[Author Tetap] Finally, I Got You (14)

Untitled

ByunPelvis

Main Cast : Byun Baekhyun,Park Hyejin (OC/You)

Other Cast : Oh Sehun,Park Chanyeol,Kim Chanri (Oc),Kim Jong In and Seulgi(Cameo).

Genre : Romance,Angst,Friendship.

Leght : Chapter

Rating :General

Disclaimer : This story is mine. No Copy no paste. Sory for typo.

And Don’t be a silent readers. ^^

previuos :  (13B)


 

Chapter 14

Satu minggu telah berlalu, Hyejin mulai sering berkumpul bersama Baekhyun dan lainya. Tak ada yang mereka lakukan selain bercanda, kadang mereka juga jalan-jalan untuk menghabiskan waktu di sore hari. Hyejin mulai terbiasa dengan sikap Baekhyun, pria yang hobi mengganggunya itu selalu memberikan perhatian padanya. Tapi sayangnya Hyejin menganggap biasa saja rasa simpati pria itu.

Hyejin hanya mengikuti apa yang pernah Baekhyun katakan padanya saat di pantai. Jika tak menyukai Baekhyun sebagai seseorang yang mencintainya, maka Hyejin akan menganggap Baekhyun sebagai seorang teman. Ia bisa sedikit merubah sikapnya yang super jutek menjadi sedikit acuh.

Berbeda dengan Kim Taerin, gadis yang belum lama ini mengintili Baekhyun selalu mencari perhatian. Ia mengabaikan semua teman wanitanya hanya untuk bisa bersama Baekhyun. Bahkan gadis itu sudah berani megirim pesan setiap malamnya,malahan menelfon. Dan saat di kampus, kemanapun Baekhyun singgah  ia selalu mengikuti.

Seperti sekarang ini saat semua sibuk membaca di perpustakaan, Taerin tak henti-hentinya bercerita pada Baekhyun. Hal itu tentu membuat Hyejin yang sedang berdiskusi soal tugas bersama Jong In menjadi terganggu. Hyejin bangkit dari duduknya dan menarik Jong In untuk pindah tempat duduk.

Chanri yang juga ada disana menjadi kesal dan menggebrak meja, membuat semua pengunjung perpustakaan terarah padanya.

“Kim Taerin-ssi, jika kau hanya ingin mengobrol keluar saja sana! semua yang ada di sini butuh ketenangan. Berisik sekali.” Ujarnya dengan nada ketus. Chanyeol yang duduk di sampingnya menyenggol lengan kekasihnya itu karena merasa ucapan Chanri terlalu keras.

“a-ah maafkan aku.” sesal Taerin berusaha menyungging senyum. Masalah yang Taerin hadapi hanya satu, yaitu Chaerin. Untung saja dia bisa menahan rasa kesalnya dan tidak menjambak Chanri saat itu juga.

“Chae, sudahlah. Aku juga yang salah karena menanggapinya.” Baekhyun ikut merasa bersalah, ia berbicara namun matanya mengawasi Hyejin dan juga Jong In yang hanya duduk berdua. Jujur saja hatinya terasa panas, walau mereka berdua katanya hanya sebatas sahabat.

Taerin memperhatikan Baekhyun, melihat mata sendu itu. Sejak awal ia cukup sadar jika perhatian Baekhyun pada Hyejin sangat berbeda. Senyum,perkataan,respon Baekhyun saat bersama Hyejin tak pernah didapatkan olehnya.

“aku ingin mencari minuman.” Ujar Baekhyun,ia beranjak dan pergi meninggalkan perpustakaan. Taerin tak mau duduk disana tanpa adanya Baekhyun, jadi gadis itu ikut keluar dari sana.

Hyejin melirik sekilas saat Baekhyun pergi dan Taerin mengikutinya. Entah ia harus bersyukur atau tidak melihat Taerin lengket dengan Baekhyun. Ia pun bingung karena akhir-akhir ini memikirkan itu.

Jong In menyenggol tangan Hyejin lantaran merasa pertanyaannya  tak mendapat respon.  Hyejin tersenyum kaku dan merasa moodnya sedikit berubah.

“cih lihat itu. Kim Taerin pasti minta berteman hanya untuk mendekati Baekhyun. Dia fikir dirinya itu siapa?” cibir Chanri yang sudah kesal sejak tadi.

“sudahlah, Chagi. Aku yakin Baekhyun tak akan menganggapnya lebih dari teman. Di hatinya hanya ada Hyejin.” terang Chanyeol. Ia biasa saja karena sudah yakin jika tak akan ada yang berubah meskipun Kim taerin terus mengintili Baekhyun.

“perasaan seseorang mudah berubah. Aku khawatir dia merayu Baekhyun.”

“apa semua wanita selalu berfikiran buruk saat seorang pria berteman dengan wanita lainnya. Ckckk” lirih Chanyeol. Tidak terlalu keras namun Chanri cukup jeli untuk mendengarnya.

Kebiasaan, Chanri selalu memukul kepala Chanyeol jika menurutnya ucapan kekasihnya itu salah.

“YAA!” Chanyeol berteriak dan langsung mengelus kepalanya. Ia harus bersabar memiliki kekasih galak macam Chanri. Jika terus salah bicara, bisa-bisa ia mengalami gagar otak karena terus mendapat pukulan di kepalanya.

.

.

.

Baekhyun melangkahkan kakinya tanpa ekspresi, ia hanya sedang menenangkan hatinya yang terbakar. Mungkin menghirup udara luar bisa menyegarkan fikirannya.

Belakangan ini Baekhyun sedang berusaha bersikap selayaknya seorang teman agar Hyejin tidak risih padanya. Kim Jong In menurutnya pria yang sangat beruntung karena bisa sangat akrab dengan Hyejin. Baekhyun sangat ingin berada dalam posisi itu.

Pria itu memilih duduk di kursi depan perpustakaan dan menyandarkan punggungnya.Matanya terpejam sejenak, menikmati sejuknya angin yang berhembus sepoi-sepoi.

Baekhyun membuka matanya saat mendengar suara daham, dan seseorang menyodorkan satu kaleng soda tepat di depan wajahnya. Pria itu tersenyum dan menerima minuman yang diberikan oleh Taerin.

“terimakasih. Taerin-ah.”

“eum. Katanya kau mau cari minuman, tetapi malah duduk disini. Jadi aku mengambilkannya untukmu.”

“ah.. aku hanya membuat alasan tadi.” jujur Baekhyun. Ia meminum soda itu dalam sekali teguk dan meremas kalengnya. Terlihat jelas Baekhyun sedang kehilangan semangat. Biasanya Taerin mendapati pria itu sangat cerewet menanyakan ini itu. Rasa penasarannya sedikit terjawab. Ia yakin Baekhyun memiliki perasaan lain pada Hyejin.

“aku mengubah jam kuliahku menjadi pagi agar bisa berkumpul dengan kalian.” Ujar Taerin tiba-tiba setelah diam lebih dari satu menit.

“kenapa?”

“karena aku ingin semakin dekat denganmu.“

Baekhyun mengangkat sebelah alisnya, kata-kata seperti itu sudah terdengar basi untuknya. Sudah sangat sering Baekhyun mendapatkan ucapan semacam itu saat seorang wanita berusaha mendekatinya. Baekhyun faham modus yang dilakukan oleh Taerin, namun ia tak akan serius menanggapinya.

“ya, kita bisa berteman akrab.” Ujar Baekhyun.Keduanya saling melempar senyum. Disisi lain, Jong In dan Hyejin keluar dari perpustakaan setelah tugas kuliahnya usai.

“pria hidung belang.” cibir Jong In. Ia kurang suka melihat Baekhyun berusaha mendekati sahabatnya namun sekarang malah sedang mendekati gadis lain.

“Hyejin-ah. Soojung sudah menungguku. Aku pergi dulu ya.” Jong In berpamitan, melambaikan tangannya dan meninggalkan Hyejin .

Pandangan mata Baekhyun bertemu dengan netra tenang Hyejin yang saat ini juga sedang menatapnya. Hyejin memalingkan wajahnya terlebihdahulu dan berjalan pergi. Melihat itu Baekhyun berlari, jemarinya menggenggam lengan Hyejin.

“Kau mau pulang? Biar kuantar.”

“tidak usah.” Tolak Hyejin. Perlahan Baekhyun melepas cengkraman tangannya pada lengan Hyejin. Entah mengapa ia seperti merasa Hyejin sedang marah saat ini. Matanya beralih pada Taerin yang saat ini sedang menatapnya.

“Hyejin-ah , tadi itu-“

“Baekhyun-ah. Ayo ke apartementku. Hyejin juga akan ikut. Iya kan?” ujar Chanri yang juga baru saja keluar dari perpustakaan. Lalu ia merangkul Hyejin dan beralih menatap Taerin cukup sinis.

“tapi maaf , mobil Baekhyun hanya muat untuk empat orang. Tak apa kan jika kau tidak ikut, Taerin-ssi?” tanya Chanri dengan penuh penekanan. Taerin mengepalkan tangannya dan memaksakan senyum palsunya.

“a-ah. Tidak apa-apa, lagipula aku ada janji dengan seseorang setelah ini.” jawan Taerin, tentu saja sedang berbohong.

“baguslah.” Barulah sekarang Chanri tersenyum. Gadis itu menggandeng tangan Hyejin dan berlalu dari hadapan Taerin.

“e.. ayolah, hari sudah semakin siang.”

Chanyeol berjalan dan menyeret Baekhyun menuju parkiran. Kata-kata untuk Hyejin yang harusnya tadi Baekhyun ucapkan terpaksa disimpannya lagi.

Taerin masih disana sampai Baekhyun menghilang dibalik tembok parkiran. Ia tahu, Chanri pasti sengaja membuatnya tersisih. Sangat terlihat jika kekasih Chanyeol itu tak suka berteman dengannya. Sebenarnya Taerin pun tak butuh orang seperti Chanri  maupun Hyejin untuk menjadi temannya. Yang membuatnya berada di sekitar orang-orang itu hanyalah Baekhyun. Orang yang disukainya sejak pandangan pertama.

Drttt…

Ponsel Taerin bergetar lalu tak lama berdering keras. Ia mengambil ponsel dan melihat siapa yang menghubunginya.

“Vernon? Sial, dia tak juga menyerah.”

Taerin me-reject panggilan dari kontak yang bernamakan ‘mantan kekasih’. Ia menghela nafasnya , sangat kesal karena akhir-akhir ini mantan yang sudah tak disukainya itu terus memohon padanya untuk kembali menjalin kasih.

Sekarang yang ada di otaknya hanyalah Byun Baekhyun. Taerin harus mendapatkankan pria yang disukainya untuk membuktikan jika ia bisa bahagia tanpa mantan kekasihnya yang bernama Vernon itu.

“akan kubuktikan, aku bisa mendapatkan pria yang lebih baik darimu.”

.

.

.

Baekhyun dan Chanyeol membantu membawa belanjaan setelah sampai di apartement Chanri. Mereka berniat untuk makan siang bersama, Chanri niat mengajak ke apartementnya lantaran agar tak ada pengganggu. Ia sudah muak akhir-akhir ini makan siang di kantin kampus dengan disuguhi wajah Taerin. Tak apalah  ia merelakan uang saku berharganya untuk membeli daging sapi korea yang super mahal itu. Hari ini ia juga berniat untuk membuat hubungan persaudaraan Hyejin juga Chanyeol kembali baik. Mereka sering bersama, namun tak pernah Chanri melihat Hyejin dan Chanyeol mengobrol setelah pulang dari China. Menyedihkan sekali, menurutnya.

Chanri langsung mengajak Hyejin menuju dapur untuk menyiapkan makanan . Dua gadis itu mengobrol juga bercanda, Baekhyun yang melihatnya dari ruang tengah tersenyum melihat Hyejin tertawa.

Ia bersyukur, gadis kesayangannya itu sudah tidak terpuruk seperti minggu lalu. Sepertinya kesedihan Hyejin  karena Oh Sehun bisa terhapus secara perlahan, dan Baekhyun hanya perlu berusaha sedikit lagi.

“Baek”

Chanyeol terus memanggil Baekhyun namun yang di panggil tak juga menyahuti. Pria tinggi itu memutar bola matanya melihat Baekhyun sibuk memandangi Hyejin. Pada akhirnya Chanyeol menggunakan kakinya untuk menendang pantat Baekhyun.

“AUWW . YAA!” teriak Baekhyun karena merasa pantatnya sakit.

“ Jangan tersenyum seperti orang idiot. Bahkan kau menulikan telingamu itu hanya karena menatapi Hyejin. ckckck”

Baekhyun mengelus pantatnya, lalu saat Chanyeol lengah ia membalasnya. Bahkan sekarang lebih keras dari tendangan Chanyeol tadi.

“rasakan.”

Chanyeol merintih sampai terbaring di sofa dan Baekhyun tertawa puas. Tendangan yang ia berikan tadi belum seberapa, Baekhyun pernah menang lomba hakpido saat kecil. Ia yakin rasa sakit yang Chanyeol alami akan sembuh untuk waktu jangka lama.

“Baek, kau! Arrggg.”

“memangnya enak?. Kau salah telah menendang master hakpido seperti aku.” ujar Baekhyun menyombongkan diri.

Dari dapur suara dua pria itu sangat terdengar jelas. Hyejin yang sedang mencuci daging sempat mendengar rintihan Chanyeol.

“eonni, apa mereka selalu seperti itu?” tanya Hyejin.

“ne? ya, mereka memang selalu berisik. Aku tak bisa menghalaunya. Apa saat dirumahmu mereka membuat keributan?”

“eum. Sedikit.”

Chanri menggeleng heran, kekasihnya dan juga Baekhyun memang tak bisa benar-benar akur.

“Hyejin-ah. Kau masih marah pada Chanyeol?” tanya Chanri setelah menyakinkan dirinya untuk membahas itu.

Hyejin menghentikan kegiatanya saat Chanri bertanya, ia menunduk dan menjawabnya dengan gumaman. Ia tahu, dirinya sudah terlalu lama mendiami sepupunya. Sebenarnya Hyejin ingin biasa saja namun saat mengingat kebohongan yang Chanyeol lakukan padanya hatinya menjadi sangat sakit.

“Hyejin-ah. Maafkan Chanyeol. Kau percaya? Dia menangis saat bercerita padaku. Katanya, mungkin kau tak akan pernah memaafkannya. Chanyeol sangat takut kehilangandirimu, dia sangat menyayangimu.” Terang Chanri. Ia melepas sarung tangan karet yang Hyejin kenakan dan menggenggam tangannya.

Hyejin tersenyum kecut, kali ini ia menahan tangis karena Chanyeol.

“tapi kenapa? Kenapa dia harus berpura-pura menjadi Sehun selama ini? dia keterlaluan karena menipuku. Bahkan aku tak diberitahu jika Sehun sekarat.” Tutur Hyejin, dengan nada bergetar. Chanri merengkuh Hyejin, menepuk bahu yang mulai bergetar itu.

“aku tahu. Aku juga marah padanya karena hal itu. Alasan dia pura-pura menjadi Sehun, itu karena ingin menyenangkanmu. Dia tak mau kau sedih jika mengetahui kematian Sehun lebih awal. Dan asal kau tahu, Sehun yang memintanya sendiri agar Chanyeol mengaku sebagai dirinya. Dia yang menyerahkan ponselnya untuk Chanyeol. ” jelas Chanri, ia berharap Hyejin bisa mengerti dan memaafkan kekasihnya.

Hyejin mulai terisak, sungguh semua di luar dugaannya. Ia tak pernah tahu Chanyeol terpaksa melakukannya hanya untuk membuatnya senang. Dan Sehun, ia tak tahu kenapa pria yang selama ini jujur padanya malah niat menyembunyikan sesuatu yang sangat penting. Sekarang Hyejin harus marah pada siapa? Haruskah ia berteriak di depan nisan Sehun?.

“Aku sangat menyesal karena terlambat mengetahuinya, eonni. Aku senang-senang sementara Sehun menahan sakit saat itu. Chanyeol oppa membuatku menjadi jahat karena tidak tahu penderitaan Sehun. Andai saja dia tidak berbohong dan memberitahuku lebih awal, pasti aku berada disisi Sehun saat-saat terakhir itu.”

Chanri mengusap punggung Hyejin, ia juga merasakan bagaimana sakitnya menjadi Hyejin. Gadis yang dipeluknya itu adalah sosok yang sangat ceria tadinya, namun setelah beberapa waktu Hyejin berubah menjadi pemurung. Hyejin yang sangat cerewet sekarang lebih sering mengunci bibirnya.

“aku tahu kau sangat sakit hati. Tapi kukatakan sekali lagi. Chanyeol terpaksa berbohong karena dia menyayangimu. Dia tak pernah ingin melihamu seperti ini. Aku mohon, berbaikanlah dengan Chanyeol. Kau rindu mengobrol dengannya kan?”

Hyejin melepas pelukannya dan mengangguk pelan. Chanri tersenyum dan mengusap surai Hyejin. Selama ini ia sudah menganggap Hyejin seperti adik kandungnya. Dia menyayangi Hyejin seperti halnya Chanyeol menyayangi Hyejin.

“aku akan memberinya kesempatan. Jika dia membohongiku lagi, aku akan memecatnya sebagai sepupuku.” Ujar Hyejin, Chanri tertawa kecil dan memeluknyalagi.

“terimakasih. Chanyeol akan sangat senang jika kau memaafkannya.”

.

.

.

Chanyeol sedang bermain game bersama Baekhyun. Keduanya sibuk berdebat, tidak menyadari Hyejin berdiri di belakangnya. Gadis itu hendak memanggil, namun rasanya sangat canggung.

Sampai Chanri datang dan merebut stik yang Baekhyun pegang.

“Ya! Ny.Park apa yang kau lakukan? Aiss aku bisa kalah.” Protes Baekhyun. Bukannya menjawab, Chanri malah menyeret Baekhyun.

“diamlah. Dan ikut aku.”

“ya! Kim Chanri kau ini kenapa?” tanya Baekhyun semakin di buat bingung. Chanri berdecak lalu berbisik sesuatu pada Baekhyun.

“ah baiklah.” Baekhyun mengangguk mengerti dan tanpa protes lagi mengikuti Chanri untuk meninggalkan ruang tengah.

Chanyeol yang ada disana malah tertarik untuk memperhatikan Hyejin yang berdiri tepat dibelakangnya.

“Hyejin-ah?” Chanyeol meletakan stik play station dan berjalan mendekati Hyejin. Pria itu melihat sisa airmata di pipi Hyejin.

“kau habis menangis?”

Tanpa bicara Hyejin langsung memeluk Chanyeol.

“Chanyeol Oppa. Maafkan aku. ”

Chanyeol merasakan rasa lega luar biasa, tangannya terangkat untuk membalas pelukan sepupu kesayangannya.

“hei, harusnya aku yang minta maaf padamu. Maaf karena membohongimu. Aku memang sangat jahat. Kau pantas membenciku.”

Hyejin menggeleng dalam pelukan itu dan semakin membenamkan wajahnya di dada Chanyeol. Dadanya sesak  seperti udara udara di bumi ini telah habis.

“Tidak, kau sangat menyayangiku kan?”

“eum, sangat.”

Hyejin melepaskan pelukannya dan tersenyum. Chanyeol sangat merindukannya, tangannya terangkat untuk mencubit kedua pipi Hyejin. Seperti yang biasa dilakukan olehnya.

“aku memberimu kesempatan, Oppa. Jika kau membohongiku lagi, aku akan benar-benar membencimu.” Ujar Hyejin, bahkan ia memanyunkan bibirnya. Terlihat sangat imut. Chanyeol tersenyum dan mengacak rambut Hyejin.

“baiklah. Oppa-mu ini berjanji tidak akan berbohong lagi. I swear.” Ujar Chanyeol sembari membuat v sign dengan jarinya.

“eum. Aku hanya tak bisa mengontrol amarahku. Sekarang aku mengerti. Kebohongan yang kau lakukan itu juga bukan keinginanmu kan? Oppa, hanya tak ingin aku sedih.”

“ya, Sehun terus memaksaku saat itu. Saat Sehun memintaku untuk mengaku sebagai dirinya lewat pesan aku sempat menolaknya, aku juga memikirkan perasaanmu. Namun, aku tak bisa melakukan apapun saat Sehun berlutut padaku. Dia benar-benar memohon agar aku melakukannya.”

“sudahlah, oppa. Aku akan mencoba memulai semuanya dari awal.”

“good girl.”

Percakapan dua saudara itu di intip oleh Chanri maupun Baekhyun. Keduanya terharu, pada akhirnya nasib persaudaraan itu happy ending. Chanri berhasil membujuk Hyejin, ia sangat lega.

“aku semakin mencintainya, Chanri-ya.” ujar Baekhyun, senyum manis itu masih bertahan di bibirnya.

“popoknya apapun yang terjadi kau harus janji tetap mencintainya, Baek.” vokal Chanri terdengar memerintah. Ia bersumpah akan membunuh Baekhyun jika pria itu berpaling pada wanita lain. Contohnya Kim taewrin yang sudah satu minggu ini mengintili mereka.

“Tentu saja. Sampai kapanpun aku hanya mencintai Hyejin. Aku merasa dia adalah takdirku.” yakin Baekhyun.

“cihh.”

.

.

.

““bersulang!””

Empat orang itu sedang asik menikmati soju dan menyantap daging panggang. Chanri terus menyuapkan satu potong daging ke mulut Chanyeol sampai mulut kekasihnya itu mengembung, sedangkan Hyejin tertawa melihatnya.

Baekhyun menikmati pemandangan indah itu, ia menompang tangannya untuk memperhatikan wajah Hyejin.

“Eonni, hentikan. Chanyeol Oppa bisa tersedak.” Hyejin menghalau Chanri yang hendak menyuapkan lagi daging ke mulut Chanyeol.

Baekhyun semakin tersenyum lebar, ia senang bisa merasakan kebahagiaan sederhana seperti itu. Kenapa tidak sejak dulu saja seperti ini? Walaupun perlahan, Hyejin semakin terasa dekat dijangkauannya. Baekhyun sudah merasakan hangatnya pelukan Hyejin,manisnya bibir Hyejin, dan indahnya senyum Hyejin.

Baekhyun tersentak saat ponselnya berdering. Ia melihat siapa yang telah mengganggu moment indahnya saat ini. Tertulis nama Kim Taerin di layar ponselnya. Baekhyun mepertimbangkan untuk mengangkatnya atau tidak.

Hyejin melihat Baekhyun yang hanya memandangi ponsel.Baekhyun menolak panggilan itu pada akhirnya.

Namun dua detik kemudian ponselnya berdering lagi.

“angkat saja, suara ponselmu itu sangat berisik.” Ujar Hyejin, tentu saja dengan nada datar.

“baiklah.”

Baekhyun menghela nafasnya, akhir-akhir ini Taerin sangat sering menghubunginya hanya untuk hal yang tidak penting.

“Yoboseyo?”

Baekhyun mengernyitkan keningnya saat hanya mendengar suara tangis di sebrang panggilan.

“Kim Taerin, ada apa?”

Setelah Taerin mulai bicara, air muka Baekhyun sedikit terkejut.

“tenangkan dirimu Taerin-ah. Aku akan ke tempatmu sekarang. Tunggu aku.”

Baekhyun memutuskan panggilan dan beranjak, ia terlihat terburu-buru mengambil kunci mobilnya.

“ya, Baek ada apa?” Chanyeol bertanya dengan mulut penuh makanan.

“kurasa telah terjadi sesuatu pada Kim Taerin. Dia menangis saat menelfonku.”

“apa? Baek, kau percaya padanya? Ayolah kurasa itu hanya akal-akalannya saja. menyebalkan.” Chanri kurang suka saat mendengar nama Taerin.

“aku harus memastikannya. Aku tidak akan lama, aku akan kembali kemari lagi.” Ujar Baekhyun yang langsung berlalu pergi. Chanri berteriak mencegah Baekhyun namun suara kerasnya tak mendapat respon.

“aisshh, sungguh. Aku tak menyukai gadis bernama Kim Taerin itu.”

“jangan marah-marah chagi, nanti kau cepat tua.”

Chanyeol lagi-lagi mendapatkan pukulan dari kekasihnya. Hyejin yang melihatnya tersenyum. Sejujurnya ia sedang merasakan sesuatu yang hilang dalam hatinya.

Melihat Baekhyun pergi untuk menemui Kim Taerin, membuat perasaan tidak rela sedikit menghinggapinya. Sepertinya Hyejin mulai gila, ia menuangkan soju ke dalam gelas dan meneguknya. Berharap rasa yang harusnya tak ada di hatinya itu pergi.

TBC

bonus tuh langsung post 2 chapter. ^^

ngerasa kelamaan post soalnya, dan males juga kalo ada file numpuk. Jadinya post ae sekalian.

Pendek ya?  Hehe… soalnya Chapter 13B udah panjang ^^. Maaf ya kalo ceritanya makin aneh. Frustasi…frustasi authornya.

mau cepet ditamatin aja cerita ini, walau alurnya masih kelihatan panjang karena ada orang ke 3 muncul.^^

bakal diusahakan happy ending.

kalo gak banyak yang minat baca ya entahlah..^^

ok, terimakasih buat yang rajin mampir baca sama ngasih komentar. Kalian bikin author semangat. :*

gak bisa balas komen kalian satu persatu, yang penting author selalu pantau dan terimakasih banget.

love you all

see you next chapter.

Iklan

24 thoughts on “[Author Tetap] Finally, I Got You (14)

  1. Sumpah gedeg bgt sama taerin ,, harus nya kan hyejin yg sakit hati gra2 baekhyun ninggalin dia eh ini malah gue yg nyesek duh maaf kan ku yg baperan ini ,, sukses ffnya ngfeel bgt .

  2. Sumpah makin benci sama tuh ikan teri, eh Taeri maksudnya wkkw (maklum yah thor soalnya aku benci banget sama PHO.) ganggu aja tau ga sih dia itu. Jadi cewek kok centilnya minta ampun #musnahkanPHO.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s