[Author Tetap] Melted (Chapter 5)

Cast: Kim Jongin, Oh Sehun, Kang Shira (OC)

Genre: Romance, action.

Rate: M

Disc: ini ff asli dari otak saya. No plagiat, copas dan please like dan comment. Comment saran kritik saya trima kok.

.

.

.

Preview*

“Maaf tapi itu lucu. Bagaimana bisa kau membunuh seseorang dengan mudahnya? Hanya karena ia berbuat salah, bukan hakmu untuk membunuhnya.” Sehun tersenyum lalu mencubit pipi Yeori.

Kai melangkah masuk dengan amarahnya. Wajahnya terlihat kesal seraya menarik Yeori menjauh dari Sehun.

“Kurasa sekarang kita impas bukan?” Sehun tersenyum puas melihat kepergian mereka.


“Ini menyakitkan.”

“Menjauhlah darinya, dia berbahaya.” 

“Ini semakin rumit.” Gumam Kai lalu menatap Yeori sejenak. Kai menarik Yeori namun Yeori kembali melepaskan tarikan Kai.

“Aku mau menjelaskan segalanya. Jadi tolong ikut aku.”

.

.

Shira menatap laki-laki itu. Wajahnya, kulitnya, matanya bahkan tatapannya sangat membuat Shira jatuh hati. Laki-laki yang dikenal dengan nama Kai telah membuat dirinya jatuh hati.

Matanya terus memandang Kai dengan intens dan senyuman terukir tanpa ia sadari. Shira tersenyum hingga Sehun menghampiri Kai dan mereka hilang dari pandangannya.

Kau dimana? Aku akan bermain basket dengan Kai dan Chanyeol. Kau mau lihat tidak? -Sehun.

Shira kembali tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya menuju lapangan basket.

Sehun, Kai dan Chanyeol berada di tengah lapangan sekolah. Banyak murid yang menatap mereka. Lelaki yang paling diidamkan 1 sekolah telah berada di lapangan bermain basket dengan bermandi keringat, siapa yang tidak mengambil kesempatan untuk hal indah tersebut?

Shira menatap Kai yang sedang melempar bola masuk ke dalam ring. Sehun dan Chanyeol tertawa saat melihat perayaan Kai. Sehun menatap Shira seraya tersenyum dan melambai, begitu juga Kai. Chanyeol terlalu sibuk meminum airnya hingga tak menyadari 1 hal.

Mereka melambai pada gadis yang sama.

Namun,

Gadis itu melambai pada 1 orang.

Sehun dan Kai kembali bermain dan membuat para gadis berteriak menyemangati mereka. Bel berdering tanda bahwa para murid harus kembali ke kelas.

Sehun berlari menghampiri Shira dan mengacak rambutnya. Shira yang kaget hanya mencubit perut Sehun seraya tertawa. Kai dan Chanyeol terlalu sibuk bercanda hingga mereka melihat Sehun bersama seorang gadis. Kai belum menyadari siapa gadis itu namun ia yakin bahwa Sehun menyukai gadis itu.

“Jadi bagaimana permainanku?” Tanya Sehun membuat Shira tersenyum kecil.

“Tidak buruk.” Jawabnya lalu berjalan menjauhi Sehun yang senang akan jawaban tersebut.

“Hei! Tunggu aku!” Teriaknya mengejar Shira.

Shira berhasil masuk ke kelas tanpa Sehun mengikutinya. Ia mengecek ponselnya lalu tersenyum layaknya orang gila.

Bagaimana? Aku hebat kan? -Kai.

Ya, kau hebat! -Shira.

Kai tersenyum saat mendapat balasan dari Shira. Ia sebenarnya menyukai Shira namun belum sempat menyatakan perasaannya.

Shira juga menyukai Kai namun ia juga dekat dengan Sehun. Sebenarnya Shira risih namun Sehun orang yang baik. Ia senang berteman dengan Sehun. Mereka sudah dekat dan jujur saja, Shira menganggap Sehun layaknya kakak sendiri.

Pulang sekolah, ayo bertemu. Aku akan mengantarmu pulang. -Kai.

Baiklah, kutunggu di parkiran. -Shira.

Shira menutup ponselnya dan memasukannya ke dalam tas. Tanpa ia sadari, ada 1 pesan yang masuk dari Sehun. Dan itu adalah awal dari segalanya.

Ayo bertemu pulang sekolah ini. Ada yang ingin kubicarakan. -Sehun.

***

Shira membereskan barang-barangnya dan membuka ponselnya.

Aku sudah di parkiran. -Kai.

Aku akan segera ke parkiran. -Sehun.

Oppa, aku ada urusan. Mungkin lain kali. -Shira to Sehun.

Shira tersenyum dan berlari ke parkiran. Ia mencari-cari Kai dan menemukannya. Kai berdiri di sana dengan seorang gadis. Mereka terlihat mesra dan terlihat serasi hingga Shira tanpa sadar bersembunyi.

“Oppa, kau bisa antarkan aku?” Tanya gadis itu lalu mencoba memelas.

“Aku akan mengantarmu, tapi tidak sekarang.”

“Kenapa? Kau sudah tidak menyayangiku?” Tanya gadis itu membuat Shira berdegup kencang.

“Tentu, aku sangat menyayangimu.” Ujar Kai seraya memeluk erat gadis itu.

Seakan keramik yang dihantam ke tanah, hati Shira juga pecah berkeping-keping. Ia berdiri dan pergi hingga menabrak Sehun.

Sehun menatap Shira lalu tersenyum. Wajah Shira terlihat kaget menatap Sehun.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Sehun melihat raut Shira yang sedih.

“Aku tidak apa-apa. Bisakah kau mengantarku pulang?” Tanya Shira yang diangguki Sehun. Sehun mengandeng tangan Shira dengan erat dan berjalan menuju motornya.

Shira memberi pesan bahwa ia tidak dapat pergi menemui Kai. Kai yang melihat pesannya hanya menghela nafas dan pada akhirnya mengantarkan gadis itu pulang.

Shira melihat Kai dan gadis itu menjauh dari parkiran. Sehun menyuruhnya menunggu beberapa saat sebelum kembali membawa sekotak es krim lengkap dengan es batu agar tidak mencair.

“Kalau kau badmood, makan ini saja. Mungkin kau akan merasa lebih baik.” Shira mengangguk dan tersenyum tipis lalu mengambil kotak tersebut.

“Terimakasih.”

Sehun mengantar Shira dengan motornya. Mereka tiba dengan cepat. Tadinya Sehun ingin mengajak Shira makan malam bersama namun melihat kondisi Shira, ia mengurungkan niatnya.

Shira berterimakasih pada Sehun dan masuk ke dalam rumah. Ia menatap ponselnya berharap Kai akan mengatakan sesuatu padanya. Hasilnya, ia hanya melihat sosmed Kai yang menampilkan Kai dengan gadis itu. Shira menutup ponselnya dan masuk ke dalam kamarnya.

“Sebenarnya apa maunya?” Bisiknya pada diri sendiri lalu merebakan diri dan tertidur.

***

Sehun duduk bersama Kai dan Chanyeol di bar. Mereka masih di bawah umur namun jangan salah. Sehun adalah anak dari pemilik bar, dan Chanyeol adalah anak dari perusahaan yang menyediakan layanan bodyguard sedangkan Kai adalah anak dari pengusaha terkenal yang memiliki kerja sama dengan berbagai manca negara.

Sehun menatap gelas minumannya yang kosong. Mereka mungkin tidak sering minum namun sesekali saat mereka sedang penat, mereka akan berkumpul dan minum beberapa gelas.

Mereka hanya anak-anak yang kesepian saat itu. Mungkin itu yang membuat mereka benci kehilangan seseorang.

“Ada apa?” Tanya Chanyeol menatap Sehun yang terlihat linglung.

“Aku akan menyatakan perasaanku pada seseorang.” Kai dan Chanyeol tertawa.

“Aku serius. Kau tau, aku sudah menyukai gadis ini sejak lama. Hubungan kami juga baik.” Kai tersenyum dan menuang gelasnya dengan wine.

“Memangnya siapa yang sedang kau kencani?” Tanya Kai yang dilirik Sehun dengan senyuman.

“Aku akan memberitahu kalian saat dia menerimaku.”

“Kapan?” Tanya Chanyeol memastikan.

“Secepatnya. Bagaimana denganmu? Kim Soori semakin cantik bukan?” Goda Sehun membuat Kai meminum winenya.

“Diamlah. Jangan sentuh Soori, kau tau aku sangat menyayanginya.” Chanyeol dan Sehun mengangguk dan tertawa.

Mereka menghabiskan waktu bersama dengan cerita dan tawa. Ya, mereka sedekat itu.

Lalu Sehun benar-benar melakukannya.

Sehun mengajak Shira berjalan-jalan hari ini. Shira menyetujuinya dan mereka sedang berada di sungai Han. Udara malam terasa sejuk saat mereka melintasinya. Sehun berhenti sejenak lalu menatap Shira.

Akhir-akhir ini Shira sedang sering melamun dan terlihat sedih. Mereka menatap 1 sama lain dalam diam lalu tersenyum.

“Aku ingin mengatakan sesuatu.” Shira mengangguk dan menatap langit malam yang indah.

“Kau tau, kita sudah dekat sejak lama. Aku senang kau bersamaku sekarang dan kuharap bisa seterusnya. Jadi aku akan mengatakannya secara cepat. Aku menyukaimu.” Ujar Sehun membuat Shira yang bingung langsung menatapnya dan menelan ludah.

Shira memang sering bersama Sehun lebih dari biasanya akhir-akhir ini. Tapi itu bukan karena Sehun, itu karena ia ingin melupakan Kai. Shira menimang sejenak dan menatap Sehun yang terlihat tulus.

“Jadilah pacarku.” Ujar Sehun membuat Shira menunduk dan merona namun juga bingung dan panik.

Mereka terdiam sejenak tanpa suara. Sehun menghela nafas berfikir ini akhirnya namun sedetik setelahnya Shira menatap Sehun.

“Baiklah.” Ujarnya seakan berbisik namun membuat Sehun merasa senang.

“Benarkah?” Tanya Sehun tanpa menyembunyikan senyumnya.

Shira mengangguk dan saat itu juga Sehun memeluk Shira. Kembang api meluncur dengan indah ke angkasa dan meledak. Sungguh indah hingga Shira tersenyum dan menatap langit malam dengan kagum.

Mungkin ini yang terbaik. Setidaknya aku bisa mencoba. Batin Shira lalu tersenyum menatap Sehun.

Seminggu setelahnya Sehun telah memutuskan untuk memperkenalkan Shira pada sahabatnya. Sehun mengajak mereka semua bertemu di cafe.

“Apa yang akan kita lakukan di sini?” Tanya Shira menatap Sehun yang sedang memarkirkan mobilnya.

“Kita akan bertemu sahabatku.” Pikiran Shira melayang mendengar kata sahabat dari Sehun. Ia tau siapa, Kai pastinya.

“Kenapa? Ayo turun.” Ujar Sehun seraya mengelus pipi Shira yang kembali tersadar.

Mereka turun dan memasuki cafè. Mata Sehun mencari ke segala arah hingga menemukan Chanyeol sedang melambai. Shira tak perlu repot menatap kemanapun. Ia sibuk menunduk dan merenung tentang perasaannya pada Kai.

Mereka masih sangat dekat. Kai dan Shira masih saling kontak. Apa yang akan terjadi jika Kai melihatnya dengan Sehun? Itu adalah yang Shira pikirkan. Ia tidak memikirkan bahkan sekalipun tentang bagaimana jika Sehun mengetahui bahwa Kai dan dirinya sangat dekat seakan menjalin hubungan.

Akhirnya mereka harus menghadapi hal itu. Shira dan Sehun berdiri di hadapan Kai dan Chanyeol. Mata Kai terlihat menyipit melihat wajah menunduk Shira.

“Apa yang kalian lakukan? Ayo duduk.” Sehun membiarkan Shira duduk di bagian dalam kursi yang menempel di tembok. Tepat dihadapan Kai.

Sehun duduk dan menatap Shira yang semakin menunduk. “Ada apa?” Tanya Sehun yang dijawab gelengan oleh Shira.

“Hei tidak perlu canggung. Kau pacar Sehun ya? Siapa namamu?” Tanya Chanyeol membuat Shira semakin gugup dan mau tidak mau menaikan kepalanya.

Kai menatap Shira dan membeku. Mata mereka bertemu dan Shira menatap Kai sendu.

“Aku Shira, salam kenal.” Ujar Shira akhirnya setelah menatap Kai sejenak.

Chanyeol tersenyum dan memperkenalkan diri namun Kai tetap diam membuat Sehun dan Chanyeol bingung.

“Ada apa?” Tanya Chanyeol menyentuh bahu Kai dan menyadarkan Kai.

“Ah, tidak. Aku.. aku harus ke toilet.” Ujar Kai membuat alasan dan pergi.

Kai mencuci wajahnya dan menatap kaca. Ia bergumam pada dirinya sendiri, “sadarlah. Gadis itu milik Sehun sekarang.” Lalu ia mencuci wajahnya lagi dan keluar dari toilet.

Shira berdiri di sana dan menatap Kai. Mata Shira menyiratkan perasaan sakit dan sedih. Mereka semakin dekat dan menatap satu sama lain.

“Maafkan aku.” Bisik Shira di depan wajah Kai. Ia menunduk dan merasa bersalah.

“Aku.. aku menyukaimu Kai. Aku menyukaimu..” lirihnya membuat Kai terdiam tak berkutik.

“Aku juga menyukaimu, tapi kau milik Sehun sekarang dan Sehun sahabatku.” Shira menggeleng.

“Kau mempunyai seorang gadis waktu itu dan Sehun menembakku. Aku menerimanya agar bisa berpaling darimu tapi aku masih menyukaimu..”

Kai menggeleng dan memegang bahu Shira. “Aku tidak perduli. Lagi pula Sehun orang yang baik. Kau akan senang bersamanya.”

Shira menatap mata Kai sendu dan mencium bibir Kai. Mata Kai terbelalak dan melepaskan ciuman Shira.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Kai kaget. “Aku mencintaimu..”

Sehun memukul tembok dengan kencang hingga membuat kedua sejoli itu menatap ke arahnya.

“Sehun ah..”

.

.

Tbc.

Maaf ya ga ada Yeorinya hehe. Tapi jangan lupa like dan comment ya! :

Iklan

8 thoughts on “[Author Tetap] Melted (Chapter 5)

  1. Ah jadi yang ngebuat Sehun benci Kai karena ini 😑😑
    Duh bikin gemesh aja. Jujur aja jengkel sama sikap Shira tapi Kai malah kesannya php huhuhu di tunggu nextnya^^

  2. Hai eon!!😀
    Masak tuh ya dr kmrn aku nungguin ini tp kgk nongol2. Ktnya mo apdet kmrn, kok gk ada?
    Yodahlah gpp sih. Yg jelas ak sukalah ini. Jd skrg tuh dah jelas ternyata gt masa lalu mrk.
    Oohhh. Akhirnya aku menemukan jawabannya(?).
    Jujur baca ff itu ngehibuur bgt. Pdhl aku lg.., ahh gk enaklah. Trus ff itu bisa jd yahh semacam pelampiasan lahh. Dah ah curhat mulu aku.
    Wes lanjut yee eon..
    Ditunggu apdetannya. Yg mistake jg lanjut dongg. Ad ceye disitu. Eheh😀😁

    • Wkwkwk ciee nungguin. Maap ya kmaren author semacam sok sibuk 😂 gadeng, author streaming mass ampe lupa😢. Makasih ud comment 🙂 next chapnya semoga bisa cepet ku publish ya hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s