[Author Tetap]-Happines #2 (Unexpected Meeting)

cover baek

ByunPelvis

Cast : Byun Baekhyun & Park Hyejin (OC)

other cast : Park Chanyeol, Oh Sehun, Lee Sunhee (OC) and other.

Genre : Romance , fluft , Family, sad?.

Leght : Series

Rating : 17+

Disclaimer : This story is made by me. No plagiarism. No copy no paste. 

 

Hallo, akhirnya chapter 2 di post. Ini salah satu ff series daya.

Ingat! Ini BUKAN sequel Finally, I Got You. Kemarin ada yang ngira ini lanjutan ceritanya.  Ini cerita sendiri  tentang cerita pernikahan BaekJin. Alurnya jauh berbeda ya. ^^

So, Happy reading.

#1 (Pregnant)


 

‘Pernikahan bahagia adalah mimpi setiap pasangan didunia ini. Kehidupan harmonis,anak-anak dan kesuksesan memimpin keluarga adalah kehidupan sempurna yang diinginkan semua orang.’

Sepasang kekasih sedang mengawalinya, mereka memilih untuk mengikat hubungan dengan janji suci diatas altar. Saling mencintai dan saling menjaga satu sama lain. Keduanya berjanji akan membangun kehidupan yang bahagia sampai tua nanti.

*


Chapter 2

Kaki yang terbungkus sepatu kulit super mahal itu melangkahkan kakinya dengan tempo cepat setelah turun dari audi silver . Senyum simpul tersungging, terlihat sangat manis dipadukan dengan wajah tampannya. Pria bermarga Byun itu menggunakan jari telunjuknya untuk menekan digit pasword pintu. Bunyi bip yang dihasilkan menandakan pintu yang terkunci otomatis itu telah terbuka.

Setelah masuk,Baekhyun semakin berjalan menelusuri dalam rumahnya. Ia menyapukan pandangannya untuk mencari sosok yang amat dirindukannya. Kesabarannya mulai habis, Ia semakin cepat melangkah saat mencium bau masakan. Tubuhnya berbelok menuju ruang makan dan melihat punggung seseorang. Perlahan Baekhyun mengendap mendekati istri tercintanya yang sedang sibuk dengan penggorengan.

Hup

Baekhyun memeluk tubuh wanita kesayangannya. Park Hyejin, yang sebenarnya sedang asik  berimajinasi tersentak  dan sedikit memekik saat sebuah tangan melingkar di perutnya. Baekhyun terkekeh mendapati Hyejin terjekut. Wajahnya ditelusupkan ke leher Hyejin untuk mencium aroma tubuh istrinya itu.

“Baek, kapan kau masuk rumah? Ya, kenapa tidak mengabairku jika kembali hari ini?” tanya Hyejin dengan vokal tak percaya. Ia masih tidak menyangka sekarang suaminya sudah kembali ke rumah. Pasalnya baru satu hari yang lalu Baekhyun melakukan perjalanan bisnis ke Jepang dan katanya akan pulang setelah 3 hari.

“eum. Aku tak tahan jauh darimu, sayang. Rasa rindu mencekikku sampai rasanya ingin mati.” Tutur suaminya itu yang saat ini masih sibuk menciumi lehernya. Hyejin melepas pelukan prianya lalu berbalik.

Baekhyun kini melihat wajah istrinya, ia menarik tangan kecil itu hingga tubuh Hyejin menempel di dadanya. Sebelah tangan Baekhyun terulur untuk mengusap pipi mulus Hyejin. Wajahnya semakin di dekatkan untuk meraup benda kenyal milik istrinya.

Cup

Baekhyun tersenyum nakal saat merasakan lembutnya bibir Hyejin.Ia menjauhkan wajahnya setelah tiga detik. Pria itu hanya memberikan kecupan kilat, sekedar untuk menghapus rasa rindu.

Hyejin berhasil di bawa ke zona bahagia. Gadis itu melingkarkan tangannya pada leher Baekhyun. Matanya menelusuri paras tampan itu.

“lingkaran hitam di sekitar wajahmu terlihat sangat jelas, Baekhyun-ah. Kau tidak tidur ya?” tanya Hyejin dengan nada cemas. Tangannya beralih menangkup wajah Baekhyun.

“ya, aku merampungkan semua proyek dalam satu hari.”

“kau bekerja terlalu keras.” cemas Hyejin. Ia sungguh tidak mau mendapati Baekhyun sakit karena terlalu lelah bekerja.

Baekhyun tersenyum,  ia senang  karena istrinya khawatir. Sekarang pria tampan itu menurunkan badan hingga wajahnya berhadapan dengan perut Hyejin .

“Apa kabar, Junior?” Baekhyun bertanya lalu menempelkan telinga ke perut istrinya seolah gumpalan daging didalam sana akan menjawab. Hyejin tertawa kecil dan mengelus surai hitam suaminya.

“Aku baik-baik saja, Appa.” vokal Hyejin terdengar lucu lantaran meniru suara anak kecil. Baekhyun juga ikut tertawa, kini tubuhnya sudah kembali ditegakan.

“Sayang, siapkan air hangat lalu mandikan aku.” pinta Baekhyun, tidak lupa pria 27 tahun itu mengeluarkan sedikit aegyo. Hyejin mendelik lalu mencubit perut Baekhyun. Tentu saja si pemilik tubuh  lagi-lagi memekik.

“Dasar Byuntae.Kau manja melebihi bocah tk. Tidak ada acara memandikan.”

Mendengar jawaban tegas Hyejin membuat Baekhyun mempout bibirnya. Ia melepas dasinya kasar sebagai gambaran kekesalannya.

“jadi kau tak mau menuruti suamimu ini?” tanya Baekhyun dengan nada kecewa. Hyejin hanya memutar bola matanya malas.

“Cepatlah mandi, nanti akan ku buatkan sup kerang kesukaanmu.”

Mendengar itu Baekhyun merubah ekspresinya yang tadinya suram menjadi cerah. Ia mencium pipi Hyejin. Pemuda itu berlalu ke kamar dengan senyum mengembang.

“kau yang terbaik, sayang.” Lontar Baekhyun dengan setengah berteriak. Hyejin menggeleng heran. Suaminya itu kelewat manja. Untung ia bisa menahan diri untuk tidak menuruti pria nakal itu. Hyejin memang sengaja menghindar. Jika ia menurut untuk memandikan Baekhyun, pasti hal lain akan terjadi nantinya.

Mungkin ia akan ditarik masuk ke dalam bath up dan pada akhirnya melakukan ‘itu’.Sudah sangat sering Baekhyun melakukannya. Bukannya bersih, tapi tubuhnya malah di penuhi kissmark. Aduh kenapa ia jadi membayangkan hal privert itu?

Hyejin menggeleng sembari menutup wajahnya karena malu.

.

.

.

Setelah makan malam usai, Baekhyun memutuskan untuk langsung mengistirahatkan tubuhnya. Pria itu duduk bersandar pada dinding ranjang sembari menggenggam sebuah buku. Hyejin berdecak saat melihat mata suaminya ternyata terpejam.

“dasar. Kau bahkan menyempatkan untuk membaca saat istirahat.” Lirih Hyejin tak mau membangunkan tidur pulas Baekhyun. Tangannya melepas buku yang Baekhyun pegang . Secara perlahan, Hyejin meletakan bantal di belakang kepala suaminya.

Untuk sekian menit Hyejin menggunakan waktu untuk mengamati wajah imut Baekhyun. Lihatlah bayi besar itu? Bahkan baekhyun tak kalah cute dengan keponakannya yang masih berumur 2 tahun.

“Aku sangat mencintaimu, jaljayo.”

Hyejin mencium kening Baekhyun setelah menyelimuti tubuh keduanya. Gadis itu semakin merapatkan tubuhnya untuk mendapatkan kenyamanan.

———————-

Jam sudah menunjukan pukul 01.00 dini hari saat Hyejin terbangun karena merasa perutnya mual. Ia menuruni ranjang dan berlari kecil menuju kamar mandi. Gadis itu memuntahkan isi perutnya yang ternyata hanyalah air. Rasanya sangat tidak nyaman karena lambungnya serasa di jerat sesuatu.

Setelah selesai, gadis itu berjalan lunglai menuju ranjang. Namun tiba-tiba perutnya berbunyi , dan itu tandanya ia sedang lapar. Hyejin  berfikir untuk mengisi perutnya atau tidak karena ini masih sangat pagi untuk makan.

Ia mengigit jarinya karena bingung.

“ah, tapi aku tidak tahan” lirihnya ssembari mengelus perut buncitnya.Setelah mendapatkan keputusan, Hyejin berjalan keluar dari kamar. Ia melangkahkan kakinya menuju dapur . Tangannya  langsung membuka lemari es.

“strawberry.” Pekiknya pelan saat menemukan apa yang sedang berputar-putar dalam otaknya. Bisa di katakan Hyejin memang sedang menyidam buah asam manis itu. Hyejin mengambil satu kotak strawberry milik Baekhyun dan juga sebotol yogurt. Ia duduk di kursi makan untuk menikmati buah favorit suaminya itu.Baekhyun pasti akan mengomel jika tau buah kesukaannya di lahap olehnya.

*

Beralih pada Baekhyun yang tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya. Ia mengeliat untuk meregangkan ototnya. Kepalanya menoleh kesamping, dan keningnya berkerut saat tidak mendapati istrinya.

“Hyejin-ah?” panggilnya sembari menatap pintu kamar mandi yang lampunya menyala. Tak kunjung mendapat jawaban, Baekhyun menyibak selimut dan memilih untuk mengeceknya. Ia takut Hyejin pingsan seperti waktu yang lalu.

“Hye-“

Baekhyun tak menemukan siapapun di dalam kamar mandi. Ia berbalik dan berjalan keluar dari kamar.Matanya langsung menangkap terangnya ruang makan, ia mendekat dan menemukan Hyejin sedang duduk sembari melahap sesuatu.

Baekhyun berjalan mendekat.Setelah tau apa yang sedang di makan istrinya, pria itu melotot.

“YA!” lantangnya membuat Hyejin tersentak. Baekhyun langsung merebut kotak strawberry yang ada di tangan istrinya.

Hyejin mengerjap saat melihat sorot mata Baekhyun yang tidak biasa. Heol,  suaminya itu pasti akan mengomel seperti apa yang difikirkannya tadi.

“mengagetkan saja.” kesal Hyejin sembari mengelus dadanya. Jantungnya seperti melompat keluar karena pekikan Baekhyun.

“astaga, Byun Hyejin!”

“Kenapa?. Heol, a-apa kau mau marah karena Strawberry milikmu ku makan?” tanya Hyejin dengan nada hati-hati. Ia bahkan mengigit bibir bawahnya karena  Baekhyun masih saja menatapnya garang.

“Tidak baik makan strawberry sepagi ini. Kau mau membuat perutmu sakit?” tanya Baekhyun dengan nada mengintrogasi. Hyejin sedikit lega, ia kira Baekhyun akan marah hanya karena buah kesukaannya dimakan olehnya.

“e…. aku lapar. Dan strawberry itu terlihat enak.” Hyejin berucap lirih, takut mendapat omelan lagi. Mendengar itu Baekhyun menghela nafas.

“kenapa kau tidak makan yang lain? bagaimana jika kau sakit? aku tidak mau itu terjadi.”

“eum maaf.”sesalnya.   Hyejin menundukan kepalanya sembari  memilin ujung bajunya.

“tunggu, akan kubuatkan makanan untukmu.” kata Baekhyun, ia melenggang menuju lemari es. Pria itu mengambil beberapa bahan makanan yang akan diubahnya menjadi sesuatu yang lezat.

Hyejin memperhatikan suaminya yang sedang sibuk dengan peralatan dapur. Ia tersenyum sangat manis, dalam keadaan apapun Baekhyun menurutnya sangat romantis.

“Tuan.Baek. Kau yang terbaik.” Ujar Hyejin sembari mengedipkan sebelah mata, Baekhyun hanya terkekeh. Mata gadis itu fokus pada kesibukan Baekhyun.

Aroma sedap memasuki lubang hidungnya setelah bumbu ditumis. Cacing-cacing di perut berteriak heboh. Hyejin semakin tidak sabar menunggu.

Setelah sekitar sepuluh menit, masakan Baekhyun telah siap. Hyejin bertepuk senang, terlihat atunsias untuk menyantapnya. Ia menyumpitkan daging dan melahapnya.

“hemmm…” Hyejin memejamkan mata saat indra perasanya berpadu dengan lezatnya makanan itu.

“makan sayurannya juga. Atau mau kusuapi?”

Hyejin menggeleng saat Baekhyun manawarkan diri, ia terlalu sibuk menikmati masakan suaminya. Baekhyun semakin pandai memasak, padahal dulu pria itu tak bisa sama sekali. Beruntunglah Do Kyungsoo, temannya yang menjabat sebagai kepala koki  bersedia mengajari Baekhyun sampai pandai.

Tumis daging dengan saus krim yang sedang dilahap Hyejin merupakan resep mutlak milik Kyungsoo. Baekhyun menguasainya sehingga cita rasa tak jauh berbeda.

“uwaahh. Ini sangat enak. Terimakasih, yeobo.” girang gadis itu. Sangking senangnya Hyejin sampai membuat love sign dengan jarinya.

“ya, kau harus memanjakanku setelah ini.” tegas Baekhyun, senyum yang tadinya Hyejin tunjukan mendadak lenyap.

“dasar pamrih.” Umpat gadis itu.

Baekhyun tertawa dan mengacak surai hitam istrinya. Ia senang melihat Hyejin tersenyum bahagia, apapun akan Baekhyun lakukan untuk menyenangkan wanitanya.

“cepat habiskan lalu tidur. Masih terlalu pagi untuk terjaga.” Perintah Baekhyun. Dan istrinya itu hanya menjawabnya dengan anggukan.

.

.

.

Matahari sudah menerangi sebagian bumi. Jarum jam juga sudah semakin maju. Hyejin terlihat terburu-buru setelah menyelesaikan sarapannya. Baekhyun yang sedang bergulat dengan ipad-nya, risih melihat Hyejin kelabakan. Kegiatannya membaca berita di internet menjadi tidak fokus.

“sayang hati-hati. Jangan berlari sperti itu.” pada akhirnya Baekhyun bersuara.

“aku sudah telat. aishh kau tak membangunkanku lebih awal.” Jawab Hyejin  yang sedang memakai sepatu pantofel.

“siapa suruh kau terbangun saat dini hari.”

Baekhyun meletakan i-padnya dan bersiap untuk mengantar istrinya. Pria itu juga sudah siap untuk berangkat kerja. Sebenarnya Baekhyun bisa mengambil cuti karena baru saja kembali dari Jepang, namun pekerja keras sepertinya tak mau membuang waktu. Lagipula istrinya tidak libur, akan sangat bosan jika dirinya hanya sendiri di rumah.

Baekhyun menggandeng tangan Hyejin. Mereka berjalan bersama menuju bagasi. Setelah membukanya, keduanya masuk kedalam audi. Baru saja Baekhyun menghidupkan mobil, Hyejin sudah mendesaknya untuk mengemudi cepat. Tentu saja Baekhyun tidak menurut karena itu menyangkut keselamatan. Ia lebih memilih telat sedikit daripada nanti terjadi kecelakaan hanya karena memburu waktu.

Selama perjalanan, Hyejin sangatlah cerewet. Bahkan gadis itu mengomel pada trafic jam yang sekarang ini menunjukan lampu merah. Baekhyun sudah biasa menghadapi istrinya seperti itu jika telat masuk kerja. Jadi ia sengaja menulikan telinganya, membiarkan Hyejin mengoceh tanpa henti.

Setelah lima belas menit menyetir, mobil Baekhyun terparkir di halaman Jungwon High School. Hyejin turun terburu-buru, membuat Baekhyun mendesah kesal.Ia menahan lengan Hyejin sebelum istrinya itu menutup pintu.

“Apa?”

“kau belum memberiku morning kiss.” Ujar Baekhyun dengan penuh penekanan.

“Morning kiss apa? saat mandi kau sudah menciumku lebih dari lima kali.” Protes gadis itu karena suaminya lagi-lagi menagih hal yang sebenarnya sudah di lakukan.

“waah kau menghitungnya?. Ayolah sayang, aku butuh vitamin.” Rengek Baekhyun. Catat!. Dengan aegyo menggelikan.

Hyejin berdecak kesal, ia masuk lagi kedalam mobil dan mengecup bibir Baekhyun sangat kilat.

“sudah kan?”

“emm, emm”

Kali ini Baekhyun menarik tengkuk istrinya hingga bibir keduanya kembali menempel.  Baekhyun menikmati manisnya kecupan itu, bahkan ia sedikit melumatnya.

Hyejin menarik kepalanya saat suaminya semakin bermain nakal.

“aiss. Lipstik-ku bisa berantakan.” Kesal Hyejin. Baekhyun terkekeh setelah melapas tangannya dari tengkuk Hyejin.

“Junior, jaga eomma baik-baik ne?.” ujarnya sembari mengusap lembut perut istrinya.

“ Cha, pergilah. Jangan lupa menelfon saat istirahat.”

“baiklah, Tuan.Byun.”

Hyejin melambaikan tangannya setelah turun dari mobil. Ia berbalik setelah suaminya menjalankan mobil. Tanpa disadarinya, seseorang sejak tadi memperhatikan kegiatan sepasang suami istri itu dari jarak cukup dekat. Bahkan pemuda berkaca mata itu sempat melihat Baekhyun dan Hyejin berciuman di dalam mobil. Ia menggelengkan kepalanya. Untung saja semua murid sudah masuk. Jika saja ada yang melihat pasangan itu sedang berciuman, ia bisa menjamin reputasi Hyejin akan menjadi buruk.

Saat mobil Baekhyun melewatinya, mereka sempat bertukar pandang. Pemuda itu adalah Oh Sehun, seseorang yang juga berstatus sebagai  guru.

Ia sekarang tahu seperti apa suami Park Hyejin . Dan entah mengapa hatinya terasa sperti terbakar.

“Hey, Sehun-ssi.”

Sehun tersentak saat suara yang ia kenali menyerukan namanya. Pria itu membalas tatapan gadis yang saat ini sedang melambai padanya tanpa ekspresi.

Sehun mengabaikan Hyejin, ia melenggang tanpa menggubris sapaan gadis itu. Ia dibuat terbelalak saat Hyejin malah mendekat padanya. .

“hei, Sehun-ssi kau telat juga?”

“hemm.”

Hyejin tersenyum, ternyata orang yang dikiranya sangat disiplin itu bisa juga terlambat. Melihat Hyejin berjalan di sampingnya, Sehun mempercepat langkah. Hyejin juga semakin cepat melangkah kan kakinya agar tetap sejajar dengan tubuh Sehun. Pria itu sebenarnya sedang gugup sekarang ini, ia tak mau salah tingkah jika terus berdekatan dengan Hyejin.

“Sehun-ssi. Appa minggu ini kau akan ikut acara piknik para guru?” tanya Hyejin mencoba berbasa-basi karena jarak kantor mereka masih cukup jauh. Sehun melirik sekilas untuk melihat senyum Hyejin.

“mungkin.” Sangat singkat jawabannya. Hyejin mencelos, bagaimana bisa semua murid menjuluki Sehun sebagai guru ramah dan menyenangkan. Entah hanya perasaannya saja atau memang benar, sepertinya Sehun tidak suka bicara dengannya.

“apa kau selalu sibuk jika akhir pekan?” tanya Hyejin lagi. Hanya gumaman yang ia dapat, Sehun selalu seperti itu.

Kini Hyejin menyerah, mengajak Sehun mengobrol sangatlah sulit. Keduanya fokus melangkah hingga memasuki kantor. Ada beberapa guru di dalam, semuanya memandang Hyejin dan juga Sehun secara bergantian.

“wah apa Hyejin saem dan Sehun saem berangkat bersama?” tanya salah satu guru yang bername tag  Im Nayoung dengan nada menggoda.

“tidak/tidak”  jawab Hyejin dan juga Sehun secara bersamaan. Nayoung tersenyum melihat kekompakan dua guru yang barusaja datang itu.

“astaga, klop sekali. Telat,berangkat,menjawab pun  bersamaan seperti itu.” Ujar Nayoung sembari menahan senyum.

“Ya! Im Nayoung.”

Hyejin mendekati rekan kerja wanitanya itu untuk memberi tabokan. Namun Nayoung santai saja karena pasti Hyejin tak serius akan memukulnya.

Benarkan? Hyejin hanya memukul udara tepat dihadapan wajahnya. Gadis itu duduk di kursinya. Nayoung mendekat dan duduk di sisi kursi yang Hyejin duduki.

“ya? ya? apa kau telat karena #*#*#* dengan suamimu?” tanya Nayoung lagi, kali ini lebih parah. Gadis berparas imut itu memang sangat hobi menggodanya.

“Kau? Aisshh wanita mesum.” bisik Hyejin sembari melotot. Nayoung terawa karena berhasil membuat pipi Hyejin bersemu merah.

Setelah menyiapkan buku materi yang digunakan untunya mengajar, Hyejin langsung bangkit. Ia sudah sangat telat, tak ada waktu untuk meladeni rekannya itu.

“Aku masuk kelas, sampai nanti Nayoung Saem.”  Pamit Hyejin.

Jauh di sebrang meja, ternyata Sehun diam-diam mengamati dari balik buku. Ia memperhatikan setiap langkah kaki Hyejin.

Tak sengaja, Nayoung  mengalihkan tatapannya pada  Sehun. Ia tersenyum lebar setelah mendapati guru fisika itu memperhatikan Hyejin. Guru bahasa jepang itu mengendap untuk mengagetkan Sehun.

“pang!!!”

Sayang sekali, pria yang cukup akrab dengannya itu tak terkejut sama sekali dengan aksinya. Malah menatapnya tanpa ekspresi.

“apa?” tanya Sehun. Nayoung menahan senyum sembari menunjuk buku yang Sehun genggam.

“Apa membaca terbalik sedang tren?” tanya Nayoung yang kini mulai mengeluarkan tawa. Guru lain yang ada di dalam ruangan jadi ikut memandang. Mereka ikut tertawa setelah melihatnya.

Sehun beralih pada buku yang ada di hadapan wajahnya , dan ternyata benar. Buku yang tadi ia gunakan untuk mengintip Hyejin terbalik. Sial, ia sangat malu sekarang.

“a-aku tidak sedang membaca. Catatan rumus ku simpan di dalam buku ini dan aku sedang mencarinya.” Ujar Sehun sembari menggoyangkan buku, pura-pura mencari sesuatu di sela lembaran.

Nayoung menyipitkan matanya karena kurang percaya, alasan Sehun terdengar aneh.

“oh, benarkah? Kau mencari rumus tapi kenapa matamu menatapi Hyejin?“ tanya Nayoung curiga. Sehun mengerjap dan membenarkan letak kacamatanya.

“siapa yang memandanginya? Kurang kerjaan saja.”

“hemmm aku yakin kau-“

“kembali sana ke mejamu, Nayoung-ssi. Semua guru memandang kesini, dasar cerewet.” Sengaja Sehun memotong ucapan Nayoung. Ia tak mau Nayoung terus bicara padanya.

“cih , baiklah Mr.Oh.”

Nayoung menuruti ucapan Sehun, ia kembali menduduki kursinya.Dari mejanya ia masih tersenyum mengingat alasan konyol Sehun tadi. Walau samar, Nayoung bisa melihat tatapan tidak biasa saat Sehun memandang Hyejin.

Karena terlalu akward, Sehun memilih untuk keluar dari kantor. Sebenarnya jadwal mengajarnya adalah jam ke 3 . Ia akan berkeliling koridor, mengamati beberapa aktifitas murid di dalam kelas.

Setelah melewati beberapa deret classroom, tatapan Sehun beralih pada satu ruangan yang terdapat Hyejin di dalamnya. Sehun bersandar pada tembok. Badannya menyamping namun matanya melirik wanita yang sedang mengajar di dalam sana. Bahasa asing yang terdengar dari vokal Hyejin membuatnya sdikit menarik senyum.

Entah kenapa, dirinya selalu ingin berada dalam jangkauan seorang Park Hyejin. Ia sadar sudah gila karena menyukai istri orang. Namun bukankah perasaan itu buta? Sungguh, Sehun menyukai gadis manis itu saat pertama melihat. Kadang hatinya berdenyut sakit saat mengingat kenyataan Hyejin yang sudah menikah bahkan saat ini sedang mengandung. Ia seperti pria bodoh karena menyimpan perasaan suka itu.

.

.

.

Baekhyun terlihat sangat pusing menghadapi tumpukan dokumen di atas mejanya. Ia bahkan sangat ingin menangis karena masalah yang belakangan ini menimpa perusahaan cukup rumit. Chanyeol yang sedang membantunya mengecek laporan berdecak melihat wajah lesu sahabatnya.

“Baek, sudah ku sarankan untuk kau mengambil cuti. Kenapa memaksakan diri?” tanya Chanyeol pada akhirnya. Baekhyun menyandarkan punggungnya dan memijit pangkal hidungnya.

“Kita harus menyelesaikan masalah investasi itu dengan cepat. Aku tak mau terus terkurung dalam masalah itu.”

“kau bisa menyerahkannya pada bawahanmu Baek. Tidak usah pusing sendiri.” saran Chanyeol.

“apa kita kembalikan saham Oh Company? Kita bisa menerima investasi yang lain kan Yeol?.” Pertanyaan Baekhyun membuat Chanyeol melongo. Ia tak menyangka Baekhyun akan cepat menyerah seperti itu.

“Kau mau di ejek Tuan.Oh? ya, lagipula tidak lama lagi jabatannya akan digantikan oleh anaknya. Pasti cara kepemimpinannya berbeda. Kita bisa menjalin kerjasama mulai dari awal. Ayolah Baek, saat ini perusahaan Tuan.Oh yang 90% bisa membantu kita.” Chanyeol menyarankan hal itu sudah yang kesekian kalinya. Baekhyun sudah bosan mendengarnya namun jika difikir memang benar, ia hanya perlu berusaha sedikit lagi.

Oh Compay adalah perusahan di bidang industri yang terkenal sangat baik. Akan sangat sayang jika ia menyerah.

“hufft, baiklah. Aku akan mencoba mempertahankannya.” Akhirnya keputusan Baekhyun sama dengan Chanyeol.

“Good, aku akan membantumu semaksimal mungkin Baek.”

“terimkasih Yeol. Emm bukankah hari ini free? Aku mau pulang lebih awal untuk menjemput istriku.” ujar Baekhyun. Pemuda itu bangkit sembari memakai tuxedonya.

“Ya,  baek?”

“eoh?”

“kau tidak bercerita pada Hyejin tentang kegagalan bisnis kita?” tanya Chanyeol. Pertanyaan itu dijawab gelengan oleh Baekhyun. Ya, pemuda itu sengaja  tak menceritakan tentang masalah perusahaan pada istrinya. Baekhyun tak mau membebani pikiran Hyejin yang saat ini tengah mengandung.

“diam saja Yeol. Jangan bicara pada Hyejin tentang masalah perusahaan.” Ujar Baekhyun dengan nada memohon. Pria itu langsung hilang di balik pintu. Chanyeol menghela nafasnya. Baekhyun terlalu menyayangi sepupunya.

Ia yakin, Baekhyun pasti berbohong tentang alasan kembali dari Jepang yang terbilang sangat cepat itu. Sebenarnya Baekhyun telah membuat masalah sehingga proyek kerja sama dengan perusahaan Jepang gagal. Chenyeol tak habis fikir, dalam keadaan susah pun sahabatnya itu bisa bersantai dan tanpa dosa membohongi Hyejin.

.

.

.

Hyejin baru selesai mengajar di jam terakhir. Bell pulang sekolah baru saja menggema di seluruh sudut kelas. Murid-murid berhamburan keluar untuk pergi meninggalkan sekolah. Hyejin tersenyum saat beberapa anak menyapanya sopan.

Sedang fokus pada jalan, tiba-tiba sesuatu yang keras menghantam kepalanya. Hyejin limbung, namun untungnya ia tidak terbanting di lantai lantaran seseorang menahan bahunya.

Hyejin menoleh kesamping dan menemukan Sehun tengah menatapnya dengan pandangan cemas.

“Hyejin-ssi, kau baik-baik saja?” tanya pemuda itu, datar namun membuat Hyejin terkesan.

“e-eoh. Aku tidak apa.”

Hyejin langsung berdiri tegak. Otomatis Sehun melepas tangannya dari bahu Hyejin. Pemuda itu mundur satu langkah, kembali memasang aura dinginnya.

“eh, terimakasih Sehun-ssi.” ujar Hyejin sembari membungkuk sopan. Gadis itu masih  menahan senyum. Tadi itu pertama kalinya Sehun skinsip dengannya.

Sedangkan Sehun  mengalihkan matanya pada sekempulan anak basket yang sedang bermain di lapangan. Ia sengaja melakukannya agar kontak mata dengan Hyejin terputus.

“Hei, kau Mark Lee. Kemarilah.” Sehun meneriaki salah satu murid yang di ketahui namanya.

“Ya, Saem.?”

“kemari!” perintah Sehun.

Dengan santainya murid bernama Mark itu mendekat. Saat sudah berhadapannya, Sehun langsung memukul kepala Mark cukup keras.

Hyejin menutup ulutnya, ternyata Sehun setega itu dengan murid.

“awww! apa salahku Saem? Kenapa kau memukulku?” tanya Mark yang tak merasa memiliki dosa. Ia mengelus kepalanya sembari menatapi Sehun dengan pandangan penuh tanya.

“kalian bermain asal-asalan. Bola itu mengenai kepala Hyejin seonsaengnim.” Terang sehun dengan nada khas seorang guru yang sedang memarahi murid.

“benarkah? Oh my Good, Mrs. Hyejin I’m Sorry. Sungguh kami tidak tahu bola ini melambung kearah anda. ” ujar Mark dengan aksen Amerika, ia membungkukan badannya untuk menunjukan rasa penyesalannya.

Melihat itu Hyejin tersenyum.

No problem.Lain kali kau harus lebih hati-hati lagi. Okay?”

ok, Mrs.”

Sehun masih menatap horor, mendapati itu Mark lebih memilih kabur. Hyejin menghela nafasnya dan lembali memandang Sehun.

“sekali lagi, terimakasih Sehun-ssi.” Ujar Hyejin, senyumnya semakin lebar .

“hati-hatilah!” hanya itu yang Sehun ucapkan. Setelahnya ia berlalu. Hyejin masih menahan senyumnya, wanita itu mengintili Sehun. Keduanya sama-sama jalan menuju kantor.

“Hyejin-ah!” merasa namanya dipanggil Hyejin menoleh. Ia terbelalak saat melihat Baekhyun sedang berjalan mendekatinya. Sehun yang ada disamping Hyejin ikut berhenti.

“Baekhyun-ah?” ujar Hyejin tak percaya. Benar, yang ada dihadapannya saat ini adalah suaminya. Ini adalah pertamakali Baekhyun berkunjung ke tempat kerjanya. Tidak biasanya.

“sayang, akhirnya aku menemukanmu.” Ujar Baekhyun, nadanya sedikit terengah. Mendengar ucapan Baekhyun membuat Sehun semakin membatu. Seketika ingatan tadi pagi melintas diotaknya. Pria dihadapannya itu yang berciuman dengan Hyejin di dalam mobil. Ya, tak salah lagi.

‘ah jadi ini suaminya’. lontarnya dalam hati. Sehun masih menghunus Baekhyun dengan tatapan tak bersahabat. Mendapati terus dipandangi, Baekhyun membungkuk hormat.

anyeonghaseyo.” Sapanya ramah. Baekhyun menunjukan senyum ramah namun Sehun masih saja memasang wajah datar.

Bakhyun memiringkan kepalanya.Saat menatapi wajah Sehun, semakin lama ia semakin merasa familiar. Baekhyun memajukan wajahnya, mengamati detail garis wajah pria kulit susu dihadapannya.

‘shhh siapa ya’ lirihnya dalam hati. Baekhyun yakin pernah melihat Sehun di suatu tempat tapi entah dimana itu.

“Aku sepertinya tak asing denganmu. Tunggu…. apa kita pernah berpapasan?.” tanya Baekhyun karena rasa penasarannya sudah diujung tanduk. Sehun memundurkan wajahnya saat Baekhyun semakin mendekat.

“maaf, anda salah orang.” Jawab Sehun dengan vokal tak bernada. Sedangkan Hyejin yang melihat Baekhyun memajukan wajah seperti itu segera menarik lengan suaminya itu agar mendekat padanya.

“ah, Sehun-ssi, maaf.” ujarnya sembari tersenyum kaku.Hyejin menabok pelan tangan prianya karena sembarangan mengira.

Baekhyun yang mendengar sebuah nama keluar dari vokal istrinya mendadak tertegun. Apa katanya tadi? Oh Sehun?. Baekhyun mengerjap, ia kembali menatapi rekan kerja istrinya itu, dan sedetik kemudian ia menutup mulutnya tidak percaya.

“ya! Kau Oh Sehun?” tanya Baekhyun dengan wajah syok. Yang ditatap hanya mengangkat sebelah alisnya.

“ya? Aku Oh Se- ……”  Sehun menyipitkan matanya, lama-lama ia  juga seperti tidak asing dengan wajah suami Hyejin itu. Kalau tidak salah tadi Hyejin sempat memanggil pria dihadapannya dengan nama Baek-. Sehun memutar otaknya. Sepintas bayang-bayang seseorang melintas pandangannya. “Seolma…  kau… Baek-hyun? Byun Baekhyun?”  sambungnya. Kini giliran Sehun yang memasang wajah syok. Keduanya menjatuhkan rahang selama saling menghunus mata satu sama lain. Hyejin yang ada tengah menatap dua pria itu bergantian.

“hei, apa kalian saling kenal?” tanyanya penasaran.

Sehun maupun Baekhyun mengalihkan tatapannya pada Hyejin.

“Iya/ya” jawab keduanya secara bersamaan. Mendengar itu Hyejin tersenyum. Ternyata dunia sangatlah sempit. Ia tak menyangka Sehun ternyata mengenal suaminya.

“wah sepertinya kalian berteman-“

“tidak/tidak.”

Hyejin mengerjap saat lagi-lagi suaminya dan juga Sehun menjawab secara kompak. Dilihatnya dua pria yang sekarang kembali saling melempar tatapan. Entah hanya perasaanya atau memang benar, sepertinya dua pria ini saling sengit.

‘ahh sial, kenapa aku bertemu pria ini lagi?’

‘astaga, kenapa harus dia. Kenapa selalu dia?’

TBC

hallo^^

come back again dengan series BaekJin. semoga suka ya dengan ceritaku yang kacau ini.

maaf kalau banyak typo.

sse you next chpter.

Iklan

3 thoughts on “[Author Tetap]-Happines #2 (Unexpected Meeting)

  1. Yailahh, kapan baekhyun sama hyejin bisa bahagia kaaa, aku udah baca yang chapter pertama tapi ternyata lupa komen. Maafkan ya kaa 😂😂🙏🙏🙏 semangat baekhyun, aku doakan semoga hyejin tetap bertahan dengan mu 💪💪💪😘😘😘😘😘 makasih kaaaa, aku tunggu chapter berikutnya 😉😉😉😉😉😊😊

  2. Wah, Aku kira mereka bersahabat, karena Tuan Oh kerja sama sama Baek… tapi mereka keliatan bgt bersaingnya? :/
    Aduh, Hunnie… Kok bisa Kamu terus-terusan masih simpen rasa suka sama Hyejin? Ya, emang bukan salah Kamu seutuhnyaa, tapi… aduh, nyess.. sakit bgt bacanyaa 😞..
    Ini nge-feel lagi, Eonniii 😍😍.. Awesome!
    Semangat next chapter nya ya, Eonni! 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s