UNMASKED (Chapter 3)

1476252980189

UNMASKED

A story by Aerinim

Chanyeol x Kyungsoo (Chansoo)

*

Kyungsoo adalah anak yang pendiam. Chanyeol berusaha mendekatinya.

*

Chapter 1 / Chapter 2

*

Semenjak kejadian malam itu, Kyungsoo selalu terlihat bersama Chanyeol. Orang-orang melihat mereka dengan tatapan aneh, terutama pada Chanyeol. Mereka heran mengapa ia mau berteman dengan seorang anti sosial seperti Kyungsoo. Tapi Chanyeol tidak menghiraukan mereka.

Sore itu setelah bel pulang berbunyi, Chanyeol berada sendirian di kelas setelah murid-murid lain pergi, menunggu Kyungsoo kembali dari toilet. Dia lama sekali, pikir Chanyeol. Karena terlalu lama menunggu, ia pun merapikan barang-barang milik Kyungsoo dan keluar kelas membawa dua tas. Ia pun segera berjalan menuju ke toilet laki-laki.

Saat Chanyeol sudah hampir sampai, pintu toilet terbuka. Ternyata itu Baekhyun. Terlihat di wajahnya kalau ia sedang tidak senang. Keduanya saling bertatapan sebentar sebelum akhirnya Baekhyun berjalan melewati Chanyeol sambil berkata, “orang-orang aneh.”

Chanyeol tidak merasa tersinggung karena ia merasa Baekhyun bukan membicarakan dirinya. Ia pun membuka pintu dan terlihat Kyungsoo sedang menatap dirinya di cermin.

“Hei,” sapa Chanyeol sambil berjalan mendekati Kyungsoo.

Kyungsoo menoleh, namun ia tidak membalas Chanyeol.

“Kau sangat lama jadi aku membawakan tasmu,” kata Chanyeol sambil memberikan tas ke pemiliknya. “Aku melihat Baekhyun tadi. Wajahnya terlihat kesal. Ada apa?”

“Aku tidak tahu,” jawab Kyungsoo sambil memakai tasnya. Ia melihat Chanyeol lalu tersenyum. “Ayo pulang.”

Chanyeol tahu Kyungsoo berbohong, namun ia tahu ia tidak seharusnya ikut campur. Ia pun tersenyum dan mengangguk. Keduanya keluar dari toilet sambil membicarakan hal yang tidak berhubungan dengan Baekhyun.

Di halaman sekolah, Chanyeol melihat pemandangan yang tidak biasa yang membuatnya sedikit terkejut. “Hei, itu Baekhyun,” bisik Chanyeol sambil melihat kearah Baekhyun. Kyungsoo pun melihat kearah yang dimaksud oleh Chanyeol.

Mereka melihat Baekhyun sedang duduk bersama kumpulan para senior yang terkenal nakal. “Sejak kapan dia… Aku pikir dia anak baik-baik,” ujar Chanyeol.

Kyungsoo hanya menghela napas berat sambil menunduk melihat ke jalan. Chanyeol menyadari hal tersebut namun ia tidak mau bertanya.

“Aku akan mengambil sepedaku,” kata Chanyeol sambil berjalan pergi.

Kyungsoo melihat ke sekelilingnya sekali lagi, namun memang tidak ada mobilnya. Ia pun mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Choi. Namun tidak ada jawaban. “Sialan,” dengus Kyungsoo.

Chanyeol pun datang dengan sepedanya sambil membunyikan bel yang terpasang disana. “Hei! Mau pulang bersamaku?”

Kyungsoo tersenyum kearah Chanyeol.

“Ayo!” seru Chanyeol sambil membunyikan belnya lagi.

Kyungsoo tertawa dan berlari kearah Chanyeol. Saat ia baru duduk, tahu-tahu Chanyeol langsung menjalankan sepedanya, membuat Kyungsoo terkejut dan berteriak. Mendengar itu membuat Chanyeol tertawa.

Tak lama kemudian, mereka sampai di depan rumah Kyungsoo. Tentu saja Kyungsoo yang memberitahu arah ke rumahnya. Saat Kyungsoo sedang turun, Chanyeol menatap takjub rumah Kyungsoo yang besar dan terlihat elegan, sangat berbeda dengan rumahnya yang berada di apartemen sempit.

“Wow,” ucap Chanyeol pelan.

“Ayo masuk,” kata Kyungsoo yang sudah membuka pagar.

“Ah, aku ingin, tapi aku harus ke rumah sakit,” kata Chanyeol. Padahal sebenarnya ia ingin melihat isi rumah Kyungsoo yang pasti sebagus luarnya.

“Sayang sekali,” kata Kyungsoo. “Ya sudah, titip salam untuk ibumu, ya!”

Chanyeol mengangguk sambil tersenyum. “Sampai jumpa besok!” serunya sambil melesat pergi.

Kyungsoo yang sedang melambaikan tangan ke Chanyeol pun baru menyadari sesuatu. “Hei! Chanyeol! Terima kasih sudah mengantarku pulang!” teriak Kyungsoo. Chanyeol hanya membalasnya dengan mengacungkan jempol tanpa menoleh ke belakang.

Kyungsoo tersenyum. Chanyeol sangat baik, ia semakin menyukainya.

Esoknya, Chanyeol yang sedang berjalan di lobi sekolah berpapasan dengan Baekhyun. Ia melihat wajah Baekhyun yang penuh dengan luka biru. Pasti sakit, ucapnya dalam hati. Ia pun melihat sekeliling dan semua orang sedang membicarakan Baekhyun dan wajahnya yang babak belur.

“Pasti ayahnya,” ucap seorang murid kepada temannya. Chanyeol mendengar hal tersebut namun ia tidak peduli dan langsung berjalan ke dalam kelas.

“Hai,” ucap Chanyeol setelah duduk di samping Kyungsoo.

Kyungsoo yang sedang membaca buku langsung menoleh. “Hei, Chanyeol.”

“Apa yang sedang kau baca?” tanya Chanyeol sambil berusaha melihat isi bukunya.

Kyungsoo menutup bukunya dan menunjukan cover-nya kepada Chanyeol.

“Ah, Room! Aku menonton filmnya,” seru Chanyeol. “Ternyata Ma itu-“

“Sshhh!” Kyungsoo menatap Chanyeol geram.

“Ups,” Chanyeol menahan tawa.

Setelah itu, pintu kelas di buka dengan keras sampai terbanting oleh seseorang, membuat semua murid terkejut dan menoleh ke pintu. Baekhyun berdiri disana sambil menatap garang satu-satu wajah di dalam kelas. Ia pun melihat orang yang ia cari dan masuk ke kelas dengan penuh amarah. Kyungsoo memasukan novelnya ke dalam laci meja sambil menatap Baekhyun yang sedang berjalan kearahnya dengan cepat. Baekhyun menarik kerah seragam Kyungsoo sambil berteriak seperti orang kerasukan.

“Lihat apa yang telah kau perbuat!” bentak Baekhyun.

Chanyeol yang melihat temannya diperlakukan seperti itu langsung merasa kesal dan bangkit dari kursinya.

“Aku bersumpah bahwa itu bukan aku!” seru Kyungsoo.

“Satu-satunya orang yang bisa melakukan itu hanya kau!” seru Baekhyun sambil mengepalkan tangannya kearah wajah Kyungsoo.

“Baekhyun! Jangan melakukan itu!” seru Chanyeol sambil menarik tubuh Baekhyun ke belakang dengan kasar. Itu membuat genggamannya di kerah Kyungsoo terlepas.

Baekhyun menoleh sambil menatap Chanyeol dengan penuh amarah. “Ha. Kau pikir siapa dirimu?”

“Aku-“

Belum sempat Chanyeol meneruskan, Baekhyun sudah melayangkan kepalan tangannya ke wajah Chanyeol. Kyungsoo yang menyaksikan itu langsung berlari kearah mereka, namun ternyata tangan besar Chanyeol mampu menahan kepalan Baekhyun.

Di saat yang bersamaan, Mr. Han masuk ke dalam kelas. “Ada apa ini?!”

Baekhyun yang sadar aksinya gagal dan seorang guru datang, tiba-tiba langsung menonjok pipi kanan Chanyeol sebelum ia keluar kelas lalu membanting pintu dengan kencang.

“Sialan!” teriak Chanyeol yang terjatuh ke lantai sambil memegang pipinya yang memerah dan terasa sakit.

“Park, jaga bahasamu! Byun Baekhyun, kemari kau!” teriak Mr. Han sambil berusaha mengejar Baekhyun.

“Ya Tuhan,” ucap Kyungsoo saat melihat Chanyeol. Semua anak langsung mengerubungi Chanyeol dan Kyungsoo. Kemudian ia melingkarkan lengan Chanyeol di pundaknya sambil perlahan mengangkat Chanyeol. “Ayo ke ruang kesehatan.”

***

“Kau tidak apa-apa?” tanya Kyungsoo sambil menatap Chanyeol yang sedang berbaring. Pipi kiri Chanyeol telah di perban karena berdarah.

“Akan kubalas orang itu,” kata Chanyeol penuh dendam.

“Maaf, Chanyeol,” ucap Kyungsoo dengan perasaan bersalah. Ya, dia merasa sangat bersalah dengan Chanyeol karena yang seharusnya terluka adalah dirinya.

Chanyeol melihat Kyungsoo kesal. “Dialah yang seharusnya minta maaf!”

Kyungsoo menghela napas. Keduanya terdiam beberapa saat sebelum Chanyeol mulai bicara. “Katakan apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian,” katanya tanpa melihat wajah Kyungsoo.

“Kau pasti tahu kan, kalau Ibu kami berteman. Baekhyun adalah satu-satunya orang yang mau bicara kepadaku karena hal tersebut, walaupun sangat jarang. Kemarin saat di toilet, Baekhyun datang dan marah-marah kepadaku. Dia menuduhku memberitahu Ibunya lewat pesan bahwa ia merokok. Dari semua murid di sekolah, hanya aku yang tahu nomor ponsel Ibunya,” jelas Kyungsoo. “Aku bahkan tidak tahu apakah dia merokok atau tidak. Alasan mengapa ia sangat marah karena orangtuanya sangat tegas dan sangat menjaga anaknya untuk tidak berbuat hal-hal seperti itu, terutama Ayahnya. Mungkin wajahnya seperti itu sekarang karena Ayahnya memukulinya setelah tahu anaknya merokok.”

“Wow, itu mengerikan,” gumam Chanyeol.

“Iya, kan?” Kyungsoo menghela napas berat.

Bel pelajaran selanjutnya pun berbunyi. Chanyeol segera turun dari kasur dan mengajak Kyungsoo kembali ke kelas karena ia tidak mau tertinggal pelajaran.

Mereka tidak bertemu Baekhyun lagi sampai bel pulang berbunyi. Chanyeol yang saat itu ingin ke toilet menyuruh Kyungsoo untuk menunggu di luar sekolah. Mereka berencana untuk meminum kopi di sebuah café untuk menenangkan pikiran mereka. Saat Chanyeol sudah selesai dengan urusannya di toilet, ia berlari keluar untuk segera bertemu Kyungsoo, namun ia tidak melihatnya.

Saat itu juga, Chanyeol merasakan perasaan yang tidak menyenangkan.

***

author’s note:

maaf untuk semua baekhyun stan aku ngebuat baekhyun yang sangat menggemaskan jadi nyebelin di cerita ini ;;;;; aku sayang baekhyun juga kok ❤

Iklan

One thought on “UNMASKED (Chapter 3)

  1. Halo! Aduh dah chapter 3 ya? Jujur aku lupa ff ini. Jd agak bingung bacanya. Yodahlah eon lanjutnya cepet ya! Biar gk lupa. Heheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s