[Author Tetap] Melted (Chapter 4)

Cast: Kim Jongin, Ahn Yeori (OC)

Genre: Romance, action.

Rate: M

Disc: ini ff asli dari otak saya. No plagiat, copas dan please like dan comment. Comment saran kritik saya trima kok.

.

.

.

Review*

“Sehun?”

“Duduklah, aku benci makan sendirian.”

3 minggu Kai tidak bertemu dengan Yeori. Ia mengingat segalanya disaat Yeori telah menghilang.

“Aku mempunyai firasat buruk. Bagaimana jika mereka lebih dahulu bertemu Yeori?” 

“Tidak. Bukan hanya itu yang kau cemaskan. Ada hal lainnya bukan?” 

Dalam keheningan Kai menatap kosong wajah Yeori di layar komputer. “Aku hanya tidak ingin ia pergi lagi.

“Aku hanya mencintaimu Kai.” Ujar Shira dengan air mata mengalir di pipinya.

“Aku akan membunuhmu jika kau melakukan hal buruk padanya! Camkan itu!” Teriak Kai membuat Sehun mengeluarkan smirknya.

“Coba saja dan gadis itu akan mati duluan.”

.

.

Kai menatap layar komputer dengan serius. Ia menatap video cctv yang memperlihatkan sosok wanita yang ia cari selama lebih dari 3 pekan ini.

Yeori, gadis itu berjalan memasuki sebuah gedung tinggi dan keluar dengan seorang laki-laki, Sehun. Mereka bersama dengan senyuman cerah menghiasi wajah mereka. Kai mengepalkan tangannya dan memukul meja dengan kencang.

“Dia bersama Yeori.” Lirih Kai dengan nada kesal dan benar-benar marah.

Kai mengambil kunci mobilnya dan mengambil jaketnya.

“Mau kemana?” Tanya Shira menatap Kai yang siap untuk pergi.

“Bukan urusanmu.”

Semua berbeda. Sikap Kai sekarang sudah sangat berbeda. Shira berbalik menatap Kai yang berjalan melewatinya.

“Apa yang harus kulakukan agar kau kembali menyukaiku?” Tanyanya menatap Kai yang seketika berhenti.

“Jangan lakukan apapun.” Ujar Kai seraya membalikan tubuhnya.

“Kau hanya akan menyia-nyiakan waktu dan tenagamu.” Shira terdiam tak bisa mengatakan apapun. Tepat setelah sosok Kai hilang dari pandangannya, Shira berteriak dan melempar tas yang ia genggam ke arah pintu.

“Aku tidak akan melepaskanmu. Tidak akan!” Teriaknya kencang.

Kai mendengarnya dan kembali ke hadapan Shira. Shira menatap wajah Kai yang tidak terbaca. Mereka saling menatap 1 sama lain dalam diam hingga Kai mengatakan hal yang menyakiti hati Shira.

“Aku tidak memerlukan dirimu untuk melepaskanku. Aku tidak pernah, tidak sedetikpun berada dalam genggamanmu!” Jelas Kai membuat Shira tidak berkutik sama sekali. Melihat Shira yang tidak berkutik, Kai pergi meninggalkan Shira sendirian.

***

Yeori berjalan memasuki gedung tinggi dihadapannya. Matanya terlihat ragu untuk memasuki gedung tersebut namun ia meyakinkan dirinya bahwa ini tidak apa-apa. Lagipula Sehun kan tidak ada hubungannya dengan Kai, fikirnya.

Pada akhirnya alasannya bertemu Sehun hanya 1. Ia ingin menghilangkan rasa kesepiannya.

Sehun menatap Yeori yang berdiri di lobby apartementnya. Senyuman terukir di bibirnya, membuat para gadis terpesona. Ia melambai dan berjalan mendekati Yeori.

“Kau sampai datang kesini, ada apa?” Tanyanya lembut membuat Yeori tersenyum singkat.

“Apa kau mau pergi? Aku sedang senggang jadi aku berfikir untuk mengajakmu jalan-jalan.”

Sehun terlihat menatap jam sejenak lalu kembali menatap Yeori.

“Aku senggang.” Ujarnya seraya tersenyum.

Mereka berjalan keluar dari gedung dan pergi ke salah satu kafe di dekat sana. Yeori dan Sehun duduk seraya berbincang di salah satu bangku dekat jendela.

“Jadi apa saja yang kau lakukan akhir-akhir ini?” Tanya Yeori membuat Sehun berfikir sejenak.

“Mungkin aku telah melakukan yang kuinginkan.”

“Apa itu?”

“Membuat seseorang merasakan bagaimana rasanya kehilangan dan terpuruk.” Yeori terdiam lalu menghela nafas panjang.

“Seandainya aku bisa melakukan itu.”

Sehun meminum kopinya sejenak, “memangnya kau memiliki dendam?” Tanyanya membuat Yeori bingung harus menjawab apa.

“Bukan dendam, mungkin lebih tepatnya rasa cemburu. Aku tidak menyukai bagaimana seseorang bisa begitu dekat dengan orang yang kusayang disaat aku bahkan tidak bisa menunjukan diriku dihadapan orang yang kusayang.” Sehun tersenyum pahit mendengar kisah tersebut.

“Aku tau, aku pernah merasakannya.”

“Benarkah?”

“Ya, seorang gadis yang kusayangi bersama sahabatku sendiri. Lebih parahnya, sahabatku mengkhianatiku dengan membocorkan informasi rahasia perusahaan waktu itu. Aku sangat membencinya hingga berfikir akan membunuhnya.” Yeori tertawa mendengar hal tersebut.

“Maaf tapi itu lucu. Bagaimana bisa kau membunuh seseorang dengan mudahnya? Hanya karena ia berbuat salah, bukan hakmu untuk membunuhnya.” Sehun mendengus lalu mencubit pipi Yeori.

“Makadari itu aku tidak membunuhnya. Mungkin beberapa luka untuk membuatnya merasakan bagaimana rasanya menjadi diriku. Saat semua orang tidak berada di pihakku dan membuatku terpuruk. Itu menyakitkan, bahkan lebih sakit dari luka fisik.”

Yeori menatap wajah Sehun dengan cemas. Ia ingin mengatakan semua baik baik saja sekarang namun itu tidak mungkin. Karena ia tau, Sehun belum bisa melupakan kenangan buruk itu.

Yeori tersenyum lalu menggenggam tangan Sehun yang masih mencubit pipinya.

“Lepaskan, ini menyakitkan.” Ujar Yeori yang terdengar lucu di telinga Sehun hingga membuat Sehun tertawa.

Aigoo, neomu gwiyowo.” (Ini sangat lucu) gumam Sehun membuat Yeori mengerucutkan bibirnya.

Di sisi lain. Kai berlari mencari Yeori disekian banyaknya orang berlalu lalang. Kai mengecek sekitar apartement Sehun hingga menemukan hal yang ia tidak ingin lihat dan yang sangat ingin ia lihat disaat yang bersamaan.

Sehun dan Yeori sedang tertawa seraya berbincang di sebuah cafe dengan serunya. Mereka terlihat akrab seakan sedang menjalin hubungan.

Kai tau Sehun bukanlah seorang laki-laki yang dapat berbincang dengan gadis seperti itu. Sehun sudah terkhianati oleh Shira, mantan pacarnya yang memilih Kai dari pada Sehun.

Namun Yeori, ia membuat Sehun kembali ceria dan tertawa. Entah itu hanya kebohongan atau kebenaran yang membingungkan.

Sehun menatap jendela dan menatap Kai yang sedang berdiri menatap mereka. Yeori masih sibuk dengan kopinya hingga Sehun tersenyum dan mengacungkan kopinya lalu berkata “Cheers” tanpa suara.

Kai menatap geram Sehun lalu masuk ke dalam cafe dengan amarah.

“Kau di sini rupanya.” Ujar Kai membuat Yeori hampir tersedak dan kaget atas kehadirannya.

“A-apa yang kau..”

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Sehun seraya memberikan tisyu kepada Yeori yang masih tergagap.

“Ayo pergi.” Ujar Kai menarik Yeori.

“Tapi..” Kai tidak mendengarkan Yeori. Ia hanya ingin membuat Yeori pergi sejauh mungkin dari Sehun. Sehun tidak menyukai Kai dan Kai tau itu dengan jelas.

Sehun tersenyum saat melihat betapa khawatirnya Kai terhadap Yeori.

“Kurasa sekarang kita impas bukan?” Lirih Sehun lalu meminum kopinya.

Kai yang menarik Yeori membuat Yeori tidak nyaman. Yeori dan Kai berada di luar cafe meninggalkan Sehun sendirian dan Yeori merasa tidak enak kepada Sehun.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Yeori menghempaskan genggaman Kai.

“Ini menyakitkan.” Ujarnya lalu mengusap pergelangan tangannya.

“Kenapa kau pergi? Kau bisa saja diculik lagi! Bagaimana jika dirinya masih mengincarmu untuk balas dendam? Arghhh!” Yeori tidak mengerti apa maksud Kai. Ia tidak mengerti apapun karena Kai tidak mau menceritakannya, bahkan saat di Florida. Kai begitu misterius dan menakutkan. Ia dingin namun hangat di saat yang bersamaan dan itu aneh.

“Apa kau tau siapa Sehun? Kau tidak tau? Menjauhlah darinya, dia berbahaya.”

“Apa maksudmu? Ada apa dengan Sehun?”

“Ini semakin rumit.” Gumam Kai lalu menatap Yeori sejenak. Kai menarik Yeori namun Yeori kembali melepaskan tarikan Kai.

“Sebenarnya apa maumu?!” Teriak Yeori hingga orang-orang menatap mereka.

“Kau tau, kupikir semua yang terjadi adalah karena diriku. Aku yang membuatmu lupa ingatan, aku yang membuatmu terluka dan aku yang membuatmu pingsan kemarin. Jadi aku pergi, lalu kau datang mencariku.” Semuanya nampak bingung. Terlalu banyak rahasia, terlalu banyak misteri antara mereka.

Kai terdiam sejenak. Mereka saling memandang dalam diam. Langkah Kai maju untuk memeluk Yeori, saat itu tangisan Yeori pecah. Ia begitu rapuh hingga Kai yang memeluknya terasa tak nyata.

“Aku mau menjelaskan segalanya. Jadi tolong ikut aku.” Yeori diam dan mengikuti Kai yang menggandeng tangannya dan berjalan di sisinya, bukan di depannya namun di sisinya.

***

Kai masuk ke dalam rumah. Rumah tampak kosong hingga Baekhyun duduk di depan komputer dan bermain game.

“Hei, kau sudah pulang? Shira pergi dengan wajah kusut. Kalian bertengkar?” Tanya Baekhyun yang tidak dihiraukan oleh Kai.

Yeori mulai masuk dan membuat Baekhyun berdiri dan menghampiri Kai dan Yeori.

“Yeori-ah! Kau kemana saja? Kami mengkhawatirkanmu!” Yeori hanya tersenyum kecil saat Baekhyun mengatakannya.

“Dia sudah mengenal Sehun. Mungkin itu alasan mereka menemukan Yeori waktu itu.” Yeori semakin bingung dengan apa yang terjadi.

Kai, Yeori dan Baekhyun duduk di ruang sofa dalam diam hingga Baekhyun membuka suara.

“Jadi, kau dekat dengan Sehun?” Tanya Baekhyun membuat Kai menatap tajam dirinya.

“Ya, begitulah. Kami sering pergi bersama. Aku baru bertemu dengannya akhir-akhir ini dan itu tanpa sengaja.”

“Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Yeori membuat Kai dan Baekhyun ragu untuk mengatakannya. Walaupun mereka mengatakannya, Yeori pasti tidak akan percaya bahwa Sehun yang telah menculiknya.

“Jadi begini..”

“Sehun adalah sahabatku. Ceritanya panjang. Aku akan ceritakan semuanya dan kau harus berhati-hati dengan Sehun.” Potong Kai sebelum Baekhyun menceritakannya.

“Jadi apa yang terjadi?”

Semua saling tatap dan keadaan menjadi canggung. Mungkin ini saatnya semua terbongkar untuk Yeori..

Ini yang terbaik.

.

.

TBC.

Jangan lupa like dan comment ya! Makasih ud baca 🙂

Iklan

10 thoughts on “[Author Tetap] Melted (Chapter 4)

  1. Lhaa abis masa? Doh itu knp tbc sih eon? Kyknya baru 1 detik yg lalu kubaca, dah bersambung…
    Inih sih bikin penasaran namanya, sehun kyknya suka tuh ama yeori..
    Duh cepet lanjut ya eon, gk sabar nih. Kutunggu ya~

  2. Hai eon aku readers baru aku sudah baca ini dari chapter 1 sampai 4 dan aku beri berkomentar di chapter 4 ini. Ceritanya seru, bikin ikutan kesel apa lagi saat Kai cemburu dan syukur ingatannya kembali.
    Duh Sehun bikin greget juga karakternya hihi di tunggu lanjutannya^^
    Keep fighting. Dan juga ijin baca ff lainnya^^.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s