[Author Tetap]-Finally, I Got You (18B END)

Untitled

ByunPelvis

Haloo, pasword chapter 18A sama ya dengan yang sebelumnya. Silahkan buka dan baca. dan bagi yang belum dapat pasword bisa ke :

WA : 082324904087 

FB : Ella ByunPelvis (Komensaja di salah satu status saya.)

E-mail : Byunelvis06@gmail.com

Main Cast : Byun Baekhyun,Park Hyejin (OC/You)

Other Cast : Oh Sehun,Park Chanyeol,Kim Chanri (Oc),Kim Jong In and KimTaerin (Oc).

Genre : Romance,Angst,Friendship.

Leght : Chapter

Rating :General

Disclaimer : This story is mine. No Copy no paste. Sory for typo.

And Don’t be a silent readers. ^^

previuos :

(1)   (2)   (3)  (4)

(5)  (6)   (7)    (8)

(9) (Special Sehun  (10 A) & (10B) )

(11) ,  (12) ,  (13 A) ,   (13B) ,  (14) , (15) , (16) 

 (17)  , (18A)


 

“Aku tak bisa terus membencimu. Rasa cinta ini tercipta begitu saja, tak pernah aku duga. Ijinkan aku menghapus luka dihatimu.Aku akan menggantinya dengan sebuah kebahagiaan.”-Hyejin.

Chapter 18B End

Hyejin memangku dagunya dengan dua tangan saat dirasa kepalanya semakin berat. Gadis itu membuang penjelasan dari Dosen Byun yang sedari tadi berteriak menerangkan materi. Percuma saja jika mendengarkan, otak gadis itu tetap akan menolak point-point penjelasan itu.

Ia dengan jelinya memandangi wajah Dosen Byun yang bentuk mukanya sama persis dengan Baekhyun. Gadis itu sudah gila karena membayangkan yang sedang berdiri di depan itu Byun Baekhyun.

Bagaimana tidak berhalusinasi, rasa rindunya pada pria itu sudah memuncak. Ini pertamakalinya Hyejin merindukan Baekhyun hingga rasanya ingin menangis. Gadis itu menderita karena tidak bertemu dengan pria yang baru satu bulan ini menjadi kekasihnya dalam jangka waktu lama.

Baekhyun  pulang ke Bucheon setelah selesai dirawat di Seoul Hospital. Pria itu membutuhkan waktu satu bulan untuk memulihkan kesehatannya. Hyejin sempat down saat Baekhyun dinyatakan kakinya mengalami lumpuh ringan. Pria itu sempat tidak berjalan dan mengenakan kursi roda untuk bepergian. Maka dari itu, ibu Baekhyun memutuskan membawa putranya pulang untuk dirawat semaksimal mungkin. Kabar terakhir yang ia dengar dari Dosen Byun, katanya Baekhyun sudah bisa menggerakan kakinya.

Satu bulan tanpa Baekhyun membuatnya merasa sendiri. Saat ia berkumpul dengan Chanri dan lainnya, rasanya pun tetap kesepian. Ia sadar, kehadiran Baekhyun selama ini sangatlah berharga.

Duk

Kepala Hyejin terjatuh di meja. Ia tak sanggup lagi memandangi wajah Dosen Byun.

“jelaskan padaku! Jadi bagaimana ceritanya sampai kau bisa pacaran dengan pria gila itu?”

Pertanyaan Jong In membuat Hyejin mengangkat kepalanya kembali. Gadis itu menatap Jong In sedikit tidak suka saat mendengar ‘pria gila’.

“ya seperti itulah. Ada pepatah cinta itu ada karena terbiasa.” Jawab Hyejin tanpa minat. Suaranya terdengar berat.

Sedangkan Jong In terkekeh. Benar, cinta itu ada karena terbiasa. Sama halnya dengan ia yang pernah menyukai Hyejin dulu. Jika saja tidak ada Oh Sehun, mungkin Jong In berani menyetakan perasaannya saat Junior High School. Itu terjadi 6 tahun yang lalu dan sekarang perasaan suka terhadap Hyejin sudah tidak ada. Jong In sadar, sampai kapanpun mereka hanya bisa menjadi sepasang sahabat.

“ah jadi kau melupakan Oh Sehun sekarang?”

Hyejin mematung, gadis itu kembali tidak suka dengan kata-kata sahabatnya.

“mana mungkin aku melupakan Sehun. Sampai kapanpun aku akan mengenangnya.”

Jong In menghela nafas, entah ia harus senang atau tidak karena Byun Bekhyun sekarang berhasil memiliki Hyejin. Pria itu hanya takut jika nantinya Hyejin tidak bahagia.

“Jong, soal Sehun. Sebenarnya dia sudah…. tiada.” . Hyejin berusaha memberitahu tentang kenyataan yang selama ini disimpannya dari Jong In.

“aku sudah tau.”

Hyejin langsung  menatap Jong in dengan raut terkejut.

“kau suah tau?”

“eum. Baekhyun sunbae yang menceritakannya saat kau pergi ke China.” terang Jong In. Ia sengaja selama ini tak mengungkit Sehun agar Hyejin tidak sedih. Tapi sekarang, sepertinya sahabatnya itu sudah menerima kenyataan sepenuhnya. Syukurlah , ujarnya dalam hati.

“ah begitu.”Hyejin memaksakan senyumnya.

“Hyejin-ah. Kau benar-benar memiliki perasaan pada Baekhyun sunbae?”

“ya. Sepertinya aku menyukainya sejak lama. Tapi karena aku terlalu bodoh menyadarinya, semua jadi kacau.” Lirih Hyejin. Ia kembali mengingat saat kejadian buruk menimpa Baekhyun.

“Hyejin-ah. Aku mengikuti keputusanmu. Semoga kau bisa membuka lembaran baru bersamanya.” Ujar Jong In. Pria itu tersenyum untuk menyemangati sahabatnya.

“terimakasih Jong. Aku sedang mencobanya.”

*

Hari ini pertama kali Baekhyun menginjakan kaki di kampus setelah satu bulan memulihkan kesehatannya. Pria itu sudah benar-benar bugar dan mampu melakukan aktifitas seperti biasanya.

Ia merasa terlahir kembali. Hatinya yang sempat layu kini telah mekar sempurna. Matanya sempat menangkap satu pemandangan. Jauh disamping kiri, Baekhyun melihat Kim Taerin sedang tertawa bersama Vernon. Sepertinya dua pasangan yang sempat bermasalah itu telah kembali bersatu. Baekhyun cukup lega melihatnya.

Ponselnya berdering saat ia fokus berjalan. Baekhyun merogoh celananya dan mengamati benda pipih itu.

Senyumnya langsung merekah saat sebuah pesan tersemat di sana. Baekhyun menyimpan ponselnya dan berjalan kembali untuk menuju kelas. Ia lega Hyejin tak tau kehadirannya di tempat itu.

Ya, tadi adalah pesan dari Hyejin yang menanyakan bagaimana kabarnya. Gadis itu kira ia masih berada di Bucheon. Baekhyun sangat-sangat merindukan Hyejin. Satu bulan tak melihat Hyejin seperti ia tak bisa melihat dunianya. Selama di rumah, Baekhyun seperti orang gila karena berbicara dengan foto Hyejin. Jika yang lain tau, mungkin ia akan langsung di seret ke rumah sakit jiwa.

Chanyeol sedang menulis catatan saat Baekhyun duduk di sampingnya. Mata besarnya membulat mendapati Baekhyun sudah hadir hari ini.

“Ya Baek! Kau sudah sehat?” tanya Chanyeol. Ia meneliti tubuh Baekhyun. Sudah tidak ada perban yang melilit di tubuh sahabatnya itu.

“eoh. Aku sangat bosan di rumah. Dan aku sangat merindukan Hyejin. bayangkan saja Yeol, satu bulan kami tidak bertemu.” Ujar Baekhyun, mendengar itu Chanyeol hanya berdecak.

“dasar pasangan baru.” Lirih Chanyeol. Ia tersenyum melihat Baekhyun 2x lipat lebih ceria dari biasanya. Sedetik kemudian ada ide jail yang melintas di benak Chanyeol. Pria tinggi itu mendekatkan bibirnya ke telinga baekhyun.

“hei ku dengar Hyejin sedang melakukan pendekatan dengan pria lain.”

“APA?” Baekhyun sontak berteriak, membuat seisi kelas menatap padanya.

“ya, pria itu sangat tampan. Ya ampun kau bahkan kalah Baek.” ujar Chanyeol lagi, kini ia menepuk pundak Baekhyun sembari menunjukan wajah prihatin.

“katakan siapa? Apa aku mengenalnya , Yeol?” nada bicara Baekhyun menggebu, amarahnya mulai sulut.

Chanyeol memasang wajah serius dan terdiam cukup lama. Baekhyun menatapnya dengan perasaan campur aduk.

“Dia……….  tidak ada. Aku hanya bercanda.”  Chanyeol l tersenyum dan langsung  tertawa setelahnya. Pria tinggi itu memegangi perutnya karena geli melihat ekspresi Baekhyun.

“kau!”

“lihat wajahmu Baek..ha..ha..ha… sangat syok.”

“Park Chanyeol, brengsek kau!”

Baekhyun ingin sekali membanting Chanyeol. Hampir saja jantungnya mencuat keluar karena ucapan Chanyeol tadi. Baekhyun yang kesal merebut buku Chanyeol dan membuangnya asal.

“YA!”

.

.

.

.

Hyejin baru saja mengisi perutnya di caffetaria bersama Jong In juga Soo Jung. Sekarang ia memutuskan untuk pulang lebih awal. Hari ini, ia berencana mengunjungi Bucheon untuk menemui Baekhyun. Keputusannya sudah bulat, Hyejin sangat ingin melihat keadaan pria itu dengan matanya sendiri.

“Hyejin-ah. Kami duluan ya, maaf tidak bisa pulang bersama.” Sesal Soojung, gadis itu langsung berlari menyusul Jong In yang sudah ada di parkiran.

Hyejin mengamati sampai Soojung hilang di pintu parkiran. Jong In dan Soojung lebih dulu pulang karena menggunakan motor. Jadi terpaksa ia akan naik bus lagi hari ini.

Hyejin mendengus kesal saat rintik hujan perlahan mulai membasahi kepalanya. Lama-lama rintik itu menjadi jutaan. Hujan semakin deras dan ia masih di pertengahan jalan menuju halte. Gadis itu menggunakan tasnya sebagai payung. Ia berlari kecil untuk mencapai tempat tujuannya.

Hup

Sebuah tangan mencekal lengannya.Ayunan kaki Hyejin terhenti saat tiba-tiba sebuah payung menutupi kepalanya. Hyejin menoleh pada pemilik tubuh yang berdiri di sampingnya.Pandangannya berhenti pada wajah si pemilik payung itu.

“Baek-hyun?”

Hyejin cukup terkejut saat mendapati Baekhyun di sampingnya. Ia mengerjapkan matanya untuk memastikan, bisa saja ia sedang berhalusinasi.

“Ya, ini aku.”

Suara itu menusuk gendang telinganya. Hyejin tersadar penuh dan tersenyum saat tau pria disampingnya itu benar-benar Baekhyun.

“Kapan kau kembali?”

“tadi pagi.”

Hyejin hanya ber o ria. Ia sedikit kecewa karena Baekhyun tak mengabarinya jika ke Seoul hari ini. Ia kembali menatap Baekhyun, pria itu juga sedang menatapnya.

“aku-“

Hyejin tak mampu melanjutkan bicaranya lagi saat tubuhnya di rengkuh Baekhyun. Pria itu membawanya ke dalam dekapan.

“Apa kau terkejut?” tanya Baekhyun, tepat di samping telinganya. Hyejin hanya menjawabnya dengan anggukan.

“Aku merindukanmu, Hyejin-ah. Aku tadinya ingin memberi kejutan. Tapi kau tadi malah berlari pergi saat hendak kuhampiri.” Lontar Baekhyun.

“maaf. Aku tidak melihatmu tadi.” lirih Hyejin, suaranya sedikit bergetar karena mengigil.

Pria itu merasakan tubuh dingin Hyejin. Gadisnya tidak boleh kedinginan terlalu lama, Baekhyun tidak mau Hyejin sakit seperti dulu.

Pria itu melepas pelukannya dan menarik Hyejin pergi.

.

.

.

Baekhyun telah mengantar Hyejin ke apartement gadis itu. Ia ikut masuk dan langsung menuju dapur untuk membuatkan Hyejin secangkir susu jahe. Kekasihnya tidak boleh sakit, ia akan marah pada dirinya sendiri jika itu terjadi.

Baekhyun berjalan menuju kamar Hyejin karena gadisnya tak kunjung keluar. Pria itu mengetuk pintu kamar Hyejin dua kali.

“eoh.”

Suara kecil Hyejin terdengar dari dalam kamar. Baekhyun menunggu hingga pintu coklat itu terbuka.

“apa yang kau lakukan? Kenapa lama sekali?” tanya Baekhyun dengan nada cemas. Pria itu membawa secangkir minuman hangat yang tadi di buatnya.

“a-aku sedang mandi tadi.” jawab Hyejin sekenanya. Tidak, sebenarnya Hyejin tidaklah mandi. Ia sedari tadi hanya duduk di sisi ranjang. Hyejin terlalu gugup untuk keluar menemui Baekhyun. Entahlah, semenjak menjalin hubungan dengan pria itu dirinya jadi malu-malu.

Baekhyun berjalan maju, otomatis Hyejin membuka pintu kamar sepenuhnya. Kaki Hyejin perlahan mundur saat Baekhyun semakin mendekat.

“Kau belum mengeringkan rambutmu?”

“eoh? I-iya.”

Baekhyun menghembuskan nafas kasar dan menarik Hyejin dengan sebelah tangannya yang bebas. Pria itu mendudukan Hyejin disisi ranjang. Cangkir yang dibawanya di letakan di meja dekat tempat tidur.

Handuk kecil tersempir di gantungan. Baekhyun mengambilnya dan langsung mengusapkannya ke rambut basah Hyejin.

Mendapatkan perlakukan itu Hyejin hanya mematung. Kedua tangannya meremas sprei cukup erat.

“bagaimana bisa kau membuatku kesal dan khawatir dalam sekaligus?” tanya Baekhyun. Ia kesal karena Hyejin hujan-hujanan tadi. Baekhyun tau kelemahan Hyejin yang akan sakit jika terlalu lama terkena air hujan. Dan yang ia khawatirkan adalah kondisi tubuh Hyejin.

“kenapa kau tidak menunggu hujan reda jika ingin pulang?” tanya Baekhyun lagi.

“aku hanya ingin cepat pulang dan pergi ke Bucheon untuk menemuimu” lirih Hyejin. Gadis itu sedang menahan tangisnya saat ini. Baekhyun menghela nafasnya dan menghentikan kegiatannya mengusap rambut Hyejin.

Baekhyun bersimpuh agar bisa melihat wajah Hyejin.

“Bucheon terlalu jauh. Dan kau mau ke sana sendiri?” vokal Baekhyun terdengar marah kali ini. Ia hanya tak bisa membayangkan jika tadi dirinya tidak berpapasan dengan Hyejin. Pasti gadis itu sudah nekat ke Bucheon untuk menemuianya.

Baekhyun juga membodohi dirinya sendiri, ia seharusnya mengabari Hyejin dari awal jika kembali ke Seoul pagi ini. Jika saja ia memberitahu Hyejin, gadis itu tidak mungkin memaksa diri hujan-hujanan.

Hyejin mengangguk dan menjatuhkan setetes air mata. Hyejin baru sadar, ternyata merindukan Baekhyun itu menyakitkan.

“aku hanya-…… “ Hyejin mengigit bibir bawahnya untuk menahan isakannya. Gadis itu tak mau cengeng namun kesedihannya sudah tak terkontrol lagi.

Baekhyun berdiri untuk kembali memeluk Hyejin, Ia merasa bersalah. Sangat-sangat merasa bersalah. Hyejin membalas pelukan Baekhyun sangat erat. Ia membutuhkan kehangatan yang amat dirindukannya itu.

“maaf, seharusnya aku mengabarimu tadi pagi” sesal Baekhyun. Ia mengusap punggung Hyejin untuk meredakan tangis.

Hyejin menggelengkan kepalanya. Ia menarik wajahnya hingga pelukan Baekhyun terlepas. Pria itu mengusap pipi Hyejin untuk menghilangkan jejak air mata. Kemuadian pandangannya beralih pada meja.

“ah iya. Kau harus minum ini.” Baekhyun mengulurkan tangannya untuk meraih cangkir di atas meja dan langsung disodorkan pada Hyejin.

Dengan senang hati Hyejin menerima minuman buatan Baekhyun. Ia hendak menyeruput isinya namun sempat terhenti.

“kenapa?”

“aku benci jahe.” Lirih Hyejin saat mencium harum herbal. Mendengar itu Baekhyun menurunkan senyumnya.

‘hyejin benci jahe? Sial, ia tidak tahu’

“eoh. Maaf , aku-“

Ucapan Baekhyun terhenti saat Hyejin memaksa meminum susu jahe buatannya. Gadis itu tersenyum setelah menegak habis isi cangkir itu.

“rasanya tidak buruk.”  Ujar Hyejin. Ia menahan rasa ingin muntah, ia terpaksa menghabiskannya agar Baekhyun tidak kecewa.

“good girl.” Baekhyun membalas senyum Hyejin dan mengacak rambut basah gadis itu.

“Baekhyun-ah, bolehkah aku memelukmu lagi? Aku…masih merindukanmu.” Lirih Hyejin saat mengucapkan kalimat akhir. Dalam satu detik, wajahnya sudah menempel di dada bidang Baekhyun.

Baekhyun tak bisa untuk tidak tersenyum. Pria itu ingin menangis karena sangking bahagianya. Ia dengan senang hati akan memeluk Hyejin.Bahkan sampai besok sekalipun.

.

.

.

 

*

Hari ini jadwal kuliahBaekhyun maupun Hyejin kosong. Pria itu berniat mengajak Hyejin ke Yeouido Park untuk berkencan.

Hyejin tersenyum mengingat kejadian kemarin. Baekhyun benar-benar membuatnya terperosok jurang cinta. Bagaimana bisa ia secepat itu bahagia hanya karena mendapat perhatian manis dari Baekhyun?. Tangannya terangkat untuk menyentuh rambut. Senyumnya semakin mengembang saat mengingat Baekhyun mengeringkan rambutnya dengan handuk.

Hyejin sadar dari lamunan saat mendengar pintu kamarnya di ketuk berkali-kali. Mungkinkah itu Baekhyun?. Hei bagaimana pria itu bisa masuk ke dalam aprtemnt’nya? . Bagaimana bisa Baekhyun tau pasword apartementnya?. Bingung Hyejin.

Yang langsungmelintas di kepalanya adalah nama Chanyeol. Pasti sepupunya itu yang memberitahu pada Baekhyun kode pintu apartementnya. Huh, memang dasar.

Hyejin kini merasakan jantungnya mulai berdebar kencang. Pasti yang ada di luar itu memanglah Baekhyun.

“Ya! Tunggu sebentar!” lantangnya.

Hyejin telah menyelesaikan kegiatan beriasnya. Gadis itu terlihat sangat cantik hari ini. Mini dress melilit di tubuh rampingnya dengan warna soft blue sangat menyatu dengan kulit putih susunya.

Sudah sangat  lama Hyejin tidak berdandan seperti itu untuk seorang pria. Dress yang ia kenakan saat ini adalah pakaian yang sama saat ia terakhir kali kencan bersama Sehun. Ia sedikit tersenyum saat mengingat kenangan manis juga pahit itu.

“Hyejin-ah!”

Suara Baekhyun mulai memecah ruangan. Dengan gerakan cepat Hyejin mengenakan spatu flat di kakinya. Setelah mengambil tas selempangnya, ia berjalan membuka pintu. Hyejin tak bisa berkedip saat melihat seorang pangeran tampan di hadapannya.

Kekasihnya itu sangat tampan dengan kemeja putih yang lengannya di lipat hingga batas siku, apalagi dengan tataan rambut coma. Baekhyun seribu kalilipat lebih menawan. Hyejin merasakan jantungnya berpacu semakin cepat. Untuk menyapa ‘hai’ saja ia tak bisa melakukannya.

“Hyejin-ah. Kenapa kau berias secantik itu?”.Tanya  Baekhyun, namun itu bukanlah sebuah pujian, melainkan sebuah pertanyaan seseorang yang sedang kesal.

“memang kenapa?”

Baekhyun menhela nafasnya, rasanya ia ingin menghapus make up yang menempel di wajah manis Hyejin.

“aku tidak mau pria diluar sana terpesona saat melihatmu”

Hyejin berdecak  mendengar alasan Baekhyun. Sungguh berlebihan. Memangnya ia berdandan untuk siapa? Hyejin mengorbankan uangnya untuk membeli make up mahal khusus untuk tampil cantik di depan Baekhyun. Tapi prianya itu masih saja mengomel.

“baiklah, kalau begitu kencan hari ini batal sa-”

“Tidak. Sudahlah, ayo pergi!” Baekhyun langsung menarik tangan Hyejin. Pria itu rasanya ingin gila saat melihat penampilan gadisnya. Mungkin bola matanya akan keluar jika ia terus menatapi wajah cantik Hyejin.

.

.

.

Ueno Park.jpg

Yeouido Hangang Park, tempat yang ada di jantung kota Seoul ini sangat ramai pengunjung. Hamparan rumput hijau dengan aliran sungai han disampingnya sangat menyejukan. Banyak sekali pasangan, entah itu muda atau tua sama-sama bersantai di tempat itu. Baekhyun menarik Hyejin ke tempat yang menurutnya cocok untuk berdua.

Di bawah pohon chery blossom yang bunganya mulai bermekaran. Hyejin membuka karpet kecil yang tadi sudah  Baekhyun siapkan. Baru saja ia duduk, Baekhyun sudah berbaring dan menggunakan pahanya sebagai mantal.

“ya!”  pekik Hyejin karena ia sedikit geli.

“pahamu sangat nyaman.”

“bangun!”

“tidak mau. Ayolah, punggungku masih sakit karena kecelakaan saat itu.” Baekhyun menyangkut pautkan tentang kondisi tubuh yang katanya belum pulih 100%. Padahal jika di lihat dari fisiknya, pria itu sudah sehat bugar. Hyejin menghela nafas panjang. Terserah saja, percuma jika ia terus memaksanya.

Baekhyun memejamkan matanya menikmati angin sejuk yang berhembus disekitarnya. Surai hitamnya menari, membuatnya terlihat semakin sexy.

Hyejin sangat menyukai kening Baekhyun, jemarinya bermain disana. Matanya berpindah pada mata sipit Baekhyun yang tengah terpejam. Ia tersenyum saat melihat lentiknya bulu mata prianya. Tangannya turun mebelusuri hidung runcing Baekhyun.

Pandangannya semakin turun hingga berhenti pada bibir mungil Baekhyun. Sangat unik dan cute. Hyejin tersenyum memperhatikannya.

Baekhyun membuka mata setelah merasakan jemari Hyejin bermain di wajahnya. Pria itu tersenyum nakal.

“ekmm”

Pandangan mereka bertemu, membuat Hyejin terhipnotis saat itu juga. Tangan Baekhyun naik untuk mencapai tengkuk gadisnya. Dengan sekali tarik, ia membuat wajah Hyejin tertunduk. Sedangkan Baekhyun masih nyaman berbaring.

cup

Baekhyun langsung meraup bibir plum Hyejin, perlahan mulai melumatnya dengan sangat lembut. Keduanya sama-sama memejamkan mata menikmati sensasi manis kecupan itu. Tangannya semakin menekan tengkuk Hyejin agar ciumannya semakin dalam.

Kelopak bunga blossom yang terjatuh menambah romansa. Sepoi angin menerbangkan kelopak bunga  tepat diatas sepasang kekasih itu.

Baekhyun melepas tautan, memandangi wajah Hyejin yang kini tertutup rambut hitam. Ia hendak menyelipkan helai rambut itu namun Hyejin lebih dulu mengangkat wajah. Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Hyejin tidak mau Baekhyun melihat wajahnya yang sedang tersipu. Pasti kedua pipinya sangat merah.

“hei.”

Baekhyun terkekeh dan kini sudah mendudukan dirinya. Setelah panas di kedua pipinya mereda barulah Hyejin menurunkan tangannya. Baekhyun menarik sudut bibirnya, Hyejin sangat imut jika sedang salah tingkah.

“Hyejin-ah, apa jantungmu berdebar seperti ini?”

Baekhyun mengambil tangan Hyejin dan meletakan tepat didadanya. Hyejin mengerjap saat merasakan jantung Baekhyun berpacu sangat cepat.

“y-ya. Kurasa.”

“mau mendengarnya?” tanya Baekhyun.

“e-eoh?”

Baekhyun semakin memekarkan senyumnya dan membawa Hyejin ke dalam dekapan. Baekhyun menempatkan kepala Hyejin di depan dadanya. Ia ingin Hyejin mendengar degup jantungya.

“Hyejin-ah. Jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku.-“ ujar Baekhyun. Ia semakin erat mendekap tubuh mungil gadisnya.

“Sungguh, aku tidak bisa melanjutkan hidup tanpa dirimu. Jantung ini bisa berhenti jika kau tidak disisihku.”  Sambungnya. Hyejin terkekeh, ucapan Baekhyun terdengar sangat berlebihan.

“mana mungkin seperti itu?.”

Baekhyun melepas pelukannya dan langsung memasang wajah kesal.

“aku serius mengatakannya.” ujar Baekhyun, nadanya di buat dingin.

“Baiklah,baiklah terserah kau saja Byun Baekhyun.”

“kau harus janji. Jangan meninggalkanku apapun yang terjadi.”

Hyejin henya menggumam sebagai jawaban, sungguh tidak memuaskan. Baekhyun menunduk sedih dan terdiam untuk beberapa saat. Melihat itu, Hyejin mengulurkan tangannya untuk menangkup pipi Baekhyun.

“ya, aku janji. Jangan memasang wajah takut seperti itu.”

Hyejin memajukan wajahnya, ia mencapai kening Baekhyun dan menciumnya lembut.

“Aku menyayangimu. Terimakasih karena bertahan disampingku selama ini. Kau pria terhebat yang pernah ku temui, Baekhyun-ah.” ujarnya. Mata Hyejin mulai digenangi cairan bening. Antara rasa bersalah dan bahagia bercampur menjadi satu.

Baekhyun tersenyum sangat manis. Ia menggenggam jemari Hyejin yang masih berada dipipinya.

“tidak, Hyejin-ah. Seharusnya aku yang berterimakasih padamu. Terimakasih karena kau memberikan hatimu untukku. Aku tak akan pernah melepaskannya.”

Airmata Hyejin lolos begitu saja. Lihatlah, betapa bodohnya ia karena selama ini menyia-nyiakan pria baik seperti Baekhyun. Gadis itu menjatuhkan kepalanya di bahu Baekhyun, memejamkan matannya sejenak.

“I’ll be yours, Baekhyun-ah.”

Tangan keduanya saling menggenggam. Baekhyun juga menyandarkan kepalanya di kepala Hyejin.

‘Ketika kau berada pada titik tertinggi usahamu, mimpi itu bukan hal mustahil untuk terjadi. Aku sudah berusaha semampuku untuk memiliki hatimu. Finally, I Got You.’

“Hyejin-ah.” Baekhyun mengeluarkan suara setelah lama terdiam.

“heum?”

”aku mencintaimu.”

“aku tau.” jawab Hyejin.

Hanya mendengar jawaban itu, Baekhyun menegakan kepala Hyejin.

“kau tidak menjawabnya dengan kata-kata yang sama?”

“kata-kata apa maksudmu?”

“aku mencintaimu.” Ujar Baekhyun lagi. Hyejin menahan senyumnya.

“eum, aku menyayangimu”

“bukan itu. harusnya kau menjawab aku juga-“

Cup

Hyejin mengecup pipi Baekhyun. Gadis itu risih mendengar Baekhyun terus mengoceh.

“aku juga mencintaimu. Kau puas?”

Senyum Baekhyun merekah sempurna. Mereka kembali saling menyenderkan kepala . Saling menggenggam, sangat erat seolah takut hilang jika terlepas sedikit saja.

Mereka akan memulai kisah bahagia mulai hari ini.

*

 

 

END

.

.

.

.

.

.

Epilouge.

.

.

Hyejin barusaja keluar dari kelasnya dan terkejut saat menemukan Baekhyun berada di samping pintu masuk.

“ya. Apa yang kau lakukan di sini?”

“tentu saja menunggumu.”

Hyejin memutar bola matanya dan kembali melanjutkan langkahnya. Jong In dari belakang menyusul.

“Hyejin-ah!” ucap pria berkulit tan itu dengan nada riang dan tanpa ragu merangkul bahu Hyejin. Sontak saja Baekhyun yang melihat itu menarik tangan Jong In.

“akkhh Ya! Sunbae apa apa yang kau lakukan?” Jong In memekik kesakitan saat Baekhyun memuntir tangannya ke belakang.

“Jangan memeluk kekasihku seperti itu!” tegas Baekhyun. Ia semakin menekan tangan Jong In. Melihat apa yang prianya lakukan, Hyejin berusaha melepas tangan Baekhyun pada lengan Jong In.

“Baekhyun-ah lepaskan Jong In!”

“berjanjilah, Kim Jong In-ssi!”

“i-iya iya. Sunbae, maafkan aku.”

Barulah Baekhyun melepasnya. Hyejin langsung memukul lengan Baekhyun dan menariknya pergi setelah minta maaf pada Jong In. Mahasiswa lain tertawa melihat kejadian itu. Astaga kekasihnya sangat memalukan.

.

.

.

.

Hyejin berada di perpustakaan bersama Baekhyun, Chanyeol dan juga Chanri. Setelah setengah jam, akhirnya ia menemukan buku yang sedang dicarinya untuk merangkum materi. Hyejin kembali ke bangku dan membukanya untuk mulai membaca.

Chanyeol sedang membaca komik romantis bersama Chanri. Kadang dua pasangan itu tertawa. Tak jarang, Chanyeol mencuri kesempatan mencium pipi Chanri.. Melihat itu Baekhyun menggelengkan kepalanya. Sungguh pasangan yang vulgar.

Pria itu mengerucutkan bibirnya karena Hyejin diam seribu bahasa. Ia lama-lama sangat bosan berada di tempat itu.

“Hyejin-ah.”

Panggilan Baekhyun tak digubris oleh Hyejin. Gadis itu tetap saja fokus pada buku yang sedang di bacanya.

Baekhyun mengeliat kesal dan bangkit dari duduknya, mendekatkan wajahnya pada Hyejin.

“Hyejin-ah, kau mau ice cream tidak? “ tanya Baekhyun berusaha membuat Hyejin melihat padanya.

Tetap saja mata Hyejin tak berpindah dari buku.Karena sangat kesal, Baekhyun langsung merebut buku yang sedang di baca Hyejin.

“Ya!”

Mendengar pekikan Hyejin membuat Chanyeol dan Chanri mengalihkan pandangan dari komik. Keduanya melihat Baekhun dan Hyejin secara bergantian.

“Hyejin-ah. Kau mengabaikanku.” Kesal Baekhyun. Pria itu masih manyun seperti bocah tk.

“aku sedang belajar.” balas Hyejin dengan nada memohon.

“jangan mempelajari buku ini! Kau harus belajar memperhatikan aku!”

“Heol.”

Chanyeol dan Chanri menggelengkan kepalanya melihat sikap kekanakan Baekhyun.

.

.

.

.

Baekhyun berjalan memutari universitas untuk mencari kekasihnya. Ia sangat cemas saat menghampiri kelas Hyejin dan tak mendapati gadis itu. Pria itu juga sudah mengeceknya ke perpustakaan namun masih saja tidak menemukan keberadaan Hyejin.

“aisshhh sebenarnya kemana gadis itu?” ujarnya. Baekhyun sangat frustasi sekarang.

Arah matanya tak sengaja mengarah ke taman universitas. Dan mulutnya membulat tak percaya saat melihat sosok gadis yang tak lain adalah Hyejin sedang membaca buku di sana.

Dengan langkah kesal Baekhyun mendekat. Setelah berada di hadapan Hyejin, ia mengambil alih buku yang sedang dibaca kekasihnya.

“YA!”

“ternyata kau disini? Aku mencarimu kesana-kemari.”

Hyejin memutar bola matanya malas dan berdiri dihadapan Baekhyun. Ia sengaja membaca di taman untuk menghindari Baekhyun. Karena jika ke perpustakaan, kekasihnya itu selalu mengusiknya dengan alasan terabaikan.

“maaf, aku hanya ingin nyaman membaca.” Lirih Hyejin. Ia merasa bersalah saat mendapati raut khawatir di wajah baekhyun.

“Kau sudah makan siang?”

Hyejin hanya menjawabnya dengan gelengan.

“astaga, ya ini sudah pukul 2. Park Hyejin kenapa kau mengabaikan perutmu. Bagaimana jika kau sakit huh?”

“aku-“

“jangan terlalu keras belajar. Kau juga harus memikirkan kesehatanmu. Bagaimana jika mag’mu kambuh?”

Hyejin mengerjap mendengar Baekhyun berujar tanpa jeda. Ia merasa sedang diomeli oleh orang tuanya.

“y-ya. kenapa kau marah?”

“aku tidak marah. Aku khawatir padamu, Park Hyejin. Aku tidak mau kau sakit.”

‘astaga. Pria ini lebih buruk dari eomma.’ Fikir Hyejin.

Begitulah kehidupan cinta Hyejin dan Baekhyun. Gadis itu menganggap kekasihnya terlalu protektif. Ini itu tidak boleh,cemburuan,dan sering mengomel.

Tapi Hyejin tau, Baekhyun bersikap seperti itu karena terlalu mencintainya. Hyejin bahagia, ia senang Baekhyun mengatur hidupnya.

Finish

Haiii akhirnya selesai juga FIGY setelah 4 bulan. ^^ yuhuuuu

Terimakasih ya readers yang sudah mampir baca karyaku ini. Semoga kalin suka dengan endingnya. Maaf bgt kalau aneh atau gak berkesan. Maaf banget kalau banyak typo dan kata-kata gak baik. Author hanya menyampaikan apa yang ada di pikiran. Gak pinter saya bikin adegan romantis.

Ayo komentar… bagaimana tanggapan kalian tentang akhir cerita ini?

Senang kan baekhyun berhasil dapetin Hyejin.

Mau sequel?

Tergantung peminatnya aja.^^

author ByunPelvis pamit ya..

Terimakasih dan bye bye..

See you next story.

Ini ada bonus pict

yu
Park Hyejin & Byun Baekhyun
yft
Park Chanyeol & Kim Chanri

 

irene_1453174141_ceci3
Oh Sehun
Iklan

21 thoughts on “[Author Tetap]-Finally, I Got You (18B END)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s