[Author Tetap]-Let Me Love You (2) #Friend

cover lmly 1

ByunPelvis

Main cast  :  Byun Baekhyun , Byun Hyejin (Oc), & Oh Sehun.

Other cast: Park Chanyeol, Kim Jong In, Kim Minkyung (Oc), Lee Jaeri (Oc), and other

Genre   : Romance, Sad, Complicated, frindship.

Leght     : Chapter

Rating : PG-15

Disclaimer : This story is mine. No Copy no paste. Sory for typo.

And Don’t be a silent readers. ^^


Prolog

Bagaimana menurutmu jika seorang kakak mencintai adiknya? Bukankah itu yang dinamakan cinta terlarang?. Semua pasti menentang.

Namun dia, seorang pria Bernama Byun Baekhyun tidak peduli dengan pendapat semua orang. Sampai kapanpun wanita yang dicintainya adalah saudaranya sendiri. 

Baekhyun akan membuktikan jika ia berhak mencintai Byun Hyejin seperti seorang pria mencinti wanita.

Karena sebuah rahasia dipegang olehnya. Rahasia yang bisa menyatukan mereka menjadi layaknya pasangan umum.


 

Previous :  (1) #Lullaby

Chapter 2

Sang surya menjemput pagi dengan senyum cerahnya. Sinar matahari yang perlahan merambat ke permukaan bumi menghangatkan semua orang dari dinginnya cuaca hari ini. Cahaya terang itu menyeruak ke dalam sebuah ruang gelap saat tirai putih dibuka sepenuhnya.

Dibalik jendela kaca itu, berdiri sosok tampan bak pangeran. Ia tersenyum saat menghirup udara segar dari luar sana.

Tubuhnya kini berbalik, beralih menatapi gadis manis yang masih damai dalam dunia mimpi. Kakinya berjalan mendekat. Setelah tepat berada di samping ranjang, pria ini menjatuhkan pantatnya.

“hei, bangunlah.” Serunya. Tangannya dengan sangat pelan menepuk pipi si gadis.

“eungg… sebentar lagi, Oppa.”

Sosok yang di sebut adik kecilnya itu malah menutup seluruh tubuh dengan selimut. Ia, yang berstatus sebagai kakak hanya menggeleng heran. Seperti inilah kegiatannya setiap hari.

Hal yang paling sulit dilakukan saat pagi  adalah membangunkan seorang Byun Hyejin.

“Hyejin-ah. Ayo bangun, Kau bisa telat masuk kuliah.”

Kali ini pria itu, yang tak lain adalah Byun Baekhyun menarik lengan adiknya. Ia menyibak selimut hingga wajah Hyejin terlihat jelas.

“baiklah,baiklah. Satu menit lagi ya? aku.-“

Kriiiiingggg…………….

Terpaksa Baekhyun mendekatkan sebuah alarm tepat di samping telinga Hyejin. Gadis itu langsung terlonjak dan berubah posisi menjadi duduk. Baekhyun tertawa keras melihat Hyejin kebingungan.

Setelah membuka mata, yang didapati Hyejin adalah ruang kamar kakaknya. Dan yang membuatnya sangat jengkel saat ini  adalah wajah tanpa dosa yang dengan teganya mengejutkan tidurnya.

“YA! Oppa!” pekiknya.

Hyejin berusaha memukul Baekhyun. Gadis itu mengulurkan tangannya untuk menarik kemeja kakaknya. Karena tubuh Hyejin berat, otomatis Baekhyun jadi limbung. Tubuhnya terjatuh menimpa ranjang.  Setelah berhasil melumpuhkan kakaknya, Hyejin memukulnya dengan bantal berkali-kali. Ia paling kesal jika tidurnya diganggu dengan bunyi alarm.

“Ya!ya! hentikan!” Baekhyun terus memekik lantaran Hyejin terus memukulinya. Tangan pria itu mencengkram kedua lengan Hyejin. Dengan sekali tarik, tubuh adiknya sudah menubruk dadanya.

“Oppa! Kau sangat menyebalkan.”

Baekhyun mengerjap saat wajah Hyejin hanya berjarak beberapa cm saja. Karena memahami keadaan, pria itu mendorong tubuh Hyejin hingga terduduk kembali.

“m-maaf. Lagipula kau tidur seperti orang mati. Sangat sulit dibangunkan.” Balas Baekhyun yang tak terima karena di salahkan. Hyejin mendengus kesal setelah menuruni ranjang. Gadis itu langsung berlari keluar dari kamar Baekhyun. Ia harus cepat mandi, jam kuliahnya tidak boleh terlewatkan.

Setelah Hyejin hilang di balik pintu, Baekhyun menyentuh dada kirinya. Debaran hebat lagi-lagi mengganggu kerja otaknya. Ia selalu menyadarkan dirinya untuk tidak larut dalam suasana seperti tadi. Byun Hyejin adalah adiknya, Baekhyun harus sadar akan hal itu.

Pemuda itu berdiri, mengambil tas pungggungnya dan segera  berjalan keluar dari kamarnya. Kejadian tadi musti dilupakan, jika tidak jantungnya akan terus berpacu cepat.

Baekhyun berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Sebenarnya ada  Do ajhuma yang mengurus persiapan mereka. Namun soal makan pagi, Hyejin selalu merengek minta dibuatkan olehnya. Jika tidak, adiknya itu tak mau sarapan.

Baekhyun menuju pantri dapur untuk membuat roti panggang coklat keju kesukaan Hyejin. Tak lupa ia menyapa Do Ajhuma yang sedang membersihkan dapur.

“ajhuma, apa orang tuaku menelfon?” tanya Baekhyun untuk sekedar basa-basi. Ia paling tidak bisa diam jika hanya berdua dengan seseorang.

“ah iya, kemarin siang nyonya menelfon.” Jawab Do Ajhuma setelah mengingat-ingat.

“apa katanya?”

“mereka akan pulang untuk mengantar seseorang?”

Baekhyun menghentikan kegiatannya mengoles selai coklat pada roti. Ia menatap pelayan rumahnya itu tidak mengerti.

“mengantar seseorang?” tanya Baekhyun.

“iya. Katanya ada seseorang yang akan tinggal di rumah ini untuk menemani tuan muda dan Nona Hyejin.”

Baekhyun semakin mengerutkan keningnya. Kenapa masalah sepenting itu ibunya malah tak memberitahu langsung. Ia padahal terbilang sering menelfon orang tuanya belakangan ini, namun tak pernah sekalipun ibunya mengungkit tentang seseorang yang akan tinggal dirumahanya. Kira-kira siapa? Mungkinkah sepupunya?

Entah kenapa ia malah merasa tidak suka. Baekhyun sudah terlanjur nyaman hanya berdua dengan Hyejin di rumah besar itu.

Ayah maupun Ibunya tak pernah dirumah. Sejak ia kecil, kedua orang tuanya selalu sibuk di luar negri untuk mengurusi pekerjaan. Mereka akan pulang satu bulan sekali dan itupun jika  ada waktu. Pernah sekali Baekhyun memebenci mereka karena merasa tidak diurus. Ia bahkan menyuruh ayah & ibunya untuk tidak kembali ke rumah. Tapi itu dulu, saat pemikirannya masih belum nalar.

Baekhyun menjaga Hyejin sejak kecil tanpa kedua orang tuanya.Baekhyun lah yang selalu memeluk adiknya itu saat di terpa masa-masa sulit. Ia sudah seperti orang tua tunggal bagi adiknya.

“bahkan tujuan utama mereka bukan untuk menemui kami.” Lirih Baekhyun. Ia tersenyum hambar, jika Hyejin tau akan hal ini pasti akan sama sedihnya seperti dirinya.

“mereka terlalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan kalian. Tuan dan nyonya pulang pasti karena merindukan kalian. Mereka khawatir sehingga mengirim seseorang untuk tinggal di sisni.” Terang Do ajhuma, wanita itu hanya ingin tuan mudanya tidak terlalu memikirkan kesedihan tentang keluarga.

“ya, aku tau mereka menyayangi kami. Ajhuma, tolong siapkan banana milk kesukaan Hyejin.” Baekhyun sengaja menghentikan topik pembicaraan. Ia berlalu dari pantri dapur setelah selesai memanggang roti.

Baekhyun menghela nafasnya setelah duduk di kursi makan. Ia memikirkan tentang kata-kata ajhuma tadi. Sungguh, Baekhyun tak mau rumah ini kehadiran orang lain walau itu sanak saudaranya.

Baekhyun menggunakan waktu menunggunya dengan melamun. Tatapannya kosong ke depan. Susu panas yang tepat berada di depannya sudah mulai mendingin. Pria itu tak berminta untuk menyeruputnya sama sekali.

Saat sebuah tangan melingkar di bahunya, barulah Baekhyun tersentak. Ia menoleh dan menemukan wajah Hyejin disampingnya.

“Oppa.”

Hyejin tersenyum manis untuk memberikan semangat. Baekhyun pernah berkata, jika ia tersenyum di pagi hari maka energi kakaknya itu bertambah 2x lipat.

“cepat duduk dan habiskan makananmu.”

Hyejin menurut dan melepas tangannya dari bahu Baekhyun. Gadis itu mengambil tempat duduk tepat di samping kakaknya. Tanpa kritik apapun, roti kesukaannya di lahap dengan penuh selera.

Baekhyun menarik bibirnya, melihat cara makan adiknya sangatlah lucu. Hyejin seperti itik kelaparan yang tidak diurus oleh induknya.

“pelan-pelan! Kau bisa tersedak,Hyejin-ah.”

“roti panggang buatanmu adalah yang terbaik, Oppa.”  Puji Hyejin. Yang mendengarnya hanya terkekeh, adiknya sudah mengatakan hal semacam itu setiap pagi.

Baekhyun mengulurkan tangannya untuk mengusap sudut bibir Hyejin yang terlihat cemong karena coklat. Adiknya itu tetap saja fokus dengan makanannya. Bagaimana bisa Hyejin terlihat lebih manis dari coklat itu.

Lagi, jantung Baekhyun berdebar di luar batas normal saat netra keduanya bertemu dalam satu titik.

‘kenapa kau harus terlahir menjadi adikku, Hyejin-ah?’.

*

*

Hyejin dan Baekhyun telah menghabiskan sarapannya. Mereka tengah berada di mobil untuk menuju universitas. Ya, Hyejin memilih kampus yang sama dengan Baekhyun. Keduanya sama-sama mengambil fakultas  management bisnis karena sudah pasti saat lulus nanti mereka akan meneruskan perusahaan keluarga. Sekarang sudah berjalan semester dua sejak ia masuk, sedangkan Baekhyun baru berada di semester lima.

Hyejin tersenyum saat menatapi ponselnya. Gadis itu tengah asik berjelajah di dunia internet. Sebuah artikel membuat matanya berbinar saat itu juga.

“oppa, tak lama lagi akan ada festival bunga sakura di Yeouido. Kita datang ya?” pinta Hyejin pada kakaknya itu.

“tentu saja.”

Hyejin memekik  senang, kakaknya memang sangat spesial. Selama ini, keinginannya selalu terpenuhi. Baekhyun bagaikan peri pengabul harapan baginya.

Sedangkan Baekhyun hanya terkekeh melihat adiknya sesenang itu.

Mobil Baekhyun telah memasuki khawasan universitas. Ia langsung memarkirkan kendaraannya di area park yang ada di lantai bawah.

Hyejin langsung turun saat mesin mobil sudah dimatikan. Baekhyun belum sempat bicara saat matanya menangkap sososk pria yang saat ini sedang duduk diatas motor. Tangannya mengepal erat, dengan gerakan cepat Baekhyun menarik tangan Hyejin untuk meninggalkan tempat itu.

Oh Sehun, pria yang sedang bencengkrama dengan teman-temannya itu turun dari motornya setelah melihat Hyejin berjalan menjauhi parkiran. Ia menghiraukan Kim Jong In juga yang lainnya.

Sehun berlari kecil menghampiri dua saudara itu. Setelah dekat, ia melambatkan langkahnya.

“selamat pagi, Hyejin-ssi.” sapanya setelah tubuhnya sejajar dengan Hyejin.

“eoh? Sehun sunbae?”

Hyejin menghentikan laju kakinya, otomatis Baekhyun pun sama. Melihat Sehun berada di hadapannya saat ini membuat benih-banih amarah tertanam di hati Baekhyun. Ia menggenggam erat tangan Hyejin.

Mendapati itu, Hyejin menoleh pada kakaknya dan melepas genggaman itu.

“oppa, kau ke kelasmu saja dulu.”

“apa?”  tanya Baekhyun tak percaya, Hyejin menyuruhnya ke kelas dengan artian mengusirnya.

Hyejin kembali menatap Sehun, gadis itu tersenyum ramah pada seniornya itu. Hyejin tak perlu canggung, karena ia sudah merasa akrab dengan Oh Sehun. Kurang lebihnya satu minggu ini, ia sering berkomunikasi dengan pria itu.

“Hyejin-ah, tapi-“

“tak apa oppa. Kelasku tinggal lima langkah lagi.” Ujar Hyejin karena kakaknya itu masih saja mematung.Kali ini mata Baekhyun menghunus netra coklat milik Sehun, pria itu menatapnya dengan penuh kebencian.

Yang ditatap melakukan hal sama, bahkan Sehun menunjukan senyum miring bertujuan untuk mentertawakan Baekhyun yang tak bisa berbuat apa-apa saat ini.

Baekhyun menggertakan giginya, ia memejamkan matanya untuk meluruskan hati.

“baiklah. Telfon aku jika kelasmu sudah selesai.” Ujar Baekhyun, ia tersenyum pada adiknya sebelum berlalu.

Sekarang hanya ada Sehun dan Hyejin, keduanya saling melempar senyum. Sehun ingat tujuannya menghampiri Hyejin.Pria itu membuka tasnya untuk mengambil sesuatu, setelah dapat ia menyerahkan sebuah buku pada Hyejin.

“Hyejin-ssi, aku membaca postinganmu di SNS. Kau sedang mencari buku ini kan?” Tanya Sehun setelah menunjukan buku yang sengaja dibawanya hari ini.

Melihat apa yang tengah disodorkan oleh Sehun, Hyejin seketika membulatkan matanya.

“Fiksi itu?” ucap Hyejin, masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Fiksi yang ada di tangan Sehun adalah buku limited edition. Kemarin ia sempat sedih karena tak mendapat kesempatan membeli buku itu.Kemarin sore Hyejin membuat tulisan di aku SNS’nya tentang keinginannya untuk memiliki fiksi terjemahan itu. Ia sedikit tersanjung karena Sehun membacanya.

“Sunbae? Kau memilikinya? Uwaahh.” tanya Hyejin yang kagum sekaligus iri.

Sehun tersenyum, ia mengambil tangan Hyejin dan meletakan buku fiksi yang di pegangnya ke telapak tangan gadis itu.

“aku tau kau sedih karena kehabisan buku ini. Ambilah!. Kau boleh memilikinya.” Ujar Sehun. mendengar itu Hyejin mengerjapkan matanya. Berharap ia tidak salah dengar.

“m-maksudnya aku boleh meminjam-“

“tidak. Aku memberikannya untukmu. Ini hadiah pertemanan kita.” Jelas Sehun. Pria itu sedikit yakin, kali ini pasti Hyejin terkesan padanya.

“benarkah? Ini untukku?” lagi-lagi Hyejin masih belum percaya. Matanya seperti dipenuhi bintang-bintang karena terlalu senang. Sehun mengangguk mantap.

‘Ini belum seberapa, Byun Hyejin.’

“Kau bisa membacanya.”

Hyejin memberikan senyum termanisnya. Sunbaenya itu benar-benar baik. Ia tak menyesal berkenalan dengan Sehun hari itu.

“Sunbae, ini sangat mahal dan aku sedikit tidak enak.”  Lirih Hyejin, sungguh menurutnya Sehun terlalu baik padanya. Baru saja kenal, pemuda itu sudah memberinya hadiah.

“ya, aku berjuang mendapatkanya  ha…ha… .”

Sehun menggaruk tengkuknya, melihat Hyejin terus tersenyum manis membuatnya sedikit salah tingkah.

Perihal buku itu, Sehun memang berusaha keras untuk membelinya.Pria itu bahkan sampai mendatangi lebih dari 10 toko buku di seluruh Seoul. Dan saat menemukannya pun hanya tersisa satu. Ia memang sangat beruntung. Sehun merasa, Tuhan memperlancar tujuannya untuk mendekati Byun Hyejin.

“Terimakasih sekali, Sehun Sunbae. Aku janji akan membalas kebaikanmu.”

“benarkah?”. Tanya Sehun atunsias.

“eum.”

“Kalau begitu,  apa pekan ini kau memiliki waktu luang?”

Hyejin diam sejenak, memikirkan jadwalnya minggu ini. Jika ia rajin mengerjakan tugas pasti waktu luangnya banyak.

“sepertinya ada. Kenapa?”

Sehun mengembangkan senyumnya. Kesempatan emas sudah ada didepan matanya.

“maukah kau ke Yeouido bersamaku untuk melihat festival bunga sakura?” tanya Sehun dengan hati-hati. Hyejin tertegun, seorang pria mengajaknya ke tempat itu?  Ini kesempatan langka. Kata temannya jika seorang pria mengajak wanita ke tempat romantis itu tandanya ada sesuatu. Mendadak otaknya berfikir yang tidak-tidak. Ia pasti berlebihan, bisa saja kan Sehun mengajaknya hanya untuk refreshing.

“em..Aku-“

Seketika percakapannya dengan Baekhyun saat di mobil terngiang di otaknya. Hyejin menimbang, haruskah ia ke Yeouido bersama Sehun?  Tapi sebelumnya ia sudah mengajak kakaknya.

“bisakah aku memikirkannya terlebih dahulu, sunbae?” . Pada akhirnya Hyejin mengatakan itu. Ia harus memilih keputusan yang tepat. Jika ia pergi bersama Sehun, maka kakaknya itu harus mengalah.

“ah baiklah. kuharap kau menerima ajakanku, Hyejin-ssi.”

Hyejin tersenyum untuk melegakan hati Sehun. Saat hendak berbalik,  pria itu menahan lengannya. Sehun membuka telapak tangannya untuk meminta sesuatu. Hyejin yang tidak mengerti mengangkat sebelah alisnya.

“pinjam ponselmu. Kau harus menyimpan nomorku.” Ujar Sehun.

Kembali gadis itu mengerjapkan matanya. Dengan sedikit kikuk, Hyejin merogoh ponsel di dalam tas selempangnya.

Setelah ponsel Hyejin ada padanya, Sehun mengetikan beberapa digit angka dan menambahkannya ke dalam daftar kontak.

“terimakasih, Hyejin-ah.” Sehun menyerahkan kembali ponsel Hyejin setelah selesai. Sedangkan si pemilik ponsel malah sibuk memandangi paras tampan Sehun. Melihat Hyejin hanya diam, Sehun tertawa kecil sembari mengacak rambut Hyejin.

“sampai bertemu lagi. Bye..!”

Sehun melambaikan tangannya setelah pamit dari hadapan Hyejin. Pemuda itu terkekeh setiap mengingat senyum gadis pujaannya.

Jauh dari arah kanan, Baekhyun memperhatikan keduanya  sejak tadi. Ia sangat ingin meninju Sehun yang  lancang melakukan skinsip dengan Hyejin. Baekhyun menyambung langkahnya dengan hati panas . Mahasiswa yang menyapa bahkan sampai dihiraukan olehnya.

Setelah sampai di kelasnya, Baekhyun membanting tas. Chanyeol yang telah duduk manis di sana sampai mengelus dadanya karena kaget.

“ya! Baek. kau ini kenapa?” tanya pria tinngi itu dengan sejuta keheranan.

“Pria brengsek itu. Dia mulai merayu adikku.” Ujar Baekhyun. Nafasnya naik turun seperti halnya seseorang saat menahan emosi.

Melihat itu, Chanyeol mengambil satu kaleng soda dari dalam tasnya untuk temannya. Hati membara Baekhyun harus dipadamkan dengan cairan itu.

“aku sudah bilang kemarin. Tidak usah meladeni Oh Sehun. Lihat? kau kalah kan? Dan bodohnya , kau menggunakan Hyejin sebagai taruhan?” kesal Chanyeol. Ia kecewa dengan Baekhyun yang seenaknya mepertaruhkan gadis baik seperti Hyejin untuk balapan.

“Sehun yang memulainya.”

“tapi tetap saja. kau setuju kan? itu kesalahanmu Baek.” tegas Chanyeol. Ia menggeser pantatnya. Tidak mau dekat-dekat dengan Baekhyun yang saat ini sedang emosi.

Baekhyun yang semakin frustasi mengusap wajahnya. Ia merasa bodoh dengan tindakannya sendiri. Pria itu membuka penutup soda dan menghabiskannya sekali teguk. Sehun seolah kaleng itu, Baekhyun meremasnya sampai tak berbentuk lagi.

Chanyeol hanya menggeleng. Pria tinggi itu kembali menggeser pantatnya agar tepat di samping Baekhyun.

“Baek, kau tau Zhera?”

Baekhyun menimpali pertanyaan temannya hanya dengan lirikan. Ia tak berminat membicarakan seorang wanita saat ini.

“Baek, dia terus menanyakanmu. Bahkan dia meminta nomor ponselmu pada kapten basket kita.” Terang Chanyeol. Ia hanya berusaha membuat Baekhyun tertarik untuk masuk ke dalam obrolannya. Siapa tau temannya itu bisa tertarik dengan gadis fakultas sastra itu.

“aku tidak peduli. Dia bukan type’ku sama sekali.” Ujar Baekhyun dengan santainya. Mendengar itu Chanyeol hanya berdecak. Selalu beralasan seperti itu, menurutnya Baekhyun terlalu jual mahal pada setiap wanita yang berusaha melakukan pendekatan.

Kadang kala Baekhyun menyakiti perasaan setiap wanita yang sudah dengan beraninya menyatakan cinta. Baekhyun selalu menolaknya. Biarpun cantik,sexy,pintar atau berpangkat tapi tetap saja temannya itu tak pernah tertarik.

“Ya, bukankah kau pernah bilang padaku tentang seseorang yang sangat kau cintai? Siapa dia?” kali ini Chanyeol bertanya dengan nada penasaran.

“Kau akan terkejut jika mendengarnya.”

“siapa?”

“Dosen Kim.” Singkat Baekhyun sembari menahan senyum.

“Apa? wanita tua itu? yaaahh kau gila?”

Baekhyun tertawa setelah melihat wajah syok temannya, Chanyeol sangat mudah di tipu.

“haiss dasar bodoh. Begitu saja percaya.”

“ya siapa?.”

“kau akan tau sendiri nanti.”

.

.

.

Nayoung menatap tidak percaya pada satu temannya. Gadis itu baru saja berteriak heboh karena melihat Hyejin berbicara dengan Oh Sehun. Siapa yang tidak tau pria famous itu. Semua gadis di universitas ini melakukan berbagai cara untuk mendekati Sehun, namun yang dilihatnya tadi berbeda.

“Hyejin-ah, sejak kapan kau dekat dengannya?” tanya Nayoung  setelah syok’nya hilang.

“aishhh kau ingin tau sekali.” Jawab Hyejin yang saat ini sedang serius membaca buku yang tadi di berikan oleh Sehun.

“cepat jawab. Ya bagaimana bisa kau kenal dengan Oh Sehun?”

Hyejin menutup buku itu pada akhirnya. Teman seperjuangannya itu akan semakin berisik jika tidak di ladeni.

“Aku dan Sehun sunbae sudah berteman satu minggu ini. Kami sering bertemu di perpustakaan, dan dia memintaku kenalan saat itu.” Terang Hyejin. Menurutnya jawabannya itu singkat dan jelas. Sedangkan temannya yang bernama Im Nayoung itu menjatuhkan rahangnya karena takjub.

Semudah itu Hyejin berteman dengan Sehun?

“daebak. Kau gadis beruntung.”

“kenapa?”

“kudengar dia pilih-pilih jika berteman.” ujar Nayoung memberitahu.

Hyejin sedikt tidak percaya. Sehun menurutnya sangat ramah. Ia kerap melihat pria itu membantu petugas perpustakaan untuk menata buku. Hyejin juga sering mendapati Sehun bercanda ria dengan para junior. Jadi pilih-pilih darimananya?

“dia sangat baik.Apa kau mau berkenalan juga dengan Sehun Sunbae?”

Mendengar itu, Nayoung mengangguk cepat. Tangannya langsung merangkul bahu Hyejin.

“iya, kenalkan aku dengan Sehun sunbae ya?” pintanya manja. Hyejin terkekeh, ia kembali melanjutkan kegiatannya membaca buku.

Tak sengaja tangannya membelah halaman tengah dan sesuatu langsung terjatuh dari dalam buku itu.

Nayoung maupun Hyejin sama-sama memandangi dua potong kertas yang tergeletak diatas meja.

Karena penasaran, Nayoung yang malah terlebih dahulu mengeceknya. Matanya langsung membulat setelah tau kertas apa yang sedang di pegangnya.

“tiket bioskop?”

Nayoung langsung menutup mulutnya. Ia beralih pada Hyejin yang malah memasang ekspresi biasa saja.

“ini milikmu?” tanya Nayoung penasaran.

“bukan? Aku tidak pernah membeli tiket bioskop.”

“y-ya bukankah tadi kau bilang buku itu hadiah dari Sehun Sunbae?”  lagi-lagi Nayoung bertanya dengan nada berlebihan.

“iya.”

“Lihat tiket ini! Hyejin-ah sepertinya dia mengajakmu nonton secara tidak langsung. Jangan-jangan Sehun sunbae-“

“aishhh jangan menyimpulkan hal yang belum pasti.”

Hyejin merebut tiket bioskop yang ada di tangan Nayoung. Gadis itu menyimpannya kedalam tas lalu mengambil ponselnya. Ia mengirim pesan pada Sehun yang mungkin saja lupa meletakan benda itu.

Tring

Sebuah balasan langsung didapatnya. Hyejin membacanya dengan jeli.

‘ah, kau menemukannya dengan sangat cepat. Tiket itu untukmu. Maukah kau pergi menonton bersamaku, Hyejin-ah?’

Begitulah pesan yang tersemat di layar ponselnya. Ternyata apa kata temannya tadi benar. Sehun memang mengajaknya pergi ke bioskop. Dan tiket itu sengaja di sematkan di sela-sela buku.

“Nayoung-ah, memang kenapa jika Sehun sunbae mengajakku ke biskop?”. Tanya Hyejin, ia penasaran dengan kata-kata Nayoung yang sempat terpotong tadi.

“sepertinya dia berusaha mendekatimu, Hyejin-ah.”

Hyejin mengangkat sebelah alisnya? Kata-kata Nayoung sedikit terdengar tidak yakin. Menurutnya Sehun bersikap baik tak lebih hanya untuk berteman. Mereka kenal pun hanya karena kebetulan sama-sama suka membaca saat di perpustakaan.

Dan pastinya pria setampan Sehun sudah memiliki kekasih.

“dasar sok tau.”

Hyejin menjitak pelan kening Nayoung. Ia gemas dengan temannya yang suka melebih-lebihkan sesuatu.

“ya aku serius.”

.

.

Setelah jam kuliahnya habis, Baekhyun langsung keluar dan  berlari untuk mencapai kelas Hyejin. Ia harus cepat sebelum keduluan. Pria itu tak mau adiknya diculik pria brengsek bernama Oh Sehun.

Daun pintu sudah di lihatnya. Baekhyun hanya perlu tiga kali melangkah untuk sampai. Setelah tepat berada di depan kelas Hyejin, pria itu masuk tanpa ijin. Hyejin yang sedang bercanda dengan Nayoung terkejut saat melihat kakaknya ada di hadapannya.

“Baekhyun oppa?”

“apa mata kuliahmu sudah selesai?” tanya Baekhyun, ia seperti orang ketakutan saat ini.

“iya, kenapa?”

“Ayo pulang.”

Hyejin mengerutkan dahinya. Tidak biasanya kakaknya  langsung minta pulang secepat itu.

“tapi aku mau ke perpustakaan bersama Nayoung.”

Hyejin menahan diri saat Baekhyun menarik tangannya.

“Nayoung-ssi, kau bisa sendirian kan?”

Sementara Nayoung sejak tadi terdiam melihat dua bersaudara itu. Dan dengan mudahnya ia mengangguk.

“terimakasih, Nayoung-ssi.”

“Ya! Oppa.” protes Hyejin. Ia menatap pada Nayounguntuk meminta tolong, namun temannya itu  malah mengendikan bahu.

Baekhyun berhasil menarik Hyejin keluar kelas. Ia sangat lega karena Sehun belum muncul untuk menemui adiknya.

Hyejin diam karena kesal. Saat sampai di parkiran pun ia enggan masuk ke dalam mobil. Baekhyun yang tadinya mau membuka pintu menjadi ikut terdiam.

“masuk, Byun Hyejin!”

“sebenarnya ada apa? Kenapa pulang sangat cepat?” tanya Hyejin dengan nada kesalnya. Padahal hari ini ia berencana mencari materi bersama Nayoung. Namun semua gagal hanya karena kakaknya terus memaksanya pulang.

“Hyejin-ssi!” suara lain menggema di tempat itu. Baekhyun menoleh cepat, matanya membulat saat menemukan Oh Sehun sedang mendekat.

“Sial.” Ujarnya dalam hati. Baekhyun kurang cepat. Niatnya pulang lebih awal untuk menghindari Oh Sehun namun sayangnya pria itu sudah muncul seperti hantu.

Ia ingin membuat Hyejin memasuki mobil namun sayang, adiknya malah berjalan mendekati Sehun.

Dari samping mobil, Baekhyun bisa melihat Hyejin asik bercengkrama dengan Sehun. Terkesan sangat akrab.

Baekhyun meluruskan hatinya. Ia tak mau terus melihat pemandangan menyakitkan itu. Hatinya tersayat, ia tak sanggup melihat pria brengsek seperti Sehun tersenyum pada adiknya.

Baekhyun memasuki mobil, ia lebih memilih menunggu di sana sembari mendengarkan musik dengan full volume. Jika saja taruhan itu tidak ada, pasti dirinya telah menarik Hyejin masuk ke dalam mobil. Sayangnya Baekhyun hanya bisa diam, karena jika ia menghalangi Sehun maka sesuatu yang buruk bisa menimpa adiknya.

Oh Sehun memang kurang ajar. Ia semakin benci dengan mantan teman ‘baik’ nya itu.

“sampai kapanpun kau tak akan bisa memiliki Hyejin.”

TBC

Hallo ^^

 

Semoga suka ya dengan cerita baruku ini. Dan maaf kalo banya typo’nya. ^^

see you next chapter.

Iklan

5 thoughts on “[Author Tetap]-Let Me Love You (2) #Friend

  1. Aku tetep dukung baekhyun sama hyejin. Pengen lempar sehun pake sepatu deh kaaa -__- bisa gitu nyiptain sifat begitu buat sehun kaaa 😑😑😑😑 btw makasih kaaa, semangat ngetiknya 💪💪💪

  2. Neomu neomu DAEBAAK!!!
    Aku baru selesai baca 😁. Suka bgt alurnya, chap ini alurnya makin pass bgt 😊.
    Eh, jgn bilang yg mau tinggal sama mereka Sehun? Gak mungkin ya, lah 😏 *gak tau juga, sih 😂.
    Hyejin ngomongin apa tuh… Tiket itu, kah? Aku makin penasaran, Eonni… Mereka adik-kakak kandung bukan, sih? Dan kenapa Baek sama Sehun bisa gk sedekat dulu? :/
    Semangaat next chapnya, Eonnii.. Ditunggu bgt bgt bgt 😊😉😚.

  3. Ffnya semakin keren thor…
    Stu hari aku baca dua chapter
    Heheheh..
    Di tunggu kelanjutannya…
    Jangan lama* update ya.. 😊
    Semngat untuk karya*nya
    💪

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s