[Author Tetap] Mistake (Chapter 10)

Cast: Park Chanyeol, Jun Rayeon (oc), Oh Sehun, Jun Ahra (oc).

Genre: Romance, sad.

Rate: PG-13.

Disc: Ff ini ASLI milik saya! No Copas, Plagiat. Like dan comment setelah baca ya 🙂

.

.

.

Jika saja aku melakukannya dari dulu, mungkin ini tidak akan menjadi rumit.

.

.

Ahra pov*

Mataku terbelalak menatap orang yang telah kufikirkan selama ini. Jun Rayeon, gadis itu duduk bersama seorang laki-laki yang diperkenalkan sebagai kekasihnya.

Sungguhkah ini takdirku? Atau ini hanya kesalahan lain? Aku tidak bisa percaya.

Chanyeol terlihat kaget namun aku tau, dirinya sangat sedih. Apakah setelah ini dia bisa melepaskan Rayeon dan berpaling kepadaku?

Semua kekhawatiranku terasa lenyap. Hal seperti apakah aku bisa melepaskan Chanyeol, apakah Chanyeol dan Rayeon akan bahagia atau perasaan seperti apa aku akan bahagia setelah merelakan Chanyeol?

Aku telah berfikir untuk melepaskannya. Membiarkan Chanyeol dan Rayeon bersama di hari spesialku. Rencanaku semua telah hilang dengan kehadiran Sehun..

Apakah, ini yang terbaik? Atau Sehun adalah kesalahan lainnya?

Author pov*

Chanyeol dan Ahra duduk bersebrangan dengan pasangan yang menghebohkan tersebut. Mata Chanyeol terus berpaku pada Rayeon. Sesekali mata mereka bertemu namun Rayeon dengan cepat memalingkan wajahnya.

Chanyeol yang tadinya senang atas telepon Rayeon setelah sekian lamanya, sekarang, menjadi seseorang yang tidak dapat mengatakan sepatah katapun di hadapan Rayeon.

“Jadi, sudah berapa lama kalian berhubungan?” Tanya Ahra memulai percakapan.

“Itu..”

“1 bulanan.” Potong Rayeon cepat saat Sehun terlihat bingung.

“Bagaimana kalian saling kenal?”

“Kami 1 jurusan dan aku menyukai Sehun jadi kami berkencan.” Ujar Rayeon membuat Chanyeol memegang erat sendoknya.

“Secepat itu?” Tanya Chanyeol menatap meja dengan tatapan kosong.

Rayeon terdiam dan semua tak mengerti. Rayeon tau apa yang Chanyeol katakan tapi dirinya tidak ingin menjawab.

“Secepat itukah?!” Ulang Chanyeol dengan suara lebih tinggi. Matanya menatap tajam Rayeon namun terlihat kesedihan dalam sorot mata tersebut.

Chanyeol melepaskan sendok dan garpunya lalu berdiri. “Maaf, aku sedang tidak enak badan.” Ujarnya lalu pergi dari ruang makan, menghiraukan panggilan dari Tuan dan Nyonya Park.

“Aku akan menyusul-”

“Biarkan aku.” Potong Rayeon cepat.

“Biarkan aku yang menyusulnya.” Mendengar itu Ahra hanya terdiam dan membiarkan Rayeon berlari mengejar Chanyeol.

“Apa yang terjadi dengan mereka?” Tanya Nyonya Park yang tidak dijawab oleh Ahra maupun Sehun. Mereka tau penyebabnya namun tidak bisa melakukan apapun.

.

.

“Chanyeol..” ujar Rayeon seraya masuk ke dalam kamar Chanyeol.

Chanyeol menatap Rayeon lalu memalingkan wajahnya ke arah langit-langit kamarnya, berbaring tanpa menghiraukan Rayeon.

“Aku tau kau kesal.”

“Bisakah kita bicara?”

Chanyeol tidak menjawab. Rayeon tau Chanyeol sangat marah namun ia tau bahwa Chanyeol mendengarkannya.

“Aku tau ini menyakitkan tapi, bukankah ini yang terbaik?” Ujar Rayeon membuat Chanyeol menatapnya dengan kesal lalu membelakangi Rayeon yang mulai duduk di tepi ranjang Chanyeol.

“Kita harus bahagia, bukan dengan bersama. Kau dan Ahra, aku dan Sehun.. ini yang terbaik. Kau harus bahagia begitu juga diriku.” Tidak mendengar respon apapun dari Chanyeol, Rayeon menghela nafas berat lalu melanjutkan, “ini berat.”

Chanyeol menutup matanya lalu menahan tangan Rayeon yang bangkit dari tepi ranjang. Chanyeol menahan Rayeon dan menariknya ke dalam dekapannya.

“Biarkan aku egois untuk hari ini. Ini berat, terlalu berat hingga aku hampir tidak bisa memikulnya.” Chanyeol mendekap tubuh Rayeon yang tidak bergeming. Rayeon menutup matanya membiarkan setetes air mata mengalir.

Ahra melihatnya, saat itu juga harapan itu hilang. Tak ada gunanya bahwa Sehun berada di sini. Tidak ada gunanya saat hati Rayeon berada di sisi Chanyeol. Ahra tau, Chanyeol maupun Rayeon, mereka masih saling mencintai.

Di sini, peran Ahra lah yang merusak segalanya dan Ahra cukup tau bahwa ke duanya adalah orang yang ia sayangi.

Cukup sampai di sini.

Dari awal memang bukan dirinya yang harus berada di sisi Chanyeol, harusnya Rayeon.

Malam semakin larut dan Ahra semakin penasaran dengan hubungan Sehun. Jadi Ahra memanggil Sehun untuk duduk di taman. Hari memang gila dan Sehun adalah orang asing bagi Ahra namun ia harus mengatakan hal ini pada Sehun. Agar semuanya jelas, agar kesalahannya bisa dikoreksi.

“Kau, sebenarnya siapa dirimu?” Tanya Ahra membuat Sehun bingung harus menjawab apa. Melihat Sehun yang tak bergeming, Ahra menghela nafas berat dan menatapnya.

“Siapa kau? Kau bukan pacar Rayeon kan? Apa Rayeon benar-benar menyukaimu? Tidak-tidak mungkin, ia masih menyukai Chanyeol. Lalu kau, kenapa kau datang? Apa maumu?” Sehun semakin bingung dengan pertanyaan Ahra yang bertubi-tubi namun terlihat lucu di mata Sehun.

“Pelan-pelan saja. Aku Sehun seperti yang kau tau. Ada apa, Rayeon mengatakan bahwa ia dan diriku tidak berpacaran?” Ahra mencoba tenang lalu menatap Sehun dengan pandangan curiga.

“Tidak tapi aku langsung tau bahwa Rayeon masih menyukai Chanyeol. Hanya penasaran dengan kehadiranmu.” Sehun tersenyum lalu menghela nafas dan menatap bintang di langit.

“Pemandangan malam di sini indah. Di tengah Seoul terdapat rumah seperti ini. Mengagumkan dan lucu. Lihat, bintang itu sangat berbinar.” Ahra memutar bola matanya.

“Banyak bintang. Di sana juga berbinar dan jangan mengalihkan pembicaraan!”

Sehun tertawa lalu menunjuk bintang dilangit.

“Lihat bintang redup di sana?” Ahra menatap bintang yang Sehun tunjuk lalu mengangguk.

“Itu adalah kau. Kau bercahaya namun redup karena terlalu jauh dari bumi. Posisimu yang jauh membuat kami yang berada di sini sulit untuk menggapaimu.”

“Lihat bintang yang paling terang itu?” Tunjuk Sehun kepada bintang yang terang dan tidak jauh dari bintang redup.

“Itu adalah Rayeon. Ia bercahaya dengan terang karena dekat dari bumi. Hal itu membuat Chanyeol menyukainya. Sedangkan dirimu, kau menjaga jarak dari kami namun juga iri saat melihat kagumnya orang-orang terhadap Rayeon.”

Ahra menatap Sehun bingung. Jujur saja kata-kata Sehun terlalu membingungkan baginya.

“Jadi apa maksudmu?” Tanya Ahra to the point.

Sehun menghela nafas lalu mengusap rambut Ahra halus.

“Bukankah sudah jelas? Kau harus mendekat. Buat dirimu bersinar maka semua orang akan menyukaimu seperti mereka menyukai Rayeon. Ah, bukan. Mereka sudah menyukaimu namun kau tidak bisa menyadarinya. Mendekatlah dan lihatlah, kau dan Rayeon tak jauh berbeda. Selalu ada orang yang akan berada di sisi kalian namun bagimu, orang itu bukan Chanyeol. Kau juga tidak benar-benar menyukainya.” Sehun berdiri lalu berjalan menjauh beberapa langkah lalu berbalik menatap Ahra.

“Bagaimana kau tau aku tidak benar-brnar menyukainya?!” Tanya Ahra tidak terima dengan pernyataan Sehun.

“Benarkah kau menyukainya? Atau hanya rasa iri dan ingin mengambil milik Rayeon? Sadarlah, kau harus menemukan orang yang mengagumi cahayamu sendiri.

Terkadang, melepaskan lebih baik dari pada mempertahankan.”

Ahra terlihat kaget dengan kata-kata Sehun. Walaupun perkataan sedikit menyakitkan tapi perkataan itu terdengar seperti Sehun mengetahui tepat apa yang Ahra rasakan.

“Wuah, ternyata wajah playboymu pas dengan mulut itu. Terdengar seperti sindiran tapi juga bijak tapi jangan berkata seperti itu lagi padaku eoh!” Ujar Ahra meneriaki Sehun yang melambai tanpa melihat kebelakang.

Tepat setelah Sehun menghilang, Ahra menatap tanah. Matanya menatap kosong lalu dirinya menghela nafas berat.

“Melepaskan.. itu mudah saat diucapkan.” Lirih Ahra lalu menatap bintang di langit.

***

Keesokan harinya Rayeon dan Chanyeol terlihat canggung. Sehun menatap Rayeon lalu tersenyum.

“Morning, sayang.” Ujarnya membuat Chanyeol menatap sinis Sehun.

“Morning.” Balas Rayeon seraya merenggangkan tubuhnya.

Ahra yang baru keluar dari kamar langsung mendapatkan perasaan aneh di ruang tamu.

“Ada apa? Apa aku melewatkan sesuatu?” Tanya Ahra bertanya yang dijawab gelengan oleh Sehun.

“Bukan apa-apa, hanya hal tidak penting.” Ahra terlihat bingung namun tidak ingin memperpanjang hal tidak penting tersebut.

“Jadi, dimana Tuan dan Nyonya Park?” Tanya Sehun seraya duduk di sofa dan menyalakan tv.

“Mereka kerja dan.. ini bukan rumahmu!” Jawab Ahra mengambil remot tv dari tangan Sehun yang mendengus.

Chanyeol berjalan menuju ruang makan dan melihat sarapan sudah siap. Melihat itu, Rayeon memanggil Sehun dan Ahra untuk duduk di meja makan. Mereka duduk dan makan dengan canggung tanpa sepatah katapun.

Setelah selesai makan, Ahra menarik Sehun pergi dari meja makan. Mereka duduk di ruang tamu meninggalkan Rayeon dan Chanyeol.

“Aishh, apa?” Tanya Sehun mendengus kesal.

“Kau belum menjawabku. Apa hubunganmu dengan Rayeon?” Wajah kesal Sehun terlihat jelas di wajahnya.

“Kau menarikku untuk menanyakan hal ini? Dasar lambat! Aku hanya membantu Rayeon, ia tidak ingin kau khawatir bahwa ia akan merebut Chanyeolmu.” Ujar Sehun lalu mengambil remot dan menyalakan tv.

Ahra terdiam mendengarnya lalu tersenyum kecut. “Kau masih sangat bodoh Jun Rayeon..” gumam Ahra membuat Sehun menatapnya sekilas dengan tatapan aneh.

“Kau harus membantuku.” Sehun menyipitkan matanya dan menatap Ahra bingung.

“Aku tau aku gila tapi.. kurasa ini saatnya memperbaiki kesalahanku. Aku ingin menyatukan mereka ber2.” Sehun terlihat menimang sebelum berkata, “jadi, apa rencanamu?” Ahra tersenyum lalu membisikan rencananya pada Sehun.

“Tidak buruk. Aku akan membantumu.”

***

Chanyeol dan Rayeon saling menatap. Ahra mengajak mereka untuk pergi ke mall dengan alasan double date. Sehun juga ikut namun tidak ada 1 pasanganpun yang terlihat seperti pasangan.

Chanyeol terus menatap Rayeon sedangkan Rayeon terus memalingkan wajah. Ahra terlihat sedih saat menatap Chanyeol lalu tersenyum sendu dan mengangguk kepada Sehun.

“Apa ada yang mau es krim?” Tanya Ahra membuat Rayeon mengangguk dan tersenyum.

“Tunggu di sini, aku dan Sehun akan membelinya.” Rayeon terlihat bingung dan canggung saat ber2 dengan Chanyeol.

“Jadi, apa kau benar-benar akan melepaskanku?” Tanya Chanyeol saat Ahra dan Sehun pergi membeli es krim.

“Aku..tentu. aku harus melakukannya, lagi pula aku mempunyai Sehun.” Chanyeol mendengus mendengar nama Sehun.

“Sehun itu, dia seperti orang menyebalkan yang suka memainkan hati perempuan.” Rayeon memukul Chanyeol dan menatapnya sinis.

“Dia sudah membantuku dalam banyak hal!”

“Aku bisa membantumu juga.” Bela Chanyeol membuat Rayeon menutupi mulut Chanyeol.

“Diamlah.” Ujar Rayeon lalu menatap ke sekitar mencari kehadiran Ahra dan Sehun.

“Dimana mereka?” Tanya Rayeon yang tidak menemukan Ahra maupun Sehun.

“Entah. Tapi kau benar-benar akan melepaskanku? Kau tau banyak gadis yang menyukaiku. Pertama kita bertemu juga aku menolongmu.” Rayeon menatap Chanyeol tajam saat mendengar pertemuan pertama mereka.

Ya, bisa dibilang itu bukan pertemuan yang baik. Saat itu Rayeon frustasi atas keuangan dan bertemu Chanyeol yang ternyata sudah menjadi stalkernya dan menjebak Rayeon, atau lebih tepatnya, mengurung Rayeon. First kissnya juga direnggut, memikirkannya saja menyebalkan namun bagi Rayeon, kenangan itu mungkin lebih indah dari kehidupan sekarang..

“Apa yang kau fikirkan? Kau merindukanku?” Tanya Sehun merangkul Rayeon yang langsung dilepas oleh Rayeon.

Chanyeol yang melihatnya hanya menahan tawa bahagia. Ahra memberikan es krim pada Chanyeol seraya memakan miliknya.

“Eonni, aku membelikanmu gaun. Kau harus memakainya saat pesta pertunanganku ya!” Rayeon terlihat terkejut mendengar hal itu.

“Sehun tadi juga bilang gaun itu indah. Kau harus memakainya!” Rayeon hanya tersenyum dan mengangguk saat melihat Ahra yang bersikeras.

Sehun yang memegang tas belanja berisi gaun itu langsung memberikan kedipan pada Ahra.

“Jadi apa yang harus kita lakukan?” Tanya Ahra membuat kebingungan.

“Entahlah.. bagaimana jika kita nonton bioskop?” Usul Rayeon membuat semua mengangguk.

Chanyeol dan Sehun membeli tiket membiarkan Ahra dan Rayeon memiliki waktu bersama. Ahra tersenyum hangat kepada Rayeon, hal yang sangat sulit dilakukan dahulu.

“Eonni, aku senang kau kembali.” Rayeon tersenyum dan mengangguk mendengarnya, “aku juga senang kembali.”

Ahra menatap ke arah Chanyeol dan Sehun. Ia tersenyum hampa lalu menatap Rayeon yang tersenyum saat melihat Chanyeol dan Sehun.

“Bagaimana.. bagaimana jika dari dulu kau berada di posisiku? Mungkin ini semua tidak akan lebih buruk..

ya kan?” Rayeon menatap bingung Ahra yang berkata seperti itu.

“Ada apa? Chanyeol berbuat jahat padamu?” Tanyanya membuat Ahra tertawa ringan.

“Tidak, ia menjagaku sangat baik. Aku terkadang hanya berfikir, jika aku tidak egois dan membiarkan kalian bersama. Mungkin hal terburuk yang terjadi hanya diriku yang sakit hati. Tidak akan ada pertengkaran antara kita dengan memperebutkan Chanyeol. Tidak ada Chanyeol yang sakit hati kehilangan dirimu dan tentu, kau akhirnya bisa menomor satukan perasaanmu dari pada diriku.” Rayeon menggeleng dan mengelus puncak kepala Ahra lembut.

“Aku tidak pernah menyesal membiarkan segala ini terjadi.” Ujarnya membuat Ahra menunduk.

“Tapi aku menyesal..” lirihnya pelan membuat Rayeon samar mendengar.

“Apa?”

“Tidak. Aku hanya berharap kita semua akhirnya bisa bahagia.” Ujar Ahra lalu tersenyum tulus kepada Rayeon.

Melepaskan Chanyeol untukmu.. 

Mungkinkah aku bisa melakukannya? -Ahra.

.

.

.

TBC.

Maaf ya updatenya lama. Author lagi update ff Melted terus jadi baru bisa update ff ini sekarang *alesan wkwk. Pokoknya makasih ud baca para readersku. Jangan jadi siders ya, like dan comment :). Ud chap 10 loh ga terasa, makasih dukungannya buat ff ini. 🙂

Iklan

10 thoughts on “[Author Tetap] Mistake (Chapter 10)

  1. Yeyeyey update jg akhirnya. Ahra dpt ilham dari mana dah? Akhirnya dia sadar jg… Eh, trus sehun gunanya apaan dong? Numpang lewat doang kyknya dia. Kok aku ngerasa kyknya sehun-rayeon ok, chanyeol-rayeon jg ok. Bingung jdnya. Trus rasanya pengen ngilangin ahra aj gt. Makin seru nihh. Ditunggu lanjutannya ya eon.

    • Hmm.. sehun numpang ato dikasi peran lain aja ya? Hehe liat nanti nextnya ya 🙂 makasih ud comment. Btw ff ini bentar lagi tamat loh, jadi sedih TT TT. Makasih ud jadi good reader 😊😊

  2. Iissh kaa dikit amat -__- masih tetep kesel deh sama ahra -__- chanyeol juga berjuang dong -___- buat author juga berjuang yaap, aku menunggu sekali chapter tak terduga selanjutnya 😁😁😁😍😍😍😍😍😍

    • Iya wkwk. Makasih ya ud comment setiap chapter :). Chapter selanjutnya liat Chanyeol berjuang ga ya? Hehe tunggu aja 😊.

  3. Waah, gak kerasa ya, Kak authoor.. Udah kurang lebih 7 bulan, nih FF 😊.
    Ini udah bagus bgt, yg kurang ituuu… Update nya dipercepat dong, Kaaak… alur majunya agak lambat, karena next chapternya sebulan sekali 😞…
    Pokoknya, Kak authoor harus semangaat teruuuss.. biar cepet post next chapter.. Aku makin penasaran sama kelanjutan rencana Ahra sama Sehuuun…
    Aku tunggu, yaaaa ^^.

    • Iya makasih. Kuusahain lebih cepet updatenya. Kemarin ku update ff lain jadi ff ini ga sempet ke update😂 chap selanjutnya ku update secepatnya ya :).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s