Seductive Mr. Byun (Five)

Poster by : Alkindi (https://dirtykindi.wordpress.com/)

Romance | Married Life | Sad | PG-17 | etc

[Rated Can Change Anytime!]

Disclaimer! The original results my imagination. NOT FOR PLAGIARISM OR COPY PASTE!!!

©2017.billhun94


Rasa trauma kadang menyerang pria bernama Byun Baekhyun itu. Trauma akan rasanya dikhianati. Baekhyun masih ingat setiap tetes rasa sakit yang menyerangnya akibat pengkhianatan yang sang mantan istri lakukan―Lee Hyejin.

Sejak saat itu, Baekhyun lupa bagaimana rasanya cinta. Bagaimana rasanya letupan ketika benih cinta itu muncul. Dan bagaimana rasanya kehangatan yang terselip di balik kata cinta.

Sejak pernikahannya kandas saat itu, Baekhyun menemukan gadis yang mampu mengembalikan kepercayaannya akan cinta. Namun, kadang kala ia memilih untuk mengabaikannya sampai hatinya ini berdebu di makan waktu.

“Byun Baekhyun! Apa kau masih ingin berdiri di situ?!”

Sebuah pekikkan berhasil menyadarkan Baekhyun dari lamunannya. Ia berbalik badan, dan menemukan Kelyn sedang berkacak pinggang sambil mendengus.

“Aku ingin lewat, tau!” Kata Kelyn kesal. Bagaimana tidak, Baekhyun sudah berdiri di ambang pintu lebih dari 10 menit. Padahal tadi ia sudah meneriaki pria itu habis-habisan.

Baekhyun memiringkan tubuhnya agar Kelyn bisa lewat. Dan gadis itu lewat begitu saja di depannya.

Baekhyun sadar, kalau keinginannya dalam meraih cintanya kembali tidak salah. Tapi, caranya yang salah.

-☆-

“Habiskan sarapanmu dan jangan nakal di sekolah. Ingat itu,” Baekhyun memperingati Jesper yang sedang menghabiskan sarapannya di meja makan.

Bocah itu mengangguk tanpa suara. Tatapannya beradu dengan Kelyn yang duduk berhadapan dengannya. Kelyn mengangguk, memberi isyarat.

“Daddy?” Panggil Jesper setelah sarapannya habis.

Baekhyun melirik Jesper dari balik koran yang sedang ia baca, “Apa?” Sahutnya.

“Maaf,” ucap Jesper. Kepalanya menunduk dalam, tidak berani menatap Baekhyun.

Terlihat Baekhyun menutup koran yang sedang dibacanya, lalu menaruh koran tersebut di atas meja makan. Kini, perhatiannya teralih pada Jesper.

“Daddy juga salah. Seharusnya Daddy lebih menghabiskan banyak waktu bersamamu. Maafkan Daddy juga, ya.”

Jesper mengangkat kepalanya, ia menatap Baekhyun. Senyum terukir di bibir manisnya. Bocah itu turun dari kursi, menghampiri Baekhyun, lalu memeluknya.

Saranghaeyo uri Daddy,” ungkap Jesper.

Baekhyun tersenyum lembut, lalu membalas, “Nado.”

Kelyn yang melihat keakraban Baekhyun dan Jesper tidak bisa menahan rasa bahagia yang menyeruap di antara mereka. Akan sangat lengkap jika saja ia juga bisa bergabung bersama ayah dan anak itu. Eh?

“Dad, tahu tidak kalau yang menyuruhku untuk melakukan ini adalah Kelyn Noona?” Tanya Jesper pada Baekhyun ketika pelukan mereka terlepas.

Baekhyun tampak menoleh kearah Kelyn, dan melempar senyum pada gadis itu. Lalu ia beralih pada Jesper lagi, “Jangan panggil Kelyn dengan sebutan Noona lagi. Panggil saja ‘Mommy’. Mengerti?”

Jesper kebingungan, “Mommy?” Tanyanya pada sang ayah.

Pria Byun itu tahu bahwa Jesper memang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari sosok ibu semenjak dia lahir karena sang mantan istri sudah meninggalkan Jesper sejak lahir. Menyedihkan? Tidak perlu merasa sedih. Baekhyun justru merasa bersyukur karena Hyejin mau meninggalkan Jesper padanya.

Intinya, bukan berarti Jesper tidak perlu sosok ibu. Bocah itu setidaknya akan pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, walaupun bukan ibu kandungnya.

“Iya, sayang. Kelyn sekarang adalah Mommy Jesper,” tegas Baekhyun.

Kelyn yang berada di tempatnya tidak menduga jika Baekhyun akan mengatakan hal seperti tadi. Dan ia sangat was-was kalau saja Jesper menolaknya. Akan sangat sial untuknya yang sudah menandatangi kontrak tidak masuk akal itu.

Senyum mengembang di bibir Jesper. Ia berlari menghampiri Kelyn. Lalu memeluk gadis itu dengan sangat erat.

Kelyn yang syok dengan tindakan Jesper ini hanya bisa terdiam.

Jesper melepas pelukannya, ia menatap Kelyn, “Aku sangat ingin punya Mommy seperti teman-temanku yang lain. Dan sekarang aku punya Mommy yang sangat cantik di sini,” ujarnya dengan sangat ceria.

Mata Jesper memancarkan binar kebahagiaan. Kakinya membawanya melompat-lompat kecil.

Kelyn sangat senang dengan reaksi Jesper. Setidaknya ia tidak perlu repot-repot membujuk bocah itu agar mau menerimanya.

“Apa kau sangat senang?” Kelyn bertanya dengan senyuman yang menyapa saat melihat Jesper meluapkan rasa bahagianya.

“Tentu saja!” Jawab bocah itu dengan nada lantang.

“Kelyn, bisa kita bicara sebentar?”

Suara Baekhyun terdengar. Mengingatkan Kelyn akan kehadiran pria itu, “Iya,” balasnya.

Jesper entah pergi kemana, mungkin ke kamarnya.

Baekhyun membawa Kelyn ke dalam ruang kerjanya. Ini adalah kali pertama Kelyn masuk ke sana. Tidak ada yang spesial. Namun, ada satu yang menarik perhatian Kelyn saat masuk. Yaitu, dua bingkai foto anak kecil yang terpajang di tembok.

“Itu kau dan Jesper?” Tanya Kelyn sambil menunjuk bingkai foto tersebut.

Baekhyun sudah berdiri tepat di belakang Kelyn, “Iya. Yang kanan aku, dan yang kiri adalah Jesper,” jawabnya.

“Wah, kalian sangat mirip.” Kelyn merasa takjub dengan kemiripan ayah dan anak itu.

“Jesper juga mewarisi sifatku saat kecil,” ujar Baekhyun yang mengenang masa kanak-kanaknya.

Kelyn yang tertarik dengan pembahasan ini membalikkan badannya, sedikit terkejut saat mendapati Baekhyun sudah berdiri tepat di depannya dengan jarak yang sangat dekat. Bahkan ia bisa mencium wangi parfum yang pria itu pakai.

Baekhyun yang lebih tinggi dari Kelyn menundukkan kepalanya untuk menatap gadis itu.

“Terima kasih,” ucap Baekhyun yang justru membuat Kelyn bingung.

“Untuk?”

“Membuat Jesper menyukaimu.”

“Itu memang sudah menjadi tugasku, bukan? Kau membayarku untuk melakukan ini,” timpal Kelyn. Matanya menyorot sedikit rasa kecewa. Entahlah, ia sendiri masih memikirkan alasan yang tepat.

Baekhyun menarik sudut bibirnya, lalu berkata, “Bagaimanapun aku tetap ingin berterima kasih padamu.” Ia tidak menyangka jika Kelyn akan berucap seperti tadi. Jawaban itu cukup membuatnya merasa ada suatu reaksi yang aneh di dalam dirinya.

Merasa sudah cukup, Baekhyun pun berniat untuk meninggalkan ruang kerjanya. Ia berbalik badan. Baru dua langkah berjalan, sebuah tangan menahan tangannya. Ia pun membalikkan badannya lagi, dan menemukan Kelyn yang sedang menggenggam tangannya sangat erat dengan sorot mata yang sulit untuk diartikan.

“Kenapa la-”

Baekhyun tidak melanjutkan pertanyaannya karena Kelyn yang membungkam bibirnya menggunakan bibir gadis itu.

Jelas Baekhyun terkejut dengan tindakan tiba-tiba Kelyn. Dan ini adalah pertama kalinya gadis itu menciumnya.

Setelah 3 detik, Kelyn berniat untuk melepas ciumannya. Namun, Baekhyun menahan dengan menarik tengkuk belakang Kelyn.

Awalnya hanya menempel, lama kelamaan berubah menjadi ciuman yang menuntut dan penuh dengan gairah. Tangan Baekhyun beralih pada pinggang Kelyn, melingkar posesif. Sedangkan Kelyn mengalungkan tangannya di leher Baekhyun sambil menekan tengkuk belakang pria itu agar ciuman panas mereka tidak terlepas.

Baekhyun menyesap kasar bibir atas dan bawah Kelyn bergantian, sambil sesekali digigitnya kecil. Kelyn berusaha untuk mengimbangi permainan Baekhyun yang membuat pusat dirinya berkedut nyeri.

Sial! Padahal ia sengaja memulai ciuman ini agar Baekhyun luluh padanya dan kalah. Tapi, ujung-ujungnya malah ia yang terangsang.

Kepala Baekhyun memutar kanan dan kiri untuk mencari posisi yang nyaman. Tangannya semakin turun kebawah, menyentuh bokong Kelyn, lalu meremasnya. Dapat pria itu rasakan jika Kelyn melenguh di sela-sela perang lidah di antara mereka.

Tangan Baekhyun semakin turun, bersiap untuk menyingkap dress yang Kelyn kenakan jika saja-

“Daddy! Aku sudah telat!”

-Jesper tidak menggangu kegiatan panas sang ayah dan ibu barunya.

-☆-

Baekhyun tidak bisa mengantar Jesper ke sekolahnya karena ia sudah sangat telat, dan ada meeting dengan klien dari jepang. Terpaksa, Jesper harus diantar oleh supir Jang.

Sesuai dengan jadwal dan kewajibannya, Kelyn harus menemani Jesper berangkat sekolah dan menjemput bocah itu setelah sekolahnya usai.

Jesper baru berusia 5 tahun dan masih berada di Taman Kanak-Kanak. Tahun depan bocah itu baru bisa mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar.

Begitu sampai di depan gedung berwarna kuning itu, Jesper langsung turun dari mobil dan diikuti oleh Kelyn.

“Mommy ayo masuk!” Jesper meraih tangan Kelyn, menarik si pemilik tangan untuk mengikuti langkahnya.

“Jesper, pelan-pelan. Nanti tersandung,” Kelyn memberi nasihat. Namun, tampaknya bocah itu tak menghiraukannya.

“Ini kelasku,” ujar Jesper ketika dirinya dan Kelyn sudah sampai di depan sebuah ruangan yang dipenuhi oleh anak-anak seusia Jesper.

Kelyn sedikit melirik isi kelas, ia pun berjongkok agar menyamai ukuran tubuh Jesper, tangannya mengelus kepala bocah itu. Ia bertanya sambil tersenyum manis, “Ingat nasihat Daddy tadi?”

Jesper mengangguk. Senyum di bibirnya semakin melebar.

Cup

Sebuah kecupan mendarat di pipi kanan Kelyn. Membuat gadis itu terkejut. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Jesper.

Bocah itu sekarang sudah berlari masuk kedalam kelas setelah memberi kecupan di pipi Kelyn. Ia berbalik, melambaikan tangannya pada Kelyn, lalu berseru, “Bye, bye, Mommy.”

Kelyn terkekeh melihat kelakuan Jesper. Ayah dan anak memang tidak ada bedanya.

Merasa tugasnya sudah selesai, Kelyn berniat untuk enyah dari tempatnya.

“Apa Anda istri tuan Byun?”

Baru lima langkah Kelyn berjalan. Namun, pertanyaan itu sukses menghentikan langkahnya dan membuat ia berbalik badan. Sekitar 4 wanita datang menghampirinya―mungkin lebih mirip seperti sedang mengerubutinya.

“Maaf?”

Salah satu dari wanita yang berdandan paling nyentrik itu bersuara, “Kami bertanya, apa Anda istri Tuan Byun?”

Kelyn mengernyit. Memangnya apa urusan mereka?

“Kau ini! Sudah pasti Nona cantik ini adalah istrinya. Kau tidak dengar tadi kalau Jesper memanggilnya Mommy?”

Salah satu di antara mereka menyela. Yang dimana langsung disetujui oleh yang lain.

“Aku ‘kan hanya penasaran.”

Kelyn tersenyum canggung menanggapi percakapan para wanita itu. Sungguh, ia tidak nyaman berdiri di antara mereka.

“Ah, apa kau yang bernama Kim Taeyeon?”

Lagi-lagi, para wanita itu membuat Kelyn merasa bingung. “Siapa itu Kim Taeyeon?” Tanya Kelyn.

“Lebih baik kita mengobrol di kafe biasa saja!”

“Benar juga.”

“Baiklah, ayo!”

Kelyn mau tak mau harus ikut karena tangannya ditarik secara paksa oleh salah seorang dari wanita itu.

-☆-

“Dari rumor yang beredar, Kim Taeyeon adalah mantan kekasih Tuan Byun.” Bisik wanita yang memperkenalkan dirinya sebagai Ahn Sohye.

“Dan yang aku dengar, Kim Taeyeon sangat mencintai Tuan Byun. Tapi, Tuan Byun memutuskan hubungan mereka begitu saja karena perempuan ular itu ketahuan berselingkuh,” bisikan datang lagi dari wanita yang Kelyn ketahui bernama Han Min Hee itu.

“Apa kau tidak tahu sama sekali?”

Kelyn mengangguk sambil menggaruk tengkuk belakangnya, padahal tidak gatal.

“Sayang sekali.”

Kelyn tersenyum canggung sebagai respon.

“Kau harus menanyakannya langsung pada Tuan Byun. Bisa saja wanita ular itu masih mengganggunya.”

Apakah harus? Kelyn rasa ia tidak harus sampai sejauh itu. Kehidupan pribadi Baekhyun bukan urusannya, memang, tapi rasa penasaran Kelyn semakin tumbuh.

Sudah setengah jam Kelyn memikirkan perihal ini. Padahal jarang sekali ia memikirkan sesuatu. Terakhir kali ia berpikir sepanjang sekarang adalah seminggu yang lalu saat dirinya masih di London. Itupun tentang keuangannya yang semakin menipis.

Sampai Kelyn mengundurkan diri dari kafe, ia masih saja berpikir.

Gadis itu menggerutu dalam hati sepanjang jalan menuju mobil. Dan ia tidak menyadari jika kini ada seorang pria yang mengikutinya dari belakang. Pria jangkung itu menepuk pundak Kelyn, membuat sang empunya menoleh kebelakang.

Iris Kelyn membulat, mulutnya terbuka yang langsung ditutupnya menggunakan satu tangannya.

Pria itu tersenyum pada Kelyn, tangannya melambai di udara dan menyapa si gadis yang masih larut dalam keterkejutannya, “Hai, lama tidak bertemu.”

“Astaga, Park Chanyeol! Ini benar-benar kau?” Ungkap Kelyn tak percaya dengan perubahan drastis si pria bernama Chanyeol itu.

“Bukan. Ini roh Park Chanyeol,” balas Chanyeol sambil menggelengkan kepalanya, “Kau masih tetap bodoh, ya?”

“Bisa saja kau ini adalah kembaran Chanyeol,” ucap Kelyn yang sedikit kesal karena ‘pujian’ terhormat Chanyeol untuknya.

Lelaki itu memutar bola matanya, “Sejak kapan aku punya kembaran? Bodoh kok dipelihara,” katanya yang membuat Kelyn mendaratkan hand bag gadis itu ke kepalanya.

“Tapi sungguh Park Chanyeol, kau terlihat sangat berbeda sekali.”

Jelas Kelyn heran dengan perubahan drastis Chanyeol―si mantan kekasih yang sialnya makin tampan. Dulu, ketika di Universitas Chanyeol adalah mahasiswa yang dicap jelek. Bukan karena wajahnya, tapi kelakuannya. Kelyn saja heran kenapa dirinya dulu bisa suka dan mau menjadi kekasih lelaki itu.

Namun, sekarang Park Chanyeol benar-benar sudah sangat berbeda. Berpenampilan rapih, banyak uang, digilai perempuan dan bertitel sebagai seorang jaksa. Perempuan mana yang tidak bertekuk lutut padanya. Jika diberi kesempatan, Kelyn ingin kembali pada Chanyeol.

“Apa pekerjaanmu sekarang?” Tanya Chanyeol pada Kelyn saat mereka berada di kafe dan memesan menu.

Kelyn menaikkan bahunya, “Sekarang aku adalah pengangguran yang berpenghasilan. Bisa dibilang begitu, sih.” Ujarnya, membuat Chanyeol bingung.

“Kau jadi selingkuhan orang kaya, ya?” Tebak Chanyeol asal.

“YA! Kau kira aku ini gadis seperti apa?!” Amuk Kelyn pada Chanyeol. Mulut pria itu memang tidak bisa dikontrol. Walaupun begitu, sialnya Park Chanyeol as fucking man in the world.

Chanyeol tertawa, “Aku hanya bercanda,” katanya.

“Jadi, apa pekerjaanmu sekarang?”

“Aku tidak bisa memberitahumu.”

“Apa kau seorang agen rahasia?”

Oh astaga Park Chanyeol! Yang benar saja?!

-☆-

Supir Jang memberitahu kalau Kelyn sedang berada di kafe dekat sekolah Jesper. Baekhyun yang kebetulan ingin menjemput Jesper sekalian makan siang, lantas berniat untuk menjemput Kelyn karena jam pulang putranya itu tinggal 20 menit lagi.

Baekhyun baru saja turun dari mobil ketika iris tajamnya menangkap Kelyn sedang tertawa bersama seorang pria. Ia pun melangkah masuk kedalam kafe tempat Kelyn dan pria tadi.

“Kelyn?”

Yang dipanggil menoleh dan betapa terkejutnya ia saat mendapati Baekhyun sudah berdiri di sampingnya.

“Kenapa kau bisa di sini?” Tanya Kelyn sambil menunjuk Baekhyun.

“Waktunya untuk menjemput Jesper,” ujar Baekhyun, nada suara sedikit lebih keras dari sebelumnya.

Chanyeol merasa ada atmosfer aneh di sekitarnya. Ia beranjak, dan bersiap untuk undur diri, “Kelyn, aku harus pamit. Ada janji dengan klien. Sampai bertemu lagi,” ucapnya sambil melambaikan tangannya pada gadis itu. Tidak lupakan senyum yang seakan tidak pernah lepas dari bibirnya.

“Sampai jumpa lagi, hati-hati di jalan,” balas Kelyn, tangannya melambai menyambut lambaian tangan Chanyeol yang mulai menjauh.

“Siapa pria itu?”

Suara tersebut menyadarkan Kelyn akan kehadiran Baekhyun setelah dibuat melayang dengan kehadiran Chanyeol.

“Teman lama,” jawab Kelyn, lalu ia mengambil tas dan mantel miliknya di kursi sebelah.

Baekhyun tidak memperdulikan lagi setelahnya, pria itu berjalan keluar kafe. Saat Kelyn akan menyusul, pandangan para gadis yang duduk di samping mejanya tadi terus terarah pada Baekhyun. Kelyn segera menyusul pria itu sebelum ada gadis lain yang mengambilnya.

Sial! Kenapa Baekhyun terlihat sangat menggoda dengan rambut yang sedikit acak-acakkan, lengan kemeja yang digulung sampai siku, dasi yang sudah tidak pada tempatnya, dan dua kancing teratas kemejanya yang terbuka.

Jika Park Chanyeol adalah as fucking man, maka Byun Baekhyun adalah as seductive man.

“Baekhyun, tunggu aku!” Kelyn berusaha mengejar Baekhyun di depannya.

Baru saja Baekhyun akan membuka pintu mobil, namun tangan Kelyn menahannya dan berkata, “Jarak sekolah Jesper dekat dari sini. Jalan kaki saja, ya?”

Baekhyun sempat tertegun, dan akhirnya mengiyakan saran Kelyn. Mereka menyusuri sisi kiri trotoar dengan berjalan berdampingan. Tidak ada yang membuka suara, tapi diam-diam Kelyn terus melirik sekitar yang berbisik tentang Baekhyun, kebanyakan adalah para gadis yang berlalu lalang.

Apakah mereka tidak pernah melihat pria tampan? Kenapa terus memandang Baekhyun seakan-akan pria itu adalah seonggok daging yang siap disantap singa kelaparan.

Kelyn mendengus, ia menghentikan langkahnya, membiarkan Baekhyun berjalan di depannya dan menatap punggung pria itu yang menjauh. Kalau dipikir-pikir, kenapa ia juga bersikap seperti ini? Bukankah Baekhyun memang bukan miliknya. Mengapa pula ia harus merasa kesal?

Baekhyun yang menyadari kekosongan di sampingnya pun menoleh. Benar saja, ia tidak menemukan Kelyn di sampingnya. Lalu, pria Byun itu membalikkan badan, dan baru menemukan Kelyn yang berjarak 2 meter dari tempatnya.

Kelyn menatap Baekhyun dengan ekspresi yang sulit diartikan. Perasaannya sudah campur aduk.

Kelyn kira Baekhyun akan meninggalkannya dan berjalan duluan, tanpa diduga, pria itu malah menghampirinya, lalu menarik tangannya.

“Jangan mengulur waktu. Nanti Jesper akan mencari kita,” kata Baekhyun sambil berjalan, melirik si lawan bicara saja tidak.

“Baekhyun, tunggu sebentar!”

Baekhyun menghentikan langkahnya, dan menoleh kesamping. Ia dibuat heran oleh Kelyn yang tiba-tiba saja berdiri di depannya, menyentuh rambutnya, dan merapihkannya. Setelah itu, Kelyn beralih pada kancing atas kemejanya yang terbuka karena belum terkancing dan Kelyn mengancingkannya, lalu membenarkan letak dasinya yang sedikit berantakan.

Dalam diam, Baekhyun memperhatikan raut serius Kelyn yang hanya berjarak 15 sentimeter saja dari wajahnya. Gadis itu terlihat makin cantik kalau serius seperti ini.

Tangan Baekhyun yang bebas membawa Kelyn agar lebih dekat dengannya. Ia menarik pinggang si gadis sampai dada mereka saling bersentuhan.

Kelyn yang heran, menatap Baekhyun, dan pria itu malah meraih tengkuk belakangnya, lalu mengecap bibirnya. Hanya sebentar, karena setelah itu Baekhyun mengakhirinya.

“Kenapa?” Baekhyun membuka suara.

“Apa?”

“Ceritakan padaku atau kau kubuat lemas di sini juga. Sekarang.” Baekhyun tidak menghadiahi nada bercanda di perkataannya, membuat Kelyn bergidik ngeri.

Kelyn berdeham, “Kau terlihat berantakan. Dan, aku tidak suka melihatnya,” ujarnya.

Tapi, sepertinya Baekhyun tidak percaya begitu saja. “Benarkah? Bukannya kau cemburu dengan gadis-gadis itu?” Tanya Baekhyun, dagunya terangkat untuk menunjuk pada sekelompok gadis yang sedang memperhatikan mereka.

“Percaya diri sekali,” cibir Kelyn.

“Jujur atau aku benar-benar akan-”

“Aku tidak suka gadis-gadis genit itu terus memperhatikanmu!” Ucap Kelyn dalam sekali tarikan napas.

Reaksi Baekhyun adalah tertawa setelah sedikit menjauh dari gadis itu.

Kelyn yang melihat reaksi Baekhyun justru menghentakkan kakinya, kesal. Pria itu seperti sedang meledeknya.

“Tidak ada yang lucu, Tuan Byun Baekhyun.” Ujar Kelyn dengan ketus.

Baekhyun perlahan menghentikan tawanya. Tau-tau Kelyn sudah berjalan di depan, alias meninggalkannya seorang diri. Gadis itu sangat lucu saat marah, ia tidak mengelaknya.

Baekhyun berlari menghampiri Kelyn, meraih tangan gadis itu, lalu menggengamnya. Sang empunya tampak terkejut.

“Biarkan seperti ini,” kata pria Byun itu. Kelyn pun tidak menolak.

Mereka berdua berjalan tanpa ada yang membuka suara, sampai ketika Kelyn berkeinginan untuk menuntas rasa penasarannya.

Kelyn menoleh ke samping, menatap wajah Baekhyun dari sisi kanan. “Baekhyun?” Panggilnya.

Baekhyun menoleh, lalu menyahut, “Hm?”

“Kim Taeyeon itu siapa?”

-☆-

To Be Continue

TINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA!!!

#Thanks

Iklan

16 thoughts on “Seductive Mr. Byun (Five)

  1. Astaga alur ceritanya makin bikin penasar, kira” pertanyaan tadi bakal di jawab ga yah? Kira” Baekhyun nya bakal marah ga yah Kelyn nanya kaya gitu??

  2. Setelah baca di sini baru ngerti.. Pas baca di wattpad kok critanya tetiba jesper manggil kelyn mommy … Ternyata. Heheh.. Semangat thor
    Izin baca ya

  3. Mba taeyon juga ikut tersebut dalam ff ini…. Sumpah bacanya asikk banget ga kerasa udh mau chapter 6 ajh ….lanjut baca ya authornim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s