[Author Tetap]-Let Me Love You (1) #Lullaby

 

cover lmly 1

ByunPelvis

Main cast  :  Byun Baekhyun , Byun Hyejin (Oc), & Oh Sehun.

Other cast: Park Chanyeol, Kim Jong In, Kim Minkyung (Oc), Lee Jaeri (Oc), and other

Genre   : Romance, Sad, Complicated, frindship.

Leght     : Chapter

Rating : PG-15

Disclaimer : This story is mine. No Copy no paste. Sory for typo.

And Don’t be a silent readers. ^^


Hallo readers. Author ByunPelvis balik dengan ff baru. Setelah menyelesaikan FIGY, nemu ide buat bikin cerita ini. Harusnya saya comeback dengan ff  A Hidden Melody, tapi sayang banget idenya macet buat ngetik ff itu. dan mungkin akan di hiatuskan. mau fokus ff ini mungkin.

Ini masih cast yang sama seperti FIGY,  BaekJin. Semoga suka dengan cerita yang kayaknya bakalaneh ini.

Happy Reading ^^

*


Prolog

Bagaimana menurutmu jika seorang kakak mencintai adiknya? Bukankah itu yang dinamakan cinta terlarang?. Semua pasti menentang.

Namun dia, seorang pria Bernama Byun Baekhyun tidak peduli dengan pendapat semua orang. Sampai kapanpun wanita yang dicintainya adalah saudaranya sendiri. 

Baekhyun akan membuktikan jika ia berhak mencintai Byun Hyejin seperti seorang pria mencinti wanita.

Karena sebuah rahasia dipegang olehnya. Rahasia yang bisa menyatukan mereka menjadi layaknya pasangan umum.


 

‘Ini bukan cinta terlarang, aku berhak mencintaimu. Aku tidak peduli dengan status kita.Jangan memintaku untuk menghentikan perasaan ini!. Aku mohon, ijinkan aku mencintaimu’-Byun Baekhyun.


*

*

Malam semakin larut, sebagian orang memilih mengistirahatkan tubuh mereka setelah satu hari penuh beraktifitas. Mereka yang menyayangi waktu tak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkelana dalam mimpi. Namun jauh di sudut kota, sekumpulan anak mudah membuang waktu untuk bersenang-senang. Sorak  berirama serta debuman motor bercampur melagui malam sunyi itu.

Deretan motor sport bertaraf brended  berjejer rapi di balik garis bertuliskan ‘start’. Sekitar lima orang yang bisa dikatakan pembalap liar ini telah menutupi wajah mereka dengan helm. Gagahnya si pengandara membuat jantung setiap wanita yang berkumpul di tempat itu nyaris terkapar. Mereka berteriak, menyerukan nama pria idolanya masing-masing.

“Ya Tuhan kau lihat pria di baris ke tiga itu? aku yakin malam ini dia akan menjadi pemenangnya.” Bisik salah satu gadis pada temannya. Mereka sibuk berdebat soal siapa yang akan memenangkan balap liar itu.

Seorang wanita berbalut baju sexy berjalan ke tengah area balap dan merentangkan dua bendera.

“trhee,two,one. GO!”

Setelah aba-aba diserukan semua pembalap liar itu menarik gas sedalam mungkin. Kendaraan itu telah melesat bagaikan kilat. Sorak sorai semakin memekakakn telinga. Satu pria yang sedang duduk di atas motornya sedang berharap cemas menanti siapa pemenangnya. Ia sangat berharap salah satu temannya memenangkan taruhan malam ini.

Satu putaran,dua putaran telah dilalui dan mereka hanya perlu menyelesaikan hingga tiga putaran untuk memenangkan pertandingan itu.

“Itu dia, kyaaaaa!”

Satu motor telah terlihat di baris terdepan, kini semakin dekat dan membelah garis start. CBR 150R berwarna hitam telah merajai pertandingan hari ini. Si pengendara membuka helm yang menutupi paras tampannya. Ia tersenyum menikmati kemenangannya. Malam ini, sebuah audi silver yang di pasang untuk taruhan resmi menjadi miliknya.

Sekumpulan teman-temannya berlari mendekat dan menepuk bahunya. Para wanita yang datang untuk mendukungnya semakin histeris.

“Oh Sehun, kau hebat sekali.” Puji salah satunya. Pemuda bernama Oh Sehun itu mengabaikan dua temannya dan turun dari motor untuk mencari satu orang yang sudah diincarnya sejak tadi.Matanya menyapu ke sekurumunan orang di tempat itu.Dan saat menemukan sosok yang dicarinya, ia tersenyum miring.

“Ya! Byun Baekhyun!”

Pria yang sedang duduk di atas motornya menoleh saat merasa namanya dipanggil. Ia menatap langsung menatap dengan sorot benci saat tau siapa si pemilik suara. Pria kecil bernama Baekhyun ini turun dari motornya untuk mendekati Sehun.

“ya? Oh Sehun?”

Sehun tertawa mengejek pada Baekhyun. Ia melihat salah satu rivalnya itu dengan pandangan merendahkan. Ya, Byun Baekhyun adalah saingan Sehun di kampus, baik urusan prestasi maupun reputasi. Sehun sangat benci dengan pria yang dulunya pernah menjadi ‘teman’ nya itu.

“Byun Baekhyun, aku pemenang malam ini dan aku….” Sehun menggantungkan ucapanya, ia maju dua langkah untuk tepat berada di hadapan wajah Baekhyun.

“menantangmu!” sambungnya. Senyum evil itu masih tertahan sejak tadi.

Ucapan Sehun membuat darah Baekhyun mendidih, pemuda ini mengepalkan kedua tangannya. Rasanya ia ingin membanting Sehun tepat di hadapan banyak orang saat ini. Namun, mengingat reputasinya yang cukup baik, Baekhyun akan menahan amarahnya.

“aku datang kemari untuk mensuport temanku. Bukan untuk balapan.” Jawab Baekhyun. pemuda itu hendak berbalik namun Sehun mencekal lengannya.

“kenapa? Kau takut kalah?”

Baekhyun memejamkan mantanya. Sial, sekarang ia merasa di rendahkan. Tangannya dihempaskan hingga cengkraman Sehun terlepas.  Semua orang di tempat itu diam memperhatikan, tidak berani menghalau dua orang itu.

Sehun hanya santai saat Baekhyun menatapnya penuh amarah. Ia melipat tangan di depan dada untuk menanti jawaban.

“ aku tau kau memiliki sesuatu yang lebih berharga. Aku yakin kau akan terkejut jika mendengar apa mauku. Byun Hyejin, bukankah dia itu adikmu?” Sehun mengeluarkan suaranya lagi, kali ini berusaha memancing Baekhyun agar mau meladeni tawarannya.

“Oh Sehun, kau-”

“aku sudah mulai dekat dengannya beberapa minggu ini. Ya Tuhan, dia sangat cantik. Aku menyukai adikmu itu Byun Baekhyun.” ujar Sehun dengan nada santai. Ia semakin puas melihat Baekhyun terbakar emosi.

Sedangkan Baekhyun, pria itu tak bisa membiarkan. Baekhyun tak suka pria brengsek seperti Sehun mendekati adik kecilnya. Baekhyun membuang nafas kasar sebelum maju satu langkah.

“Baiklah. Kita balapan malam ini.” ujar Baekhyun pada akhirnya. Orang-orang di sekitarnya saling bisik dan juga bersorak senang. Baekhyun berbalik untuk mengambil motorornya.

“Baek, jangan ladeni dia.” salah satu temannya menahan tangannya. Ia menatap khawatir pada Baekhyun yang terbilang sudah sangat lama tak mengikuti balapan. Memang, dulu Baekhyun bintang balapan liar. Pemuda itu telah vakum selama 1 tahun karena suatu alasan. Sebenarnya ia tak ingin terlibat lagi dengan kegiatan berbahaya itu. namun karena kali ini menyangkut adiknya, baekhyun tak bisa membiarkan.

“Tak apa Yeol. Aku bisa mengatasi ini.” ujar Baekhyun, ia melepas tangan temannya. Baekhyun menghidupkan motor untuk di bawa ke garis start. Sehun juga melakukan hal serupa, ia menuntun motornya hingga bersanding dengan motor baekhyun.

“Oh Sehun, aku tidak suka kau mendekati adikku. Jika aku menang, jangan pernah muncul di hadapan Hyejin.” ujar Baekhyun.

Sehun memakai helmnya dan membalas tatapan Baekhyun tak kalah tajamnya. Ia tak takut kalah, karena menurutnya Baekhyun itu mantan pembalap liar yang sudah tidak berguna. Ia yakin akan menang melawan rivalnya itu.

“setuju. Tapi jika aku yang menang, biarkan aku mendekati adikmu yang cantik itu, Byun Baekhyun.”

.

.

.

.

Di sisi lain, seorang gadis tengah duduk resah. Matanya memerah karena menahan tangis. Di sampingnya ada seorang pelayan yang  juga duduk untuk menemaninya.  Sudah berkali-kali gadis itu menghubingi nomor seseorang yang sedang dinantinya. Berkali-kali juga ia mengirim pesan, namun sayang semuanya tak mendapat respon.

Ponselnya kosong.

Pelayan yang sudah seperti ibu baginya itu menggenggam tangannya. Ia janji tak akan meninggalkan nona-nya hingga seseorang yang sedang di nanti majikannya itu datang.

“nona Hyejin, tanglah!.” Ujar pelayan itu.

“Tidak bisa, ajhumma. Kenapa Oppa lama sekali?. Tidak biasanya dia pulang selarut ini.” Suaranya yang sejak tadi terkunci kini terbuka kembali.  Nadanya terdengar parau dan penuh kecemasan.

“saya yakin, Tuan muda baik-baik saja. Sebentar lagi ia pasti pulang.” Balas wanita paruh baya itu agar hati nona mudanya sedikit tenang.

Gadis manis bernama Hyejin itu menjatuhkan setitik air mata, rasa takutnya sudah berada di puncak. Ia takut kakak tersayangnya tidak pulang. Hyejin tengah membutuhkan seseorang untuk bersandar, tidak ada yang bisa membuatnya tenang selain saudaranya itu.

Satu jam lalu, Hyejin terbangun dari tidur lelapnya karena mimpi aneh. Ia ketakutan sampai berlari keluar ke kamar sang kakak. Namun sayang sekali, sosok yang dicarinya tidak terlihat di seluruh rumahnya.

Alhasil ia menjadi tidak bisa tidur sampai tengah malam begini. Apalagi kakaknya belum juga pulang, ketakutannya bertambah dua kali lipat.

‘cklek’

Suara knop pintu terdengar jelas, Hyejin langsung mengangkat kepalanya. Pandangannya terarah pada pintu coklat yang perlahan mulai terbuka. Ia langsung berjalan cepat saat wajah kakaknya muncul  dari balik pintu.

“Oppa.”

“Hyejin-ah?. Kau belum tidur?”

Hyejin tak menjawab pertanyaan itu, ia langsung merengkuh tubuh kakaknya, memeluknya sangat erat. Pria yang tak lain adalah Baekhyun itu sedikit bingung dengan sikap adiknya. Tidak biasanya Hyejin bersikap seperti itu saat menyambutnya pulang.

Baekhyun tersenyum, tangannya terangkat untuk membalas pelukan Hyejin. Parlahan suara isakan mulai memasuki gendang telinganya. Baekhyun menurunkan bibirnya, ia hendak melepas pelukan Hyejin namun adiknya itu menahannya.

“ada apa Hyejin-ah? kenapa kau menangis?” tanya Baekhyun. Ia sedikit cemas, takut sesuatu yang buruk menimpa adik kesayangannya.

“aku mimpi buruk lagi. Sangat menakutkan, aku tak bisa tidur lagi oppa.”  ujar Hyejin, sungguh ia tidak sedang bergurau. Mimpinya benar-benar terasa nyata. Mimpi yang masuk kedalam tidurnya itu seperti sebuah kejadian yang pernah dialaminya. Darah,kematian,dan ambulan. Hyejin melihat jelas semuanya dalam mimpi.

Baekhyun menghela nafas lega, ternyata yang membuat adiknya menangis hanyalah mimpi. Ia kira Hyejin mendapat luka atau apa.

“dasar cengeng. Kau menangis karena mimpi? Astaga.”

“oppa, aku serius.”

Baekhyun melepas pelukan Hyejin dan menghapus sisa air mata di pipi adiknya itu.

“Tenang, Hyejin-ah. Itu hanya mimpi. Semua akan baik-baik saja.” Ujar Baekhyun, dengan nada santai. Entah kenapa hanya mendengar kata-kata itu, Hyejin menjadi lebih tenang. Ia kali ini menunjukan senyumnya, membuat Baekhyun mengusap surai hitamnya.

“Oppa, aku mau tidur di kamarmu saja.” lirih Hyejin dengan nada manja. Baekhyun terkekeh dan langsung menarik tangan adiknya menuju kamarnya.

Sebelumnya ia sempat berpapasan dengan pelayan rumahnya yang sejak tadi berdiri di ruang tengah.

“ajhumma, kau bisa istirahat. Terimakasih sudah menemani Hyejin.” ujar  Baekhyun sembari  membungkuk, ia terbiasa bersikap sopan pada siapapun.

“a-ah ye, Tuan. Saya permisi.” Setelah mengatakan itu, ajhuma tadi melenggang pergi. Wanita berumur 45 tahun itu menyimpan banyak pertanyaan di otaknya. Sebenarnya ia sedikit merasa aneh setiap melihat dua bersaudara itu. Menurutnya sikap tuan mudanya pada sang adik sedikit tidak lazim. Beliau faham, mereka saudara. Jadi pantas jika Baekhyun bersikap manis pada sang adik.

Namun ada hal lain yang di temukannya saat Baekhyun memnatapi Hyejin. Entah hanya perkiraannya atau memang benar. Sepertinya tuan mudanya itu memiliki perasaan selain sayang. Seperti…

“auhh apa yang ku fikirkan.” Lirih ajhuma itu sembari menggelengkan kepalanya. Ia merasa lancang karena mengira hal yang  tidak mungkin terjadi.

.

.

.

Hyejin membolak-balikan tubuhnya di ranjang karena masih saja tidak bisa tidur. Padahal  Baekhyun sudah berada di sampingnya namun tetap saja matanya menolak untuk terpejam. Diliriknya sang kakak yang sedang sibuk pada ponsel. Gadis itu mengerucutkan bibirnya karena merasa terabaikan.

“Oppa, aku tidak bisa tidur.” Ujar Hyejin pada akhirnya, tangannya menarik-narik lengan baju Baekhyun.

“oppa, disampinmu.”

Baekhyun menjawab dengan masih mengamati ponselnya. Ia tengah  menulis kata-kata di kolom pesan dan mengirimkan pada seseorang setelah selesai. Seketika ekspresi mukanya berubah dingin. Helaan nafas kasar terdengar menakutkan.

“Oppa.”

“e-eoh?”

Baekhyun menoleh, ia  menunjukan senyum kaku saat melihat Hyejin terduduk menatapinya.

“kau kenapa?”

“aku baik-baik saja. Sudah tidurlah !. Bukankah besok kau ada kelas pagi, heum?”  Baekhyun kembali mengusap surai hitam Hyejin.

“sudah kubilang kan? aku tidak bisa tidur.”  Ujar Hyejin sekali lagi, kali ini dengan nada kesal. Ia harus mengatakannya berulang kali karena sejak tadi kakaknya itu sibuk bermain ponsel.

“kemarilah!”

Baekhyun menyuruh Hyejin untuk mendekat padanya. Karena tak juga menurut, pria itu menarik Hyejin hingga adiknya terbaring. Baekhyun meletakan kepala Hyejin di pahanya. Baru satu detik, Hyejin sudah merasa sangat nyaman. Muka kecilnya saat ini berhadapan dengan perut Baekhyun. Gadis itu membenamkan wajahnya di sana.

“kurasa kantuk sudah menyerangku. Ini nyaman sekali, Oppa.” ujar Hyejin. Mendengar itu Baekhyun terkekeh. Ia menepuk bahu adiknya pelan secara bertahap.

“mau mendengar sebuah lagu?.” Vokal Baekhyun terdengar lembut, berusaha menawarkan nyanyian untuk adiknya.

“eum, nyanyikan aku sebuah lullaby, oppa.”

Baekhyun memulai lagunya tanpa ragu. Ia menyenyikan lullaby favorit Hyejin. Lagu yang sangat lembut dengan arti mengesankan. Lagu yang diciptakan oleh Baekhyun khusus untuk Hyejin. Pria itu memberinya judul ‘moonlight’.

Selama lagu itu mengalun, Hyejin mulai masuk ke bawah alam sadarnya. Gadis itu seperti terhipnotis dengan suara lembut kakaknya. Selama bernyanyi, mata Baekhyun tak lepas dari waja adiknya. Pria itu tak menyelesaikan lagunya karena sekarang Hyejin sudah mendengkur halus.

“ckk, tidak bisa tidur katamu?” lirih Baekhyun sembari terkekeh saat melihat wajah damai Hyejin.

Baekhyun menarik bibirnya, kepalanya diturunkan untuk mencapai wajah Hyejin.

Cup

Ia mencium kening adiknya cukup lama. Tangannya masih mengusap surai Hyejin.

“Aku sangat menyayangimu, Hyejin-ah.” bisiknya, walau Baekhyun tau Hyejin tak akan mendengar.

Baekhyun mengeraskan rahangnya saat mengingat satu nama. Darahnya seketika mndidih saat wajah Oh Sehun melintas di pandangannya.

‘Oh Sehun, mungkin aku akan membiarkan dirimu dekat dengan Hyejin. Tapi aku tak akan membiarkanmu memiliki Hyejin.’

Baekhyun menggenggam tangan adiknya. Matanya kembali menatapi wajah Hyejin, airmukanya berubah cemas.

‘Hyejin hanya milikku. Selamanya akan jadi milikku.’

.

.

.

Suara DJ menggema di dalam sebuah bar.Suara musik beat menghantam tempat itu dengan keras dan cepat. Para bartender maupun barista telihat sibuk meladeni setiap peminum yang terus meminta alkohol. Sekumpulan pria tampan berbaris duduk di sebuah kursi.  Di hadapannya tersusun beberapa gelas berisikan soju juga  bir. Satu tangan menyenggol satu gelas teratas yang otomatis akan terjatuh menimpa gelas lainnya. Kini soju dan bir telah tercampur dengan sendirinya. Semua langsung mengambil masing-masing gelas dan menegaknya secara oneshoot.

“akhhh… “

Semua meringis setelah merasa kerongkongannya dibasahi oleh minuman itu.

“ya, Oh Sehun. Aku tidak percaya kau mengalahkan seorang Byun Baekhyun.” pria berkuli tan mulai menanyakan sesuatu yang sudah di tahannya sejak tadi.

“ya, ternyata dia payah. Pantas saja dia berhenti mengikuti balap liar.” jawab pria berparas tampan itu. Oh Sehun, hanya berbicara sesuai kenyataan. Menurutnya, Baekhyun bukanlah tandingannya. Tadi ia menjadi pemenang lagi, Baekhyun tertinggal jauh saat ia melewati garis finish.

“heol, sebenarnya apa tujuanmu? Kau tidak sembarangan memilih lawan bertanding kan?”  tanya temannya lagi.

“ya, aku sedang menginginkan sesuatu  berharga miliknya. Selama ini dia terus menghalangiku. Jong In-ah.” ujar Sehun sembari  menuangkan bir ke dalam gelasnya.

“sesuatu berharga? Apa itu? Pacarnya?” lagi, pria kulit gelap bernama Jong In ini selalu penasaran akan urusannya.

Sehun kembali menegak minuman beralkohol itu. Ia tak peduli jika malam ini kesadarannya hilang karena mabuk. Malam ini adalah pesta, pesta kemenangannya.

“Byun Hyejin, aku menyukai adiknya.”

Sehun memutar ingatannya saat-saat membuntuti Byun Hyejin. Bahkan seminggu yang lalu ia sudah mengenalkan diri pada gadis itu. Sehun hampir setiap hari menemani Hyejin di perpustakaan tanpa sepengetahuan Baekhyun. Saat Byun Baekhyun tak ada di samping Hyejin, barulah ia menggunakan kesempatan untuk mendekatinya.

Itu kemarin. Tapi mulai besok, ia akan mendekati Hyejin tepat di depan mata Baekhyun. Ia tak harus sembunyi lagi.

“ini baru awal, Byun Baekhyun.”

.

.

.

.

.

TBC

 

hallo , ketemu lagi haha. ^^

author FIGY disini…

dikit ya? emang sengaja.

Gimana ceritanya? aneh ya kan? so pasti. Maaf, chapter 1 ini mungkin bikin bingung. Ini intinya Baekhyun naksir adeknya dan dia overprotektif bgt. Gak suka siapapun deketin Byun Hyejin. Nah di sini Sehun itu musuhan sama Baekhyun . Mereka dulunya teman tapi karena suatu hal, mereka jadi saling benci. nanti ada flashback terdendiri buat mereka. Sayang banget, Sehun suka Hyejin. Tapi dia takut PDKTan karena ternyata Hyejin itu adiknya Baekhyun. Jadi dia bikin taruhan gitu pas balapan motor ama Baekhyun.

Haha entahlah. Aneh bgt ya?

so. ikutin terus yah karyaku yang satu ini. ^^

gak mau banyak cakap.

semoga suka ya dengan cerita baruku ini. dan maaf kalo banya typo’nya. ^^

see you next chapter.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

8 thoughts on “[Author Tetap]-Let Me Love You (1) #Lullaby

  1. Yoooooo kayanya sengit nih ka, kalau kemarin baekhyun engga berhadapan sama sehun, sekarang langsung yaa. Tapi aku tetep pengen baekhyun yang bahagia 😂😂😂😂
    Maaciww kaaa, aku enjoy looh sama cerita kakak 😍😍😍😍😍❤❤❤❤❤❤❤❤

  2. Aku baru selesai baca, Eonni ^^.
    Wah, Sehunnya real ada, ya ^_^.
    Rahasia? Baek tau suatu rahasia? Waah, ini pasti sesuatu yg akan membuat mereka happy ending, kan?😌
    Hyejinnya masih kuliah? Sehun seumuran Hyejin, dong?😩
    Aaah penasaran bgt… Pengen cepet tau, gimana interaksi Hyejin sama Sehun 😊😊😊…
    Keren, Eonni 😉. Ditunggu bgt next nya, yaaaks 😚

  3. Hay author..
    Aku readers baru..
    Slam kenal…
    Ffnya keren thor..
    Penasran sma kelanjutanya bgaimana..
    Hehehhe
    Di tunggu chapter selanjutnya thor…
    Semngat untuk karyanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s