sangat berat. Mangkuk nasi yang isinya tinggal setengah itu sampai tak niat untuk di habiskan.

Wanita paruhbaya yang tak lain adalah ibu Baekhyun itu menatap putranya dengan tatapan bingung. Bukanya senang saat pulang ke rumah keluarga, tapi putranya itu malah memasang wajah suram.

“Bakhyun-ah, kau ini kenapa nak?” sang ibu bertanya pada akhirnya. Baekhyun tersentak dari lamunannya dan beralih menatap ibunya.

“hmmm. Aku sedang berada dalam mood buruk, eomma.” Jawabnya terdengar lemas.

“apa ada masalah heum?”

“tidak. Hanya saja aku-“ Baekhyun menggantungkan kalimatnya, berfikir terlebih dahulu untuk ia bercerita pada ibunya atau tidak tentang masalah hatinya.

“ah, apa kau seperti ini karena gadis itu?” tanya ibunya semakin penasaran,bahkan dengan nada menggoda. Baekhyun langsung tersentak dan mengibaskan kedua tangannya.

“Mwo? T-tidak. Ini hanya masalah tugas kuliahku saja. ” Elaknya berusaha berbohong. Ibu Baekhyun malah tertawa, beliau melihat betul kebohongan di mata putranya. Sejak dulu, Baekhyun tak pernah berhasil membohonginya. Dan utamanya, beliau tau jika putra kesayangannya itu sedang jatuh cinta. Jadi apalagi yang bisa membuat putranya  gundah selain wanita bernama ‘Park Hyejin’ yang sering di ceritakan padanya.

“tidak usah malu!. Hei apa kalian sudah pacaran? Kenalkan pada eomma. Eoh?”

“eomma! Kau membuatku tambah memikirkannya.” ujar Baekhyun tanpa sadar. Pria itu langsung menggigit bibir bawahnya. Sial, kenapa bisa keceplosan, pikirnya.

“aigo. Benar kan? Kau badmood karena gadis itu. Astaga kenapa kau harus berbohong  segala heum?”

Ibunya semakin memojokannya. Baekhyun harus cepat menghindar. Gawat jika ia berada di sana, bisa-bisa ibunya terus mengintrogasi.

“Eomma. Aku mulai mengantuk. Aku ke kamar dulu ya?.” ujarnya sembari pura-pura menguap. Namun  ibunya  malah menatap curiga.

“tidak biasanya.”

“kita mengobrol besok saja, ok? Selamat malam eomma.”

Baekhyun beranjak dari ruang makan, meninggalkan ibunya sendirian. Entahlah, pria itu hanya sedang tidak mau cerita soal masalah cintanya pada siapapun. Ia tak mau ibunya tahu, jika gadis yang selalu di ceritakan olehnya tak menyukainya sama sekali. Sekarang yang di fikirkannya bagaimanakah keadaan Hyejin. Mungkinkah Hyejin terpukul menerima kenyataan tentang Oh Sehun? Bagaimana jika Hyejin semakin menutup hati untuk pria sepertinya? . Sungguh, Baekhyun bisa tambah gila.

Kakinya berjalan cepat menuju kamar lamanya. Setelah  masuk  ia mengunci pintu agar tak ada yang mengganggu waktu istirahatnya.

“bukankah ini sudah tiga hari? Ckkk mengapa Chanyeol tak mengabariku?” kesalnya. Baekhyun membaringkan tubuhnya di ranjang, bahkan sekarang membolak-balikan badannya tidak jelas.

“arrggg aku bisa gila. Ya, Park Chanyeol, jika kau tak mengabariku hari ini jangan harap bisa menginjak apartementku lagi.”

Baekhyun menatapi ponselnya yang sangat senyap. Terus seperti itu untuk beberapa menit. Semakin  lama Baekhyun semakin mengantuk hingga perlahan matanya terpejam.

Drrrtttt…

“Ommo Kkamjakya”

Baekhyun tersentak saat ponsel di tangannya bergetar. Ia menatap horor benda pipih itu dan membukanya. Seketika mata sipitnya membulat sempurna saat membaca kalimat yang di kirimkan oleh Chanyeol.

Senyum simpul menghiasi wajah imutnya. Sepertinya dewi fortuna mendengar doanya. Baekhyun berteriak senang dan berguling-guling lagi. Namun karena tidak hati-hati, ia terjatuh dan mulutnya mencium lantai.

Terlihat kesakitan, namun rasa bahagia dalam hatinya membuatnya tak merasakannya.

“assa, kau memang sahabatku Yeol”

.

.

.

Hayoung memakaikan syal ke leher Hyejin. Wanita itu memeluknya lagi untuk terakhir kalinya. Sore ini, Chanyeol akan membawa Hyejin pulang ke Seoul setelah Hayoung berhasil membujuk Hyejin.

“maafkan kami semua, Hyejin-ah.” ujar Hayoung setelah melepas pelukannya.

Walau Hyejin belum bicara apapun padanya, tapi Hayoung yakin permintaan maaafnya di terima.

“kau janji harus baik-baik saja. arraseo?”

Hayoung tersenyum lembut dan tangannya merogoh sesuatu dalam saku celananya. Hyejin menerima sebuah memory card. Entah apa maksudnya, ia memandang Hayoung dengan pandangan tanya.

“setelah sampai Seoul, kau harus menonton video dalam memori itu.” ujar Hayoung. Sekali lagi, di genggamnya tangan Hyejin.

“Hayoung-ah. Kami harus pergi sekarang. ” Chanyeol berpamitan. Ia baru saja selesai memasukan tas ke dalam taxi.

“maaf Yeol. Aku dan suamiku tak bisa mengantar kalian ke aiport.” Sesal Hayoung.Jika saja Luhan tidak sedang bekerja, pasti ia akan ikut ke airport. Kondisinya yang sedang hamil tidak memungkinkan untuk pulang sendirian nanti.

“tak apa. Sebelumnya terimakasih sudah menampung kami di rumahmu. Lain waktu, kami akan berkunjung kemari lagi.”

“ya, kalian harus janji untuk datang kemari lagi.”

Chanyeol mengangguk, sekali lagi ia berpamitan dan menarik lembut tangan Hyejin. Baru dua langkah, namun Hyejin menghantikan langkah. Ia berbalik dan menatap Hayoung yang masih berdiri di depan pintu.

“Eonni, Terimakasih.” Ujar Hyejin yang terdengar sangat lirih. Walau terdengar seperti bisikan Hayoung bisa mendengarnya. Ia tersenyum pada Hyejin dan melambaikan tangannya.

Hyejin sedikit tersenyum sebelum masuk ke dalam taxi. Chanyeol mengikuti masuk setelah membalas lambaian tangan Hayoung.

.

.

.

Dua orang bermarga Park itu sudah berada didalam pesawat. Hyejin memejamkan matanya sejak tadi.Mungkin gadis itu sengaja agar Chanyeol tak mengajaknya bicara.

Chanyeol pun mengerti Hyejin, ia akan memilih diam hingga sampai di Korea nanti. Ia sempat mengabari Baekhyun jika mereka pulang hari ini. Chanyeol tau, pasti sahabatnya itu sangat menunggu kabar darinya mengingat banyaknya pesan dan panggilan yang Baekhyun buat.

Chanyeol tak pernah menyangka memiliki teman seatunsias Baekhyun. Tadinya ia menyimpulkan jika perasaan Baekhyun pada Hyejin hanyalah sebuah obsesi. Namun semakin lama ia bisa melihat banyaknya pengorbanan dan ketulusan yang Baekhyun beri untuk Hyejin. Chanyeol berjanji, akan membantu Baekhyun mendapatkan Hyejin. Karena ia yakin, sahabatnya itu bisa menempati posisi Sehun di hati Hyejin walau tidak sepenuhnya.

Jam di korea sudah menunjukan pukul 20.00 SKT. Perjalanan mereka tak cukup lama, pesawat take off dengan selamat di Icheon airport. Tanpa babibu Hyejin berjalan meninggalkan Chanyeol setelah mengambil tasnya.

“Aku akan mengantarmu sampai apartement.” Ujar Chanyeol sembari mensejajarkan langkah cepat sepupunya.

“tidak usah.”  Akhirnya suara Hyejin terdengar setelah hampir dua hari tak bicara padanya.

“jangan membantah. Kau-“

“aku ingin sendiri. Kumohon!” nada menyedihkan itu membuat Chanyeol bungkam. Dengan sangat terpaksa ia akan mengikuti permintaan Hyejin. Mungkin Hyejin memang butuh waktu untuk sendiri.

“baiklah. Aku hanya akan memastikanmu naik taxi. Kajja!”

Chanyeol menemani Hyejin hingga sepupunya itu mendapat taxi. Ia juga langsung pulang karena merasa tubuhnya sangat lelah. Sejak tadi Chanyeol  menelfon Baekhyun namun tak diangkat sama sekali, jadi terpaksa ia akan naik taxi juga.

Sampai di apartement Baekhyun, pria tinggi itu langsung merebahkan tubuh tingginya di sofa dan perlahan kesadaraanya hilang di bawa oleh mimpi.

Waktu terus berjalan hingga pagi mengganti gelapnya malam.Chanyeol tidur nyenyak tanpa menyadari jam berapa sekarang.

Seseorang masuk setelah membuka pintu ,sang pemilik apartement yang baru saja kembali dari rumah keluarganya tersenyum senang saat melihat Chanyeol sudah berada di dalam.

“Ya! Park Chanyeol bangunlah! Kenapa kau disini?”

Baekhyun membangunkan Chanyeol dengan pelan kali ini. itu karena temannya terlihat sangat lelah. Chanyeol perlahan membuka matanya, mengubah posisi menjadi duduk lalu meregangkan badannya yang kaku. Tidur di sofa pendek membuat semua sendinya pegal.

“dimana Hyejin?” tanya Baekhyun.

“tentu saja di apartementnya.”  Jawab Chanyeol dengan santainya.

“apa? kau membiarkannya sendirian? Saudara macam apa kau ini?”

Bukannya di sambut dengan baik, Chanyeol malah mendapat omelan dari Baekhyun.

“Ya, aku juga berniat untuk menemaninya. Tapi Hyejin butuh waktu untuk sendiri. Lagipula, anak itu sangat marah padaku. Kau tau? dia menjadi sangat sensitif.” Ucap Chanyeol di akhiri dengan helaan nafas. Baekhyun mendapati kesedihan di mata Chanyeol. Ia tahu semua itu pasti terjadi. Kecemasannya bertambah dua kali lipat. Baekhyun sudah tidak bisa menahannya lagi. Dia tak butuh cerita Chanyeol, yang di butuhkannya sekarang adalah melihat langsung bagaimana keadaan Hyejin.

“Baek, kau mau kemana?” Chanyeol bertanya setelah melihat Baekhyun beranjak dan mengambil kunci mobil.

“menemui Hyejin.”

“Dia butuh waktu sendiri. Sebaiknya biarkan saja dulu. Jangan membuat keadaan semakin buruk.!” Ujar Chanyeol memberi sebuah peringatan.

“Tidak, Yeol. Dia butuh seseorang untuk bersandar.” Setelah mengatakan itu Baekhyun berjalan pergi. Chanyeol terus memanggil namun tak di hiraukan. Selain ingin menghapus kerinduan yang teramat dalam, Baekhyun ingin menghapus kesedihan Hyejin walau itu sangat sulit.

“Biarkan aku berada di sisihmu walau kau tak menginginkannya, Park Hyejin.”

.

.

.

Baekhyun menghentikan langkah cepatnya setelah sampai di depan pintu apartement Hyejin. Nafasnya terengah engah karena ia berlari dari lobi. Baekhyun terus menekan bel namun tak ada sahutan.Tangannya menggedor hebat pintu besi itu, ia tak sabar untuk seseorang di dalam sana membukanya.

“Park Hyejin!” Baekhyun berteriak. Berulangkali ia mencobanya masih saja pintu itu tertutup rapat.

Ia beralih pada ponselnya, mencoba menghubungi nomor Hyejin namun malah suara operator yang menjawabnya.

“sial.”

Fikiran buruk tentu berputar ria di kepalanya. Bagaimanapun seseorang yang sedang terpuruk rawan melakukan hal-hal tidak baik.

“Park Hyejin ! Aku tau kau di dalam. Ya! buka pintunya!”

Haruskah Baekhyun merusak pintu itu agar bisa masuk? Tidak. Baekhyun tak mau membuat masalah. Oh, dia memiliki ide. Tangannya bermain indah di atas layar ponsel untuk mencari kontak lain.

“Yeol, beritahu aku apa kata sandi apartement Hyejin. Aku mohon, dia tak juga membuka pintunya.”

Baekhyun langsung bicara setelah Chanyeol mengangkat panggilannya. Dia terus memaksa dengan berbagai cara sampai akhirnya mendapatkan nomor sandi apartement Hyejin.

Tangannya dengan cepat memencet digit pada tombol sandi. Pintu terbuka, dan Baekhyun langsung masuk.

“Park Hyejin?”

Tak ada sahutan, Baekhyun mencari ke seluruh ruangan tapi tak juga menemukan Hyejin. Mungkinkah gadis itu sedang keluar?

“kemana dia?”

Ada satu ruangan yang belum di cek olehnya, yaitu kamar Hyejin. Dengan sedikit ragu Baekhyun membuka kamar yang ternyata tidak di kunci itu.

Di dalam sana juga tak ada Hyejin, ranjang kecil itu juga masih sangat rapi seperti tak di tempati. Jadi sebenarnya kemana gadis itu?.

Ia memikirkan satu tempat, tidak salahnya mencoba mencari Hyejin di sana.

.

.

Jong In sedang mengobrol dengan Soojung, tiba-tiba saja lengannya di tarik seseorang dan ternyata itu Baekhyun.

“Jong In-ssi. Dimana Hyejin?”

Jong In menatap tidak suka saat Baekhyunmenanyakan itu. Sangat tidak sopan satu  sunbaenya itu.

“Dia berada di China untuk menemui kekasihnya.” Jawabnya. Ia menarik tangannya dari cengkraman Baekhyun.

“dia sudah kembali tadi malam.”

“apa?”

“Jong In-ssi kau tau kan dimana dia?” desak Baekhyun. Jong In menggeleng cepat karena memang tak tahu. Bahkan dia sendiri kaget mendengar Hyejin sudah kembali.

“aku benar tidak tahu, sunbae. Hari ini dia masih cuti kuliah.”

Baekhyun mengacak rambutnya sendiri. Hyejin tak ada di apartement,tak ada di kampus juga. Kemana lagi ia harus mencarinya.

“kau tahu tempat yang biasa di kunjunginya?”

“perpustakaan kota. Tak ada tempat yang di kunjunginya selain-“

Baekhyun berlalu saat Jong In belum menyelesaikan ucapannya. Soojung yang ada di sana juga bingung dengan sikap Baekhyun kali ini.

“sebenarnya ada apa dengan orang itu?” tanya Soojung bingung. Jong In mengendikan bahu karena dia juga tak tahu.

“entahlah. Byun Baekhyun memang selalu bersikap berlebihan seperti itu.”

.

.

.

“ah Park Hyejin? dia tidak kemari. Sudah hampir seminggu  dia tidak berkunjung ke perpustakaan ini.” terang petugas perpustakaan setelah Baekhyun bertanya. Setelah memutari perpustakaan ia tak juga menemukan Hyejin.

“ah, terimakasih.”

Baekhyun membungkuk dan keluar dari perpustakaan itu. Ia berjalan lunglai, tak tahu harus kemana lagi mencari Hyejin.

Dengan perasaan campur aduknya ia menelfon Chanyeol. tak perlu menunggu lama untuk seseorang di sebrang sana mengangkat panggilannya.

“Chanyeol-ah, bantu aku mencari Hyejin. Aku tak menemukannya.”

TBC

 

“Kau membuatku sangat khawatir Park Hyejin. Apa yang kau lakukan di sini?”

.

.

“Baekhyun-ssi. Aku tak merasakan perasaan sesakit ini. Ini sangat menyiksaku.”

.

.

“Jangan menangis lagi!.”

.

.

“Baekhyun-ssi. Bolehkah aku memelukmu?”

.

.

“Aku Byun Baekhyun, bukan Sehun.”

anyeong readers. maaf yak kalo di chapter ini gaje dan banyak typo. uku tu kalo ngetik selalu keburu .

komplain aja kaga apa2^^.

see you next chapter yahhh.

mungkin akan author kasih sandi karena beberapa hal. jadi yang rajin komen ya he he.

Iklan

30 thoughts on “[Author Tetap] Finally, I Got You (11)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s